Bikin Terharu, Nenek 67 Tahun Tolak Terima BLT, Ini Alasannya

Foto Nenek Sartje Tetengean (67) saat menandatangi surat pernyataan menolak menerima BLT DD (Dok. Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda) 
MERDEKAPOST.COM - Seorang perempuan lanjut usia (lansia) di Minahasa, Sulawesi Utara, menuai perhatian khalayak karena menolak Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) yang diberikan kepadanya. Warga lansia tersebut diketahui bernama Sartje Tetengean.

Nenek berusia 67 tahun itu merupakan warga Desa Pahaleten, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa. Kabar mengenai nenek Sartje viral di media sosial, seperti Facebook dan aplikasi percakapan WhatsApp, karena serangkaian foto yang memperlihatkan dirinya menandatangani surat pernyataan menolak menerima BLT DD.

Alasan nenek Sartje menolak menerima BLT DD membuat warga terharu. Pasalnya, dalam surat pernyataan bermeterai Rp 6.000 itu, alasan Nenek Sartje menolak BLT DD karena dirinya masih merasa sehat dan kuat bekerja. Bahkan, nenek Sartje menyatakan masih banyak yang lebih membutuhkan atau layak mendapatkan bantuan tersebut.

"Demikan surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya tanpa ada paksaan dari pihak lain," kata Sartje dikutip dari surat pernyataan yang dibuat.

Baca Juga: Pilwako Sungai Penuh : Saatnya Cerdas, Jangan Jadikan Uang Sebagai Variabel Pertama

Surat pernyataan itu dibuat dan ditandatangani pada Kamis (4/6/2020). Warga pun memuji perilaku nenek Sartje. Baca juga: Salurkan BLT Dana Desa, Bupati Luwu Utara: Poinnya Bukan Bantuan, Tapi.. Salah satunya, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulut Herwyn Malonda.

"Salut. Oma Sartje menolak BLT. Dikaitkan dengan gerakan antipolitik uang dalam pilkada, sikap Oma Sartje dapat dijadikan sebagai role model," ujar Herwyn lewat pesan singkat di grup WhatsApp, Jumat (5/6/2020).

Baca Juga: Dewan PKB Ini Ingatkan Warga untuk Selalu Waspada, Curah Hujan Tinggi dan Rawan Longsor

Herwyn menyebutkan, BLT merupakan bantuan yang legal. "Tidak diterima Oma Sartje. Apalagi uang atau bansos yang diidentikkan dengan politik uang yang merupakan perusak demokrasi. Mudah-mudahan pada pelaksanaan pilkada nanti akan bermunculan 'Oma Sartje' yang lain dalam menolak politik uang," katanya.

Sumber : Kompas.com | Editor: heri | Merdekapost.com

Viral... Gadis 21 Tahun yang Rela Dinikahi Seorang Kakek 60 Tahun, Segini Maharnya!

Ilustrasi Pernikahan
MERDEKAPOST.COM - Pernikahan antara gadis 21 tahun dan duda di Pangkep jadi perbincangan hangat, ini alasannnya!

Sebab gadis 21 tahun menerima pinangan pria berstatus duda berusia 60 tahun. Selisih umur hampir 39 tahun tak menjadi kendala gadis asal Pangkep, Sulawesi Selatan ini untuk dinikahi duda.

Pernikahan Aman dan Sartika yang unik ini langsung viral di media sosial. Banyak yang merasa penasaran alasan gadis asal Pangkep ini mau menikah dengan pria yang berusia jauh lebih tua darinya.

Rupanya ada alasan tertentu yang membuat Sartika akhirnya bersedia menerima pinangan Aman. Tak hanya itu, mahar dan uang Pinai yang diberikan Aman ternyata tak main-main.

Berikut fakta-fakta pernikahan yang menjadi perhatian warga Kecamatan Minasatene Pangkep itu dan viral di media sosial Sulsel.

Pernikahan pria duda asal Kabupaten Maros Sulawesi Selatan dan gadis 21 tahun, viral di media sosial. Bagaimana tidak, mempelai pria dan wanita memiliki selisih usia 39 tahun.

Dia adalah Aman, duda berusia 60 tahun, mempersunting Sartika, gadis 21 tahun. Pasangan tersebut ternyata sudah saling kenal dua bulan lalu sebelum akhirnya mereka menikah di rumah mempelai perempuan. Lokasinya di Kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Saat ditemui awak media, Kamis (4/6/2020), pasangan suami istri ini terlihat sangat senang usai melangsungkan akad nikah yang digelar sederhana karena adanya pandemi Covid-19.

Meski begitu, mereka yang melangsungkan akad nikah pada Rabu (3/6/2020) kemarin, mendadak menjadi tenar setelah foto pernikahan mereka viral di media sosial.

Pasangan ini awalnya bertemu di rumah ibu tiri mempelai laki-laki yang juga tetangga mempelai perempuan. Saat itulah, Aman yang sudah menduda selama dua tahun setelah istrinya meninggal dunia, jatuh hati ke Sartika.

Baca Juga: Begini Cara Pengembalian 'Refund' Dana Haji Reguler dan Haji Plus, dan Pelimpahan Porsi Jika Calon Jemaah Wafat

“Saya jatuh cintalah pada pandangan pertama waktu saya pertama kali bertemu di rumah Ibu Tiri saya. Kebetulan kan juga tetangga istrinya saya,” ujar Aman.

Setelah sekian lama memendam rasa, Aman memberanikan diri untuk meminta ibu tirinya datang meminang Sartika ke keluarganya. Bak gayung bersambut, pinangan itu lalu diterima oleh keluarga Sartika dengan permintaan uang panai sebesar Rp 20 juta.

“Yah yang namanya kalau sudah cinta. Saya beranikan diri meminta ibu tiri saya pergi bertanya-tanya. Apakah memang dia dan keluarganya ini mau menerima saya karena kan saya ini statusnya sudah duda. Ternyata diminta untuk datang melamar,” lanjutnya.

Setalah kedua belah pihak sepakat, pihak keluarga laki-laki pun datang melamar. Alhasil, uang panai yang awalnya diminta oleh keluarga perempuan sebesar Rp 20 juta, disepakati menjadi Rp 15 juta dengan mahar empang seluas 20 are.

“Ia awalnya minta panai itu Rp 20 juta, tapi karena sanggupnya Rp 15 juta, yah kita terima, yang beginikan tidak harus dipersulit,” kata orangtua Sartika, Dahlia.

Dahlia mengaku tidak pernah menyoal status menantunya yang duda itu. Apalagi, perkawinan terdahulunya tidak dikarunia anak. Begitu pula soal umur yang terpaut jauh, karena kakak kandung Sartika juga dipersunting oleh pria yang umurnya juga terpaut jauh dan tetap bahagia hingga sekarang.

“Yah tidak masalah soal itu (status). Kakaknya Sartika juga kan menikah sama orang yang umurnya juga jauh. Tapi Alhamdulillah sampai saat ini tetap bahagia. Yah harapannya juga InsyaAllah seperti itu,” katanya.

Baca Juga: Pamit Mandi ke Sungai, Wanita Lansia di Tebo Hanyut di Sungai Batanghari

Rencananya, Sartika yang merupakan anak kedua dari 10 orang bersaudara itu, akan dibawa oleh suaminya yang tinggal di Kecamatan Lau, Kabupaten Maros dan bekerja sebagai petani empang.

Mempelai perempuan, Sartika, mengaku ikhlas menjalani rumah tangganya dengan Aman. Kendatipun ada perbedaan usia 29 tahun. Apalagi keluarga juga," kata Sartika.

Sumber : tribunstyle.com | Penulis: arg | Editor: heri | Merdekapost.com

Sambut Bulan Ramadan, Inilah Tradisi Masyarakat Indonesia

Tradisi Sambut Bulan Ramadan
Merdekapost.com - Jakarta - Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Tidak saja kaya akan kekayaan alam, Indonesia juga kaya akan adat dan istiadat. Termasuk tradisi menyambut kedatangan bulan Ramadan. Berikut enam tradisi yang digelar di beberapa daerah dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan yang dihimpun dari beberapa sumber,


1. Dugderan

Dugderan merupakan festival untuk menandai dimulainya ibadah puasa di bulan Ramadan di Kota Semarang. Dugderan dilaksanakan tepat 1 hari sebelum bulan puasa. Kata Dugder, diambil dari perpaduan bunyi bedug yaitu dug, dan bunyi meriam yang mengikuti kemudian diasumsikan dengan der. Dahulu, acara ini menjadi cara pemerintah daerah untuk memberi informasi kepada warganya bahwa bulan Ramadan telah datang. Dugderan saat ini berkembang menjadi sebuah pesta rakyat yang berpusat di Simpang Lima Semarang.

2. Sadran 

Sadran atau nyadran adalah tradisi masyarakat di beberapa lokasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk menyambut datangnya bulan Ramadan. Tradisi ini meliputi membersihkan makam leluhur atau keluarga, doa dan makan bersama.

3. Padusan

Tradisi Padusan adalah ritual yang banyak dilakukan oleh warga Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan beberapa tempat lainnya. Kata padusan berasal dari kata bahasa Jawa 'adus', yang artinya mandi. Ritual yang dilakukan pada sehari sebelum Ramadan. Makna dari ritual ini adalah membersihkan jiwa dan raga saat 

4. Meugang  

Meugang adalah tradisi menyambut bulan Ramadan yang dilaksanakan di Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Tradisi ini dilakukan dengan menyembelih kambing atau kerbau.

5. Jalur Pacu


Tradisi Jalur Pacu dilaksanakan oleh masyarakat Riau dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadan. Diawali dengan lomba dayung di sungai-sungai besar. Upacara ini diakhiri dengan Balimau Kasai atau bersuci menjelang matahari terbenam.

6. Balimau 


Balimau adalah tradisi menyambut bulan Ramadan yang dilakukan oleh warga Sumatera Barat. Balimau, dalam bahasa Minangkabau artinya mandi disertai keramas. Makna melaksanakan Balimau adalah membersihkan jiwa dan raga untuk mulai memasuki bulan suci ramadan.

BACA JUGA
Subhanallah, Foto-Foto Keindahan Kota Mekkah dari angkasa

Langka, Bunga Apakah Ini? Tumbuh di Ladang Warga Sei Betung Gunung Kerinci

Bunga Langka yang mirip Bunga Rafflessia Arnoldy (Bunga Bangkai) yang ditemukan di areal perladangan warga di Lubuk Pupuh Desa Sungai Betung. (ald/nng)
KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Warga Desa Sungai Betung Kecamatan Gunung Kerinci menemukan Bunga Langka yang mirip Bunga Rafflessia Arnoldy (Bunga Bangkai) di areal perladangan warga di Lubuk Pupuh Desa Sungai Betung.

Belum diketahui apakah Bunga langka setinggi lebih kurang 2 meter ini adalah Bunga Rafflesia atau bukan, karena menurut keterangan warga serta dari gambar yang di posting, Bunga tersebut masih belum mekar.

Ada yang menyebutkan bahwa bunga tersebut adalah 'Bunga Kibut' dalam bahasa daerah Kerinci (Siulak).

Seperti diungkapkan oleh Neneng Maria, disebutkannya bahwa Bunga tersebut ditemukan diareal ladangnya di Lubuk Pupuh Sungai Betung dua hari yang lalu. tapi masih kuncup dan belum mekar, dirinyapun meragukan apakah bunga tersebut adalah bunga Raflflesia atau bukan.

"Iya, tumbuhnya di ladang kami, di Lubuk Pupuh Desa Sungai Betung"

"Belum diketahui, apakah bunga Raflesia atau bukan, karena belum mekar". Ungkapnya. (ald)

Pondok Pesantren Darul Qur'an Desa Pentagen Belajar Beladiri Unik

Latihan Beladiri Shorinji Kempo

Kerinci.MPN. Pondok Pesantren yang dirintis oleh Alm. Jarjani. HS ini dengan upaya serta kerja keras  oleh Masyarakat Desa Pendung Talang Genting yang dikenal dengan nama Pentagen sehingga terwujudlah salah satu lembaga pendidikan islam yaitu Pondok Pesantren Darul Qur'an yang terletak di Desa Pendung Talang Genting Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci.

Selain menuntut ilmu agama Pondok Pesantren Darul Qur'an juga dibekali santrinya untuk belajar Beladiri, uniknya beladiri tersebut jarang sekali terdengar di wilayah kerinci dengan nama beladiri Shorinji Kempo.

Shorinji Kempo adalah salah satu dari seni beladiri yang berasal dari JepangMetode latihannya berdasarkan pada filosofi jiwa dan tubuh adalah sebuah kesatuan yang tak terpisahkan Dengan cara tersebut Shorinji Kempo mempunyai tiga manfaat yaitu pelatihan dan pertahanan diri, pelatihan mental dan meningkatkan kesehatan.

Poto bersama pembukaan beladiri Shorinji kempo 

Pimpinan Pondok Pesantren Darul Quran Dr. Zakiar, MA di datangi salah seorang perawat yang bekerja di Puskesmas Terutung yang bertujuan ingin memperdalamkan Ilmu Al Quran di Desa Pentagen, dan ingin tinggal di Ponpes bersama santri-santri yang ada di asrama tersebut, perawat tersebut bukan hanya ahli di bidang kesehatan tapi juga ahli di bidang beladiri, ia pun mengenalkan ilmu beladiri yang ia miliki kepada santri yang ada di asrama dengan sukarela.

Awal mulanya Perawat tersebut yang dikenal dengan nama Patas Siregar hanya lewat dari terutung yang bertujuan ke Kota Sungai Penuh, saat perjalanannya sampai di pertigaan Desa Pentagen terlihat papan nama yang bertuliskan Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Darul Quran, ia pun langsung mendatangi Ponpes tersebut.

"Kemarin memang ada tamu yang menemui pimpinan kami yang bertujuan untuk belajar di Ponpes kami" Ujar Widia Salah satu Ustazah Dari Pondok Pesantren Darul Quran.

Sebelumnya Pondok Pesantren Darul Quran Desa Pentagen sudah lama mencari pelatih beladiri tapi terkendala dengan pendanaan. 

Sampai saat ini Beladiri Shorinji Kempo tersebut sudah dijadikan Ekstrakurikuler oleh Pondok Pesantren Darul Quran Desa Pentagen yang jadwalnya setiap hari ahad pada jam 14.00 sampai dengan 15.30 wib.(003)


Wow,,, Meriah, Malam-Malam Panjat Pinang di Pentagen, Rayakan Idul Fitri

Meriah, Lomba Panjat Pinang di Desa Pentagen
KERINCI, MERDEKAPOST.NET - Warga Desa Pentagen (Pendung Talang Genting) malam ini menggelar Loma Panjat Pinang bertempat dilapangan Volly ball desa Pentagen. warga terlihat memadati lokasi Panjat Pinang yang dilaksanakan setiap tahun sehabis Idul Fitri ini.

Kades Pentagen, Usman, kepada Merdekapost menyebutkan bahwa Panjat Pinang ini sudah menjadi tradisi setiap tahunnya, sama seperti saat peringatan nuzul qur'an beberapa waktu yang lalu dilaksnakan kegiatan rutin tahunan yaitu pawai ribuan obor.

"Iya, ini kegiatan yang sudah rutin dilaksanakan setiap lebaran Idul Fitri, dan kegiatan ini beda dengan tujuh belasan HUT RI, karena kita melaksanakannya di malam hari". Ungkapnya.

"Hadiah yang bakal direbut peserta sebenarnya tidaklah begitu mahal, akan tetapi meriahnya itu yang menjadi daya tarik tersendiri". Ujar Kades.

"Adapun hadiahnya berupa alat-alat rumah tangga, alat olah raga dan alat-alat kemping" Ujar Kades lagi.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, bernama Rudi menyebutkan bahwa kegiatan ini berlangsung sangat meriah dan seru.

"Iya, seru sekali kelihatannya, ini menjadi tontonan yang cukup menarik". ujar Rudi.

"ini sudah tradisi setiap tahun, dan kegiatan ini memiliki daya gtarik tersendiri selain itu juga memberikan hiburan bagi masyarakat setempat". Pungkas Rudi. (ald)

Gempar, warga temukan ada babi ngepet

Babi Ngepet
MERDEKAPOST.NET - Apakah kamu pernah dengar yang namanya babi ngepet? Itu adalah ritual pesugihan mencari kekayaan dengan cara cepat dan tidak jujur. Banyak yang percaya jika pelaku babi ngepet bakal berubah jadi babi lalu mengambil semua harta di sebuah rumah. Meskipun terdengar tak masuk akal, baru-baru ini sosok babi ngepet diyakini berhasil ditangkap.
Yap, warga kota Solo tengah dihebohkan dengan penemuan seekor babi jadi-jadian pada hari Minggu (1/5) sekitar pukul 03.00 pagi. Disebut jadi-jadian dan diduga siluman, sosok babi ini punya penampakan aneh dengan warna bulu cokelat berbintik hitam mirip anjing.
Taraa, inilah sosok babi ngepet yang menghebohkan itu © MerdekaPost.net
Cerita penangkapan babi ini dimulai dari sosok Hari yang tinggal di kampung Rinjani, Mojosongo Jebres. Hari malam itu tengah ronda keliling kampung dan melihat seekor babi bertindak aneh dengan mondar-mandir dan masuk di rumah seorang warga. Hari pun langsung menangkap babi aneh itu ke teras dan mengurungnya. Setelah ditangkap, warga meyakini jika Hari berhasil menangkap babi ngepet, seperti dilansir Merdeka.
"Ini babi terlihat keluar masuk rumah waga. Kami yakini ini babi ngepet dan sekarang masih dikurung di kandang rumah saya. Lehernya sudah saya ikat dan warga banyak yang menontong. Banyak yang percaya ini babi ngepet karena beberapa orang lapor sering kehilangan uang," cerita Hari.
Kini warga berkumpul di rumah Hari untuk melihat babi ngepet © MerdekaPost.net/Arie Sunaryo
Dengan kondisi babi yang tampak lemah, kini Hari tinggal menanti keputusan warga soal si babi siluman. Banyak yang menduga kalau babi ngepet ini tengah sial karena sang penjaga api lilin tak sempat membuatnya kabur. Ya jika kamu tak tahu, dalam ritual babi ngepet memang harus ada seorang penjaga lilin yang memang bertugas nyala api lilin itu.
Nantinya sang penjaga lilin harus waspada denga tak boleh mengantuk atau tidur. Dia harus terus menjaga nyala lilin sampai si babi pulang. Apabila api lilin bergoyang-goyang, maka pelaku babi ngepet sedang dalam kesulitan. Saat itu si penjaga lilin harus mematikan api agar babi ngepet kembali jadi manusia. Namun jika api tak dimatikan, babi ngepet yang menggesekkan tubuh ke tembok saat mengambil harta ini bisa ditangkap dan tewas. Nah, apakah kamu percaya?

(Oms/merdeka.com)

Wisata Gerhana di Jambi, Jelajah Suku Anak Dalam Hingga Nobar di Jembatan Beatrix

H-7 Gerhana Matahari Total Di Indonesia Wisata Gerhana di Jambi, Jelajah Suku Anak Dalam Hingga Nobar di Jembatan Beatrix
Jembatan Beatrix (Foto: Muhamad Usman/detikcom)
Jambi - Pemerintah Provinsi Jambi mengagendakan berbagai kegiatan seni, budaya dan wisata untuk menyambut gerhana matahari total 9 Maret 2016 nanti. Rangkaian kegiatan wisata ini dipusatkan di Kabupaten Sarolangun karena totalitas gerhana hanya melewati daerah ini.

"Dalam menyambut fenomena langka ini dari tanggal 6 Maret akan digelar dengan berbagai rangkaian kegiatan," kata Kabid Promosi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Jambi, Dendi Denmark, Rabu (2/3/2016).

Dendi mengatakan Pemprov Jambi dan Pemkab Sarolangun telah berkoordinasi untuk menyiapkan berbagai kegiatan wisata sejak jauh hari. Di antaranya adalah jelajah kawasan pemukiman Suku Anak Dalam dan nonton bareng (nobar) gerhana di Jembatan Beatrix.

"Kegiatan wisata dan seni budaya tersebut di antaranya wisata jelajah pemukiman Suku Anak Dalam (SAD) pada 6 hingga 7 Maret, kemudian 8 Maret digelar pentas seni tari dan musik. Puncak kegiatan adalah nonton bareng gerhana matahari yang dipusatkan di kawasan Jembatan Beatrix," kata Dendi.



Suasana malam hari di Jembatan Beatrix (Foto: Muhamad Usman/detikcom)
Selain itu, Pemkab Sarolangun akan mengadakan kegiatan subuh akbar dan shalat gerhana di Masjid Agung. Setelah itu dilanjutkan menonton bersama fenomena alam langka ini. 

Pemerintah juga akan menyelenggarakan sepeda santai bekerja sama dengan Ikatan Sepeda Indonesia (ISI) setempat. Tak lupa, panitia juga menggelar pameran fotografi hasil jepretan selama gerhana matahari total berlangsung.

Dendi mempersilakan warga Jambi maupun luar Jambi untuk datang ke Sarolangun untuk mengikuti rangkaian acara ini. "Di Sarolangun banyak terdapat hotel. Akomodasinya tidak mengecewakan," ujar Dendi. 

(pam)
sumber : detik.com



Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Sejarah Kerinci | Peta Situs