Mahasiswi asal Jambi Ini Raup Ratusan Juta Rupiah per Bulan dengan Bisnis Hijab

Sukses berbisnis hijab
Roja Fitridayani
Merdekapost.net - Zaman yang kian modern membuat para wanita semakin kreatif dalam mengembangkan potensinya. Tak sedikit di antara mereka yang kini menjadi pengusaha di usia muda. Salah satunya Roja Fitridayani, mahasiswi cum laude dengan IPK 4 saat lulus dari Fakultas Bisnis & Manajemen Universitas Widyatama yang saat ini populer sebagai pengusaha hijab muda. Wanita dengan sapaan akrab Oja itu bisa sukses dalam waktu kurang lebih tiga tahun dan sekarang sudah bisa meraup omzet hingga ratusan juta rupiah. Seperti apa kisahnya? 

Saat dihubungi Wolipop, Oja bercerita mengenai awal mulanya membangun bisnis hijab miliknya yang dilabeli dengan nama 'Hijab Princess'. Di 2012 lalu masih jarang hijabers yang menggunakan pashmina karena saat itu lebih marak scarf segiempat. Karena aktif di Instagram, hijabers berusia 23 tahun itu melihat beberapa wanita muda mengenakan pashmina dan tampak menarik.

Oja kemudian ingin mencoba berganti gaya dengan penggunaan pashmina. Namun saat memesan scarf panjang tersebut melalui online ia merasa harga pashmina cukup mahal terutama bagi kantong seorang mahasiswi. Wanita asal Jambi ini memutuskan untuk membeli bahan mentahnya saja yang kemudian dibuat sendiri. Tak disangka harganya jauh lebih murah.

"Di 2012 musimnya hijabers beli kerudung yang dikreasikan. Dulu baru munculnya pashmina jadi masih jarang yang pakai. Saya beli satu pashmina waktu itu lumayan mahal. Saya coba beli bahan sendiri, lho kok harganya jauh lebih murah. Saya beli bahan itu 2 meter, yang dipakai cuma satu dan satunya menganggur, daripada tak terpakai sisanya aku jual," papar nya Kamis (18/6/2015).

Bukan hanya satu pashmina namun Oja memiliki rangkaian warna. Jika di online shopdijual Rp 50 ribu per scarf, ia menawarkan harga lebih murah yakni Rp 35 ribu. Ia mulai memasarkan produknya lewat akun Instagram @hijabprincess dan tak pernah menjualnya dari mulut ke mulut. Bahkan kala itu, teman-teman kampusnya tidak tahu ia memiliki usaha hijab. 

Oja mengatakan setiap hari ada saja yang membeli melalui online di awal berjualan. Seiring berjalannya waktu, pembelinya terus bertambah. Baru empat bulan berjalan setelah mulai di Agustus 2012, keuntungan yang diraupnya sudah lebih dari satu juta rupiah di akhir 2012. Ia pun tak menyangka dagangannya ini bisa menjadi bisnis yang menguntungkan.

Pendapatannya terus melonjak di 2013 dan ia pun mulai membuat label resmi 'Hijab Princess' di setiap kerudungnya. Oja mengaku tak berniat membuat label tersebut saat itu namun karena permintaan pelanggan ia akhirnya menetapkan 'Hijab Princess' sebagaibrand miliknya. 

Di 2013, Oja juga menemukan bahan impor dari India yang disebut diamond georgette italiano. Ia memperbarui koleksi pashmina miliknya dengan material impor tersebut. Tak hanya pashmina baru, Oja juga sempat merilis busana kasual yang kemudian memasarkannya lewat salah satu selebriti Instagram terkenal sehingga produknya semakin laris terjual.

Tanpa disangka omzetnya kian melonjak hingga lebih dari Rp 100 juta di akhir 2013. Jumlah omzet yang diraupnya cenderung stabil dan terus bertambah. Bahkan di awal tahun ini omzetnya melambung tinggi hingga lebih dari Rp 450 juta. Kini produksinya juga sudah puluhan ribu pashmina per bulan untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya.

"Pernah di angka Rp 450 juta omzet ya dan yang diamond itu juga pernah diproduksi sebanyak 4.000 laku dalam waktu 3 hari. Aku nggak menyangka bisa selaris ini bisnis melalui online, mungkin juga karena aku selalu ramah dengan semua pelangganku," tambahnya sambil terkekeh.

Bisa sukses berbisnis hijab seperti sekarang diakui anak kedua dari tiga bersaudara itu mungkin karena adanya 'darah' bisnis yang turun dari orangtuanya. Oja mengatakan ayahnya merupakan pebisnis beras di Kerinci, Jambi. Ia bersyukur bisa menuruni bakat serta mewujudkan impian sang ayah untuk menjadi pengusaha walaupun dalam bidang berbeda.

Kini Oja telah memiliki kantor sendiri dan 16 pegawai. Ia juga sudah memiliki butik di Bandung dan mempunyai dua distributor resmi yang mempunyai outlet di Batam dan Kalimantan Timur. Sementara reseller produknya sudah meluas di seluruh Indonesia. Bahkan ia juga telah memiliki pelanggan dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Meski sudah sukses menjadi pengusaha hijab, Oja tetap ingin mengambil gelar masternya di Master of Business Administration, Institut Teknologi Bandung (ITB).


(choe)

Tips Agar Layar Sentuh Tetap Awet

Tips Agar Layar Sentuh Tetap Awet
Merdekapost.com - Sebagian besar handphone-handphone cerdas keluaran terkini menggunakan layar sentuh. Menyenangkan memang menggunakan layar sentuh. Tapi, itu menjadikan layar satu-satunya akses mengoperasikan handphone. 

Ketergantungan handphone pada layar dalam mengolah semua tugas yang diberikan merupakan kerja super berat bagi si layar sentuh (touchscreen). Mereka harus selalu siap melayani tugas apapun yang diberikan oleh majikan dalam waktu singkat. 

Berikut tips menjaga layar sentuh agar tetap awet dan tahan lama.
  • Jauhkan Dari Sinar Matahari
Hindari smartphone dari paparan sinar matahari secara langsung. Sebab hal tersebut dapat merusak kualitas layar LCD. Sebaiknya jangan opersikan perangkat pintar Anda itu di luar ruangan di saat terik matahari.
  • Jangan Simpan Di Saku Celana
Hindari menyimpan handphone pada saku celana karena hal ini dapat menyebabkan layar akan tergores dan cepat rusak. Lain cerita jika display sudah menggunakan layar Gorilla Glass. Namun bila terpaksa meletakkan di dalam kantong celana, sebaiknya lapisi layar smartphone dengan pelindung yang baik.
  • Gunakan Pelindung Layar
Pelindung layar atau screen guard memang menjadi aksesoris tambahan untuk perangkat berlayar sentuh yang wajib dimiliki. Pelindung ini sangat karena dapat melindungi layar sentuh dari goresan, debu, hingga benda tajam yang bisa menggores permukaan layar.
  • Gunakan Jari Dengan Baik
Saat mengoperasikan, sebaiknya menggunakan jari, kecuali perangkat pintar itu memang dilengkapi dengan pena stylus. Jangan menggunakan kuku atau bahan tajam lainnya, cukup gunakan ujung jari dengan tekanan sewajarnya.
  • Hindari Menekan Layar Terlalu Keras
Layar sentuh pada smartphone atau perangkat pintar lainnya didesain untuk disentuh dalam pengoperasiannya. Jadi jangan menekan layar secara berlebihan karena dapat merusaknya.
  • Jauhkan Dari Benda Mengandung Magnet
Radiasi dari magnet akan membuat layar menjadi tidak sensitif lagi. Jadi, hindari meletakkan smartphone, tablet dan perangkat pintar di dekat perangkat-perangkat yang mengandung magnet seperti radio atau TV.

Sudah Bisa Dipesan, Ini Harga Galaxy S5

Merdekapost, Inggris - Tak lama setelah diperkenalkan di MWC 2014, sejumlah toko retail mulai membuka keran pemesanan Samsung Galaxy S5. Berapa kira kira banderol harganya?

Di Inggris, Samsung Galaxy S5 sudah mulai dapat dipesan dengan harga nyaris 600 poundsterling tanpa kontrak, atau di kisaran Rp 11,6 juta. Meski sudah bisa dipesan sekarang namun ponsel tersebut baru bisa didapat pada 11 April 2014.

Tentu saja banderol Galaxy S5 itu berbeda-beda di setiap negara,kemungkinan di Indonesia akan lebih murah. Seperti dikutip detikINET dari Cnet, Kamis (27/2/2014).

Galaxy S5 sendiri memang dijadwalkan Samsung akan meluncur secara serentak pada tanggal tersebut di 150 negara, dan kabarnya Indonesia masuk di dalam daftar tersebut.

Dilihat dari spesifikasinya Galaxy S5 sudah menggunakan chipset terkini, yakni Snapdragon 801 dengan prosesor 4 inti 2,5 GHz, RAM 2 GB dan kamera 16 MP.

Tapi bukan spesifikasinya yang dianggap paling mentereng. Ponsel tersebut juga sudah dilengkapi kemampuan anti debu dan air hingga kedalaman tertentu. Selain itu ada juga fitur pemindai sidik jari dengan fungsi yang beragam.


(cho)

Bahaya, Data-data Pribadi di Ponsel Bekas Bisa Dikembalikan

Anda pikir data-data di ponsel lama yang sudah terjual sudah aman?

Merdekapost.com - Dua hingga tiga tipe ponsel baru muncul setiap harinya. Setiap tipe yang muncul menawarkan berbagai fitur dan kecanggihan, menuntut Anda merasa perlu untuk mengganti ponsel kuno Anda dengan yang baru.
Tapi, apakah Anda mengira semua data-data di ponsel bekas akan hilang saat Anda melakukan hard reset atau factory data reset? Jika ya, Anda salah. Data-data itu bisa dikembalikan.

Data-data sensitif seperti password, e-mail, catatan medis, atau pesan SMS pribadi dapat diungkapkan kembali dari ponsel bekas Anda meski sudah dihapus, menurut penyelidikan Channel 4, dilansir Telegraph, 10 Februari 2014.

Sejumlah wartawan Channel 4 membuktikan hal itu dengan membeli tiga ponsel bekas dari toko ponsel CEX, Inggris. Di sini, menurut karyawan toko, pelanggan yang menjual ponsel bekasnya selalu menghapus data-data pribadi sebelum ponsel itu dijual.

Namun, dengan melibatkan sejumlah ahli, sekitar 5.000 file dari tiga ponsel tersebut dapat dikembalikan dengan software khusus, termasuk SMS yang keluar masuk antara pengguna dan pacar gelapnya, rekam jejak browsing, hingga website-website porno apa yang sering dikunjungi.

Di ponsel lain, terkuak juga data-data berupa alamat e-mail dan password untuk bekerja, biodata lengkap dengan alamat, serta catatan medis. Meski data-data itu dihapus, beberapa di antaranya tetap dapat terlacak dan dibaca.

"Teknologi berkembang begitu cepat, begitu pula sistem kami. Saat ini, kami menerapkan prosedur baru yang melakukan metode penghapusan data secara lebih baik pada ponsel-ponsel bekas," ujar juru bicara CEX pada Channel 4.

Ialah SensePost, perusahaan keamanan yang berhasil mengembalikan data-data tersebut. Dalam blog-nya, perusahaan ini mengatakan bahwa memulihkan data-data dari ponsel bukanlah perkara yang sulit, terlebih lagi ponsel-ponsel yang tidak terenkripsi.

"Sejauh ini, iPhone melakukan enkripsi data mereka secaradefault, sehingga sulit untuk mengembalikan data-data yang sudah dihapus dan dikembalikan pada settingan pabrik. Tapi, meski kecil, kemungkinan (data dikembalikan) tetap ada," ujar juru bicara SensePost, dalam blog.

"Android secara default tidak mempunyai enkripsi, yang artinya seseorang dapat dengan mudah mengembalikan data-data dalam jumlah besar yang seharusnya sudah terhapus. Ini adalah ide yang baik untuk menjaga ponsel Anda dienkripsi," tandasnya.

"Sedangkan, Windows Phone dan BlackBerry masing-masing memungkinkan enkripsi secara opsional, tetap hal ini tidak aktif secara default. Windows Phone 7 bahkan tidak mendukung enkripsi filesystem inti," terang juru bicara SensePost.

8 Langkah Jitu Jika Ponsel Anda Tercebur Air

Jangan panik. Langkah-langkah ini bisa jadi "pertolongan pertama.

Merdekapost.com - 
Beberapa wilayah Indonesia terus diguyur hujan selama seminggu terakhir. Akibatnya, sejumlah wilayah tak pelak terendam air. Di tengah cuaca hujan dan banjir, ponsel jadi salah satu perangkat elektronik yang rentan mengalami kerusakan.

Biasanya, kerusakan ponsel itu diawali ketika ponsel yang ada di saku celana terkena rembesan air hujan, atau apalagi jika ponsel itu tercebur ke air banjir. 

Tentu tidak seorang pun mau mengalaminya. Tapi, jika sampai hal itu terjadi, Anda tidak perlu khawatir. Kami memiliki beberapa langkah yang bisa Anda tempuh untuk memberikan "pertolongan pertama" apabila ponsel Anda terkena air.

Ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Yang paling pertama Anda lakukan adalah memastikan ponsel masih menyala atau tidak. Jika langsung mati, jangan langsung dihidupkan. Apabila masih menyala, segera matikan ponsel untuk menghindari korslet.

2. Lepas baterai, casing, dan aksesoris lainnya. Lalu, keringkan semuanya.

3. Untuk mengeringkan semua komponen itu harus menggunakan cahaya, misalnya mendekatkan dengan lampu. Hindari mengeringkan komponen dan ponsel dari cahaya matahari langsung, karena bisa menyebabkan rusaknya sel-sel warna pada layar LCD.

4. Atau sebagai alternatif, Anda bisa menggunakan blower. Untuk kondisi banjir yang biasa mati lampu, Anda juga bisa menggunakan kipas sederhana untuk mengeringkan.

5. Kemudian, hilangkan titik-titik air yang terlihat. Anda bisa menggunakan kapas, tisu, atau bahan halus lainnya yang bisa menyerap air.

6. Jika memungkinkan, teteskan cairan khusus pada lubang connector charger pada ponsel, misalnya cairan alkohol atau parfum. Tujuannya untuk membersihkan connector dari cairan yang menimbulkan karat. Akan lebih baik lagi jika Anda menyemprotkan cairan contact cleaner anti-karat.

7. Biarkan ponsel selama satu atau dua hari sampai benar-benar kering. Kemudian coba hidupkan kembali.

8. Jika ponsel Anda tercebur cukup lama dan setelah melakukan langlah-langkah di atas tidak kunjung menyala, atau mati-hidup, bahkan mati total, segera bawa ke tempat servis resmi dan bergaransi. 
(choe)

5 Game Terpopuler Sebelum Flappy Bird

Merdekapost.com - Game Flappy Bird menjadi buah bibir bagi penikmat game belakangan ini. Meski terbilang game yang sederhana, ternyata game ini mampu membetot perhatian penikmat game. Buktinya, game ini sudah diunduh lebih dari 50 juta kali.

Bahkan, pengguna yang mengaku kesal memainkan game ini tapi tetap candu memainkannnya. Kemarin, game ini ditarik dari pusat aplikasi oleh penciptanya, Dong Nguyen, karena tak tahan dengan kontroversi yang mengiring game yang telah muncul setahun lalu itu.

Menilik game yang sukses berjalan pada layar sentuh perangkat mobile, Flappy Bird bukanlah game pertama yang membuat heboh. Banyak game yang telah lebih dulu sukses diunduh sebelum Flappy Bird meledak.

Tentu pembaca masih ingat daya magisnya Angry Birds, game besutan pengembang asal Finlandia, Rovio, menguasai belantara game mobile dunia.

Nah, berikut beberapa game yang tercatat menuai kesuksesan pada perangkat bergerak, yang dirangkum laman Straits Times, Senin 10 Februari 2014:

1. Angry Bird 



Seperti Flappy Bird, Angry Birds yang dirilis pada tahun 2009 silam meledak meski hanya menjalankan gameplay yang sederhana. Booming-nya Angry Birds boleh dikatakan menggurita.

Mengandalkan karakter burung yang menjadi amunisi untuk membidik babi-babi yang tersembunyi pada beberapa rintangan. Serangan burung pada game ini dipicu oleh seberapa kencang tarikan melalui alat semacam ketapel.

Seiring makin banyak yang memainkan Angry Birds, game ini belakangan muncul dalam berbagai versi lain, misalnya Angry Birds Seasons, Angry Birds Rio, Angry Space, Angry Birds Star Wars, dan masih banyak lagi.

Di negeri asalnya, nama Angry Birds dijadikan sebagai tema salah satu taman.

2. Cut The Rope



Pada game ini, Anda ditantang untuk memberi makan sepotong permen ke monster hijau. Permen ditangguhkan dengan tali dan pengguna diminta untuk memotong tali dalam urutan yang benar sesuai waktu. Paduan waktu dan panjang tali yang tepat akan mengantar monster ke permennya. Bonus diberikan apabila pengguna melewati bintang-bintang yang ada di tiap ronde.

3. Candy Crush



Game ini pertama kali menumpang pada platfrom Facebook sejak April 2012, kemudian dirilis pada perangkat mobile di bulan November pada tahun yang sama. Game ringan ini telah berhasil mengisi waktu senggang para pengguna ponsel dan tablet dunia.

Gameplay-nya sederhana. Pemain Candy Crush harus menghancurkan papan yang penuh dengan berbagai benda, misalnya kacang jelly merah, lemon kuning, ketupat oranye, lolipop biru, serta bentuk dan warna lainnya. 

Anda diminta untuk mengurutkan benda sejenis agar susunan hancur dan mendapatkan poin. Game ini cukup mendongkrak pertumbuhan Facebook. 

4. Plant Versus Zombie



Dirilis pada tahun 2009 lalu, game ini menantang pengguna untuk menghancurkan Zombie yang akan menyerang rumah. Pengguna dapat menyerang zombie dengan cara menembaki 'mayat hidup' itu melalui tanaman yang ada. Tiap-tiap tanaman memiliki senjata khusus untuk menjatuhkan para zombie. Game ini juga populer dimainkan pada platform PC.

5. Temple Run



Game ini termasuk permainan berkecepatan tinggi. Menjalankan misi dengan berlari menyisiri tembok raksasa serta menghindari segala rintangan sepanjang lintasan, mulai dari pohon melintang sampai jurang lebar. 

Pengguna dapat menggeser dan memiringkan perangkat mereka untuk menghindari rintangan itu. Misi game ini yakni menggerebek makam kuno dan menemukan monyet jahat. (choe)

Bangkitnya Hacker Cap Garuda

Merdekapost.com - Kepolisian Federal Australia (AFP) dibuat kelimpungan. Pekan lalu, situs internet mereka tiba-tiba down. Tidak semata AFP, Reserve Bank of Australia juga mandek operasinya.

"Kami menerima serangan di situs terbuka, tidak terhubung dengan jaringan rahasia, tapi ada upaya penyerangan di situs kami pagi ini, sudah diatasi. Kami tidak yakin siapa yang melakukannya. Tapi sedang kami selidiki," kata juru bicara AFP, Komisaris Polisi Tony Negus, kepada ABC, Kamis 21 November 2013.

Situs AFP diserang pada Kamis pagi itu. Siang hari baru bisa diakses lagi. Nasib sama menimpa bank sentral Australia. Menurut juru bicaranya, situs mereka menerima serangan "denial of service" jam dua pagi.

"Situs tidak mati, tapi mandek dan melambat untuk beberapa pengguna," ujar juru bicara Reserve Bank.

Serangan terhadap AFP tidak berhasil sebabkan kerusakan permanen. Pun mencuri data-data rahasia. Setidaknya membuat polisi Australia jengkel. Mereka mewanti-wanti akan menyelidiki kasus ini.

"Aktivitas seperti hacking, menciptakan atau menyebarkan virus berbahaya bukanlah kesenangan yang tidak merusak. Hal ini memiliki konsekuensi jangka panjang yang serius bagi seseorang, seperti data tuduhan kriminal atau lamanya masa tahanan," kata Negus.

Seorang anggota kelompok hacker Anonymous Indonesia mengaku berada di balik peretasan itu. Di Twitter, dilansir ABC, menggunakan tanda pagar #IndonesianCyberArmy, dia mengaku ini balasan atas "aksi mata-mata oleh Australia."

AFP dan bank sentral disasar "karena kami berpikir mereka adalah situs pemerintah paling penting di Australia".

Tidak kali ini saja. Sudah sedari dua minggu lalu hacker Indonesia serbu situs-situs Australia. Berdalih patriotisme, sudah lebih dari 170 situs Australia diretas. Pemantiknya adalah terbongkarnya aksi penyadapan Australia terhadap para petinggi negeri, termasuk Presiden SBY dan Ibu Negara.

"Apa yang dilakukan negaramu terhadap negara kami, sangat memalukan, karena hubungan diplomatik kita sangat baik. Tapi karena masalah mata-mata, diplomasi kita rusak," kata Ilen Subaron, anggota kelompok Hacker bernama Indonesian Security Down, diduga berafiliasi dengan Anonymous, dilansir Sydney Morning Herald.

Serangan awalnya dilakukan acak. Tanpa pandang bulu. Situs-situs "tidak berdosa" menjadi korbannya. Mulai dari situs jasa kecil-kecilan hingga yayasan amal di-deface, atau mengubah laman muka dengan gambar tertentu.

Salah satu pesan di wajah baru situs itu bertuliskan, "Katakan pada  pemerintahmu untuk menghentikan segala bentuk penyadapan ke Indonesia, atau kami akan menghancurkan jaringan internetmu."

Salah satu korban adalah situs rumah sakit di Queensland, asosiasi kanker anak, dan lembaga amal anti-perbudakan. Situs sekolah dan komunitas juga jadi sasaran serangan hacker Indonesia. Para pengurus situs ini tidak habis pikir, mengapa mereka yang jadi korban.

Serangan juga dilakukan kelompok Indonesian Cyber Army dan Java Cyber Army. Korban serangan mereka lainnya adalah Yayasan Tumor Anak Australia, yang berdiri untuk mendukung para penderita neurofibromatosis, sebuah kelainan genetik.

"Saya tidak bisa membayangkan mengapa seseorang menyerang lembaga amal kecil. Mungkin karena kami adalah sasaran yang mudah," kata juru bicara yayasan ini, Lisa Cheng.

Dr Suelette Dreyfus dari University of Melbourne mengatakan pola serangan kali ini aneh. Pasalnya, biasanya hacker bekerja diam-diam, namun kali ini terang-terangan menunjukkan hasil kerja mereka.

"Mereka mencoba untuk membuat bising dan cari pengakuan. Banyak hacker yang bekerja dengan sangat diam-diam, kau tidak tahu bahwa mereka ada di sana. Jelas hal ini tidak ditemui dalam kasus ini," kata Dreyfuss.

Anonymous Indonesia dalam Twitternya membantah terlibat peretasan situs-situs amal di Australia. Ketika ditanya mengapa mereka meretas situs sipil, bukannya milik pemerintah, mereka membantahnya.

"Bukan kami. Itu adalah dampak dari konflik. Hacker acak meretas situs acak," tulis akun @anon_indonesia yang memiliki lebih dari 38.000 follower.

Indonesia teratas

Hacker Indonesia sempat sukses mengacak-acak situs agen intelijen Australia ASIS (Australian Secret Intelligence Service) dan ASIO (Australian Security Intelligence Organisation). Untuk penyerangan kali ini, dilansir The Australia, kelompok Anonymous Indonesia mengaku berada di belakangnya.

Serangan makin gencar. Anonymous melumpuhkan situs ASD  (Australian Signals Directorate), badan intelijen Australia. Target makin meluas. Anonymous Indonesia melumpuhkan situs Departemen Pertahanan Australia, yang beralamat di defence.gov.au.

Serangan dari para hacker “cap garuda” ini adalah gempuran hacker ketiga yang terjadi di Asia Pasifik dalam sepekan terakhir. Selain Australia, pemerintah Singapura dan Filipina juga cukup direpotkan oleh ulah para pengacau di dunia maya ini.

Singapura dihantam lantaran pemerintahnya akan menerapkan internet berizin. Disinyalir, peraturan baru ini akan memberangus kebebasan berselancar di dunia siber. Sementara Filipina diserang karena pemerintahnya dianggap tidak becus mengurus rakyat pada saat bencana.

Kebanyakan serangan ini berasal dari hacker China. Namun jumlah serangan dari Indonesia juga tidak kalah banyaknya. Menurut survei perusahaan keamanan Amerika Serikat, Akamai, jumlah serangan dari China dan Indonesia berada di ranking teratas pada daftar 177 negara dengan serangan internet terbanyak.

China berada di posisi satu pada kuartal pertama 2013, namun serangannya menurun menjadi 34 persen dari 41 persen pada akhir 2012. "Penurunan China disebabkan kemunculan mendadak dari Indonesia yang menempati posisi kedua," kata juru bicara Akamai, Bill Brenner.

Serangan Indonesia meroket menjadi 21 persen, pada di kuartal sebelumnya tengkurap di angka 0,7 persen.

Amerika Serikat di posisi ketiga dengan 8,3 persen porsi serangan. Ranking berikutnya ditempati hacker Turki, Rusia, India, Taiwan, Brasil, Rumania dan Hong Kong. "Kami menemukan 68 persen serangan berasal dari wilayah Asia Pasifik/Oceanie, meningkat dari 56 persen di kuartal keempat tahun 2012, kemungkinan karena peningkatan serangan di Indonesia," kata Brenner.(choe)


Serdadu hacker RI versus Australia

Merdekapost.com - "Who want a cc number indonesian?" (Siapa yang mau nomor kartu kredit Indonesia?) tulis peretas Australia dalam website Pastebin.comVoila! Ratusan nomor kartu kredit dijembreng panjang. Terpampang nama-nama khas Indonesia lengkap dengan alamat e-mail serta kode penerbangan. Data rahasia itu diumbar begitu saja di Internet.

Di situs itu, pelaku peretasan yang mengaku sebagai 'AnonAu', atau Anonymous Australia, mengklaim daftar panjang kartu kredit itu adalah pelanggan Garuda Indonesia Airways yang sengaja dicuri. Diduga peretas itu berhasil menyusup ke jaringan database Garuda Indonesia melalui celah di website garuda-indonesia.com. Impresif.

"And how about garuda frequent flyer?" (Bagaimana dengan Garuda Frequent Flyer (GFF)—program loyalty dari Garuda Indonesia yang diperuntukkan untuk pelanggan setia?) AnonAu menambahkan. Kemudian menyusul data-data 317 pelanggan GFF. Juga disertai alamat e-mailnya.

"Yeah.  That's your country, baby … “ tulis AnonAu itu setengah mengejek. Lalu mereka mengatakan data itu dicuri dari dua juta akun milik warga Indonesia di Facebook. “Next... maybe your account... fella," hardik AnonAu dalam pesan itu.

Itulah reaksi para hacker Australia yang berang. Sebab, lebih dari 170 situs tak bersalah asal Australia diobrak-abrik peretas Indonesia, beberapa hari sebelumnya. Aksi balas serang ini telah terjadi lebih dari sepekan. Korban pun  jatuh. Garuda Indonesia dan pelanggannya mungkin hanya secuil dari gambar besar korban "perang."

Garuda membenarkan, bahwa pada Jumat malam hingga Sabtu petang, situs resminya lumpuh. Tidak bisa diakses sama sekali. Itu sebabnya,  kata Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Pujo Broto,  Garuda sengaja mematikan situs mereka.

"Data center kami telah diretas. Untuk pengamanan, kami mematikan situs Garuda selama lima jam,"  ujar Pujo pada VIVAnews, 20 November 2013. Selama itu, para pelanggan maskapai penrbenagan nasional itu turut jadi korban. Mereka tak bisa memesan tiket secara online, dan hanya bisa memesan via call center. “Itu buka 24 jam, dan banyak penumpang beralih ke sana,” ujar Pujo.

Rugi? Pujo enggan memaparkan seberapa besar kerugian akibat lumpuhnya sistem pemesanan tiket online Garuda selama masa penyerangan itu. "Tim IT kami langsung bekerja, dan setelah lima jam situs kami kembali live."

Gara-gara disadap

Garuda Indonesia hanya satu dari "sasaran tembak" para “serdadu siber” Australia. Sejumlah situs lain dari Indonesia bernasib sama. Diutak-atik oleh peretas hingga luluh-lantak tak berdaya. Bahkan, sampai hari ini pun mereka masih mati suri.

Jika ditelusuri, tragedi ini berawal dari aksi spionase badan intelijen Australia, Direktorat Sinyal Pertahanan/DSD. Aksi lembaga spion itu terbongkar melalui dokumen rahasia Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA) yang dibocorkan oleh mantan kontraktornya, Edward Snowden.

Menurut laporan Guardian edisi 2 November 2013, operasi penyadapan oleh DSD dilakukan pada 2009, dan dibantu mitra sekutu, yakni NSA. Target operasinya adalah nomor kontak para pejabat tinggi bidang keamanan Indonesia, tak terkecuali Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri, Wapres Boediono, mantan Wapres Jusuf Kalla, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan beberapa pejabat tinggi lain.

Fakta ini tentu menyulut api antara Indonesia dan Australia. Di dunia maya, kabar ini memantik amarah sejumlah pihak. Aksi mata-mata itu dianggap kelewatan, dan para peretas asal Indonesia pun menuntut balas. Mereka menggencarkan serangan deface —mengubah tampilan depan website— ke sejumlah situs milik Australia, dengan nama operasi#OpAustralia di Twitter.

Badai serangan sporadis digelar para peretas dari Indonesia. Kurang dari 24 jam, 178 wajah website Australia diacak-acak. Nama-nama grup peretas seperti Blackwhiteanglezwings Team, Indonesian Cyber Army, Jagad dot ID, Wonogiri Cyber Team, Indonesia Security Down pun mejeng di halaman depan situs-situs Australia itu. Tak cuma sebentar, tapi berhari-hari. 

Tak luput dari serangan, situs milik pemerintah Australia: asis.gov.au (situs milik badan intelijen Australia ASIS atau Australian Secret Intelligence Service) dan asio.gov.au (situs milik badan pertahanan Australia ASIO atau Australian Security Intelligence Organisation). Selama beberapa jam, kedua situs sempat tak bisa diakses.

"Stop spying Indonesia, If Australia still spy on Indonesia, we do not hesitate Indonesian Hacker reluctant to undermine Australia website. … We will stop if Australia to say sorry to Indonesia," kata salah satu peretas melalui pesan yang ditinggalkan di situs korbannya.

Sejak itu, warga Australia berkeluh kesah tentang serangan yang bodoh dan tidak bertanggung jawab itu di media sosial. Merasa merasa tidak terlibat dengan aktivitas intelijen di masa lalu, namun ironis, kini mereka yang menerima getahnya. Saat dikonfirmasi, mengutip laman Cyber War News, seorang peretas beridentitas xCodeZ asal Indonesia berkilah, Australia-lah yang memulai.

Galau oleh serangan membabi-buta darai Indonesia itu, Anonymous Australia meninggalkan peringatan di situs YouTube. Mereka  meminta pelaku aksi peretasan dari Indonesia agar menghentikan serangan ke situs-situs tak bersalah milik masyarakat sipil Australia, dan fokus pada target situs pemerintahan yang memang dianggap lebih relevan.

"We bid you, as a fellow brother to focus on your main target – governments and spy agencies and leave the innocent bystanders out of this," tulis pesan itu di dalam video.

Namun, pesan itu tak digubris. Sekelompok peretas bergerak. Laman Cyber War News, menyatakan peretas Indonesia menyerang situs sipil, setelah membombardir situs Badan Intelijen Australia, ASIS.gov.au dengan serangan DDoS (distributed denial of service). Itu serangan massif.  Sasaran dihujani bom trafik seketika,  sehingga lumpuh secara infrastruktur.

Serangan itu pun menarik perhatian media massa asing. Dampak dari serangan itu meluas cepat. "Sebuah grup peretas bernama Indonesian Security Down (ISD) Team diyakini telah berada di belakang serangan ke situs ASIS. ISD dan kelompok peretas lain, termasuk Indonesian Cyber Army dan The Java Cyber Army bersumpah untuk melanjutkan serangan tersebut," tulis harian Sydney Morning Herald, edisi Senin 11 November 2013 (baca bagian 3:Bangkitnya Hacker Cap Garuda). 

Peretas Indonesia pun mendapat sorotan.

Serangan balik

Tak terima negaranya diserang membabi buta, grup peretas Anonymous Australia naik darah.  Mereka pun membuat aksi balasan.  Sebuah video di YouTube diunggah oleh Anonymous Australia. Di video itu, mereka mengancam akan menyerang sejumlah website ternama di Indonesia, milik negara dan swasta, seperti Portal VIVA.co.id, Polri.go.id, Kaskus.com, dan Kpk.go.id. 

Peretas Negeri Kanguru itu mengatur serangan balik. Pada Rabu 13 November 2013, beberapa situs besar di Indonesia "kedatangan tamu". Dilaporkan situs milik Angkasa Pura, Solo Airport, Kementerian Pendidikan, hingga Garuda Indonesia tumbang. Sejumlah peretas berhasil menyusup, dan mencuri data-data dari tiap situs (lihat Infografik: Palagan Hacker Indonesia-Australia).

Penelusuran VIVAnews di situs Pastebin, Anonymous Australia berhasil mencuri laporan neraca AngkasaPura, mengutak atik sistem manajemen database Soloairport.com dan Kemdikbud.go.id, serta mencuri data penumpang Garuda Indonesia beserta nomor kartu kreditnya. 

Belum puas, mereka menjembrengkan semua data itu di satu halaman, yang bisa diakses luas oleh siapapun.

"We gave you final warning recently,” tulis kelompok peretas itu. Mereka mengaku telah melumpuhkan sistem di Angkasapura, pendidikan dan banyak lagi situs Indonesia lainnya. “First of all, becAUSE this cyber war, you make our site down. Including charity website, church and micro industry”.

Saat dikonfirmasi, Kepala Biro IT PT Angkasa Pura II, Didi Kristianto membenarkan aksi peretasan di perusahaan itu. "Tapi, yang diretas itu bukan situs, melainkan executive information system (EIS) yang didalamnya terdapat data-data pekerja berupa grafik, statistikpenerbangan dan laporan keuangan," ujarnya pada VIVAnews, 20 November 2013.

"Untung, data-data yang ada di EIS itu bukan data rahasia. Data-data itu secara rutin dipublikasi di portal BUMN. Sementara data-data rahasia masih aman, dan tidak tersentuh peretas," dia menjelaskan.

Tapi peretas asal Indonesia beridentitas Scrangger40z tak rela kehilangan muka. Dia membalas serangan Anonymous Australia dengan melumpuhkan beberapa situs milik pemerintah Australia dengan domain gov.au, seperti asio.gov.au, asia.gov.au, australia.gov.au, canberraairport.com.au, alburycity.nsw.gov.au, pm.gov.au, dan masih banyak lagi di tautan ini

Tak hanya mematikan sistem di website itu, sang peretas juga mengunggah shell (trojan) di situs-situs itu sehingga sewaktu-waktu bisa dilumpuhkan melalui remote. 

"We attack Australian because we hate indonesian spying from Australian. if you save airport database from indonesian, we can attack all website of australian." (Kami menyerang situs Australia karena kami tidak suka Indonesia dimata-matai Australia. Jika Anda mencuri database bandara dari Indonesia, kami bisa menyerang semua website Australia)

Dalam laman Pastebin, Scrangger40z mengklaim Anonymous Indonesia telah menyusupi 765.734 situs Australia, 456.225 akun Facebook, 51.445 akun Twitter, dan 55.256 akun BlackBerry.

Meredakan situasi kian semrawut, Anonymous Australia kembali mengunggah video ke YouTube. Di dalamnya, mereka memohon agar perang siber antara Indonesia dan Australia dihentikan. Berikut sepetik pesan yang ditulis Anonymous Australia dalam video

Menurut pantauan, sebagian besar situs pemerintahan Australia tampak pulih. Begitu pun situs-situs milik Indonesia. Hanya beberapa situs seperti Bank Indonesia dan Badan Narkotika Nasional (BNN) tampak masih babak belur bahkan sampai hari ini. 

Belum ada konfirmasi dari pihak yang bertanggung jawab atas kegagalan akses kedua situs pemerintah itu. Namun, dugaan kuat sementara kedua situs itu menjadi sasaran para peretas Australia.

Stop!

Isu perang siber ini pun sampai ke meja Kementerian Komunikasi dan Informatika. Juru bicara Kemenkominfo Gatot S Dewa Broto mengatakan, ramainya pemberitaan di media massa tentang aksi peretasan sangat berpotensi memicu keresahan dari masing-masing negara, khususnya pengguna Internet.

"Tindakan peretasan dilakukan secara demonstratif, tidak dapat dipertanggungjawabkan, hanya akan memperkeruh suasana," ujar Gatot. "Ini juga berpotensi melanggar UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yaitu pada Pasal 28 ayat 1 dan 2, Pasal 29, dan Pasal 30 ayat 1, 2, dan 3."

Senada dengan Gatot, pakar keamanan Informasi Jim Geovedi juga mengimbau agar perang siber antara Indonesia-Australia segera dihentikan. "Perang siber adalah istilah besar dan serius. Apa saja aktivitas dalam sebuah perang siber (cyberwar)? Jika mengikuti definisi perang secara umum yang disesuaikan dengan media siber, maka ada beberapa hal yang akan terjadi," kata Jim, dalam blognya.

Pertama, akan terjadi serangan memakan korban. Jika hanya kerugian material, kata Jim, sebuah aksi ekonomi pun bisa menimbulkan kerugian dalam jumlah besar. Karena itu, kerugian material belum bisa menjadi indikasi terjadinya sebuah perang siber.

Kedua, sebuah aksi perang siber harus bersifat instrumental, atau punya tujuan. Dalam konfrontasi militer, satu pihak akan memaksakan pihak berseberangan untuk melakukan yang tidak mereka inginkan.

"Ketiga, perang siber harus bersifat politik. Deklarasi perang adalah mutlak hak istimewa pemimpin negara, bukan hak anak-anak yang bahkan belum punya hak pilih dalam pemilihan umum di negaranya, walaupun mereka meyakini aksi mereka adalah untuk kepentingan negara dan bangsa," ujar Jim. 

Menurutnya, sampai hari ini, belum satupun serangan siber memenuhi persyaratan itu. 

Dalam blognya, Jim juga mengingatkan Indonesia punya pihak berwenang, dan lebih mampu menangani persoalan ini. Menurut Jim, jika seseorang menilai pemerintah tidak kompeten, silakan melakukan protes kepada para petinggi negara, dan tidak melakukan tindakan sporadis yang justru membahayakan hubungan antarnegara.

"Jika masih bersikeras, silakan pikirkan beberapa hal berikut. Penyadapan bukan hal baru, Indonesia juga melakukannya. Informasi penyadapan diperoleh dari dokumen yang dibocorkan Edward Snowden. Sebelum dokumen tersebut bocor, apakah kalian menyadari aktivitas memata-matai antar kedua negara telah terjadi?" kata Jim.

Serangan siber itu lebih banyak merugikan pihak yang tidak bersalah, maupun terlibat dalam kegiatan mata-mata. “Jika Anda di pihak yang merasa tidak terlibat tetapi menjadi korban, apakah Anda bisa tidur tenang malam ini?,” tulisnya.(choe)

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Sejarah Kerinci | Peta Situs