Monadi-Murison Ajak Ayah Antar Anak ke Sekolah: Gamas Simbol Kepedulian Orang Tua Bagi Masa Depan Anak

Kerinci – Pemerintah Kabupaten Kerinci mengajak seluruh ayah untuk meluangkan waktu mengantar putra-putrinya pada hari pertama masuk sekolah melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Gerakan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat peran ayah dalam pengasuhan serta mendukung tumbuh kembang dan pendidikan anak sejak dini.

Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kerinci Monadi, bersama Wakil Bupati H. Murison, yang memiliki kesamaan latar belakang sebagai mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci.

Bupati Monadi, Minggu (12/7/2026), mengatakan, momen hari pertama sekolah bukan sekadar rutinitas mengantar anak, melainkan kesempatan emas bagi seorang ayah untuk memberikan dukungan moral, rasa aman, dan semangat kepada buah hati dalam memulai perjalanan pendidikan.

“Saya mengajak seluruh ayah di Kabupaten Kerinci untuk hadir mengantar anak ke sekolah pada hari pertama masuk. Kehadiran ayah akan menjadi penyemangat, menumbuhkan rasa percaya diri, sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan pemerintah,” ujar Monadi.

Baca Juga: Komitmen Pembangunan Kerinci Merata, Bupati Monadi Tinjau Progres Jalan Selampaung-Masgo

Menurut Monadi, anak-anak yang tumbuh dengan perhatian dan pendampingan orang tua akan memiliki karakter yang lebih kuat serta motivasi belajar yang lebih baik.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Kerinci Murison menilai GAMAS bukan hanya gerakan seremonial, tetapi menjadi simbol kepedulian seorang ayah terhadap masa depan anak.

“Kehadiran ayah di hari pertama sekolah memiliki makna yang sangat besar bagi perkembangan psikologis anak. Mereka akan merasa dihargai, dicintai, dan lebih percaya diri dalam memasuki lingkungan belajar yang baru. Semoga gerakan ini menjadi budaya positif di Kabupaten Kerinci,” kata Murison.

Sebagai dua pemimpin daerah yang sama-sama pernah memimpin Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci, Monadi dan Murison dinilai memahami betul pentingnya sinergi antara keluarga dan sekolah dalam membentuk sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Melalui GAMAS, Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap lahir kebiasaan baru di tengah masyarakat, di mana peran ayah dalam pendidikan anak semakin nyata. Sebab, kehadiran seorang ayah di hari pertama sekolah bukan hanya meninggalkan kesan mendalam bagi anak, tetapi juga menjadi investasi berharga dalam membangun generasi Kerinci yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.(Adz)

Komitmen Pembangunan Kerinci Merata, Bupati Monadi Tinjau Progres Jalan Selampaung-Masgo

Kerinci, Merdekapost.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam mewujudkan pemerataan pembangunan kembali ditegaskan melalui peninjauan langsung progres pemeliharaan ruas Jalan Selampaung–Masgo di Kecamatan Gunung Raya oleh Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., Sabtu (11/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Monadi didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kerinci, Ir. Maya Novefry Handayani, ST. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai target sekaligus melihat langsung kondisi infrastruktur yang menjadi akses utama masyarakat menuju kawasan pertanian dan perkebunan.

Ruas Jalan Selampaung–Masgo sepanjang sekitar 18 kilometer merupakan salah satu jalur strategis yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat Kecamatan Gunung Raya. Hingga saat ini, progres pekerjaan pemeliharaan telah mencapai sekitar 30 persen dan terus dikerjakan secara bertahap.

Di hadapan masyarakat, Monadi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi prioritas pemerintah daerah karena memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah serta memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan sebagai sektor unggulan Kabupaten Kerinci.

"Jalan ini memiliki peran penting bagi masyarakat, terutama untuk menunjang aktivitas pertanian dan perkebunan. Karena itu, kami ingin memastikan pekerjaan berjalan dengan baik sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat,” ujar Monadi.

Ia menegaskan, keterbatasan kemampuan fiskal daerah bukan menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan. Menurutnya, pemerintah tetap berupaya menghadirkan pembangunan melalui penetapan skala prioritas yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Dengan kemampuan fiskal daerah yang masih terbatas, kami tetap berupaya hadir melalui pembangunan yang menjadi kebutuhan masyarakat. Setiap program ditetapkan berdasarkan skala prioritas, bukan karena letak wilayahnya. Tidak ada perbedaan antara wilayah hilir, wilayah tengah maupun wilayah mudik. Seluruh masyarakat Kabupaten Kerinci berhak memperoleh perhatian yang sama sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah,” tegasnya.

Monadi menambahkan, pemerataan pembangunan merupakan komitmen pemerintah daerah agar manfaat pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Ir. Maya Novefry Handayani, ST, mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan guna memastikan kualitas konstruksi tetap terjaga dan penyelesaian proyek berlangsung sesuai perencanaan.

Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap pemeliharaan Jalan Selampaung–Masgo dapat rampung tepat waktu sehingga mampu meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar akses menuju sentra-sentra pertanian dan perkebunan, serta memperkuat pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Kabupaten Kerinci.

Peninjauan lapangan tersebut juga menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam memastikan setiap program pembangunan berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(Adz)

Diduga Mobil Pelangsir Terbakar di SPBU Kayu Aro, Warga Desak Polisi Tertibkan Praktik Pengisian BBM Bersubsidi

Kerinci – Sebuah mobil yang diduga digunakan sebagai kendaraan pelangsir BBM bersubsidi dilaporkan terbakar di area SPBU Kayu Aro, Bengkolan Dua, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. 

Peristiwa yang videonya beredar luas di media sosial itu sempat menghebohkan masyarakat sekitar.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran tersebut belum diketahui. Pihak pengelola atau manajemen SPBU juga belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.

Di balik peristiwa itu, kembali mencuat keluhan masyarakat terhadap pelayanan SPBU Kayu Aro. Warga menilai SPBU tersebut diduga lebih mengutamakan kendaraan pelangsir BBM bersubsidi dibandingkan masyarakat umum yang benar-benar membutuhkan bahan bakar untuk keperluan sehari-hari.

Menurut sejumlah warga, kendaraan yang diduga digunakan untuk melangsir BBM kini didominasi mobil Toyota Kijang generasi lama atau "Kijang Kotak". 

Warga Desak Polisi Tertibkan Praktik Pengisian BBM Bersubsidi

Selain memiliki kapasitas tangki yang lebih besar, posisi lubang pengisian tangki yang berada di sisi kiri dinilai memudahkan proses pengisian, sehingga diduga lebih sering mendapat prioritas.

"Kami sebagai masyarakat sering harus mengantre lama, sementara kendaraan yang diduga pelangsir justru terlihat lebih leluasa mengisi BBM," ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Tak hanya itu, masyarakat juga mengeluhkan jadwal operasional SPBU yang dinilai tidak konsisten. Warga mengaku beberapa kali sudah mengantre sejak sekitar pukul 18.30 WIB setelah Magrib, namun SPBU tiba-tiba menutup pelayanan meski pasokan BBM disebut sudah tersedia. Ironisnya, ketika SPBU kembali beroperasi keesokan harinya, sebelum waktu Zuhur stok BBM disebut telah habis. 

Kondisi tersebut memicu dugaan di tengah masyarakat bahwa distribusi BBM bersubsidi belum sepenuhnya berpihak kepada konsumen yang berhak.

Atas kondisi itu, masyarakat meminta Kapolres Kerinci untuk turun tangan melakukan penertiban terhadap kendaraan yang diduga digunakan untuk melangsir BBM bersubsidi di wilayah Kayu Aro. Warga berharap aparat penegak hukum bersama instansi terkait dapat melakukan pengawasan yang lebih ketat agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran dan tidak merugikan masyarakat umum.

Hingga berita ini dipublikasikan, redaksi masih berupaya menghubungi manajer SPBU Kayu Aro guna memperoleh klarifikasi dan penjelasan resmi terkait insiden kebakaran maupun berbagai keluhan masyarakat tersebut. Berita ini akan diperbarui apabila pihak SPBU memberikan hak jawab atau keterangan resmi.(adz/sbr: GardaTerkini)

Sosok DR Advokat yang Jadi Tersangka Bareng Febrie Adriansyah, Ternyata Alumni UNJA Juga, Ini perannya!

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah memberikan keterangan saat konferensi pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026). Febrie Adriansyah (FA) ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).(Ist) 

MERDEKAPOST.COM - Febrie Adriansyah (FA), mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi, suap, gratifikasi, dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Penetapan Febrie Adriansyah sebagai tersangka ini diumumkan langsung oleh Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kakortastipidkor) Polri, Irjen Pol Totok Suharyanto, Sabtu (11/7/2026).

Tak sendiri, selain Febrie Adriansyah, Polri juga menetapkan satu sosok lainnya dalam kasus tersebut. 

Ia berinisial DR.

"Berdasarkan gelar perkara, kita telah menetapkan dua tersangka saat ini, yaitu saudara DR," kata Totok dalam konferensi pers di Kejagung, Kebayoran Lama, Jakarta.

Lantas, siapakah sosok DR?

Sosok Don Ritto

Rupanya, DR adalah Don Ritto, seorang advokat dan konsultan hukum yang dikenal melalui firma hukumnya.

Don Ritto merupakan advokat sekaligus pendiri kantor Hukum DON RITTO & ASSOCIATES pada tanggal 29 Desember 1998 di Kota Jambi.

Sekitar tahun 2000 pindah ke Kota Bandung, hingga saat ini Kantor Hukum DON RITTO masih memberikan pelayan jasa advokat dan konsultan hukum.

Dikutip dari laman profil kantor DON RITTO & ASSOCIATES, kantor hukum tersebut memberikan layanan hukum secara non litigasi dan litigasi, baik dalam hukum keperdataan, hukum kepidanaan, hukum perburuhan dan hukum tata usaha negara, dan hukum perusahaan (corporate law).

Dalam memberikan pelayanan jasa hukum baik secara non litigasi maupun litigasi. 

Kantor hukum itu mengklaim mengedepankan kepentingan klien, secara non litigasi yang dapat dilakukan melalui pendekatan persuasive, negosiasi, mediasi, hingga litigasi di Kepolisian, Kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pengadilan Negeri, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Pengadilan Agama, Pengadilan Tata Usaha Negara, Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dan Pengadilan Hubungan Industrial, hingga ke Proses Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung.

Don Ritto merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Jambi (UNJA) angkatan 1989. 

Berdasarkan informasi yang beredar, Don Ritto merupakan adik kelas Febrie Adriansyah di fakultas yang sama. 

Jejak Karier Don Ritto

Rupanya, DR adalah Don Ritto, seorang advokat dan konsultan hukum yang dikenal melalui firma hukumnya.

Don Ritto merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Jambi (UNJA) angkatan 1989. 

Berdasarkan informasi yang beredar, Don Ritto merupakan adik kelas Febrie Adriansyah di fakultas yang sama. 

Don Ritto juga merupakan pemilik rumah di Gandaria Selatan, Jakarta. 

emuan emas di rumah mewah di Sentul, Bogor, saat penggeledahan kasus korupsi PLN-Asabri-Krakatau Steel, Rabu (8/7/2026).

Rumah tersebut menjadi salah satu dari 13 lokasi yang digeledah Polri berkaitan dengan kasus dugaan korupsi di PT PLN, PT Asabri, dan Krakatau Steel.

Dari penggeledahan di rumah tersebut, polisi menemukan uang tunai sebesar Rp520 juta serta 133 ribu dollar AS atau setara Rp 216 juta.

Peran Don Ritto 

Masih dalam konpers tersebut, Totok mengungkapkan, sosok DR melakukan tindak pidana pencucian uang yang diduga berasal dari tindak pidana korupsi. 

"Kita telah kenakan pasal 4 dan/atau pasal 5, juncto pasal 10 Undang-undang 8/2010 atau pasal 607 ayat 1 huruf b dan 1 huruf c di KUHP yang baru," tambah Totok.

Saat ini, sosok DR telah ditahan rutan Polda Metro Jaya sejak Jumat (10/7/2026) kemarin.

Polisi Sita Uang dari Rumah Don Ritto

Dikutip dari Tribunnews.com, penyidik gabungan dari Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menggeledah rumah milik DR di kawasan Gandaria, Cilandak, Jakarta Selatan.

Hal itu terkait proses hukum kasus mega korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan dugaan suap, korupsi, hingga TPPU pengadaan batu bara PLN untuk PLTU, PT Asabri, Krakatau Steel, serta PT CBS-KNI.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa dari penggeledahan di rumah saksi DR, penyidik menyita barang bukti berupa uang tunai dalam dua mata uang berbeda.

"Di salah satu lokasi penggeledahan yakni rumah di daerah Cilandak, Jakarta Selatan, kami menemukan barang bukti berupa uang tunai Rp 520 juta dan 133 ribu dolar AS," ujar Budi dalam konferensi pers di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jumat (10/7/2026).

Pihak kepolisian sejauh ini belum memerinci sosok maupun peran saksi DR dalam pusaran perkara tersebut.

Namun, Budi memastikan bahwa penyidikan terus diperdalam dengan memeriksa orang-orang di sekitar saksi.

Duduk Perkara Kasus Febrie Adriansyah

Kasus yang menjerat Febrie Adriansyah bermula dari operasi penggeledahan yang dilakukan tim gabungan Polri di 13 lokasi berbeda di wilayah Jabodetabek sejak Rabu (8/7/2026). 

Penggeledahan menyasar sejumlah tempat, mulai dari rumah pribadi Febrie, kantor, kafe, hingga money changer.

Operasi tersebut merupakan bagian dari penyidikan tiga perkara dugaan tindak pidana korupsi, yakni kasus blackout batu bara PLN, dugaan korupsi PT Asabri (Persero) dan PT Asuransi Jiwasraya, serta dugaan korupsi dalam penyelesaian utang PT Cakrawala Bintang Semesta (CBS) kepada PT Krakatau National Resources (KNI), anak usaha PT Krakatau Steel, pada periode 2020–2025.

Penyidikan bermula dari dua laporan polisi. 

Laporan pertama terkait dugaan tindak pidana korupsi dan/atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan oknum pegawai negeri atau penyelenggara negara dalam penanganan perkara PT Asabri dan PT Asuransi Jiwasraya sepanjang 2020–2025. 

Sementara laporan kedua berkaitan dengan dugaan korupsi dan/atau TPPU dalam proses penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI pada periode yang sama, yang juga diduga melibatkan pegawai negeri atau penyelenggara negara.

Dari rangkaian penggeledahan tersebut, penyidik menyita sejumlah aset bernilai fantastis. 

Di Kafe de'Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan, polisi menemukan uang tunai hampir Rp 67,2 miliar dalam pecahan rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura. 

Sementara itu, dari rumah pribadi Febrie di kawasan Sentul, Bogor, penyidik menyita brankas berisi 74 kilogram emas serta uang tunai dalam mata uang asing senilai sekitar Rp 476 miliar.

Seiring eskalasi penyidikan dan penggeledahan tersebut, Febrie Adriansyah mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan Jampidsus, Sabtu (11/7/2026) dini hari. 

Kediamannya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, juga sempat dijaga ketat oleh personel TNI sebelum situasi kembali kondusif. 

Dalam kasus ini, Febrie jadi tersangka dan dijerat dengan Pasal 12 huruf i kecil, 12 huruf B besar tindak pidana korupsi dan Pasal 3, 4 TPPU atau sanksi KUHP yang lama 607 yang ayat 1 huruf a dan huruf b.

Penggeledahan 12 Lokasi

Dalam penyidikan tiga kasus korupsi ini, Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah melakukan penggeledahan di 12 lokasi.

Terbaru, polisi menggeledah sebuah ruko di Jalan Asem 2, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan pada Kamis (9/7/2026) malam hingga Jumat dini hari.

Polisi menyita sejumlah uang dollar Amerika Serikat dan Singapura di dalam brankas saat menggeledah restoran Perancis di Cipete, Jakarta Selatan. (Foto Dok Polisi/Kompas.com)

Sebelumnya, polisi juga menggeledah kafe d'Clan Signature dan Koin Money Changer di Cilandak, Jakarta Selatan.

Dari hasil penggeledahan, polisi menyita uang 3.130.000 Dollar Singapura, 889.965 Dollar AS, dan Rp 259.159.000. Totalnya mencapai hampir Rp 60 miliar.

Sejumlah dokumen dan barang elektronik juga disita polisi dari kafe tersebut.

"Uang yang kita sita 3.130.000 Dollar Singapura dalam bentuk Dollar Singapura, kemudian Dollar AS, dan uang tunai Rp 259.159.000. Kemudian kita konversi dalam bentuk Rupiah kira-kira hampir Ro 60 miliar. Ini di lokasi d'Clan," ungkap Kakortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto.

Barang bukti yang ditemukan itu berada di sebuah brankas tersembunyi di lantai dua kafe d'Clan.

Sementara itu, polisi turut menyita 16 mata uang asing yang nilainya mencapai Rp 7,2 miliar dari Koin Money Changer.

Adapun penggeledahan juga dilakukan di sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Di lokasi tersebut, polisi menyita 74 Kg emas batangan dan uang yang totalnya mencapai Rp 476 miliar.

(Editor: Aldie Prasetya / Dari Berbagai Sumber)

Bentuk Tim Terpadu, Pemkab Merangin Akan Sterilkan Kawasan Geopark dari Aktifitas PETI

Pemkab Merangin segera membentuk Tim Terpadu untuk mensterilkan kawasan inti Geopark Merangin dari aktivitas penambangan emas tanpa izin.(Ist)

BANGKO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin bergerak cepat membentuk Tim Terpadu untuk menyelamatkan aset warisan dunia, Geopark Merangin, dari berbagai bentuk aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Langkah tersebut dibuktikan melalui Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin, Zulhifni, di ruang rapat kerjanya, yang telah dilaksanakan pada Senin (6/7/2026).

Dalam Rakorsus tersebut, Pemkab Merangin sepakat segera membentuk Tim Terpadu yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh agama, hingga unsur kemasyarakatan.

Sekda Merangin, Zulhifni, mengatakan fokus utama Pemkab Merangin adalah mengamankan kawasan inti Geopark Merangin yang menjadi bagian paling vital.

Baca Juga: Soal Video Tim Gabungan Dihadang Massa di Lokasi PETI, Ini Kata Kapolres Merangin

"Jadi, ada kawasan inti di Geopark ini lebih kurang 2 kilometer persegi. Ini yang kami rapatkan. Kawasan inti inilah yang harus kita sterilkan dari kegiatan PETI di sini," ujar Zulhifni.

Ia menambahkan, sebagai payung hukum sekaligus landasan bagi Tim Terpadu dalam menjalankan tugas di lapangan, Pemkab Merangin akan menerbitkan regulasi resmi berupa Surat Keputusan (SK) Bupati.

Selain membahas penegakan hukum dan upaya mensterilkan kawasan dari aktivitas penambangan ilegal, Rakorsus tersebut juga menyoroti pentingnya komitmen bersama antarinstansi serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di sekitar kawasan Geopark Merangin.

Pembentukan Tim Terpadu itu diharapkan mampu memberikan dampak signifikan dalam menghentikan kerusakan lingkungan yang semakin mengancam kelestarian Geopark Merangin akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI).(*Red)

Hidayah di Tanah Sakti Alam Kerinci, Perempuan Cantik Asal Medan Resmi Memeluk Islam

KERINCI – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti prosesi pengucapan ikrar masuk Islam (syahadat) yang dilaksanakan di Masjid Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, Jumat (10/7/2026). Seorang perempuan bernama Rezia Labora Ginting, warga asal Medan, Sumatera Utara, dengan penuh kesadaran dan keyakinan hati menyatakan diri memeluk agama Islam.

Prosesi syahadat dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Siulak Mukai, Novisetiawan, dan berlangsung dengan tertib serta penuh kekhusyukan. Sebelum mengucapkan dua kalimat syahadat, Rezia terlebih dahulu mendapatkan pembinaan dan bimbingan mengenai dasar-dasar ajaran Islam sebagai bekal awal menjalani kehidupan sebagai seorang muslimah.

Usai menuntun pengucapan syahadat, Novisetiawan juga memberikan nasihat agar mualaf dapat menjalankan ajaran Islam dengan penuh keimanan, kesabaran, dan istiqamah.

Baca Juga: Di Balik Layar Pelepasan KKN IAIN Kerinci ke Kancah Nasional: Manuver Taktis 4 Mahasiswa yang Bikin Satu Daerah Beri Dukungan Total

Prosesi tersebut turut disaksikan oleh Ketua MUI Kecamatan Siulak Mukai, Buya Ismail Idris, Kepala Desa Talang Tinggi, tokoh masyarakat, keluarga, serta warga setempat yang hadir memberikan dukungan, doa, dan semangat kepada mualaf.

Novisetiawan menegaskan bahwa keputusan memeluk agama Islam merupakan pilihan yang lahir dari keyakinan dan kesadaran pribadi. Karena itu, KUA memiliki tanggung jawab untuk terus mendampingi dan membina para mualaf agar mampu memahami ajaran Islam secara bertahap, baik dari aspek akidah, ibadah, maupun akhlak.

“Pendampingan tidak berhenti setelah prosesi syahadat. KUA akan terus memberikan pembinaan agar mualaf dapat menjalankan ajaran Islam dengan baik dan mantap,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Siulak Mukai, Buya Ismail Idris, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memberikan perhatian dan dukungan kepada para mualaf agar mereka merasa diterima sebagai bagian dari umat Islam serta semakin teguh dalam menjalankan ajaran agama.

Di kesempatan terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kerinci, H. Pahrizal, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terselenggaranya prosesi syahadat tersebut. Menurutnya, pembinaan terhadap mualaf merupakan bagian dari tugas Kementerian Agama untuk memastikan setiap mualaf memperoleh pemahaman keislaman yang benar dan dapat menjalankan ajaran Islam dengan baik.

Baca Juga: Bupati Monadi Tutup Festival Usia Dini ESA Pratama, Pembinaan Talenta Muda Sepak Bola Kerinci

“Alhamdulillah, saudari Rezia Labora Ginting telah mengucapkan dua kalimat syahadat dengan penuh kesadaran dan keyakinan. Kami mengucapkan selamat datang dalam keluarga besar umat Islam. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah, kekuatan iman, serta kemudahan dalam mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam,” ujar H. Pahrizal.

Ia menambahkan, Kementerian Agama Kabupaten Kerinci melalui KUA akan terus memberikan pendampingan dan pembinaan secara berkelanjutan kepada para mualaf.

“Kami tidak hanya mendampingi pada saat prosesi syahadat, tetapi juga memastikan para mualaf memperoleh bimbingan keagamaan yang baik, mulai dari penguatan akidah, tata cara ibadah, hingga pembinaan akhlak. Kami juga mengajak masyarakat untuk merangkul, membimbing, dan memberikan dukungan agar para mualaf merasa diterima sebagai bagian dari umat Islam serta mampu menjalani kehidupan barunya dengan penuh ketenangan dan istiqamah,” pungkasnya.(Adz)

Gubernur Fakultas Ushuluddin Resmi Dilantik, Ahmed Zidan Saputra Nakhodai Era Baru FUSA Maju

 

Merdekapost | Muaro Jambi, 8-9 Juli 2026 – Dinamika Organisasi Mahasiswa Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama resmi memasuki babak baru. Suasana khidmat nan penuh semangat menyelimuti Amphiteather Wing B, pada Rabu, 8 Juli 2026, saat prosesi pelantikan pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama UIN STS Jambi periode 2026/2027 resmi digelar. Pada momen bersejarah ini, Ahmed Zidan Saputra, sang orator dikenal memiliki rekam jejak dedikasi tinggi terhadap pergerakan mahasiswa, secara resmi dilantik dan mengambil sumpah jabatan sebagai Gubernur Mahasiswa Fakultas Ushuluddin.


Acara pelantikan ini dihadiri oleh jajaran petinggi fakultas, termasuk Wakil Dekan, Ketua Program Studi, jajaran dosen, hingga perwakilan berbagai Organisasi Mahasiswa (Ormawa) lingkup Fakultas dan Universitas. Pengucapan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ushuluddin berlangsung sakral, menandai beralihnya tongkat estafet kepemimpinan dan dimulainya amanah besar di pundak Zidan beserta jajaran kabinetnya.

Dalam pidato perdananya usai terlantik, Ahmed Zidan Saputra menyampaikan bahwa arah kepemimpinannya ke depan tidak akan sekadar melanjutkan rutinitas program kerja organisasi yang bersifat seremonial, melainkan membawa satu napas utama, yakni Perubahan Nyata yang menandakan Era Baru Fakultas Ushuluddin.

"Hari ini bukan hanya tentang saya atau kabinet yang berdiri di depan sini. Hari ini adalah tentang kita semua, seluruh mahasiswa Fakultas Ushuluddin. Momentum pelantikan ini adalah langkah pertama kita untuk tidak lagi diam melihat stagnasi. Janji kita hari ini adalah komitmen untuk menghadirkan perubahan nyata, bukan sekadar retorika manis di atas mimbar," ujar Zidan dengan nada tegas, yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan audiens.

Lebih lanjut, Zidan memaparkan visi besarnya untuk merestorasi peran DEMA Fakultas Ushuluddin, "Mewujudkan DEMA FUSA UIN STS Jambi sebagai Episentrum Gerakan Progresif yang Kolaboratif, Solutif, dan Akseleratif demi Terciptanya Pembaharuan yang Berdampak Nyata bagi Mahasiswa.". Ia secara kritis menyoroti Dekanat agar bersifat aspiratif terhadap agenda-agenda mahasiswa Ushuluddin . Menurutnya, mahasiswa keushuluddinan saat ini dituntut untuk tidak hanya memikirkan teks-teks klasik di ruang kelas, tetapi juga harus mampu merespons isu-isu keagamaan kontemporer, krisis sosial, dan tantangan teknologi dengan ketajaman intelektual dan pendekatan yang moderat.

Untuk mewujudkan "Perubahan Nyata" tersebut, Zidan membeberkan cetak biru program kerja strategis yang akan dieksekusi oleh kabinetnya. 


4 Pilar Misi Pembaharuan yang Zidan paparkan.Pertama, Menghidupkan Ruang Aspirasi yang Inklusif dan Nyata DEMA akan menjadi rumah bersama yang aktif menjemput bola, mendengarkan keluhan mahasiswa terkait fasilitas, akademik, maupun birokrasi. Kedua, Eksekusi Program Kerja Berbasis Kebutuhan Mahasiswa DEMA di bawah kepemimpinan akan fokus pada peningkatan sofskill yang dibutuhkan mahasiswa dan membuat kegiatan yang mampu mendobrak kompetensi mahasiswa FUSA. Ketiga, Navigasi Digitalisasi dan Akselerasi Organisasi Merekonstruksi sistem administrasi dan penyebaran informasi mahasiswa FUSA agar lebih cepat mendapatkan informasi melalui platform digital. Informasi beasiswa, lomba, dan kebijakan fakultas akan didistribusikan secara transparan dan cepat. Keempat, Gandeng Komunitas dan Bangun Jaringan Strategis Membangun kolaborasi dengan organisasi internal maupun eksternal kampus untuk membuka peluang, diskusi lintas disiplin ilmu, serta menaikkan eksistensi dan nama baik FUSA di tingkat universitas maupun nasional.

"Kami di jajaran dekanat selalu siap membuka pintu dialog dan bersinergi. Saya percaya Saudara Ahmed Zidan Saputra beserta jajaran pengurusnya mampu menjadi mitra strategis fakultas, tidak hanya dalam mengkritisi, tetapi juga dalam memberikan solusi konstruktif untuk memajukan kualitas akademik dan karakter mahasiswa. Jadilah pemimpin yang merangkul", ujar Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan sekaligus Membuka acara Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar 2026.

Antusiasme terhadap kepemimpinan baru ini juga datang dari akar rumput. Namun, dengan komitmen integritas dan semangat "Perubahan Nyata", roda pergerakan mahasiswa Fakultas Ushuluddin diyakini akan melaju lebih progresif. Di bawah nakhoda Ahmed Zidan Saputra, DEMA Fakultas Ushuluddin akan menorehkan sejarah baru, juga melahirkan gagasan-gagasan dan karya nyata yang berdampak luas, baik untuk internal kampus maupun untuk masyarakat.

Setelah Pelantikan, DEMA Fakultas Ushuluddin langsung menyelenggarakan DIKLATPIMDA yang kali ini dirancang tidak sekadar sebagai rutinitas kewajiban organisasi, melainkan sebagai majelis keilmuan yang memadukan kedalaman teologis dengan praksis pergerakan modern. Enam sesi materi berbobot dihadirkan dengan mengundang deretan akademisi, intelektual, dan praktisi guna membekali para kader DEMA FUSA menghadapi tantangan zaman.

Formulasi materi yang disajikan secara komprehensif bertujuan untuk mengawal transformasi cara pandang mahasiswa keushuluddinan. Berikut adalah rangkaian materi yang menjadi asupan diskursus bagi para peserta:

* Materi I: “Reaktualisasi Epistemologi Ushuluddin Sebagai Nadi Gerakan Mahasiswa” Disampaikan oleh H. Arfan, S. Th. I., M. Soc.Sc., Ph. D., sesi pembuka ini membedah bagaimana akar keilmuan Ushuluddin meliputi kalam, tasawuf, dan filsafat Islam harus kembali dihidupkan sebagai fondasi epistemologi sekaligus napas utama dari setiap langkah pergerakan mahasiswa.

* Materi II: “Seni Kepemimpinan dan Penguatan Ideologi Ushuluddin di Era Kontemporer” Bersama Muhammad Romadhon, S. Ag., M. Ag., peserta diajak menyelami seni memimpin yang berbasis pada keteladanan profetik. Penguatan ideologi menjadi benteng agar mahasiswa tidak kehilangan identitas keislamannya di tengah pusaran sekularisme dan pragmatisme saat ini.

* Materi III: “Teologi Transformatif: Membumikan Nilai-Nilai Ushuluddin sebagai Motor Penggerak Perubahan Sosial” Muhammad Rafi’i, M. Ag. mengelaborasi bagaimana nilai tauhid tidak boleh mandek pada ranah vertikal (habluminallah), melainkan harus mewujud dalam kesalehan sosial (habluminannas) yang responsif dalam membela kaum mustadhafin dan mendorong kemaslahatan umat.

* Materi IV: “Aktivis Preuner: Strategi Membangun Mindset Kepemimpinan Mahasiswa Enterpreunership”Melalui sesi yang diampu oleh Ketua Bidang X BPD HIPMI Jambi Aqsa Syafiq Fatra, S. H., M. H., paradigma mahasiswa diperluas. Aktivis dakwah dan kampus masa kini dituntut untuk memiliki kemandirian serta mentalitas wirausaha, memadukan etos kerja disiplin Islami dengan inovasi.

* Materi V: “Retorika, Public Speaking, dan Manajemen Konflik: Seni Komunikasi Sebagai Pemimpin”Materi taktis ini disampaikan oleh Azamudin, S. Sos., M. Ag. Peserta dilatih menguasai seni qaulan sadida(perkataan yang benar dan tepat) dalam orasi maupun lobi, serta cara mengurai resolusi konflik internal organisasi melalui pendekatan musyawarah mufakat.

* Materi VI: “Geopolitik Kampus dan Strategi Gerakan Mahasiswa yang Elegan” Sebagai pamungkas, Iqbal Dinata, S. Ag. memetakan konstelasi perpolitikan kampus. Mahasiswa Ushuluddin dibekali taktik pergerakan yang taktis namun tetap elegan, mengedepankan adab dan kecerdasan strategis tanpa terjebak pada politik praktis yang nir-etika.

Rangkaian DIKLATPIMDA ini menjadi penegas komitmen DEMA FUSA di bawah nakhoda kepemimpinan yang baru untuk mencetak kader ulul albab. Pemuda yang zikirnya mengakar kuat dan fikirnya menjulang tajam. Melalui sinergi keilmuan dan keislaman yang kental, diyakini akan lahir gagasan-gagasan solutif yang bersumber pada wahyu namun senantiasa relevan menjawab realitas sosial.

Kegiatan ditutup dengan konsolidasi komitmen dan doa bersama, memohon taufik Allah SWT agar roda kepengurusan DEMA FUSA satu periode ke depan dapat melaju dengan integritas, keikhlasan, dan membawa dampak nyata bagi Fakultas Ushuluddin. (*)

Bentuk Komitmen dan Jaga Integritas, Febrie Mundur, Rudi Margono Ditunjuk sebagai Plt Jampidsus

JAKARTA - Jaksa Agung ST Burhanuddin resmi menunjuk Rudi Margono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) setelah menerima pengunduran diri Febrie Adriansyah, Sabtu (11/7/2026).

Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Perintah Jaksa Agung Nomor: PRINT-76/A/JA/07/2026 sebagai langkah untuk menjamin kelangsungan tugas dan fungsi Jampidsus hingga pejabat definitif ditetapkan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna, menegaskan pergantian kepemimpinan tidak akan memengaruhi proses penanganan perkara tindak pidana khusus. Seluruh penyidikan dan penuntutan tetap berjalan secara profesional, independen, dan sesuai ketentuan hukum.

Rekam Jejak Rudi Margono

Rudi Margono saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas). Ia memiliki pengalaman panjang di lingkungan Kejaksaan, di antaranya pernah menjadi Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Jakarta, Wakil Kepala Kejati Nusa Tenggara Timur, Wakil Kepala Kejati Yogyakarta, Direktur pada Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, hingga Kepala Kejati Kepulauan Riau. Pada 2003, Rudi juga menjadi satu-satunya jaksa yang berhasil lolos ke enam besar seleksi Deputi Penindakan KPK.

Sementara itu, Febrie Adriansyah mengundurkan diri dari jabatan Jampidsus sebagai bentuk komitmen menjaga integritas, objektivitas, dan netralitas proses penegakan hukum di tengah proses hukum yang sedang dilakukan penyidik Polri.

Bacaan Lainnya: Praktisi Intelijen Menilai Kasus Korupsi yang Seret Nama Jampidsus Kental Nuansa Politis

Kejaksaan Agung menghormati keputusan tersebut dan memastikan seluruh tugas serta penanganan perkara tetap berjalan normal. Kejagung juga mengajak semua pihak menghormati proses hukum yang sedang berlangsung terkait dugaan perkara korupsi pengadaan batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.(Red)

Di Balik Layar Pelepasan KKN IAIN Kerinci ke Kancah Nasional: Manuver Taktis 4 Mahasiswa yang Bikin Satu Daerah Beri Dukungan Total

Di Balik Layar Pelepasan delegasi mahaisiswa KKN Nusantara IAIN Kerinci.(Ist) 

Sambutan Rektor IAIN Kerinci "Saudara-saudara yang berangkat hari ini bukan sekadar membawa nama pribadi, melainkan memikul reputasi, marwah, dan nilai-nilai luhur IAIN Kerinci di kancah nasional. KKN Nusantara di Suku Baduy adalah panggung nyata bagi kalian untuk mempraktikkan ilmu yang telah ditimba selama kuliah dan mengabdi dengan hati nurani. Dengan adanya dukungan luar biasa yang kalian himpun Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, kalian berangkat dengan fondasi yang sangat kokoh. Jaga nama baik daerah dan almamater, hormati kearifan lokal setempat, serta jadilah mata air manfaat di sana. Kepada anak-anak kami mahasiswa Ma'had yang menyelesaikan program tahun pertama, jadikan bekal karakter ini sebagai modal melangkah ke jenjang berikutnya."

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - 11 JULI 2026, Ada alasan kuat mengapa atmosfer pelepasan delegasi KKN Nusantara VI di Gedung Ma'had Al-Jamiah, Kampus 3 IAIN Kerinci, Tanjung Pauh Hilir pada Sabtu (11/7) pagi tadi dipenuhi getaran antusiasme yang tidak biasa. Di balik riuhnya agenda penutupan singkat Program Unggulan Ma'had Al-Jamiah Tahun Pertama Angkatan 2025-2026 yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB, perhatian publik tersedot sepenuhnya pada sebuah pergerakan besar di balik layar. Acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan rektorat, ratusan mahasantri, serta orang tua/wali mahasiswa ini menjadi saksi momentum langkah berani empat mahasiswa yang siap mengemban misi nasional dengan persiapan yang luar biasa matang.

Pusat perhatian utama tertuju pada sosok empat delegasi tangguh kebanggaan kampus dan duta daerah: Arya Geni Permana (Tadris Bahasa Inggris), Mohd. Rakis Oprasendi (Manajemen Keuangan Syariah), Dara Rizki Meilizia (Pendidikan Bahasa Arab), dan Zaidatul Adawiyah (Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam). 

Tanpa banyak publikasi sebelumnya, keempat mahasiswa ini berhasil melakukan manuver taktis dengan menembus ruang birokrasi tertinggi di daerah. Mereka sukses melakukan koordinasi strategis bersama berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga mengunci dukungan (support) dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten dan Kota, jajaran legislatif DPRD Kabupaten/Kota, serta kemitraan dengan sektor UMKM lokal. Langkah matang yang jarang diambil oleh mahasiswa ini menyisakan rasa penasaran besar: terobosan program seperti apa yang siap mereka eksekusi dengan amunisi lintas sektor sekuat ini?

Keberhasilan koordinasi mandiri yang dilakukan delegasi tersebut mendapat apresiasi luar biasa dalam seremoni yang berlangsung khidmat. Acara pelepasan ini dihadiri langsung oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Dr. Faizin, M.Ag., Wakil Rektor II Prof. Dr. Ahmad Jamin, S.Ag., S.I.P., M.Ag., dan Wakil Rektor III Dr. Halil Khusairi, M.Ag. Turut mendampingi pula Ketua LP2M Prof. Dr. Usman, M.Ag., sekretaris LP2M sekaligus kepala pusat pengabdian Dendy H. Nanda serta Ketua Program Unggulan sekaligus Wakil Dekan III FTIK Dr. Rodi Hartono, M.Pd. Kehadiran para pimpinan dan para orang tua mahasiswa memberikan legitimasi moral yang kuat bagi keempat delegasi yang dinilai tidak hanya cerdas di ruang kelas, tetapi juga cakap bergerak sebagai dirigen yang menyatukan elemen pemerintah dan ekonomi.

Rasa penasaran publik akan segera terjawab saat mereka diterjunkan langsung mulai tanggal 15 Juli hingga 23 Agustus 2026 mendatang. Selama 40 hari pengabdian, mereka akan menembus wilayah adat Suku Baduy yang tersebar di Kecamatan Leuwidamar dan Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Di tanah jawara tersebut, amunisi kemitraan UMKM daerah asal yang mereka bawa akan diimplementasikan secara nyata guna mendorong ekonomi lokal masyarakat adat. Tidak hanya membawa misi pemberdayaan ekonomi dan aplikasi keilmuan multidisipliner, 4 orang mahasiswa yang menjadi wajah daerah di tingkat nasional inj juga mengemban amanah krusial untuk merajut ekoteologi, moderasi beragama serta merawat toleransi di tengah keberagaman budaya nusantara.

Mewakili Rektor IAIN Kerinci, Wakil Rektor I Dr. Faizin, M.Ag., memberikan sambutan utama yang menegaskan besarnya tanggung jawab di pundak keempat mahasiswa tersebut sebelum melepas atribut keberangkatan secara simbolis. Beliau menyampaikan pesan mendalam, "Saudara-saudara yang berangkat hari ini bukan sekadar membawa nama pribadi, melainkan memikul reputasi, marwah, dan nilai-nilai luhur IAIN Kerinci di kancah nasional. KKN Nusantara di Suku Baduy adalah panggung nyata bagi kalian untuk mempraktikkan ilmu yang telah ditimba selama kuliah dan mengabdi dengan hati nurani. Dengan adanya dukungan luar biasa yang kalian himpun Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, kalian berangkat dengan fondasi yang sangat kokoh. Jaga nama baik daerah dan almamater, hormati kearifan lokal setempat, serta jadilah mata air manfaat di sana. Kepada anak-anak kami mahasiswa Ma'had yang menyelesaikan program tahun pertama, jadikan bekal karakter ini sebagai modal melangkah ke jenjang berikutnya."

Momentum emosional tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan serta kelancaran perjalanan keempat delegasi KKN Nusantara selama bertugas di Banten sekaligus menutup program unggulan tahun pertama di mahad. Sesi dokumentasi bersama memancarkan optimisme kolektif civitas akademika IAIN Kerinci, membuktikan kesiapan total kampus dalam melahirkan kader-kader pengabdi masyarakat yang tangguh, adaptif, dan berdampak luas bagi bangsa di tingkat yang jauh lebih luas.

Soal Video Tim Gabungan Dihadang Massa di Lokasi PETI, Ini Kata Kapolres Merangin

Soal Video Tim Gabungan Polri Dihadang Massa di Lokasi PETI, Ini Kata Kapolres Merangin.(Ist) 

BANGKO, MERDEKAPOST.COM - Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Efendi, S.I.K., M.H. membenarkan tim gabungan dari Bareskrim Polri dan Polres Merangin sempat dihadang sekelompok masyarakat saat akan melakukan penindakan terhadap aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Merangin beberapa hari lalu.

Menurut AKBP Kiki, sebelum pelaksanaan operasi, tim dari Bareskrim Polri telah berkoordinasi dengan Polres Merangin untuk meminta perbantuan personel.

"Terkait dengan adanya informasi kegiatan penindakan PETI oleh tim gabungan dari Bareskrim dan jajaran Polres Merangin, bahwa sebelum melakukan penindakan tim Bareskrim telah melakukan koordinasi untuk perbantuan personel dalam melakukan penindakan," katanya.

Tim Bareskrim Polri Dihadang Warga Saat Turun ke Lokasi PETI di Tabir Merangin Jambi: Balek,Balek,Balek Teriak Warga!

Tim Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dihadang warga saat mengecek dugaan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Tabir, Kabupaten Merangin, Kamis (9/7/2026)

JAMBI - Tim Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri diadang warga saat mengecek dugaan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Tabir, Kabupaten Merangin.

Menurut informasi yang dihimpun, pengadangan terjadi ketika tim Bareskrim hendak menuju lokasi yang diduga menjadi area aktivitas penambangan emas ilegal.

Dalam video yang beredar dimedsos (Instagram@KalanganJambi) puluhan orang terlihat berada di lokasi yang merupakan tanah kosong yang luas. Mereka berkumpul dan mengadang beberapa personil dari Bareskrim yang mengenakan baju warna hitam, celana panjang hitam, topi, dan bersepatu.

 Ada para pria dewasa, ibu-ibu, dan bahkan anak-anak. Terlihat juga dalam video tersebut, sebuah alat berat ekskavator. serta Ada juga terpal-terpal di lokasi tersebut.

Warga yang menghadang terdengar teriakkan kata-kata, balek, balek, balek... yang ditujukan kepada para personil

Masih dari informasi beredar, karena penghadangan itu proses pengecekan oleh Bareskrim sempat terkendala.

Hingga berita ini ditayangkan, belum diketahui secara pasti alasan warga melakukan pengadangan. media masih mencoba mencari keterangan dari pihak Polres Merangin, pemerintah daerah, serta perwakilan masyarakat.(*Red) 

Praktisi Intelijen Menilai Kasus Korupsi yang Seret Nama Jampidsus Kental Nuansa Politis

Merdekapost.com - Praktisi intelijen Kolonel (Purn), Sri Radjasa Chandra, menilai kasus dugaan korupsi yang menyeret nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah kental nuansa politis.

Menurutnya, Polri terus mencari celah agar bisa menyeret Febrie demi melindungi kepentingan Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.

Ia menyebut Febrie dianggap sebagai algojo yang paling beringas dalam menangani bermacam kasus rasuah kelas kakap. Oleh karena itu, Radjasa menduga Jokowi merasa terancam akan eksistensi Febrie.

Jokowi kata Radjasa, khawatir dengan pergeseran orientasi loyalitas Febrie kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Ketika dia berubah orientasi loyalitas ke Presiden Prabowo, ada kecemasan buat Jokowi. Dia (Febrie) punya informasi kasus. Tentunya Febrie jadi ancaman, apalagi Febrie getol tindakan yang merugikan oligarki," kata Sri dikutip dari Youtube Forum Keadilan TV pada Jumat, (10/7/2026).

Ia mengatakan, Febrie sempat menjadi andalan Jokowi dalam memberantas kasus-kasus rasuah di periode pemerintahannya.

Radjasa bercerita, Jokowi saat itu pernah menugaskan Febri untuk mengusut kasus pada PT. Asabri yang di dalamnya diduga ada kepentingan Airlangga Hartarto dan kasus PT. Jiwasraya yang diisukan lekat akan kepentingan Aburizal Bakrie.

"(Saat itu) Febrie tahu bahwa dia melakukan kriminalisasi demi kepentingan Jokowi (agar bisa) mengambil alih Golkar," kata dia.

Rentetan hal tersebut kata dia, yang membuat Jokowi ikut cemas ketika Febrie mulai menyasar kasus-kasus korupsi yang mengarah kepadanya. Semisal kasus korupsi yang menyeret mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim.

Meski begitu, Radjasa mengormati langkah hukum yang dilakukan kepolisian saat ini. Ia menilai penangkapan terhadap Febrie harus terealisasi jika memang terbukti ada tindakan melawan hukum.

"Bahkan kita kawal kalau menyangkut kejahatan. Cuma persoalannya ada kepentingan politik di balik semua ini," pungkasnya.

(Editor: Aldie Prasetya / Sumber : Suara.com)

Bupati Monadi Tutup Festival Usia Dini ESA Pratama, Pembinaan Talenta Muda Sepak Bola Kerinci

Bupati Monadi Tutup Festival Usia Dini ESA Pratama, Pembinaan Talenta Muda Sepak Bola Kerinci

Kerinci – Festival Sepak Bola Usia Dini yang digelar Sekolah Sepak Bola (SSB) atau Akademi ESA Pratama resmi ditutup oleh Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., pada Jumat (10/7/2026). Penutupan berlangsung di Lapangan Trides Tebing Tinggi, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci.

Festival yang berlangsung selama 15 hari tersebut diikuti oleh 24 klub dari berbagai daerah di Kabupaten Kerinci. Ajang ini menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit pesepak bola muda berbakat yang diharapkan mampu mengharumkan nama daerah di masa depan.

Hadir dalam acara penutupan, Ketua KONI Kabupaten Kerinci Nafrizal, panitia pelaksana, para pelatih, orang tua pemain, serta ratusan masyarakat yang memadati lapangan.

Pada partai final, tuan rumah ESA Pratama Akademi tampil impresif dan berhasil mengalahkan Naber dengan skor meyakinkan 2-0. Kemenangan tersebut memastikan ESA Pratama keluar sebagai juara pertama, sementara Naber harus puas di posisi runner-up.

Pembinaan Usia Dini Fondasi Utama Lahirnya Atlet Berkualitas

Bupati Kerinci Monadi menyampaikan apresiasi penyelenggaraan Festival Usia Dini ESA Pratama yang dinilai menjadi salah satu langkah nyata dalam membina generasi muda melalui olahraga sepak bola.

“Pembinaan usia dini merupakan fondasi utama untuk melahirkan atlet-atlet sepak bola yang berkualitas. Pemerintah Kabupaten Kerinci akan terus mendukung kegiatan positif seperti ini sebagai bagian dari upaya mencetak prestasi olahraga daerah,” ujar Monadi.

Orang nomor satu di Kabupaten Kerinci ini juga menambahkan bahwa pembinaan sepak bola tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses yang panjang, konsisten, dan melibatkan berbagai pihak.

“Saya mengapresiasi ESA Pratama Akademi yang terus berkomitmen membina anak-anak sejak usia dini. Dari kompetisi seperti inilah akan lahir talenta-talenta terbaik yang nantinya bisa memperkuat tim Kabupaten Kerinci, bahkan membawa nama daerah ke tingkat provinsi maupun nasional. Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan pembinaan olahraga yang berkesinambungan,” kata Monadi.

Sementara itu, Senada dengan Bupati Kerinci, Ketua KONI Kabupaten Kerinci, Nafrizal, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang telah menyukseskan festival tersebut.

“Festival ini menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Kerinci terus berkembang. KONI sangat mendukung kegiatan seperti ini karena merupakan pondasi dalam mencetak atlet berprestasi. Kami berharap kompetisi usia dini dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga semakin banyak bibit-bibit pemain berbakat yang lahir dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Kerinci di berbagai ajang,” ungkap Nafrizal.(*)

Respons atas Proses Penegakan Hukum Kortas Tipikor Polri, Ini Pernyataan Lengkap Jampidsus Febrie Adriansyah

Pernyataan lengkap Jampidsus Febrie Adriansyah terkait proses penegakan hukum yang dilakukan Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya.(cnn) 

Jakarta - Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, akhirnya buka suara terkait proses penegakan hukum yang dilakukan Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya terhadap sejumlah kasus dugaan korupsi yang menjadi sorotan publik. Berikut pernyataan lengkap Jampidsus Febrie Ardiansyah.

Febrie melakukan konferensi pers di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7) pagi. Ini adalah kali pertama Febrie berbicara di depan publik sejak proses penegakan hukum yang dilakukan Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya dalam beberapa hari terakhir.

Berikut pernyataan lengkap Jampidsus Febrie Adriansyah:

"Pada hari ini kami akan menyampaikan beberapa penjelasan kepada masyarakat, kepada publik, seperti yang kita ketahui begitu banyaknya pemberitaan dan informasi yang beredar terkait tindakan penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum Polri, yang di dalam pemberitaannya menyangkut institusi Kejaksaan maupun pejabatnya."

"Tentunya rekan-rekan semua, agar opini di masyarakat tidak salah, kami memandang perlu menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:"

"Yang pertama, kami memastikan bahwa seluruh kegiatan dan tugas yang telah diperintahkan kepada kami dan rekan-rekan semua di Gedung Bundar yang sedang melakukan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, maupun tugas-tugas di lapangan dalam mengeksekusi barang-barang bukti, ini tetap berjalan. Bahkan saya monitor tetap sesuai dengan SOP, berjalan dengan cepat."

"Dan tentunya kami terus menjaga kualitas tugas-tugas Gedung Bundar yang dilaksanakan, terutama dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang diukur harus bisa diuji kebenarannya secara materiil dan formil yang akhirnya akan dibuka ke masyarakat melalui persidangan di Pengadilan Negeri."

"Gedung Bundar saat ini sedang fokus untuk menyelesaikan penanganan perkara yang menyangkut kepentingan bangsa dan hajat hidup masyarakat kita, serta mendukung tentunya program-program prioritas nasional sebagaimana yang telah diarahkan dan diperintahkan oleh Presiden. Seperti antara lain, bagaimana penyelamatan sumber daya alam. Kita sedang menangani beberapa perkara, baik yang sudah terbuka ke publik maupun yang tertutup, yaitu tata kelola pertambangan. Kita ini ingin semua dapat dikelola dengan baik dengan kepentingan sebesar-besarnya untuk negara."

"Perkara transfer pricing, ini membutuhkan energi besar bagi rekan-rekan penyidik kami untuk menyelesaikannya. Dan perkara-perkara lain tentunya yang mendapat perhatian besar dari masyarakat, yaitu Tata Kelola Makan Bergizi Gratis (MBG)."

"Yang kedua, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta memberikan efek jera terhadap pelaku tindak pidana korupsi. Untuk itu, dukungan dan kepercayaan masyarakat menjadi energi penting bagi kami di Gedung Bundar agar progres penegakan hukum dapat berjalan secara efektif, independen, dan berkesinambungan."

"Yang ketiga, kami menegaskan bahwa Kejaksaan Republik Indonesia, khususnya Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), akan tetap menghormati setiap proses penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat penegak hukum yang telah sesuai dengan ketentuan hukum acara yang berlaku."

"Yang keempat, kami memahami bahwa setiap dinamika dalam proses penegakan hukum dapat menimbulkan perhatian publik. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi setiap informasi secara bijaksana berdasarkan fakta yang utuh agar mendapatkan pemahaman yang benar."

"Kelima, di samping tugas-tugas penindakan pidana, ada tugas-tugas lain seperti Satgas PKH yang juga terus mengoptimalkan penerimaan negara melalui penagihan denda administratif. Selanjutnya terhadap perusahaan-perusahaan yang tidak melakukan pembayaran denda administratif sebagaimana ketentuan peraturan perundang-undangan, telah kami tindaklanjuti melalui instrumen pidana. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa setiap kewajiban kepada negara benar-benar dipenuhi demi sebesar-besarnya ada manfaat untuk kepentingan masyarakat."

"Enam, Kejaksaan akan terus mendukung serta memastikan keberhasilan berbagai program strategis pemerintah yang menjadi prioritas nasional, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa, Kelurahan Merah Putih, maupun program-program prioritas nasional lainnya. Sehingga setiap program dapat berjalan secara efektif, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat."

"Pada akhirnya, Kejaksaan tetap berkomitmen menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional, independen, dan bertanggung jawab. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga iklim penegakan hukum yang sehat serta memberikan ruang bagi setiap proses hukum untuk berjalan sesuai mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan".

(Aldie Prasetya / CNN Indonesia)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs