Adu Konsep, Ini Desain Antisipasi Banjir di Kota Sungai Penuh Versi Fikar dan Ahmadi

Bakal Calon Walikota SUngai Penuh Ahmadi Zubir dan Fikar Azami. (mpc/ald)
SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM - Banjir yang terjadi beberapa hari terakhir di Kota Sungai Penuh cukup dahsyat. Ketinggian air tidak seperti biasa-biasanya. Bahkan didataran yang tidak terkena banjir sebelum ini sudah mengalami nasib yang serupa.

Tidak hanya bisa good governance saja, akan tetapi tata kota menjadi hal atau PR yang cukup penting bagi pemerintah Kota Sungai Penuh kedepan. Bahkan, dua bakal kandidat Walikota Sungai Penuh ternyata sudah memiliki perencanaan atau desain terkait persoalan banjir yang kerap terjadi di Kota Sungai Penuh.

Dua bakal kandidat calon Walikota Sungai Penuh itu adalah Fikar Azami dan Ahmadi Zubir. Dua bakal calon ini mengakui perlunya kerjasama antara pemerintah Kota Sungai Penuh dan pemerintah Kabupaten Kerinci.

Fikar Azami ini mengatakan bahwa persoalan banjir salah satu yang menjadi konsentrasi dalam kepemimpinannya nanti.

“Yang menjadi konsen kita nanti adalah perbaikan saluran drainase seluruh wilayah kota, kemudian perbaikan tanggul-tanggul sepanjang batang merao yakni Batang Sangkir dan Air Bungkal,”jelas Fikar Azami belum lama ini.

Selain itu normalisasi sungai katanya menjadi hal yang perlu dilakukan dalam antisipasi banjir. Serta tidak terlepas adanya kerjasama antara pemerintah kota dan kabupaten.

“Kemudiann akan banyak lubang biopori untuk resapan air yang kita buat. Termasuk normalisasi disepanjang aliran sungai yang diperlukan. Kerjasama antara Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci ini penting. Kedepan kita juga akan intens melakukan komunikasi ke pemerintah pusat,”ujarnya.

Tidak berhenti sampai disitu lanjut Fikar, ia juga akan melakukan komunikasi bersama dengan melibatkan anggota DPR RI Dapil Jambi. “Kita juga akan berkoordinasi khususnya DPR RI Dapil Jambi untuk ikut membantu anggaran pembangunan dalam rangka penanganan banjir,”sebut mantan Ketua DPRD Kota Sungai Penuh ini.

Dijelaskan Fikar bahwa didalam antisipasi banjir, salah satu desain perencanaan di Kota Sungai Penuh dengan tata kelola yang baik dan benar.

“Yang jelas kita akan membangun Kota Sungai Penuh yang maju dengan tetap mengedepankan green city dan tata kelola air yang baik dan benar,”tukasnya.

Sementara itu, Ahmadi Zubir bakal calon Walikota Sungai Penuh dengan jargon Sungai Penuh Maju Berkeadilan ini menyatakan bahwa terdapat dua sumber debit air pertama Sungai Batang Merao dan Sungai Bungkal.

“Banjir di Kota Sungai Penuh ada dua sumbernya, yakni, Sungai Bungkal dan Sungai Batang Merao. Sungai bungkal tidak akan meluap kalau aliran muara sungai bungkal itu lancar,”katanya.

Kondisi saat ini kata Ahmadi, muara Sungai Bungkal tidak memiliki penampungan. Sehingga tidak bisa mengalir lagi ketika banjir itu terjadi.

“Saat ini lihat saja muara Sungai Bungkal kalau sudah sampai di jambatan layang seakan-akan air nya tidak bisa ngalir lagi. Aliran Sungai Bungkal yang di alirkan ke Koto Renah, Koto Keras dan Koto Lolo termasuk sebagian wilayah Dusun Baru yang dulunya tidak pernah ada banjir sekarang sudah ikut banjir,”urainya.

Kejadian ini kata Ahmadi, akibat dari sebagian aliran air Sungai Bungkal sengaja di pecahkan untuk mengurangi debit air ke arah muara Sungai Bungkal.

“Untuk Sungai Batang Merao jaga demikian. Muara Sungai Batang Merao tidak lancar arah ke Danau Kerinci. Dan Pemkot Sungai Penuh harus kerja sama dengan Pemda Kabupaten Kerinci untuk menormalkan Muara Sungai tersebut,”jelasnya.

Banjir di Hamparan Rawang, (4/6)
Dilapangan lanjut Ahmadi, juga banyak terdapat penghambat aliran sungai. Dan khusus untuk wilayah Kota Sungai Penuh sepanjang Sungai Batang Merao masih membutuhkan tembok penahan.

“Ada tembok penahan yang bisa menghambat luapan air masuk kedesa-desa itu yang dibutuhkan. Seperti di Kecamatan Hamparan Rawang yang ada hanya batu beronjong,”sebut Ahmadi.

Ahmadi optimis bahwa, dalam antisipasi banjir tidak sulit dilakukan. “Tidak sulit mengatasi banjir di Kota Sungai Penuh. Beda dengan wilayah Kabupaten Kerinci yang wilayah nya luas. Ini lah yang kita maksud pembangunan harus adil dan merata,”tandas Ahmadi Zubir.)*

Sumber : Hang-tuah.com | Editor: Ari Anggara | Merdekapost.com

Related Posts

0 Comments:

Post a Comment


Recent Posts

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Privacy Policy | Disclaimer | Peta Situs