Featured Posts

Kabar Gembira! Ustadz dan Santri Bakal Dapat BLT dan Beasiswa dari Kemenag

Ilustrasi santri (ist)

Merdekapost.com | Kabar gembira bagi ustaz dan santri. Kementerian Agama (Kemenag) mengalokasikan anggaran insentif atau bantuan langsung tunai (BLT) untuk ustadz pesantren dan santri. 

Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani, menyebutkan besaran BLT untuk ustadz pesantren senilai Rp250 ribu. Kemudian untuk para santri ada dua jenis bantuan yang disiapkan. 

"Pertama, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pesantren. Kami alokasikan anggaran lebih dari Rp12 miliar untuk 160 ribu lebih santri," ujar Ali seperti dikutip umma.id dari situs Kemenag.

Baca Juga: Gus AMI: Darah Daging, Ruh, Akhlak, dan Perilaku PKB adalah Spirit Reformasi 

"Kedua, Program Indonesia Pintar (PIP) pesantren. Ada sekitar Rp145 miliar yang dialokasikan untuk membantu lebih dari 188 ribu santri," sambungnya. 

Ia menyampaikan program-program afirmasi terhadap lembaga pendidikan Islam tertua dan khas Indonesia ini akan terus dilakukan, bahkan ditingkatkan. 

Program bantuan tersebut selaras dengan komitmen Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk memberikan afirmasi terhadap pendidikan pesantren. 

Menteri Agama Gus Yaqut Choulil

"Sejumlah program afirmasi pesantren sudah kita siapkan di 2021. Kami menyebutnya sebagai program penguatan dan pengembangan pesantren," kata Menag. 

Menag menyampaikan program ini mencakup aspek akademik, kelembagaan, SDM, bahkan bantuan sarana prasarana. 

Penguatan SDM, kata Menag, antara lain akan dilakukan dengan memberikan program afirmasi bagi peningkatan kualifikasi akademik pengajar pesantren, khususnya Ma’had Aly. 

"Kami akan memberikan beasiswa pascasarjana bagi para dosen Ma'had Aly," ujarnya. 

Ma'had Aly adalah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang menyelenggarakan pendidikan akademik dalam bidang penguasaan ilmu agama Islam. 

Pendidikan akademi di perguruan tinggi tersebut berbasis pada kitab kuning yang diselenggarakan pondok pesantren. 

Kemudian, afirmasi lainnya adalah pendampingan program disertifikasi bagi ustaz pesantren, utamanya mereka yang mengajar di Ma'had Aly, diniyah formal, dan mu'adalah. 

Baca Juga: Sofyan Ali Anggota Komisi V DPR-RI, Suarakan Peningkatan Infrastruktur Pondok Pesantren

"Kami menargetkan ada 6.000 tenaga pendidik pesantren yang bisa menerima manfaat beasiswa atau sertifikasi ini," ucapnya. 

Menurutnya, penguatan SDM akan berdampak pada aspek penguatan kelembagaan pesantren. 

Oleh karena itu, Kemenag akan melakukan pendampingan terhadap proses akreditasi Ma’had Aly hingga sampai pada tingkat Mumtaz atau "A". 

Perlu diketahui, saat ini ada 60 Ma’had Aly di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 52 di antara lain sudah terakreditasi, baik Maqbul (C), Jayyid (B), atau Mumtaz (A). 

"Tahun ini kami targetkan ada 15 Ma’had Aly terakreditasi Mumtaz." katanya.(*)

Sumber: umma.id | Editor: Heri ZA | Merdekapost.com | 

Viral, Oknum Dosen di Kerinci Diduga Dalam Aksi Mesumnya 'Ancam Nilai Mahasiswi'

Ilustrasi

Merdekapost.com | Kerinci – Oknum dosen di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Kerinci, dikabarkan melecehkan belasan mahasiswinya. Informasi yang viral di medsos ini, menyebut bahwa oknum ini bahkan rela mengancam, meremas sampai menyetubuhi mahasiswi dengan ancaman nilai mata kuliah.

Berita Terkait : Oknum Dosen di Kerinci Diduga Cabuli Belasan Mahasiswi, Dikabarkan Ajak Keluarga Korban Berdamai

Kabar dugaan kasus pencabulan belasan mahasiswi ini, viral di medsos sejak Kamis (22/1/2021). Informasi ini pertama kali diunggah salah satu akun Facebook di grup Kerinci Hilir Bersatu. Ia menulis bahwa salah satu oknum dosen yang bertugas di salah satu Kampus di Kerinci, mencabuli mahasiswi dengan motif menggagalkan nilai mata kuliah.

Oknum itu, tulis Winda, setelah mengancam para mahasiswi, meminta mahasiswi bersangkutan datang sendiri ke rumah atau ke dalam ruanganya yang tertutup, guna perbaikan nilai.

“Di situlah mahasiswinya dirayu akan diberi nilai lebih, asal mau melakukan ‘sesuatu’ untuknya. Bahkan mahasiswi yang takut nilainya drop, rela diremas, dicium bahkan berhubungan badan,” tulisnya di Facebook.

Akun Facebook tersebut juga meminta pihak kampus menindaklanjuti dosen itu, karena dinilai predator sex. Bahkan aksinya sudah dilakukan selama 10 tahun lamanya. Akun yanng sama mengklaim bahwa kejadian tersebut sudah diketahui pihak kampus dan mahasiswinya juga sering melapor, tetapi pihak kampus seolah-olah sengaja membiarkan saja kasus ini dengan alasan tidak punya bukti.

“Ingat, bukan satu dua orang yang menjadi korban tapi ada banyak sekali korban tapi pihak kampus hanya diam,” tulis Winda, lagi.

Dia juga menulis, bahwa ia punya 15 saksi baru, dan telah menemukan semua mahasiswi ini. Kesemuanya mengaku pernah dilecehkan dosen tersebut.

“Awalnya kami ingin melimpahkan semua ini ke polisi, namun kami masih mempertahankan harga diri kampus. Dan kami masih menungu itikad baik dari pihak kampus untuk mengeliminasi dosen ini. Dan saya rasa pihak kampus tau siapa dalang ini,” ucapnya di facebook.

Menindaklanjuti viralnya kabar tersebut, Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim Edi Mardi, ketika dikonfirmasi oleh wartawan Jambiseru.com mengatakan, sampai hari ini polisi belum menerima laporan secara resmi kabar viralnya oknum dosen diduga melakukan pelecehan seksual terhadap mahasiswinya tersebut.

“Belum ada laporannya,” terangnya singkat, Jumat (22/01/2021).

Baca Juga: Viral, Pasien yang Berbuat Mesum Saat Sedang Diisolasi di RSUD itu Berstatus Polisi

Sementara, akun Facebook yang memposting hal tersebut, ketika dikirimi media ini pesan singkat via inbox, tak menanggapi pertanyaan. Termasuk, soal kebenaran kasus ini. Bahkan, dimintai nomor ponsel yang bisa dihubungi, akun ini juga tak menanggapi. (oga)

Oknum Dosen di Kerinci Diduga Cabuli Belasan Mahasiswi, Dikabarkan Ajak Keluarga Korban Berdamai

Foto Ilustrasi Dosen mesum. (adz)

Merdekapost.com, Kerinci - Oknum dosen di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Kerinci, yang viral dikabarkan mencabuli belasan mahasiswinya, dikabarkan sudah pernah berupaya menemui dan berunding dengan pihak keluarga korban.

Informasi disampaikan salah seorang mahasiswa di kampus itu, yang identitasnya minta dirahasiakan, menyebut, perundingan oleh oknum dosen itu gagal. Pihak keluarga korban menolak damai.

“Informasinya sudah pernah berunding dengan keluarga korban, tapi dak berhasil,” ungkap sumber media ini, dihubungi via ponsel, Jumat (22/1/2021).

Baca Juga : Viral, Pasien yang Berbuat Mesum Saat Sedang Diisolasi di RSUD itu Berstatus Polisi

Menurutnya, oknum dosen yang viral di medsos itu, mengajar mata kuliah lain.

“Dia tidak mengajar kami. Jadi kurang akrab lah,” jabar sumber, lagi.

Menurutnya, sejak dugaan kasus pencabulan terhadap belasan mahasiswi ini merebak, belum ada reaksi dari pihak kampus.

Sementara, pihak kampus, salah seorang wakil rektor, dikonfirmasi Jambiseru.com tak mau menanggapi konfirmasi berita dugaan kasus pencabulan ini.

Malah, dikirimi pesan singkat via whatsapp, sang wakil rektor tak mau menjawab pertanyaan media ini.(*)

Viral, Pasien yang Berbuat Mesum Saat Sedang Diisolasi di RSUD itu Berstatus Polisi

 

Polres Dompu memastikan anggota tersebut berpeluang menerima sanksi kode etik, juga terancam dijerat dengan Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan. Ilustrasi video porno. (Doc: CNNindonesia)

Merdekapost.com - Polres Dompu mengakui bahwa laki-laki dalam video mesum di ruang isolasi Covid-19 RSUD Dompu merupakan anggota kepolisian.

Kapolres Dompu, AKBP Syarif Hidayat menuturkan bahwa anggotanya tersebut berada di rumah sakit itu lantaran sedang mendapatkan perawatan karena positif Covid-19.

"Iya benar anggota Polres Dompu Inisial (F) yang pada saat itu isolasi di RSUD," ucap Kasat Reskrim Polres Dompu Iptu Ivan Ronald Cristofel saat dikonfirmasi terkait pernyataan Kapolres, Jumat (22/1).

"Untuk perempuan inisial (N)," tambahnya.

Berita Terkait: Sedang di Isolasi Dirumah Sakit Seorang Pasien Nekat Berbuat Asusila, Aksinya Terekam CCTV 

Dia menuturkan bahwa saat ini tim bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) bakal melakukan penyelidikan terhadap anggota yang kedapatan berbuat mesum di Rumah Sakit tersebut.

Laporan terkait hal itu, kata dia, akan segera dibuat oleh jajaran Polres untuk selanjutnya ditindak oleh penyidik Propam.

Menurutnya, anggota tersebut berpeluang dikenakan peraturan disiplin hingga melanggar kode etik. Belum lagi, kata dia, polisi itu dapat terancam dijerat dengan Undang-undang Kekarantinaan Kesehatan.

Saat ini, kata dia, oknum polisi berinisial F itu masih belum dapat diperiksa oleh polisi lantaran sedang menjalani isolasi mandiri.

"Setiap orang yang tidak mematuhi UU Karantina Kesehatan, dipidana penjara 1 tahun. Kita belum bisa memeriksa oknum anggota tersebut karena masih diisolasi covid," tuturnya.

Baca Juga: Ternyata, Kakek di Bungo ini Menanam Ganja disela-sela Tanaman Kopinya

Dalam perkara ini, polisi setidaknya menetapkan dua orang tersangka berinisial AM (32) dan HM (31) yang merupakan pegawai honorer di RSUD Dompu. Mereka menjadi tersangka lantaran merekam tayangan CCTV yang memperlihatkan pasien Covid-19 itu sedang mesum di ruang isolasi.

Awalnya, tersangka AM yang melihat pertama kali tayangan CCTV itu merekam video untuk diserahkan kepada kepala jaga ruang isolasi. Dia kemudian membagikan video tersebut ke tersangka HM melalui aplikasi share it.

Kemudian, video tersebut tak sampai ke para atasan dan malah dibagikan ke beberapa rekanan lainnya di rumah sakit. Hal itu kemudian diduga menjadi awal video mesum tersebut tersebar di media sosial dan menjadi viral.(*)

Sumber: CNN Indonesia | Aldie Prasetya | Merdekapost.com

ABG 15 Tahun Dibawa Kabur dan Diperkosa, Pria di Jambi Ditangkap Polisi

Ilustrasi Upaya Pemerkosaan, (rdp)

MERDEKAPOST.COMPolisi menangkap pria, R (25), setelah dilaporkan membawa kabur seorang perempuan berusia 15 tahun. ABG perempuan itu dibawa kabur selama 3 hari.

"Jadi pelapor ini adalah kakak kandung dari si gadis ini, kakaknya melaporkan hilangnya adiknya yang tidak pulang ke rumah. Kakaknya juga sudah mencari keberadaan adiknya, mulai dihubungi telepon selulernya tidak aktif lalu mencari tahu kepada teman terdekatnya dan diketahui adiknya sempat dibawa lelaki menggunakan mobil," kata Kasubag Humas Polres Muaro Jambi, AKP Amradi, Kamis (21/1/2021).

Baca Juga :  


Amradi mengatakan korban ditemukan di kawasan Broni, Kota Jambi, setelah 3 hari dilakukan pencarian. Saat ditemukan, si korban mengaku dibawa kabur lalu diperkosa R.

Kakak korban kemudian membuat laporan terkait hal tersebut ke polisi. Setelah melakukan penyelidikan, polisi menangkap R di kediamannya.

Baca Juga : 

"Dari laporan itu kita tangkap tersangka dengan mudah tanpa perlawanan di rumahnya di Kota Jambi," ujar Amradi.

"Selain korban ini dibawa kabur pakai mobil di kawasan Muaro Jambi. Korban itu juga diinapkan mulai dari rumah dan kosan, di situ korban juga disetubuhi sebanyak empat kali baik di kamar rumahnya dan juga di kosan," sambungnya.

R telah diperiksa oleh polisi. Atas perbuatannya, R dijerat pasal 332 ayat 1 ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun. Sumber : Detiknews (rdp)

KPU Tetapkan Cabup dan Cawabup Tanjabbar Terpilih, Dua Paslon Kalah Tidak Hadir

Photo : Saat pencabutan nomor urut Paslon Pilkada Tanjabbar 2020 lalu. (ist)

MERDEKAPOST.COM | KUALA TUNGKAL - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tanjung Jabung Barat melaksanakan rapat pleno terbuka penetapan calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Pemilihan Serentak Tahun 2020. Rapat pleno ini diadakan di Balai Pertemuan Kantor Bupati Tanjabbar, Kamis (21/1). 

Rapat pleno tersebut dihadiri oleh Ketua KPU Kabupaten Tanjabbar, Khairuddin bersama dengan komisioner KPU Kabupaten Tanjabbar. Selain itu, rapat pleno juga dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Tanjabbar terpilih, Anwar Sadat- Khairan. 

Sementara itu, calon Bupati Tanjabbar yang sempat mengikuti Pilkada serentak ini tampak tidak menghadiri rapat pleno. Disisi lain, pelaksanaan rapat pleno ini turut dihadiri oleh Kapolres Tanjabbar, AKBP Guntur Saputro, Dandim 0419/Tanjab, Letkol Inf Erwan Susanto, Partai Koalisi, Pengurus Partai, PPK Kecamatan. 

Sejumlah anggota dari pihak Kepolisian, TNI, Satpol PP dan Dishub Kabupaten Tanjabbar. Dalam kesempatan ini, Ketua KPU Kabupaten Tanjabbar, Khairudin menyebutkan bahwa pihaknya telah mengundang seluruh paslon baik paslon nomor urut 1 maupun urut 3.

"Untuk penetapan calon terpilih pasangan tanjabbar 2020 hari ini kita laksanakan, kami dari KPU tanjabbar telah mengundang masing-masing Pasangan calon baik nomor urut satu maupun nomor urut tiga," jelasnya

Sementara itu, berdasarkan penjelasan yang di sampaikan Khairudin bahwa konfirmasi dari paslon nomor 1 menyebutkan bahwa sedang berada di luar kota. Hal ini juga terjadi pada paslon 3 yang juga berada di luar kota. 

"Partai pengusung juga telah kita sampaikan, namun juga tidak hadir ya tidak masalah. Yang penting penetapan tetap kita lakukan dan kita buat berita acaranya," pungkasnya(*)

Sedang di Isolasi Dirumah Sakit Seorang Pasien Nekat Berbuat Asusila, Aksinya Terekam CCTV

Ilustrasi: Pasien Sedang di Isolasi Dirumah Sakit Lakukan Perbuatan Asusila, Aksinya Terekam CCTV

MERDEKAPOST.COM - Rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan adegan mesum di sebuah ruangan di rumah sakit.

Dalam video berdurasi 1 menit 30 detik itu, tampak seorang pria dan wanita sedang melakukan hubungan intim layak suami istri di atas tempat tidur pasien.

Perbuatan asusila yang dilakukan keduanya itu terekam kamera pengawas (CCTV).

Peristiwa tidak senonoh itu disebut terjadi di ruang isolasi pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dompu, NTB.

Terkait video mesum yang beredar luas, Direktur RSUD Dompu dr Alief Firyasa Maulana buka suara.

Alief mengaku, adegan mesum itu diduga dilakukan oleh pasien ketika berada di ruang isolasi RSUD Dompu.

Dia mengatakan, kasus itu telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Ya betul, kasus itu terjadi di ruang isolasi pasien Covid-19. Terkait kasus ini, kami sudah laporkan ke Polres Dompu," kata Alief kepada wartawan, Kamis (21/01/2021) Alief sudah mengantongi identitas aktor dalam video itu.

Namun, ia enggan mengungkapkannya.

Alief tidak menampik bahwa pemeran laki-laki di dalam video itu adalah pasien yang tengah menjalani isolasi sejak dinyatakan reaktif dari hasil rapid test.

"Sedangkan pemeran perempuan dalam video tersebut adalah warga di luar Dompu," ujar Alief Manajemen rumah sakit menyerahkan sepenuhnya kasus video tersebut kepada polisi.

Data-data seperti rekaman asli kamera CCTV dan data diri pasien juga sudah disita petugas "Kami serahkan kasus tersebut ke penegak hukum, biarkan proses hukum berjalan," ucapnya Kapolres Dompu,

AKBP Syarif Hidayat mengatakan, pihaknya masih menyelidiki video mesum yang tengah viral tersebut.

"Kasus ini masih dalam penyelidikan, dan bahan penyelidikan kita kumpulkan," ujar Syarif.(*)

Ini Jumlah Penduduk Jambi Hasil Sensus Penduduk 2020

Sensus Penduduk 2020

JAMBI - Sensus Penduduk 2020 telah selesai dilaksanakan. SP2020 mencatat penduduk Provinsi Jambi pada bulan September 2020 sebanyak3,55 juta jiwa. 

Aidil Adha, Koordinator Fungsi Statistik Produksi BPS Provinsi Jambi mengatakan, jika dibandingkan dengan hasil sensus sebelumnya, jumlah penduduk Provinsi Jambi terus mengalami peningkatan. Kata dia, dalam jangka waktu sepuluh tahun sejak tahun 2010,

jumlah penduduk Provinsi Jambi mengalami penambahan sekitar 455,96 ribu jiwa atau rata-rata sebanyak 45,60 ribu setiap tahun.

"Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, laju pertumbuhan penduduk Provinsi Jambi sebesar 1,34 persen per tahun," katanya.

Dia mengatakan, terdapat pengurangan laju pertumbuhan penduduk lebih satu persen jika dibandingkan dengan periode 2000-2010 yang sebesar 2,54 persen.(adz)

Ternyata, Kakek di Bungo ini Menanam Ganja disela-sela Tanaman Kopinya

Aparat kepolisian saat mengumpulkan barang bukti ratusan batang tanaman ganja, Selasa (19/1) lalu.(ist)

Merdekapost.com | Muara Bungo - Tiga tahun sudah Sudirman alias Sudir (56), menanam kopi di lahan seluas 3 hektare. Letaknya di perkebunan Cabang Limo, Kampung Talang Palembang, Dusun Rantautipu, Kecamatan Limburlubuk Mengkuang, Kabupaten Bungo.

Di situ juga, Sudir tinggal dalam pondok. Bukan lahan miliknya pribadi. Sudir sendiri merupakan pendatang dari Kecamatan Muarapayang, Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Tapi setahun terakhir, Sudir punya kesibukan lain.

Berita Terkait: Wow, Ditemukan Ladang Ganja 3 Hektar di Bungo

Di sela-sela kopi yang ditanamnya, dia nekat menanam ganja. Waktu berlalu. Tak ada yang tahu aktivitasnya. Pasalnya, lokasi kebun itu cukup jauh. Harus naik turun bukit. Dan makan waktu 4 jam berjalan kaki untuk mencapainya.

Lama-lama, tanaman ganja itu pun makin tinggi. Suatu saat harus panen. Dia pun menghubungi cucunya, Kepli alias Kep (24) di Muarapayang. Sang cucu pun langsung menyusulnya, tiga bulan lalu.

Namanya kejahatan, lama-lama tercium juga. Aparat kepolisian berhasil mengendus lokasi ini. Tim Satresnarkoba Polres Bungo dibackup Polsek Limburlubuk Mengkuang, yang dipimpin Kasatresnarkoba Polres Bungo AKP Septa Badoyo, baru-baru ini turun ke lapangan.

Setelah melakukan pencarian, akhirnya kebun ganja ini ditemukan. Tepatnya pukul 01.00 Selasa (19/1). Tanamannya sudah tinggi. Siap panen. Keberuntungan tim tak sampai di situ. Saat itu, Sudir dan Kepli sedang ada di dalam pondok.

Baca Juga: Listyo: Kedepan Polantas Tak Perlu Menilang, Cukup Atur Lalu Lintas Saja

Dituntun oleh tersangka, tim menyisiri kebun tersebut. Hasilnya, ratusan batang tanaman ganja di sela-sela tanaman kopi ditemukan. Keduanya langsung diamankan, berikut seluruh barang bukti. Termasuk ganja kering yang sudah dikemas, sebanyak 4 karung besar, yang masing-masing isinya 4 kilogram. Total 36 kilogram ganja kering.

“Lalu ada juga 865 batang tanaman ganja,” kata Kapolres Bungo AKBP Mokhamad Lutfi, didampingi Septa Badoyo, Rabu (20/1). Temuan ini juga menarik perhatian Bupati Bungo Mashuri. Kemarin dia juga ke Mapolres Bungo, untuk melihat kedua tersangka dan barang bukti.

Kata Lutfi, anggotanya juga menemukan bibit ganja yang belum ditanam. “Pengakuan mereka bibitnya dari Pagaralam,” kata dia. Perwira dua melati itu mengatakan, Sudir mengaku dia baru pertama kali ini mencoba menanam dan berbisnis ganja.

Tapi tentu saja polisi tak mau percaya begitu saja. “Namanya kasus narkoba, pelaku pasti bilang baru pertama kali,” kata dia. Saat ini lanjutnya, tim masih terus melakukan pengembangan. Baik itu mencari pemilik bibit, pemesan ganja, atau bahkan yang membiayai kegiatan Sudir selama ini.

“Rencananya ganja kering itu akan dikirim ke Pagaralam,” kata dia. Jika diuangkan lanjutnya, nilai semuanya mencapai Rp 1 miliar. Ditambahkan Lutfi, pihaknya juga mengamankan 3 pucuk senjata api laras panjang. Kata tersangka, untuk berburu hewan. Ada juga dan 12 ikat daun ganja kering yang masing-masing seberat 1 kilogram, dan dua plastik ganja kering.

Saat ini, tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Bungo. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka dijerat Pasal 114 ayat (2) jo pasal 111 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati, serta denda Rp 10 miliar.

Terpisah, Rio Dusun Rantautipu, Efendi mengatakan bahwa selama ini Sudir memang tak pernah melapor tentang keberadaannya. “Jarak lokasi kebunnya itu memang jauh. Lahan itu bukan punya dia (Sudir, red). Cuma numpang nanam,” kata dia.(*) 

Berita Lainnya:

Lagi, Ruas Jalan Bangko-Sarolangun Memakan Korban, Seorang Warga Tewas Ditabrak Travel dari Kerinci

Asyik Berduaan di Hotel, Oknum ASN Dinas PU Digerebek Istri dan Satpol PP

(Editor: Aldie Prasetya | Sumber: jambiindependent)

April, 153 Desa di Kerinci Akan Gelar Pilkades Serentak

Ilustrasi : Pilkades Serentak tahun 2021

Merdekapost.com | Kerinci - Dari 287 Desa dalam Kabupaten Kerinci, sebanyak 153 Kepala Desa yang telah habis jabatan dan akan dilaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak tahun 2021.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Kerinci, melalui Sekretaris Dinas PMD, Buswarya, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut, dia mengatakan bahwa, untuk Pemilihan Kepala Desa Serentak akan dilaksanakan tahun 2021 ini.

"Insyaallah tanggal 6 April 2021 nanti akan dilaksanakan Pilkades serentak dan sebanyak 153 Desa yang akan melaksanakan pemilihan kepala desa dengan masing-masing calon minimal 2 dan maximal 5 calon setiap desa.

Untuk panitia pemilihan calon kepala desa sudah ada yang dilaksanakan di desa-desa, dan belum ada informasi yang belum membentuk panitia pemilihan kepala desa,"Ujar Buswarya

Dilanjutkannya, pihaknya juga menghimbau Panitia Pilkades jangan pernah memberi peluang sedikitpun kepada Calon Kades untuk melakukan praktek money politik dan masyarakat harus bisa menolak bila ada calon yg memberikan sesuatu. Sehingga kades terpilih diharapkan murni pilihan masyarakat sehingga Pembangunan di Desa bisa berjalan maksimal.

Saat ini tahapan pelaksanaan Pilkades yakni sosialisasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa terhadap Ketua Panitia di Tingkat Desa dan ia menyampaikan saat ini semua desa yang akan melaksanakan pilkades sudah di bentuk panitia oleh BPD.

Selain itu saat di singgung mengenai anggaran dalam pelaksanaan pilkades, Buswarya menjelaskan dana pelaksanaannya di ambil dari APBDes.

"Pelaksanaannya Pilkades serentak nantinya akan menggunakan anggaran Dana Desa (ADD) masing-masing, sama seperti Pilkades pada tahun 2019 lalu,"tutupnya. (Adz)

Lagi, Ruas Jalan Bangko-Sarolangun Memakan Korban, Seorang Warga Tewas Ditabrak Travel dari Kerinci

Merdekapost.com - Kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) terjadi di jalan Bangko - Sarolangun, tepatnya jalan lintas Sumatera km 32, Kelurahan Pamenang, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin. Akibat kecelakaan tersebut, seorang pejalan kaki di Merangin Tewas, usai diseruduk minibus.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, korban dari kecelakaan tersebut yaitu Saryanto (22), warga OKI, Sumatera Selatan. Ia tewas setelah ditabrak mobil Toyota Hiace bernopol BH 7939 RU. Mobil tersebut dikemudikan oleh Wika (35), warga Kabupaten Kerinci. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (21/1/2021) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB.

Kecelakaan tersebut bermula, saat mobil Toyota Hiace BH 7039 RU yang dikemudikan WK melaju dari arah Bangko ke arah Sarolangun. Sesampainya di TKP, Jalan Lintas Sumatera Km.32 Kelurahan Pamenang, Kecamatan Pamenang, mobil masih melaju dengan kencang.

Diduga karena kondisi jalan yang gelap, membuat pengendara mobil tidak begitu jelas melihat ke depan. Sehingga saat korban sedang menyeberang jalan, mobil pun langsung  menabrak pejalan kaki penyeberang jalan itu.(adz)

Sofyan Ali Anggota Komisi V DPR-RI, Suarakan Peningkatan Infrastruktur Pondok Pesantren

 

Anggota Komisi V DPR-RI Sofyan Ali
MERDEKAPOST.COM - Komisi V DPR-RI menggelar rapat kerja dengan Kementerian PUPR, kamis (21/01/2021). 

Dalam rapat kerja dengan Menteri PUPR tersebut, anggota Komisi V DPR-RI Fraksi PKB Dapil Jambi, Sofyan Ali menyuarakan agar pembangunan di Pondok Pesantren perlu lebih diperhatikan oleh pemerintah. 

Menurutnya, program Sanitasi dan rusunawa untuk pondok pesantren sangat dibutuhkan, oleh karena itu diharapkan kepada kementerian PUPR agar lebih meningkatkan lagi pembangunan untuk Pesantren.

"Pesantren bisa melahirkan kader-kader yang potensial maka sangat dibutuhkan sanitasi dan rusunawa, diharapkan pemerintah lebih meningkatkan lagi," kata Sofyan Ali. 

Seperti di Jambi, karena Pondok Pesantren selama ini merupakan pendidikan non Formal, apalagi tidak adanya dana dari APBN maka dengan program-program dari pemerintah melalui kementerian PUPR menjadi harapan para santri agar bisa menikmati pendidikan yang layak. 

"Bayangkan ribuan santri mengantri di kamar mandi yang hanya ada 4, dan dapur umumnyapun 1 kedepan bantuan sanitasi dan rusunawa sangat dibutuhkan bagi pesantren," ungkapnya. (064)

Listyo: Kedepan Polantas Tak Perlu Menilang, Cukup Atur Lalu Lintas Saja

Calon kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo

JAKARTA, MERDEKAPOST.COM - Calon kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo mengatakan, ia ingin mulai mengedepankan mekanisme penegakkan hukum berbasis elektronik di bidang lalu lintas.

Penegakkan hukum lalu lintas berbasis elektronik itu salah satunya melalui electronic traffic law enforcement (ETLE).

"Secara bertahap akan mengedepankan mekanisme penegakkan hukum berbasis elektronik atau ETLE," kata Listyo dalam uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR, Rabu (20/1/2021).

Tujuannya, meminimalisasi penyimpangan penilangan saat anggota polisi lalu lintas melaksanakan tugas.

Dengan demikian, Listyo mengatakan, Polantas yang bertugas di lapangan nantinya hanya mengatur lalu lintas tanpa melakukan penilangan.

"Ke depan saya harapkan anggota lalu lintas turun di lapangan, mengatur lalu lintas, tidak perlu melakukan tilang. Kita harapkan menjadi ikon perubahan perilaku Polri," ujar dia.

Listyo merupakan calon tunggal kapolri yang dipilih Presiden Joko Widodo untuk menggantikan Jenderal (Pol) Idham Azis.

Nama Listyo telah diserahkan Presiden Jokowi ke DPR pada Rabu (13/1/2021) untuk diproses.

Komisi III DPR pun meminta masukan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Hingga hari ini, Listyo mengikuti fit and proper test di DPR.(adz/KOMPAS)

Wow, Ditemukan Ladang Ganja 3 Hektar di Bungo

Pelaku dan Barang Bukti yang berhasil diamankan. (adz) 

Merdekapost.com || Bungo - 3 Hektar ladang Ganja berhasil ditemukan oleh Satres Narkoba Polres Bungo, pada Selasa (19/01/2021) di dusun Rantau Tipu, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang, Dua orang pun turut diamankan menjadi tersangka dan 865 batang ganja turut diamankan sebagai barang bukti.

Kapolres Bungo AKBP Mokhamad Lutfi kepada media menyebutkan dua orang pelaku yang ditangkap terebut adalah Sudirman (56) bersama cucunya Kefli (24). Kedua pelaku ini merupakan warga pendatang dari Pagar Alam, Sumatra Selatan.

"Kedua pelaku kita amankan tanpa perlawanan. Ganja ini ditanam di sela pohon kopi seluas 3 hektar. Lokasi kebun ganja ini memang cukup jauh dari pemukiman, dan iklim di lokasi cukup mendukung untuk tanaman jenis ganja ini," ucap AKBP Mokhamad Lutfi, Rabu (20/1).

Dikatakannya, pelaku Sudirman sudah 3 tahun berdomisili di Kampung Talang Palembang, Dusun Rantau Tipu. 

Sementara cucunya Kefli baru berdomisili selama 1 bulan. Kebun tersebut bukan milik pelaku, namun pelaku hanyalah pengelola.

"Pelaku ini sebenarnya dipercaya untuk menanam kopo oleh pemilik. Namun, ketika pohon kopi sudah cukup besar, pelaku menanm di sela sela pohon kopi tanpa sepengetahuan pemilik kebun," jelas Kapolres.

Baca Juga: Asyik Berduaan di Hotel, Oknum ASN Dinas PU Digerebek Istri dan Satpol PP

Disampaikan Kapolres, pelaku mendapatkan bibit tanaman ganja tersebut dari kampung pelaku yakni Pagar Alam. Sebelumnya, pelaku juga pernah menanam ganja di Pagar Alam  sebelum berpindah ke Kabupaten Bungo.

"Selain pohon ganja segar, kita juga mengamankan barang bukti ganja kering siap edar yang sudah proses seberat 36 Kg, serta 3 pucuk senjata api rakitan. Jika diuangkan sekitar Rp 1 milyar Barang haram ini rencananya akan di jual ke wilayah Pagar Alam," jelas Lutfi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kata Lutfi, kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 114 dan 111 UU nomor 35 tahun 2009 tentan penyalahgunaan narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 tahun penjara.(*)

Sumber : Teboonline.id || editor: Aldie Prasetya || Merdekapost.com


Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Privacy Policy | Disclaimer | Peta Situs