Sempat Lumpuh Karena Longsor, Kiini Jalur Muara Hemat Sudah Bisa Dilalui

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Akses lalu lintas di ruas jalan nasional Kerinci–Bangko yang sebelumnya lumpuh akibat tanah longsor di Desa Muara Hemat, Kecamatan Batang Merangin, kini mulai dapat dilalui dengan sistem buka tutup, Jumat, 8 Mei 2026.

Longsor yang terjadi pada dini hari tersebut sempat menutup badan jalan sepanjang sekitar 50 meter, mengakibatkan arus kendaraan dari dua arah tidak dapat melintas dan menyebabkan antrean panjang.

Kapolsek Batang Merangin, IPTU Ahmad Muslikan, menyampaikan bahwa setelah dilakukan penanganan di lapangan, jalur tersebut kini sudah bisa digunakan secara terbatas.

Baca Juga: Pemkot Sungai Penuh Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Koto Tinggi

“Untuk sementara arus lalu lintas sudah bisa dilalui dengan sistem buka tutup sambil menunggu proses pembersihan material selesai sepenuhnya,” ujarnya.

Petugas kepolisian bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kerinci sebelumnya mengerahkan alat berat untuk menyingkirkan material tanah dan bebatuan yang menimbun badan jalan.

Sejumlah personel juga tampak berjaga di lokasi untuk mengatur arus kendaraan agar tetap aman dan tertib selama proses evakuasi berlangsung.

Meski demikian, pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati saat melintas, mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun.(Ali)

Pemkot Sungai Penuh Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Koto Tinggi

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Pemerintah Kota Sungai Penuh menyalurkan bantuan kepada korban bencana kebakaran di Desa Koto Tinggi, Kecamatan Sungai Bungkal, Jumat (8/5).

Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Selasa (5/5) tersebut menghanguskan empat rumah permanen. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin bersama Wakil Wali Kota, Azhar Hamzah pada kesempatan tersebut meninjau lokasi kejadian musibah kebakaran rumah warga sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan dari Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Baca Juga: Kantor UPT PLKB Tanah Cogok Terancam Ambruk, Kinerja Dinas PU dan BPBD Kerinci Dipertanyakan

Adapun bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan rumah tangga, selimut serta bantuan tanggap darurat lainnya untuk meringankan beban para korban terdampak kebakaran.

Wali Kota Alfin menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami warga dan berharap para korban diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.

“ Pemerintah Kota Sungai Penuh hadir untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban korban kebakaran,” ujarnya.

Selanjutnya Wako, Alfin, SH mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran dengan memastikan instalasi listrik dan sumber api dalam kondisi aman. (PROKOPIM) Lihat Lebih Sedikit.(Ali/Adz)

Terus Upayakan Penanganan Banjir, Wako Alfin Tegaskan Normalisasi Batang Merao Berlanjut

Pemkot Sungai Penuh Terus Upayakan Penanganan Banjir, Wako Alfin Tegaskan Normalisasi Batang Merao Berlanjut.(ADZ)

SUNGAIPENUH, MERDEKAPOST.COM – Walikota Sungai Penuh, Alfin S.H., menegaskan bahwa program normalisasi Sungai Batang Merao di Kecamatan Hamparan Rawang tetap dilaksanakan meskipun sempat terdampak efisiensi anggaran tahap II dari pemerintah pusat. 

Hal tersebut diungkapkan Wako Alfin saat membuka kegiatan sosialisasi pembangunan instalasi pengolahan air bersih di Hamparan Rawang, bertempat diruang Aula Kantor Walikota Sungai Penuh, Jumat (08/05).

Normalisasi sungai tersebut akan dilakukan mulai dari Jembatan Simpang Tiga hingga batas kota di wilayah Koto Lanang dengan panjang sekitar 1,68 kilometer. Program ini bertujuan untuk mengurangi risiko banjir sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, proyek normalisasi menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Jalur pengerjaan melewati tujuh jembatan yang dinilai menghambat akses dan aktivitas alat berat. Selain itu, beberapa tembok penahan banjir juga akan dibongkar sementara guna mempermudah akses alat berat menuju lokasi pekerjaan.

Tidak hanya itu, sejumlah kandang ternak dan kebun masyarakat diperkirakan turut terdampak selama proses pengerjaan berlangsung.

Wako Alfin berharap dukungan penuh dari masyarakat agar pelaksanaan normalisasi Sungai Batang Merao dapat berjalan lancar demi kepentingan bersama.

“Pembangunan ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas, terutama dalam mengurangi risiko banjir dan mendukung sektor pertanian. Kami berharap dukungan dan pengertian masyarakat agar pekerjaan dapat berjalan dengan baik,” ujar Wako Alfin.

Wako Alfin saat membuka kegiatan sosialisasi pembangunan instalasi pengolahan air bersih di Hamparan Rawang, bertempat diruang Aula Kantor Walikota Sungai Penuh, Jumat (08/05).(Adz)

Wako Alfin juga menyampaikan bahwa saat ini sektor pertanian di Kota Sungai Penuh mulai menunjukkan perkembangan positif. Luas sawah yang telah dapat digarap mencapai 2.165,87 hektare di Kecamatan Sungai Penuh dan 775,14 hektare di Kecamatan Hamparan Rawang.

Berbagai pembangunan infrastruktur yang telah dilaksanakan pemerintah di wilayah Hamparan Rawang di antaranya rehabilitasi daerah irigasi Bungkal, Simpang Tiga dan Paling Serumpun, pembangunan tembok penahan banjir Air Sempit dan Air Sesat, pembangunan jalan beton, SPAM Rawang, SPAM Air Sempit, Air Sesat, Kampung Dilir hingga Kampung Dalam.

Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap berbagai pembangunan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana banjir di masa mendatang.(Ali/mpc). 

Opini : Saat Dunia Krisis Energi, Jambi Harus Bergerak Cepat, Urgensi Percepatan Jalan Khusus Batubara

 

Oleh: Martayadi Tajuddin *

Dunia saat ini sedang menghadapi fase ketidakpastian energi yang semakin nyata. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk eskalasi konflik yang melibatkan kekuatan besar global, telah memicu volatilitas harga minyak bumi di pasar internasional. Situasi ini tidak hanya berdampak pada negara-negara konsumen energi utama, tetapi juga memberikan efek rambatan terhadap struktur ekonomi regional di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dalam konteks tersebut, daerah yang memiliki sumber daya energi seperti Provinsi Jambi berada pada posisi strategis yang tidak bisa diabaikan. Namun, potensi tersebut hanya dapat dikonversi menjadi kekuatan ekonomi apabila ditopang oleh infrastruktur yang efisien, modern, dan terintegrasi. Salah satu isu yang kini menjadi perhatian penting adalah percepatan pembangunan jalan khusus angkutan batubara, sebagai bagian dari reformasi sistem logistik energi di daerah.

Sebagai pengamat kebijakan publik dan pembangunan infrastruktur, saya memandang bahwa pembangunan jalan khusus batubara bukan lagi sekadar opsi kebijakan, melainkan kebutuhan mendesak dalam konteks transformasi ekonomi daerah. Ketergantungan pada jalan umum untuk aktivitas angkutan batubara selama ini telah menimbulkan berbagai konsekuensi, mulai dari penurunan kualitas infrastruktur jalan, gangguan mobilitas masyarakat, hingga meningkatnya risiko keselamatan transportasi.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya structural mismatch antara intensitas aktivitas industri ekstraktif dengan kapasitas infrastruktur publik yang tersedia. Dalam teori kebijakan publik, ketidakseimbangan semacam ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut karena akan menghasilkan biaya sosial yang lebih besar dibandingkan manfaat ekonomi yang diperoleh.

Di sisi lain, keberadaan investasi infrastruktur logistik yang dikembangkan oleh PT SAS perlu dipahami dalam kerangka pembangunan ekonomi daerah yang lebih luas. Investasi tersebut bukan hanya berkaitan dengan kepentingan korporasi, tetapi juga menyangkut efisiensi distribusi energi, peningkatan daya saing daerah, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Dalam perspektif ekonomi regional, salah satu faktor utama yang menentukan daya saing suatu wilayah adalah efisiensi sistem logistik. Infrastruktur yang mampu memperlancar distribusi barang dan komoditas strategis akan meningkatkan kepercayaan investor serta memperkuat posisi daerah dalam rantai pasok ekonomi nasional maupun global. Sebaliknya, inefisiensi logistik akan menjadi hambatan struktural yang menurunkan daya tarik investasi.

Krisis energi global saat ini justru membuka peluang strategis bagi daerah penghasil sumber daya energi. Namun peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila didukung oleh kebijakan infrastruktur yang adaptif dan responsif terhadap perubahan global. Dalam konteks ini, jalan khusus batubara menjadi instrumen penting untuk memastikan bahwa sektor energi daerah dapat beroperasi secara efisien tanpa mengganggu kepentingan publik yang lebih luas.

Lebih jauh, pembangunan jalan khusus batubara juga mencerminkan kebutuhan akan penataan ulang tata ruang dan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan. Pemisahan jalur antara angkutan industri dan jalan publik merupakan prinsip dasar dalam pembangunan infrastruktur modern yang mengedepankan aspek efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan sosial.

Tentu, setiap kebijakan pembangunan infrastruktur strategis tidak dapat dilepaskan dari ruang diskursus publik, termasuk kritik terhadap dampak lingkungan dan sosial. Namun kritik tersebut harus ditempatkan dalam kerangka rasionalitas kebijakan, bukan semata-mata resistensi terhadap agenda pembangunan yang bersifat jangka panjang.

Yang perlu digarisbawahi adalah bahwa percepatan pembangunan jalan khusus batubara merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat posisi Jambi dalam peta ekonomi energi nasional. Dalam situasi global yang tidak pasti, daerah tidak memiliki banyak pilihan selain memperkuat efisiensi internalnya agar tetap kompetitif dalam menarik investasi.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur logistik energi tidak dapat dipandang sebagai beban, melainkan sebagai instrumen transformasi ekonomi. Tanpa infrastruktur yang memadai, potensi besar yang dimiliki Jambi akan sulit berkembang secara optimal dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, tantangan utama bukan hanya terletak pada pembangunan fisik infrastruktur, tetapi juga pada keberanian mengambil keputusan kebijakan yang berpihak pada masa depan ekonomi daerah. Dalam konteks inilah, percepatan jalan khusus batubara menjadi sebuah keniscayaan strategis yang tidak dapat ditunda lebih lama.(***)

* Martayadi Tajuddin, Pengamat Kebijakan Publik dan Sosial Digital

Terungkap Lagi, 6 Tersangka beserta Puluhan Gram Sabu dan Ganja Diamankan Polres Kerinci

​KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kerinci berhasil melakukan pengungkapan kasus tindak pidana narkotika secara maraton di wilayah hukum Polres Kerinci dan Kota Sungai Penuh selama periode 04 hingga 07 Mei 2026. 

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan enam orang tersangka yang terlibat dalam jaringan peredaran sabu dan ganja.

​Kapolres Kerinci menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang resah akan maraknya transaksi narkoba di lingkungan mereka.

​Rangkaian Penangkapan:

​1. Sinergi Kakak-Adik di Desa Talang Lindung (04 Mei 2026)

Tim Opsnal mengamankan dua pria berinisial FR (26) dan JZ (30) yang merupakan saudara kandung di pinggir jalan Desa Talang Lindung. Keduanya tertangkap tangan saat mencari paket sabu seberat 0,25 gram yang dibeli secara online dengan sistem "tempel" di bawah tutup botol minuman.

2. Penggerebekan di Mukai Mudik (06 Mei 2026)

Petugas melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Desa Mukai Mudik dan mengamankan tersangka JE (43). Polisi menemukan 7 paket sabu seberat 1,60 gram yang disembunyikan dalam kotak permen di tumpukan pakaian. Tersangka mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang berinisial A untuk diedarkan kembali.

3. Jaringan Bapak dan Anak di Sungai Ning (06 Mei 2026)

Dalam pengembangan kasus sebelumnya, polisi mengamankan MA (27) dan ayah kandungnya YR (46). MA diketahui berperan sebagai "kurir tempel" atas perintah bandar berinisial RT. Saat dilakukan penggeledahan di rumah tersangka dan penyisiran lokasi tempelan di daerah Kumun, petugas mengamankan total sabu seberat 1,66 gram serta timbangan digital. Mirisnya, sang ayah (YR) turut membantu anaknya dalam meletakkan paket-paket sabu tersebut ke lokasi pesanan.

​4. Pengungkapan Jaringan Lapas di Lawang Agung (07 Mei 2026)

Terbaru, pada Kamis dini hari, Tim Opsnal meringkus seorang mahasiswa berinisial AR (31) di kediamannya, Jl. Sriwijaya. Tersangka sempat mencoba membuang tas berisi narkoba ke atap bangunan tetangga. Petugas berhasil mengamankan barang bukti yang cukup signifikan yakni 4,2 gram sabu dan 1,4 gram ganja. Berdasarkan pengakuan tersangka, barang haram tersebut dipesan dari seorang narapidana di Lapas Kelas II B Padang berinisial FI seharga Rp6.200.000,-.

​Barang Bukti & Modus Operandi

​Secara keseluruhan, Polres Kerinci mengamankan belasan paket sabu, satu paket ganja, timbangan digital, alat hisap (bong), serta unit kendaraan bermotor dan handphone. Modus operandi yang digunakan para pelaku didominasi oleh transaksi online, di mana pembayaran dilakukan via transfer bank digital dan pengambilan barang menggunakan sistem "tempel/buang" di lokasi yang ditentukan melalui foto GPS.

​Ancaman Hukuman

​Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Jo UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukuman maksimal yang menanti adalah pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 5 tahun penjara.

​Polres Kerinci mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi memberikan informasi terkait penyalahgunaan narkoba demi mewujudkan wilayah Kerinci dan Sungai Penuh yang bersih dari narkotika.(​Humas Polres Kerinci)

Kantor UPT PLKB Tanah Cogok Terancam Ambruk, Kinerja Dinas PU dan BPBD Kerinci Dipertanyakan

TANAH COGOK – Kondisi bangunan Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluhan Keluarga Berencana (PLKB) yang berlokasi di Koto Tuo Ujung Pasir, Kecamatan Tanah Cogok, kini berada di ambang kehancuran. Longsor hebat yang terjadi di area pondasi bangunan membuat fasilitas publik tersebut terancam ambruk jika tidak segera ditangani.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tanah di bawah lantai teras gedung sudah amblas sepenuhnya, menyisakan rongga yang menganga. Papan nama kantor bahkan sudah miring mengikuti pergeseran tanah, menunjukkan betapa parahnya tingkat kerusakan infrastruktur di titik tersebut.

Hanya Ditinjau Tanpa Ada Tindakan

Masyarakat setempat mulai menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap respons pemerintah daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci. Pasalnya, hingga saat ini pihak terkait disebut hanya sebatas melakukan peninjauan lokasi tanpa ada langkah konkret di lapangan.

"Apa gunanya Dinas PU dan BPBD kalau hanya datang melihat-lihat lalu pulang tanpa ada tindakan nyata? Longsor ini butuh penanganan segera, bukan sekadar kunjungan formalitas," ujar salah satu warga dengan nada kesal.

Pertanyakan Dana Tanggap Darurat

Lambannya respons pemerintah memicu pertanyaan besar mengenai alokasi Dana Tanggap Darurat. Masyarakat menilai, situasi di UPT PLKB Tanah Cogok sudah masuk dalam kategori darurat karena menyangkut keselamatan aset negara dan pelayanan publik.

Jika dana tanggap darurat tidak segera diturunkan untuk membangun dinding penahan atau melakukan penguatan tanah (turap), besar kemungkinan gedung ini akan rata dengan tanah saat hujan deras kembali mengguyur wilayah Kerinci.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada alat berat maupun material bangunan yang tampak di lokasi untuk melakukan perbaikan darurat. Masyarakat mendesak agar Bupati Kerinci segera mengevaluasi kinerja dinas terkait agar tidak terkesan membiarkan kerusakan infrastruktur semakin parah.(Ali)

Lepas 413 Jamaah Calon Haji Kerinci Tahun 2026, Bupati Monadi: Jaga Kekompakan dan Raih Haji Mabrur

  

Merdekapost.com - Bupati Kerinci Monadi secara resmi melepas 413 Jamaah Calon Haji Kabupaten Kerinci Tahun 1447 H/2026 M di Gedung Islamic Center Kabupaten Kerinci, Semurup, Kecamatan Air Hangat Barat, Kamis (7/5/2026).


Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh haru. Wakil Bupati Kerinci H Murison, Kajari Sungai Penuh Robi Harianto, pimpinan DPRD Boy Edwar, Sekda Kerinci Zainal Efendi, Waka Polres Kerinci Kompol Aritonan, Danramil Air Hangat Kapten Inf Welmaferi, unsur Forkopimda, tokoh agama, kepala OPD, serta keluarga jamaah turut menghadiri acara tersebut.


Selain itu, suasana haru tampak ketika para keluarga mengantar jamaah menuju prosesi pelepasan resmi menuju Tanah Suci Mekkah Al-Mukarramah.


Dalam sambutannya, Bupati Monadi menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan selamat kepada seluruh jamaah calon haji yang mendapat kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.


Menurut Monadi, kesempatan berhaji merupakan undangan istimewa dari Allah SWT yang tidak semua orang bisa peroleh.


“Tidak semua orang mendapatkan kesempatan mulia ini. Haji adalah undangan istimewa dari Allah SWT. Maka bersyukurlah, karena bapak dan ibu adalah tamu-tamu pilihan-Nya,” ujar Monadi.


Selain itu, Monadi juga mengingatkan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik. Sebaliknya, ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesabaran, keikhlasan, disiplin, dan kekompakan antarjamaah.


Karena itu, ia meminta seluruh jamaah menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, memperbanyak ibadah, serta menjaga nama baik Kabupaten Kerinci selama berada di Tanah Suci.


“Gunakan waktu sebaik mungkin untuk memperbanyak dzikir, doa dan ibadah. Jangan sia-siakan kesempatan yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup,” pesan Monadi.


Di akhir sambutannya, Monadi secara resmi melepas keberangkatan Jamaah Calon Haji Kabupaten Kerinci Tahun 2026.


“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, dan dengan memohon ridha Allah SWT, pada hari ini saya nyatakan Jamaah Calon Haji Kabupaten Kerinci Tahun 2026 secara resmi dilepas untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci,” tutupnya.


Acara kemudian berlanjut dengan prosesi pengalungan sal kepada perwakilan jamaah calon haji sebagai simbol resmi pelepasan keberangkatan menuju Tanah Suci.


Momen tersebut berlangsung penuh haru dan khidmat. Para tamu undangan, keluarga jamaah, dan seluruh peserta menyaksikan prosesi itu dengan doa dan harapan agar seluruh jamaah memperoleh kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. (*)

Percepatan Jalan Khusus Batubara Jambi: Menjaga Daya Saing Investasi di Tengah Krisis Energi Global

 

Oleh: Martayadi Tajuddin

Pengamat Kebijakan Publik dan Pembangunan Infrastruktur

Dinamika ekonomi global saat ini berada dalam fase ketidakpastian yang semakin kompleks. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, telah memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas pasar energi dunia. Fluktuasi harga minyak bumi yang terjadi bukan hanya memengaruhi negara produsen dan konsumen utama, tetapi juga berdampak pada struktur ekonomi negara berkembang, termasuk daerah-daerah yang memiliki potensi sumber daya energi seperti Provinsi Jambi.

Dalam situasi tersebut, isu ketahanan energi dan efisiensi logistik menjadi semakin relevan dalam agenda pembangunan daerah. Salah satu isu strategis yang terus mengemuka di Jambi adalah percepatan pembangunan **jalan khusus angkutan batubara**, yang dipandang sebagai instrumen penting dalam memperkuat daya saing investasi dan menata ulang sistem logistik energi di daerah.

Sebagai pengamat kebijakan publik dan pembangunan infrastruktur, saya memandang bahwa keberadaan jalan khusus batubara bukan lagi sekadar pilihan teknis, melainkan kebutuhan struktural dalam tata kelola sektor energi daerah. Ketergantungan angkutan batubara pada jalan umum selama ini telah menimbulkan berbagai dampak berlapis, mulai dari kerusakan infrastruktur jalan, gangguan arus lalu lintas, hingga meningkatnya risiko keselamatan masyarakat pengguna jalan.

Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara intensitas aktivitas industri dan kapasitas infrastruktur publik yang tersedia. Dalam perspektif kebijakan publik modern, ketidakseimbangan seperti ini tidak dapat dibiarkan berlangsung dalam jangka panjang karena akan menciptakan *social cost* yang lebih besar dibandingkan manfaat ekonomi yang dihasilkan.

Di sisi lain, keberadaan investasi infrastruktur logistik seperti yang dikembangkan oleh PT SAS perlu dipahami dalam kerangka yang lebih luas, yaitu sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai pasok energi dan meningkatkan efisiensi distribusi komoditas strategis daerah. Dalam teori pembangunan ekonomi regional, efisiensi logistik merupakan salah satu faktor utama yang menentukan daya saing suatu wilayah dalam menarik investasi jangka panjang.

Semakin efisien sistem transportasi dan distribusi barang, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan investor terhadap stabilitas dan prospek ekonomi daerah tersebut. Sebaliknya, inefisiensi infrastruktur justru akan menjadi hambatan struktural yang menurunkan daya saing dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Konteks global saat ini semakin memperkuat urgensi tersebut. Krisis energi yang dipicu oleh ketegangan geopolitik internasional telah menciptakan ketidakpastian pasokan dan harga energi dunia. Dalam situasi seperti ini, daerah yang memiliki sumber daya energi, termasuk batubara, memiliki peluang strategis untuk memainkan peran lebih besar dalam mendukung ketahanan energi, baik di tingkat nasional maupun regional.

Namun demikian, peluang tersebut hanya dapat dimaksimalkan apabila didukung oleh infrastruktur yang memadai, modern, dan terintegrasi. Jalan khusus batubara menjadi salah satu instrumen kunci dalam memastikan bahwa aktivitas ekonomi sektor energi dapat berjalan secara efisien tanpa mengorbankan kepentingan publik yang lebih luas.

Dalam perspektif tata kelola pembangunan, pembangunan jalan khusus batubara juga merupakan bentuk reformasi sistem transportasi dan penataan ruang yang lebih berkelanjutan. Pemisahan antara jalur logistik industri dan jalur publik merupakan prinsip dasar dalam pembangunan infrastruktur modern yang berorientasi pada efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan.

Tentu, setiap proyek infrastruktur strategis tidak lepas dari ruang kritik publik, terutama terkait aspek lingkungan, sosial, dan tata ruang. Namun kritik tersebut seharusnya ditempatkan dalam kerangka evaluasi kebijakan yang rasional, bukan dalam resistensi yang mengabaikan konteks ekonomi dan kebutuhan pembangunan jangka panjang.

Yang perlu ditekankan adalah bahwa percepatan pembangunan jalan khusus batubara bukan semata-mata proyek sektoral, melainkan bagian dari strategi besar transformasi ekonomi daerah. Tanpa infrastruktur logistik yang efisien, potensi ekonomi Jambi akan sulit berkembang secara optimal, terutama di tengah persaingan antar daerah dalam menarik investasi.

Karena itu, percepatan pembangunan jalan khusus batubara di Jambi harus dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing daerah dalam peta ekonomi energi nasional. Ini bukan hanya tentang kepentingan industri, tetapi juga tentang bagaimana daerah mampu mengelola sumber dayanya secara lebih produktif, terukur, dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, pembangunan infrastruktur selalu menuntut keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Namun dalam konteks dinamika global saat ini, memperkuat efisiensi logistik dan menjaga daya tarik investasi daerah merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

Jambi tidak boleh berhenti pada potensi. Ia harus bergerak menjadi bagian aktif dari rantai nilai energi yang lebih luas. Dan dalam kerangka itu, jalan khusus batubara adalah salah satu instrumen penting untuk memastikan bahwa transformasi ekonomi tersebut dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan. (*)

Wako Alfin Terima Kunjungan DPD RI dan OJK, Bahas Upaya Pengembangan UMKM

 

Wako Alfin Terima Kunjungan DPD RI dan OJK, Bahas Upaya Pengembangan UMKM

SUNGAI PENUH – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH menerima kunjungan silaturahmi Anggota DPD RI Elviana, M.Si dan Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya di ruang kerja Wali Kota, Selasa (5/5).

Turut hadir Sekretaris Daerah Alpian, SE, MM, Asisten II ,Kadis DPKPP, Kabag,Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya, Kepala Bursa Efek Provinsi Jambi Rena Novita, Direktur Bank Jambi dan Cabang Sungai Penuh Dessi Ervina, serta Kepala PNM Mekar Kota Sungai Penuh Arief Mulyadi.

Baca Juga:

Bupati dan Wabup Kerinci Serahkan 334 SK PNS dilingkup Pemkab Kerinci

Besok Menteri Kesehatan Akan ke Jambi, Kematian Dokter di RSUD KH Daud Arif Ada yang Janggal?

Babak Baru Pealayanan Kesehatan, dr. Rofi Irman Resmi Pimpin RSUD MHA Thalib Sungai Penuh

Pertemuan membahas upaya mendorong kemajuan industri UMKM serta penguatan sinergitas Tim Percepatan Pembangunan Daerah. Diskusi juga menekankan pentingnya pendekatan literasi dan edukasi keuangan bagi pelaku usaha agar lebih adaptif dan berdaya saing.

Wali Kota Alfin menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomi daerah berbasis UMKM.“Kami berharap sinergi ini dapat meningkatkan kapasitas dan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM sehingga mampu berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah,” ujar Wako Alfin.(Adz)

Bupati dan Wabup Kerinci Serahkan 334 SK PNS dilingkup Pemkab Kerinci

 


KERINCI - Penyerahan 334 Surat Keputusan (SK) Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi momen utama dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Kerinci.

Bupati Monadi didampingi Wakil Bupati H. Murison secara langsung menyerahkan SK sekaligus mengambil sumpah/janji PNS, menandai awal pengabdian sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat.

Momentum ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun ASN yang profesional, berintegritas, dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kerinci.

"ASN harus bekerja profesional, jujur, disiplin serta selalu berorientasi pada pelayanan masyarakat" Ujar Bupati Kerinci

Selamat kepada seluruh PNS yang telah menerima SK, jalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.(*adz/adv) 

Kronologis Pria di Jambi Nekat Jual Motor Curian di Facebook, Akhirnya Ditangkap Polisi

Pelaku curanmor (BR) di Jambi Selatan ditangkap setelah mencuri motor yang kuncinya masih tergantung dan sempat menawarkannya di facebook.(Ist)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM – Seorang pria di Kota Jambi nekat mencuri sepeda motor di sebuah warung ayam geprek.

Pelaku bahkan menjual barang curian itu melalui media sosial Facebook tidak lama setelah berhasil membawa kabur kendaraan roda dua itu.

Alih-alih menarik minat pembeli, aksinya justru menarik perhatian sehingga ia ditangkap polisi.

Aksi pencurian sepeda motor (curanmor) itu terjadi di wilayah hukum Polsek Jambi Selatan.

Kapolsek Jambi Selatan, AKP Taroni Zebua, mengungkapkan pelaku berinisial BR (32).

BR, yang mencuri di sebuah warung geprek di Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Ia ditangkap tidak lama setelah kejadian, tepatnya setelah iklan jual motornya di Facebook ia unggah.

Langsung Tancap Gas

Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui telah mempersiapkan alat berupa kunci dan obeng untuk melancarkan aksinya.

“Memang disiapkan obeng untuk jaga-jaga, untuk mencongkel,” ujarnya, saat rilis perkara, Senin (4/5/2026) kemarin.

Namun, saat beraksi, pelaku tidak sempat menggunakan alat tersebut.

BR langsung tancap gas, karena sepeda motor milik korban dalam kondisi kunci masih tergantung di kendaraan.

Polisi menyebut, berdasarkan pengakuan pelaku, aksi pencurian ini merupakan yang pertama kali dilakukan, dengan motif ekonomi.

Jual di Facebook

Setelah berhasil membawa kabur sepeda motor, pelaku sempat menawarkan kendaraan tersebut melalui media sosial Facebook.

Namun, belum ada yang sempat beli, pria 32 tahun itu lebih dulu ditangkap polisi.

“Belum sempat dijual, tapi sudah ditawarkan di Facebook,” tambahnya.

Saat ini, pelaku telah diamankan dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

BR dijerat dengan Pasal 476 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.(*)

(Adz/Sumber: Tribunjambi.com)

Besok Menteri Kesehatan Akan ke Jambi, Kematian Dokter di RSUD KH Daud Arif Ada yang Janggal?

Pasca tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan ke RSUD KH Daud Arif, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dijadwalkan turun langsung ke lokasi pada Rabu (6/5/2026).(Adz/Ist) 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Perkembangan terbaru terkait penanganan kasus dokter internship di Jambi kembali mencuat.

Dua hari setelah tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan ke RSUD KH Daud Arif, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dijadwalkan turun langsung ke lokasi pada Rabu (6/5/2026).

Dilansir dari Tribunjambi.com, menyebutkan, kehadiran Menkes merupakan tindak lanjut dari investigasi atas meninggalnya dokter internship, dr Myta Aprilia Azmy, yang sebelumnya telah ditangani oleh tim Kemenkes.

Baca Juga: Tim Kemenkes Tiba di RSUD Tanjabbar Jambi, Investigasi Meninggalnya dr Myta Aprilia

Sebelumnya, tim dari Kemenkes telah melakukan penelusuran dengan meminta keterangan dari sejumlah pihak, baik di RSUD KH Daud Arif maupun di RSUD Raden Mattaher. Namun, hingga saat ini, hasil atau temuan dari proses tersebut belum disampaikan secara resmi ke publik.

Berdasarkan agenda yang beredar, Budi Gunadi Sadikin dijadwalkan tiba di Jambi sekitar pukul 07.30 WIB dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Sekretaris Daerah Tanjab Barat, Hermansyah, mengungkapkan bahwa rombongan Menkes diperkirakan tiba di Kuala Tungkal sekitar pukul 12.00 WIB dengan pengamanan yang telah dipersiapkan.

“Besok beliau Insyah Allah akan hadir mudahan memberikan perubahan yang positif untuk kita,” ujar Hermansyah, Selasa (5/5/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini pihak pemerintah daerah bersama tim pendamping dari Kemenkes tengah melakukan pengecekan langsung ke lokasi rumah sakit yang akan dikunjungi.

Selain kunjungan lapangan, agenda penting lain yang akan dilakukan adalah penyampaian keterangan resmi kepada publik. Hermansyah memastikan bahwa konferensi pers akan digelar langsung di RSUD KH Daud Arif.

“Iya besok langsung konferensi pers disini, semoga berjalan lancar,” pungkasnya.

10 Pemeriksa Kemenkes Datangi 2 RSUD di Jambi

Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) melakukan pemeriksaan di dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Provinsi Jambi, terkait kematian dr Myta Aprilia Azmy, dokter internship (magang) lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri). 

Pertama, tim Kemenkes mendatangi RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Di sana, mereka melakukan pemeriksaan selama tujuh jam, Senin (4/5/2026).

Lebih dari 10 orang melakukan investigasi terkait meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy (25), dokter lulusan Universitas Sriwijaya yang mengikuti program internship di rumah sakit tersebut.

Pantauan Tribun Jambi, tim Kemenkes telah berada di RSUD pukul 08.12 WIB. Mereka didampingi pihak manajemen rumah sakit. Selain itu, terlihat juga hadir di lokasi pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Jambi, Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri), serta unsur terkait.

Baca Juga: Rapat Investigasi Tim Kemenkes atas Meninggalnya Dokter Myta di RSUD Tanjabbar Jambi, IDI Soroti Jam Kerja Dokter Internship

 Sekira pukul 09.00 WIB, terlihat sejumlah anggota tim langsung menuju aula RSUD, lalu melakukan rapat tertutup dengan pihak terkait.

Setelah rapat sekira 1 jam, tim keluar untuk melakukan pemeriksaan lokasi dr Myta Aprilia Azmy berdinas, di antaranya ruang perawat, ruang instalasi gawat darurat (IGD).

Anggota tim Kemenkes melakukan pemeriksaan selama delapan jam. Sekira pukul 17.00 WIB, mereka keluar ruangan, langsung menuju mobil, membuka pintu mobil, masuk, kemudian langsung meluncur pergi tanpa meninggalkan komentar terkait hasil investigasi.

Satu di antara anggota tim Kemenkes sempat mengatakan, mereka datang sekira 10 orang.

"Lebih dari sepuluh orang yang datang," ujar seorang di antara anggota tim Kemenkes.

Saat belasan wartawan yang menunggu mencoba mewawancarai, dia berkomentar pendek.

"Nanti, ya, nanti, kita sampaikan," ujarnya.

Informasi yang dihimpun Tribun Jambi, tim Kemenkes akan melaporkan hasil investigasi ke Menteri Kesehatan, dan melakukan konferensi pers di Jakarta.

Berdasarkan pantauan Tribun Jambi kemarin sore, tim kemenkes tidak membawa atau mengangkut barang dari RSUD ke dalam mobil. Mereka hanya saja menggali informasi lebih detail.

Periksa Beberapa Pihak

Direktur RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Sahala Simatupang, mengatakan kedatangan tim Kemenkes ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk melakukan pemeriksaan.

"Pemeriksaan, di antaranya jadwal dr Myta Aprilia Azmy berdinas," ujar Sahala Simatupang, Direktur RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal.

Namun, Sahala enggan memaparkan bagaimana jadwal dan waktu kerja dr Myta. Dia menyerahkan keterangan soal itu ke Kemenkes untuk merilis di Jakarta.

"Nanti mereka rilis di Jakarta," ujarnya.

Sahala juga menjelaskan ada beberapa pihak yang diperiksa tim Kemenkes, di antaranya rekan kerja sesama dokter internship, dokter pembimbing, manajemen RSUD.

"Belum ada hasil, kita tunggu dari Kemenkes," lanjut Sahala.

Langsung ke RSUD Raden Mattaher Jambi

Setelah dari RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, tim Kemenkes melanjutkan pemeriksaan di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi di Kota Jambi. 

Pantauan Tribun Jambi, mereka masuk rumah sakit sekira pukul 18.00 WIB.

Selain Kemenkes, pihak dinas kesehatan dan RSUD juga hadir di sana.

Beberapa satpam rumah sakit tampak berjaga di meja resepsionis.

Mereka memasuki ruangan Direktur RSUD Raden Mattaher, lalu melakukan pertemuan secara tertutup.

Penjelasan Paman Myta

Sebelumnya, dr Myta Aprilia Azmy (25) mengembuskan napas terakhir di ruang ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang pada Jumat (1/5) pukul 11.20 WIB

Dokter muda itu diduga jadi korban beban kerja berlebih saat bertugas di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Informasi yang dihimpun Media, dr Myta kondisinya drop saat berada di Kuala Tungkal. 

Dia sempat dirawat di RSUD Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjabbar, selama 1 hari, kemudian dibawa ke RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi dan dirawat 3 hari, kemudian dibawa ke rumah sakit di Sumatera Selatan dan dirawat di sana sebelum 5 hari, kemudian akhirnya meninggal dunia.

Paman almarhumah, dr Febri, dalam sesi wawancara mendalam (podcast) bersama Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post (Tribun Network), mengungkap tabir di balik hari-hari terakhir keponakannya. Myta dikenal sebagai sosok pendiam dan berdedikasi tinggi.

Namun, di balik diamnya, tersimpan beban tugas tinggi. 

"Saat seleksi internship, Myta dinyatakan fit. Hasil rontgen toraks bersih, laboratorium normal. Dia berangkat dalam kondisi sehat tanpa riwayat penyakit paru," tegas dr. Febri.

Namun, memasuki Maret 2026, kondisi fisik Myta mulai rontok. 

Berdasarkan temuan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri), Myta sempat curhat kepada rekan-rekannya bahwa jadwal jaganya sangat padat.

"Dia sempat mengeluh jaganya padat sekali. Dia sakit sesak, demam, dan batuk sejak Maret. Sempat berobat mandiri dan membaik, tapi satu minggu kemudian kambuh lagi. Saturasinya drop di bawah 90, bahkan menyentuh 80 persen saat masih di Jambi," tutur dr Febri dengan nada getir.

Tragisnya, meski kondisi fisik sudah memberi sinyal bahaya, Myta dikabarkan tetap harus menjalankan tugas jaga malam dalam kondisi demam tinggi dan sesak napas.

Myta yang sejatinya sedang menanti waktu untuk pulang ke rumah orang tuanya di OKU Selatan (OKUS) setelah masa tugasnya berakhir, justru pulang dalam peti jenazah. 

Bukan Kejadian Pertama

Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof Dr dr Muhammad Irsan Saleh, M.Biomed, menyampaikan pihak fakultas sangat kehilangan sekaligus prihatin atas peristiwa yang terjadi.

"Kami sangat berduka atas kepergian dr. Myta, yang merupakan alumni FK Unsri. Sebagai institusi tempat beliau menempuh pendidikan dokter, kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian itu," kata Prof Irsan saat dikonfirmasi Tribunsumsel, Senin (4/5). 

Pihak FK Unsri mendorong agar dilakukan investigasi menyeluruh terhadap peristiwa tersebut. Hal itu dinilai penting sebagai langkah evaluasi dalam pelaksanaan program internship dokter maupun dokter gigi, terutama terkait aspek perlindungan, keamanan, dan kesehatan peserta selama menjalani tugas.

Menurut Irsan, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa kasus sebelumnya, meskipun dengan narasi berbeda. 

Persoalan utama yang muncul, tetap berkaitan dengan minimnya perlindungan terhadap peserta internship.

Dorong Investigasi

Ia juga menyoroti posisi peserta internship yang dinilai berada dalam “ruang abu-abu”.

Mereka tidak lagi berstatus mahasiswa di fakultas kedokteran, namun di sisi lain mungkin juga belum menjadi anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), tempat mereka bernaung dan mendapat advokasi terhadap permasalahan di saat internsip. 

"Sebagai langkah preventif, FK Unsri mengimbau seluruh dokter yang baru dilantik agar segera bergabung dengan Ikatan Alumni (IKA) FK Unsri serta mendaftarkan diri sebagai anggota IDI," Pesannya. 

Menurutnya, hal ini diharapkan dapat memberikan dukungan kelembagaan dan perlindungan yang lebih baik bagi para dokter muda, khususnya selama menjalani masa internship.

Bacaan Lainnya:

Babak Baru Pealayanan Kesehatan, dr. Rofi Irman Resmi Pimpin RSUD MHA Thalib Sungai Penuh

Pihak fakultas berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama agar sistem pendidikan dan penugasan dokter di Indonesia dapat terus diperbaiki, sehingga menjamin keselamatan dan kesejahteraan para tenaga medis di masa mendatang.

Di akhir pernyataannya, Dekan juga mendoakan agar amal ibadah almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan segala dosa serta kesalahannya diampuni. 

(Editor: Aldie Prasetya | Sumber: Tribunjambi.com)

Babak Baru Pealayanan Kesehatan, dr. Rofi Irman Resmi Pimpin RSUD MHA Thalib Sungai Penuh

dr. Rofi Resmi Pimpin RSUD MHA Thalib Sungai PenuhKolase – Wakil Wali Kota Azhar Hamzah Melantik Pejabat Administrator.(ist)

SUNGAI PENUH – Harapan baru bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kota Sungai Penuh kini mulai bersemi. Pemerintah Kota secara resmi menunjuk pimpinan baru untuk dua rumah sakit daerah guna memastikan warga mendapatkan perawatan medis yang lebih baik dan manusiawi.

Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, memimpin langsung prosesi pelantikan ini di Ruang Pola Kantor Walikota pada Senin (04/05/2026) malam. Dalam agenda tersebut, beliau memberikan amanah kepada:

dr. Rofi Irman sebagai Direktur Utama RSUD MHA Thalib.

Sementara itu, mantan Direktur RSU MHA Thalib, Debi Zartika, dimutasi menjadi Direktur RSUD H Bakri. Sedangkan jabatan Kabid Keuangan dan Perencanaan kini dipercayakan kepada Afriantoni, SH., MH.

Baca Juga: Tim Kemenkes Tiba di RSUD Tanjabbar Jambi, Investigasi Meninggalnya dr Myta Aprilia

Azhar Hamzah menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini merupakan langkah strategis yang telah mengikuti koordinasi bersama BKN dan aturan perundang-undangan yang berlaku. Namun, lebih dari sekadar urusan birokrasi, beliau menekankan pentingnya aspek kemanusiaan dalam bertugas.

“Kami menitipkan pesan agar saudara-saudara bekerja dengan tulus. Teruslah berinovasi agar visi Sungai Penuh Juara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Azhar Hamzah.

Pemerintah Kota menaruh harapan besar pada manajemen baru ini. Fokus utama ke depan bukan hanya soal administrasi, melainkan bagaimana menciptakan kenyamanan bagi pasien dan keluarga yang sedang berjuang mencari kesembuhan.

Baca Juga: Rapat Investigasi Tim Kemenkes atas Meninggalnya Dokter Myta di RSUD Tanjabbar Jambi, IDI Soroti Jam Kerja Dokter Internship

Wakil Wali Kota meminta para direktur baru segera membenahi sistem manajemen internal. Targetnya jelas: RSUD harus memberikan pelayanan prima sehingga tidak ada lagi masyarakat yang merasa kesulitan saat membutuhkan bantuan medis.

“Perbaiki manajemen dan tingkatkan kepedulian terhadap pasien. Kita ingin seluruh warga terlayani dengan sangat baik,” tambahnya di hadapan para asisten, staf ahli, dan kepala OPD yang hadir.

Dengan semangat baru ini, RSUD MHA Thalib dan RSUD H. Bakri diharapkan akan siap bertransformasi menjadi garda terdepan kesehatan yang lebih responsif dan ramah bagi seluruh masyarakat. (Red)

Rapat Investigasi Tim Kemenkes atas Meninggalnya Dokter Myta di RSUD Tanjabbar Jambi, IDI Soroti Jam Kerja Dokter Internship

Tim Kemenkes RI menggelar rapat bersama tim RSUD KH Daud Arif, usai dokter internship bernama Myta Aprilia Azmy meninggal saat bertugas.(ist) 

KUALA TUNGKAL - Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) datang ke RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi untuk melakukan investigasi terkait meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy.

Tim datang ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada Senin (4/5/2026) pagi.

Tampak mereka masuk Aula RSUD untuk melakukan rapat dengan Management RSUD serta pihak terkait secara tertutup.

Baca Juga: Tim Kemenkes Tiba di RSUD Tanjabbar Jambi, Investigasi Meninggalnya dr Myta Aprilia

Setelah melakukan rapat mereka melakukan pemeriksaan dimana tempat dr Myta Aprilia Azmy berdinas diantaranya ruang perawat, IGD serta sejumlah tempat lainnya.

Salah seorang tim Kemenkes saat diminta keterangan meminta jurnalis untuk bersabar karena tim sedang melakukan pemeriksaan.

"Nanti ya," katanya singkat.

Sebelumnya, kabar duka datang dari dunia medis. dr Myta Aprilia Azmy dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026) di ruang ICU Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dr Myta sempat berada dalam kondisi kritis saat menjalani perawatan intensif.

Kondisinya disebut telah memburuk sebelum akhirnya dirujuk ke Palembang.

Ia diketahui sedang menjalani masa internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal. 

Sejumlah informasi menyebutkan bahwa sebelum kritis, dr Myta tetap menjalankan tugas meski dalam kondisi kesehatan yang menurun.

Dugaan adanya tekanan kerja atau kelelahan menjadi sorotan, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait hal tersebut.

IDI Soroti Jam Kerja Dokter Internship

INVESTIGASI - Tim Kemenkes RI menyambangi RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Tanjabbar, Jambi sejak pagi sekitar pukul 8.12 WIB, Senin (4/5/2026). Kedatangan tim kemenkes ini terkait kematian dokter internship. (ist)

Kemudian, Slamet mengatakan pihaknya mengusulkan adanya hak cuti bagi dokter magang. 

"Kalau kemarin itu kan dokter internship sakit, kalau dia cuti sakit, dia harus mengganti, sehingga kebanyakan dokter internship ini belum sembuh dia kepengin tetap kerja atau tidak mau cuti lagi karena akan mengganti. Akibatnya fatal sehingga mereka sakitnya akan tambah parah," tuturnya. 

Lebih lanjut, Slamet menuturkan pihaknya juga mengusulkan biaya hidup atau gaji untuk dokter magang bisa lebih layak. 

Pihaknya juga menyarankan waktu magang dipercepat, yakni maksimal 6 bulan. Selama magang tersebut, harus ada pengawasan yang melekat terhadap dokter magang.

Slamet karena itu merekomendasikan adanya pengawasan lebih ketat dari Dinas Kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia.

Terkait kasus dokter Myta, Slamet menyebut sebenarnya selama ini sudah ada regulasi yang mengatur tentang dokter magang, tetapi regulasinya perlu disempurnakan, salah satunya mengenai hak cuti.

"Dia satu tahun hanya diberi hak cuti 4 hari. Kalau dia sakit, tidak ada hak cuti sakit sehingga kalau dokter internship ini sakit, dia penginnya kerja saja karena takut mengganti, karena enggak ada hak cuti," katanya. 

Bacaan Lainnya: Varial Adi Putra Eks Kadis dan Dua Rekannya Resmi Ditahan, Kasus Korupsi DAK Pendidikan Jambi

Ia pun menyinggung mengenai fenomana pihak rumah sakit yang menganggap dokter magang sebagai pekerja. Menurutnya, anggapan itu salah. 

Slamet menuturkan dokter magang harus didampingi dokter yang ada di rumah sakit tersebut. Sebab, dokter magang bukanlah pekerja utama.

Slamet menegaskan kasus dokter Myta menjadi tamparan keras untuk dunia kesehatan, terutama bagi Kementerian Kesehatan agar segera mengubah regulasinya sehingga ke depannya kasus serupa tidak terjadi lagi.

Ia juga mendorong sanksi bagi tempat dokter Myta magang jika nantinya ditemukan pelanggaran sesudah investigasi dilakukan. (Adz) 


Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs