JAMBI - Persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan alat praktik SMK pada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dengan terdakwa Varial Adhi Putra, Bukri, dan David Hadi Usman menghadirkan fakta menarik.
Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi, Rabu (4/11/2026), dua dari tiga orang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) ternyata berstatus sebagai terdakwa dalam perkara korupsi lainnya.
Ketiga saksi yang dimintai keterangan yakni Mashuri, mantan Kepala SMKN 12 Bungo; Ahmad Subhan, mantan Kepala SMKN 4 Tanjung Jabung Timur; serta Joni Afrizal, Kepala SMKN 9 Tebo.
Mashuri diketahui merupakan terdakwa dalam perkara dugaan korupsi penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SMAN 2 Bungo.
Sementara itu, Ahmad Subhan juga berstatus terdakwa dalam perkara dugaan korupsi pembangunan gedung sarana dan prasarana SMKN 4 Tanjung Jabung Timur.
Ia dijadwalkan menjalani sidang perdana pada Kamis (5/11/2026).
Ketiganya dihadirkan untuk memberikan keterangan terkait pengadaan peralatan praktik SMK serta pemanfaatannya di masing-masing sekolah.
Dalam persidangan, JPU mendalami proses penerimaan barang hasil pengadaan peralatan multimedia dan busana di sejumlah sekolah.
Di hadapan majelis hakim, para saksi menerangkan bahwa pengiriman peralatan dilakukan dalam tiga tahap selama Agustus 2022.
Salah satu pembahasan dalam persidangan berkaitan dengan peralatan praktik busana yang diterima SMKN 4 Tanjabtim.
Barang yang diterima sekolah tersebut di antaranya gunting listrik bulat, gunting tegak, dan mesin pembuat lubang kancing.
Saksi menjelaskan, sebagian peralatan memang telah digunakan untuk menunjang kegiatan praktik siswa.
Namun, beberapa alat lainnya tergolong jarang dimanfaatkan.
"Gunting tegak dan mesin pembuat lubang kancing jarang digunakan," kata saksi di persidangan.
Sementara itu, saksi Joni Afrizal mengungkapkan bahwa sebagian besar peralatan praktik yang diterima sekolah pada dasarnya sudah dapat digunakan oleh pihak sekolah maupun siswa.
Rugikan Negara Rp21,8 Miliar
Untuk diketahui, dalam perkara ini Varial Adhi Putra didakwa bersama David Hadi Usman dan Bukri.
Perkara tersebut merupakan pengembangan kasus dugaan korupsi pengadaan peralatan praktik utama Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik SMK pada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Tahun Anggaran 2022.
Proyek pengadaan tersebut memiliki pagu anggaran sekitar Rp62,1 miliar yang terbagi dalam 30 paket pengadaan peralatan praktik untuk SMK di Provinsi Jambi.
Namun, dalam pelaksanaannya ditemukan sejumlah persoalan, mulai dari dugaan ketidaksesuaian spesifikasi peralatan hingga permasalahan dalam proses pengadaan.
Akibat dugaan penyimpangan tersebut, negara diperkirakan mengalami kerugian keuangan mencapai Rp21,8 miliar.
Sebelumnya, perkara korupsi pengadaan alat praktik SMK ini juga telah menyeret sejumlah pihak lainnya ke meja hijau.
Empat terdakwa dalam perkara terkait, yakni Rudy Wage, Endah Susanti, Wawan Setiawan, dan Zainul Haviz, telah menjalani proses persidangan dan dijatuhi vonis oleh Pengadilan Negeri Jambi.(Red)
