Rocky Gerung Dilantik Jadi Wantimpres oleh Presiden Prabowo

Rocky Gerung Dilantik Jadi Wantimpres oleh Presiden Prabowo

 Merdekapost.com | Jakarta — Rocky Gerung resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Usai pelantikan, Rocky mengatakan Presiden Prabowo berpesan agar Wantimpres menjalankan fungsi etis, bukan teknis, dengan memberikan pertimbangan mengenai arah kebijakan pemerintah.

"Pesan khusus diberikan oleh Bapak Presiden bahwa Dewan Pertimbangan punya kedudukan etis, bukan teknis," ujar Rocky.

Menurutnya, Wantimpres bertugas melihat dampak kebijakan dan memastikan arah pemerintahan tetap sesuai dengan visi serta janji Presiden.

"Kita mengawasi arah dari kebijakan supaya sesuai dengan janji Presiden pada waktu kampanye," katanya.

Rocky juga menyebut Wantimpres memiliki fungsi memantau situasi politik dan kebudayaan sebagai bahan pertimbangan bagi Presiden. Ia menegaskan, peran Wantimpres lebih pada pengawasan, pemantauan, dan evaluasi terhadap kebijakan pemerintah.(*)

Kebakaran Hanguskan Satu Bangunan di Deretan Kantor Kades Pasar Baru Sungai Penuh

Kebakaran Hanguskan Satu Bangunan di Deretan Kantor Kades Pasar Baru Sungai Penuh

 Merdekapost.com | Sungai Penuh - Kebakaran menghanguskan satu bangunan yang berada di deretan Kantor Kepala Desa (Kades) Pasar Baru, Kecamatan Sungai Penuh, Kota Sungai Penuh, Jambi, Jumat (2/10/2026).

Peristiwa tersebut sempat membuat warga sekitar panik. Kobaran api terlihat membakar bagian dalam bangunan, sementara kepulan asap hitam membumbung tinggi dan terlihat dari sejumlah kawasan di sekitar lokasi.

Warga yang berada di sekitar lokasi berupaya membantu mengamankan situasi dengan menjauh dari titik kebakaran. Warga juga berusaha memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman selama proses penanganan berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Besaran kerugian akibat peristiwa tersebut juga masih menunggu keterangan resmi dari pihak terkait.

Aipda Firmanto mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang dapat dipicu oleh korsleting atau gangguan instalasi listrik.

“Sebelum bepergian, cek terlebih dahulu listrik dan peralatan lainnya. Pastikan semuanya dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah,” pesannya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera melaporkan kepada petugas apabila melihat tanda-tanda kebakaran. Pelaporan secara cepat diharapkan dapat mempercepat penanganan dan mencegah api meluas ke bangunan maupun kawasan di sekitarnya.

Masyarakat juga diminta tidak mendekati lokasi kebakaran apabila tidak berkepentingan, demi menjaga keselamatan dan memberikan ruang bagi petugas untuk melakukan penanganan. (ali)

Kabut Asap Masih Menyelimuti Batang Hari, Laga Sepak Bola Antarinsan Pers Jambi Diundur

 

Merdekapost.com — Rencana pertandingan persahabatan sepak bola yang mempertemukan insan pers dari berbagai daerah se-Provinsi Jambi harus mengalami penjadwalan ulang. Panitia memutuskan mengundur pelaksanaan pertandingan menyusul kondisi kualitas udara yang belum memungkinkan untuk kegiatan olahraga di ruang terbuka.

Semula, pertandingan yang melibatkan insan pers se-Provinsi Jambi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026. Namun, setelah mempertimbangkan kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Jambi, pelaksanaan kegiatan akhirnya ditunda selama dua pekan.

Panitia menyebut keputusan tersebut diambil dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan seluruh peserta, panitia, serta pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan. Berdasarkan pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kondisi kualitas udara di Kabupaten Batang Hari masih berada pada kategori yang perlu diwaspadai untuk aktivitas luar ruangan.

Selain mempertimbangkan kondisi lingkungan, penundaan pertandingan juga dilakukan berdasarkan arahan Bupati Batang Hari, Muhammad Fadhil Arief. Kebijakan tersebut menjadi langkah pencegahan untuk menghindari risiko kesehatan akibat paparan udara yang tidak mendukung aktivitas olahraga.

Dengan adanya perubahan jadwal, pertandingan persahabatan antarinsan pers se-Provinsi Jambi kini direncanakan digelar pada 23–25 Oktober 2026 di Lapangan Alun-Alun Kota Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari.

Panitia berharap kondisi kualitas udara dapat segera kembali membaik sehingga seluruh rangkaian pertandingan dapat dilaksanakan sesuai rencana dengan suasana yang aman, sehat, dan penuh semangat kebersamaan.

Raden Jufri selaku panitia pelaksana menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh insan pers yang telah mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Pihak panitia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas penundaan mendadak ini. Kami sangat mengharapkan pengertian, kerja sama, dan dukungan dari seluruh rekan-rekan pers se-Provinsi Jambi,” ujar Raden Jufri.

Menurutnya, penundaan tersebut merupakan keputusan yang harus diambil demi memastikan kegiatan olahraga antarinsan pers dapat berlangsung dalam kondisi yang lebih aman dan nyaman bagi seluruh peserta. (*)

Viral Video Warga Tanam Pisang Ditengah Jalan, Protes 4 Tahun Jalan Lubuk Suli ke Desa Kubang Makin Memprihatinkan

KERINCI | MERDEKAPOST.COM  — Warga Desa Lubuk Suli, Kecamatan Depati tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, protes atas kondisi jalan menuju perbatasan Desa Kubang yang masih mengalami kerusakan dan berlubang selama kurang lebih empat tahun.

Aksi protes warga yaitu dengan menanam pisang ditengah jalan yang berlobang dan tergenang air

"beginilah kondisi jalan Lubuk Suli" ujar salah seorang warga

"inih nyo akibat idak kayo mena jalan, pisang lah kami tanam, sebenta nyo babuah (ini akibat jalan tidak diperbaiki, pisang sudah kami tanam, sebentar lagi berbuah)

Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga, terutama pengguna sepeda motor. 

Saat hujan, lubang jalan kerap tertutup genangan air sehingga berpotensi membahayakan pengendara.

“Kami berharap pemerintah turun langsung melihat kondisi jalan ini dan segera ada perbaikan. Sudah sekitar empat tahun kami melewati jalan seperti ini,” ujar salah seorang warga

Sebelumnya, sempat beredar informasi jalan ini akan diperbaiki tahun ini, akan tetapi sudah masuk bulan Oktober 2026 belum Nampak tanda-tandanya" Ujar salah seorang warga.

Warga berharap pemerintah dan instansi terkait serius memberikan perhatian serta kejelasan mengenai status kewenangan dan rencana perbaikan ruas jalan tersebut.

Indonesia telah merdeka sejak 1945. Masyarakat berharap pembangunan infrastruktur dapat dirasakan secara merata, termasuk oleh warga di Desa Lubuk Suli dan desa Kubang kec Depati tujuh.kabupaten Kerinci.(Adz/Source: Facebook)

Wako Alfin Serahkan Bantuan Alsintan dan Bibit Kopi

KERINCI | MERDEKAPOST.COM – Pemerintah Kota Sungai Penuh menyalurkan bantuan kepada kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah menyerahkan bantuan tersebut seusai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Kamis (1/10/2026).

Walikota Afin dan Wakil Walikota Azhar Hamzah menyerahkan langsung bantuan kepada kelompok penerima. Bantuan tersebut meliputi traktor roda empat, bibit kopi Arabika, satu paket ayam petelur, benih ikan, serta pakan ikan grower.

Baca Juga: Kejuaraan Taekwondo Piala Dandim 0417/Kerinci Resmi Bergulir

Alfin mengapresiasi semangat dan kerja keras kelompok tani dalam mengembangkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Ia berharap bantuan tersebut mendorong masyarakat mengembangkan usaha produktif secara berkelanjutan.

“Pemerintah Kota Sungai Penuh sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras para kelompok tani. Bantuan ini hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dijaga dan dikelola secara bersama agar memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Wako Alfin.

Wako Alfin meminta para penerima menjaga dan merawat seluruh sarana bantuan. Ia juga mengingatkan kelompok penerima agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya. Menurut Alfin, pengelolaan bantuan secara baik dapat meningkatkan hasil produksi sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat. Ia mengajak kelompok tani mengembangkan bantuan secara mandiri agar manfaatnya terus berlanjut.

Baca Juga: Kejari Sungai Penuh Musnahkan Barang Bukti Inkracht, Sabu, Ganja hingga Sajam

Wako Alfin juga mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung program tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di Kota Sungai Penuh. Pemerintah Kota Sungai Penuh akan terus mendorong program yang meningkatkan produktivitas masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah.

Wako Alfin berharap bantuan tersebut memberikan manfaat nyata bagi kelompok penerima sekaligus mendorong mereka mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.(Adz)

Kejuaraan Taekwondo Piala Dandim 0417/Kerinci Resmi Bergulir

KERINCI | MERDEKAPOST.COM – Kejuaraan Taekwondo Piala Dandim 0417/Kerinci Tahun 2026 resmi Bergulir di Gedung Empat Jenis, Kota Sungai Penuh, Kamis (1/10/2026).

Kejuaraan bergensi ini akan berlangsung dari tanggal 1-3 Oktober 2026, kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke-81 tahun 2026.

Kejuaraan Taekwondo ini di ikuti sejumlah club Taekwondo yang ada di kabupaten Kerinci dan kota Sungai Penuh.

Baca Juga: Ricemilling Milik Mantan Anggota DPRD Kerinci Di Tanjung Pauh Hilir Terbakar

Kegiatan ini selain menjadi ajang kompetisi, Kejuaraan Taekwondo Piala Dandim 0417/Kerinci juga diarahkan untuk menjaring atlet-atlet muda yang memiliki kemampuan dan potensi untuk dikembangkan ke jenjang yang lebih tinggi.

Para atlet yang tampil diharapkan mampu menunjukkan kemampuan terbaik selama pertandingan. Bakat-bakat yang muncul dari kejuaraan ini nantinya dapat dipersiapkan untuk mewakili Kota Sungai Penuh maupun Kabupaten Kerinci dalam berbagai kejuaraan taekwondo di tingkat yang lebih tinggi. 

Baca Juga: Kejari Sungai Penuh Musnahkan Barang Bukti Inkracht, Sabu, Ganja hingga Sajam

Kehadiran sejumlah klub dari Kerinci dan Sungai Penuh juga membuat kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pembinaan olahraga taekwondo di daerah.

Melalui kompetisi yang berlangsung secara sportif, diharapkan lahir atlet-atlet potensial yang tidak hanya mampu berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga memiliki kesempatan membawa nama Kerinci dan Sungai Penuh ke pentas yang lebih luas.(Red)

Ricemilling Milik Mantan Anggota DPRD Kerinci Di Tanjung Pauh Hilir Terbakar

KERINCI | MERDEKAPOST.COM – Kebakaran kembali terjadi di kabupaten Kerinci, Kali Ini Rice Milling milik mantan anggota DPRD Kerinci, Asril di desa Tanjung Pauh Hilir, Kecamatan Danau Kerinci Barat,Ludes Terbakar.Demografi

Informasi yang diperoleh kebakaran kejadian terjadi pada Kamis malam, pada sekira pukul 19.00 Wib, warga mengetahui api sudah membesar.

Baca Juga: Kejari Sungai Penuh Musnahkan Barang Bukti Inkracht, Sabu, Ganja hingga Sajam

“Ya, kebakaran ini Heler atau Rice Miling Ngah Asril mantan anggota DPRD Kerinci,”ungkap Hengki salah seorang Warga.

Dia mengatakan, pada saat kebakaran warga tidak bisa berbuat banyak karena, sumber air sulit di dapatkan disebabkan musim kemarau.

“Warga tidak bisa berbuat banyak karena tidak ado sumber air,”sebutnya.

Baca Juga: Begini Pengakuan Istri di Bungo yang Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Suaminya, Baru 2 Minggu Menikah Sudah KDRT

Api berhasil dipadamkan setelah Empat Unit Mobil Pemadam Kebakaran yang sampai di Lokasi untuk memadapkan api. “Ado sekitar 4 Buah mobil datang memadamkan api,”bebernya.

Namun belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Kerugian ditaksirkan mencapai ratusan jutarupiah.(Adz)

Begini Pengakuan Istri di Bungo yang Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Suaminya, Baru 2 Minggu Menikah Sudah KDRT

Dua tersangka kematian Budi Lestari, warga Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, yaitu M istri korban dan J mertua korban.(Doc.Tribunjambi)

BUNGO| MERDEKAPOST.COM - Kematian Budi Lestari, warga Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, memasuki babak baru setelah polisi menetapkan sejumlah tersangka. Tiga tersangka, yaitu M istri Budi, J mertua Budi, dan MU sebagai eksekutor.

Tirai kasus kematian Budi Lestari yang mayatnya ditemukan di kebun sawit kawasan Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin, mulai tersingkap.

Dilansir dari Tribun Jambi, yang berkesempatan mewawancarai dua tersangka, M dan J, yang kini telah menjadi tahanan Polres Merangin.

Dalam pengakuannya, M istri Budi Lestari menuturkan perjalanan rumah tangganya selama 14 tahun.

Dia mengaku mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sejak awal pernikahan.

Dia juga mengaku keputusan yang berujung pada kematian suaminya dilakukan dalam kondisi yang ia sebut sebagai kekhilafan.

Bagaimana pengakuan M, sang istri yang jadi tersangka kematian suaminya Budi Lestari? Berikut petikan wawancara Jurnalis Frengky Widarta bersama M:

Apa yang sebenarnya menyebabkan Ibu sampai terlibat dalam kasus ini?

M: Sebenarnya saya tidak berniat melakukan perencanaan pembunuhan ini.

Saya melakukan perbuatan ini karena khilaf.

Pernikahan saya sudah berjalan 14 tahun. Itu bukan waktu yang sebentar.

Awalnya, sebelum menikah, dia terlihat baik.

Dia sering memberikan makanan kepada keluarga dan bersikap baik kepada keluarga saya.

Setelah pernikahan berjalan sekitar dua minggu, baru terlihat bagaimana sikap suami saya.

Dia sering memukul, termasuk ketika ingin berhubungan dengan saya.

Saya tetap sabar dan ikhlas karena saya menikah untuk ibadah.

Saya bertahan sampai sekitar setengah tahun, kemudian saya pulang ke Jawa, ke rumah mertua.

Di sana kekerasan juga terus terjadi.

Saya pendam sendiri dan tidak pernah menceritakannya kepada orang lain.

Saya memilih merasakan semuanya sendiri.

Kapan kondisi tersebut mulai semakin berat?

M: Saya kemudian memiliki anak.

Saat hamil, dia juga kurang peduli kepada saya.

Saya tetap ikhlas menjalani semuanya.

Ketika melahirkan, saya juga mengaku mendapat perlakuan yang tidak baik.

Saya dimaki-maki dan tidak ditunggu.

Saat berada di ruang persalinan, saya bersama keluarga.

Saya sedang berjuang melahirkan anak kami, tetapi saya justru mendapat perlakuan yang menurut saya menyakitkan.

Setelah melahirkan, selama sekitar 40 hari saya tidak boleh melakukan banyak aktivitas.

Saat itu saya melihat suami saya menyentuh ibu saya.

Ibu saya kemudian langsung menolak.

Saya diam karena berpikir mungkin suami saya khilaf.

Bagaimana hubungan rumah tangga setelah itu?

M: Suami kemudian merantau.

Sekitar setahun kemudian dia pulang ke Jawa.

Kami kembali mengalami pertengkaran hebat.

Pertengkaran itu disaksikan mertua dan tetangga, tetapi mereka diam.

Saya sempat berkonsultasi dengan bapaknya, tetapi tidak mendapat banyak tanggapan.

Saya juga pernah berbicara dengan sepupunya.

Dia mengatakan kepada saya agar bersabar karena semua itu merupakan ujian.

Saya akhirnya bertahan karena anak.

Setelah itu suami kembali merantau ke Sumatra.

Ibu tadi menyebut mengalami kekerasan selama 14 tahun. Seperti apa yang Ibu maksud?

M: Perlakuan suami selama 14 tahun sangat memengaruhi mental dan fisik saya.

Bukan hanya kekerasan berupa pukulan.

Saat saya datang bulan, saya mengaku tetap dipaksa berhubungan seksual dengan cara yang tidak saya inginkan.

Saya sudah menangis dan menolak, tetapi dia tetap memaksa.

Saya hanya bisa menangis.

menurut saya, suami mengalami dorongan seksual yang sangat tinggi.

Bagaimana karakter Budi di mata Ibu ketika berada di luar rumah dan ketika berada di rumah?

M: Kalau di depan orang, dia pintar.

Dia manis dan bisa berbicara dengan orang lain.

Tetapi kalau di rumah, dia lebih banyak diam.

Kalau saya bertanya mengenai masa depan anak, sekolah, atau masalah keuangan, dia diam.

Saya juga tidak tahu dia memiliki utang di mana saja.

Untuk utang di toko, justru saya yang diminta mengambil.

Apakah Budi memiliki kebiasaan lain yang Ibu ketahui?

M: Dia sering minum alkohol dan berjudi.

Bagaimana dengan dugaan perlakuan Budi terhadap ibu Ibu?

M: Soal itu, ibu saya yang menceritakannya setelah suami meninggal.

Ibu mengatakan suami saya memperlakukannya seperti suami istri sebanyak dua kali.

Saya benar-benar syok.

Saya kaget bagaimana hal seperti itu bisa terjadi kepada ibu saya sendiri.

Bagaimana Ibu mengetahui persoalan keuangan Budi?

M:  Saya juga pernah ditanya polisi mengenai kebun yang atas nama suami.

Polisi juga menanyakan soal uang Rp50 juta yang katanya dikirim dari Jawa untuk membeli lahan.

Saya tidak tahu soal uang tersebut.

Kalau soal keuangan, saya tidak tahu siapa yang mengirim uang kepada almarhum.

Apa yang Ibu rasakan setelah ditangkap polisi?

M: Saya menangis dan merasa hancur.

Saya merasa berdosa kepada Allah.

Saya juga merasa semuanya campur aduk.

Setelah almarhum meninggal, setiap malam saya merasa seperti diganggu.

Saya juga menjalani ibadah selama berada di tahanan.

Saya menjalankan puasa sunah karena selama Ramadan sebelumnya saya banyak meninggalkan puasa.

Saat Ramadan, saya mengaku sering dilarang berpuasa oleh suami.

Dia mengatakan saya harus mengikuti suami.

Kalau saya berada di penjara, saya ingin memperbaiki diri.

Saya ingin lebih taat beribadah dan membayar kewajiban kepada Allah. 

(Editor: Aldie Prasetya| Source: Jambi.Tribunnews.com) BERSAMBUNG... 

Kejari Sungai Penuh Musnahkan Barang Bukti Inkracht, Sabu, Ganja hingga Sajam


Kejari Sungai Penuh Musnahkan Barang Bukti Inkracht, Sabu, Ganja hingga Sajam

Merdekapost.com | Sungai Penuh - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sungai Penuh melaksanakan pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht, sebagai bagian dari pelaksanaan putusan pengadilan.

Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kejari Sungai Penuh tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Robi Harianto S., S.H., M.H. 

Kejaksaan Negeri Sungai Penuh

Pemusnahan turut disaksikan unsur terkait, di antaranya perwakilan Polres Kerinci, Kasat Resnarkoba IPTU Yandra Kusuma, perwakilan lembaga pemasyarakatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Dinas Kesehatan Kota Sungai Penuh, serta Satpol PP.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah barang bukti dimusnahkan, di antaranya narkotika jenis sabu, ganja, telepon genggam (handphone), senjata tajam (sajam) serta barang bukti lainnya dari perkara tindak pidana umum. 

Kejaksaan Negeri Sungai Penuh

Berdasarkan keterangan resmi Kejari Sungai Penuh, pemusnahan pada 1 oktober 2026 tersebut berasal dari 24 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap, terdiri dari 19 perkara narkotika dan lima perkara tindak pidana lainnya.

Barang bukti narkotika yang dimusnahkan berupa sabu seberat 32,16 gram dan ganja seberat 190,3 gram, selain sejumlah handphone, senjata tajam, pakaian dan barang bukti lainnya.

Kejaksaan Negeri Sungai Penuh 

Kepala Kejaksaan Negeri Sungai Penuh Robi Harianto menyampaikan bahwa pemusnahan barang bukti merupakan bagian penting dalam proses penegakan hukum setelah perkara memperoleh kekuatan hukum tetap. Pelaksanaan tersebut juga menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas dalam penyelesaian perkara.

Pemusnahan dilakukan agar barang bukti yang telah diputus pengadilan tersebut tidak dapat digunakan atau disalahgunakan kembali.

Kegiatan berlangsung dengan melibatkan berbagai instansi terkait dan berjalan aman, tertib serta kondusif. (kai)



Warga Penyengat Olak Gelar Rapat Strategis Bahas Polemik Stockpile Pasir CV Lintas Makmur Sejahtera

 

Merdekapost.com – Menindaklanjuti surat undangan resmi dari Pemerintah Desa Penyengat Olak Nomor 140/023/X/PO-JLK/2026 tertanggal 30 September 2026, masyarakat setempat bergerak cepat. Mereka menggelar rapat koordinasi internal guna mematangkan strategi dan persiapan menghadapi pertemuan desa yang akan datang.

Rapat persiapan ini menjadi momentum krusial bagi warga untuk menyatukan visi dan misi, sebelum menghadiri undangan resmi dari Kepala Desa terkait keluhan aktivitas stockpile (penimbunan) pasir yang dikelola oleh CV. Lintas Makmur Sejahtera.

Latar Belakang Keluhan

Seperti diketahui, aktivitas stockpile pasir yang berlokasi di RT.03 Desa Penyengat Olak telah menuai keluhan dari masyarakat sekitar. Isu ini menjadi perhatian serius karena diduga menimbulkan dampak lingkungan dan sosial bagi warga setempat. Oleh karena itu, Pemerintah Desa melalui Kepala Desa Rutomi, menjadwalkan pertemuan pada Hari Kamis 1 Oktober 2026, pukul 09.00 WIB.

Strategi dan Persiapan Warga

Dalam rapat persiapan yang diinisiasi oleh masyarakat tersebut, terbentuklah beberapa poin strategi utama untuk dibawa ke meja perundingan desa esok hari.

Salah satu perwakilan warga menyatakan bahwa rapat internal ini bertujuan untuk menyusun argumentasi yang solid.

“Kami tidak ingin sekadar menyampaikan keluhan. Kami ingin datang dengan data, bukti, dan usulan solusi yang konstruktif. Rapat hari ini adalah langkah kami untuk menyamakan persepsi agar suara warga didengar secara efektif,” ujarnya.

Beberapa strategi yang disiapkan warga meliputi:

Pertamq, dokumentasi Dampak: Mengumpulkan bukti-bukti dampak aktivitas stockpile, mulai dari polusi debu, kerusakan rumah akibat kendaraan berat, hingga potensi gangguan kesehatan warga.

Kedua, penunjukan Juru Bicara: Menunjuk perwakilan yang tegas dan komunikatif untuk menyampaikan aspirasi dalam forum resmi nanti.

Ketiga, tuntutan Solusi: Merumuskan tuntutan yang jelas, apakah berupa pembatasan jam operasional, perbaikan rumah yang rusak, atau pengelolaan lingkungan yang lebih ketat sesuai regulasi yang berlaku.

Harapan Masyarakat

Masyarakat Penyengat Olak berharap pertemuan di Kantor Desa besok dapat menghasilkan kesepakatan yang menguntungkan semua pihak. Mereka menekankan pentingnya keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kenyamanan lingkungan hidup warga.

Dengan persiapan yang matang melalui rapat internal ini, warga Desa Penyengat Olak berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi mereka secara tertib, damai, namun tetap tegas demi kebaikan Bersama. (red)

Edi Purwanto Bawa Anggaran Rp25 Miliar untuk Bangun Jalan 4,7 Km di Jambi

 

Merdekapost.com - Kabar baik datang bagi masyarakat Jambi. Anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Jambi, Edi Purwanto, memastikan salah satu ruas jalan daerah yang selama ini menjadi perhatian masyarakat akan segera dibangun menggunakan konstruksi rigid beton.

Edi menyebut, pembangunan ruas jalan tersebut merupakan bagian dari dukungan anggaran melalui Inpres Jalan Daerah (IJD). Secara keseluruhan, Jambi mendapatkan alokasi IJD hampir Rp400 miliar pada tahun ini.

"Salah satu ruas yang akan kita bangun sebagaimana janji saya kepada para tokoh masyarakat, termasuk Pak Wabup, insya Allah tahun ini akan dibangun,” kata Edi.

Menurut Edi, proses tender pembangunan ditargetkan dapat dilakukan dalam waktu dekat. Ia berharap pekerjaan fisik sudah dapat dimulai paling lambat awal Oktober.

"Paling lambat awal Oktober sudah mulai pengerjaan,” ujarnya.

Untuk tahap awal, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp25 miliar. Edi mengatakan, anggaran tersebut sudah tersedia dan tinggal menunggu proses pengerjaan.

"Memang baru Rp25 miliar kita anggarkan. Kami berharap mudah-mudahan ada keajaiban lagi bisa ditambah di tahun ini. Kami terus ikhtiar, tapi yang Rp25 miliar sudah clear, dananya sudah ada, tinggal proses pengerjaan,” jelasnya.

Ruas jalan yang akan dibangun memiliki panjang sekitar 4,7 kilometer. Edi menjelaskan, konstruksi rigid beton dipilih dengan mempertimbangkan kondisi kendaraan yang melintas, khususnya truk pengangkut kelapa sawit dengan muatan yang cukup berat.

"Panjangnya 4,7 kilometer. Jadi 4,7 kilometer itu rigid beton. Karena kita lihat muatan truk sawit lumayan berat, bisa 14 sampai 15 ton,” ungkapnya.

Menurutnya, penggunaan rigid beton diharapkan membuat jalan memiliki daya tahan lebih panjang dibandingkan jika hanya menggunakan konstruksi aspal biasa.

"Kalau cuma diaspal biasa takutnya ketahanannya tidak lama. Tapi kalau rigid bisa puluhan tahun,” katanya.

Meski pembangunan mendapat dukungan anggaran dari pemerintah pusat, Edi mengingatkan, ruas jalan tersebut merupakan jalan dengan kewenangan daerah. Karena itu, setelah pembangunan selesai, pemeliharaan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.

Ia meminta pemerintah daerah dan masyarakat bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun menggunakan anggaran negara tersebut.

"Ketika kita bangunkan ini kan jalan daerah, perawatannya nanti di daerah. Namanya APBN yang masuk di sini, karena kewenangannya bukan kewenangan kami, daerah nanti mohon dijaga perawatannya,” jelasnya.

Edi berharap pembangunan tersebut tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.

"Untuk pengerjaan, insya Allah kita jamin bagus pekerjaannya,” pungkasnya.(uda)

Dinkes Kerinci Gelar Bimtek Pengelolaan Dana BLUD bagi Seluruh Faskes di Bapelkes Provinsi Jambi

Dinkes Kerinci Gelar Bimtek Pengelolaan Dana BLUD bagi Seluruh Faskes di Bapelkes Provinsi Jambi

 Merdekapost.com | Kerinci - Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) bagi seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) di lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, 27 September 2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Provinsi Jambi dan diikuti oleh para pengelola serta perwakilan fasilitas kesehatan di Kabupaten Kerinci.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal, mengatakan kegiatan Bimtek ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman dan kompetensi sumber daya manusia dalam pengelolaan dana BLUD.

Menurutnya, pengelolaan dana BLUD harus dilakukan secara tertib, transparan, akuntabel dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena itu, peningkatan kapasitas para pengelola keuangan di setiap faskes menjadi hal penting.

“Melalui Bimtek ini, kita berharap seluruh faskes memiliki pemahaman yang sama dalam pengelolaan dana BLUD, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan hingga pertanggungjawaban,” ujar Hermendizal.

Ia menambahkan, pengelolaan keuangan yang baik diharapkan dapat mendukung operasional fasilitas kesehatan sekaligus menunjang peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi dengan seluruh faskes terkait tata kelola BLUD.

Dengan adanya Bimtek ini, Dinkes Kerinci berharap seluruh fasilitas kesehatan dapat mengelola dana BLUD secara profesional, transparan dan akuntabel, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Kerinci. (Ali)

Derita Rakyat Penyengat Olak (1) : Keluhkan Getaran, Debu dan Keretakan Rumah Akibat Aktivitas Alat Berat

 

Merdekapost.com — Warga RT 03, Desa Penyengat Olak, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, khususnya Juanda, mengungkapkan keluhan serius terkait dampak aktivitas alat berat dan perusahaan di sekitar permukiman mereka. Keluhan ini disampaikan langsung oleh Juanda, yang telah menetap di kawasan tersebut selama sekitar 14 tahun.

Menurut Juanda, aktivitas alat berat yang beroperasi setiap hari menimbulkan getaran, debu, dan kebisingan yang sangat mengganggu kehidupan warga.

"Kami merasakan getaran terus-menerus, debu beterbangan, dan suara bising yang tidak ada hentinya," ujarnya.

Dampak yang paling dirasakan warga adalah kerusakan fisik pada rumah-rumah mereka. Dinding dan struktur bangunan mengalami keretakan akibat getaran yang terjadi secara terus-menerus.

"Rumah kami retak-retak, bukan hanya satu dua rumah, tapi hampir semua warga di sini merasakannya," tambah Juanda.

Selain kerusakan fisik, aktivitas stockpile pasir  tersebut juga berdampak buruk bagi kesehatan warga, terutama anak-anak yang masih kecil. Debu dan polusi suara diduga menjadi penyebab berbagai gangguan kesehatan yang dialami warga.

Waktu istirahat warga pun terganggu. Suara bising dari alat berat yang beroperasi siang dan malam membuat warga sulit beristirahat dengan tenang.

"Mau tidur pun susah, karena suara alat itu terus berbunyi," keluh Juanda.

Melihat kondisi yang semakin memburuk, Juanda mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan tegas. Ia meminta agar operasional perusahaan dan alat berat di sekitar permukiman warga dihentikan.

"Kami minta pemerintah menutup operasional perusahaan ini. Kami sudah tidak tahan lagi," tegasnya.

Warga Desa Penyengat Olak, khususnya Juanda, mengalami penderitaan akibat aktivitas industri dan alat berat yang menyebabkan kerusakan rumah, gangguan kesehatan, serta hilangnya kenyamanan hidup. Warga berharap pemerintah segera bertindak demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat setempat. (Red/Bersambung)

Pria 31 Tahun Ditemukan Tergantung di Kandang Ayam, Polres Merangin Olah TKP

Seorang pria berinisial AA (31) ditemukan tergantung di kandang ayam di Kelurahan Pematang Kandis, Merangin, Jumat (25/9/2026).(Ist) 

MERDEKAPOST.COM | BANGKO – Warga Merangin digegerkan dengan penemuan seorang pria berinisial AA (31) yang tergantung pada seutas tali yang terikat di kayu kusen atap kandang ayam yang terletak di Pasar Baru, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Merangin, Jambi, Sabtu (26/9/2026).

Peristiwa itu terjadi pada Jum'at (25/9/2026) di sebuah lokasi kandang ayam yang terletak di belakang Pasar Baru, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko.

Kapolres Merangin AKBP Kiki Firmansyah Efendi melalui Kasatreskrim Polres Merangin AKP Epy Koto membenarkan kejadian tersebut.

Baca Juga: Propam Polda Jambi Salurkan 10 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Desa Tangkit Muaro Jambi

"Benar, polisi mendapatkan informasi dari warga yang telah menemukan seorang pria berinisial AA (31) berada di lokasi kandang ayam yang terletak di Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, sudah dalam kondisi meninggal dunia pada hari Jumat (25/09/2026)," tutur AKP Epy Koto.

AKP Epy Koto menjelaskan, peristiwa itu bermula pada Jumat (25/09/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Saksi berinisial TN (29), yang merupakan istri korban, mengatakan korban berinisial AA (31), yang merupakan suaminya, berpamitan kepadanya untuk menjemput anaknya di sekolah.

Sekitar pukul 11.00 WIB, korban AA bersama anaknya sampai di rumah. Saat itu, korban AA lebih banyak diam dan tidak banyak berbicara kepada istrinya, TN.

Baca Juga: Rumah Warga Kampung Dalam Sungai Penuh Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp200 Juta

Kemudian, pada pukul 12.00 WIB, korban AA keluar dari rumahnya tanpa berpamitan. Saksi TN mengira korban keluar bermain seperti biasa dan tidak menanyakan ke mana tujuan korban.

Pada pukul 13.10 WIB, saksi berinisial RA (27), yang merupakan teman korban, hendak memberikan pakan ayam yang berada di kandang ayam yang lokasinya tepat di belakang rumah korban.

Saat sedang memberikan pakan ayam di kandang ayam tersebut, saksi RA melihat korban AA sudah dalam keadaan tergantung menggunakan seutas tali tambang yang melilit lehernya. Saksi RA kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Mendengar teriakan saksi RA, istri korban, TN (29), yang sedang berada di dalam rumah langsung keluar dan menuju ke lokasi.

Selanjutnya, saksi berinisial RA (27) segera memotong tali yang melilit leher korban AA (31) dibantu rekannya berinisial MDS (22). Korban AA langsung dibawa ke RS Raudhah Bangko menggunakan sepeda motor bersama rekannya berinisial Z (45).

Sekitar pukul 13.30 WIB, korban AA tiba di rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, korban AA dinyatakan telah meninggal dunia. Pada pukul 14.10 WIB, jenazah korban AA dibawa kembali ke rumah duka.

Baca Juga: Galian Tanah Proyek Kampus STKIP Diduga Ilegal, Aktifitas Dump Truk Bikin Jalan Kumun Hilir Rusak dan Berdebu 

"Mendapatkan informasi dari masyarakat, saya langsung memerintahkan anggota turun langsung bersama Tim Inafis Polres Merangin guna mengecek lokasi TKP dan memeriksa korban," ujar AKP Epy Koto.

"Tim Inafis dari Polres Merangin melakukan olah TKP, mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi, mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, serta melakukan pemeriksaan awal terhadap korban AA," tutur AKP Epy Koto.

"Dari hasil visum terhadap korban AA tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga sudah menerima dengan ikhlas peristiwa yang menimpa korban dan meminta kepada polisi agar jenazah korban tidak diautopsi," ujar AKP Epy Koto.

"Sekitar pukul 17.20 WIB, jenazah korban berinisial AA (31) dibawa oleh pihak keluarga menggunakan mobil ambulans menuju kampung halamannya di wilayah Pesisir, Sumatera Barat, untuk dimakamkan," tutur AKP Epy Koto.(aDZ)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs