Akhirnya Youtuber Pembagi 'Makanan Sampah' Ferdian Paleka Ditangkap

youtuber Ferdian Paleka, saat diinterogasi Polisi (ist)
 MERDEKAPOST.COM – Salah seorang youtuber Ferdian Paleka, yang bikin heboh gara-gara content prank waria dengan makanan sampah dan batu, akhirnya ditangkap polisi, Kamis (7/5/2020). Video penangkapan hingga penahanan Ferdian viral di media-media sosial.

Salah satu video memperlihatkan bahwa Ferdian Paleka, youtuber yang bikin gempar dunia maya itu, sedang diinterogasi di dalam satu ruangan.

Baca Juga: Astaga, Bocah 12 Tahun Cabuli Anak TK di Merangin

Satu suara terdengar meledek Ferdian Paleka. “Kamu bentar lagi bebas, tapi boong…” ujar suara itu sambil tertawa.

Untuk diketahui, sebelum ditangkap atau sesaat setelah video prank waria tersebut viral, Ferdian memposting permintaan maaf bohongannya di instagram.

Baca Juga: Polisi Buru YouTuber Ferdian Paleka Pembagi 'Makanan' Sampah

“saya pribadi minta maaf atas kelakuan saya, itu… tapi boong ya…,” ucap Ferdian beberapa waktu lalu.

Setelah video penangkapan atas Ferdian Paleka viral, netizen Jambi tak mau ketinggalan meledek youtuber tersebut.

“Tekenyah,” tulis akun @its.98sarwati.

“Tapi boong,” tulis akun @akmaluddin03’s.

“Wkwkwkw,” tulis akun @donny.ds

“Mampus akhirnya ketangkap,” tulis @arisbudisetiawan47.

“Dak katik kerjoan…,” tulis @69.jt

Baca Juga : Bandara Jambi Dibuka Lagi, Sudah Siap Terima Tamu dari Jakarta?

“Sedihhhhhhh tp boonggg,” tulis @258_sartika.

“Wkwk Allahu,” tulis @wahyutorotoro.

Dan masih banyak terus komentar yang mengalir terkait penangkapan Ferdian tersebut. (*)

Penulis: Oga | Jambiseru | Merdekapost.com

Netizen Minta Pria Berseragam Alfamart Penghina Nabi Muhammad itu Ditangkap, Ini Kata Manajemen

Foto Jhon Erik sewaktu masih menjadi karyawan Alfamart. (ist)
MERDEKAPOST.COM – Seorang pria dengan terang-terangan menulis penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW di akun twitternya. Dari foto yang viral di media sosial twitter, pelaku penistaan agama Islam itu mengenakan seragam Alfamart.

Terkait ini, manajemen Alfamart langsung buka suara. Manajemen membantah bahwa pelaku bernama Jhon Erik itu adalah karyawan Alfamart.

“Menanggapi kabar yang beredar untuk postingan bernada SARA yang tersebar di Media Sosial, dapat kami pastikan yang bersangkutan saat ini sudah tidak lagi bekerja lagi di #Alfamart.

Foto yang tersebar merupakan foto lama sewaktu yang bersangkutan masih menjadi karyawan.

Mari, bijak dalam menggunakan media sosial sehingga tidak berpotensi merugikan diri sendiri maupun masyarakat luas. Terimakasih,” tulis akun twitter @alfamart.

Untuk diketahui, akun Jhon Erik tersebut dengan lancang menghina Nabi Muhammad SAW dari sisi kehidupan Rasulullah.

Netizen yang membaca postingan pelaku, langsung geram dan berusaha mencari pelaku. Bahkan, meski alamat yang diberikan pelaku sudah disantroni netizen, namun pelaku raib alias kabur entah ke mana.

Untuk diketahui, penistaan Agama Islam akhir-akhir ini banyak terjadi di Indonesia. Rata-rata dilakukan pelaku lalu diposting dengan santainya ke media sosial masing-masing pelaku.

Sebagian penista Agama Islam itu berhasil diciduk dan diproses polisi, sebagian lagi masih bebas berkeliaran dan hanya meminta maaf lewat medsos serta surat perjanjian materai 6.000 tanpa proses hukum. (*)

Penulis: Oga | HZA | Merdekapost.com

Gus Miftah Lega Pelaku Penghina Nabi Ditangkap

Polisi tangkap pelaku yang mempelesetkan lagu Aisyah Istri Rasulullah (dok:Istimewa)
Jakarta, Merdekapost.com - Jagat maya dihebohkan dengan unggahan video wanita yang membawakan lagu Aisyah Istri Rasulullah. Hanya saja, wanita dalam video tersebut mengubah liriknya. Lirik lagu dipelesetkan dan diduga menghina nabi.

Unggahan video ini muncul di Facebook dengan nama akun Anggriani Abd Rahman. Unggahan tersebut juga menarik perhatian Kiai muda Gus Miftah. Ia geram melihat aksi wanita dan dua kawannya di video tersebut yang dianggap telah melecehkan agama.

Kiai asal Ponorogo, Jawa Timur tersebut bahkan mengunggah video wanita yang mempelesetkan lagu tersebut. Ia meminta agar polisi segera menangkap orang-orang yang telah melecehkan agama dan nabi tersebut.

"Banyak yang mention dan tag saya video ini dan minta di post supaya pelaku segera di tangkap!!! Semakin lama semakin banyak orang yang melecehkan agama, melecehkan nabi dan dzurriyah nya, atas nama ingin cepat viral," tulis Gus Miftah di Instagram.

Tak hanya itu, ia kembali mengunggah di akun Instagram miliknya. Kali ini, Gus Miftah memberikan keterangan bahwa pelaku yang menghina nabi sudah ditangkap.

"Alhamdulillah si penista sudah tertangkap!!!!! Mohon keadilan pak polisi, lanjutkan proses hukum karena yang bersangkutan sangat melukai perasaan kami umat Islam," katanya sambil mengunggah foto ketiga pelaku yang melecehkan agama tersebut di kantor polisi.

Kepolisian Gorontalo membenarkan bahwa ketiga pelaku sudah ditangkap.

"Ketiga remaja yang berdomisili di Kelurahan Leato Utara, Kecamatan Dumbo Raya Kota Gorontalo, sudah diamankan dan diserahkan di Polres Gorontalo Kota," ujar Kepala Spk I Polres Gorontalo Kota Aipda Liwan Modeong, Kamis (7/5) seperti dilansir dari detikcom.

Ketiga pelaku yang diamankan adalah wanita berinisial AAR (21). Ia adalah yang menyanyikan lagu tapi dipelesetkan syairnya. Kemudian, satu wanita lainnya berinisial FYA (19). Pelaku lainnya adalah pria berinisial RA (21), yang dalam video tampak mengenakan handuk dan berjoget.

Menurut pihak polisi, mereka awalnya mengunggah video berdurasi 29 detik tersebut ke status WhatsApp.

"Menurut pengakuan dari ketiga remaja tersebut, bahwa video itu diunggah di status WhatsApp pada tanggal 6 Mei 2020," jelas Liwan.

Ketiganya masih menjalani pemeriksaan dan dilakukan pembinaan.

Sumber: Insertlive.com  | Editor: HZA | Merdekapost.com

Pengancam 'Bunuh Jokowi' Saat Rusuh 22 Mei Dibui 255 Hari

Pria Ancam Jokowi Saat Ditangkap Polisi (Foto: Istimewa)
Jakarta, Merdekapost.Com - Permohonan banding Muhammad Fahri ditolak Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta. Alhasil, pria berserban hijau yang mengancam Presiden Joko Widodo dan viral di media sosial saat kerusuhan 22 Mei terjadi di Petamburan, Jakarta Barat, divonis dengan hukuman 255 hari penjara.

Kasus bermula saat Fahri ikut aksi mendemo hasil Pemilu 2019 di Bawaslu. Fahri bersama teman-temannya ikut aksi menolak hasil Pilpres 2019 di depan Kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin Jakarta pada 22 Mei 2019.

Sepulang ke arah Petamburan, Fahri merekam menggunakan HP dan teriak:

"Hey Jokowi ketemu kau sama saya. Saya bunuh kau. Jokowi dan antek-anteknya Wiranto, jahanam bangsat kau, penghianat kau."

Fahri, yang mengenakan baju gamis warna putih, berserban hijau sebagai tutup kepala, serta di pundak berselendangkan kain biru, pun mendapat salaman dari banyak orang. Video ini kemudian disebarkan sehingga menjadi viral.

Selang beberapa hari kemudian, polisi berhasil menangkap sosok asli dalam video tersebut yang diketahui bernama Muhammad Fahri. Fahri ditangkap di rumah orang tuanya di Palu, Sulawesi Tengah pada 1 Juni 2019.

Fahri dimintai pertanggungjawaban di muka hukum. Jaksa mendakwa Fahri melakukan perbuatan makar atau setidak-tidaknya melakukan pengancaman terhadap Joko Widodo.

Pada 4 Februari 2020, PN Jakpus memutuskan Fahri tidak bersalah melakukan kejahatan makar. Namun Fahri telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah turut serta melakukan perbuatan membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang memiliki muatan ancaman.

Oleh sebab itu, PN Jakpus menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 8 bulan dan 15 hari. Mendengar putusan itu, Fahri tidak terima dan mengajukan permohonan banding.

"Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 1080/Pid.B/2019/PN Jkt Pst, tanggal 4 Februari 2020 yang dimintakan banding tersebut," demikian bunyi putusan banding PT Jakarta yang dilansir di website-nya, Senin (4/5/2020).

Duduk sebagai ketua majelis Nur Hakim dengan anggota Sugeng Hiyanto dan M Yusuf. Di kasus ini, Fahri ditahan sejak 2 Juni 2019 hingga 13 Februari 2020. Sejak tanggal itu, Fahri dikaluarkan dari tahanan demi hukum.

Sumber: detik.com | Editor: HZA | Merdekapost.com

Gara-gara Sebar Berita Hoax Penutupan Jalan Kerinci-Bangko, Pemilik Akun Berurusan dengan Polisi

Pemilik akun media sosial Facebook Penyebar hoax jalan Kerinci-Bangko yakni bedeng 12 ditutup dengan atap seng meminta maaf Diruangan Sat Reskrim Polres Kerinci, Sabtu 02/05. (ald/ist)
Kerinci, Merdekapost.com – Akhirnya pemilik akun media sosial Facebook Penyebar hoax jalan Kerinci-Bangko yakni bedeng 12 ditutup dengan atap seng meminta maaf kemasyarakat Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Sabtu (02/5/2020), Diruangan Sat Reskrim Polres Kerinci, pelaku pemilik akun media sosial Facebook Penyebar hoax jalan Kerinci-Bangko yakni bedeng 12 ditutup meminta maaf karena telah membuat heboh masyarakat.

Permintaan maaf atas nama akun FB Afanin FY atas penyebaran informasi hoax tentang penutupan jalan Kerinci-Bangko dibedeng 12. (ald/ist/fb)
“Saya sangat menyesal karena telah menyebar informasi Hoax dan membuat resah warga Kerinci dan kota sungai penuh,”ujarnya dalam vidio akun resmi polres kerinci.

“Atas kesalahan yang saya perbuat, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Kerinci dan Kota Sungai Penuh,” ujarnya.

Baca : Kabar Pintu Masuk Kerinci Jalur Merangin Ditutup, Hoax!!

Pemilik akun tersebut sangat menyesali atas segala tindakan yang dilakukannya tanpa memikirkan efek samping yang akan ditimbulkan.

“Saya sangat menyesal dan saya juga menghimbau kepada masyarakat Kerinci dan Kota Sungai agar bijak mengunakan media sosial,” pungkasnya. (ald)

Keren, Kades Baru Semerah VC-an dengan Menteri Desa Bahas Covid 19

Kepala Desa Baru Semerah, Edi Januar, Rabu (15/4) pagi melakukan video conference (VC) dengan Menteri Desa RI, Abdul Halim Iskandar. (doc/ist)
Kerinci, Merdekapost.com  – Kepala Desa Baru Semerah, Edi Januar, S.PdI, M.Pd, Rabu (15/4) pagi melakukan vidio conference dengan Menteri Desa RI, Abdul Halim Iskandar.

Kegiatan ini dilaksanakan, untuk membahas masalah penanganan Covid 19 yang saat ini sedang melanda Indonesia. “Ya, pagi tadi kita sudah melaksanakan vidio conference dengan Menteri Desa,”kata Edi Januar.

Dihadapan Menteri Desa, Kepala Desa Baru Semerah menyampaikan sejumlah upaya yang sudah dilakukan oleh desanya, dalam penanganan Covid 19.

Diantaranya membagikan masker kepada masyarakat, hand sanitizer, tempat cuci tangan, dan pengukuran suhu tubuh. Semua itu dilakukan secara gratis yang didanai oleh dana desa.
“Kita juga menyediakan ruang isolasi di desa, jika suatu saat ruang isolasi di rumah sakit tidak mampu lagi menampung pasien,”sebutnya.

Kades yang baru beberapa pekan dilantik ini mengaku, sudah membentu relawan gugus tugas di tingkat desa hingga ke tingkat RT.

“Kita melibatkan semua elemen masyarakat, mulai bidan desa, Babinkamtibmas, Babinsa, Karang Taruta, dan elemen masyarakat lainnya,”beber Edi.

Vidio konference ini, melibatkan sejumlah Kepala desa dan Relawan tugas di tingkat desa se Indonesia. Di mana Desa Baru Semerah mewakili desa-desa di Provinsi Jambi.

Difasilitasi Pendamping Desa Kabupaten Kerinci, Mentri Desa juga langsung memberikan arahan dan mendengarkan laporan kesiapan relawan gugus tugas yang ada di desa.

Heri Kiswanto, TA (Tenaga Ahli) Pelayanan Sosial Dasar Kabupaten Kerinci, saat mendampingi kepala desa melaksanakan vidio conference,  menghimbau kepada seluruh desa yang ada di Kabupaten Kerinci untuk melaksanakan Pencegahan Covid 19.

"Terima kasih kepala Pak Mentri Desa telah berkomunikasi melalui video comfrence dengan Kami dan Kepala desa yang ada di Kerinci Provinsi Jambi,"Katanya.

Selain melakukan upaya pencegahan, ke depan dia berharap semua desa bisa menyiapkan ruang isolasi, lengkap dengan fasilitas dan tenaga relawannya. (hza)

Fraksi PKB DPRD Kerinci Minta Anggaran Dewan Dipangkas dan Refocusing APBD untuk Penanganan Corona

Mensediar, Sekraetaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kabupaten Kerinci
KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kabupaten Kerinci meminta anggaran dewan dipangkas untuk penanganan Corona.

Hal ini disampaikan Sekretaris Fraksi PKB, Mensediar, S.Pd, menurut dia, FPKB sudah menyampaikan dalam rapat pimpinan belum lama ini.

"Ini sdh kita sampaikan dalam rapat pimpinan DPRD belum lama ini". Ujarnya.

"Hanya saja, saat itu dewan masih menunggu juknis terkait dengan refocusing anggaran.
Dalam rapat tersebut, kita mengusulkan pemangkasan anggaran di DPRD untuk selanjutnya digunakan untuk penanganan covid-19". Ungkap Mensediar.

Menurut Mensediar, pihaknya juga meminta kepada Pemkab Kerinci untuk secepatnya melakukan refocusing anggaran untuk penanganan wabah covid-19 ini.

Dikatakannya, "Kita juga meminta pemerintah kabupaten Kerinci untuk segera melakukan refocusing anggaran untuk penanganan corona".

"Malu kita dengan daerah lain yang rata-rata sudah melaksanakannya". Pungkas Mensediar. (ald)

Puskesmas Ujung Tombak Atasi Covid-19, Kadiskes Tebo : APD dan Masker Terbatas

Penanganan Pasien PDP Covid-19 Tebo yang meninggal, Selasa (14/04) kemarin. (ald/ist)
BERITA TEBO, MERDEKAPOST.COM - Puskesmas, menjadi garda terdepan dalam mengatasi wabah Corona virus Disease atau Virus Covid-19. Puskesmas, adalah pintu pertama dalam penanganan ketika ada pasien yang menunjukan gejala klinis Covid-19.

Namun sangat disayangkan, kondisi tersebut kurang didukung dengan kelengkapan protokoler penanganan Covid-19 sesuai dengan anjuran Kemenkes RI akibat terbatasnya untuk mendapatkan alat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo, dr.Riyana Elizabeth terkait terbatasnya kelengkapan protokoler penanganan Covid-19 di Puskesmas mengatakan bahwa untuk pengadaan Masker, distributornya belum  ready (Siap,red). Namun, untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) distributornya sudah ready.

"Kekosongan Masker menjadi masalah nasional dan internasional. Untuk APD di Puskesmas itu ketersediannya terbatas dan APD di Puskesmas belum ada. Namun, Tebo mendapatkan bantuan APD dari propinsi dan akan dibagikan ke tiga Puskesmas perawatan yang di Tebo," sebut Riyana, Selasa (14/04/2020).(ald)

Walau Rapid Test Negatif, PDP Covid-19 yang Meninggal di RSUD Tebo, Dimakamkan Sesuai SOP

Penanganan Jenazah PDP Sesuai protokol dan SOP di RSUD STS Tebo. (ist)
MERDEKAPOST.COM - Satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD STS Tebo meninggal dunia pada pukul 13.00 wib kemarin dimakamkan sesuai SOP Corona.

Direktur RSUD Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Tebo dr.Octaviani mengatakan bahwa pasien yang baru satu malam berstatus PDP Covid-19 dan dirawat dirumah sakit umum STS ini dikarenakan gejala klinisnya mengarah kepada PDP. Namun, ketika pasien di Rapidtest, hasilnya negatif.

"Hasil Rapidtestnya negatif namun diperlakukan sesuai SOP karena itu anjuran dari Kemenkes untuk antisipasi, waspada dan hati - hati karena ini PDP atau sangkaan," kata Direktur RSU dikonfirmasi Teboonline.id media partnert  merdekapost.com, Selasa (14/04/2020) malam.

dr Octaviani menambahkan bahwa almarhum dibawa pulang ke rumah duka pukul 17.00 WIB. Penanganannya hingga sampai ke pemakaman sesuai protokoler dan SOP.

Informasi yang beredar, almarhum Berinisial HS usia 65 Tahun Alamat Muara Sebo Kabupaten Batanghari. GT Covid memberikan saran agar jenazah dimakamkan di Kabupaten Batanghari, yang mana BPBD Kabupaten Batanghari siap untuk menyambut Jenazah, namun berdasarkan kesepakatan dari pihak keluarga, jenazah akan dimakamkan di Desa Pelayang, Kecamatan Tebo Tengah yang merupakan kampung halamannya.(ald)

Hari Ini, Pasien Positif Covid-19 di Jambi Jadi 5 Orang, 1 Wanita Asal Tanjabbar


Covid-19 (Ilustrasi)
JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di Jambi kembali bertambah satu orang dari 4 menjadi 5 orang. Ini diketahui setelah Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 memperbaharui data, Selasa (14/4).

Baca Juga : Sempat Dirawat 12 Jam, Akhirnya Pasien PDP Covid-19 di Tebo Meninggal Dunia 

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto merincikan data positif COVID-19 di Indonesia, yaitu di Jambi lima kasus, Provinsi Aceh lima kasus, Bali 92 kasus, Banten 280 kasus, Bangka Belitung dan Bengkulu masing-masing empat kasus, Yogyakarta 62 kasus, DKI Jakarta 2.335 kasus.

Jubir Nasional Covid-19 Achmad Yurianto. (ist)
Di Jawa Barat 530 kasus, Jawa Tengah 278 kasus, Jawa Timur 475 kasus, Kalimantan Barat 13 kasus, Kalimantan Timur 35 kasus, Kalimantan Tengah 25 kasus, Kalimantan Selatan 37 kasus dan Kalimantan Utara 16 kasus.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari Pemda Provinsi Jambi. Sementara, di website corona.jambiprov.go.id pun masih tercatat 4 pasien positif covid-19.

Satu Pasien Positif Covid-19 Rupanya Perempuan Asal Tanjab Barat

Rupanya satu orang pasien positif covid-19 di Provinsi Jambi yang baru, adalah seorang perempuan (47) berasal dari Tanjung Jabung Barat.

"Hari ini Jubir Covid-19 pusat mengumumkan ada penambahan 1 pasien positif di Jambi. Kita sebut Pasien 05 dan itu berasal dari Tanjab Barat," kata Johansyah, Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Selasa, (14/4).

Baca Juga: 399 Pasien Corona di Indonesia Meninggal, Kebanyakan Punya Darah Tinggi dan Diabetes

Hingga kini, jumlah pasien positif di Jambi sebanyak 5 orang. Johansyah mengimbau agar masyarakat selalu menjaga kesehatan dan mengikuti protokol kesehatan.

"Jangan lupa gunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak. Jangan keluar rumah jika tidak perlu," imbau Johansyah.)*

Editor: HZA | Merdekapost.com
Sumber: JambiIndependent

Sempat Dirawat 12 Jam, Akhirnya Pasien PDP Covid-19 di Tebo Meninggal Dunia

Penanganan HS (65) PDP Covid-19 di RSU STS Tebo dilakukan sesuai Protokol dan SOP. (ist)
MUARATEBO, MERDEKAPOST.COM - Satu Pasien PDP di RSUD STS Tebo, Selasa (14/4) sekitar pukul 14.00 tadi dikabarkan meninggal dunia. Pasien yang berinisial HS (65) tersebut dinyatakan sebagai PDP berdasarkan gejala klinis hasil pemeriksaan medis.

Direktur RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo, dr Oktavienni membenarkan adanya pasien PDP yang meninggal dunia. Dirinya mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dokter yang menangani pasien, terdapat gejala klinis sehingga ditetapkan sebagai PDP Covid-19.

"Ada satu PDP meninggal dunia, inisial HS warga Kecamatan Tengah Ilir. Hal tersebut berdasarkan gejala klinis hasil pemeriksaan dokter spesialis yang menangani pasien yaitu dr Donal," ujarnya.

Dijelaskannya, bahwa pasien HS masuk rumah sakit pada Senin (13/4) kemarin sekitar pukul 23.30 dan meninggal pada Selasa (14/4) sekitar pukul 14.00 Wib.

"Baru 12 jam dirawat, pasien kemudian meninggal dunia"

"Cuma dari gejala klinisnya mengarahkan ke PDP," terang dr Oktavienni.

Sementara Kadis kesehatan Kabupaten Tebo, Dr Riana kepada awak media turut membenarkan hal itu.

“Pasien yang dirawat di RSUD Tebo dalam kategori PDP meninggal dunia. Tapi hasil rapidtestnya negatif,” jelas Riana.

Lanjutnya, saat ini tim medis masih di rumah duka,untuk proses pemakaman.

“Saat ini kita ikuti anjuran protokol kesehatan,” singkatnya. (ald)

Editor: HZA | Merdekapost.com
Sumber: JambiIndependent.co.id

Percepat Proses Pencairan Dana Desa, Kades Sekeliling Danau Ikuti Rakor bersama PD dan Pemkec

Pemerintah Kecamatan Keliling Danau bersama Pendamping Desa (PD), PLD, TPPI Kerinci menggelar rapat kordinasi dengan para kepala desa sekecamatan Keliling Danau, Selasa, (14/04). (Foto: ald/ist)
KERINCI, Merdekapost.com - Pemerintah Kecamatan Keliling Danau bersama Pendamping Desa (PD), PLD, TPPI Kerinci menggelar rapat kordinasi dengan para kepala desa sekecamatan Keliling Danau dalam rangka percepatan pencairan Dana Desa (DD) serta Upaya pencegahan Covid-19.

Rapat kordinasi yang dilaksanakan di halaman kantor Camat ini digelar sesuai dengan himbauan pemerintah sehubungan dengan Pencegahan Corona.

Pantauan merdekapost, pelaksanaan Rapat kerja tersebut dilaksanakan dihalaman kantor camat dengan mengatur jarak antara peserta rapat.

Salah satu pendamping desa kepada awak media menyebutkan bahwa PLD, PD dan TPPI bersama seluruh kepala desa sekecamatan keliling danau dan pihak Pemerintah kecamatan melaksanakan Rakor ini dalam rangka percepatan pencairan dana desa.

"Rapat dalam rangka percepatan pencairan dana desa". Ujar Amin Alam.

kemudian, dikatakan Amin, "juga untuk lebih memperjelas lagi tentang pengalokasian dana desa untuk pencegahan wabah Corona (Covid-19)". Lanjutnya.

"untuk pencegahan covid 19 sesuai dengan surat edaran Menteri Desa nomor 8 bahwa dana desa diperuntukan untuk pencegahan covid 19 dan program padat karya tunai". Ujar Amin.

Harapan kita, dengan diadakan rapat kordinasi ini agar para Kepala desa dapat segera menyelesaikan dokumen pencairan dan setiap Satgas/relawan desa yang sudah dibentuk bisa bekerja sesuai SOP dan menjaga keadaan desa agar tetap tertib tidak ada kumpul-kumpul sesuai himbauan pemerintah". Pungkasnya. (ald)

Editor: HZA | Merdekapost.com

399 Pasien Corona di Indonesia Meninggal, Kebanyakan Punya Darah Tinggi dan Diabetes

Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Gedung BNPB. (ari/ist)
Merdekapost.com - Angka pasien meninggal di RI akibat virus corona per Senin (13/4) bertambah 26, total menjadi 399 orang. Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan, kebanyakan pasien meninggal di atas usia 50 tahun dan memiliki riwayat penyakit penyerta (komorbid).

"Sebagian meninggal terutama kelompok di atas 50 tahun dan punya penyakit komorbid sebelumnya, di antaranya terbanyak darah tinggi selama bertahun-tahun, penyakit diabetes, kencing manis bertahun-tahun, dan beberapa penyakit paru-paru kronis, misal asma, bronkhitis dan TBC," ujar Yuri dalam konferensi pers di Gedung BNPB.

Baca: Ini Alasannya Mengapa Masker Kain Tak Boleh Digunakan Lebih Dari 4 Jam!

Oleh karena itu, Yuri mengingatkan masyarakat, khususnya kelompok muda, untuk mematuhi peraturan pemerintah dengan menjaga jarak dan tetap berada di rumah. Selain untuk menghindari penularan orang tanpa gejala (OTG), kelompok muda juga rentan menulari penyakitnya ke orang lanjut usia.

"Mari optimis kita gali bersama, penyebaran masih terjadi, oleh karena itu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah kebijakan pemerintah yang harus dipatuhi, bukan hanya untuk diketahui tapi harus dipatuhi," tutur Yuri.

Baca: Corona Bencana Nasional, Kepala BNPB Doni Monardo Pegang Komando Anggaran

"Jangan bepergian, termasuk pulang kampung karena akan menulari orang tua kita, saudara kita. Jika terpaksa keluar rumah, pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, jaga jarak," ungkapnya.

Hingga Senin, sudah ada 4.577 orang di Indonesia positif terjangkit corona. Pasien sembuh bertambah menjadi 380 orang. (Ari)

Sumber: Kumparan.com |
Editor: HZA | Merdekapost.com

UEA Luncurkan Nikah Online Imbas Pandemi Corona, Begini Caranya!

Pernikahan (Ilustrasi)
MERDEKAPOST.COM - Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat sejumlah kegiatan tertunda di antaranya pernikahan.

Gelaran resepsi pernikahan banyak yang tertunda di tengah pandemi virus corona.

Namun, pertanyaannya, sampai kapan penghentian ini, sementara penularan virus corona belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. 

Untuk menjawabi ketidakpastian penundaan pernikahan, Uni Emirat Arab ( UEA) telah meluncurkan layanan nikah online, yang memungkinkan pasangan menikah di tengah pandemi virus corona yang sedang berlangsung.

Inovasi ini diluncurkan karena ada aturan pembatasan pergerakan dan interaksi, sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19.

Minggu (12/4/2020) Kementerian Kehakiman mengatakan, warga dapat menetapkan tanggal untuk upacara pernikahan online yang dilakukan melalui tautan video dengan seorang ulama.

Syaratnya dokumen mereka harus sudah diajukan dan disetujui, juga secara online. Kabar ini diungkap oleh kantor berita pemerintah UEA, WAM.

Dalam prosedur ini, selanjutnya ulama mengonfirmasi identitas pasangan dan saksi, sebelum surat nikah diteruskan ke pengadilan khusus untuk validasi.


Pasangan tersebut kemudian akan menerima konfirmasi sertifikat pernikahannya melalui pesan teks.

WAM melaporkan, layanan ini diluncurkan "untuk menjaga kesehatan masyarakat dan orang-orang yang bekerja di pengadilan dan membatasi kehadiran masyarakat."

Langkah ini juga ditempuh setelah Dubai, salah satu dari tujuh emirat yang membentuk UEA, pada Rabu (8/4/2020) mengatakan bahwa mereka menangguhkan acara pernikahan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Sidang perceraian juga ditangguhkan tapi belum ada pengumuman selanjutnya, demikian yang ditulis di pemberitaan AFP.

UEA telah mengambil langkah tegas untuk mencegah penyebaran penyakit pernapasan Covid-19, yang telah merenggut lebih dari 100.000 nyawa di seluruh dunia.

Untuk sementara UEA membatasi pergerakan orang dan kendaraan, kecuali bagi mereka yang bekerja di sektor vital dan kebutuhan esensial, seperti makanan atau obat-obatan.

Hingga Senin (13/4/2020) UEA telah mencatatkan 4.123 kasus virus corona, menurut data dari Worldometers.

Sebanyak 22 korban meninggal dunia, sedangkan pasien sembuh berjumlah 680 orang.

Kemudian dari 3.421 kasus aktif saat ini, 1 orang di antaranya berada dalam kondisi kritis.

Negara yang terkenal dengan gedung Burj Khalifa setinggi 830 meter ini telah melakukan 648.195 tes virus corona.

Ini Alasannya Mengapa Masker Kain Tak Boleh Digunakan Lebih Dari 4 Jam!

Masker Kain : Jangan lebih dari 4 jam memakainya. (ist)
BERITA JAMBI, Merdekapost.com - Penggunaan masker merupakan anjuran WHO untuk mencegah virus corona atau Covid-19.

Satu diantara cara paling mudah untuk mencegah virus corona adalah penggunaan masker.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyarankan masyarakat memakai masker.

Tapi karena stok masker dan hand sanitizer kian menipis semenjak Covid-19 masuk ke Indonesia, maka Yuri menyarankan agar masyarakat menggunakan masker berbahan kain.

Meski dibolehkan menggunakan masker, Yuri mengatakan bila penggunaan masker kain hanya boleh dipakai selama 4 jam dalam satu hari.

"Kita gunakan masker kain maksimal 4 jam dalam sehari."

"Kemudian wajib dicuci kembali dengan air sabun," ujar Yuri seperti dilansir dari Kompas.com pada Senin (6/4/2020).

Yuri juga meminta masyarakat tak perlu membeli masker medis seperti masker bedah atau masker N95.

Sebab jenis masker tersebut lebih diperuntungkan bagi para tenaga medis yang lebih membutuhkan.

"Oleh karena itu kita cukup menggunakan masker kain yang bisa kita buat sendiri."

"Mari sekali lagi kita semua menggunakan masker, masker untuk semua," lanjut Yuri.

Lalu, mengapa penggunaan masker tak boleh lebih dari 4 jam?

Mengutip dari Serambinews.com, Yuri juga sempat memberi informasi alasan pemakaian masker kain kini dianjurkan pemerintah.

Ia juga mengungkapkan alasan masker tak boleh dipakai lebih dari 4 jam.

"Ini upaya untuk mencegah terjadinya penularan."

"Karena kita tidak pernah tahu, di luar banyak sekali kasus yang berpotensi menularkan ke kita," tegasnya.

Lalu, seberapa efektifkah penggunaan masker kain dalam mencegah penularan virus corona?

Dilansir dari Kompas.com, dokter pakar dari Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI RSUP Persahabatan, Erlina Burhan, memberikan penjelasan.

Ia mengatakan bahwa masker kain bisa dijadikan opsi untuk mencegah penularan virus corona jika masker bedah langka.

Hal itu dikatakan Erlina saat konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Rabu (1/4/2020).

"Kalau masker kain itu menjadi pilihan terakhir bila tidak ada lagi masker lain," kata Erlina.

Kendati demikian, Erlina mengingatkan pengguna masker kain masih harus menjaga jarak satu hingga dua meter dengan orang lain.

Alasannya, masker kain hanya memiliki kemampuan filtrasi sebesar 10 sampai 60 persen partikel dengan ukuran tiga mikron.

Masker kain, menurut dia, juga tidak mampu menahan partikel aerosol dan airborne.

"Masker kain ini bila dalam keadaan terpaksa bisa dipakai, tapi memang tidak sebaik seefektif masker bedah," ujar dia.

Meski begitu, Erlina mengatakan penggunaan masker kain tetap memiliki beberapa keuntungan yakni bisa dipakai secara berulang.

Namun, ia mengingatkan bahwa masker kain harus dicuci dahulu jika akan dipakai kembali.

"Perlu dicuci dicuci dengan deterjen dan bila perlu memakai air panas."

"Karena deterjen dan air yang hangat itu bisa mematikan virus," imbuhnya.(*)

Sumber: Tribunjambi.com |
Editor: HZA | Merdekapost.com

Presiden Minta Mendagri Peringatkan Gubernur Hingga Bupati, Kenapa?

Foto: Presiden Joko Widodo (Biro Pers Sekretariat Presiden/Muchlis Jr)
Jakarta, Merdekapost.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pesan khusus kepada Menteri Dalam Negeri Jenderal Polisi (Purn) Tito Karnavian untuk mengingatkan para kepala daerah di tengah wabah Covid-19 yang mengancam ketersediaan pangan.

Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat memimpin rapat terbatas dengan topik pembahasan Laporan Tim Gugus Tugas Covid-19 melalui video conference di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Baca : Corona Bencana Nasional, Kepala BNPB Doni Monardo Pegang Komando Anggaran

"Perlu saya ingatkan lagi, mungkin ini pak menteri dalam negeri, agar menjaga gubernur, bupati, wali kota, diingatkan untuk menjaga ketersediaan bahan pokok," kata Jokowi, Senin (13/4/2020).

Jokowi meminta para kepala daerah membuat berbagai macam skenario ketersediaan pangan di tengah wabah Covid-19. Tujuannya untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan komoditas strategis di berbagai wilayah.

"Sehingga kita bisa memastikan tidak terjadi kelangkaan bahan pokok dan harga yang masih terjangkau," ujar Jokowi.

Baca: Tangani Corona, Pemkot Sei Penuh Siapkan Dana 25 Milyar, M Rasyid: 20 April Walikota Akan Serahkan Bantuan untuk Warga

Pesan yang disampaikan Jokowi sendiri bukan tanpa alasan. Sebab, organisasi PBB, yaitu Food and Agriculture Organization (FAO) telah memperingatkan pandemi Covid-19 bisa memicu krisis pangan secara global.

"Ini betul-betul harus kita pastikan. Mungkin panen yang ini baik, tapi panen pada penanaman yang ke bulan Agustus-September nanti betul-betul dilihat secara detail, sehingga tidak menganggu produksi rantai pasok maupun distribusi," katanya.

Sumber: CNBC | editor: HZA | Merdekapost.com

Corona Bencana Nasional, Kepala BNPB Doni Monardo Pegang Komando Anggaran

Doni Monardo Pegang Komando Anggaran Foto: Kepala BNPB sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letjen Doni Monardo. (dok BNPB)
Jakarta, Merdekapost.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan penetapan bencana nasional terhadap bencana nasional berimplikasi terhadap fungsi komando, termasuk penggunaan anggaran negara.

Dengan status tersebut maka anggaran untuk penanganan virus corona dapat menggunakan APBN, APBD, Dana Siap Pakai BNPB dan Dana Siap Pakai/belanja tidak terduga dari pemerintah daerah.

Baca: Status Jambi Naik dari Siaga Jadi Tanggap Darurat Covid-19

"Untuk pendanaan dan dan pengelolaan bantuan mengacu pada PP no 22/2008," ujar Kapusdatin BNPB Agus Wibowo, Senin (13/4/2020).

Dia menambahkan bahwa seiring dengan penetapan status bencana tugas maka Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mempunyai fungsi koordinasi, komando dan pelaksana penanggulangan.

Sesuai pasal 50 UU/24/2007, tuturnya, BNPB dan BPBB mempunyai kemudahan akses antara lain pengerahan SDM, pengerahan peralatan, pengerahan logistik, imigrasi, cukai dan karantina, perizinan, pengadaan barang dan jasa, pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan, penyelamatan dan Komando untuk memerintahkan sektor/lembaga.

"Dengan demikian maka sekarang Ketua Gugus Tugas resmi secara hukum mempunyai fungsi komando," ujarnya. )*

Sumber: CNBC
editor: HZA | Merdekapost.com

20 April, Pemkot Sungai Penuh akan Bantu Ringankan Beban Ekonomi Warga Terdampak Corona

Covid-19 (Ilustrasi)
Berita Sungai Penuh, Merdekapost.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Sungai Penuh telah menyepakati melakukan realokasi dan refocusing anggaran untuk penanganan wabah Corona virus disease atau Covid-19. Anggaran yang akan digelontorkan Pemkot Sungai Penuh Rp 25 milliar yang diambil dari APBD Kota Sungai Penuh.

Berita Terkait: Tangani Corona, Pemkot Sei Penuh Siapkan Dana 25 Milyar, M Rasyid: 20 April Walikota Akan Serahkan Bantuan untuk Warga

“Alhamdulillah refocusing anggaran yang kita sepakati setelah melalui pembahasan sebesar Rp 25 milliar untuk penanganan wabah Covid-19 ini,” kata M Rasyid juru bicara tim gugus tugas covid-19 Pemkot Sungai Penuh.

M Rasyid menyebutkan, dari Dana tersebut akan dialokasikan ke sektor kesehatan yang digunakan untuk pencegahan dan penanganan masyarakat yang terjangkit covid-19. Sedangkan untuk ekonomi, Pemkot Sungai Penuh akan membantu masyarakat yang tidak bisa bekerja karena terdampak corona (covid-19).

Baca Juga : 
Status Jambi Naik dari Siaga Jadi Tanggap Darurat Covid-19
Dampak Corona, Para Pedagang Nusantara Minta Perhatian Pemkot, Fajran: Data dan Koordinasikan untuk Pemulangan Mereka

“Untuk Pemerintah pusat telah membantu Rp 200 ribu per KK dan nanti Pemkot akan membantu beras 12 kg/per kk,” jelasnya.

Pemberian bantuan ini akan diserahkan langsung Walikota Sungai Penuh, Asafri Jaya Bakri (AJB) secara simbolis diruang pola kantor walikota Sungai Penuh kepada perwakilan masyarakat.

“Bantuan ini akan diserahkan Pak Walikota secara simbolis kepada masyarakat pada tanggal 20 April 2020 mendatang",

Harapan kita, lanjutnya, "mudah-mudahan dengan adanya bantuan ini, akan membantu meringankan beban masyarakat Sungai Penuh dalam menghadapi wabah virus corona ini,”pungkasnya. (ald)

editor: 064 | merdekapost.com

Dampak Corona, Para Pedagang Nusantara Minta Perhatian Pemkot, Fajran: Data dan Koordinasikan untuk Pemulangan Mereka

H Fajran Ketua DPRD Kota Sungai Penuh. (ist)
SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, tegaskan Pemkot agar data warga yang saat ini, berada di luar daerah. Khususnya di kawasan terdampak Covid-19.

Pasalnya, mayoritas masyarakat Kota Sungai Penuh, terutama Kecamatan Koto Baru, Hamparan Rawang. Serta Pesisir Bukit, adalah pedagang keliling yang tersebar di nusantara. seperti diungkapkan oleh salah seorang pedagang keliling.

“Kami disini dalam kondisi sulit karena tidak ada yang keluar rumah, warga pribumi mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat, sementara kami para pedagang yang berasal dari Koto baru dan Pesisir Bukit yang di rantau kesulitan untuk mendapatkan biaya hidup,” Kata Ardianto.

Baca Juga: Para Pedagang Keliling Asal Sungai Penuh Terlantar di Papua, Weri: Pemkot Diminta Pedulikan Nasib Mereka dan Keluarga

Lebih lanjut, ia dan para pedagang mengharapkan bantuan dari pemerintah Kota Sungai Penuh, untuk memberikan bantuan.

“Kami minta kepada pemkot Sungai Penuh, memperhatikan kami disini. Agar kami bisa bertahan hidup di Jayapura, Bumi Cendrawasih ini,” harapnya.

Lebih jauh, kami juga minta perhatian kepada anggota dewan Kota Sungai Penuh, khususnya dari dapil II Koto Baru Pesisir Bukit dan Hamparan Rawang.

“Tolong bantu kami disini yang sedang kesulitan,” pintanya.

Tanggapan Ketua DPRD

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, Fajran menyampaikan bahwa untuk mengkondisikan, kepulangan warga yang ada di luar daerah. Hal ini perlu dilakukan koordinasi, dimana pedagang itu berada.

“Untuk itu, saya sebagai ketua DPRD Kota Sungai Penuh menghimbau, setiap Kepala Desa untuk mendata warga mereka, yang ada di luar daerah yang bekerja sebagai pedagang keliling.” Imbuhnya, Senin (13/04/2020).

Para Pedagang Keliling yang merupakan Warga Sungai Penuh saat ini terlantar di Jaya Pura-Papua, akibat Larangan Keluar rumah dari Pemerintah Papua membuat mereka tidak bisa berdagang sebagaimana biasanya. (ald/ist)
Ia juga tegaskan, kepada Pemerintah Kota Sungai Penuh agar segera untuk berkoordinasi, dengan kepala daerah yang dimana tempat warga tersebut berada.

“Untuk masyarakat yang keluarganya berada di luar daerah, juga kami harap melaporkan langsung ke kades atau langsung dengan saya,” tutupnya. )*

editor: 064 | Merdekapost.com

Status Jambi Naik dari Siaga Jadi Tanggap Darurat Covid-19

Kepala BPBD Provinsi Jambi mengumumkan kenaikan status siaga menjadi tanggap darurat penanganan covid-19. (ist)
Jambi, Merdekapost.com – Pemerintah Provinsi Jambi menaikkan status siaga darurat menjadi status tanggap darurat Covid-19.

Kepastian ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, Senin (13/4/2020).

“Atas nama gugus tugas covid-19 Provinsi Jambi menyatakan beberapa hal. Berdasaarkan UU nomor 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana yang terdiri dari bencana alam, bencana non alam, bencana sosial dan berdasarkan kajian gugus tugas dan telaah instansi terkait, dinas kesehatan Provinsi Jambi dan BPBD Provini Jambi".

" dan berdasarkan itu maka Gubernur Jambi berdasarkan SK Nomor 301/KEP.GUB/BPBD/2020 menaikkan status siaga darurat menjadi status tanggap darurat,” kata Bachyuni dalam potongan video conferencenya, Senin malam.

BACA JUGA : Ini Riwayat Perjalanan Pasien 03 dan 04 Positif Corona Jambi yang Baru

Peningkatan status itu, dijelaskannya adalah dalam rangka percepatan penanganan covid-19 yang ada di Provinsi Jambi. “Status ini berlaku sampai 29 Mei 2020,” tandasnya. (*)

editor: 064 | merdekapost.com

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs