Headlines News :

Gubernur Jambi Terima APKLI Award 2012

Oleh : Heri Zaldi Pada Hari Friday, 17 February 2012 | 11:18 WIB


HBA : PKL Mampu Menopang Ekonomi Rakyat


Gubernur Jambi HBA Saat menerima APKLI Awards 2012
bertempat di Monumen Tugu Proklamasi Jakarta
MERDEKAPOST.COM, JAKARTA - Gubernur Jambi, H Hasan Basri Agus meraih penghargaan di tingkat nasional, yakni APKLI award 2012. Penghargaan ini diberikan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) atas jasa-jasa HBA dalam membantu dan membina pedagang kaki lima (PKL) di Provinsi Jambi. 
Gubernur HBA merupakan satu-satunya gubernur di Sumatera yang menerima penghargaan dan menyampaikan sambutan di acara tersebut. Sedangkan dua gubernur lainnya, yakni dari Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Penyerahan APKLI Award tahun 2012 ini di Monumen Tugu Proklamasi Jakarta dalam kegiatan puncak Hari Lahir (Harlah) APKLI ke-19 tahun 2012.
Turut hadir dalam acara itu, Menteri Koperasi dan PKM, Syarief Hasan selaku pelindung APKLI, Ketua Umum DPP APKLI, sesepuh dan pendiri APKLI, diantaranya, Wakil Ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso, Adi Sasono, mantan Menkop, Marzuki Usman dan undangan lainnya.
Dalam sambutan tertulisnya, Gubernur HBA mengucapkan terima kasih atas diberikannya kepercayaan dalam acara yang penuh makna ini untuk memberikan sambutan mewakili seluruh rekan-rekan Gubernur di Wilayah Sumatera. Dipilihnya Monumen Tugu Proklamasi ini sebagai tempat diselenggarakannya kegiatan tentulah didasarkan atas  berbagai pertimbangan. ''Secara filosofis tentu semangat Proklamasi itu jugalah yang nantinya akan memberikan spirit bagi kita semua untuk mengembangkan dan memberdayakan salah satu pelaku ekonomi kita di tanah air. Yaitu para pejuang ekonomi kerakyatan kita, yang populer dengan nama Pedagang Kaki Lima ,'' ujar Gubernur HBA mengawali sambutannya.
Ditegaskan Gubernur, pedagang kaki lima yang merupakan bagian dari sektor usaha informal. Namun secara ekonomi memiliki peran dan nilai strategis untuk mendukung struktur perekonomian, baik di tingkat lokal maupun nasional. ''Hal yang paling kasat mata sektor tersebut mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar dan juga sebagai sektor yang mampu memberikan sumbangan yang tidak kecil terhadap pembentukan Produk Domestik Buto (PDB) kita. Bahkan, keberadaan sektor informal juga mampu menyangga stabilitas ekonomi kita di saat krisis keuangan, baik pada krisis tahun 1998 maupun saat krisis finansial global pada tahun 2008 yang lalu,'' tegas HBA.
Oleh karenanya, HBA menyatakan jika kehadiran para pelaku ekonomi dari sektor informal ini, harus dilihat sebagai sebuah wujud kreativitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan ekonominya dan ekonomi Negara Indonesia . ''Untuk itu, keberadaan dari para pelaku sektor informal di satu sisi memberikan gambaran terhadap belum maksimalnya kita dalam menciptakan lapangan pekerjaan formal sesuai dengan jumlah angkatan kerja. Sehingga pedagang kaki lima merupakan pilihan bagi mereka yang tidak terakomodasi disektor formal tersebut,'' lanjutnya.
''Di sisi lainnya, kondisi ini menunjukkan begitu besarnya keinginan masyarakat kita untuk mencari peluang usaha,'' imbuh orang nomor satu di Provinsi Jambi ini.
Selanjutnya, Gubernur mengungkapkan seiring dengan perkembangan sektor informal di tanah air. Di satu sisi menunjukkan tingginya semangat wiraswasta di kalangan masyarakat. Untuk itu, ke depan kita harus bergandengan tangan menumbuhkan semangat kewirausahawan secara lebih profesional. Karena kemajuan ekonomi nasional ke depan salah satu pilar utamanya sangat ditentukan oleh keberadaan sektor swasta. ''Sektor informal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sektor swasta yang kita miliki. Ke depan usaha-usaha ekonomi akan lebih banyak dimainkan oleh sektor swasta. Maka sebagai regulator, pemerintah harus mampu menyiapkan berbagai perangkat regulasi untuk mendukung kemajuan sektor informal yang ada di negeri ini,'' ungkap HBA.
Di lain pihak, para pelaku ekonomi informal sendiri harus terus berupaya untuk mengembangkan semangat kewirausahaan secara lebih profesional. Untuk itu Gubernur Jambi mengajak sekaligus mendorong APKLI untuk mengembangkan pedagang kaki lima secara profesional. Karena, profesionalisme pedagang kaki lima selain akan berdampak positif pada pengembangan usahanya, juga akan membantu penyerapan tenaga kerja dalam jumlah yang lebih besar.
''Saya percaya dan yakin, keberadaan pedagang kaki lima akan memberikan kontribusi yang lebih besar lagi pada ekonomi nasional. Terutama jika pemerintah pusat dan pemerintah daerah membuka akses permodalan dan memberikan ruang yang pasti untuk melakukan usaha-usaha ekonomi yang mereka jalankan,'' sebutnya.
Suami tercinta Yusniana Hasan Basri ini menegaskan Provinsi Jambi dalam rangka menumbuh kembangkan jiwa wirausaha masyarakat, telah bekerjasama dengan KADIN dalam penciptaan 10.000 wirausaha baru dan penguatan modal bagi UMKM melalui Program Satu Milyar Satu Kecamatan (Samisake). ''Alhamdulillah program ini mendapat respon positif dari masyarakat dan dunia usaha di Provinsi Jambi,'' tandas Gubernur HBA. (ALD/humasprov)

0comments:

Tinggalkan Komentar...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...