Investasi Tidak Boleh Tertahan: Jalan Khusus Batubara sebagai Katalis Pertumbuhan Ekonomi Jambi

 

Oleh: Martayadi Tajuddin *

Dalam lanskap ekonomi modern, investasi merupakan motor utama penggerak pertumbuhan daerah. Namun demikian, efektivitas investasi sangat ditentukan oleh kualitas ekosistem pendukungnya, terutama infrastruktur. Tanpa infrastruktur yang memadai, investasi berisiko kehilangan efisiensi, meningkatnya biaya logistik, serta menurunnya daya saing jangka panjang.

Dalam konteks Provinsi Jambi, salah satu isu strategis yang terus menjadi perhatian adalah pengembangan infrastruktur logistik sektor energi, khususnya percepatan pembangunan jalan khusus angkutan batubara. Isu ini tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis transportasi, tetapi juga menyentuh dimensi yang lebih luas: kepastian investasi, tata kelola ruang publik, serta keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagai pengamat kebijakan publik dan pembangunan infrastruktur, saya memandang bahwa hambatan terhadap pembangunan infrastruktur logistik strategis pada akhirnya akan berdampak langsung pada perlambatan investasi. Dalam ekonomi daerah yang masih bertumpu pada sektor ekstraktif dan sumber daya alam, efisiensi distribusi menjadi faktor penentu utama dalam menjaga minat investor.

Ketergantungan angkutan batubara pada jalan umum selama ini telah menimbulkan berbagai implikasi, mulai dari tingginya biaya eksternalitas seperti kerusakan jalan, kemacetan lalu lintas, hingga meningkatnya risiko keselamatan masyarakat. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan industri dan kapasitas infrastruktur publik yang tersedia.

Dalam kerangka kebijakan publik, situasi tersebut mencerminkan perlunya transformasi sistem logistik yang lebih terstruktur melalui pemisahan jalur antara kepentingan publik dan aktivitas industri berat. Jalan khusus batubara hadir sebagai salah satu solusi rasional untuk mengatasi ketidakefisienan tersebut sekaligus menciptakan sistem transportasi yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Dalam konteks ini, keberadaan investasi infrastruktur yang melibatkan PT SAS perlu ditempatkan dalam perspektif pembangunan ekonomi jangka panjang. Investasi tersebut tidak semata-mata berorientasi pada kepentingan korporasi, tetapi juga berfungsi sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi logistik energi, memperkuat rantai pasok, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih luas.

Dalam teori pembangunan ekonomi regional, infrastruktur logistik yang efisien merupakan salah satu variabel kunci yang menentukan tingkat kompetitivitas suatu wilayah. Daerah yang mampu menyediakan sistem transportasi yang cepat, aman, dan terintegrasi akan lebih menarik bagi investor dibandingkan wilayah dengan hambatan logistik yang tinggi.

Oleh karena itu, percepatan pembangunan jalan khusus batubara di Jambi harus dipandang sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing investasi daerah. Dalam situasi persaingan antar wilayah yang semakin ketat, keterlambatan dalam menyediakan infrastruktur strategis dapat berakibat pada hilangnya peluang ekonomi yang seharusnya dapat dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, penting untuk dipahami bahwa pembangunan infrastruktur skala besar selalu memerlukan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Namun keseimbangan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai alasan untuk menunda keputusan strategis, melainkan sebagai dasar untuk memperbaiki tata kelola dan mitigasi dampak secara lebih komprehensif.

Kritik terhadap pembangunan infrastruktur adalah bagian yang sah dalam demokrasi. Namun kritik tersebut perlu didasarkan pada analisis yang objektif dan rasional, bukan pada penolakan terhadap perubahan yang justru dibutuhkan untuk mendorong kemajuan daerah.

Pada akhirnya, investasi tidak boleh dibiarkan tertahan oleh ketidakpastian infrastruktur. Dalam konteks Jambi, jalan khusus batubara bukan sekadar proyek fisik, tetapi merupakan instrumen kebijakan yang berfungsi sebagai katalis bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Jika Jambi ingin memperkuat posisinya dalam peta ekonomi energi nasional, maka keberanian untuk mempercepat pembangunan infrastruktur strategis adalah sebuah keniscayaan. Karena dalam dunia ekonomi modern, yang tertinggal bukan hanya daerah yang tidak memiliki sumber daya, tetapi juga daerah yang lambat dalam mengambil keputusan strategis.(***)

* Martayadi Tajuddin, Pengamat Kebijakan Publik dan Pembangunan Infrastruktur

Anggota Komisi XII Elpisina Dorong Percepatan Elektrifikasi Desa dan Jalan Khusus Batubara di Jambi

 

Merdekapost.com - Anggota DPR RI Komisi XII Fraksi PKB, Elpisina melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) pengawasan ke Kantor Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jambi guna membahas berbagai persoalan strategis sektor energi dan pertambangan di Provinsi Jambi.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi Tandry Adi Negara beserta jajaran, Inspektur Tambang Kementerian ESDM, serta pihak terkait lainnya. 

Dalam pertemuan tersebut, Elpisina menyoroti sejumlah persoalan tata kelola pertambangan di Provinsi Jambi, terutama terkait aktivitas angkutan batubara.

“Persoalan jalan khusus batubara ini harus segera direalisasikan. Jangan sampai angkutan batubara terus-menerus melewati jalan umum karena dampaknya sangat dirasakan masyarakat, baik dari sisi keselamatan maupun kerusakan infrastruktur,” ujar Elpisina.

Ia menegaskan, Komisi XII DPR RI akan mendorong proses pembangunan jalan khusus batubara agar segera ditindaklanjuti secara serius oleh seluruh pihak terkait.

“Kita ingin ada tindak lanjut yang nyata. Jalan khusus batubara ini penting agar tata kelola pertambangan di Jambi berjalan lebih baik dan aktivitas masyarakat tidak terganggu,” katanya.

Lebih jauh terkait sektor pertambangan, Elpisina juga menyoroti kewajiban reklamasi bagi seluruh pelaku usaha tambang di Jambi. 

“Setiap pelaku usaha wajib menyelesaikan reklamasi. Jangan sampai setelah melakukan aktivitas pertambangan, lingkungan ditinggalkan begitu saja tanpa pemulihan,” tegasnya.

Menurutnya, selama jalan khusus batubara belum selesai dibangun, pengurangan kuota produksi batubara perlu menjadi perhatian.

“Kami mendukung adanya pengurangan kuota produksi batubara selagi jalan khusus belum diselesaikan. Ini demi menjaga kepentingan masyarakat dan mengurangi beban di jalan umum,” ujarnya.

Elpisina juga mengingatkan, pentingnya kepatuhan terhadap aturan dan tata kelola pertambangan yang baik, yang harus dilaksanakan oleh seluruh pihak khususnya pelaku usaha tambang. 

“Semua pihak harus taat pada tata kelola pertambangan yang baik, sesuai aturan yang berlaku. Karena sektor ini harus tetap memberikan manfaat tanpa mengorbankan masyarakat maupun lingkungan,” katanya.

Selain itu dalam kesempatan ini, Elpisina juga membahas mengenai persoalan elektrifikasi di wilayah pedesaan Jambi bersama ESDM Provinsi Jambi agar dapat segera dituntaskan.

“Kami juga berharap desa-desa yang hingga saat ini belum teraliri listrik bisa segera mendapatkan akses listrik. Ini menjadi perhatian bersama karena listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Provinsi Jambi, Tandry Adi Negara menyampaikan harapan agar sinergitas antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan DPR RI terus diperkuat, khususnya dalam sektor energi dan sumber daya mineral.

“Ada beberapa yang kami suarakan untuk sinergitas Pemprov Jambi dengan DPR RI termasuk dengan inspektur tambang tadi. Kalau dari Provinsi Jambi kami berharap adanya dukungan energi dan sumber daya mineral,” ujarnya.

Ia menjelaskan, meskipun rasio elektrifikasi di Provinsi Jambi secara umum telah mencapai 100 persen, namun masih terdapat sejumlah desa dan dusun yang belum menikmati aliran listrik secara optimal.

“Memang di Jambi secara elektrifikasi sudah 100 persen namun untuk desa atau dusun yang belum terlistriki masih banyak. Makanya kita dorong dari Komisi XII, pak Elpisina bisa membawa dukungan masyarakat yang belum mendapatkan listrik agar bisa didorong di Kementerian ESDM maupun CSR perusahaan lainnya,” katanya.

Tandry juga menyebutkan bahwa pada tahun 2025 Provinsi Jambi memperoleh bantuan pemasangan listrik baru sebanyak 4.000 sambungan. Pihaknya berharap jumlah tersebut dapat meningkat pada tahun 2026 hingga 2027.

“Termasuk bantuan pasang baru listrik di Jambi tahun 2025 itu kita ada dapat bantuan 4.000. Nah kita berharap tahun 2026-2027 ini dengan adanya komposisi baru pak Elpisina selaku Komisi XII bisa menambah juga, bila perlu jadi 6.000 sampai 8.000,” tambahnya.

Selain itu, pihak Dinas ESDM Provinsi Jambi juga mendorong pengembangan energi baru terbarukan, khususnya sektor panas bumi di Jambi.

“Kita sekarang sedang mendorong energi panas bumi. Kita berharap pengembang panas bumi ini masuk dalam proyek strategis nasional, sehingga bisa memberikan perubahan pertumbuhan ekonomi maupun pergerakan roda perekonomian di Jambi,” tutupnya. (*)

Pantesan BBM Langka! Begini Cara Licik Para Pembobol BBM Subsidi di Kota Jambi, Pakai Banyak Barcode hingga Oplos

Kasat Reskrim Polresta Jambi, AKP Husni Abda, menjelaskan kasus penyalahgunaan BBM subsidi sampai dengan pemalsuan atau pengoplosan BBM.(Istimewa)

JAMBI - Penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi masih terjadi di Kota Jambi.

Polresta Jambi mengungkap empat kasus penyalahgunaan BBM subsidi dengan berbagai modus.

Kasat Reskrim Polresta Jambi, AKP Husni Abda mengatakan kempat kasus ini mulai dari penyalahgunaan BBM subsidi sampai dengan pemalsuan atau pengoplosan BBM.

"Yang mana kami mendapatkan informasi dari masyarakat serta melalui kegiatan patroli," kata Husni.

Penyalahgunaan BBM Subsidi

Penyalahgunaan BBM subsidi ini terjadi dibeberapa lokasi berbeda-beda.

Tersangka inisial FAP membeli BBM jenis solar subsidi dengan cara berulang di sejumlah SPBU berbeda di dalam Kota Jambi.

Dia menggunakan sebanyak 10 barcode solar subsidi dengan berbagai nomor polisi untuk membeli BBM jenis solar.

Baca Juga: Sempat Lumpuh Karena Longsor, Kiini Jalur Muara Hemat Sudah Bisa Dilalui

FAP ditangkap di Jalan Umum yang berada di Peumahan Garuda Kelurahan Mayang Mangurai Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi.

"Kami mengamankan satu unit mobil Mitsubishi dan 420 liter BBM solar subsidi," ujarnya.

Sementara itu, di lokasi berbeda polisi juga mengamankan tersangka inisial DL selaku pemilik mobil dan DES yang berperan sebagai sopir.

Baca Juga: Atasi Kekurangan Air Bersih, Perumda Tirta Kahyangan Bangun IPAM 50 L/detik di Rawang

Mereka juga melakukan modus pembelian BBM subsidi solar secara berulang kemudian dimasukkan ke dalam drigen untuk dijual kembali.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan 4000 liter BBM solar subsidi yang berada di 109 drigen.

Kemudian dari tersangka Z dengan modus yang sama polisi mengamankan 300 liter solar subsidi dan 15 barcode My Pertamina.

BBM Oplos

Selain modus dengan pembelian BBM bersubsidi secara berulang polisi juga mengungkapkan kasus adanya pengoplosan bahan bakar jenis pertalite.

Husni mengatakan bahwa kasus ini dilakukan oleh tersangka inisila YCR.

Dia membeli BBM jenis bensin pertalite dari hasil pengolahan ilegal yang ada di daerah Sumatera Selatan yang tidak sesuai dengan standar.

Baca Juga: Tak Mau Pemerintah Hanya Berjanji! BEM UNJA Serahkan Kajian Jalan Dua Jalur Mendalo ke DPR RI

Tersangka membeli dengan harga Rp1.530.000 per Dunya dan rencana dijual kembali dengan harga yang lebih mahal yakni Rp1.800.000 per drum.

Gimana dari temuan Polisi ada sembilan drum yang dimasukkan ke dalam tangki plastik dan kapasitas 1000 liter.

"Dari tersangka kami amankan mobil wuling warna abu dan pertalite sebanyak 2000 liter," kata Husni.

Perbuatan para tersangka FAP, DL, DS dan Z diancam dengan 6 tahun penjara yakni dengan pasal tentang Migas.

Dan tersangka YCR dengan ancaman lima tahun penjara tentang pasal Migas. (Adz)

Tak Mau Pemerintah Hanya Berjanji! BEM UNJA Serahkan Kajian Jalan Dua Jalur Mendalo ke DPR RI

Presiden  BEM UNJA Serahkan Kajian Jalan Dua Jalur Mendalo ke DPR RI Edi Purwanto.(Ist)

MUARO JAMBI – Minimnya infrastruktur jalan di kawasan Mendalo Darat, Simpang Sungai Duren, Kabupaten Muaro Jambi, kembali menjadi sorotan serius. Jalan nasional yang menjadi akses utama menuju kawasan kampus dinilai sudah tidak mampu menampung lonjakan kendaraan, mulai dari kendaraan umum hingga truk batu bara, sehingga memicu tingginya angka kecelakaan lalu lintas.

Data Satlantas Polres Muaro Jambi mencatat, sepanjang 2024 hingga April 2026 telah terjadi 91 kecelakaan di jalur tersebut dengan total 12 korban meninggal dunia.

Pada tahun 2024 tercatat 29 kecelakaan dengan lima korban meninggal dunia. Angka itu meningkat pada 2025 menjadi 44 kecelakaan dengan lima korban tewas. Sementara hingga April 2026, sudah terjadi 18 kecelakaan dengan dua korban meninggal dunia.

Baca Juga: Atasi Kekurangan Air Bersih, Perumda Tirta Kahyangan Bangun IPAM 50 L/detik di Rawang

Ironisnya, sekitar 80 persen korban merupakan civitas akademika Universitas Jambi dan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Persoalan itu kembali dibahas dalam rapat usulan percepatan pembangunan jalan dua jalur Mendalo–Pijoan yang digelar di Kantor Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Jambi, Kamis (7/5/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden BEM Universitas Jambi, Rahmad Zaki, hadir langsung menyerahkan dokumen usulan dan kajian mahasiswa kepada anggota DPR RI Dapil Jambi, Edi Purwanto.

Presiden BEM UNJA, Rahmad Zaki, menilai pemerintah terlalu lambat merespons persoalan yang terus memakan korban jiwa setiap tahun.

“Setiap tahun korban terus bertambah, tapi penyelesaiannya selalu mentok di alasan klasik: anggaran dan pembebasan lahan. Sementara mahasiswa mempertaruhkan nyawa setiap hari di jalan ini,” tegas Dzaky.

Dalam rapat tersebut, Dzaky juga mendesak agar persoalan jalan Mendalo segera dikawal hingga tahap realisasi, bukan sekadar menjadi pembahasan rutin tanpa kepastian.

“Kami berharap Pak Edi Purwanto benar-benar membantu memperjuangkan jalan dua jalur Mendalo–Pijoan, bukan sekadar menjadikannya wacana tahunan,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkot Sungai Penuh Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Koto Tinggi

Menanggapi aspirasi mahasiswa, Edi Purwanto menegaskan pembangunan jalan dua jalur tersebut merupakan kebutuhan mendesak karena menyangkut keselamatan masyarakat dan masa depan kawasan pendidikan di Provinsi Jambi.

“Ini bukan sekadar proyek jalan. Ini soal keselamatan masyarakat dan mahasiswa. Kami akan kawal mulai dari FS, DED hingga dukungan anggaran pusat,” kata Edi.

Meski demikian, mahasiswa menegaskan mereka tidak lagi membutuhkan janji yang berulang tanpa realisasi nyata. Mereka berharap percepatan pembangunan jalan dua jalur Mendalo–Pijoan benar-benar menjadi prioritas pemerintah demi mengakhiri tingginya angka kecelakaan di kawasan pendidikan tersebut.(Ali)

Pemkot Sungai Penuh Siapkan Infrastruktur Air Bersih Modern untuk Masyarakat

SUNGAI PENUH – Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memperkuat pembangunan infrastruktur dasar guna meningkatkan pelayanan bagi masyarakat. Salah satunya melalui rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) berkapasitas 50 liter per detik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Sosialisasi pembangunan IPAM tersebut secara resmi dibuka oleh Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, Jumat (8/5/2026), di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh.

Pembangunan instalasi pengolahan air minum ini direncanakan berlokasi di Kecamatan Hamparan Rawang dan diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Sungai Penuh Azhar Hamzah, Sekda Alpian, pimpinan dan anggota DPRD, para asisten, kepala SKPD, camat, hingga kepala desa se-Kecamatan Hamparan Rawang.

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait rencana pembangunan instalasi pengolahan air minum, sekaligus membuka ruang diskusi mengenai progres pekerjaan, potensi kendala di lapangan, hingga solusi agar proses pembangunan berjalan sesuai mekanisme konstruksi yang telah ditetapkan.

Dalam sambutannya, Wako Alfin menegaskan bahwa pembangunan IPAM merupakan langkah strategis Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam mendukung penyediaan air bersih yang layak, aman, dan berkualitas untuk masyarakat.

Bacaan Lainnya:

PLN Lakukan Pemeliharaan Jaringan di Wilayah Penyulang Semurup Sabtu 09/05, Ini Lokasi Terdampak Pemadaman!

Sempat Lumpuh Karena Longsor, Kiini Jalur Muara Hemat Sudah Bisa Dilalui

Pemkot Sungai Penuh Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Koto Tinggi

Menurutnya, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan dasar yang sangat penting sehingga pembangunan infrastruktur pendukung harus terus diperkuat secara bertahap dan berkelanjutan.

“Pemerintah Kota Sungai Penuh terus berupaya meningkatkan infrastruktur dasar demi kesejahteraan masyarakat, salah satunya melalui pembangunan instalasi pengolahan air minum ini,” ujar Wako Alfin.

Ia juga berharap pembangunan tersebut mendapat dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, alim ulama, tokoh pemuda, hingga masyarakat Kota Sungai Penuh secara umum agar program dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi warga.

Selain menjadi sarana penyampaian informasi terkait rencana pembangunan, sosialisasi ini juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan air bersih yang lebih baik di Kota Sungai Penuh. (Adz)

PLN Lakukan Pemeliharaan Jaringan di Wilayah Penyulang Semurup Sabtu 09/05, Ini Lokasi Terdampak Pemadaman!

MERDEKAPOST.COM – Dalam rangka meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan menjaga kualitas pasokan energi ke pelanggan, PT PLN (Persero) melalui unit pemeliharaannya menjadwalkan penghentian aliran listrik sementara pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan rutin pada aset ketenagalistrikan untuk mencegah terjadinya gangguan yang tidak diinginkan di masa mendatang.

Detail Jadwal Pemadaman

Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak, berikut adalah detail jadwal pengerjaan:

Hari/Tanggal: Sabtu, 9 Mei 2026

Waktu: 09.00 – 12.00 WIB

Penyulang: Penyulang Semurup / LBS Oyon

Agenda: Pemeliharaan Jaringan Listrik

Wilayah yang Terdampak

Pemadaman sementara ini akan meliputi beberapa desa dan area sekitarnya, antara lain:

Desa Belui

Desa Depati VII

Desa Kubang

Desa Koto Majidin

Desa Kemantan

Desa Sungai Medang

Desa Pendung dan sekitarnya.

Baca Juga :  

Sempat Lumpuh Karena Longsor, Kiini Jalur Muara Hemat Sudah Bisa Dilalui

Pihak PLN menyampaikan bahwa durasi pemadaman bersifat sementara. Jika pekerjaan selesai lebih awal dari jadwal yang ditentukan, aliran listrik akan segera dinormalkan kembali tanpa pemberitahuan lebih lanjut, setelah kondisi dipastikan aman.

Himbauan Keamanan dan Pelayanan

Selama proses pengerjaan, petugas di lapangan diwajibkan bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap seperti helm, kacamata, sarung tangan, wearpack, sepatu safety, dan full body harness demi keselamatan bersama.

PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat terhentinya pasokan listrik ini. Masyarakat dihimbau untuk mempersiapkan diri, seperti mengisi daya perangkat elektronik atau mencadangkan air sebelum jadwal pemadaman dimulai.

Baca Juga :  Atasi Kekurangan Air Bersih, Perumda Tirta Kahyangan Bangun IPAM 50 L/detik di Rawang

Untuk informasi lebih lanjut atau pengaduan terkait gangguan kelistrikan, pelanggan dapat menghubungi:

Contact Center PLN: 

123 (Kode Area + 123)

Aplikasi: PLN Mobile (Tersedia di PlayStore & AppStore)

Website: www.pln.co.id

(Adz/Merdekapost.com)


Atasi Kekurangan Air Bersih, Perumda Tirta Kahyangan Bangun IPAM 50 L/detik di Rawang

Atasi Kekurangan Air Bersih, Perumda Tirta Kahyangan Bangun IPAM 50 L/detik di Rawang

SUNGAIPENUH, MERDEKAPOST.COM — Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Kahyangan Kota Sungai Penuh akan membangun Instalasi Pengolahan Air Modern (IPA) berkapasitas 50 liter per detik di kawasan Hamparan Rawang sebagai upaya mengatasi kekurangan pasokan air bersih.

Rencana pembangunan tersebut disosialisasikan kepada masyarakat pada Jumat (8/5/2026), sebagai bagian dari program peningkatan sistem penyediaan air minum di daerah.

Direktur Perumda Tirta Kahyangan, Edi Alfarisi, mengatakan proyek ini didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 dengan nilai sekitar Rp34,8 miliar.

Menurutnya, perjuangan untuk mendapatkan bantuan pembangunan IPA tersebut telah dimulai sejak 2019 ke pemerintah pusat. Setelah melalui proses panjang dan sempat tertunda, proyek ini akhirnya akan direalisasikan pada tahun ini.

“Sosialisasi ini sebenarnya sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun sempat batal. Karena itu, kami berharap pembangunan IPA ini benar-benar dapat terlaksana pada 2026,” ujarnya.

Baca Juga:

Pemkot Sungai Penuh Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Koto Tinggi

Ia menjelaskan, saat ini jumlah pelanggan Perumda Tirta Kahyangan telah mencapai 16.764 sambungan. Namun kapasitas produksi air yang tersedia baru sekitar 170 liter per detik, sehingga masih mengalami kekurangan sekitar 40 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal.

“Pembangunan IPA berkapasitas 50 liter per detik ini menjadi solusi untuk menutupi kekurangan tersebut,” jelasnya.

Dia juga mengakui bahwa keterbatasan kapasitas membuat distribusi air bersih di sejumlah wilayah masih dilakukan secara bergilir. Untuk itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat agar turut mendukung program pembangunan tersebut.

“Kami masih melakukan sistem penggiliran di beberapa tempat. Kami berharap dukungan dari pemerintah, tokoh adat, pemuda, hingga kepala desa agar program ini berjalan lancar,” tambahnya.

Baca Juga:

Sempat Lumpuh Karena Longsor, Kiini Jalur Muara Hemat Sudah Bisa Dilalui

Sementara itu, Pemerintah Kota Sungai Penuh melalui Wali Kota Alfin menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan IPA tersebut. Program ini dinilai sejalan dengan visi dan misi pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan dasar, khususnya pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

“Mari kita bersama mendukung pembangunan IPA ini agar kebutuhan air bersih masyarakat semakin baik,” demikian ajakan Wali Kota.

Pembangunan IPA di Hamparan Rawang ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan kontinuitas distribusi air bersih, sekaligus memperkuat infrastruktur pelayanan publik di Kota Sungai Penuh.(Ali)

Sempat Lumpuh Karena Longsor, Kiini Jalur Muara Hemat Sudah Bisa Dilalui

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Akses lalu lintas di ruas jalan nasional Kerinci–Bangko yang sebelumnya lumpuh akibat tanah longsor di Desa Muara Hemat, Kecamatan Batang Merangin, kini mulai dapat dilalui dengan sistem buka tutup, Jumat, 8 Mei 2026.

Longsor yang terjadi pada dini hari tersebut sempat menutup badan jalan sepanjang sekitar 50 meter, mengakibatkan arus kendaraan dari dua arah tidak dapat melintas dan menyebabkan antrean panjang.

Kapolsek Batang Merangin, IPTU Ahmad Muslikan, menyampaikan bahwa setelah dilakukan penanganan di lapangan, jalur tersebut kini sudah bisa digunakan secara terbatas.

Baca Juga: Pemkot Sungai Penuh Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Koto Tinggi

“Untuk sementara arus lalu lintas sudah bisa dilalui dengan sistem buka tutup sambil menunggu proses pembersihan material selesai sepenuhnya,” ujarnya.

Petugas kepolisian bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kerinci sebelumnya mengerahkan alat berat untuk menyingkirkan material tanah dan bebatuan yang menimbun badan jalan.

Sejumlah personel juga tampak berjaga di lokasi untuk mengatur arus kendaraan agar tetap aman dan tertib selama proses evakuasi berlangsung.

Meski demikian, pengguna jalan diimbau tetap berhati-hati saat melintas, mengingat kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun.(Ali)

Pemkot Sungai Penuh Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Desa Koto Tinggi

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Pemerintah Kota Sungai Penuh menyalurkan bantuan kepada korban bencana kebakaran di Desa Koto Tinggi, Kecamatan Sungai Bungkal, Jumat (8/5).

Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Selasa (5/5) tersebut menghanguskan empat rumah permanen. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin bersama Wakil Wali Kota, Azhar Hamzah pada kesempatan tersebut meninjau lokasi kejadian musibah kebakaran rumah warga sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan dari Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Baca Juga: Kantor UPT PLKB Tanah Cogok Terancam Ambruk, Kinerja Dinas PU dan BPBD Kerinci Dipertanyakan

Adapun bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok, perlengkapan rumah tangga, selimut serta bantuan tanggap darurat lainnya untuk meringankan beban para korban terdampak kebakaran.

Wali Kota Alfin menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang dialami warga dan berharap para korban diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.

“ Pemerintah Kota Sungai Penuh hadir untuk membantu masyarakat yang tertimpa musibah. Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban korban kebakaran,” ujarnya.

Selanjutnya Wako, Alfin, SH mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran dengan memastikan instalasi listrik dan sumber api dalam kondisi aman. (PROKOPIM) Lihat Lebih Sedikit.(Ali/Adz)

Terus Upayakan Penanganan Banjir, Wako Alfin Tegaskan Normalisasi Batang Merao Berlanjut

Pemkot Sungai Penuh Terus Upayakan Penanganan Banjir, Wako Alfin Tegaskan Normalisasi Batang Merao Berlanjut.(ADZ)

SUNGAIPENUH, MERDEKAPOST.COM – Walikota Sungai Penuh, Alfin S.H., menegaskan bahwa program normalisasi Sungai Batang Merao di Kecamatan Hamparan Rawang tetap dilaksanakan meskipun sempat terdampak efisiensi anggaran tahap II dari pemerintah pusat. 

Hal tersebut diungkapkan Wako Alfin saat membuka kegiatan sosialisasi pembangunan instalasi pengolahan air bersih di Hamparan Rawang, bertempat diruang Aula Kantor Walikota Sungai Penuh, Jumat (08/05).

Normalisasi sungai tersebut akan dilakukan mulai dari Jembatan Simpang Tiga hingga batas kota di wilayah Koto Lanang dengan panjang sekitar 1,68 kilometer. Program ini bertujuan untuk mengurangi risiko banjir sekaligus mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, proyek normalisasi menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Jalur pengerjaan melewati tujuh jembatan yang dinilai menghambat akses dan aktivitas alat berat. Selain itu, beberapa tembok penahan banjir juga akan dibongkar sementara guna mempermudah akses alat berat menuju lokasi pekerjaan.

Tidak hanya itu, sejumlah kandang ternak dan kebun masyarakat diperkirakan turut terdampak selama proses pengerjaan berlangsung.

Wako Alfin berharap dukungan penuh dari masyarakat agar pelaksanaan normalisasi Sungai Batang Merao dapat berjalan lancar demi kepentingan bersama.

“Pembangunan ini dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas, terutama dalam mengurangi risiko banjir dan mendukung sektor pertanian. Kami berharap dukungan dan pengertian masyarakat agar pekerjaan dapat berjalan dengan baik,” ujar Wako Alfin.

Wako Alfin saat membuka kegiatan sosialisasi pembangunan instalasi pengolahan air bersih di Hamparan Rawang, bertempat diruang Aula Kantor Walikota Sungai Penuh, Jumat (08/05).(Adz)

Wako Alfin juga menyampaikan bahwa saat ini sektor pertanian di Kota Sungai Penuh mulai menunjukkan perkembangan positif. Luas sawah yang telah dapat digarap mencapai 2.165,87 hektare di Kecamatan Sungai Penuh dan 775,14 hektare di Kecamatan Hamparan Rawang.

Berbagai pembangunan infrastruktur yang telah dilaksanakan pemerintah di wilayah Hamparan Rawang di antaranya rehabilitasi daerah irigasi Bungkal, Simpang Tiga dan Paling Serumpun, pembangunan tembok penahan banjir Air Sempit dan Air Sesat, pembangunan jalan beton, SPAM Rawang, SPAM Air Sempit, Air Sesat, Kampung Dilir hingga Kampung Dalam.

Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap berbagai pembangunan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana banjir di masa mendatang.(Ali/mpc). 

Opini : Saat Dunia Krisis Energi, Jambi Harus Bergerak Cepat, Urgensi Percepatan Jalan Khusus Batubara

 

Oleh: Martayadi Tajuddin *

Dunia saat ini sedang menghadapi fase ketidakpastian energi yang semakin nyata. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, termasuk eskalasi konflik yang melibatkan kekuatan besar global, telah memicu volatilitas harga minyak bumi di pasar internasional. Situasi ini tidak hanya berdampak pada negara-negara konsumen energi utama, tetapi juga memberikan efek rambatan terhadap struktur ekonomi regional di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dalam konteks tersebut, daerah yang memiliki sumber daya energi seperti Provinsi Jambi berada pada posisi strategis yang tidak bisa diabaikan. Namun, potensi tersebut hanya dapat dikonversi menjadi kekuatan ekonomi apabila ditopang oleh infrastruktur yang efisien, modern, dan terintegrasi. Salah satu isu yang kini menjadi perhatian penting adalah percepatan pembangunan jalan khusus angkutan batubara, sebagai bagian dari reformasi sistem logistik energi di daerah.

Sebagai pengamat kebijakan publik dan pembangunan infrastruktur, saya memandang bahwa pembangunan jalan khusus batubara bukan lagi sekadar opsi kebijakan, melainkan kebutuhan mendesak dalam konteks transformasi ekonomi daerah. Ketergantungan pada jalan umum untuk aktivitas angkutan batubara selama ini telah menimbulkan berbagai konsekuensi, mulai dari penurunan kualitas infrastruktur jalan, gangguan mobilitas masyarakat, hingga meningkatnya risiko keselamatan transportasi.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya structural mismatch antara intensitas aktivitas industri ekstraktif dengan kapasitas infrastruktur publik yang tersedia. Dalam teori kebijakan publik, ketidakseimbangan semacam ini tidak dapat dibiarkan berlarut-larut karena akan menghasilkan biaya sosial yang lebih besar dibandingkan manfaat ekonomi yang diperoleh.

Di sisi lain, keberadaan investasi infrastruktur logistik yang dikembangkan oleh PT SAS perlu dipahami dalam kerangka pembangunan ekonomi daerah yang lebih luas. Investasi tersebut bukan hanya berkaitan dengan kepentingan korporasi, tetapi juga menyangkut efisiensi distribusi energi, peningkatan daya saing daerah, serta optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Dalam perspektif ekonomi regional, salah satu faktor utama yang menentukan daya saing suatu wilayah adalah efisiensi sistem logistik. Infrastruktur yang mampu memperlancar distribusi barang dan komoditas strategis akan meningkatkan kepercayaan investor serta memperkuat posisi daerah dalam rantai pasok ekonomi nasional maupun global. Sebaliknya, inefisiensi logistik akan menjadi hambatan struktural yang menurunkan daya tarik investasi.

Krisis energi global saat ini justru membuka peluang strategis bagi daerah penghasil sumber daya energi. Namun peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila didukung oleh kebijakan infrastruktur yang adaptif dan responsif terhadap perubahan global. Dalam konteks ini, jalan khusus batubara menjadi instrumen penting untuk memastikan bahwa sektor energi daerah dapat beroperasi secara efisien tanpa mengganggu kepentingan publik yang lebih luas.

Lebih jauh, pembangunan jalan khusus batubara juga mencerminkan kebutuhan akan penataan ulang tata ruang dan sistem transportasi yang lebih berkelanjutan. Pemisahan jalur antara angkutan industri dan jalan publik merupakan prinsip dasar dalam pembangunan infrastruktur modern yang mengedepankan aspek efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan sosial.

Tentu, setiap kebijakan pembangunan infrastruktur strategis tidak dapat dilepaskan dari ruang diskursus publik, termasuk kritik terhadap dampak lingkungan dan sosial. Namun kritik tersebut harus ditempatkan dalam kerangka rasionalitas kebijakan, bukan semata-mata resistensi terhadap agenda pembangunan yang bersifat jangka panjang.

Yang perlu digarisbawahi adalah bahwa percepatan pembangunan jalan khusus batubara merupakan bagian dari strategi besar untuk memperkuat posisi Jambi dalam peta ekonomi energi nasional. Dalam situasi global yang tidak pasti, daerah tidak memiliki banyak pilihan selain memperkuat efisiensi internalnya agar tetap kompetitif dalam menarik investasi.

Dengan demikian, pembangunan infrastruktur logistik energi tidak dapat dipandang sebagai beban, melainkan sebagai instrumen transformasi ekonomi. Tanpa infrastruktur yang memadai, potensi besar yang dimiliki Jambi akan sulit berkembang secara optimal dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, tantangan utama bukan hanya terletak pada pembangunan fisik infrastruktur, tetapi juga pada keberanian mengambil keputusan kebijakan yang berpihak pada masa depan ekonomi daerah. Dalam konteks inilah, percepatan jalan khusus batubara menjadi sebuah keniscayaan strategis yang tidak dapat ditunda lebih lama.(***)

* Martayadi Tajuddin, Pengamat Kebijakan Publik dan Sosial Digital

Terungkap Lagi, 6 Tersangka beserta Puluhan Gram Sabu dan Ganja Diamankan Polres Kerinci

​KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kerinci berhasil melakukan pengungkapan kasus tindak pidana narkotika secara maraton di wilayah hukum Polres Kerinci dan Kota Sungai Penuh selama periode 04 hingga 07 Mei 2026. 

Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan enam orang tersangka yang terlibat dalam jaringan peredaran sabu dan ganja.

​Kapolres Kerinci menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang resah akan maraknya transaksi narkoba di lingkungan mereka.

​Rangkaian Penangkapan:

​1. Sinergi Kakak-Adik di Desa Talang Lindung (04 Mei 2026)

Tim Opsnal mengamankan dua pria berinisial FR (26) dan JZ (30) yang merupakan saudara kandung di pinggir jalan Desa Talang Lindung. Keduanya tertangkap tangan saat mencari paket sabu seberat 0,25 gram yang dibeli secara online dengan sistem "tempel" di bawah tutup botol minuman.

2. Penggerebekan di Mukai Mudik (06 Mei 2026)

Petugas melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Desa Mukai Mudik dan mengamankan tersangka JE (43). Polisi menemukan 7 paket sabu seberat 1,60 gram yang disembunyikan dalam kotak permen di tumpukan pakaian. Tersangka mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang berinisial A untuk diedarkan kembali.

3. Jaringan Bapak dan Anak di Sungai Ning (06 Mei 2026)

Dalam pengembangan kasus sebelumnya, polisi mengamankan MA (27) dan ayah kandungnya YR (46). MA diketahui berperan sebagai "kurir tempel" atas perintah bandar berinisial RT. Saat dilakukan penggeledahan di rumah tersangka dan penyisiran lokasi tempelan di daerah Kumun, petugas mengamankan total sabu seberat 1,66 gram serta timbangan digital. Mirisnya, sang ayah (YR) turut membantu anaknya dalam meletakkan paket-paket sabu tersebut ke lokasi pesanan.

​4. Pengungkapan Jaringan Lapas di Lawang Agung (07 Mei 2026)

Terbaru, pada Kamis dini hari, Tim Opsnal meringkus seorang mahasiswa berinisial AR (31) di kediamannya, Jl. Sriwijaya. Tersangka sempat mencoba membuang tas berisi narkoba ke atap bangunan tetangga. Petugas berhasil mengamankan barang bukti yang cukup signifikan yakni 4,2 gram sabu dan 1,4 gram ganja. Berdasarkan pengakuan tersangka, barang haram tersebut dipesan dari seorang narapidana di Lapas Kelas II B Padang berinisial FI seharga Rp6.200.000,-.

​Barang Bukti & Modus Operandi

​Secara keseluruhan, Polres Kerinci mengamankan belasan paket sabu, satu paket ganja, timbangan digital, alat hisap (bong), serta unit kendaraan bermotor dan handphone. Modus operandi yang digunakan para pelaku didominasi oleh transaksi online, di mana pembayaran dilakukan via transfer bank digital dan pengambilan barang menggunakan sistem "tempel/buang" di lokasi yang ditentukan melalui foto GPS.

​Ancaman Hukuman

​Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) dan/atau Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Jo UU RI No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Ancaman hukuman maksimal yang menanti adalah pidana penjara seumur hidup atau paling singkat 5 tahun penjara.

​Polres Kerinci mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi memberikan informasi terkait penyalahgunaan narkoba demi mewujudkan wilayah Kerinci dan Sungai Penuh yang bersih dari narkotika.(​Humas Polres Kerinci)

Kantor UPT PLKB Tanah Cogok Terancam Ambruk, Kinerja Dinas PU dan BPBD Kerinci Dipertanyakan

TANAH COGOK – Kondisi bangunan Kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluhan Keluarga Berencana (PLKB) yang berlokasi di Koto Tuo Ujung Pasir, Kecamatan Tanah Cogok, kini berada di ambang kehancuran. Longsor hebat yang terjadi di area pondasi bangunan membuat fasilitas publik tersebut terancam ambruk jika tidak segera ditangani.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tanah di bawah lantai teras gedung sudah amblas sepenuhnya, menyisakan rongga yang menganga. Papan nama kantor bahkan sudah miring mengikuti pergeseran tanah, menunjukkan betapa parahnya tingkat kerusakan infrastruktur di titik tersebut.

Hanya Ditinjau Tanpa Ada Tindakan

Masyarakat setempat mulai menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap respons pemerintah daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci. Pasalnya, hingga saat ini pihak terkait disebut hanya sebatas melakukan peninjauan lokasi tanpa ada langkah konkret di lapangan.

"Apa gunanya Dinas PU dan BPBD kalau hanya datang melihat-lihat lalu pulang tanpa ada tindakan nyata? Longsor ini butuh penanganan segera, bukan sekadar kunjungan formalitas," ujar salah satu warga dengan nada kesal.

Pertanyakan Dana Tanggap Darurat

Lambannya respons pemerintah memicu pertanyaan besar mengenai alokasi Dana Tanggap Darurat. Masyarakat menilai, situasi di UPT PLKB Tanah Cogok sudah masuk dalam kategori darurat karena menyangkut keselamatan aset negara dan pelayanan publik.

Jika dana tanggap darurat tidak segera diturunkan untuk membangun dinding penahan atau melakukan penguatan tanah (turap), besar kemungkinan gedung ini akan rata dengan tanah saat hujan deras kembali mengguyur wilayah Kerinci.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada alat berat maupun material bangunan yang tampak di lokasi untuk melakukan perbaikan darurat. Masyarakat mendesak agar Bupati Kerinci segera mengevaluasi kinerja dinas terkait agar tidak terkesan membiarkan kerusakan infrastruktur semakin parah.(Ali)

Lepas 413 Jamaah Calon Haji Kerinci Tahun 2026, Bupati Monadi: Jaga Kekompakan dan Raih Haji Mabrur

  

Merdekapost.com - Bupati Kerinci Monadi secara resmi melepas 413 Jamaah Calon Haji Kabupaten Kerinci Tahun 1447 H/2026 M di Gedung Islamic Center Kabupaten Kerinci, Semurup, Kecamatan Air Hangat Barat, Kamis (7/5/2026).


Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dan penuh haru. Wakil Bupati Kerinci H Murison, Kajari Sungai Penuh Robi Harianto, pimpinan DPRD Boy Edwar, Sekda Kerinci Zainal Efendi, Waka Polres Kerinci Kompol Aritonan, Danramil Air Hangat Kapten Inf Welmaferi, unsur Forkopimda, tokoh agama, kepala OPD, serta keluarga jamaah turut menghadiri acara tersebut.


Selain itu, suasana haru tampak ketika para keluarga mengantar jamaah menuju prosesi pelepasan resmi menuju Tanah Suci Mekkah Al-Mukarramah.


Dalam sambutannya, Bupati Monadi menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan selamat kepada seluruh jamaah calon haji yang mendapat kesempatan menunaikan rukun Islam kelima.


Menurut Monadi, kesempatan berhaji merupakan undangan istimewa dari Allah SWT yang tidak semua orang bisa peroleh.


“Tidak semua orang mendapatkan kesempatan mulia ini. Haji adalah undangan istimewa dari Allah SWT. Maka bersyukurlah, karena bapak dan ibu adalah tamu-tamu pilihan-Nya,” ujar Monadi.


Selain itu, Monadi juga mengingatkan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik. Sebaliknya, ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesabaran, keikhlasan, disiplin, dan kekompakan antarjamaah.


Karena itu, ia meminta seluruh jamaah menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, memperbanyak ibadah, serta menjaga nama baik Kabupaten Kerinci selama berada di Tanah Suci.


“Gunakan waktu sebaik mungkin untuk memperbanyak dzikir, doa dan ibadah. Jangan sia-siakan kesempatan yang mungkin hanya datang sekali seumur hidup,” pesan Monadi.


Di akhir sambutannya, Monadi secara resmi melepas keberangkatan Jamaah Calon Haji Kabupaten Kerinci Tahun 2026.


“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, dan dengan memohon ridha Allah SWT, pada hari ini saya nyatakan Jamaah Calon Haji Kabupaten Kerinci Tahun 2026 secara resmi dilepas untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci,” tutupnya.


Acara kemudian berlanjut dengan prosesi pengalungan sal kepada perwakilan jamaah calon haji sebagai simbol resmi pelepasan keberangkatan menuju Tanah Suci.


Momen tersebut berlangsung penuh haru dan khidmat. Para tamu undangan, keluarga jamaah, dan seluruh peserta menyaksikan prosesi itu dengan doa dan harapan agar seluruh jamaah memperoleh kesehatan, kelancaran ibadah, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur. (*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs