Akhirnya Youtuber Pembagi 'Makanan Sampah' Ferdian Paleka Ditangkap

youtuber Ferdian Paleka, saat diinterogasi Polisi (ist)
 MERDEKAPOST.COM – Salah seorang youtuber Ferdian Paleka, yang bikin heboh gara-gara content prank waria dengan makanan sampah dan batu, akhirnya ditangkap polisi, Kamis (7/5/2020). Video penangkapan hingga penahanan Ferdian viral di media-media sosial.

Salah satu video memperlihatkan bahwa Ferdian Paleka, youtuber yang bikin gempar dunia maya itu, sedang diinterogasi di dalam satu ruangan.

Baca Juga: Astaga, Bocah 12 Tahun Cabuli Anak TK di Merangin

Satu suara terdengar meledek Ferdian Paleka. “Kamu bentar lagi bebas, tapi boong…” ujar suara itu sambil tertawa.

Untuk diketahui, sebelum ditangkap atau sesaat setelah video prank waria tersebut viral, Ferdian memposting permintaan maaf bohongannya di instagram.

Baca Juga: Polisi Buru YouTuber Ferdian Paleka Pembagi 'Makanan' Sampah

“saya pribadi minta maaf atas kelakuan saya, itu… tapi boong ya…,” ucap Ferdian beberapa waktu lalu.

Setelah video penangkapan atas Ferdian Paleka viral, netizen Jambi tak mau ketinggalan meledek youtuber tersebut.

“Tekenyah,” tulis akun @its.98sarwati.

“Tapi boong,” tulis akun @akmaluddin03’s.

“Wkwkwkw,” tulis akun @donny.ds

“Mampus akhirnya ketangkap,” tulis @arisbudisetiawan47.

“Dak katik kerjoan…,” tulis @69.jt

Baca Juga : Bandara Jambi Dibuka Lagi, Sudah Siap Terima Tamu dari Jakarta?

“Sedihhhhhhh tp boonggg,” tulis @258_sartika.

“Wkwk Allahu,” tulis @wahyutorotoro.

Dan masih banyak terus komentar yang mengalir terkait penangkapan Ferdian tersebut. (*)

Penulis: Oga | Jambiseru | Merdekapost.com

Netizen Minta Pria Berseragam Alfamart Penghina Nabi Muhammad itu Ditangkap, Ini Kata Manajemen

Foto Jhon Erik sewaktu masih menjadi karyawan Alfamart. (ist)
MERDEKAPOST.COM – Seorang pria dengan terang-terangan menulis penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW di akun twitternya. Dari foto yang viral di media sosial twitter, pelaku penistaan agama Islam itu mengenakan seragam Alfamart.

Terkait ini, manajemen Alfamart langsung buka suara. Manajemen membantah bahwa pelaku bernama Jhon Erik itu adalah karyawan Alfamart.

“Menanggapi kabar yang beredar untuk postingan bernada SARA yang tersebar di Media Sosial, dapat kami pastikan yang bersangkutan saat ini sudah tidak lagi bekerja lagi di #Alfamart.

Foto yang tersebar merupakan foto lama sewaktu yang bersangkutan masih menjadi karyawan.

Mari, bijak dalam menggunakan media sosial sehingga tidak berpotensi merugikan diri sendiri maupun masyarakat luas. Terimakasih,” tulis akun twitter @alfamart.

Untuk diketahui, akun Jhon Erik tersebut dengan lancang menghina Nabi Muhammad SAW dari sisi kehidupan Rasulullah.

Netizen yang membaca postingan pelaku, langsung geram dan berusaha mencari pelaku. Bahkan, meski alamat yang diberikan pelaku sudah disantroni netizen, namun pelaku raib alias kabur entah ke mana.

Untuk diketahui, penistaan Agama Islam akhir-akhir ini banyak terjadi di Indonesia. Rata-rata dilakukan pelaku lalu diposting dengan santainya ke media sosial masing-masing pelaku.

Sebagian penista Agama Islam itu berhasil diciduk dan diproses polisi, sebagian lagi masih bebas berkeliaran dan hanya meminta maaf lewat medsos serta surat perjanjian materai 6.000 tanpa proses hukum. (*)

Penulis: Oga | HZA | Merdekapost.com

Gus Miftah Lega Pelaku Penghina Nabi Ditangkap

Polisi tangkap pelaku yang mempelesetkan lagu Aisyah Istri Rasulullah (dok:Istimewa)
Jakarta, Merdekapost.com - Jagat maya dihebohkan dengan unggahan video wanita yang membawakan lagu Aisyah Istri Rasulullah. Hanya saja, wanita dalam video tersebut mengubah liriknya. Lirik lagu dipelesetkan dan diduga menghina nabi.

Unggahan video ini muncul di Facebook dengan nama akun Anggriani Abd Rahman. Unggahan tersebut juga menarik perhatian Kiai muda Gus Miftah. Ia geram melihat aksi wanita dan dua kawannya di video tersebut yang dianggap telah melecehkan agama.

Kiai asal Ponorogo, Jawa Timur tersebut bahkan mengunggah video wanita yang mempelesetkan lagu tersebut. Ia meminta agar polisi segera menangkap orang-orang yang telah melecehkan agama dan nabi tersebut.

"Banyak yang mention dan tag saya video ini dan minta di post supaya pelaku segera di tangkap!!! Semakin lama semakin banyak orang yang melecehkan agama, melecehkan nabi dan dzurriyah nya, atas nama ingin cepat viral," tulis Gus Miftah di Instagram.

Tak hanya itu, ia kembali mengunggah di akun Instagram miliknya. Kali ini, Gus Miftah memberikan keterangan bahwa pelaku yang menghina nabi sudah ditangkap.

"Alhamdulillah si penista sudah tertangkap!!!!! Mohon keadilan pak polisi, lanjutkan proses hukum karena yang bersangkutan sangat melukai perasaan kami umat Islam," katanya sambil mengunggah foto ketiga pelaku yang melecehkan agama tersebut di kantor polisi.

Kepolisian Gorontalo membenarkan bahwa ketiga pelaku sudah ditangkap.

"Ketiga remaja yang berdomisili di Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya Kota Gorontalo, sudah diamankan dan diserahkan di Polres Gorontalo Kota," ujar Kepala Spk I Polres Gorontalo Kota Aipda Liwan Modeong, Kamis (7/5) seperti dilansir dari detikcom.

Ketiga pelaku yang diamankan adalah wanita berinisial AAR (21). Ia adalah yang menyanyikan lagu tapi dipelesetkan syairnya. Kemudian, satu wanita lainnya berinisial FYA (19). Pelaku lainnya adalah pria berinisial RA (21), yang dalam video tampak mengenakan handuk dan berjoget.

Menurut pihak polisi, mereka awalnya mengunggah video berdurasi 29 detik tersebut ke status WhatsApp.

"Menurut pengakuan dari ketiga remaja tersebut, bahwa video itu diunggah di status WhatsApp pada tanggal 6 Mei 2020," jelas Liwan.

Ketiganya masih menjalani pemeriksaan dan dilakukan pembinaan.

Sumber: Insertlive.com  | Editor: HZA | Merdekapost.com

Pengancam 'Bunuh Jokowi' Saat Rusuh 22 Mei Dibui 255 Hari

Pria Ancam Jokowi Saat Ditangkap Polisi (Foto: Istimewa)
Jakarta, Merdekapost.Com - Permohonan banding Muhammad Fahri ditolak Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Alhasil, pria berserban hijau yang mengancam Presiden Joko Widodo dan viral di media sosial saat kerusuhan 22 Mei terjadi di Petamburan, Jakarta Barat, divonis dengan hukuman 255 hari penjara.

Kasus bermula saat Fahri ikut aksi mendemo hasil Pemilu 2019 di Bawaslu. Fahri bersama teman-temannya ikut aksi menolak hasil Pilpres 2019 di depan Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin Jakarta pada 22 Mei 2019.

Sepulang ke arah Petamburan, Fahri merekam menggunakan HP dan teriak:

"Hey Jokowi ketemu kau sama saya. Saya bunuh kau. Jokowi dan antek-anteknya Wiranto, jahanam bangsat kau, penghianat kau."

Fahri, yang mengenakan baju gamis warna putih, berserban hijau sebagai tutup kepala, serta di pundak berselendangkan kain biru, pun mendapat salaman dari banyak orang. Video ini kemudian disebarkan sehingga menjadi viral.

Selang beberapa hari kemudian, polisi berhasil menangkap sosok asli dalam video tersebut yang diketahui bernama Muhammad Fahri. Fahri ditangkap di rumah orang tuanya di Palu, Sulawesi Tengah pada 1 Juni 2019.

Fahri dimintai pertanggungjawaban di muka hukum. Jaksa mendakwa Fahri melakukan perbuatan makar atau setidak-tidaknya melakukan pengancaman terhadap Joko Widodo.

Pada 4 Februari 2020, PN Jakpus memutuskan Fahri tidak bersalah melakukan kejahatan makar. Namun Fahri telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah turut serta melakukan perbuatan membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan ancaman.

Oleh sebab itu, PN Jakpus menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 8 bulan dan 15 hari. Mendengar putusan itu, Fahri tidak terima dan mengajukan permohonan banding.

"Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 1080/Pid.B/2019/PN Jkt Pst, tanggal 4 Februari 2020 yang dimintakan banding tersebut," demikian bunyi putusan banding PT Jakarta yang dilansir di website-nya, Senin (4/5/2020).

Duduk sebagai ketua majelis Nur Hakim dengan anggota Sugeng Hiyanto dan M Yusuf. Di kasus ini, Fahri ditahan sejak 2 Juni 2019 hingga 13 Februari 2020. Sejak tanggal itu, Fahri dikaluarkan dari tahanan demi hukum.

Sumber: detik.com | Editor: HZA | Merdekapost.com

Gara-gara Sebar Berita Hoax Penutupan Jalan Kerinci-Bangko, Pemilik Akun Berurusan dengan Polisi

Pemilik akun media sosial Facebook Penyebar hoax jalan Kerinci-Bangko yakni bedeng 12 ditutup dengan atap seng meminta maaf Diruangan Sat Reskrim Polres Kerinci, Sabtu 02/05. (ald/ist)
Kerinci, Merdekapost.com – Akhirnya pemilik akun media sosial Facebook Penyebar hoax jalan Kerinci-Bangko yakni bedeng 12 ditutup dengan atap seng meminta maaf kemasyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Sabtu (02/5/2020), Diruangan Sat Reskrim Polres Kerinci, pelaku pemilik akun media sosial Facebook Penyebar hoax jalan Kerinci-Bangko yakni bedeng 12 ditutup meminta maaf karena telah membuat heboh masyarakat.

Permintaan maaf atas nama akun FB Afanin FY atas penyebaran informasi hoax tentang penutupan jalan Kerinci-Bangko dibedeng 12. (ald/ist/fb)
“Saya sangat menyesal karena telah menyebar informasi Hoax dan membuat resah warga Kerinci dan kota sungai penuh,”ujarnya dalam vidio akun resmi polres kerinci.

“Atas kesalahan yang saya perbuat, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh,” ujarnya.

Baca : Kabar Pintu Masuk Kerinci Jalur Merangin Ditutup, Hoax!!

Pemilik akun tersebut sangat menyesali atas segala tindakan yang dilakukannya tanpa memikirkan efek samping yang akan ditimbulkan.

“Saya sangat menyesal dan saya juga menghimbau kepada masyarakat Kerinci dan Kota Sungai agar bijak mengunakan media sosial,” pungkasnya. (ald)

Keren, Kades Baru Semerah VC-an dengan Menteri Desa Bahas Covid 19

Kepala Desa Baru Semerah, Edi Januar, Rabu (15/4) pagi melakukan video conference (VC) dengan Menteri Desa RI, Abdul Halim Iskandar. (doc/ist)
Kerinci, Merdekapost.com  – Kepala Desa Baru Semerah, Edi Januar, S.PdI, M.Pd, Rabu (15/4) pagi melakukan vidio conference dengan Menteri Desa RI, Abdul Halim Iskandar.

Kegiatan ini dilaksanakan, untuk membahas masalah penanganan Covid 19 yang saat ini sedang melanda Indonesia. “Ya, pagi tadi kita sudah melaksanakan vidio conference dengan Menteri Desa,”kata Edi Januar.

Dihadapan Menteri Desa, Kepala Desa Baru Semerah menyampaikan sejumlah upaya yang sudah dilakukan oleh desanya, dalam penanganan Covid 19.

Diantaranya membagikan masker kepada masyarakat, hand sanitizer, tempat cuci tangan, dan pengukuran suhu tubuh. Semua itu dilakukan secara gratis yang didanai oleh dana desa.
“Kita juga menyediakan ruang isolasi di desa, jika suatu saat ruang isolasi di rumah sakit tidak mampu lagi menampung pasien,”sebutnya.

Kades yang baru beberapa pekan dilantik ini mengaku, sudah membentu relawan gugus tugas di tingkat desa hingga ke tingkat RT.

“Kita melibatkan semua elemen masyarakat, mulai bidan desa, Babinkamtibmas, Babinsa, Karang Taruta, dan elemen masyarakat lainnya,”beber Edi.

Vidio konference ini, melibatkan sejumlah Kepala desa dan Relawan tugas di tingkat desa se Indonesia. Di mana Desa Baru Semerah mewakili desa-desa di Provinsi Jambi.

Difasilitasi Pendamping Desa Kabupaten Kerinci, Mentri Desa juga langsung memberikan arahan dan mendengarkan laporan kesiapan relawan gugus tugas yang ada di desa.

Heri Kiswanto, TA (Tenaga Ahli) Pelayanan Sosial Dasar Kabupaten Kerinci, saat mendampingi kepala desa melaksanakan vidio conference,  menghimbau kepada seluruh desa yang ada di Kabupaten Kerinci untuk melaksanakan Pencegahan Covid 19.

"Terima kasih kepala Pak Mentri Desa telah berkomunikasi melalui video comfrence dengan Kami dan Kepala desa yang ada di Kerinci Provinsi Jambi,"Katanya.

Selain melakukan upaya pencegahan, ke depan dia berharap semua desa bisa menyiapkan ruang isolasi, lengkap dengan fasilitas dan tenaga relawannya. (hza)

Fraksi PKB DPRD Kerinci Minta Anggaran Dewan Dipangkas dan Refocusing APBD untuk Penanganan Corona

Mensediar, Sekraetaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kabupaten Kerinci
KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kabupaten Kerinci meminta anggaran dewan dipangkas untuk penanganan Corona.

Hal ini disampaikan Sekretaris Fraksi PKB, Mensediar, S.Pd, menurut dia, FPKB sudah menyampaikan dalam rapat pimpinan belum lama ini.

"Ini sdh kita sampaikan dalam rapat pimpinan DPRD belum lama ini". Ujarnya.

"Hanya saja, saat itu dewan masih menunggu juknis terkait dengan refocusing anggaran.
Dalam rapat tersebut, kita mengusulkan pemangkasan anggaran di DPRD untuk selanjutnya digunakan untuk penanganan covid-19". Ungkap Mensediar.

Menurut Mensediar, pihaknya juga meminta kepada Pemkab Kerinci untuk secepatnya melakukan refocusing anggaran untuk penanganan wabah covid-19 ini.

Dikatakannya, "Kita juga meminta pemerintah kabupaten Kerinci untuk segera melakukan refocusing anggaran untuk penanganan corona".

"Malu kita dengan daerah lain yang rata-rata sudah melaksanakannya". Pungkas Mensediar. (ald)

Puskesmas Ujung Tombak Atasi Covid-19, Kadiskes Tebo : APD dan Masker Terbatas

Penanganan Pasien PDP Covid-19 Tebo yang meninggal, Selasa (14/04) kemarin. (ald/ist)
BERITA TEBO, MERDEKAPOST.COM - Puskesmas, menjadi garda terdepan dalam mengatasi wabah Corona virus Disease atau Virus Covid-19. Puskesmas, adalah pintu pertama dalam penanganan ketika ada pasien yang menunjukan gejala klinis Covid-19.

Namun sangat disayangkan, kondisi tersebut kurang didukung dengan kelengkapan protokoler penanganan Covid-19 sesuai dengan anjuran Kemenkes RI akibat terbatasnya untuk mendapatkan alat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo, dr.Riyana Elizabeth terkait terbatasnya kelengkapan protokoler penanganan Covid-19 di Puskesmas mengatakan bahwa untuk pengadaan Masker, distributornya belum  ready (Siap,red). Namun, untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) distributornya sudah ready.

"Kekosongan Masker menjadi masalah nasional dan internasional. Untuk APD di Puskesmas itu ketersediannya terbatas dan APD di Puskesmas belum ada. Namun, Tebo mendapatkan bantuan APD dari propinsi dan akan dibagikan ke tiga Puskesmas perawatan yang di Tebo," sebut Riyana, Selasa (14/04/2020).(ald)

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Sejarah Kerinci | Peta Situs