Wacana Pilkada Lewat DPRD Resmi Terkubur, MK Ketok Palu Kepala Daerah Tetap Dipilih Rakyat!

Mahkamah Konstitusi (MK) memastikan mekanisme pemilihan kepala daerah di Indonesia tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat.(iST)

JAKARTA, MERDEKAPOST.COM - Mahkamah Konstitusi (MK) memastikan mekanisme pemilihan kepala daerah di Indonesia tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat. Kepastian tersebut disampaikan dalam putusan yang menolak permohonan uji materi terhadap ketentuan dalam Undang-Undang Pilkada yang mengatur pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota.

Putusan itu dibacakan Ketua MK, Suhartoyo, dalam sidang pengucapan Putusan Nomor 195/PUU-XXIV/2026 di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (29/6). Dalam amar putusannya, Mahkamah menyatakan permohonan para pemohon tidak dapat diterima.

"Hal ini dengan berpedoman pada asas-asas pemilu yang berlaku secara umum dengan tetap mengakui dan menghormati satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau bersifat istimewa," ujar Suhartoyo.

Dalam pertimbangannya, Mahkamah menyatakan para pemohon tidak dapat membuktikan adanya kerugian hak konstitusional, baik yang bersifat aktual maupun potensial, akibat berlakunya norma yang diuji. Oleh karena itu, permohonan dinilai tidak memenuhi syarat untuk dikabulkan.

MK juga merujuk pada sejumlah putusan sebelumnya, yakni Putusan Nomor 072/PUU-II/2004, Putusan Nomor 073/PUU-II/2004, Putusan Nomor 69/PUU-XXII/2024, serta Putusan Nomor 110/PUU-XXII/2025 sebagai dasar pertimbangan hukumnya.

Permohonan uji materi diajukan oleh empat mahasiswa, yakni Vendy Setiawan, Lala Komalawati, Susi Lestari, dan Afifah Nabila Putri. Mereka meminta Mahkamah memberikan penegasan terhadap frasa "secara langsung dan demokratis" yang tercantum dalam Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2020.

Para pemohon menyampaikan bahwa permohonan tersebut dilatarbelakangi munculnya kembali wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah dari pemilihan langsung oleh rakyat menjadi melalui DPRD. Menurut mereka, perubahan tersebut berpotensi mengurangi prinsip kedaulatan rakyat yang selama ini diwujudkan melalui pilkada langsung.

Mereka juga berpendapat bahwa rumusan Pasal 1 angka 1 UU Pilkada masih dapat ditafsirkan secara berbeda sehingga berpotensi menjadi celah bagi perubahan sistem demokrasi lokal tanpa melalui perubahan konstitusi.

Namun, dengan putusan tersebut, Mahkamah menegaskan bahwa mekanisme pemilihan kepala daerah tetap mengacu pada sistem pemilihan langsung oleh rakyat sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.(ADZ) 

Tiba di Medan Hadiri Rakernas APEKSI 2026, Wako Alfin Siap Serap Inovasi untuk Sungai Penuh

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., didampingi Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns., tiba Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6/2026), untuk mengikuti rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026.(Ist)

MEDAN – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., didampingi Ketua TP PKK Kota Sungai Penuh, Sri Kartini Alfin, S.Kep., Ns., tiba di Bandara Internasional Kualanamu, Medan, Sumatera Utara, Selasa (30/6/2026), untuk mengikuti rangkaian kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026.

Kehadiran Wali Kota Sungai Penuh bersama rombongan menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam memperkuat kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah kota di seluruh Indonesia. Melalui forum nasional ini, para kepala daerah akan bertukar pengalaman, berbagi inovasi, serta merumuskan langkah strategis guna mendorong pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Wawako Azhar Hamzah Apresiasi Pandangan Fraksi DPRD pada Paripurna Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Rakernas XVIII APEKSI Tahun 2026 dipusatkan di Kota Medan dengan mengusung tema "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat". Kegiatan tersebut diikuti oleh para wali kota dari seluruh Indonesia untuk membahas berbagai isu strategis, mulai dari tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga penguatan pembangunan daerah.

Wali Kota Alfin mengatakan, keikutsertaan Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam Rakernas APEKSI menjadi kesempatan penting untuk memperluas kerja sama antardaerah sekaligus menyerap berbagai inovasi yang dapat diterapkan di Kota Sungai Penuh.

Baca Juga: Semarak HUT Bhayangkara ke-80, Polres Kerinci Hadirkan Fasilitas Air Bersih bagi Warga Desa Sungai Jernih

"Rakernas APEKSI menjadi momentum bagi kami untuk belajar, bertukar pengalaman, serta membangun sinergi dengan pemerintah kota lainnya. Berbagai gagasan dan inovasi yang diperoleh nantinya akan kami jadikan referensi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mempercepat pembangunan di Kota Sungai Penuh demi kesejahteraan masyarakat," ujar Alfin.

Selama mengikuti Rakernas, Wali Kota Alfin dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda penting, seperti sidang pleno, forum diskusi, dan kegiatan kolaborasi antarkepala daerah. Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap keikutsertaan dalam forum nasional tersebut dapat menghasilkan kerja sama yang lebih luas serta melahirkan berbagai terobosan untuk mendukung kemajuan daerah.(*adz)

Semarak HUT Bhayangkara ke-80, Polres Kerinci Hadirkan Fasilitas Air Bersih bagi Warga Desa Sungai Jernih

 

Merdekapost.com – Dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polres Kerinci kembali menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat. Kali ini, jajaran Polres Kerinci menyerahkan bantuan material untuk pembuatan instalasi fasilitas air bersih bagi warga Desa Sungai Jernih, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, pada Senin (29/06/2026).

​Kegiatan peresmian dan penyerahan bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kerinci, AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H., didampingi oleh Waka Polres, para Kabag, Kasat, serta dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sungai Jernih, Rudi Hartono, beserta perangkat desa setempat.

​Dalam keterangannya, Kapolres Kerinci menekankan bahwa program penyediaan akses air bersih ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Ia berharap, dukungan fasilitas ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.

​"Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini kami maknai dengan memberikan kontribusi yang benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, sekaligus menjadi upaya Polri dalam mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Desa Sungai Jernih," ujar Kapolres.

​Sementara itu, Kepala Desa Sungai Jernih, Rudi Hartono, mewakili seluruh warga, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada keluarga besar Polres Kerinci. Ia mengungkapkan bahwa selama ini masyarakat sangat membutuhkan dukungan fasilitas untuk mengatasi hambatan akses air bersih.

​"Mewakili masyarakat Desa Sungai Jernih, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Kerinci dan jajaran. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari. Semoga Polri semakin jaya dan terus dicintai oleh rakyat," ucap Rudi.

​Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 11.10 WIB tersebut berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif. Program ini menjadi bukti konkret bahwa Polri, khususnya Polres Kerinci, terus berupaya hadir sebagai solusi bagi permasalahan di tengah masyarakat – Dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026, Polres Kerinci kembali menunjukkan komitmen nyata dalam memberikan pelayanan dan kepedulian kepada masyarakat. Kali ini, jajaran Polres Kerinci menyerahkan bantuan material untuk pembuatan instalasi fasilitas air bersih bagi warga Desa Sungai Jernih, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, pada Senin (29/06/2026).

​Kegiatan peresmian dan penyerahan bantuan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Kerinci, AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H., didampingi oleh Waka Polres, para Kabag, Kasat, serta dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sungai Jernih, Rudi Hartono, beserta perangkat desa setempat.

​Dalam keterangannya, Kapolres Kerinci menekankan bahwa program penyediaan akses air bersih ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Ia berharap, dukungan fasilitas ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga.

​"Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini kami maknai dengan memberikan kontribusi yang benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat membantu warga dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari, sekaligus menjadi upaya Polri dalam mendukung peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di Desa Sungai Jernih," ujar Kapolres.

​Sementara itu, Kepala Desa Sungai Jernih, Rudi Hartono, mewakili seluruh warga, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada keluarga besar Polres Kerinci. Ia mengungkapkan bahwa selama ini masyarakat sangat membutuhkan dukungan fasilitas untuk mengatasi hambatan akses air bersih.

​"Mewakili masyarakat Desa Sungai Jernih, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolres Kerinci dan jajaran. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dalam pemenuhan kebutuhan air bersih sehari-hari. Semoga Polri semakin jaya dan terus dicintai oleh rakyat," ucap Rudi.

​Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 11.10 WIB tersebut berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif. Program ini menjadi bukti konkret bahwa Polri, khususnya Polres Kerinci, terus berupaya hadir sebagai solusi bagi permasalahan di tengah masyarakat. (*)

Kronologi Penangkapan Oknum ASN Ditjenpas Jambi: Berawal dari 'Kicauan' Kurir Ekstasi

ILUSTRASI: Kronologi Penangkapan Oknum ASN Ditjenpas Jambi: Berawal dari 'Kicauan' Kurir Ekstasi.

JAMBI, MERDEKAPOST.COM – Tabir gelap peredaran narkotika skala besar yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial RB (46) akhirnya terbongkar secara berantai. 

Penangkapan Kepala Bidang Pelayanan dan Pembinaan Kanwil Ditjenpas Jambi ini menyisakan kronologi yang mengejutkan.

Sebab posisinya terendus justru setelah polisi mendengarkan "nyanyian" dari seorang kurir di lapangan.

Kini, RB telah resmi dijatuhi sanksi administratif berupa pemberhentian sementara dari jabatannya oleh kementerian terkait akibat keterlibatan dalam bisnis haram ini.

Kronologi Awal: Penggerebekan Lemari di Kelurahan Eka Jaya

Penyelidikan intensif ini bermula saat Tim Opsnal Subdit I Ditresnarkoba Polda Jambi menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya dugaan transaksi mencurigakan di Lorong Sepakat, RT 29, Kelurahan Eka Jaya, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi. 

Petugas kemudian bergerak melakukan intaian taktis selama beberapa hari di sekitar lokasi.

Pada 22 April 2026, polisi melakukan penggerebekan di sebuah rumah di kawasan tersebut dan mengamankan seorang pria berinisial RE (48). 

Penggeledahan pun dilakukan ke seluruh sudut ruangan.

Baca Juga: Ditresnarkoba Polda JambiTangkap 3 Pelaku Narkoba, Salah satunya ASN, 536 Butir Pil Ekstasi Diamankan 

Petugas akhirnya menemukan sebuah tas belanja yang sengaja disembunyikan di dalam lemari ruang tengah.

Setelah diperiksa, tas tersebut berisi tiga bungkus pil ekstasi merek Kerang dan satu bungkus merek Marvell dengan total 536 butir. 

Selain ratusan pil haram, polisi juga menyita timbangan digital, plastik klip, kartu ATM, serta satu unit sepeda motor Honda Supra.

Efek Domino Nyanyian Kurir yang Menyeret sang Kabid

Awal mula keterlibatan oknum pejabat mulai terkuak saat RE diinterogasi di tempat. 

Dari hasil pemeriksaan, kurir berinisial RE tersebut "bernyanyi" dan mengaku mendapatkan ratusan butir pil ekstasi itu dari rekannya yang berinisial BW (44).

Polisi langsung bergerak melakukan pengembangan dan memburu keberadaan BW. 

Petugas berhasil menciduk BW tanpa perlawanan saat dirinya tengah bersembunyi di rumah mertuanya di kawasan Jalan Marsda Abdul Rahman Saleh, Kecamatan Jambi Selatan.

Operasi tidak berhenti di sana. Setelah diinterogasi secara mendalam, BW kembali mengeluarkan nyanyian yang jauh lebih mengejutkan bagi penyidik. 

Ia blak-blakan menyebutkan bahwa seluruh pasokan narkotika jenis ekstasi itu dikendalikan dan bersumber langsung dari RB, yang merupakan pejabat aktif di Kanwil Ditjenpas Jambi.

Berdasarkan informasi krusial tersebut, Tim Opsnal langsung melakukan pengejaran cepat. 

Petugas akhirnya berhasil meringkus RB secara dramatis saat oknum ASN tersebut sedang berada di sebuah kafe di kawasan Jalan H. Adam Malik, Kecamatan Jambi Selatan.

Komitmen Lintas Instansi dan Pendalaman Jaringan

Dirresnarkoba Polda Jambi, Kombes Pol Dewa Made Palguna, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan pandang bulu dan akan terus mendalami asal-usul barang bukti guna memburu kemungkinan adanya jaringan pemasok yang lebih besar.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menyatakan menghormati sepenuhnya proses hukum yang berjalan dan mendukung langkah tegas kepolisian dalam membersihkan aparatur negara dari jerat narkoba. 

Saat ini, ketiga tersangka berserta barang bukti telah diamankan di Mapolda Jambi untuk penyidikan lebih lanjut.

Ringkasan Berita:

  • Oknum ASN Ditjenpas Ditangkap Polisi
  • Kasus pengedaran ekstasi oknum pejabat Jambi terungkap berantai melalui nyanyian kurir.
  • Awal mula penangkapan terjadi saat polisi menggerebek RE di sebuah rumah di Eka Jaya.
  • Petugas menemukan 536 butir pil ekstasi yang disembunyikan di dalam lemari ruang tengah.
  • RE bernyanyi menyeret BW, yang kemudian membuka asal-usul barang dari oknum pejabat RB.
  • RB akhirnya diringkus polisi di sebuah kafe dan kini resmi dinonaktifkan sementara dari jabatannya.

DISCLAIMER

Berita ini bersifat informasi dan tidak bermaksud untuk menyinggung pihak manapun, melainkan sebagai bentuk penyampaian informasi publik.

Peringati Harganas ke-33, Monadi: Perkuat Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak

Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Monadi: Keluarga adalah Fondasi Kemajuan Bangsa

Kerinci, Merdekapost.com - Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si. memimpin Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Lapangan Kantor Bupati Kerinci, Senin (29/6).

Melalui momentum Harganas yang mengusung tema "Ayah Wajib Hadir" Pemerintah Kabupaten Kerinci mengajak seluruh keluarga untuk memperkuat peran orang tua dalam mendidik, melindungi, dan mendampingi tumbuh kembang anak. 

Kehadiran ayah dan ibu yang utuh menjadi kunci lahirnya generasi sehat, cerdas, dan berkarakter.

Baca Juga: Rangkaian Kenduri Sko Enam Luhah Berlanjut, Pergelaran Seni Budaya Luhah Datuk Singarapi Puteah Meriahkan Tradisi Hang Lahaek

Program Secanting 

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting kepada 10 keluarga sasaran berisiko stunting sebagai bentuk nyata komitmen Pemkab Kerinci dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Mari mulai dari keluarga, karena keluarga yang kuat akan melahirkan Kerinci yang maju dan Indonesia yang hebat.(*adz)

Ditresnarkoba Polda JambiTangkap 3 Pelaku Narkoba, Salah satunya ASN, 536 Butir Pil Ekstasi Diamankan

ILUSTRASI: Polisi Tangkap Seorang ASN di Kafe Jambi Karena Kasus Narkotika

MERDEKAPOST.COM | JAMBI - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi berhasil mengamankan tiga tersangka kasus penyalahgunaan narkotika dengan barang bukti sebanyak 536 butir pil ekstasi.

Ketiga tersangka tersebut masing-masing berinisial RB (46), RE (48), dan BW (44).

Berdasarkan informasi yang diterima, RB diketahui merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, membenarkan penangkapan tersebut.

"Ya, benar," ujarnya pada Senin (29/6/2026).

Kasus ini terungkap setelah Tim Opsnal Subdit I Ditresnarkoba Polda Jambi menerima informasi masyarakat terkait dugaan transaksi narkotika di wilayah Kota Jambi.

Informasi itu diterima pada 18 April 2026, yang menyebut adanya aktivitas transaksi narkotika di Lorong Sepakat, RT 29, Kelurahan Eka Jaya, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi.

Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan, petugas akhirnya melakukan penggerebekan pada Rabu, 22 April 2026 sekitar pukul 14.30 WIB dan menangkap tersangka RE di sebuah rumah di lokasi tersebut.

Saat penggeledahan berlangsung, polisi menemukan sebuah tas belanja yang tersimpan di lemari ruang tengah.

Di dalamnya terdapat tiga bungkus pil ekstasi merek Kerang dan satu bungkus pil ekstasi merek Marvell dengan jumlah total 536 butir.

Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba, seperti kantong plastik, timbangan digital, telepon genggam, hingga perlengkapan lainnya.

Dari hasil pemeriksaan, RE mengaku mendapatkan pil ekstasi tersebut dari BW.

Berdasarkan pengakuan itu, polisi kemudian melakukan penangkapan terhadap BW di rumah mertuanya yang berada di kawasan Jalan Marsda Abdul Rahman Saleh, Kecamatan Jambi Selatan.

Pengembangan kasus terus dilakukan setelah BW mengaku memperoleh barang haram tersebut dari RB.

Tidak lama berselang, RB berhasil diamankan petugas saat berada di sebuah kafe di kawasan Jalan H Adam Malik, Kecamatan Jambi Selatan.

Hasil penyelidikan mengungkap bahwa RB merupakan ASN aktif di Kanwil Ditjenpas Jambi.

Selain menangkap ketiga tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain berupa paket pil ekstasi, timbangan digital, beberapa unit telepon genggam, kartu ATM, kantong plastik, tas belanja, hingga satu unit sepeda motor Honda Supra.

Saat ini seluruh tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolda Jambi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Ditjenpas Jambi Beri Sanksi

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi turut memberikan tanggapan atas dugaan keterlibatan salah satu ASN mereka dalam kasus tersebut.

Oknum ASN berinisial RB (46) diketahui telah dijatuhi sanksi pemberhentian sementara.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menegaskan pihaknya menghormati dan mendukung sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan.

"Sikap institusi sangat jelas. Kami mendukung penuh proses hukum secara terbuka dan kooperatif. Tidak ada upaya untuk menutupi ataupun menghalangi jalannya pemeriksaan yang dilakukan oleh aparat penegak hukum," ungkapnya, dalam keterangan yang diterima pada Senin (29/6/2026).

Irwan menjelaskan, pihaknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap pegawai yang bersangkutan hingga adanya putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap.

Meski demikian, sebagai langkah administratif, RB telah diberhentikan sementara dari statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil selama proses hukum berlangsung sesuai aturan yang berlaku.

Selain itu, Kanwil Ditjenpas Jambi menyatakan akan memperkuat langkah pencegahan melalui pembinaan mental, penguatan integritas, peningkatan pengawasan internal, serta edukasi bahaya narkotika kepada seluruh pegawai.

Sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Ditjenpas Jambi juga menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

"Tidak ada ruang kompromi bagi setiap pegawai yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

"Kami ingin memastikan lingkungan kerja tetap bersih, profesional, dan berintegritas. Pencegahan serta pengawasan akan terus kami perkuat agar kejadian serupa tidak terulang," ujarnya.

(Aldie Prasetya | Merdekapost.coom)

Wawako Azhar Hamzah Apresiasi Pandangan Fraksi DPRD pada Paripurna Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Wawako Azhar Hamzah Apresiasi Pandangan Fraksi DPRD pada Paripurna Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, mengapresiasi pandangan umum yang disampaikan seluruh fraksi DPRD Kota Sungai Penuh dalam Rapat Paripurna pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Senin (29/6/2026).

Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang DPRD Kota Sungai Penuh itu menjadi bagian dari tahapan pembahasan Raperda sebelum memasuki proses pembahasan lanjutan dan pengambilan keputusan.

Turut hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Daerah Alfian, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari Polres Kerinci dan Kodim 0417/Kerinci, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah tamu undangan.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian pimpinan DPRD membuka rapat secara resmi. Selanjutnya, masing-masing fraksi menyampaikan pandangan umum terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Sungai Penuh Tahun Anggaran 2025.

Fraksi Sampaikan Masukan dan Rekomendasi

Dalam pandangan umumnya, setiap fraksi menyampaikan berbagai masukan, saran, kritik, serta rekomendasi yang dinilai penting untuk menyempurnakan substansi Raperda. Seluruh masukan tersebut akan menjadi bahan pembahasan bersama antara DPRD dan Pemerintah Kota Sungai Penuh pada tahapan berikutnya.

Pemkot Siap Tindak Lanjuti Masukan DPRD

Menanggapi pandangan fraksi-fraksi, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah menyampaikan penghargaan kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD atas masukan yang diberikan. Menurutnya, pandangan umum tersebut mencerminkan sinergi yang baik antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Azhar menegaskan Pemerintah Kota Sungai Penuh akan mempelajari seluruh saran, kritik, dan rekomendasi yang disampaikan sebagai bahan evaluasi sekaligus penyempurnaan Raperda.

Ia juga mengapresiasi komitmen DPRD yang terus menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran secara optimal. Menurutnya, kolaborasi yang harmonis antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi fondasi penting dalam melahirkan kebijakan yang berkualitas serta mampu mendorong percepatan pembangunan daerah.

"Dengan semangat kebersamaan dan sinergi yang terus terjalin, kami optimistis pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dapat berjalan dengan baik serta menghasilkan keputusan yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Kota Sungai Penuh," ujar Azhar Hamzah.

Rangkaian Kenduri Sko Enam Luhah Berlanjut, Pergelaran Seni Budaya Luhah Datuk Singarapi Puteah Meriahkan Tradisi Hang Lahaek

Sekda Alfian hadiri Rangkaian Kenduri Sko Enam Luhah Berlanjut, Pergelaran Seni Budaya Luhah Datuk Singarapi Puteah Meriahkan Tradisi Hang Lahaek.(Ist)

Sungai Penuh -  Rangkaian kegiatan menjelang pelaksanaan Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh yang akan digelar pada 4–5 Juli 2026 terus berlangsung. Pada Minggu (28/6/2026) malam, giliran Luhah Datuk Singarapi Puteah Sunge Pnoh menggelar malam Pergelaran Seni dan Budaya bertajuk "Tradisi Hang Lahaek".

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Kota Sungai Penuh, Wali Kota Sungai Penuh yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Alpian, S.E., M.M., jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Lembaga Adat Enam Luhah Sungai Penuh, Lembaga Adat Pondok Tinggi, para ninik mamak, Depati Nan Betujuh, tokoh masyarakat, cendekiawan, serta anak jantan dan anak batino Enam Luhah Sungai Penuh.

Dalam sambutannya, Ninik Mamak Singarapi Puteah, Depati Irwansyah, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri pergelaran seni dan budaya dalam rangka menyambut Kenduri Sko Enam Luhah Sungai Penuh.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan sukses hingga pelaksanaan puncak Kenduri Sko nanti.

"Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan. Semoga kegiatan seni dan budaya ini berjalan dengan baik dari awal hingga akhir sebagai bentuk pelestarian adat istiadat yang telah diwariskan para leluhur," ujarnya.

Rangkaian Kenduri Sko Enam Luhah Berlanjut, Pergelaran Seni Budaya Luhah Datuk Singarapi Puteah Meriahkan Tradisi Hang Lahaek.(Ist)

Sementara itu, Walikota Sungai Penuh Yang diwakili Sekda  Alpian, S.E., M.M., Menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh Pemerintah Kota Sungai Penuh terhadap pelaksanaan kegiatan seni dan budaya yang digelar oleh anak jantan dan anak batino Enam Luhah Sungai Penuh.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan adat serta budaya daerah kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.

"Pemerintah Kota Sungai Penuh mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia, ninik mamak, tokoh adat, dan masyarakat yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. Semoga semangat melestarikan budaya terus diwariskan kepada generasi penerus," kata Alpian.

Pergelaran seni budaya semakin semarak dan Sekral  dengan berbagai penampilan khas seni dan budaya yang dibawakan oleh anak jantan dan anak batino Luhah Singarapi Puteah. Di antaranya pertunjukan pencak silat tradisional, Tari Sekapur Sirih, Tari Rangguk, pementasan cerita rakyat, penampilan kolosal busana adat Dahin Balek Ka Dahin, drama rakyat Sepucuk Surat Ninek Siak Lengaeh, Tari Nurun Sko, penampilan spesial Sekda Alpian bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Sungai Penuh yang membawakan lagu Datung Aeh, Tari Asing Ambung, launching Masa Kecil di Lahek Tumpoh Dahing, hingga penampilan Tari Iyo-Iyo secara massal yang memukau para tamu undangan.

Pergelaran ini menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Enam Luhah Sungai Penuh tetap berkomitmen menjaga warisan budaya leluhur sekaligus menyemarakkan pelaksanaan Kenduri Sko 2026 sebagai salah satu agenda adat dan budaya terbesar di Kota Sungai Penuh.(Adz)

Kadis Kominfo Wakili Gubernur Jambi Hadiri Perhelatan Hoyak Tabuik di Pantai Gandoriah

 

Merdekapost.com - Pesona Hoyak Tabuik merupakan tradisi budaya masyarakat Pariaman yang digelar setiap tahun pada bulan Muharam. Selain menjadi warisan budaya yang terus dilestarikan, perhelatan ini juga menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan ribuan pengunjung serta menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Gubernur Jambi yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan 

Informatika Provinsi Jambi Drs. Ariansyah, ME  menghadiri Pelaksanaan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026. Kegiatan ini berlangsung  di Pantai Gandoriah dan Simpang Tugu Tabuik, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (28/06/2026) sore.

Turut menghadiri Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 ini diantaranya Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Wamenbud), Giring Ganesha berserta Isteri Cynthia Riza, Kementerian Pariwisata Deputi Pengembangan Event, Wakil Gubernur Sumbar, para Bupati/Wali Kota se-Sumatera Barat, para perantau Asal Sumatera Barat, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan undangan lainnya.

Kedatangan Gubernur Jambi yang diwakili Kadis Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah ini bersama rombongan Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Provinsi Jambi, yang menjadi simbol kuatnya tali silaturahmi antara perantau Minang di Jambi dan kampung halaman. Sebelumnya, Gubernur Jambi Al Haris dianugerahi gelar kehormatan adat Sutan Rajo Alam Nan Kuniang oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Pariaman, dan Hj. Hesnidar Haris (Hesti Haris) juga menerima gelar Bundo Uniang Rancak Nan Elok.

Dikatakan Kadis Kominfo Ariansyah, Hoyak Tabuik merupakan tradisi masyarakat Pariaman, Sumatera Barat, yang menampilkan prosesi pengayungan Tabuik sebagai simbol peringatan 10 Muharram. Event ini secara konsisten menjadi daya tarik wisata budaya yang masuk dalam 110 event KEN tiap tahunnya.

“Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen mendukung seluruh event budaya nasional. Kehadiran dalam Hoyak Tabuik KEN 2026 merupakan upaya memperkuat sinergi antardaerah dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia di kancah nasional maupun internasional,” ujar Ariansyah.

"Melalui partisipasinya, Pemprov Jambi berharap dapat mendorong kolaborasi pariwisata, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memperluas jejaring promosi budaya Jambi dan daerah lain," lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha

hadir dan memberikan apresiasi pada puncak perayaan Tabuik di Pariaman. Kegiatan adat dan religi ini dinilai sebagai wujud kekuatan budaya lokal yang selaras dengan semangat kebangsaan.

Dalam sambutannya, Wamen Giring menyampaikan kekaguman atas kelestarian tradisi Tabuik serta peran aktif masyarakat dalam menjaga nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal. “Kebudayaan adalah kekuatan besar bangsa ini,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya dukungan pemerintah pusat untuk pengembangan kebudayaan daerah.

Wamen Giring juga menekankan langkah-langkah strategis kementerian, termasuk inisiatif pembentukan kembali fokus pada kebudayaan di tingkat pusat, untuk mendukung pelestarian dan pengembangan seni tradisi. Ia menyebut peran penting putra-putri Sumatera Barat dalam sejarah kebudayaan dan perjuangan kemerdekaan, mengingatkan kembali kontribusi tokoh-tokoh seperti Bung Hatta, Mohammad Natsir, dan Buya Hamka.

Sementara itu juga, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy  menyampaikan komitmen untuk melanjutkan penyelenggaraan Tabuik Pariaman sebagai bagian dari upaya mempertahankan dan mempromosikan warisan budaya daerah ke tingkat nasional dan internasional.

Wagub Vasco menyatakan bahwa Tabuik Pariaman telah berkembang menjadi sebuah budaya yang patut dijaga dan dipromosikan. "Tabuik Pariaman akan terus kita lanjutkan seterusnya di Pariaman ini, ini sudah menjadi budaya nasional dan internasional," katanya.

Wagub Vasco juga mengingatkan bahwa perhatian pejabat pusat terhadap Tabuik sudah terlihat. Tahun lalu, Menteri Kebudayaan hadir menyaksikan gelaran Tabuik di Pariaman, dan kehadiran tersebut menegaskan bahwa budaya Tabuik telah masuk dalam perhatian kementerian. "Budayaan yang kemarin tahun lalu Pak Menteri Kebudayaan pun hadir di sini agar dua-duanya Menteri dan Wakil Menterinya tahu bahwa di Pariaman ada budaya Tabuik," tambahnya.

Sebelumnya, Wali Kota Pariaman Yota Balad, S.STP, M.Si, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. "Alhamdulillah, berkat kerja sama berbagai pihak, hari ini kita dapat menampilkan beragam kegiatan yang memperkaya ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Di antaranya, seni, musik, tari tradisional, kuliner, fashion, bazar kreatif, legal aid (layanan hukum), serta sport tourism yang semuanya memberi ruang bagi pelaku usaha lokal, terutama perempuan, untuk meningkatkan pendapatan keluarga," ucapnya.

Wali Kota Pariaman tersebut juga menekankan bahwa festival Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 merupakan wujud pelestarian warisan budaya lokal. Ia juga menyoroti bahwa acara ini berhasil masuk dalam kalender nasional 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 sebagai penggerak utama ekonomi kreatif dan pariwisata masyarakat. (*)

Semarak Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Kerinci Gelar Car Free Day dan Olahraga Bersama di Lapangan Merdeka

 

Merdekapost.com – Dalam rangka menyambut dan menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Kerinci menggelar kegiatan Car Free Day (CFD) dan Olahraga Bersama yang dipusatkan di Lapangan Merdeka, Kota Sungai Penuh pada Minggu, 28 Juni 2026.

​Kegiatan yang mengusung tema "Polri untuk Masyarakat: Satu Langkah, Satu Semangat" ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kerinci, AKBP Ramadhil. Acara ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh jajaran pejabat utama (PJU), seluruh personel Polres Kerinci, Bhayangkari, serta ribuan masyarakat dari Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

​Sinergi dan Kebersamaan Tanpa Sekat

​Sejak pagi hari, kawasan Lapangan Merdeka sudah dipadati oleh warga yang antusias untuk berolahraga. Suasana kebersamaan begitu terasa saat Kapolres Kerinci AKBP Ramadhil membaur bersama personel dan masyarakat dalam sesi senam bersama.

​Sebagaimana terlihat pada dokumentasi video/foto 119509.png, Kapolres Kerinci tampak bersemangat memimpin jalannya olahraga di barisan depan, diikuti dengan kompak oleh seluruh peserta yang hadir. Kegiatan ini tidak hanya sekadar menjaga kebugaran fisik, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, kebersamaan, dan soliditas antara Polri dan masyarakat.

​Komitmen "Polri untuk Masyarakat"

​Kapolres Kerinci, AKBP Ramadhil, menyampaikan bahwa kegiatan Car Free Day dan olahraga bersama ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat.

​"Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin mewujudkan masyarakat yang aman, sehat, dan sejahtera. Satu langkah dan satu semangat bersama masyarakat adalah kunci untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif," ujar Kapolres.

​Melalui rilis resmi pada pamflet 119508.png, selain Car Free Day dan olahraga bersama, acara ini juga menekankan pentingnya menjaga ruang publik yang bersih dari polusi kendaraan bermotor guna mendukung pola hidup sehat.

​Masyarakat yang hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Polres Kerinci ini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai wadah interaksi positif antara aparat kepolisian dan warga demi mewujudkan Kerinci dan Sungai Penuh yang aman dan damai. (*)

Ini Daftar Nama 5 Korban Peserta Meninggal Dunia saat Latsarmil Calon Manajer Kopdes

5 Peserta Meninggal: Daftar 5 peserta SPPI yang meninggal dunia yakni, Yonanda Muhammad Taufiq, wafat Rabu 17 Juni 2026; Anisa Muyassaroh, wafat Kamis 18 Juni 2026; Novia Rahmadhani Sihotang, wafat Senin 22 Juni 2026; Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, wafat Kamis 25 Juni 2026; dan terakhir Nola Dya Sari, wafat Jumat 26 Juni 2026.

JAKARTA – Korban meninggal dunia saat pelatihan dasar militer (latsarmil) pada Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)/Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026 menjadi lima orang.

Daftar 5 peserta SPPI yang meninggal dunia tersebut yakni, Yonanda Muhammad Taufiq, wafat Rabu 17 Juni 2026; Anisa Muyassaroh, wafat Kamis 18 Juni 2026; Novia Rahmadhani Sihotang, wafat Senin 22 Juni 2026; Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, wafat Kamis 25 Juni 2026; dan terakhir Nola Dya Sari, wafat Jumat 26 Juni 2026.

Terhadap peristiwa itu, Kepala Badan Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Mayjen TNI Ketut Gede Wetan menyampaikan, atas nama Kemenhan RI, panitia seleksi nasional dan seluruh penyelenggara dalam sarjana penggerak pembangunan Indonesia, menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya 5 peserta program SPPI KDKMP/KNMP yang sedang mengikuti latihan bela negara dan manajerial.

BACA JUGA:

5 Calon Manager Kopdes Meninggal Saat Latsarmil, Menhan Perintahkan Evaluasi

5 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Pengamat Sebut Konsepnya Sudah Salah Sejak Awal

Seluruh peserta SPPI yang meninggal, sambung dia, telah melalui proses pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti latsarmil. Kendati memiliki kondisi medis yang berbeda-beda, seluruhnya juga dipastikan mendapati penanganan medis di satuan pendidikannya masing-masing sebelum dirujuk ke rumah sakit.

"Sejak para peserta mengalami gangguan kesehatan, seluruhnya telah memperoleh penanganan oleh tenaga kesehatan di satuan pendidikan dan selanjutnya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis," ujar dia  di Kantor Kemhan, Sabtu (27/6/2026).

Untuk diketahui, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, sebelumnya telah memastikan Presiden Prabowo Subianto memonitor langsung insiden meninggalnya para peserta SPPI saat latsarmil.

"(Presiden) monitor semua dong," kata dia di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Prasetyo mengungkapkan, Istana turut prihatin dan menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tiga calon manajer Kopdes tersebut.

Kemudian, evaluasi latsarmil juga akan dilakukan bila ditemukan kelalaian terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang dijalankan dalam proses latihan tersebut. 

"Kalau evaluasi jelas dong. Jelas ya? Kan semua proses kan kita lakukan kalau ada misalnya salah prosedur, oh itu kita perbaiki. Dan kalau salah prosedur itu ada yang mengarah kepada hal-hal kelalaian, ya itu juga bagian dari evaluasi," tandas dia.(*Adz)

Kesaksian Peserta Latsarmil KDKMP/KNMP yang Mengundurkan Diri karena Beragam masalah selama pelatihan

Kesaksian Peserta Latsarmil KDKMP/KNMP yang Mengundurkan Diri karena Beragam masalah selama pelatihan.(Ist)

Kesaksian Peserta Latsarmil KDKMP/KNMP yang Mengundurkan Diri karena Beragam masalah selama Pelatihan

Seorang peserta Latsarmil KDKMP/KNMP menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya 5 peserta saat mengikuti pelatihan. Ia kemudian menceritakan pengalamannya selama mengikuti latsarmil sebelum akhirnya mundur karena kondisi kesehatan.

Peserta tersebut mengaku sudah terbuka saat pemeriksaan kesehatan mengenai riwayat penyakit yang dimiliki. Karena dinyatakan lolos, ia mengira kondisi kesehatan dan sistem pendidikan masih sesuai dengan kemampuan peserta sipil.

Namun setelah masuk barak, ia menemukan bahwa pola kegiatan cukup berat. Walaupun tidak seberat pendidikan taruna, menurutnya latsarmil sipil tetap terasa berat karena jadwal sangat padat, dengan waktu tidur hanya sekitar 3–4 jam per hari dan kegiatan lapangan seperti PBB hingga 6 jam.

Ia juga menyoroti masalah kebutuhan dasar, terutama air minum. Dalam 5 hari pertama di lokasi, peserta disebut mengalami kekurangan air, bahkan ada hari di mana satu peserta hanya mendapat sekitar 1–1,5 liter air. Setelah beberapa hari, barulah disediakan air galon, tetapi jumlahnya masih terbatas.

Dari sisi kesehatan, ia merasa penanganan peserta yang sakit masih kurang maksimal. Peserta dengan riwayat penyakit tetap mengikuti kegiatan dan diminta melapor jika tidak kuat. Menurutnya, beberapa peserta yang sakit justru dianggap hanya kelelahan sebelum mendapatkan penanganan.

Ia menceritakan dirinya beberapa kali datang ke ruang kesehatan karena kondisi memburuk. Pada salah satu kejadian, ia merasa sudah sangat lemah hingga sulit berbicara, tetapi dianggap hanya kelelahan. Setelah kondisinya memburuk hingga sempat pingsan, barulah ia dibawa ke IGD.

Ia juga menceritakan pengalaman peserta lain, seperti ada yang mengalami hipotermia hingga tubuh sulit digerakkan, tetapi awalnya hanya diminta kembali ke barak sebelum akhirnya dievakuasi setelah kondisinya memburuk.

Selain itu, ia menyebut ada beberapa kasus lain seperti peserta sakit asma yang dimarahi saat kegiatan, cedera yang penanganannya dianggap kurang sesuai, serta adanya dugaan kekerasan fisik dan bullying.

Meski begitu, ia menegaskan tidak bermaksud menyudutkan pihak tertentu. Menurutnya, pengalaman tiap lokasi bisa berbeda. Ia hanya menyampaikan pengalaman pribadi selama sekitar satu minggu mengikuti latsarmil. Ia mengakui kegiatan sebenarnya masih bisa dijalani jika kondisi peserta sehat, tetapi beban fisik, waktu istirahat minim, dan penanganan kesehatan menjadi hal yang perlu diperhatikan.(Red)

Hotman Paris Sarankan Program MBG Diganti Jadi Uang Tunai, Bukan Makanan Siap Saji

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.(ist)

MERDEKAPOST.COM – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengusulkan perubahan skema pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini dijalankan pemerintah.

Melalui unggahan siaran Youtube Official iNews pada 24 Juni 2026, Hotman menyarankan agar bantuan tidak lagi diberikan dalam bentuk makanan siap saji, melainkan disalurkan langsung dalam bentuk uang tunai kepada orang tua siswa.

Menurut Hotman, mekanisme tersebut dinilai lebih efektif karena orang tua dinilai lebih memahami kebutuhan gizi anak masing-masing.

Ia mengusulkan agar program tersebut diubah menjadi Bantuan Gizi Anak dengan sistem penyaluran dana kepada keluarga penerima manfaat.

"Menurut saya akan lebih efektif jika uangnya diberikan kepada orang tua. Mereka tentu lebih mengetahui makanan apa yang dibutuhkan anaknya sesuai kebutuhan gizi," ujar Hotman.

Hotman menilai, pemberian bantuan tunai juga dapat meminimalkan berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan distribusi makanan secara langsung.

Ia menyebut usulan tersebut merupakan solusi yang lebih praktis sekaligus tepat sasaran dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak.

Meski demikian, Hotman menegaskan bahwa bantuan tunai yang dimaksud berbeda dengan program bantuan sosial (bansos) yang selama ini dijalankan pemerintah.

Menurutnya, bantuan tersebut memiliki tujuan khusus untuk mendukung pemenuhan gizi anak demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Ini berbeda dengan bansos. Ini khusus untuk kebutuhan gizi anak," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Hotman juga mengingatkan kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengaku telah menjadi kuasa hukum Prabowo selama kurang lebih 25 tahun dan mengaku berbagai masukan hukum yang pernah disampaikan selama ini selalu mendapat perhatian.

"Bapak Prabowo mengenal saya. Selama sekitar 25 tahun menjadi klien saya, berbagai pendapat hukum yang saya sampaikan selalu didengar. Pak Hashim juga sangat percaya kepada saya," katanya.

Di akhir pernyataannya, Hotman menyampaikan dukungan kepada Presiden Prabowo agar tetap menjalankan pemerintahan dengan penuh keyakinan di tengah berbagai tantangan.

Ia juga menyatakan optimistis Presiden Prabowo memiliki niat baik dalam membangun Indonesia.

Hingga kini, pemerintah masih melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis melalui skema dapur umum atau central kitchen di sejumlah daerah sebagai bagian dari tahap implementasi.(*)

Ringkasan Berita:

  • Hotman Paris mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diubah menjadi bantuan tunai yang disalurkan langsung kepada orang tua siswa.
  • Menurut Hotman, orang tua lebih memahami kebutuhan gizi anak sehingga bantuan uang dinilai lebih efektif dan tepat sasaran dibanding makanan siap saji.
  • Hingga kini pemerintah masih menjalankan Program MBG melalui skema dapur umum, sementara usulan Hotman Paris belum mendapat tanggapan resmi dari pihak Istana.

(Aldie Prasetya)

5 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Pengamat Sebut Konsepnya Sudah Salah Sejak Awal

LATSARMIL - Peti jenazah peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih 

MERDEKAPOST.COM - Lima calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang mengikuti Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilaporkan meninggal dunia saat menjalani Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Peristiwa tersebut memicu sorotan terhadap desain pelatihan dalam program SPPI. 

Sejumlah pihak mempertanyakan relevansi latihan militer bagi calon pengelola koperasi, sementara Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan seluruh proses seleksi kesehatan telah dilakukan sesuai prosedur.

Pengamat koperasi Suroto menilai kematian lima peserta merupakan persoalan serius yang harus diusut secara menyeluruh.

Menurut Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) itu, peserta SPPI sejak awal tidak dipersiapkan untuk mengikuti pendidikan dengan standar latihan militer.

"Ini tidak dapat ditoleransi. Harus ada investigasi independen untuk menyelidiki desain diklat, pelaksanaannya, panitia, hingga penanggung jawabnya. Kementerian Pertahanan juga harus memberikan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran," kata Suroto melansir Tribunnews.com, Sabtu (27/6/2026).

Ia meminta hasil investigasi nantinya dibuka kepada publik sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan program.

Menurut Suroto, materi pelatihan seharusnya lebih banyak berfokus pada pengelolaan koperasi, mulai dari ideologi koperasi, tata kelola organisasi, manajemen strategis, hingga kemampuan teknis.

Sementara materi mengenai nasionalisme dan kedisiplinan dinilai cukup diberikan sebagai pelengkap melalui kerja sama dengan Kementerian Pertahanan.

"Dari awal konsepnya sudah keliru. Training center koperasi seharusnya lebih banyak membahas materi perkoperasian, bukan justru materi koperasi menjadi pelengkap," ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar proses rekrutmen calon manajer Kopdes Merah Putih melibatkan Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Kementerian Koperasi, serta PT Agrinas Pangan Nusantara agar materi pelatihan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kemenhan Bantah ada Kelalaian

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan membantah adanya kelalaian dalam proses pemeriksaan kesehatan peserta.

Tim Kesehatan Pusat Kesehatan (Puskes) TNI, Letkol dr Ikhsan, mengatakan seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan fisik, rontgen, hingga ultrasonografi (USG).

"Semua pemeriksaan awal sudah dilaksanakan sesuai SOP, termasuk pemeriksaan laboratorium, fisik, rontgen, dan USG," kata Ikhsan.

Ia menjelaskan kondisi kesehatan seseorang dapat berubah karena dipengaruhi daya tahan tubuh, cuaca, maupun faktor fisik lainnya. Karena itu, peserta yang dinyatakan sehat saat seleksi tetap berpotensi mengalami gangguan kesehatan ketika mengikuti pelatihan.

Sementara itu, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan panitia seleksi nasional telah menjalankan seluruh prosedur yang berlaku.

Meski demikian, ia mengakui ada beberapa jenis penyakit yang tidak terdeteksi saat pemeriksaan awal.

"Proses seleksi sudah dilakukan sesuai ketentuan. Namun memang ada penyakit-penyakit tertentu yang tidak terdeteksi saat pemeriksaan awal," ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Kemhan membentuk satuan tugas untuk melakukan pelacakan ulang kondisi kesehatan peserta yang masih menjalani pendidikan.

Pelacakan tersebut dilakukan bersama Kementerian Kesehatan sebagai upaya memastikan kondisi peserta sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya penyakit yang belum terdeteksi.

Kasus meninggalnya lima peserta SPPI kini menjadi perhatian publik dan memunculkan desakan agar pemerintah mengevaluasi desain pelatihan, sistem pengawasan kesehatan, serta mekanisme pelaksanaan program secara menyeluruh.(*)

Ringkasan Berita:

  • Kematian lima peserta Program SPPI saat mengikuti Latihan Dasar Militer memicu sorotan terhadap desain pelatihan calon Manajer Kopdes Merah Putih.
  • Pengamat koperasi meminta investigasi independen dan menilai materi pelatihan seharusnya lebih berfokus pada perkoperasian, bukan latihan militer.
  • Kementerian Pertahanan menegaskan seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai SOP dan kini membentuk satgas untuk melakukan pelacakan kesehatan lanjutan.

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs