Surat Mahasiswa Jambi Se-Pulau Jawa Untuk Gubernur Fachrori, "Makan Saja Kami Susah!"

Aliansi Ketua Keluarga Pelajar Mahasiswa Jambi di Pulau Jawa

MERDEKAPOST.COM – Kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah pusat, membuat dampak besar bagi mahasiswa Jambi yang sedang mengenyam pendidikan di Pulau Jawa.

Kondisi di Pulau Jawa makin sulit. Sejak dijadikan “sarang wabah” corona virus, gerak semua orang jadi terbatas. Mencari rezeki jadi sulit. Saat ini, mahasiswa dan pelajar Jambi di Pulau Jawa, nyawanya terancam. Bukan karena Corona, tapi karena hidup yang merana. Mereka terancam kelaparan!

Berikut surat terbuka untuk Gubernur Jambi Fachrori Umar dari mahasiswa Jambi yang butuh bantuan semua kita, di Pulau Jawa :

Yth.
Bapak Gubernur Provinsi Jambi
Dr. Drs. H. Fachrori Umar, M.Hum.

Bersamaan dengan surat ini, kami sampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Gubernur dan jajaran karena atas respon cepatnya dalam melakukan pencegahan penyebaran covid-19 di Provinsi Jambi.

02 April 2020 kami melihat imbauan yang Pak Gubernur keluarkan untuk para perantau untuk tidak mudik ke PROVINSI JAMBI.

Kami setuju dan apresiasi langkah yang bapak ambil. Hingga hari ini kami masih memilih bertahan di sarang wabah.

Tetapi banyak juga keluhan dari teman-teman perantau, khususnya teman-teman mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Provinsi Jambi yang merantau di JABODETABEK, JAWA TENGAH, JAWA TIMUR, SOLO, YOGYAKARTA, JOMBANG Dll yang di mana hingga 5 April 2020 tercatat kurang lebih 450 mahasiswa/i yang masih di perantauan.

Kami semua menyampaikan, bahwasanya imbaun untuk dilarang mudik harus disertai dengan kebijakan solutif dari Pemerintah Provinsi Jambi maupun pemda terkait.

Karena tidak mudah hidup di sarang wabah. Berdiam diri berhari di tengah ketakutan yang melanda, bahkan untuk mencari makan pun sudah susah, belum lagi kekhawatiran orang tua yang ada di kampung halaman. Setiap hari video call dari orang tua untuk memastikan buah hatinya sehat dan sudah makan dengan layak.

Jikalau teman-teman ini mudik, hilang kekhawatiran orang tua dan tidak ada permasalahan dengan konsumsi sehari-hari.

Pak Gubernur yang terhomat.

Mayoritas teman-teman mahasiswa dan perantau asal Jambi merupakan pekerja baik mahasiswa maupun yang bukan.

Yang artinya, teman-teman di rantau rata-rata membiayai kehidupan pribadinya di sini dengan jerih payah sendiri. Dan dengan adanya pandemi ini, hampir sebagian besar dari kami mengalami kebingungan bagaimana untuk bertahan hidup.

Sudah ada beberapa kelompok yang pulang tanpa mengindahkan imbauan. Argumen mereka sederhana.

“Jika kami tak pulang saat ini, siapa yang akan menjamin kehidupan kami di sini? Setidaknya kalau kami pulang, kami tak perlu bingung masalah pangan.”
Atau ada juga yang berkata, “jika kita bertahan mungkin kita bisa selamat melawan corona, tetapi bisa mati karena tak makan.”

Kami tak menganggap mereka egois, karena mereka berpikir dengan apa adanya, relevan dengan kondisi yang dirasa.

Sekali lagi kami harapkan kepada Pak Gubernur, bahwasanya jika ada imbaun untuk tidak pulang, diiringi dengan langkah solutif dari pemprov. Karena pada dasarnya, teman-teman juga warga PROVINSI JAMBI, masyarakat JAMBI yang mempunyai hak yang sama dengan masyarakat JAMBI yang lain, yaitu punya Hak untuk diselamatkan.
Jikalau ada imbauan untuk tidak pulang kampung, mari tawarkan solusi untuk teman-teman yang bertahan di “sarang wabah” dengan mengirim tenaga medis untuk warganya dan memastikan kesehatan warganya. Setelah dipastikan sehat sepenuhnya, bisa dipulangkan dengan kendaraan operasional yang dipunyai oleh pemprov.

Sesampai nya di daerah, lakukan pengecekan ulang untuk memastikan tidak pulang dalam keadaan terjangkit. Dengan begitu, fasiltas yang ada lebih terasa manfaatnya, bukan hanya digunakan untuk kegiatan yang bersifat seromoni belaka, Atau solusi lain yang bisa ditawarkan pemprov, membantu menyediakan bahan pangan untuk teman-teman yang bertahan hidup di sini.

Semoga tulisan ini bisa membuat Pak Gubernur dan jajaran melihat perantauan Jambi dari perspektif yang lain, bukan hanya melihat teman-teman perantau jika pulang kampung berpotensi membawa wabah.

Sekian keluh kesah yang kami dan teman-teman rasa. Semoga tulisan ini dapat sampai cepat ke Pak GUBERNUR yang TERCINTA.

Salam Hormat

Aliansi Ketua Keluarga Pelajar Mahasiswa Jambi se-pulau Jawa
Bagi dermawan yang tergerak hatinya membantu anak-anak/adik-adik kita di Pulau Jawa, bisa hubungi nomor ini 0253282281 an Alfawwazzi Pradipha Akbar.

(aldie_prasetya/064)

Related Posts

0 Comments:

Post a Comment


Recent Posts

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Privacy Policy | Disclaimer | Peta Situs