Rindu Nahdlatul Ulama di Zaman Gusdur, Meski Kadang Terkesan Kontroversial namun Penuh Hikmah

Gus Dur, Tokoh NU yang 'Asing' bagi Nahdliyin...

Membaca judul di atas, mungkin terasa aneh karena Gus Dur merupakan sosok yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU), baik secara biologis maupun ideologis. Namun, demikianlah Cendekiawan Muslim Fachry Ali menulis tentang sosok Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 1984-1989 itu dalam sebuah kolom di Majalah Tempo edisi 25 November 1989, “Seorang Asing di Tengah NU”.

Dari segi silsilah, Gus Dur mewarisi darah pendiri dan pucuk pimpinan NU. Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, kakek Gus Dur dari ayah, merupakan pendiri sekaligus Rais Akbar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), sedangkan kakek dari garis ibunya, KH Bisri Syansuri, adalah Rais ‘Aam PBNU. Belum lagi ayahnya, KH Abdul Wahid Hasyim, yang juga pernah dipercaya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Umum PBNU.

Sementara itu, jika kita melihat Gus Dur dari sisi silsilah keguruan, ia pernah mengenyam pendidikan di sejumlah pesantren, seperti Pondok Pesantren Tegalrejo yang diasuh KH Chudlori dan Pondok Pesantren Tambakberas yang didirikan leluhurnya. Belum lagi masa kecilnya yang memang tumbuh di tengah pesantren, yaitu Pondok Pesantren Tebuireng dan Pondok Pesantren Denanyar.

Sekalipun demikian, Gus Dur adalah tokoh NU yang 'asing' di tengah komunitas Nahdliyin. Hal ini tidak lain karena berbagai pandangannya yang terbilang kontroversial dan terlampau berbeda dengan pandangan para kiai di lingkungan NU sendiri. Gagasan, ide, serta respons atas berbagai peristiwa yang terjadi kerap membuat geger.

Tak pelak, para kiai enggan hanya bisik-bisik membicarakan sosok cucu dari pendiri organisasi yang amat mereka cintai itu, sekaligus juga pemimpinnya. Mereka pun menentukan jadwal bersama untuk bertabayun, klarifikasi atas sejumlah pernyataan Gus Dur yang dianggap bersimpangan dengan apa yang selama ini mereka yakini dengan sepenuh hati. Dalam bahasa yang sedikit peyoratif dan menyudutkan dalam berbagai media, Gus Dur ‘disidang’ para kiai.

PRIBUMISASI ISLAM

Fachry dalam tulisannya tersebut menyebut sejumlah gagasan kontroversial Gus Dur. Salah satunya adalah pribumisasi Islam. Pandangan ini tidak lepas dari apa yang ditanyakan oleh para kiai kepada tokoh NU yang dianggap sebagai pentolannya kaum muda itu.

Terkait pribumisasi Islam, KH Bashori Alwi meminta Gus Dur untuk memberikan penjelasan secara konsepsional. Hal itu disampaikan dalam sebuah majelis yang digelar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Kiai Bashori menyampaikan bahwa dalam sebuah buku yang ditulis oleh seorang dari London, termuat persimpangan pandangan antara Amin Rais dan Gus Dur.

Amin Rais ingin mengislamkan Indonesia, sedangkan Gus Dur ingin mengindonesiakan Islam. Peristiwa itu disebut oleh Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Imron Hamzah sebagai acara tafahum, atau saling pengertian. Diskusi ini termuat dalam Majalah Aula edisi Desember 1995.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Dur menjelaskan bahwa hal yang dimaksud dari pribumisasi Islam adalah pemberlakuan ajaran Islam tidak harus menunggu negara, tetapi dilakukan oleh rakyat berdasarkan pendidikan dari ulama.

Di sini, ulamalah yang mendidik rakyat untuk dapat melakukan ajaran Islam tanpa harus menunggu ajaran tersebut diformalisasikan dalam bentuk Undang-Undang. Melalui jalan ini, meskipun terbilang lama, masyarakat akan melaksanakan ajaran Islam secara sukarela.

Gus Dur juga mengutip sebuah kaidah, al-‘adah muhakkamah, adat bisa dijadikan landasan hukum. Pertanyaannya, mana yang dijadikan landasan hukum itu? Gus Dur sendiri yang menjawabnya, yaitu yang sesuai dengan syariat.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Dur juga mengulas, bahwa Amin Rais berpikiran untuk mengislamkan Indonesia adalah membuat ajaran Islam sebagai hukum formal menjadi UU. Dalam jangka panjang, kata Gus Dur, yang dilakukan Amin Rais adalah mengubah UUD 1945.

KESAL TAPI BANGGA

Rais ‘Aam PBNU 1984-1991 KH Achmad Shiddiq mengaku terang-terangan bahwa ia kesal dengan Gus Dur, tetapi sekaligus bangga. “Meski hati ini kesal, saya bangga,” katanya sebagaimana dikutip Majalah Tempo edisi 25 November 1989.

Saat menjelang Muktamar ke-29 NU di Krapyak itu, Kiai Achmad Shiddiq sendiri mengungkapkan pengakuannya atas kecerdasan Gus Dur sehingga amat disayangkan jika ia tidak lagi terpilih sebagai ketua umum PBNU. “Cuma, saya kasihan kalau ketuanya bukan Gus Dur. Sebab, ide-idenya belum bisa terealisir. Padahal, ia cerdas, brilian,” kata ulama asal Jember, Jawa Timur itu.

Ketika ditanya soal Gus Dur yang dinilai kerap berpendapat aneh, Kiai Achmad Shiddiq menjawab bahwa ia memahami pemikiran Gus Dur. Ia sendiri kerap berkontak, baik secara langsung ketika Gus Dur datang menghadapnya, atau tidak bertatap muka melalui surat atau telepon.

“Saya bisa memahami pemikiran Gus Dur. Sebagai budayawan, wawasannya luas. Saya bangga. Memang, ada ulama yang menyayangkan, ketua ketoprak kok mimpin NU. Saya katakan, dilihat dari sudut NU, memang, begitu. Tapi, secara nasional, ini menguntungkan,” jelas Kiai Achmad.(***)

BPC HIPMI Kerinci 2025-2028 Resmi Dilantik, Ini Jajaran Pengurusnya!

Pelantikan BPC HIPMI Kerinci 2025-2028. (mpc) 

Kerinci, Merdekapost.com – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kerinci resmi dilantik oleh Ketua DPD HIPMi Provinsi Jambi 

Acara Pelantikan bertempat di Balairung Hotel Grand Kerinci dilaksanakan pada Jum'at Malam yang dimulai pukul 20.00 WIB hingga selesai

Ketua BPD HIPMI Jambi Fadhillah Hasrul hadir bersama beberapa pengurus DPD HIPMI Provinsi Jambi dan juga didampingi oleh para ketua BPC HIPMI Kabupaten/Kota Se Provinsi Jambi

Fadhillah Hasrul melantik beberapa nama yang telah ditetapkan sebelumnya dan dibacakan langsung sesuai dengan SK di cap dan ditandatangani. (terlampir) 

Dalam sambutannya, Fadhillah menyampaikan apresiasi atas kinerja BPC HIPMI Kerinci selama periode kepengurusan sebelumnya. Dirinya juga menekankan pentingnya peran HIPMI Kerinci sebagai wadah bagi para pengusaha muda lokal untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan Kabupaten Kerinci.

"Kepengurusan baru ini hendaknya berjalan progresif dengan program kerja yang relevan dan berdampak positif bagi peningkatan kapasitas anggota, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi di Kerinci

"HIPMI harus menjadi garda terdepan dalam mencetak pengusaha-pengusaha tangguh yang siap menghadapi tantangan global. saya yakin Kepengurusan ini mampu membawa HIPMI Kerinci ke tingkat yang lebih tinggi, sesuai dengan tema 'The Next Level Entrepreneur'," ujar Ketum BPD HIPMI Jambi.

Sementara itu. Bupati Kerinci Monadi, S.Sos, M.Si tampak hadir dalam acara Pelantikan ini, dan menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya Muscab yang berlangsung dengan lancar dan telah terbentuk kepengurusan baru yang dilantik malam ini

"atas nama pemerintah daerah Kerinci kami menyampaikan apresiasi atas peran HIPMI dalam pembangunan Kabupaten Kerinci selama ini".

"harapan kami HIPMI Kerinci terus menciptakan entrepreneur-enterpreneur muda yang bisa diandalkan untuk berkolaborasi didalam pembangunan Kabupaten Kerinci demi meningkatkan perekonomian daerah"

"Saya atas nama pribadi dan atas nama Bupati Kerinci mengucapkan selamat kepada Ketua Sdr.Anuga Andiska beserta jajaran Pengurus Baru yang dilantik malam ini, Mari kita bersama-sama membangun Kerinci". Pungkas Monadi 

Acara kemudian dilanjutkan dengan serah terima jabatan (Pataka) dari Ketua periode sebelumnya Angga Pradana kepada Ketua Baru Anugra Andiska. 

Berikut Surat Keputusan DPD HIPMI Provinsi Jambi tentang Susunan Pengurus BPC HIPMI Kerinci Masa Bhakti 2025-2028:







(Merdekapost.com / adz/ali)

Event Lari Alam "Kerinci Highland Trail Run" Siap Mengguncang Kayu Aro Kerinci Jambi!

Kerinci Highland Trail Run Siap Mengguncang Kayu Aro Kerinci Jambi.(ist)

Merdekapost.com, Kerinci – Event lari alam paling bergengsi di Kabupaten Kerinci segera digelar. Kerinci Highland Trail Run 2025 siap menghentak di Kayu Aro pada Minggu, 14 Desember 2025, dengan menampilkan tantangan lintasan berkelas di kaki Gunung Kerinci.

Tahun ini, event semakin spesial dengan hadirnya Tabola Bale sebagai Special Guest Star. Sosok yang tengah digandrungi anak muda tersebut akan ikut memeriahkan suasana melalui performa panggung yang energik, membuat suasana semakin meriah dan penuh semangat.

Kegiatan ini diinisiasi dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Kerinci, serta berbagai komunitas pecinta olahraga trail. Beragam kategori lomba siap dipertandingkan, mulai dari 5K, 10K, hingga 21K, yang dapat diikuti oleh peserta dari berbagai daerah.

Selain menikmati keindahan alam Kayu Aro, para pelari juga berkesempatan meraih total hadiah dan doorprize menarik yang telah disiapkan panitia.

Baca Juga: HIPMI Kerinci Sukses Gelar Musyawarah Cabang IV, Dihadiri Langsung Ketua Umum HIPMI Provinsi Jambi

Event ini juga diramaikan dengan berbagai fasilitas pendukung lomba seperti jersey resmi, medali finisher, serta layanan race yang memadai.

Panitia mengajak seluruh masyarakat, terutama pencinta olahraga dan wisata alam, untuk meramaikan agenda besar ini.

Kerinci Highland Trail Run 2025 bukan sekadar lomba lari, tetapi pesta kolaborasi antara olahraga, hiburan, dan kebanggaan daerah.

Ayo siapkan langkah terbaikmu, ajak sahabat dan keluarga, dan jadilah bagian dari sejarah trail run terbesar di Kabupaten Kerinci.(*)

Kejari Sarolangun Bongkar Mega Korupsi Pupuk dan SPJ Fiktif, Negara Dirugikan Rp 2,2 Miliar

Kejari Sarolangun Bongkar Mega Korupsi Pupuk dan SPJ Fiktif, Negara Dirugikan Rp 2,2 Miliar.(ist)

SAROLANGUN, MERDEKAPOST.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sarolangun berhasil membongkar dua kasus dugaan tindak pidana korupsi besar yang merugikan negara hingga miliaran rupiah. 

Dua kasus tersebut melibatkan dugaan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) fiktif di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) dan penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani, Jumat (12/12/2025).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sarolangun, Rolly Manampiring, mengungkapkan bahwa tim penyidik telah menetapkan satu tersangka, inisial DN, dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan anggaran tahun 2021 di DP3A.

Baca Juga:

DPD Tani merdeka Indonesia Bungo : Progam cetak sawah di Bungo terancam gagal mintak penegak hukum turun tangan

Modus operandi yanb membuat laporan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) fiktif terkait penggunaan anggaran tahun 2021.

Kerugian Negara berdasarkan hasil penghitungan Inspektorat Provinsi Jambi, total kerugian negara mencapai Rp 346 juta lebih.

Status hukum tersangka DN telah ditahan selama 20 hari di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Sarolangun.

Selain kasus di DP3A, Kejari Sarolangun juga menahan tersangka inisial HY atas dugaan tindak pidana korupsi penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Kecamatan Sarolangun untuk tahun anggaran 2021-2022.

Kerugian Negara audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jambi menemukan kerugian negara yang jauh lebih besar, yakni mencapai Rp 1,9 miliar lebih.

Modus operandi Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sarolangun, Bambang Harmoko, menjelaskan bahwa modus yang dilakukan HY adalah dengan membuat Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) fiktif dan formulir penebusan yang juga fiktif.

Baca Juga:

HIPMI Kerinci Sukses Gelar Musyawarah Cabang IV, Dihadiri Langsung Ketua Umum HIPMI Provinsi Jambi

“Secara aturan, penyaluran pupuk ini RDKK dibuat oleh kelompok tani, cuma yang jadi permasalahan kelompok tani tidak pernah mengajukan kebutuhan RDKK,” ujar Bambang.

Status hukum tersangka HY juga telah ditahan di Rutan Kelas IIB Sarolangun selama 20 hari untuk kepentingan penyidikan.

Kajari Rolly Manampiring menegaskan bahwa penahanan terhadap kedua tersangka ini merupakan langkah awal dalam proses hukum untuk memastikan pertanggungjawaban atas kerugian negara yang ditimbulkan. Pihak Kejaksaan berkomitmen untuk menuntaskan kedua perkara korupsi ini hingga ke meja hijau.(adz)

HIPMI Kerinci Sukses Gelar Musyawarah Cabang IV, Dihadiri Langsung Ketua Umum HIPMI Provinsi Jambi

HIPMI Kerinci Sukses Gelar Musyawarah Cabang IV, Dihadiri Langsung Ketua Umum HIPMI Provinsi Jambi.adz)

Kerinci, Merdekapost.com – Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kerinci sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) IV di Balairung Hotel Grand Kerinci pada hari Jumat, 12 Desember 2025. Acara penting ini menjadi momentum konsolidasi organisasi dan perumusan program kerja ke depan, dengan mengusung tema "The Next Level Entrepreneur".

Muscab IV BPC HIPMI Kerinci mendapat kehormatan dengan kehadiran dan partisipasi langsung dari Ketua Umum HIPMI Provinsi Jambi beserta jajaran pengurus. Kehadiran Ketum BPD HIPMI Jambi ini menunjukkan dukungan penuh serta sinergi antara pengurus tingkat provinsi dan kabupaten dalam memajukan perekonomian daerah melalui peran pengusaha muda.

Dalam sambutannya, Ketua Umum BPD HIPMI Jambi menyampaikan apresiasi atas kinerja BPC HIPMI Kerinci selama periode kepengurusan sebelumnya. Beliau juga menekankan pentingnya peran HIPMI Kerinci sebagai wadah bagi para pengusaha muda lokal untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan Kabupaten Kerinci.

"HIPMI harus menjadi garda terdepan dalam mencetak pengusaha-pengusaha tangguh yang siap menghadapi tantangan global. Muscab ini adalah ajang untuk melakukan evaluasi, merumuskan strategi, dan memilih pemimpin yang mampu membawa HIPMI Kerinci ke tingkat yang lebih tinggi, sesuai dengan tema 'The Next Level Entrepreneur'," ujar Ketum BPD HIPMI Jambi.

Acara Muscab IV ini diisi dengan berbagai agenda penting, yaitu:

  • Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus BPC HIPMI Kerinci periode sebelumnya.
  • Pembahasan dan penetapan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta program kerja baru.
  • Pemilihan Ketua Umum BPC HIPMI Kerinci periode 2025-2028.

Diharapkan, Muscab IV ini dapat menghasilkan kepemimpinan yang progresif serta program kerja yang relevan dan berdampak positif bagi peningkatan kapasitas anggota, penciptaan lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi di Kerinci.(Ali)

Catatan Dahlan Iskan: Ujung Zulfa

Pj Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa usai ditetapkan dalam Pleno PBNU.(ist)

Jalan musyawarah itu buntu. Upaya merukunkan mereka juga kandas. Konflik di NU menuju ujung: jabatan ketua umum diisi oleh penjabat (Pj).

Berarti ''pemecatan'' Gus Yahya Cholil Staquf sebagai ketua umum PBNU dianggap final.

Penjabat ketua umum itu adalah orang yang selama ini sudah menjabat wakil ketua umum: KH Zulfa Mustofa. Selama ini Kiai Zulfa berada di urutan pertama dalam daftar para wakil ketua umum –tiga orang.

Anda sudah tahu: yang memberhentikan Gus Yahya adalah Rais Aam PB NU KH Miftachul Akhyar. Yang mengangkat pejabat ketua umum juga KH Miftachul Akhyar.

Jabatan rais aam syuriah memang punya wewenang yang besar di PBNU. Tapi Kiai Akhyar jarang tampil. Ia sering mewakilkan ke Prof Dr Mohammad Nuh DEA, wakilnya di syuriah.

Saya istilahkan konflik NU sudah sampai di ujung karena ini: para pengurus di PB NU bisa menerima putusan rois syuriah itu. Konflik akan meruncing kalau, misalnya, para wakil ketua umum tidak ada yang mau diangkat jadi pejabat ketua umum. Apalagi kalau mereka pilih mundur dari kepengurusan.

Sampai tulisan ini saya buat dalam penerbangan dari Bali tadi malam, belum satu pun pengurus PBNU yang menyatakan mundur. Artinya mereka bisa menerima dipimpin pejabat ketua umum Kiai Zulfa Mustofa.

Mengapa bukan jalan islah (damai) yang ditempuh?

"Islah bisa terjadi kalau ada sengketa antarpihak. Ini bukan sengketa. Ini sanksi," ujar Prof Mohammad Nuh, ketua dewan syuriah Nahdlatul Ulama. Maksudnya, Gus Yahya diberhentikan sebagai sanksi. Ia dianggap bersalah –yang kadar kesalahannya memenuhi syarat diberhentikan oleh rais aam.

Apa kesalahannya?

Saya tidak tahu. Anda juga tidak tahu. Yang tahu adalah rais aam dan para wakilnya. Bahwa konon ada soal Israel dan tambang batu bara itu kan sifatnya rumor.

Menurut Prof Nuh --mantan Mendikbud dan mantan Menkominfo-- rais aam sudah pernah bertemu secara khusus dengan Gus Yahya. Hanya mereka dua orang. Tanggal 17 November 2025. Lalu sekali lagi dua hari setelah itu.

Tentu kita tidak tahu apa yang dibicarakan. Yang kita tahu: dua-tiga hari kemudian muncullah putusan memberhentikan Gus Yahya.

Tentu Gus Yahya tidak bisa menerima keputusan itu: apa gunanya muktamar kalau rais aam bisa mengambil putusan sejauh itu.

Tapi Gus Yahya tidak mungkin melawan keputusan tersebut kalau sekjen PBNU masih dijabat Gus Ipul --Saifullah Yusuf, kini menjabat menteri sosial. Prof Nuh adalah salah satu anggota tim yang penting ketika mensos mendapat tugas membangun sekolah untuk anak termiskin di desa-desa: Sekolah Rakyat.

Maka Gus Yahya, yang masih merasa sebagai ketua umum, memberhentikan Gus Ipul sebagai sekjen. Lalu mengangkat sekjen baru: Dra Amin Said Husni, mantan bupati Bondowoso.

Langkah Gus Yahya itu dinilai ''mbalelo'' pada keputusan rais aam syuriah. Maka dilakukanlah sidang pleno syuriah - tanfidiyah PBNU: Selasa malam kemarin. Tempatnya: di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta. Menteri Agama KH Prof Nasaruddin Umar dikabarkan hadir --pertanda ke mana arah ujung konflik ini. Di situlah diputuskan mengangkat penjabat ketua umum PBNU: KH Zulfa Mustofa.

Yang diangkat pun bersedia. Kiai Zulfa mengatakan siap memimpin PBNU. Dalam pidato penerimaan jabatan itu Kiai Zulfa menilai dirinya sebagai ''Al Fakir'' yang mendapat amanah memimpin NU.

Publik belum banyak kenal nama Zulfa Mustofa --kecuali enam bulan terakhir. Itu berkat potongan-potongan ceramah agamanya yang viral di medsos. Terutama saat Zulfa melantunkan salawat Nabi dalam berbagai irama.

Misalnya ada salawat bernada lagu India Kuch kuch hotahe". Suara Kiai Zulfa sendiri cukup merdu. Lalu ia lantunkan salawat dengan irama lagu Sunda 'Manuk Dadali'.

Di Riau irama salawatnya lagu melayu ''fatwa pujangga'. Bahkan ia bisa melantunkan salawat dalam irama lagu lama Mandarin yang masih tetap top: 男儿当自强 – Nán Ér Dāng Zì Qiáng. Di Indonesia lagu itu terkenal dengan sebutan Wong Fei Hong --sebagai lagu film tahun 1991 Once Upon a Time in China.

Kiai Zulfa juga sering ceramah di forum Muhammadiyah. Ia tidak ingin ada kesalahpahaman antara orang NU dan orang Muhammadiyah. "Kita harus mendukung kalau  Muhammadiyah banyak membangun rumah sakit," ujar Zulfa. "Orang NU bisa membantu dengan cara menjadi pasiennya," tambahnya melucu.

Kiai Zulfa juga terus menyuarakan moderasi. Dalam hal ini ia mirip dengan ketua umum PBNU sebelum Gus Yahya: Prof Dr KH Said Aqil Sirodj. Mereka sangat Gus Dur.

Kelebihan Kiai Zulfa dari Gus Yahya adalah penguasaan ilmu agamanya. Juga cara pendekatannya yang membumi. Humor-humornya khas humor orang kecil. Jauh dari sikap elitis.

Kiai Zulfa masih keponakan KH Ma'ruf Amin, mantan rais aam yang juga mantan wakil presiden Republik Indonesia. Ia masih kerabat ulama besar masa lalu Kiai Nawawi Al Bantani dari Banten. Lalu diambil menantu oleh kiai penting di Tegal.

Pekerjaan berikutnya adalah minta pengesahan dari pemerintah –menteri hukum. Lalu berbekal pengesahan itu ia bisa berkantor di gedung PBNU sembilan lantai di Jalan Kramat Raya Jakarta.

Yang terberat: memutuskan siapa yang akan menjadi partner untuk mengerjakan tambang batu bara milik NU di Bontang seluas 25.000 hektare itu. Bisa saja konflik lagi menanti.(Dahlan Iskan)

DPD Tani merdeka Indonesia Bungo : Progam cetak sawah di Bungo terancam gagal mintak penegak hukum turun tangan

DPD Tani Merdeka Bungo menyoroti dan menyampaikan kritik keras terkait mandeknya program cetak sawah yang hingga kini tidak menunjukkan progres di Kabupaten Bungo.(ali/mpc) 

BUNGO, MERDEKAPOST.COM - DPD Tani Merdeka Bungo menyoroti dan menyampaikan kritik keras terkait mandeknya program cetak sawah yang hingga kini tidak menunjukkan progres di Kabupaten Bungo. 

Program yang sejak awal dijanjikan sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan justru berubah menjadi proyek yang tidak jelas arah maupun hasilnya.

Cetak sawah di Kabupaten Bungo total seluas 261 hektare dengan perincian di Lubuk Kayu Aro (Ds Lubuk Kayu Aro : 109,78  ha) baru di kerjakan kisaran 18 hektare. Rantau Pandan (113,07 ha) baru di kerjakan  2  hektare, Ds Rambah : (39,11 Ha) yang dikelola Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP) Provinsi Jambi tahun 2025, kini berada di ujung kegagalan.

Baca Juga: KH Said Aqil Siroj: 5 Bahaya Besar Jika NU nekat jadi 'Penambang"

Minimnya progres, tidak adanya transparansi, lemahnya pengawasan, hingga sikap bungkam kontraktor menimbulkan gelombang kecurigaan publik terhadap pelaksanaan program bernilai puluhan miliar rupiah dengan target rampung akhir 2025, realisasi di lapangan justru memprihatinkan.

DPD Tani Merdeka Bungo menilai stagnasi ini bukan sekadar persoalan teknis. Ini adalah bukti adanya kelemahan struktural—mulai dari perencanaan, koordinasi, hingga akuntabilitas anggaran. 

Sementara dana publik terus terserap, petani tidak menerima manfaat apa pun. Program cetak sawah yang seharusnya memperkuat basis produksi pangan justru menambah kebingungan dan ketidakpastian.

“Kami tidak bisa menerima proyek kosong yang hanya hidup di atas kertas.Petani Bungo menunggu hasil, Kami meminta Kementan mengevaluasi secara total program cetak sawah yang ada di bungo, Jangan biarkan anggaran terserap sementara progress sangat minim. Ini bukan sekadar kelalaian, ini kegagalan yang tidak boleh dibiarkan,” tegas Indra, Ketua DPD Tani Merdeka Bungo.

Baca Juga: Penemuan Mayat Pria 63 Tahun Membusuk di Rumah, Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Kekerasan

DPD Tani Merdeka Bungo mendesak Kementerian Pertanian untuk melakukan evaluasi menyeluruh, membuka laporan penggunaan anggaran secara transparan, serta menindak semua pihak yang bertanggung jawab atas mandeknya program ini. Kami menolak program yang hanya indah dalam presentasi tetapi hampa di lapangan.

Ketua DPD Tani Merdeka Bungo menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dibangun dengan retorika. Petani membutuhkan tindakan nyata dan hasl nyata, bukan janji yang terus diulang tanpa realisasi. Kondisi ini makin memperkuat dugaan bahwa Proyek tidak dikelola profesional,Koordinasi antar instansi lemah, Pengawasan konsultan tidak berjalan, Perencanaan lokasi diragukan sejak awal. Proyek yang seharusnya meningkatkan swasembada malah dinilai berubah menjadi beban anggaran yang tidak menghasilkan.

“Kami meminta dengan sangat dengan kementan untuk mengevaluasi program cetak sawah di kab. Bungo” tutupnya.(Ali)

KH Said Aqil Siroj: 5 Bahaya Besar Jika NU nekat jadi 'Penambang"

MERDEKAPOST.COM - KH Said Aqil Siroj Mantan Ketum PBNU dua periode merinci bahwa ada 5 bahaya besar jika NU nekat jadi "penambang".

Menurut Kiyai 5 bahaya itu adalah:

  1. Konflik Internal: Bikin pengurus saling sikut.
  2. Polarisasi Kader: Warga NU di bawah jadi terbelah.
  3. Citra Buruk: Muncul persepsi negatif di mata publik (Ormas agama kok ngeruk bumi?)
  4. Bisnis Berisiko: Organisasi bisa tergelincir ke ranah bisnis yang penuh intrik, melupakan tugas suci.
  5. Lupa Tugas Utama: Urusan Pendidikan, Dakwah, dan Kesehatan jadi terbengkalai gara-gara sibuk urus izin tambang.

Kyai Said mengingatkan kembali ke khittah (garis perjuangan) NU.

Beliau menegaskan bahwa kemajuan warga Nahdliyin tidak ditentukan oleh seberapa banyak nikel atau batu bara yang digali.

"Keberkahan NU itu dari ketulusan, dari amanah, dari keilmuan. bukan dari proyek tambang," ujarnya makjleb.

Menurutnya, NU lebih baik fokus mencetak manusia unggul lewat pesantren dan beasiswa daripada sibuk mengelola alat berat di lokasi tambang.

Kesimpulannya, usulan Kiai Said ini adalah "rem darurat".

Beliau ingin menyelamatkan "Rumah Besar Umat" agar tidak berubah fungsi menjadi "PT Pertambangan Nahdlatul Ulama" yang penuh kegaduhan.(*)

Pemkab Kerinci Umumkan Seleksi Terbuka 6 JPT Pratama

Pemkab Kerinci Umumkan Seleksi Terbuka JPT Pratama.(doc/ilustrasi)

Kerinci, Merdekapost.com – Pemerintah Kabupaten Kerinci resmi membuka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama Tahun 2025 untuk mengisi sejumlah jabatan kepala dinas yang saat ini kosong. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kerinci, Suhatril, Rabu (10/12/2025).

Seleksi terbuka ini dilaksanakan sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 jo. PP 17 Tahun 2020, serta PermenPAN-RB Nomor 15 Tahun 2019.

“Seleksi ini terbuka bagi seluruh PNS di pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, termasuk PNS Pemprov Jambi, yang memenuhi syarat dan siap mengikuti kompetisi secara transparan dan profesional,” ujar Suhatril.

Kepala BKPSDM Kerinci Suhatril, juga menegaskan bahwa pansel berhak menggugurkan peserta apabila terbukti memberikan data atau keterangan yang tidak benar.

“Kami berharap para pelamar dapat menyiapkan berkas dengan lengkap, mengikuti seluruh tahapan seleksi, serta menjaga integritas. Pengisian jabatan ini sangat penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan Kabupaten Kerinci,” ungkap Suhatril.

Sebagai informasi, terdapat enam jabatan pimpinan tinggi pratama yang dilelang:

1. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah;

2. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan;

3. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;

4. Kepala Dinas Pendidikan;

5. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga;

6. Kepala Dinas Lingkungan Hidup.

Adapun Jadwal Seleksi:

Pengumuman pendaftaran

10–24 Desember 2025.

Pendaftaran & penerimaan berkas

10–24 Desember 2025.

Pemeriksaan administrasi & rekam jejak

24–25 Desember 2025.

Pengumuman hasil administrasi

25 Desember 2025.

Penulisan makalah

26 Desember 2025.

Wawancara

27–28 Desember 2025.

Assessment Center

30–31 Desember 2025.

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui website BKPSDM Kerinci, ASN Karier BKN, atau dengan menghubungi sekretariat pansel.

Miris, Warga Meninggal di Renah Pemetik Jenazah Terpaksa Ditandu, Kondisi Jalan Kembali Jadi Sorotan

Kerinci, Merdekapost.com - Peristiwa memilukan kembali terjadi di pedalaman Kabupaten Kerinci. Warga Renah Pemetik harus melakukan perjalanan panjang dengan berjalan kaki sambil menandu jenazah salah seorang tokoh adat Semurup, alm. Tamrin Idris, untuk dibawa ke Semurup dan dimakamkan secara layak. 

Tidak adanya akses kendaraan akibat kerusakan parah jalan utama membuat warga tidak memiliki pilihan selain mengandalkan gotong-royong.

Puluhan warga tampak bergiliran mengangkat tandu melewati medan berat berupa jalan berbatu, berlumpur, dan licin. Perjalanan itu membutuhkan tenaga ekstra dan waktu berjam-jam, menciptakan pemandangan yang menggugah rasa iba sekaligus kemarahan publik terhadap buruknya kondisi infrastruktur daerah tersebut.

Seorang tokoh masyarakat menuturkan bahwa persoalan jalan Renah Pemetik sudah bertahun-tahun menjadi keluhan warga. Menjelang tahun politik, janji perbaikan selalu disampaikan, namun realisasi tidak pernah benar-benar terwujud. Warga merasa hanya menjadi objek janji tanpa perhatian nyata dari pihak berwenang.

Peristiwa tandu jenazah ini menyoroti betapa pentingnya keberadaan jalan yang layak di wilayah pedalaman. Akses Renah Pemetik merupakan jalur utama untuk kebutuhan vital masyarakat, mulai dari ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, hingga situasi darurat seperti pemulangan jenazah. Kerusakan yang dibiarkan terlalu lama membuat kehidupan warga semakin terpinggirkan.

Masyarakat berharap pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Provinsi Jambi segera mengambil langkah cepat, terukur, dan berkelanjutan untuk memperbaiki akses tersebut. Mereka tidak ingin kejadian memilukan seperti ini kembali terulang dan berharap fasilitas dasar di daerah terpencil mendapat perhatian yang setara dengan wilayah lain.(adz)

PS Binhar Tebat Ijuk Juara Bupati Kerinci Cup 2025

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Turnamen sepak bola paling bergengsi di Kabupaten Kerinci akhirnya menemukan juara. PS. Binhar (Bintang Harapan) dari Desa Tebat Ijuk Depati Tujug sukses mengunci gelar Bupati Cup Kerinci 2025 setelah mengalahkan PS. Bunga Tanjung lewat drama panjang adu penalti yang menegangkan, Selasa, 09 Desember 2025.

Pertandingan final yang digelar di Lapangan Sigegar Bumi Siulak Panjang itu berlangsung luar biasa sengit sejak menit awal. Dua tim dengan karakter permainan berbeda tampil habis-habisan demi mengangkat trofi paling bergengsi di Kerinci tersebut. Sorak-sorai suporter memenuhi stadion, menciptakan atmosfer panas yang tak pernah reda sepanjang pertandingan.

 90 Menit Tanpa Gol

Sejak kick-off, Kedua kesebelasan saling jual beli serangan. keteganganpun terjadi di antara penonton. tensi pertandingan semakin meningkat. Adu fisik dan duel udara sering terjadi, namun wasit tetap mampu menjaga jalannya pertandingan dengan tegas. Hingga turun minum, skor tetap 0–0.

Babak kedua berjalan lebih keras. Kedua tim saling beradu serangan, bahkan beberapa kali peluang emas tercipta—namun penyelamatan cemerlang dari kedua kiper membuat gol sulit terjadi. Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada satu pun gol yang bersarang, memaksa laga dilanjutkan ke adu penalti.

Drama Adu Penalti 

Adu penalti menjadi momen yang paling menegangkan bagi ribuan pasang mata yang berlangsung hingga 17-an kali tendangan. Namun akhirnya PS. Binhar yang tampil sebagai pemenang setelah penendang terakhir (ke-17) Bunga Tanjung gagal menuntaskan tugasnya. Skor akhir penalti ditutup dengan kemenangan tipis Binhar (11-12 Pen.).

Kiper PS. Binhar menjadi pahlawan setelah melakukan satu penyelamatan krusial yang mengubah jalannya adu tos-tosan tersebut. Sementara seluruh pemain Binhar langsung berhamburan merayakan kemenangan begitu penendang terakhir mereka berhasil menaklukkan kiper lawan.

Kemenangan ini menjadi catatan manis bagi PS. Binhar yang tampil konsisten sepanjang turnamen. Dukungan penuh masyarakat Tebat Ijuk yang memadati stadion menambah emosional momen kemenangan tersebut.

“Ini bukan sekadar kemenangan, ini hasil kerja keras pemain, ofisial, dan dukungan luar biasa dari masyarakat Tebat Ijuk. Mental anak-anak sangat luar biasa,” ujarnya.

Di sisi lain, PS. Bunga Tanjung tetap mendapat apresiasi tinggi karena tampil luar biasa hingga partai final dan memberikan perlawanan sengit.

Dengan berakhirnya laga final ini, Bupati Cup Kerinci 2025 secara resmi ditutup. Panitia mengapresiasi seluruh klub yang berpartisipasi dan berharap kompetisi tahun depan bisa berlangsung lebih meriah dan profesional.

PS. Binhar pulang dengan kepala tegak sebagai juara baru Bupati Cup Kerinci, membawa kebanggaan besar bagi Desa Tebat Ijuk dan menorehkan sejarah di dunia sepak bola Kerinci.(*)

Penemuan Mayat Pria 63 Tahun Membusuk di Rumah, Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Kekerasan

KERINCI, Merdekapost.com – Warga Desa Pondok Siguang, Tanjung Pauh Hilir, Kecamatan Danau Kerinci Barat, dikejutkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia yang telah meninggal dunia di dalam rumahnya, Senin (08/12/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Korban diketahui bernama Lukman bin Saidina (63), seorang petani yang tinggal seorang diri.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh adik kandung korban, Habib bin Saifina (58), yang datang untuk mengantar makanan sore. Sesampainya di rumah sang kakak, Habib merasa curiga karena pintu kamar terkunci dari dalam. Aroma menyengat yang keluar dari celah pintu membuatnya semakin khawatir.

Karena tidak ada respons, Habib akhirnya mendobrak pintu kamar. Di dalamnya, ia menemukan Lukman telah meninggal dunia dalam kondisi tubuh membusuk dan dipenuhi belatung. Temuan tersebut langsung membuat warga sekitar berdatangan dan melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.

BACA JUGA: Warga Pondok Siguang Heboh Bau Menyengat, Ternyata Sumbernya Jenazah Lukman Ditemukan Setelah Berhari-hari Tak Terurus

Sekitar pukul 17.00 WIB, tim gabungan Satreskrim Polres Kerinci, Unit Identifikasi, dan Polsek Danau Kerinci tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas memeriksa kamar korban, posisi tubuh, serta kondisi sekitar rumah.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan baik pada tubuh korban maupun di lokasi kejadian. Barang-barang di rumah juga dipastikan dalam keadaan utuh dan tidak ada indikasi tindak pidana.

Keterangan keluarga menguatkan dugaan bahwa korban meninggal karena sakit. Selama dua bulan terakhir, Lukman diketahui kerap mengeluh sakit kepala dan beberapa kali tidak keluar rumah.

Kasat Reskrim Polres Kerinci menyampaikan bahwa keluarga korban telah membuat surat pernyataan resmi menolak proses visum maupun autopsi. Mereka menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak akan menuntut proses hukum lebih lanjut.

“Atas permintaan keluarga, jenazah diserahkan untuk dimakamkan. Polisi telah melakukan pemeriksaan saksi dan memastikan tidak ada indikasi tindak pidana,” ujar Kasat Reskrim.

Setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah dibawa untuk dimakamkan oleh pihak keluarga dibantu warga sekitar. Situasi di Desa Pondok Siguang dilaporkan aman dan kondusif.

Kematian Lukman menjadi pengingat bagi warga sekitar akan pentingnya perhatian terhadap tetangga atau kerabat yang tinggal sendiri, terutama para lansia yang mengidap penyakit tertentu.(*)

Pidsus Kejari Sungai Penuh Terbaik Se-Provinsi Jambi, Selamatkan Uang Negara Hampir Rp 8 Miliar

SUNGAIPENUH, MERDEKAPOST.COM — Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Sungai Penuh meraih peringkat pertama capaian kinerja se-wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Jambi sepanjang 2025. Penghargaan itu di umumkan di Jambi, Senin, (08/12/2025).

Kepala Seksi Pidsus Kejari Sungai Penuh, Yogi Purnomo, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jaksa dan penyidik. “Ini bukan akhir, melainkan dorongan untuk terus bekerja profesional dan berintegritas,” kata Yogi.

Sepanjang 2025, Pidsus Kejari Sungai Penuh menangani 4 penyelidikan, 14 penyidikan, 13 pra-penuntutan, 11 penuntutan, serta 5 eksekusi perkara tindak pidana korupsi. Dari rangkaian perkara tersebut, Kejari Sungai Penuh mencatat penyelamatan keuangan negara sebesar Rp 7,95 miliar.

Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Robi Harianto S., menilai prestasi itu mencerminkan komitmen institusinya dalam penegakan hukum yang berdampak langsung bagi publik. “Angka penting, tapi yang utama adalah keadilan dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Dengan capaian tersebut, Kejari Sungai Penuh tercatat sebagai salah satu satuan kerja dengan kinerja terbaik dalam penanganan tindak pidana korupsi di Provinsi Jambi. Ke depan, kejaksaan berkomitmen memperkuat sinergi antarpenegak hukum dan meningkatkan kualitas penanganan perkara.(ali)

Warga Pondok Siguang Heboh Bau Menyengat, Ternyata Sumbernya Jenazah Lukman Ditemukan Setelah Berhari-hari Tak Terurus

Warga Pondok Siguang Tanjung Pauh Hilir  Heboh ada Bau Menyengat, Ternyata Sumbernya dari Jenazah Lukman yang Ditemukan Setelah Berhari-hari Tak Terurus.(adz/ist)

Kerinci, Merdekapost.com – Warga Pondok Siguang, Desa Tanjung Pauh Hilir, Kecamatan Danau Kerinci Barat, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria yang sudah membusuk di dalam rumah, Senin (8/12/2025) sore.

Peristiwa itu pertama kali diketahui warga setelah mencium bau busuk menyengat dari rumah yang dihuni oleh Lukman (63) bersama adiknya, Siti Asiah, yang diketahui mengalami gangguan jiwa.

Menurut keterangan warga, bau tidak sedap tersebut sudah tercium sejak beberapa hari terakhir, namun baru pada Senin sore warga memberanikan diri mengecek sumber bau.

“Bau busuk menyengat dari rumah itu. Setelah dicek, ternyata jenazah Lukman sudah beberapa hari meninggal dunia,” ujar salah seorang warga.

Camat Danau Kerinci Barat, Noverman Nurdin, saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa almarhum selama ini tinggal berdua bersama adiknya yang memiliki keterbatasan.

“Benar, beliau sakit dan tinggal hanya berdua di rumah. Kondisi adiknya juga mengalami gangguan kejiwaan, sehingga tidak bisa melapor saat Lukman meninggal,” kata Camat.

Baca Juga: Dua Korban Mobil Masuk Jurang di Muara Hemat Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa

Sementara itu, Kapolres Kerinci AKBP Arya Tesa Brahmana melalui Kasat Reskrim Very, menyampaikan mendapat informasi tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan, dan pemeriksaan awal.

“Mendapat informasi anggota langsung menuju TPK,”Ungkap Kasat.

Hingga berita ini ditulis, belum diketahui secara pasti penyebab kematian almarhum. Namun dugaan sementara, Lukman meninggal karena sakit yang dideritanya dan tidak mendapatkan penanganan, mengingat kondisi adiknya yang tidak mampu meminta pertolongan.(adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs