Surat Terbuka Mahasiswa Permaja Jaya, Himbau Rasa Kemanusiaan Bupati Kerinci dan Walikota Sungai Penuh Terkait Warganya yang Terlantar Akibat Lock Down di Malaysia

Permaja Jaya menghimbau rasa kemanusiaan dan kepedulian pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemkot Sungai Penuh agar serius memperhatikan nasib para TKi dan warga Kerinci yang saat ini di Malaysia yang terkena dampak Lock Down. (foto: ald/merdekapost.com)

Jambi, Merdekapost.Com - Persatuan Mahasiswa Jambi Jakarta Raya (PERMAJA JAYA) yang merupakan Organisasi para Mahasiswa asal Provinsi Jambi yang saat ini berada di Jakarta. Melihat semakin mewabahnya virus Corona (Covid-19) baik di Indonesia maupun dibeberapa negara lain, termasuk salah satunya di negara diraja Malaysia. yang mana kita ketahui bahwa Malaysia menjadi salah satu negara di Asia yang terkena dampak Virus Corona yang cukup besar.

Hal ini mengakibatkan pemerintah diraja Malaysia menerapkan PKP (Perintah Kawalan Pergerakan) atau lock down, yang kabar terakhirnya kembali diperpanjang hingga 28 April mendatang, hal ini tentu saja berdampak tidak baik bagi ribuan TKI yang berasal dari Kerinci-Sungai Penuh Provinsi Jambi yang berada disana.

Banyak para pekerja (TKI) yang berasal dari Kerinci dan Kota Sungai Penuh mengeluh dan terlantar di negeri Jiran itu. Mereka sudah berupaya untuk meminta kepedulian dan perhatian dari Pemerintah khususnya Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, akan tetapi sejauh ini belum ada tanggapan atau kepedulian sebagaimana dimaksud. 

Berdasarkan situasi ini, Organisasi Mahasiswa Jambi Permaja Jaya meminta kepada Pemerintah untuk serius memperhatikan nasib para TKI itu, Permaja Jaya Menuliskan Surat Terbuka kepada Pemkab Kerinci dan Pemkot Sungai Penuh sebagai berikut:

Yth. Pemda Kerinci dan Pemkot Sungai penuh

Di-
Tempat

Assalamualaikum wr. wb

Sebelumnya, saya ingin menyampaikan duka yang mendalam untuk Kampung Halaman Sakti Alam Kerinci yang sedang dilanda Covid-19 terutama masyarkat kerinci di malaysia (zona merah) 

Bersama dengan surat ini Perkenalkan kami dari Persatuan Mahasiswa Jambi Jakarta Raya (PERMAJA JAYA).

Bapak Bupati, Bapak Walikota dan DPRD Kabupaten Kerinci, saya tahu tugas anda berat, dan oleh karena itu kami mendesak untuk pemda dan pemkot kabupaten kerinci sungai penuh untuk mengkoordinasikan dengan pemprov jambi (Gubernur Jambi) agar Gubernur Jambi bisa berkoordinasi dengan Kemenlu  di KBRI kuala lumpur.

Selanjutnya yang kini menghebohkan kita adalah kasus wabah Virus Covid-19 atau Virus Corona yang terhitung hingga tanggal 6 April 2020 setidaknya telah membuat 209 nyawa melayang dengan 2,491 kasus pasien positif corona. 

Dan menyeret kabupaten kerinci dalam status siaga dengan data BNPB Prov Jambi ada 94 ODP dan 1 PDP dan 1 positif covid-19. Tentu kita semua berduka akan bencana tersebut dan berdoa semoga negeri kita lekas pulih dari bencana demi bencana yang melanda.

Sejak awal, kami tidak sedikitpun menduga kondisi seperti ini. Di tengah-tengah stagnasi pertumbuhan ekonomi dan turunnya kepercayaan masyarakat, hiruk pikuk politik dan masalah internal pemerintah kerinci.

Saat ini kepemimpinan anda juga diuji dengan wabah Covid-19. Rasa kemanusiaan anda tidak sedikitpun kami pertanyakan, begitupun dengan niat baik anda dalam penangan virus ini.

Namun masalah kepemimpinan lebih dari itu, semakin hari masyarakat malaysia terkhusus mulai gelisah dan mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam penangan wabah ini. Kami tidak bisa menyalahkan masyarakat, bagaimanapun mereka mendengar pemerintah pusat yang berkelakar sedari awal mengecilkan virus ini. 

Masyarakat juga menyaksikan secara langsung bagaimana upaya pemerintah dari hari ke hari.

Di era informasi yang sangat terbuka ini, masyarakat dengan mudah mendapatkan informasi termasuk statistik penangan Covid-19. Kita juga mencari informasi tentang bagaimana kebijakan Kabupaten lain, tidak sedikit dari mereka yang sukses menurunkan angka korban Covid-19. 

Ditengah-tengah himbauan Sosial Distancing, publik memiliki waktu banyak mencari informasi dan membandingkan kebijakan sejumlah Kabupaten dan pada akhirnya mempertanyakan kenapa kita tidak dapat seperti mereka?

Padahal banyak dari komponen masyarakat menggalang bantuan dengan menyebarkan masker atau sanitizer dengan gratis. seperti yang dilakukan salah satu Organisasi masyarakat Perantau HKKN dan para petugas medis tidak kenal lelah membantu di garda terdepan. Mereka mestinya jauh lebih diprioritaskan

Kami berpikir kami harus bersuara hari ini. Jangan sampai ketika hari yang tidak kita harapkan itu muncul dan terjadi, kita sudah tidak sanggup bicara, terlambat antisipasi, terlambat mencari solusi, dan bahkan untuk menyesal pun di hari itu kita sudah terlambat.

Dan yang paling harus diketahui wilayah yang memasuki Zona Merah adalah kawasan Pantai Dalam, Kampung Kerinci, dan Hulu Langat. Tiga wilayah inilah, yang merupakan paling banyak tempat tinggal TKI asal kerinci. "Saat ini, kami warga Kerinci banyak berada dirumah. 

Semoga, ada tindakan Pemerintah untuk mengirim sembako dan alat kesehatan," ucapnya.(adi)

Kondisi semacam ini memang bukan waktunya untuk saling menyalahkan. Kami hanya ingin ikut saling menyadarkan bahwa pemerintah mestinya bisa berbuat lebih dari hanya sekedar himbauan. 

Keadaan ini tidak boleh ditanggapi ala kadarnya. Jangan sekedar membuat masyarakat takut dan bingung tanpa tindakan yang jelas dirasakan melayani dan melindungi.

jangan tunggu Puluhan, atau bahkan ratusan nyawa melayang dulu. jikalau rencana kebijakan yang akan anda lakukan itu masih belum jelas dan tidak sanggup menjamin keselamatan hidup dan kesejahteraan rakyat kerinci di malaysia, maka saran mundur dari jabatan mungkin bisa dipertimbangkan lebih awal. 

Selanjutnya kita ingin mendengar DPR, Partai Politik, dan rakyat bersuara.

Masyarakat Kerinci di malaysia Berkomitmen tidak mudik sesuai dengan Himbauan Gubernur jambi pada Tgl 02 April 2020 dan kebijakan Bupati Kerinci. Mereka akan patuh dan taat dengan himbauan tersebut. dan Apresiasi mendukung pencegahan Covid-19 di Provinsi jambi dan Kabupaten Kerinci.

Terkait poin di atas maka harapan kami yang masih berada di sarang wabah malaysia Untuk dapat di parhatikan.Agar meredam kekuatiran keluarga kami di kampung. 

Jikalau ada himbauan untuk tidak pulang kampung mari tawarkan solusi untuk Mereka di malaysia yang bertahan di sarang wabah dengan mengirim tenaga medis untuk warganya, memastikan kesehatan warganya, setelah dipastikan sehat sepenuhnya bisa dipulangkan dengan operasional yang dipunya oleh Pemda Kerinci.

Sesampai nya di daerah lakukan pengecekan ulang untuk memastikan tidak pulang dalam keadaan terjangkit dengan begitu fasiltas yang ada lebih terasa manfaatnya bukan hanya digunakan untuk kegiatan yang bersifat ceromony belaka, atau solusi lain yang bisa ditawarkan pemda dapat membantu menyediakan bahan pangan untuk kami yang bertahan.

Karena pada dasarnya masyarakat kerinci yang ada di malaysia yang ada di zona merah juga warga Kabupaten Kerinci, masyarakat kerinci yang mempunyai Hak yang sama dengan masyarakat Kerinci yang lain yaitu punya Hak untuk diselamatkan.

Kerinci, 10 April 2020. 

Editor : Aldie Prasetya
Penulis: ari anggara

Related Posts

0 Comments:

Post a Comment


Recent Posts

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Privacy Policy | Disclaimer | Peta Situs