Kadis Kominfo Wakili Gubernur Jambi Hadiri Perhelatan Hoyak Tabuik di Pantai Gandoriah

 

Merdekapost.com - Pesona Hoyak Tabuik merupakan tradisi budaya masyarakat Pariaman yang digelar setiap tahun pada bulan Muharam. Selain menjadi warisan budaya yang terus dilestarikan, perhelatan ini juga menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan ribuan pengunjung serta menggerakkan perekonomian masyarakat, terutama sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Gubernur Jambi yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan 

Informatika Provinsi Jambi Drs. Ariansyah, ME  menghadiri Pelaksanaan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026. Kegiatan ini berlangsung  di Pantai Gandoriah dan Simpang Tugu Tabuik, Kota Pariaman, Sumatera Barat, Minggu (28/06/2026) sore.

Turut menghadiri Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 ini diantaranya Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Wamenbud), Giring Ganesha berserta Isteri Cynthia Riza, Kementerian Pariwisata Deputi Pengembangan Event, Wakil Gubernur Sumbar, para Bupati/Wali Kota se-Sumatera Barat, para perantau Asal Sumatera Barat, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan undangan lainnya.

Kedatangan Gubernur Jambi yang diwakili Kadis Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah ini bersama rombongan Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Provinsi Jambi, yang menjadi simbol kuatnya tali silaturahmi antara perantau Minang di Jambi dan kampung halaman. Sebelumnya, Gubernur Jambi Al Haris dianugerahi gelar kehormatan adat Sutan Rajo Alam Nan Kuniang oleh Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Pariaman, dan Hj. Hesnidar Haris (Hesti Haris) juga menerima gelar Bundo Uniang Rancak Nan Elok.

Dikatakan Kadis Kominfo Ariansyah, Hoyak Tabuik merupakan tradisi masyarakat Pariaman, Sumatera Barat, yang menampilkan prosesi pengayungan Tabuik sebagai simbol peringatan 10 Muharram. Event ini secara konsisten menjadi daya tarik wisata budaya yang masuk dalam 110 event KEN tiap tahunnya.

“Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen mendukung seluruh event budaya nasional. Kehadiran dalam Hoyak Tabuik KEN 2026 merupakan upaya memperkuat sinergi antardaerah dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia di kancah nasional maupun internasional,” ujar Ariansyah.

"Melalui partisipasinya, Pemprov Jambi berharap dapat mendorong kolaborasi pariwisata, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memperluas jejaring promosi budaya Jambi dan daerah lain," lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha

hadir dan memberikan apresiasi pada puncak perayaan Tabuik di Pariaman. Kegiatan adat dan religi ini dinilai sebagai wujud kekuatan budaya lokal yang selaras dengan semangat kebangsaan.

Dalam sambutannya, Wamen Giring menyampaikan kekaguman atas kelestarian tradisi Tabuik serta peran aktif masyarakat dalam menjaga nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal. “Kebudayaan adalah kekuatan besar bangsa ini,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya dukungan pemerintah pusat untuk pengembangan kebudayaan daerah.

Wamen Giring juga menekankan langkah-langkah strategis kementerian, termasuk inisiatif pembentukan kembali fokus pada kebudayaan di tingkat pusat, untuk mendukung pelestarian dan pengembangan seni tradisi. Ia menyebut peran penting putra-putri Sumatera Barat dalam sejarah kebudayaan dan perjuangan kemerdekaan, mengingatkan kembali kontribusi tokoh-tokoh seperti Bung Hatta, Mohammad Natsir, dan Buya Hamka.

Sementara itu juga, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy  menyampaikan komitmen untuk melanjutkan penyelenggaraan Tabuik Pariaman sebagai bagian dari upaya mempertahankan dan mempromosikan warisan budaya daerah ke tingkat nasional dan internasional.

Wagub Vasco menyatakan bahwa Tabuik Pariaman telah berkembang menjadi sebuah budaya yang patut dijaga dan dipromosikan. "Tabuik Pariaman akan terus kita lanjutkan seterusnya di Pariaman ini, ini sudah menjadi budaya nasional dan internasional," katanya.

Wagub Vasco juga mengingatkan bahwa perhatian pejabat pusat terhadap Tabuik sudah terlihat. Tahun lalu, Menteri Kebudayaan hadir menyaksikan gelaran Tabuik di Pariaman, dan kehadiran tersebut menegaskan bahwa budaya Tabuik telah masuk dalam perhatian kementerian. "Budayaan yang kemarin tahun lalu Pak Menteri Kebudayaan pun hadir di sini agar dua-duanya Menteri dan Wakil Menterinya tahu bahwa di Pariaman ada budaya Tabuik," tambahnya.

Sebelumnya, Wali Kota Pariaman Yota Balad, S.STP, M.Si, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. "Alhamdulillah, berkat kerja sama berbagai pihak, hari ini kita dapat menampilkan beragam kegiatan yang memperkaya ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Di antaranya, seni, musik, tari tradisional, kuliner, fashion, bazar kreatif, legal aid (layanan hukum), serta sport tourism yang semuanya memberi ruang bagi pelaku usaha lokal, terutama perempuan, untuk meningkatkan pendapatan keluarga," ucapnya.

Wali Kota Pariaman tersebut juga menekankan bahwa festival Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 merupakan wujud pelestarian warisan budaya lokal. Ia juga menyoroti bahwa acara ini berhasil masuk dalam kalender nasional 125 Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 sebagai penggerak utama ekonomi kreatif dan pariwisata masyarakat. (*)

Semarak Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolres Kerinci Gelar Car Free Day dan Olahraga Bersama di Lapangan Merdeka

 

Merdekapost.com – Dalam rangka menyambut dan menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Resor (Polres) Kerinci menggelar kegiatan Car Free Day (CFD) dan Olahraga Bersama yang dipusatkan di Lapangan Merdeka, Kota Sungai Penuh pada Minggu, 28 Juni 2026.

​Kegiatan yang mengusung tema "Polri untuk Masyarakat: Satu Langkah, Satu Semangat" ini dipimpin langsung oleh Kapolres Kerinci, AKBP Ramadhil. Acara ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh jajaran pejabat utama (PJU), seluruh personel Polres Kerinci, Bhayangkari, serta ribuan masyarakat dari Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

​Sinergi dan Kebersamaan Tanpa Sekat

​Sejak pagi hari, kawasan Lapangan Merdeka sudah dipadati oleh warga yang antusias untuk berolahraga. Suasana kebersamaan begitu terasa saat Kapolres Kerinci AKBP Ramadhil membaur bersama personel dan masyarakat dalam sesi senam bersama.

​Sebagaimana terlihat pada dokumentasi video/foto 119509.png, Kapolres Kerinci tampak bersemangat memimpin jalannya olahraga di barisan depan, diikuti dengan kompak oleh seluruh peserta yang hadir. Kegiatan ini tidak hanya sekadar menjaga kebugaran fisik, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi, kebersamaan, dan soliditas antara Polri dan masyarakat.

​Komitmen "Polri untuk Masyarakat"

​Kapolres Kerinci, AKBP Ramadhil, menyampaikan bahwa kegiatan Car Free Day dan olahraga bersama ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah-tengah masyarakat.

​"Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin mewujudkan masyarakat yang aman, sehat, dan sejahtera. Satu langkah dan satu semangat bersama masyarakat adalah kunci untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif," ujar Kapolres.

​Melalui rilis resmi pada pamflet 119508.png, selain Car Free Day dan olahraga bersama, acara ini juga menekankan pentingnya menjaga ruang publik yang bersih dari polusi kendaraan bermotor guna mendukung pola hidup sehat.

​Masyarakat yang hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Polres Kerinci ini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai wadah interaksi positif antara aparat kepolisian dan warga demi mewujudkan Kerinci dan Sungai Penuh yang aman dan damai. (*)

Ini Daftar Nama 5 Korban Peserta Meninggal Dunia saat Latsarmil Calon Manajer Kopdes

5 Peserta Meninggal: Daftar 5 peserta SPPI yang meninggal dunia yakni, Yonanda Muhammad Taufiq, wafat Rabu 17 Juni 2026; Anisa Muyassaroh, wafat Kamis 18 Juni 2026; Novia Rahmadhani Sihotang, wafat Senin 22 Juni 2026; Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, wafat Kamis 25 Juni 2026; dan terakhir Nola Dya Sari, wafat Jumat 26 Juni 2026.

JAKARTA – Korban meninggal dunia saat pelatihan dasar militer (latsarmil) pada Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP)/Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) 2026 menjadi lima orang.

Daftar 5 peserta SPPI yang meninggal dunia tersebut yakni, Yonanda Muhammad Taufiq, wafat Rabu 17 Juni 2026; Anisa Muyassaroh, wafat Kamis 18 Juni 2026; Novia Rahmadhani Sihotang, wafat Senin 22 Juni 2026; Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, wafat Kamis 25 Juni 2026; dan terakhir Nola Dya Sari, wafat Jumat 26 Juni 2026.

Terhadap peristiwa itu, Kepala Badan Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Mayjen TNI Ketut Gede Wetan menyampaikan, atas nama Kemenhan RI, panitia seleksi nasional dan seluruh penyelenggara dalam sarjana penggerak pembangunan Indonesia, menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya 5 peserta program SPPI KDKMP/KNMP yang sedang mengikuti latihan bela negara dan manajerial.

BACA JUGA:

5 Calon Manager Kopdes Meninggal Saat Latsarmil, Menhan Perintahkan Evaluasi

5 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Pengamat Sebut Konsepnya Sudah Salah Sejak Awal

Seluruh peserta SPPI yang meninggal, sambung dia, telah melalui proses pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti latsarmil. Kendati memiliki kondisi medis yang berbeda-beda, seluruhnya juga dipastikan mendapati penanganan medis di satuan pendidikannya masing-masing sebelum dirujuk ke rumah sakit.

"Sejak para peserta mengalami gangguan kesehatan, seluruhnya telah memperoleh penanganan oleh tenaga kesehatan di satuan pendidikan dan selanjutnya dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis," ujar dia  di Kantor Kemhan, Sabtu (27/6/2026).

Untuk diketahui, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, sebelumnya telah memastikan Presiden Prabowo Subianto memonitor langsung insiden meninggalnya para peserta SPPI saat latsarmil.

"(Presiden) monitor semua dong," kata dia di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Prasetyo mengungkapkan, Istana turut prihatin dan menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya tiga calon manajer Kopdes tersebut.

Kemudian, evaluasi latsarmil juga akan dilakukan bila ditemukan kelalaian terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang dijalankan dalam proses latihan tersebut. 

"Kalau evaluasi jelas dong. Jelas ya? Kan semua proses kan kita lakukan kalau ada misalnya salah prosedur, oh itu kita perbaiki. Dan kalau salah prosedur itu ada yang mengarah kepada hal-hal kelalaian, ya itu juga bagian dari evaluasi," tandas dia.(*Adz)

Kesaksian Peserta Latsarmil KDKMP/KNMP yang Mengundurkan Diri karena Beragam masalah selama pelatihan

Kesaksian Peserta Latsarmil KDKMP/KNMP yang Mengundurkan Diri karena Beragam masalah selama pelatihan.(Ist)

Kesaksian Peserta Latsarmil KDKMP/KNMP yang Mengundurkan Diri karena Beragam masalah selama Pelatihan

Seorang peserta Latsarmil KDKMP/KNMP menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya 5 peserta saat mengikuti pelatihan. Ia kemudian menceritakan pengalamannya selama mengikuti latsarmil sebelum akhirnya mundur karena kondisi kesehatan.

Peserta tersebut mengaku sudah terbuka saat pemeriksaan kesehatan mengenai riwayat penyakit yang dimiliki. Karena dinyatakan lolos, ia mengira kondisi kesehatan dan sistem pendidikan masih sesuai dengan kemampuan peserta sipil.

Namun setelah masuk barak, ia menemukan bahwa pola kegiatan cukup berat. Walaupun tidak seberat pendidikan taruna, menurutnya latsarmil sipil tetap terasa berat karena jadwal sangat padat, dengan waktu tidur hanya sekitar 3–4 jam per hari dan kegiatan lapangan seperti PBB hingga 6 jam.

Ia juga menyoroti masalah kebutuhan dasar, terutama air minum. Dalam 5 hari pertama di lokasi, peserta disebut mengalami kekurangan air, bahkan ada hari di mana satu peserta hanya mendapat sekitar 1–1,5 liter air. Setelah beberapa hari, barulah disediakan air galon, tetapi jumlahnya masih terbatas.

Dari sisi kesehatan, ia merasa penanganan peserta yang sakit masih kurang maksimal. Peserta dengan riwayat penyakit tetap mengikuti kegiatan dan diminta melapor jika tidak kuat. Menurutnya, beberapa peserta yang sakit justru dianggap hanya kelelahan sebelum mendapatkan penanganan.

Ia menceritakan dirinya beberapa kali datang ke ruang kesehatan karena kondisi memburuk. Pada salah satu kejadian, ia merasa sudah sangat lemah hingga sulit berbicara, tetapi dianggap hanya kelelahan. Setelah kondisinya memburuk hingga sempat pingsan, barulah ia dibawa ke IGD.

Ia juga menceritakan pengalaman peserta lain, seperti ada yang mengalami hipotermia hingga tubuh sulit digerakkan, tetapi awalnya hanya diminta kembali ke barak sebelum akhirnya dievakuasi setelah kondisinya memburuk.

Selain itu, ia menyebut ada beberapa kasus lain seperti peserta sakit asma yang dimarahi saat kegiatan, cedera yang penanganannya dianggap kurang sesuai, serta adanya dugaan kekerasan fisik dan bullying.

Meski begitu, ia menegaskan tidak bermaksud menyudutkan pihak tertentu. Menurutnya, pengalaman tiap lokasi bisa berbeda. Ia hanya menyampaikan pengalaman pribadi selama sekitar satu minggu mengikuti latsarmil. Ia mengakui kegiatan sebenarnya masih bisa dijalani jika kondisi peserta sehat, tetapi beban fisik, waktu istirahat minim, dan penanganan kesehatan menjadi hal yang perlu diperhatikan.(Red)

Hotman Paris Sarankan Program MBG Diganti Jadi Uang Tunai, Bukan Makanan Siap Saji

Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea.(ist)

MERDEKAPOST.COM – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea mengusulkan perubahan skema pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini dijalankan pemerintah.

Melalui unggahan siaran Youtube Official iNews pada 24 Juni 2026, Hotman menyarankan agar bantuan tidak lagi diberikan dalam bentuk makanan siap saji, melainkan disalurkan langsung dalam bentuk uang tunai kepada orang tua siswa.

Menurut Hotman, mekanisme tersebut dinilai lebih efektif karena orang tua dinilai lebih memahami kebutuhan gizi anak masing-masing.

Ia mengusulkan agar program tersebut diubah menjadi Bantuan Gizi Anak dengan sistem penyaluran dana kepada keluarga penerima manfaat.

"Menurut saya akan lebih efektif jika uangnya diberikan kepada orang tua. Mereka tentu lebih mengetahui makanan apa yang dibutuhkan anaknya sesuai kebutuhan gizi," ujar Hotman.

Hotman menilai, pemberian bantuan tunai juga dapat meminimalkan berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan distribusi makanan secara langsung.

Ia menyebut usulan tersebut merupakan solusi yang lebih praktis sekaligus tepat sasaran dalam memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak.

Meski demikian, Hotman menegaskan bahwa bantuan tunai yang dimaksud berbeda dengan program bantuan sosial (bansos) yang selama ini dijalankan pemerintah.

Menurutnya, bantuan tersebut memiliki tujuan khusus untuk mendukung pemenuhan gizi anak demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

"Ini berbeda dengan bansos. Ini khusus untuk kebutuhan gizi anak," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Hotman juga mengingatkan kedekatannya dengan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengaku telah menjadi kuasa hukum Prabowo selama kurang lebih 25 tahun dan mengaku berbagai masukan hukum yang pernah disampaikan selama ini selalu mendapat perhatian.

"Bapak Prabowo mengenal saya. Selama sekitar 25 tahun menjadi klien saya, berbagai pendapat hukum yang saya sampaikan selalu didengar. Pak Hashim juga sangat percaya kepada saya," katanya.

Di akhir pernyataannya, Hotman menyampaikan dukungan kepada Presiden Prabowo agar tetap menjalankan pemerintahan dengan penuh keyakinan di tengah berbagai tantangan.

Ia juga menyatakan optimistis Presiden Prabowo memiliki niat baik dalam membangun Indonesia.

Hingga kini, pemerintah masih melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis melalui skema dapur umum atau central kitchen di sejumlah daerah sebagai bagian dari tahap implementasi.(*)

Ringkasan Berita:

  • Hotman Paris mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diubah menjadi bantuan tunai yang disalurkan langsung kepada orang tua siswa.
  • Menurut Hotman, orang tua lebih memahami kebutuhan gizi anak sehingga bantuan uang dinilai lebih efektif dan tepat sasaran dibanding makanan siap saji.
  • Hingga kini pemerintah masih menjalankan Program MBG melalui skema dapur umum, sementara usulan Hotman Paris belum mendapat tanggapan resmi dari pihak Istana.

(Aldie Prasetya)

5 Calon Manajer Kopdes Meninggal saat Latsarmil, Pengamat Sebut Konsepnya Sudah Salah Sejak Awal

LATSARMIL - Peti jenazah peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih 

MERDEKAPOST.COM - Lima calon Manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang mengikuti Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dilaporkan meninggal dunia saat menjalani Latihan Dasar Militer (Latsarmil).

Peristiwa tersebut memicu sorotan terhadap desain pelatihan dalam program SPPI. 

Sejumlah pihak mempertanyakan relevansi latihan militer bagi calon pengelola koperasi, sementara Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan seluruh proses seleksi kesehatan telah dilakukan sesuai prosedur.

Pengamat koperasi Suroto menilai kematian lima peserta merupakan persoalan serius yang harus diusut secara menyeluruh.

Menurut Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) itu, peserta SPPI sejak awal tidak dipersiapkan untuk mengikuti pendidikan dengan standar latihan militer.

"Ini tidak dapat ditoleransi. Harus ada investigasi independen untuk menyelidiki desain diklat, pelaksanaannya, panitia, hingga penanggung jawabnya. Kementerian Pertahanan juga harus memberikan sanksi tegas jika ditemukan pelanggaran," kata Suroto melansir Tribunnews.com, Sabtu (27/6/2026).

Ia meminta hasil investigasi nantinya dibuka kepada publik sebagai bahan evaluasi penyelenggaraan program.

Menurut Suroto, materi pelatihan seharusnya lebih banyak berfokus pada pengelolaan koperasi, mulai dari ideologi koperasi, tata kelola organisasi, manajemen strategis, hingga kemampuan teknis.

Sementara materi mengenai nasionalisme dan kedisiplinan dinilai cukup diberikan sebagai pelengkap melalui kerja sama dengan Kementerian Pertahanan.

"Dari awal konsepnya sudah keliru. Training center koperasi seharusnya lebih banyak membahas materi perkoperasian, bukan justru materi koperasi menjadi pelengkap," ujarnya.

Ia juga mengusulkan agar proses rekrutmen calon manajer Kopdes Merah Putih melibatkan Badan Kepegawaian Nasional (BKN), Kementerian Koperasi, serta PT Agrinas Pangan Nusantara agar materi pelatihan lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Kemenhan Bantah ada Kelalaian

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan membantah adanya kelalaian dalam proses pemeriksaan kesehatan peserta.

Tim Kesehatan Pusat Kesehatan (Puskes) TNI, Letkol dr Ikhsan, mengatakan seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan fisik, rontgen, hingga ultrasonografi (USG).

"Semua pemeriksaan awal sudah dilaksanakan sesuai SOP, termasuk pemeriksaan laboratorium, fisik, rontgen, dan USG," kata Ikhsan.

Ia menjelaskan kondisi kesehatan seseorang dapat berubah karena dipengaruhi daya tahan tubuh, cuaca, maupun faktor fisik lainnya. Karena itu, peserta yang dinyatakan sehat saat seleksi tetap berpotensi mengalami gangguan kesehatan ketika mengikuti pelatihan.

Sementara itu, Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, mengatakan panitia seleksi nasional telah menjalankan seluruh prosedur yang berlaku.

Meski demikian, ia mengakui ada beberapa jenis penyakit yang tidak terdeteksi saat pemeriksaan awal.

"Proses seleksi sudah dilakukan sesuai ketentuan. Namun memang ada penyakit-penyakit tertentu yang tidak terdeteksi saat pemeriksaan awal," ujarnya.

Sebagai langkah lanjutan, Kemhan membentuk satuan tugas untuk melakukan pelacakan ulang kondisi kesehatan peserta yang masih menjalani pendidikan.

Pelacakan tersebut dilakukan bersama Kementerian Kesehatan sebagai upaya memastikan kondisi peserta sekaligus mengantisipasi kemungkinan adanya penyakit yang belum terdeteksi.

Kasus meninggalnya lima peserta SPPI kini menjadi perhatian publik dan memunculkan desakan agar pemerintah mengevaluasi desain pelatihan, sistem pengawasan kesehatan, serta mekanisme pelaksanaan program secara menyeluruh.(*)

Ringkasan Berita:

  • Kematian lima peserta Program SPPI saat mengikuti Latihan Dasar Militer memicu sorotan terhadap desain pelatihan calon Manajer Kopdes Merah Putih.
  • Pengamat koperasi meminta investigasi independen dan menilai materi pelatihan seharusnya lebih berfokus pada perkoperasian, bukan latihan militer.
  • Kementerian Pertahanan menegaskan seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sesuai SOP dan kini membentuk satgas untuk melakukan pelacakan kesehatan lanjutan.

5 Calon Manager Kopdes Meninggal Saat Latsarmil, Menhan Perintahkan Evaluasi

MERDEKAPOST.COM - Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan dalam pelaksanaan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) maupun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Langkah tersebut diambil menyusul meninggalnya lima peserta Latsarmil calon manajer Koperasi Desa Merah Putih saat mengikuti program pelatihan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Ketut Gede Wetan, mengatakan evaluasi dilakukan atas arahan langsung Menteri Pertahanan.

"Atas arahan Menteri Pertahanan, penyelenggara telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek kesehatan," kata Ketut dalam konferensi pers di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, evaluasi tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan berkala bagi peserta yang memiliki faktor risiko, penyesuaian intensitas kegiatan sesuai kondisi kesehatan masing-masing peserta, hingga penguatan pengawasan medis di setiap satuan pendidikan.

Tak hanya itu, Kementerian Pertahanan juga menggandeng Kementerian Kesehatan untuk memberikan asistensi medis selama pelaksanaan Latsarmil.

Kerja sama tersebut difokuskan pada upaya pencegahan, deteksi dini, serta penanganan penyakit paru maupun penyakit menular di lingkungan pendidikan dan pelatihan.

Evaluasi ini diharapkan dapat meningkatkan standar keselamatan dan kesehatan peserta selama mengikuti program Latsarmil, sekaligus mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Sebelumnya diberitakan, lima peserta Latsarmil calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti rangkaian pelatihan. Pemerintah kini melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan program, khususnya pada aspek kesehatan peserta. (*)

Harga Gas Elpiji 3 Kg di Kerinci dan Sungai Penuh Tembus Rp30 Ribu, Warga Pertanyakan Ketegasan Pemerintah

SUNGAI PENUH – Persoalan distribusi dan harga gas elpiji subsidi 3 kilogram di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh kembali menjadi sorotan masyarakat. 

Hingga pertengahan tahun 2026, harga gas elpiji bersubsidi di tingkat pengecer maupun sejumlah pangkalan disebut-sebut telah mencapai rata-rata Rp30.000 per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku di berbagai daerah. Sementara itu, keluhan mengenai isi tabung yang diduga tidak sesuai standar juga semakin banyak disampaikan warga.

Masyarakat menilai Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Kota Sungai Penuh belum menunjukkan langkah tegas untuk mengatasi persoalan yang telah berlangsung cukup lama tersebut. Hingga saat ini, belum terlihat adanya pengawasan intensif maupun tindakan konkret terhadap dugaan pelanggaran distribusi dan penjualan gas subsidi di lapangan.

Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan gas elpiji dengan harga yang sesuai ketentuan. Bahkan, ketika stok tersedia, harga yang harus dibayar mencapai Rp28.000 hingga Rp30.000 per tabung. Kondisi ini dinilai memberatkan masyarakat kecil yang menjadi sasaran utama penerima subsidi pemerintah.

Baca Juga: Sejumlah Pejabat Utama, Dansat Brimob dan Kapolres Jajaran Polda Jambi Dimutasi, Ini Daftarnya!

Selain persoalan harga, masyarakat juga mengeluhkan kualitas isi tabung gas yang dinilai tidak sesuai. Banyak pengguna mengaku gas yang baru dibeli cepat habis dibandingkan biasanya. Dugaan berkurangnya isi tabung menjadi perbincangan yang terus berkembang di tengah masyarakat.

"Baru beberapa hari digunakan sudah habis, padahal biasanya bisa bertahan lebih lama. Kami berharap ada pengecekan langsung dari pemerintah dan pihak terkait," ungkap salah seorang warga.

Sorotan juga mengarah pada distribusi elpiji yang dikirim dari wilayah Jambi menuju Kerinci dan Sungai Penuh. Sebagian masyarakat menduga perlu dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proses pengisian, distribusi, hingga penyaluran kepada konsumen untuk memastikan berat dan isi tabung sesuai standar yang ditetapkan.

Pemerintah pusat sendiri terus menegaskan bahwa harga LPG 3 kilogram bersubsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Bahkan Kementerian ESDM tengah mengkaji sistem LPG satu harga guna mengurangi disparitas harga dan memutus rantai distribusi yang menyebabkan lonjakan harga di tingkat konsumen.

Baca Juga: 128 Jamaah Haji Kota Sungai Penuh 2026 Dijadwalkan Tiba Pada hari Minggu

Namun di lapangan, masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh masih merasakan harga yang jauh lebih tinggi dari ketentuan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan pemerintah daerah terhadap agen, pangkalan, maupun rantai distribusi elpiji subsidi.

Aktivis dan sejumlah tokoh masyarakat mendesak pemerintah daerah bersama instansi terkait, termasuk Pertamina, Dinas Perdagangan, serta aparat penegak hukum, untuk segera melakukan inspeksi mendadak dan uji timbang terhadap tabung gas yang beredar di masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan subsidi negara benar-benar dinikmati masyarakat dan tidak terjadi penyimpangan dalam proses distribusi.

Apabila tidak segera ditangani, masyarakat khawatir persoalan harga tinggi dan dugaan isi tabung yang tidak sesuai akan terus berulang, sementara beban ekonomi warga semakin meningkat di tengah kebutuhan pokok yang terus mengalami kenaikan.(Red)

Gempa Berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 guncang Venezuela: 920 orang tewas

Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 guncang Venezuela, 920 orang dilaporkan tewas.(BBC)

MERDEKAPOST.COM - Jumlah korban tewas akibat gempa di Venezuela kini meningkat menjadi 920 orang, menurut Presiden sementara Venezuela Delcy Rodríguez.Sumber gambar,Reuters

Jumlah korban tewas akibat gempa di Venezuela kini meningkat menjadi 920 orang, dengan 3.360 lainnya dilaporkan terluka, menurut Presiden sementara Venezuela Delcy Rodríguez.

Tim SAR juga masih berupaya mencari korban selamat di antara puing-puing setelah dua gempa bumi dahsyat mengguncang negara tersebut.

Di sisi lain, Rodríguez mengatakan puluhan orang telah berhasil diselamatkan dalam keadaan hidup.

Keterangan gambar: Banyak keluarga kehilangan kerabat mereka akibat dua gempa dahsyat di Venezuela.

"Ini membawa kebahagiaan bagi kami karena mereka bisa kembali memeluk keluarga dan orang-orang tercinta," ujarnya pada Jumat (26/06).

Dia juga menyebutkan bahwa hingga kini telah terjadi 214 gempa susulan, setelah dua gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5.

Rodríguez menambahkan bahwa wilayah La Guaira akan "dimiliterisasi" untuk membantu penanganan darurat.

La Guaira merupakan salah satu daerah yang paling parah terdampak oleh dua gempa tersebut.

Sedikitnya 2.927 keluarga telah kehilangan rumah mereka akibat gempa, kata Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez.

Upaya bantuan internasional juga mulai berdatangan. Sebuah tim penyelamat dari Belanda telah berangkat dari Eindhoven Air Base menuju Venezuela untuk membantu proses evakuasi dan pemulihan. Tim tersebut terdiri dari 65 personel dan delapan anjing pelacak, menurut European Press Agency.

Tim bantuan dari El Salvador juga telah tiba di negara tersebut, bersama personel penyelamat dari Meksiko dan Swiss.

Koordinator kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Tom Fletcher, mengatakan bencana ini membutuhkan respons global yang terkoordinasi.

"Kita memerlukan respons internasional, dan kami akan mengoordinasikannya serta memastikan bantuan tersalurkan," ujarnya pada BBC Radio 4. "Saya ingin masyarakat di Venezuela tahu bahwa bantuan sedang dalam perjalanan."

Rodríguez sebelumnya menyatakan bahwa dana sebesar US$200 juta (Rp3,26 triliun) telah dikucurkan dari Dana Moneter Internasional (IMF) untuk membantu pembangunan kembali infrastruktur dan rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan.

Baik Palang Merah maupun PBB kini telah memobilisasi bantuan untuk Venezuela pasca-gempa.

Pihak Palang Merah menyatakan bahwa cabang Palang Merah di Venezuela saat ini telah "beroperasi dan bergerak memberikan respons."

Dalam sebuah pernyataan daring, Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) menyebutkan bahwa "kebutuhan paling mendesak yang diantisipasi" adalah pencarian orang, penyelamatan, serta tempat penampungan darurat, dan layanan kesehatan.

Gempa di Caracas, Venezuela, pada 24 Juni 2026. (Sumber gambar:AFP via Getty Images)

Keterangan gambar,Tim SAR mengevakuasi korban gempa dari dalam reruntuhan sebuah bangunan di Caracas, Venezuela, pada 24 Juni 2026.

Air bersih dan sanitasi, bersama dengan kebutuhan pokok rumah tangga, diperkirakan akan menjadi prioritas dalam beberapa hari ke depan.

Tom Fletcher sebelumnya menyampaikan bahwa sebuah tim gerak cepat sedang dipersiapkan untuk mendukung tim PBB yang sudah ada di Venezuela.

Ia menambahkan bahwa bencana ini "berisiko memperparah kerentanan yang sudah ada sebelumnya".

Fletcher mengatakan bahwa delapan juta orang sebenarnya sudah membutuhkan bantuan kemanusiaan di negara tersebut sebelum gempa terjadi, dan ia mendesak adanya "upaya kolektif masif" untuk mendukung penanggulangan yang dipimpin oleh pemerintah.


Polisi menolong seorang perempuan di antara reruntuhan bangunan di Caracas.(Sumber:Getty Images)

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela, menurut laporan Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS).

Gempa pertama terjadi pada pukul 18:04 waktu setempat dan berpusat di dekat Kota San Felipe, sekitar 280 km di sebelah barat Ibu Kota Caracas.

USGS melaporkan adanya gempa susulan yang lebih kuat sesaat setelah gempa pertama, dengan magnitudo 7,5.

Pusat gempa kedua berada dekat kawasan Yumare, sedikit lebih ke utara dari gempa pertama.

USGS mengatakan ada 44% kemungkinan bahwa jumlah korban jiwa melebihi 10.000 orang.

"Bencana ini kemungkinan meluas" dan gempa susulan dengan guncangan kuat dapat terjadi, kata USGS.

Selain itu, terdapat juga risiko terjadinya tanah longsor dan likuifaksi di permukaan tanah.

Bantuan dari berbagai negara akan segera berdatangan

"Dua gempa besar yang baru saja melanda masyarakat Venezuela berskala sangat besar dan telah menyebabkan jumlah korban tewas yang menghancurkan," tulis Presiden AS Donald Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.

"Amerika Serikat siap, bersedia, dan mampu membantu!"

Trump mengatakan ia telah "menginstruksikan semua lembaga pemerintah kami untuk bersiap bergerak dengan cepat.

"Kami akan ada untuk sahabat baru dan hebat kami. Laporan awal tidak baik!!!"

Tim SAR mencari korban di antara reruntuhan bangunan di Caracas.(Getty images)

Jeremy Lewin, Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat di bidang Bantuan Luar Negeri, mengatakan AS akan mengirimkan tim SAR, pasokan medis, dan bantuan kemanusiaan ke Venezuela.

Departemen Luar Negeri AS punya tim bantuan bencana yang sedang bekerja sama dengan pemerintahan sementara Venezuela, kata Lewin.

Negara-negara di Amerika Latin juga telah menawarkan bantuan.

Presiden El Salvador, Nayib Bukele, mengatakan negaranya telah menyiapkan 50 ton peralatan dan logistik, serta 300 anggota tim SAR yang "siap diberangkatkan ke Caracas".

Ekuador juga telah mengatur bantuan untuk segera dikirim ke Venezuela, kata Presiden Daniel Noboa Azin.

Sementara itu, Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva, mengatakan negaranya akan menilai langkah bantuan yang dapat diambil untuk mendukung "negara saudara" tersebut.

Menteri Luar Negeri Meksiko, Roberto Velasco Álvarez, juga menawarkan kepada Venezuela "seluruh solidaritas dan dukungan yang dibutuhkan".

Semua WNI dalam keadaan selamat

Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello, mengonfirmasi dalam pernyataan melalui siaran televisi pemerintah bahwa sejumlah rumah dan gedung runtuh akibat gempa.

Dia menambahkan bahwa "semua badan keamanan dan bantuan, perlindungan sipil, relawan, pemadam kebakaran, polisi" telah dikerahkan.

Cabello mendesak semua warga Venezuela di daerah terdampak untuk meninggalkan bangunan.

Layanan gas alam yang memasok ribuan rumah di kota-kota Venezuela, dihentikan sebagai langkah pencegahan untuk menghindari "jenis kecelakaan apa pun", kata Menteri Cabello.

Layanan listrik dan sinyal internet terputus setelah gempa di beberapa bagian kota.

Gempa terjadi pada hari libur di Venezuela, sehingga lebih banyak orang berada di rumah dibandingkan hari kerja biasa.

Tanggal 24 Juni merupakan hari peringatan Pertempuran Carabobo pada 1821.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat puluhan orang berteriak dan berlari di dalam Bandara Internasional Maiquetía ketika terjadi kerusakan signifikan.

Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar RI di Caracas telah memastikan seluruh WNI yang terdata di Venezuela, yakni sebanyak tiga orang, dalam kondisi aman, selamat, dan sehat.

"Gedung Kantor KBRI Caracas beserta Wisma Duta tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti dan seluruh staf dalam keadaan selamat," kata Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah.

KBRI Caracas, menurut Heni, telah melakukan koordinasi dan komunikasi cepat pascagempa. Jalur komunikasi darurat telah dibuka untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan pemutakhiran kondisi WNI secara berkala.

'Ini adalah gempa terkuat seumur hidup'

Jurnalis dan kontributor BBC Mundo, Nicole Koster, merasakan gempa di lantai 7 apartemennya di pusat Caracas.

"Ini adalah gempa terkuat yang pernah saya rasakan seumur hidup," katanya.

"Saya melihat jendela-jendela besar bergerak. Yang terpikir oleh saya adalah berdiri di antara pintu masuk dan dinding batu, yang menurut saya cukup kuat, untuk mencoba melindungi diri," ujarnya.

"Guncangannya begitu kuat hingga saya pikir bangunan itu akan runtuh menimpa saya," katanya.

Nicole menambahkan dirinya bisa mendengar suara orang-orang meminta pertolongan di antara reruntuhan sebuah bangunan.

"'Tolong, kami di sini'. Itu yang saya dengar," kata Nicole.

Setelah gempa, sambungnya, warga diminta menunggu di luar bangunan untuk mengantisipasi jika terjadi gempa susulan.

Keterangan Foto: Bangunan runtuh di Caracas akibat gempa.

Maria Elise, warga lain di kawasan pusat Caracas, mengatakan: "Beberapa dinding apartemen kami retak. Ada tiang listrik yang tumbang, kami tidak memiliki listrik, tidak ada sinyal."

Seorang perempuan berusia 80 tahun yang tinggal di selatan Caracas mengatakan kepada kantor berita Reuters: "Bangunan tempat tinggal saya bergoyang. Polisi membantu saya turun karena saya tidak bisa."

Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat memperingatkan bahwa gempa susulan dapat terjadi.

Apa penyebab gempa di Venezuela?

Venezuela terletak di zona aktif seismik, tempat dua lempeng tektonik—Karibia dan Amerika Selatan—bertemu.

Menurut Lembaga Survei Geologi AS (USGS), gempa kedua dengan kekuatan lebih besar terjadi akibat "pergeseran patahan mendatar yang dangkal" di dekat batas kedua lempeng tersebut.

Hal ini terjadi ketika patahan, atau retakan di antara lempeng, bergerak secara horisontal. Gempa bumi terjadi ketika pergerakan ini berlangsung dengan cepat.

"Meski sering digambarkan sebagai titik pada peta, gempa sebesar ini lebih tepat dijelaskan sebagai pergeseran pada area patahan yang lebih luas," lapor USGS.

Dua gempa hari ini "kemungkinan menunjukkan proses interaksi patahan yang kompleks," kata lembaga tersebut.

Gempa susulan, termasuk yang "berpotensi menimbulkan guncangan kuat", masih mungkin terjadi, tambah USGS.(Adz/BBC)

Dinas PUTR Provinsi Jambi: Progres Jalan Renah Pemetik Capai 45 persen

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Workshop dan Peralatan (WDP) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama tim teknis turun langsung meninjau lokasi proyek di Kawasan Renah Pemetik Kabupaten Kerinci.Progres Jalan Renah Pemetik Capai 45%. (Istimewa)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan proyek pemeliharaan ruas jalan di kawasan Ranah Pemetik. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 45 persen, sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Dilansir dari laman Dinas PUTR Provinsi Jambi menuliskan, Untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target dan memenuhi standar kualitas, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Workshop dan Peralatan (WDP) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama tim teknis turun langsung meninjau lokasi proyek di Kawasan Renah Pemetik Kabupaten Kerinci.

Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Gubernur dan Kepala Dinas PUTR agar pelaksanaan pekerjaan terus dikawal secara intensif. Selain memantau perkembangan fisik di lapangan, kunjungan ini juga bertujuan mengidentifikasi berbagai kendala sehingga dapat segera ditangani tanpa menghambat proses pengerjaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Workshop dan Peralatan (WDP) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama tim teknis turun langsung meninjau lokasi proyek di Kawasan Renah Pemetik Kabupaten Kerinci.Progres Jalan Renah Pemetik Capai 45%. (Istimewa)

"Sesuai arahan Bapak Gubernur dan Kepala Dinas PUTR, kami berkomitmen untuk terus mengawal proyek ini agar berjalan optimal. Saat ini progres pekerjaan telah mencapai 45 persen," ujar Plt Kepala UPTD WDP saat melakukan peninjauan di lokasi.

Saat ini, pekerjaan pemeliharaan berkala difokuskan pada ruas jalan yang menghubungkan Desa Pungut Mudik hingga Desa Pasir Jaya. Setelah segmen tersebut rampung, pengerjaan akan langsung dilanjutkan menuju Lubuk Tabun guna memastikan seluruh ruas jalan Ranah Pemetik dapat segera difungsikan secara optimal.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPTD Workshop dan Peralatan (WDP) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) bersama tim teknis turun langsung meninjau lokasi proyek di Kawasan Renah Pemetik Kabupaten Kerinci.Progres Jalan Renah Pemetik Capai 45%. (Istimewa)

Seluruh pekerjaan dilaksanakan secara swakelola oleh Dinas PUTR melalui UPTD Workshop dan Peralatan. Skema ini dipilih untuk mengoptimalkan efisiensi anggaran, memaksimalkan pemanfaatan alat berat milik pemerintah, serta memberikan fleksibilitas dalam mempercepat penanganan titik-titik jalan yang menjadi prioritas.

Pemerintah daerah berharap percepatan pemeliharaan jalan ini dapat segera menghadirkan akses transportasi yang lebih aman, nyaman, dan fungsional bagi masyarakat. Jalan yang semakin baik diyakini akan memangkas waktu tempuh, memperlancar arus logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung perekonomian wilayah tersebut.(Adz)

Kronologis Lengkap, Taufik Hidayat Pria yang 'Sekap dan Aniaya' Kekasih Selama 3 tahun Bakal dituntut Pasal Berlapis

 

Keterangan gambar: Tersangka Taufik Hidayat saat dihadirkan Polda Jabar kehadapan publik.(Ist/Ant)

Laporan Peristiwa Sadis:

Taufik Hidayat, Pria yang 'menyekap dan menganiaya' Kekasih selama 3 tahun dituntut pasal berlapis Bagaimana kronologinya?

Kepolisian Daerah Jawa Barat akan menerapkan pasal berlapis terhadap Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR, perempuan berusia 29 tahun asal Rancaekek, Kabupaten Bandung. Kasus ini dinilai sebagai bentuk kekerasan ekstrem.

Polisi memberikan kesempatan biacara bagi tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (kedua kanan) saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/6/2026). (Sumber: ANTARA FOTO)

"Kalau dilihat dari peristiwanya dan perbuatannya, tersangka ini termasuk sesuatu yang tidak wajar, sadis, kekerasan yang kita kutuk bersama," kata Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, saat jumpa pers di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (26/06).

"Untuk itu, kami Polda Jabar semaksimal mungkin akan mempersangkakan tersangka dengan pasal yang seberat-beratnya," tambahnya.

Menurut Rudi, pasal pertama yang disangkakan pada Taufik adalah Pasal 466 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP. Pasal ini terkait tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan luka berat dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

Berikutnya, Pasal 451 tentang penyanderaan dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun.

Ketiga, Pasal 446 ayat 2 tentang perampasan kemerdekaan yang ancaman hukumannya paling lama 9 tahun penjara. Pasal-pasal tersebut akan dijuntokan dengan Pasal 126 ayat 2 dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

Rudi menyebut, pasal-pasal tersebut akan diterapkan secara kumulatif dengan menggabungkan sejumlah persangkaan pidana terhadap Taufik dalam perkara tersebut.

Lebih lanjut, Polda Jabar juga mengungkap bahwa Taufik sebelumnya pernah terlibat kasus kekerasan terhadap perempuan, dan telah divonis satu tahun delapan bulan penjara.

Status residivis ini, kata Rudi, akan juga diterapkan kepada tersangka guna memperberat hukumannya.

"Ada empat pasal dan kami lapis lagi dengan pasal residivis untuk lebih memperberat lagi dan kami pasalkan dengan kumulatif. Jadi nanti dikumpulkan semua itu. Hukuman pasal satu dan berikutnya sehingga dapat dikumpulkan [hukumannya], " ujar Rudi.

Keterangan gambar:Tersangka Taufik Hidayat

Diketahui, sebelumnya, Kepolisian Daerah Jawa Barat telah menangkap Taufik di sebuah komplek perumahan di Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Selasa (23/06).

Taufik disebut sempat kabur dan bersembunyi di Tangerang, Banten. Namun kemudian kembali ke kawasan Bandung Raya karena merasa tidak aman.

Di Kabupaten Bandung, Taufik juga sempat berada di Kecamatan Majalaya.

Setelah ditangkap pada Selasa (23/6) malam, Taufik Hidayat langsung menjalani serangkaian pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat. Saat ini dia ditahan di sel khusus.

"Kami akan lakukan penahanan di sel khusus yang sudah kita pasang CCTV dan berada sendiri dan dalam pengawasan kami semua," ujar Kapolda Jabar, Irjen Polisi Rudi Setiawan, di Mapolda Jabar, Selasa (23/06) malam.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain dua buah helm, senjata tajam, benda seperti senjata api, dan dua buah botol infus.

Bagaimana kronologi kasus?

Menurut keterangan polisi, tersangka Taufik Hidayat dan YTR disebut berkenalan melalui aplikasi kencan pada 2024. Korban, yang kala itu bekerja di sebuah pabrik makanan di Bandung, kemudian tinggal bersama Taufik di sebuah kamar kos.

Kepada keluarga, korban sempat mengaku pindah kerja ke Majalengka untuk mendapatkan upah yang lebih besar. Keluarga mencoba mengecek keberadaan korban sesuai informasi yang diberikan, tapi tidak pernah berhasil menemui YTR.

Korban juga sempat mengaku bekerja di sebuah perusahaan media di Jakarta.

Keluarga, yang merasa kehilangan korban, kemudian mencoba menghubungi korban melalui Facebook karena nomor telepon seluler korban tidak bisa dihubungi.

"Dan direspon sama korban bahwa pihak keluarga jangan mengurus yang bersangkutan karena yang bersangkutan sudah dewasa atau merasa besar," beberapa Rudi.

Tersangka dan Korban Berpindah-Pindah Tempat Kos

Tersangka dan korban diketahui berpindah-pindah tempat kos sebanyak empat kali dalam rentang waktu sejak Mei 2024 hingga Juni 2026. Pertama, di Cicaheum, Kota Bandung, kemudian Krisna Jaya, Kota Bandung. Keduanya kemudian pindah ke Cilengkrang, Kabupaten Bandung, dan terakhir di Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Keberadaan korban akhirnya diketahui keluarga pada 10 Juni 2026. Keluarga mendapat informasi bahwa korban berasa di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) dengan kondisi luka berat.

Korban berada di RSHS dibawa oleh tersangka dengan diantar penjaga kos. Awalnya korban dibawa ke RSUD Ujung Berung, Kota Bandung. Namun, dia kemudian dirujuk ke RSHS karena kondisi luka parah.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan (tengah) bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi (kiri) dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (kanan) menyampaikan keterangan pers saat pengungkapan kasus penyekapan dan penganiayaan berat di Mapolda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/06). (Sumber: ANTARA FOTO)

Melihat kondisi korban yang terluka parah, keluarga kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polda Jabar, pada Jumat (12/06).

Lebih lanjut, Rudi menjelaskan, selama bersama tersangka, korban kerap mengalami penganiayaan. Kekerasan itu dialami korban di empat tempat kos, yang kini telah ditetapkan sebagai Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh polisi.

Di tempat kos pertama, kata Rudi, korban mengalami pukulan dan sundutan rokok di tubuhnya. Kondisi itu terjadi dalam kurun waktu 15 Mei 2024 hingga 15 September 2024.

"Di TKP kedua, terjadilah pemukulan terhadap mata kiri dengan besi. Itu yang menyebabkan (korban) tidak bisa melihat, " ujar Rudi.

Di TKP ketiga, mata kanan korban dipukul menggunakan helm sehingga kondisi korban tidak bisa melihat melalui dua matanya. Kekerasan ini terjadi pada bulan Februari 2025 sampai Desember 2025.

"Ini juga terjadi kekerasan di lutut, ditebas dengan benda tajam sehingga korban sulit berjalan, " imbuh Rudi.

Di TKP keempat, penganiayaan berlanjut hingga korban dibawa ke RSHS.

Bagaimana kondisi YTR?

Direktur Utama RSHS, Rahim Dinata Marsudi, menyatakan kondisi luka korban sudah infeksi berat.

"Boleh diatakan belatung sudah ada. Kami segera melakukan operasi pembersihan lukanya. Dan kami temukan ada bakteri, yang memang cukup berat," ungkap Rahim pada jumpa pers.

Rahim juga menambahkan telah membentuk tim yang beranggotakan 40 orang dokter dengan berbagai spesialisasi untuk menangani korban.

Sebelumnya, Kapolda Rudi Setiawan mengungkapkan, YTR mengalami luka berat di sekujur tubuhnya. Untuk keperluan penyelidikan, kata Rudi, dokter forensik telah mengidentifikasi organ-organ tubuh yang rusak.

"[Organ-organ tubuh] yang tidak berfungsi di antaranya adalah mata, kemudian bibir, ada bekas sayatan di kaki. Ini benda tajam. Kemudian ada sundutan rokok dan sebagainya. Tentunya, ini menjadi bukti dari apa yang telah terjadi atau dilakukan tersangka," kata Rudi.

Pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung membentuk tim dokter untuk menangani kondisi luka yang dialami YTR. Tim itu berisi sejumlah dokter, antara lain dokter spesialis bedah plastik, spesialis mata, dan spesialis penyakit dalam.

Saat ini, kondisi YTR disebut mulai membaik dan bisa berkomunikasi.

"Kondisi pasien saat ini sudah mengalami perbaikan. Alhamdulillah sudah bisa berbicara, " ungkap Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSHS, Fitra Hergyana, kepada wartawan, Selasa (23/06).

Seiring membaiknya kondisi YTR, tim penyidik Polda Jabar melakukan pemeriksaan terhadap perempuan itu guna mendalami kasus.

Lebih lanjut, Irjen Polisi Rudi Setiawan menjelaskan, pihaknya telah bekerja sama dengan Lembaga Pelindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk melindungi YTR dan saksi.

Kuasa hukum korban, Januar Solehuddin menyatakan, kondisi korban yang sudah membaik akan membantu proses penyidikan tim Polda Jabar.

Adapun pihak keluarga, imbuh Januar, berharap ingin mengembalikan kemerdekaan dan hak-hak korban yang sudah dirampas.

"[Keluarga ingin] benar-benar mendapatkan keadilan seadil-adilnya terkait pasal-pasal 466, 469. Tetapi, kami juga ingin pasalnya yang relevan dengan perkara ini, " kata Januar.

Apa alasan tersangka?

Menurut Irjen Polisi Rudi Setiawan, Taufik Hidayat mengaku terbiasa mengonsumsi minuman keras setiap hari. Taufik, kata Rudi, mengklaim penganiayaan terhadap YTR dilakukan dalam keadaan mabuk.

"Semua [perbuatan] yang dia [tersangka] lakukan, dia mengakui dan sempat menyatakan bahwa dia menyesal karena ini dilakukannya di bawah kesadaran akibat konsumsi alkohol," papar Rudi.

"Setiap hari dia konsumsi alkohol dan selalu bercekcok dengan kekasihnya dan terjadilah penganiayaan," sambungnya.

Polisi menduga YTR disekap dan dianiaya Taufik Hidayat menggunakan tangan, benda tumpul, dan senjata tajam selama tiga tahun. Barang berharga YTR juga hilang.

"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat, di antaranya mata tidak bisa melihat secara normal, bibir sumbing, sulit berbicara, tidak bisa berjalan, serta megalami kerugian materil sebesar Rp52 juta," sebut laporan kepolisian.

Kepolisian menyebut terduga pelaku bernama Taufik Hidayat yang diketahui sebagai kekasih korban. Menurut polisi, Taufik merupakan warga Nagreg, Kabupaten Bandung, dan berprofesi sebagai penagih utang.

Bagaimana respons keluarga?

Pada jumpa pers Jumat (26/06), keluarga menyebut menolak permintaan maaf tersangka.

Tersangka Taufik Hidayat, pada kesempatan itu, mengaku bersalah dan meminta maaf.

"Saya mohon maaf atas semua yang saya lakukan. Saya salah. Saya menyesal, saya minta maaf, " kata Taufik, yang dihadirkan saat jumpa pers.

Menanggapi permintaan maaf tersebut, kakak korban, Afif Shandy Shandely, menyatakan, pihak keluarga tidak akan memaafkan Taufik.

"Dari keluarga gak ada kata maaf. Dia enteng ngomong maaf, sedang adik saya sudah kayak gini, dia baru minta maaf. Gak ada kata maaf, " ucap Afif.

Afif bahkan menyatakan, keluarga ingin menghakimi sendiri si pelaku.

"Harapannya dari saya pribadi untuk pelaku, saya gak mau pelaku dihukum mati. Saya pengin dia diserahkan ke keluarga biar saya yang menghakimi dia atas perbuatan dia terhadap adik saya, " kata Afif dengan suara tercekat.

Bagaimana respons pemerintah dan Komnas Perempuan?

Kasus ini memantik kemarahan masyarakat serta sorotan dari pemerintah.

Komisioner Komnas Perempuan, Rr Sri Agustini, menilai, korban mengalami perlakuan kejam dan tidak manusiawi berupa penyekapan dan penganiayaan berat. Sri menegaskan, keselamatan, pemulihan, dan perlindungan korban harus menjadi prioritas utama.

"Komnas Perempuan juga mengecam keras tindakan yang dilakukan pelaku dan menegaskan bahwa peristiwa ini kekerasan berbasis gender dalam relasi personal. Dan Komnas Perempuan juga melihat ini sebagai bentuk kekerasan berbasis gender yang sangat ekstrim. Apabila kasus ini tidak diketahui oleh masyarakat, bisa berujung pada kematian," kata Sri, dalam jumpa pers hari Jumat (26/06).

"Ini sangat jelas indikator-indikator eskalasi kekerasan itu, salah satu indikator femisida atau pembunuhan terhadap perempuan di dalam relasi yang sangat panjang."

Kalau melihat dalam konteks femisida, Sri menjelaskan, ada spektrum kekerasan yang eskalasinya berlanjut dan berjalan terus menerus, mulai dari Mei 2024 hingga Juni 2026. Jika tidak terselamatkan, kata Sri, korban bisa kehilangan nyawa.

Terkait femisida, Sri menjelaskan, Komnas Perempuan melakukan pendataan dan sejauh ini menemukan 10 kasus femisida, yang terdiri dari tujuh kasus femisida intim dan tiga kasus nonintim.

"Kalau melihat polanya, kekerasan yang terjadi hampir sama dengan kasus yang dialami YTR. Kekerasan bertingkat, mulai dari di kontrakan pertama mengalami kekerasan satu, dua, tiga, hingga mengakibatkan disabilitas permanen. Ini salah satu bentuk dari indikator-indikator femisida," tambah Sri.

Keterangan gambar: Komisioner Komnas Perempuan, Sri Agustin

Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, mengaku prihatin dengan kasus yang dialami korban. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran pers yang dilansir di situs Kementerian PPPA, Senin (22/06).

"Kami sangat prihatin atas kondisi korban yang mengalami kekerasan keji dalam waktu yang sangat panjang hingga menimbulkan luka fisik dan psikis yang serius. Korban harus memperoleh perlindungan, pendampingan hukum, serta pemulihan yang maksimal. Kami mendorong agar pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku," ujar Arifah.

Arifah menyampaikan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Provinsi Jawa Barat telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari koordinasi dengan pihak rumah sakit, kepolisian, hingga pengajuan perlindungan kepada LPSK.

UPTD PPA juga mendampingi keluarga korban dalam proses pelaporan kepada Polda Jawa Barat terkait dugaan tindak pidana penganiayaan berat.

"Sebagai tindak lanjut, Kementerian PPPA bersama UPTD PPA Jawa Barat akan terus berkoordinasi dengan penyidik Polda Jawa Barat, tim medis RSUP Dr. Hasan Sadikin, LPSK, dan pihak terkait lainnya guna memastikan proses hukum dan pemulihan korban berjalan optimal. Pendampingan hukum juga akan dilakukan melalui koordinasi dengan Tim Hukum Jabar Istimewa," kata Arifah.

Kepala Kanwil Kementerian HAM Jabar, Hasbullah Fudail menilai, perbuatan tersangka sudah termasuk dalam pelanggaran HAM berat.

"Saya melihat bahwa pelanggaran HAM yang dilakukan ini, bagi saya sistematis. Karena tidak mungkin dilakukan hanya dalam waktu yang singkat. Ini kan dua tahun," kata Hasbullah.(*)

(Adz/BBC/Berbagai Sumber)

Sejumlah Pejabat Utama, Dansat Brimob dan Kapolres Jajaran Polda Jambi Dimutasi, Ini Daftarnya!

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji (Dokumentasi/Polda Jambi)

JAMBI - Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi sejumlah pejabat di lingkungan Polda Jambi.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1336/VI/KEP./2026, ST/1338/VI/KEP./2026, ST/1339/VI/KEP./2026, ST/1340/VI/KEP./2026, dan ST/1341/VI/KEP./2026 yang ditandatangani oleh Asisten SDM Polri, Irjen Pol. Dr. Anwar, pada 26 Juni 2026.

Dalam mutasi tersebut, Karo SDM Polda Jambi, Kombes Pol. Handoko, mendapat promosi jabatan sebagai Assessor SDM Kepolisian Madya Tingkat I SSDM Polri.

Jabatan Karo SDM Polda Jambi selanjutnya diemban oleh Kombes Pol. Ricko Abdullah Andang Taruna, yang saat ini menjabat sebagai Assessor SDM Kepolisian Madya Tingkat III SSDM Polri.

Baca Juga: Daftar Lengkap Nama 190 Kapolres Se-Indonesia, Termasuk Polda Sumut, Rotasi Baru Kapolri Juni 2026

Pada jajaran pengawasan, Irwasda Polda Jambi, Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar, dimutasi sebagai Irwasda Polda Papua. Posisinya digantikan oleh Kombes Pol. Subandi, yang saat ini menjabat sebagai Irwasda Polda Papua Barat.

Dalam surat telegram yang sama, AKBP dr. Alfons Silawa, yang saat ini menjabat sebagai Pejabat Sementara Kabid Dokkes Polda Jambi, dikukuhkan sebagai Kabid Dokkes Polda Jambi.

Selanjutnya Kabid TIK Polda Jambi, Kombes Pol. Muhammad Ali Hadinur, dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Kom Div TIK Polri dalam rangka Dikbangti TA 2026.

Jabatan tersebut kemudian diisi oleh Kombes Pol. Sony Sanjaya, yang saat ini bertugas sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Misinter Divhubinter Polri.

Baca Juga: TERBARU! Daftar Nama Mutasi dan Rotasi Polri Juni 2026

Mutasi juga menyentuh jajaran kewilayahan. Kapolres Muaro Jambi, AKBP Heri Supriawan, dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Wadirlantas Polda Jambi.

Posisi Kapolres Muaro Jambi akab dijabat oleh AKBP Bayu Noormansyah, yang saat ini bertugas sebagai Kanit V Subdit IV Dittipideksus Bareskrim Polri.

Sementara itu Kapolresta Jambi, Kombes Pol. Boy Sutan Binanga Siregar, dimutasi sebagai Dansat Brimob Polda Kalimantan Selatan.

Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Kerinci AKBP Ramadhanil Pimpin Ziarah Makam Pahlawan di Semumu

Jabatan Kapolresta Jambi selanjutnya dipercayakan kepada Kombes Pol. Anang Herlambang, yang saat ini menjabat sebagai Agen Intelijen Kepolisian Madya Tingkat III Baintelkam Polri.

Pada jajaran Brimob, Dansat Brimob Polda Jambi, Kombes Pol. Muhammad Faishal Aris, dimutasi sebagai Teknisi Jibom Madya Tingkat II Korbrimob Polri.

Posisinya digantikan oleh Kombes Pol. Budi Hidayat, yang saat ini menjabat sebagai Teknisi KBR Madya Tingkat III Korbrimob Polri.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menyampaikan bahwa mutasi merupakan hal yang wajar dalam dinamika organisasi Polri sebagai bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, serta upaya meningkatkan kinerja institusi.

"Mutasi jabatan merupakan bagian dari proses pembinaan sumber daya manusia di lingkungan Polri," kata Erlan, Jumat (26/6).

Baca Juga: Daftar Perwira Polisi di Polda Jambi dan Jajaran yang Dimutasi Terbaru Juni 2026

"Selain sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi personel, mutasi juga bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, memperkuat organisasi, serta menjawab tantangan tugas yang semakin dinamis," lanjutnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pejabat lama atas dedikasi dan pengabdiannya selama bertugas di Polda Jambi serta menyambut para pejabat baru untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

"Kami mengucapkan selamat kepada para pejabat yang mendapatkan amanah baru. Semoga dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga soliditas, serta terus menghadirkan pelayanan Polri yang Presisi bagi masyarakat Provinsi Jambi," tutupnya.(Adz)

Wawako Azhar Hamzah Sambut 128 Jamaah Haji Kloter 23 Asal Sungai Penuh

Wawako Azhar Hamzah Sambut 128 Jamaah Haji Kloter 23 Asal Sungai Penuh di Asrama Haji Jambi

JAMBI – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Aula Asrama Haji Jambi saat 128 jamaah haji Kloter 23 asal Kota Sungai Penuh tiba dari Tanah Suci, Sabtu (27/6/2026). Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, hadir langsung menyambut kepulangan para tamu Allah tersebut bersama Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Sungai Penuh, Mawarti Azhar.

Penyambutan berlangsung sebagai bagian dari rangkaian pemulangan jamaah haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Seluruh proses mengacu pada jadwal resmi yang diterbitkan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Sungai Penuh melalui Surat Nomor J-87/KK.05.05/06/2026 tanggal 22 Juni 2026 tentang Jadwal Pemulangan Jamaah Haji Kota Sungai Penuh.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Azhar Hamzah mengungkapkan rasa syukur karena seluruh jamaah tiba di Tanah Air dengan selamat dan dalam kondisi sehat.

Ia berharap ibadah yang telah dijalankan di Tanah Suci diterima Allah SWT sehingga seluruh jamaah memperoleh predikat haji yang mabrur. Selain itu, Azhar juga mengajak para jamaah untuk menjadi teladan dengan menebarkan nilai-nilai kebaikan, kebersamaan, dan kepedulian di tengah masyarakat.

Pemerintah Kota Sungai Penuh terus berkoordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak terkait agar proses pemulangan jamaah berjalan tertib, aman, dan lancar hingga seluruh jamaah tiba di rumah masing-masing.

Kepulangan 128 jamaah haji Kloter 23 ini menjadi momen penuh kebahagiaan bagi keluarga yang telah menanti sejak keberangkatan mereka ke Tanah Suci. Pemerintah Kota Sungai Penuh pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan ibadah haji hingga proses pemulangan selesai.(Adz) 

Bupati Batang Hari Sambut Kepulangan Jemaah Haji, Ajak Jadikan Kemabruran Sebagai Pedoman Hidup

 

Merdekapost.com – Suasana penuh haru dan syukur menyelimuti penyambutan jemaah haji asal Kabupaten Batang Hari yang telah kembali ke tanah air usai menunaikan rukun Islam kelima. Penyambutan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief, Sabtu (27/6/2026). 

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan berharap seluruh pengalaman spiritual selama berada di Tanah Suci dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keberhasilan menunaikan ibadah haji tidak hanya diukur dari selesainya rangkaian ibadah, tetapi juga dari kemampuan setiap jemaah menjaga akhlak, meningkatkan ketakwaan, serta memberi manfaat bagi keluarga dan masyarakat setelah kembali ke kampung halaman.

Bupati juga mengajak para jemaah untuk menjadi teladan di lingkungan masing-masing dengan memperkuat nilai-nilai kejujuran, kepedulian, dan semangat kebersamaan. Ia berharap predikat haji mabrur dapat terus dipelihara sepanjang hayat melalui amal saleh dan pengabdian kepada masyarakat.

Acara penyambutan berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Tangis haru keluarga yang telah lama menanti kepulangan sanak saudara turut mewarnai momen tersebut, menandai berakhirnya perjalanan ibadah haji dan dimulainya pengabdian baru sebagai pribadi yang lebih baik di tengah masyarakat. (*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs