Percepatan Jalan Khusus Batubara Jambi: Menjaga Daya Saing Investasi di Tengah Krisis Energi Global

 

Oleh: Martayadi Tajuddin

Pengamat Kebijakan Publik dan Pembangunan Infrastruktur

Dinamika ekonomi global saat ini berada dalam fase ketidakpastian yang semakin kompleks. Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, telah memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas pasar energi dunia. Fluktuasi harga minyak bumi yang terjadi bukan hanya memengaruhi negara produsen dan konsumen utama, tetapi juga berdampak pada struktur ekonomi negara berkembang, termasuk daerah-daerah yang memiliki potensi sumber daya energi seperti Provinsi Jambi.

Dalam situasi tersebut, isu ketahanan energi dan efisiensi logistik menjadi semakin relevan dalam agenda pembangunan daerah. Salah satu isu strategis yang terus mengemuka di Jambi adalah percepatan pembangunan **jalan khusus angkutan batubara**, yang dipandang sebagai instrumen penting dalam memperkuat daya saing investasi dan menata ulang sistem logistik energi di daerah.

Sebagai pengamat kebijakan publik dan pembangunan infrastruktur, saya memandang bahwa keberadaan jalan khusus batubara bukan lagi sekadar pilihan teknis, melainkan kebutuhan struktural dalam tata kelola sektor energi daerah. Ketergantungan angkutan batubara pada jalan umum selama ini telah menimbulkan berbagai dampak berlapis, mulai dari kerusakan infrastruktur jalan, gangguan arus lalu lintas, hingga meningkatnya risiko keselamatan masyarakat pengguna jalan.

Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan antara intensitas aktivitas industri dan kapasitas infrastruktur publik yang tersedia. Dalam perspektif kebijakan publik modern, ketidakseimbangan seperti ini tidak dapat dibiarkan berlangsung dalam jangka panjang karena akan menciptakan *social cost* yang lebih besar dibandingkan manfaat ekonomi yang dihasilkan.

Di sisi lain, keberadaan investasi infrastruktur logistik seperti yang dikembangkan oleh PT SAS perlu dipahami dalam kerangka yang lebih luas, yaitu sebagai bagian dari upaya memperkuat rantai pasok energi dan meningkatkan efisiensi distribusi komoditas strategis daerah. Dalam teori pembangunan ekonomi regional, efisiensi logistik merupakan salah satu faktor utama yang menentukan daya saing suatu wilayah dalam menarik investasi jangka panjang.

Semakin efisien sistem transportasi dan distribusi barang, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan investor terhadap stabilitas dan prospek ekonomi daerah tersebut. Sebaliknya, inefisiensi infrastruktur justru akan menjadi hambatan struktural yang menurunkan daya saing dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Konteks global saat ini semakin memperkuat urgensi tersebut. Krisis energi yang dipicu oleh ketegangan geopolitik internasional telah menciptakan ketidakpastian pasokan dan harga energi dunia. Dalam situasi seperti ini, daerah yang memiliki sumber daya energi, termasuk batubara, memiliki peluang strategis untuk memainkan peran lebih besar dalam mendukung ketahanan energi, baik di tingkat nasional maupun regional.

Namun demikian, peluang tersebut hanya dapat dimaksimalkan apabila didukung oleh infrastruktur yang memadai, modern, dan terintegrasi. Jalan khusus batubara menjadi salah satu instrumen kunci dalam memastikan bahwa aktivitas ekonomi sektor energi dapat berjalan secara efisien tanpa mengorbankan kepentingan publik yang lebih luas.

Dalam perspektif tata kelola pembangunan, pembangunan jalan khusus batubara juga merupakan bentuk reformasi sistem transportasi dan penataan ruang yang lebih berkelanjutan. Pemisahan antara jalur logistik industri dan jalur publik merupakan prinsip dasar dalam pembangunan infrastruktur modern yang berorientasi pada efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan.

Tentu, setiap proyek infrastruktur strategis tidak lepas dari ruang kritik publik, terutama terkait aspek lingkungan, sosial, dan tata ruang. Namun kritik tersebut seharusnya ditempatkan dalam kerangka evaluasi kebijakan yang rasional, bukan dalam resistensi yang mengabaikan konteks ekonomi dan kebutuhan pembangunan jangka panjang.

Yang perlu ditekankan adalah bahwa percepatan pembangunan jalan khusus batubara bukan semata-mata proyek sektoral, melainkan bagian dari strategi besar transformasi ekonomi daerah. Tanpa infrastruktur logistik yang efisien, potensi ekonomi Jambi akan sulit berkembang secara optimal, terutama di tengah persaingan antar daerah dalam menarik investasi.

Karena itu, percepatan pembangunan jalan khusus batubara di Jambi harus dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat daya saing daerah dalam peta ekonomi energi nasional. Ini bukan hanya tentang kepentingan industri, tetapi juga tentang bagaimana daerah mampu mengelola sumber dayanya secara lebih produktif, terukur, dan berkelanjutan.

Pada akhirnya, pembangunan infrastruktur selalu menuntut keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Namun dalam konteks dinamika global saat ini, memperkuat efisiensi logistik dan menjaga daya tarik investasi daerah merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

Jambi tidak boleh berhenti pada potensi. Ia harus bergerak menjadi bagian aktif dari rantai nilai energi yang lebih luas. Dan dalam kerangka itu, jalan khusus batubara adalah salah satu instrumen penting untuk memastikan bahwa transformasi ekonomi tersebut dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan. (*)

Wako Alfin Terima Kunjungan DPD RI dan OJK, Bahas Upaya Pengembangan UMKM

 

Wako Alfin Terima Kunjungan DPD RI dan OJK, Bahas Upaya Pengembangan UMKM

SUNGAI PENUH – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, SH menerima kunjungan silaturahmi Anggota DPD RI Elviana, M.Si dan Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya di ruang kerja Wali Kota, Selasa (5/5).

Turut hadir Sekretaris Daerah Alpian, SE, MM, Asisten II ,Kadis DPKPP, Kabag,Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya, Kepala Bursa Efek Provinsi Jambi Rena Novita, Direktur Bank Jambi dan Cabang Sungai Penuh Dessi Ervina, serta Kepala PNM Mekar Kota Sungai Penuh Arief Mulyadi.

Baca Juga:

Bupati dan Wabup Kerinci Serahkan 334 SK PNS dilingkup Pemkab Kerinci

Besok Menteri Kesehatan Akan ke Jambi, Kematian Dokter di RSUD KH Daud Arif Ada yang Janggal?

Babak Baru Pealayanan Kesehatan, dr. Rofi Irman Resmi Pimpin RSUD MHA Thalib Sungai Penuh

Pertemuan membahas upaya mendorong kemajuan industri UMKM serta penguatan sinergitas Tim Percepatan Pembangunan Daerah. Diskusi juga menekankan pentingnya pendekatan literasi dan edukasi keuangan bagi pelaku usaha agar lebih adaptif dan berdaya saing.

Wali Kota Alfin menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekonomi daerah berbasis UMKM.“Kami berharap sinergi ini dapat meningkatkan kapasitas dan akses pembiayaan bagi pelaku UMKM sehingga mampu berkembang dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah,” ujar Wako Alfin.(Adz)

Bupati dan Wabup Kerinci Serahkan 334 SK PNS dilingkup Pemkab Kerinci

 


KERINCI - Penyerahan 334 Surat Keputusan (SK) Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi momen utama dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Kerinci.

Bupati Monadi didampingi Wakil Bupati H. Murison secara langsung menyerahkan SK sekaligus mengambil sumpah/janji PNS, menandai awal pengabdian sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat.

Momentum ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi langkah awal untuk membangun ASN yang profesional, berintegritas, dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kerinci.

"ASN harus bekerja profesional, jujur, disiplin serta selalu berorientasi pada pelayanan masyarakat" Ujar Bupati Kerinci

Selamat kepada seluruh PNS yang telah menerima SK, jalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.(*adz/adv) 

Kronologis Pria di Jambi Nekat Jual Motor Curian di Facebook, Akhirnya Ditangkap Polisi

Pelaku curanmor (BR) di Jambi Selatan ditangkap setelah mencuri motor yang kuncinya masih tergantung dan sempat menawarkannya di facebook.(Ist)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM – Seorang pria di Kota Jambi nekat mencuri sepeda motor di sebuah warung ayam geprek.

Pelaku bahkan menjual barang curian itu melalui media sosial Facebook tidak lama setelah berhasil membawa kabur kendaraan roda dua itu.

Alih-alih menarik minat pembeli, aksinya justru menarik perhatian sehingga ia ditangkap polisi.

Aksi pencurian sepeda motor (curanmor) itu terjadi di wilayah hukum Polsek Jambi Selatan.

Kapolsek Jambi Selatan, AKP Taroni Zebua, mengungkapkan pelaku berinisial BR (32).

BR, yang mencuri di sebuah warung geprek di Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, telah berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Ia ditangkap tidak lama setelah kejadian, tepatnya setelah iklan jual motornya di Facebook ia unggah.

Langsung Tancap Gas

Dari hasil pemeriksaan, pelaku diketahui telah mempersiapkan alat berupa kunci dan obeng untuk melancarkan aksinya.

“Memang disiapkan obeng untuk jaga-jaga, untuk mencongkel,” ujarnya, saat rilis perkara, Senin (4/5/2026) kemarin.

Namun, saat beraksi, pelaku tidak sempat menggunakan alat tersebut.

BR langsung tancap gas, karena sepeda motor milik korban dalam kondisi kunci masih tergantung di kendaraan.

Polisi menyebut, berdasarkan pengakuan pelaku, aksi pencurian ini merupakan yang pertama kali dilakukan, dengan motif ekonomi.

Jual di Facebook

Setelah berhasil membawa kabur sepeda motor, pelaku sempat menawarkan kendaraan tersebut melalui media sosial Facebook.

Namun, belum ada yang sempat beli, pria 32 tahun itu lebih dulu ditangkap polisi.

“Belum sempat dijual, tapi sudah ditawarkan di Facebook,” tambahnya.

Saat ini, pelaku telah diamankan dan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

BR dijerat dengan Pasal 476 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.(*)

(Adz/Sumber: Tribunjambi.com)

Besok Menteri Kesehatan Akan ke Jambi, Kematian Dokter di RSUD KH Daud Arif Ada yang Janggal?

Pasca tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan ke RSUD KH Daud Arif, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dijadwalkan turun langsung ke lokasi pada Rabu (6/5/2026).(Adz/Ist) 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Perkembangan terbaru terkait penanganan kasus dokter internship di Jambi kembali mencuat.

Dua hari setelah tim Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan kunjungan ke RSUD KH Daud Arif, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dijadwalkan turun langsung ke lokasi pada Rabu (6/5/2026).

Dilansir dari Tribunjambi.com, menyebutkan, kehadiran Menkes merupakan tindak lanjut dari investigasi atas meninggalnya dokter internship, dr Myta Aprilia Azmy, yang sebelumnya telah ditangani oleh tim Kemenkes.

Baca Juga: Tim Kemenkes Tiba di RSUD Tanjabbar Jambi, Investigasi Meninggalnya dr Myta Aprilia

Sebelumnya, tim dari Kemenkes telah melakukan penelusuran dengan meminta keterangan dari sejumlah pihak, baik di RSUD KH Daud Arif maupun di RSUD Raden Mattaher. Namun, hingga saat ini, hasil atau temuan dari proses tersebut belum disampaikan secara resmi ke publik.

Berdasarkan agenda yang beredar, Budi Gunadi Sadikin dijadwalkan tiba di Jambi sekitar pukul 07.30 WIB dan langsung melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Sekretaris Daerah Tanjab Barat, Hermansyah, mengungkapkan bahwa rombongan Menkes diperkirakan tiba di Kuala Tungkal sekitar pukul 12.00 WIB dengan pengamanan yang telah dipersiapkan.

“Besok beliau Insyah Allah akan hadir mudahan memberikan perubahan yang positif untuk kita,” ujar Hermansyah, Selasa (5/5/2026).

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini pihak pemerintah daerah bersama tim pendamping dari Kemenkes tengah melakukan pengecekan langsung ke lokasi rumah sakit yang akan dikunjungi.

Selain kunjungan lapangan, agenda penting lain yang akan dilakukan adalah penyampaian keterangan resmi kepada publik. Hermansyah memastikan bahwa konferensi pers akan digelar langsung di RSUD KH Daud Arif.

“Iya besok langsung konferensi pers disini, semoga berjalan lancar,” pungkasnya.

10 Pemeriksa Kemenkes Datangi 2 RSUD di Jambi

Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia (RI) melakukan pemeriksaan di dua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Provinsi Jambi, terkait kematian dr Myta Aprilia Azmy, dokter internship (magang) lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri). 

Pertama, tim Kemenkes mendatangi RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Di sana, mereka melakukan pemeriksaan selama tujuh jam, Senin (4/5/2026).

Lebih dari 10 orang melakukan investigasi terkait meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy (25), dokter lulusan Universitas Sriwijaya yang mengikuti program internship di rumah sakit tersebut.

Pantauan Tribun Jambi, tim Kemenkes telah berada di RSUD pukul 08.12 WIB. Mereka didampingi pihak manajemen rumah sakit. Selain itu, terlihat juga hadir di lokasi pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Jambi, Ikatan Alumni (IKA) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri), serta unsur terkait.

Baca Juga: Rapat Investigasi Tim Kemenkes atas Meninggalnya Dokter Myta di RSUD Tanjabbar Jambi, IDI Soroti Jam Kerja Dokter Internship

 Sekira pukul 09.00 WIB, terlihat sejumlah anggota tim langsung menuju aula RSUD, lalu melakukan rapat tertutup dengan pihak terkait.

Setelah rapat sekira 1 jam, tim keluar untuk melakukan pemeriksaan lokasi dr Myta Aprilia Azmy berdinas, di antaranya ruang perawat, ruang instalasi gawat darurat (IGD).

Anggota tim Kemenkes melakukan pemeriksaan selama delapan jam. Sekira pukul 17.00 WIB, mereka keluar ruangan, langsung menuju mobil, membuka pintu mobil, masuk, kemudian langsung meluncur pergi tanpa meninggalkan komentar terkait hasil investigasi.

Satu di antara anggota tim Kemenkes sempat mengatakan, mereka datang sekira 10 orang.

"Lebih dari sepuluh orang yang datang," ujar seorang di antara anggota tim Kemenkes.

Saat belasan wartawan yang menunggu mencoba mewawancarai, dia berkomentar pendek.

"Nanti, ya, nanti, kita sampaikan," ujarnya.

Informasi yang dihimpun Tribun Jambi, tim Kemenkes akan melaporkan hasil investigasi ke Menteri Kesehatan, dan melakukan konferensi pers di Jakarta.

Berdasarkan pantauan Tribun Jambi kemarin sore, tim kemenkes tidak membawa atau mengangkut barang dari RSUD ke dalam mobil. Mereka hanya saja menggali informasi lebih detail.

Periksa Beberapa Pihak

Direktur RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Sahala Simatupang, mengatakan kedatangan tim Kemenkes ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat untuk melakukan pemeriksaan.

"Pemeriksaan, di antaranya jadwal dr Myta Aprilia Azmy berdinas," ujar Sahala Simatupang, Direktur RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal.

Namun, Sahala enggan memaparkan bagaimana jadwal dan waktu kerja dr Myta. Dia menyerahkan keterangan soal itu ke Kemenkes untuk merilis di Jakarta.

"Nanti mereka rilis di Jakarta," ujarnya.

Sahala juga menjelaskan ada beberapa pihak yang diperiksa tim Kemenkes, di antaranya rekan kerja sesama dokter internship, dokter pembimbing, manajemen RSUD.

"Belum ada hasil, kita tunggu dari Kemenkes," lanjut Sahala.

Langsung ke RSUD Raden Mattaher Jambi

Setelah dari RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, tim Kemenkes melanjutkan pemeriksaan di RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi di Kota Jambi. 

Pantauan Tribun Jambi, mereka masuk rumah sakit sekira pukul 18.00 WIB.

Selain Kemenkes, pihak dinas kesehatan dan RSUD juga hadir di sana.

Beberapa satpam rumah sakit tampak berjaga di meja resepsionis.

Mereka memasuki ruangan Direktur RSUD Raden Mattaher, lalu melakukan pertemuan secara tertutup.

Penjelasan Paman Myta

Sebelumnya, dr Myta Aprilia Azmy (25) mengembuskan napas terakhir di ruang ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang pada Jumat (1/5) pukul 11.20 WIB

Dokter muda itu diduga jadi korban beban kerja berlebih saat bertugas di RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Informasi yang dihimpun Media, dr Myta kondisinya drop saat berada di Kuala Tungkal. 

Dia sempat dirawat di RSUD Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjabbar, selama 1 hari, kemudian dibawa ke RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi dan dirawat 3 hari, kemudian dibawa ke rumah sakit di Sumatera Selatan dan dirawat di sana sebelum 5 hari, kemudian akhirnya meninggal dunia.

Paman almarhumah, dr Febri, dalam sesi wawancara mendalam (podcast) bersama Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post (Tribun Network), mengungkap tabir di balik hari-hari terakhir keponakannya. Myta dikenal sebagai sosok pendiam dan berdedikasi tinggi.

Namun, di balik diamnya, tersimpan beban tugas tinggi. 

"Saat seleksi internship, Myta dinyatakan fit. Hasil rontgen toraks bersih, laboratorium normal. Dia berangkat dalam kondisi sehat tanpa riwayat penyakit paru," tegas dr. Febri.

Namun, memasuki Maret 2026, kondisi fisik Myta mulai rontok. 

Berdasarkan temuan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri), Myta sempat curhat kepada rekan-rekannya bahwa jadwal jaganya sangat padat.

"Dia sempat mengeluh jaganya padat sekali. Dia sakit sesak, demam, dan batuk sejak Maret. Sempat berobat mandiri dan membaik, tapi satu minggu kemudian kambuh lagi. Saturasinya drop di bawah 90, bahkan menyentuh 80 persen saat masih di Jambi," tutur dr Febri dengan nada getir.

Tragisnya, meski kondisi fisik sudah memberi sinyal bahaya, Myta dikabarkan tetap harus menjalankan tugas jaga malam dalam kondisi demam tinggi dan sesak napas.

Myta yang sejatinya sedang menanti waktu untuk pulang ke rumah orang tuanya di OKU Selatan (OKUS) setelah masa tugasnya berakhir, justru pulang dalam peti jenazah. 

Bukan Kejadian Pertama

Dekan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (Unsri), Prof Dr dr Muhammad Irsan Saleh, M.Biomed, menyampaikan pihak fakultas sangat kehilangan sekaligus prihatin atas peristiwa yang terjadi.

"Kami sangat berduka atas kepergian dr. Myta, yang merupakan alumni FK Unsri. Sebagai institusi tempat beliau menempuh pendidikan dokter, kami menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian itu," kata Prof Irsan saat dikonfirmasi Tribunsumsel, Senin (4/5). 

Pihak FK Unsri mendorong agar dilakukan investigasi menyeluruh terhadap peristiwa tersebut. Hal itu dinilai penting sebagai langkah evaluasi dalam pelaksanaan program internship dokter maupun dokter gigi, terutama terkait aspek perlindungan, keamanan, dan kesehatan peserta selama menjalani tugas.

Menurut Irsan, kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Dalam beberapa kasus sebelumnya, meskipun dengan narasi berbeda. 

Persoalan utama yang muncul, tetap berkaitan dengan minimnya perlindungan terhadap peserta internship.

Dorong Investigasi

Ia juga menyoroti posisi peserta internship yang dinilai berada dalam “ruang abu-abu”.

Mereka tidak lagi berstatus mahasiswa di fakultas kedokteran, namun di sisi lain mungkin juga belum menjadi anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI), tempat mereka bernaung dan mendapat advokasi terhadap permasalahan di saat internsip. 

"Sebagai langkah preventif, FK Unsri mengimbau seluruh dokter yang baru dilantik agar segera bergabung dengan Ikatan Alumni (IKA) FK Unsri serta mendaftarkan diri sebagai anggota IDI," Pesannya. 

Menurutnya, hal ini diharapkan dapat memberikan dukungan kelembagaan dan perlindungan yang lebih baik bagi para dokter muda, khususnya selama menjalani masa internship.

Bacaan Lainnya:

Babak Baru Pealayanan Kesehatan, dr. Rofi Irman Resmi Pimpin RSUD MHA Thalib Sungai Penuh

Pihak fakultas berharap kejadian ini menjadi perhatian bersama agar sistem pendidikan dan penugasan dokter di Indonesia dapat terus diperbaiki, sehingga menjamin keselamatan dan kesejahteraan para tenaga medis di masa mendatang.

Di akhir pernyataannya, Dekan juga mendoakan agar amal ibadah almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan segala dosa serta kesalahannya diampuni. 

(Editor: Aldie Prasetya | Sumber: Tribunjambi.com)

Babak Baru Pealayanan Kesehatan, dr. Rofi Irman Resmi Pimpin RSUD MHA Thalib Sungai Penuh

dr. Rofi Resmi Pimpin RSUD MHA Thalib Sungai PenuhKolase – Wakil Wali Kota Azhar Hamzah Melantik Pejabat Administrator.(ist)

SUNGAI PENUH – Harapan baru bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan di Kota Sungai Penuh kini mulai bersemi. Pemerintah Kota secara resmi menunjuk pimpinan baru untuk dua rumah sakit daerah guna memastikan warga mendapatkan perawatan medis yang lebih baik dan manusiawi.

Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, memimpin langsung prosesi pelantikan ini di Ruang Pola Kantor Walikota pada Senin (04/05/2026) malam. Dalam agenda tersebut, beliau memberikan amanah kepada:

dr. Rofi Irman sebagai Direktur Utama RSUD MHA Thalib.

Sementara itu, mantan Direktur RSU MHA Thalib, Debi Zartika, dimutasi menjadi Direktur RSUD H Bakri. Sedangkan jabatan Kabid Keuangan dan Perencanaan kini dipercayakan kepada Afriantoni, SH., MH.

Baca Juga: Tim Kemenkes Tiba di RSUD Tanjabbar Jambi, Investigasi Meninggalnya dr Myta Aprilia

Azhar Hamzah menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini merupakan langkah strategis yang telah mengikuti koordinasi bersama BKN dan aturan perundang-undangan yang berlaku. Namun, lebih dari sekadar urusan birokrasi, beliau menekankan pentingnya aspek kemanusiaan dalam bertugas.

“Kami menitipkan pesan agar saudara-saudara bekerja dengan tulus. Teruslah berinovasi agar visi Sungai Penuh Juara benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Azhar Hamzah.

Pemerintah Kota menaruh harapan besar pada manajemen baru ini. Fokus utama ke depan bukan hanya soal administrasi, melainkan bagaimana menciptakan kenyamanan bagi pasien dan keluarga yang sedang berjuang mencari kesembuhan.

Baca Juga: Rapat Investigasi Tim Kemenkes atas Meninggalnya Dokter Myta di RSUD Tanjabbar Jambi, IDI Soroti Jam Kerja Dokter Internship

Wakil Wali Kota meminta para direktur baru segera membenahi sistem manajemen internal. Targetnya jelas: RSUD harus memberikan pelayanan prima sehingga tidak ada lagi masyarakat yang merasa kesulitan saat membutuhkan bantuan medis.

“Perbaiki manajemen dan tingkatkan kepedulian terhadap pasien. Kita ingin seluruh warga terlayani dengan sangat baik,” tambahnya di hadapan para asisten, staf ahli, dan kepala OPD yang hadir.

Dengan semangat baru ini, RSUD MHA Thalib dan RSUD H. Bakri diharapkan akan siap bertransformasi menjadi garda terdepan kesehatan yang lebih responsif dan ramah bagi seluruh masyarakat. (Red)

Rapat Investigasi Tim Kemenkes atas Meninggalnya Dokter Myta di RSUD Tanjabbar Jambi, IDI Soroti Jam Kerja Dokter Internship

Tim Kemenkes RI menggelar rapat bersama tim RSUD KH Daud Arif, usai dokter internship bernama Myta Aprilia Azmy meninggal saat bertugas.(ist) 

KUALA TUNGKAL - Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) datang ke RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi untuk melakukan investigasi terkait meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy.

Tim datang ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat pada Senin (4/5/2026) pagi.

Tampak mereka masuk Aula RSUD untuk melakukan rapat dengan Management RSUD serta pihak terkait secara tertutup.

Baca Juga: Tim Kemenkes Tiba di RSUD Tanjabbar Jambi, Investigasi Meninggalnya dr Myta Aprilia

Setelah melakukan rapat mereka melakukan pemeriksaan dimana tempat dr Myta Aprilia Azmy berdinas diantaranya ruang perawat, IGD serta sejumlah tempat lainnya.

Salah seorang tim Kemenkes saat diminta keterangan meminta jurnalis untuk bersabar karena tim sedang melakukan pemeriksaan.

"Nanti ya," katanya singkat.

Sebelumnya, kabar duka datang dari dunia medis. dr Myta Aprilia Azmy dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026) di ruang ICU Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dr Myta sempat berada dalam kondisi kritis saat menjalani perawatan intensif.

Kondisinya disebut telah memburuk sebelum akhirnya dirujuk ke Palembang.

Ia diketahui sedang menjalani masa internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal. 

Sejumlah informasi menyebutkan bahwa sebelum kritis, dr Myta tetap menjalankan tugas meski dalam kondisi kesehatan yang menurun.

Dugaan adanya tekanan kerja atau kelelahan menjadi sorotan, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait hal tersebut.

IDI Soroti Jam Kerja Dokter Internship

INVESTIGASI - Tim Kemenkes RI menyambangi RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal, Tanjabbar, Jambi sejak pagi sekitar pukul 8.12 WIB, Senin (4/5/2026). Kedatangan tim kemenkes ini terkait kematian dokter internship. (ist)

Kemudian, Slamet mengatakan pihaknya mengusulkan adanya hak cuti bagi dokter magang. 

"Kalau kemarin itu kan dokter internship sakit, kalau dia cuti sakit, dia harus mengganti, sehingga kebanyakan dokter internship ini belum sembuh dia kepengin tetap kerja atau tidak mau cuti lagi karena akan mengganti. Akibatnya fatal sehingga mereka sakitnya akan tambah parah," tuturnya. 

Lebih lanjut, Slamet menuturkan pihaknya juga mengusulkan biaya hidup atau gaji untuk dokter magang bisa lebih layak. 

Pihaknya juga menyarankan waktu magang dipercepat, yakni maksimal 6 bulan. Selama magang tersebut, harus ada pengawasan yang melekat terhadap dokter magang.

Slamet karena itu merekomendasikan adanya pengawasan lebih ketat dari Dinas Kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia.

Terkait kasus dokter Myta, Slamet menyebut sebenarnya selama ini sudah ada regulasi yang mengatur tentang dokter magang, tetapi regulasinya perlu disempurnakan, salah satunya mengenai hak cuti.

"Dia satu tahun hanya diberi hak cuti 4 hari. Kalau dia sakit, tidak ada hak cuti sakit sehingga kalau dokter internship ini sakit, dia penginnya kerja saja karena takut mengganti, karena enggak ada hak cuti," katanya. 

Bacaan Lainnya: Varial Adi Putra Eks Kadis dan Dua Rekannya Resmi Ditahan, Kasus Korupsi DAK Pendidikan Jambi

Ia pun menyinggung mengenai fenomana pihak rumah sakit yang menganggap dokter magang sebagai pekerja. Menurutnya, anggapan itu salah. 

Slamet menuturkan dokter magang harus didampingi dokter yang ada di rumah sakit tersebut. Sebab, dokter magang bukanlah pekerja utama.

Slamet menegaskan kasus dokter Myta menjadi tamparan keras untuk dunia kesehatan, terutama bagi Kementerian Kesehatan agar segera mengubah regulasinya sehingga ke depannya kasus serupa tidak terjadi lagi.

Ia juga mendorong sanksi bagi tempat dokter Myta magang jika nantinya ditemukan pelanggaran sesudah investigasi dilakukan. (Adz) 


Tim Kemenkes Tiba di RSUD Tanjabbar Jambi, Investigasi Meninggalnya dr Myta Aprilia

Tim Kemenkes ke RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi terkait meninggalnya dokter internship bernama Myta Aprilia Azmi.(Ist) 

KUALA TUNGKAL - Tim Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah tiba di Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, untuk melakukan investigasi terkait meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy, dokter yang tengah menjalani program internship di RSUD KH Daud Arif, Senin (4/5/2026).

Kedatangan tim tersebut bertujuan mengumpulkan informasi dan melakukan klarifikasi langsung dengan pihak rumah sakit.

Direncanakan, pertemuan antara tim Kemenkes dan manajemen RSUD berlangsung pada pagi hari.

Direktur RSUD KH Daud Arif, Sahala Simatupang, membenarkan adanya agenda tersebut. Ia menyebutkan bahwa pertemuan dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 09.00 WIB.

Baca Juga: Varial Adi Putra Eks Kadis dan Dua Rekannya Resmi Ditahan, Kasus Korupsi DAK Pendidikan Jambi

“Jadwalnya jam 9,” ujarnya singkat saat dikonfirmasi.

Namun, Sahala enggan memberikan penjelasan lebih lanjut terkait materi pembahasan dalam pertemuan tersebut. Ia meminta publik bersabar dan menunggu hasil resmi dari Kemenkes.

“Nanti ya, biar tim Kemenkes yang menjelaskan,” katanya.

Sebelumnya, kabar duka datang dari dunia medis. dr Myta Aprilia Azmy dilaporkan meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026) di ruang ICU Rumah Sakit Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Baca juga: Kronologis Pembunuhan Keji Lansia di Pekanbaru: 4 Tersangka Positif Ekstasi saat Beraksi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dr Myta sempat berada dalam kondisi kritis saat menjalani perawatan intensif.

Kondisinya disebut telah memburuk sebelum akhirnya dirujuk ke Palembang.

Ia diketahui sedang menjalani masa internship di RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal. 

Sejumlah informasi menyebutkan bahwa sebelum kritis, dr Myta tetap menjalankan tugas meski dalam kondisi kesehatan yang menurun.

Dugaan adanya tekanan kerja atau kelelahan menjadi sorotan, meski hingga kini belum ada pernyataan resmi terkait hal tersebut. (Red)

Varial Adi Putra Eks Kadis dan Dua Rekannya Resmi Ditahan, Kasus Korupsi DAK Pendidikan Jambi

Varial Adi Putra Eks Kadis dan Dua Rekannya Resmi Ditahan, Kasus Korupsi DAK Dinas Pendidikan Jambi.(Adz)

JAMBI - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi resmi menahan mantan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, Varial Adi Putra (VAP), Senin (4/5/2026). 

Varial bersama dua tersangka lainnya dijebloskan ke sel tahanan terkait kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022 yang merugikan negara hingga Rp 21 miliar.

Pantauan di lokasi, Varial keluar dari lantai dua Gedung B Mapolda Jambi sekitar pukul 12.00 WIB. Ia tampak didampingi dua tersangka lainnya, yakni BK (bawahan Varial) dan seorang pihak swasta yang berperan sebagai perantara atau broker. Ketiganya keluar dengan mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dan langsung digiring menuju ruang tahanan Polda Jambi di bawah pengawalan ketat petugas.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Komisaris Besar Taufik Nurmandia, mengonfirmasi bahwa penahanan ini dilakukan setelah mempertimbangkan hasil penyidikan terbaru serta alasan objektif dan subjektif penyidik.

BACA JUGA:

Kronologis Pembunuhan Keji Lansia di Pekanbaru: 4 Tersangka Positif Ekstasi saat Beraksi

"Berdasarkan hasil penyidikan dan pertimbangan tim penyidik, hari ini diputuskan untuk melakukan upaya paksa penahanan terhadap tiga tersangka, yakni VAP, BK, dan pihak broker," ujar Taufik saat ditemui di Mapolda Jambi.

Kasus yang menjerat para pejabat pendidikan ini telah melewati serangkaian proses panjang. Taufik menjelaskan bahwa saat ini penyidik sedang merampungkan perbaikan berkas perkara (P19) untuk segera dikirimkan kembali ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi.

“Hari ini resmi ditahan. Para tersangka sebelumnya sudah menjalani tiga kali pemeriksaan dalam status mereka sebagai tersangka. Barang bukti yang kami amankan masih sama dengan penyitaan sebelumnya,” tambah Taufik.

Mengenai kemungkinan adanya tersangka baru atau pengembangan kasus, pihak kepolisian menyatakan masih menunggu hasil pendalaman penyidikan lebih lanjut. Sementara itu, Vahrial dan kuasa hukumnya memilih bungkam dan enggan memberikan komentar saat ditanya wartawan mengenai penahanan tersebut.

Kasus ini bermula dari pengadaan peralatan praktik siswa SMK di Provinsi Jambi yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2022. Dalam pelaksanaannya, ditemukan indikasi penyimpangan prosedur dan penggelembungan harga (mark-up) yang mengakibatkan kerugian keuangan negara dalam jumlah besar.

Varial Adi Putra Eks Kadis dan Dua Rekannya Resmi memakai rompi orange dan Ditahan, Kasus Korupsi DAK Pendidikan Jambi.(Adz)

Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jambi, Adam Ohoiled, sebelumnya menyatakan bahwa berkas perkara ini memang sempat dikembalikan ke penyidik kepolisian untuk dilengkapi (P19). Sesuai dengan ketentuan KUHAP yang berlaku, koordinasi antara penyidik dan penuntut umum terus dilakukan untuk memastikan syarat materiil dan formil terpenuhi.

"Kami telah meneliti berkasnya. Ada beberapa poin tambahan yang diminta, termasuk pemeriksaan saksi dari Jakarta atau Bandung untuk memperkuat konstruksi hukum kasus ini," kata Adam.

Penahanan ini menjadi babak baru dalam upaya pemberantasan korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi. Jika berkas dinyatakan lengkap atau P21 dalam waktu dekat, kasus ini akan segera dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan. (Red) 

Hardiknas 2026, Bupati Monadi Serahkan SK 334 PNS Lingkup Pemkab Kerinci

  

Merdekapost.com - Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Kabupaten yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Kerinci, Bukit Tengah Siulak, Senin (4/5/2026), menjadi momentum dimana Bupati Monadi didampingi Wakil Bupati H. Murison menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pegawai Negeri Sipil (PNS) sekaligus mengambil sumpah/janji PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci.


Upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Monadi tersebut diikuti oleh jajaran ASN, tenaga pendidik, serta unsur masyarakat. Selain menjadi peringatan nasional di bidang pendidikan, kegiatan ini juga menjadi momentum penting bagi ratusan aparatur baru yang resmi mengemban amanah sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat.


Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci menyerahkan 334 SK PNS untuk formasi wilayah Kabupaten Kerinci. Dari total 348 formasi yang tersedia, sebanyak 13 orang penyuluh pertanian dialihkan status kepegawaiannya ke pemerintah pusat, sementara 1 orang dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk diangkat sebagai PNS.


Kepala BKPSDM Kerinci, Suhatril, menjelaskan bahwa seluruh proses pengangkatan telah melalui tahapan verifikasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


“Dari total 348 formasi, sebanyak 334 SK diserahkan untuk Kabupaten Kerinci. Sedangkan 13 penyuluh pertanian dialihkan ke pemerintah pusat dan 1 orang tidak memenuhi syarat,” jelasnya.


Selain penyerahan SK, rangkaian upacara juga diisi dengan prosesi pengambilan sumpah/janji PNS, yang menjadi simbol komitmen moral aparatur sipil negara dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan publik.


Dalam arahannya, Bupati Monadi menegaskan bahwa sumpah jabatan bukan sekadar formalitas, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas.


“ASN harus bekerja profesional, jujur, disiplin, serta selalu berorientasi pada pelayanan masyarakat,” tegas Monadi.


Lebih lanjut, ia menilai peringatan Hardiknas tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Kerinci. Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan mutu pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.


Karena itu, sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat dinilai sangat penting untuk menciptakan generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan.


Dengan demikian, peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Kabupaten Kerinci tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya pendidikan dalam membangun daerah serta melahirkan generasi yang berdaya saing menuju masa depan yang lebih baik. (*)

Kronologis Pembunuhan Keji Lansia di Pekanbaru: 4 Tersangka Positif Ekstasi saat Beraksi

 

Sebuah fakta baru terungkap dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Dumaris Denny Waty Sitio (60) di Kota Pekanbaru, Riau.  Kepolisian mengonfirmasi bahwa keempat tersangka, yakni AF, SL, L, dan E, terbukti positif mengonsumsi narkotika jenis amfetamin atau ekstasi saat menghabisi nyawa korban.(Adz/Instagram)

PEKANBARU – Sebuah fakta baru yang mengejutkan terungkap dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Dumaris Denny Waty Sitio (60) di Kota Pekanbaru, Riau.  

Kepolisian mengonfirmasi bahwa keempat tersangka, yakni AF, SL, L, dan E, terbukti positif mengonsumsi narkotika jenis amfetamin atau ekstasi saat menghabisi nyawa korban. 

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad, menjelaskan bahwa kandungan zat stimulan tersebut diduga kuat menjadi pemicu keberanian para pelaku untuk bertindak sangat sadis. 

Berdasarkan hasil tes urine, para pelaku berada di bawah pengaruh obat golongan stimulan sistem saraf pusat yang mempercepat kerja otak dan tubuh.  

Baca Juga: Bantah Selingkuh, Kuasa Hukum DK : Ada Saksi Kunci di Lokasi

Pengaruh halusinogen dari ekstasi ini membuat para tersangka kehilangan empati dan berani mengeksekusi rencana mereka secara keji. 

“Jadi, di sini ada suatu pengaruh stimulan atau halusionogen sehingga pelaku dapat berani melakukan aksinya secara keji,” ungkap Zahwani Pandra Arsyad dalam konferensi pers, Minggu (3/5/2026). 

Eksekusi Bertubi-tubi dengan Balok Kayu 

Kekejaman para pelaku terlihat dari cara mereka memastikan korban tidak bernyawa.  

Polisi mengungkapkan bahwa Dumaris dibunuh menggunakan balok kayu yang ternyata sudah dipersiapkan sejak jauh-jauh hari. 

Serangan terhadap korban dilakukan secara bertubi-tubi tanpa belas kasihan.  

Pelaku memukul bagian kepala dan dada korban hingga lebih dari satu kali. 

“Pemukulan itu tidaklah cukup sekali mengarah ke kepala dan juga ke dada. Diperhatikan lebih dari satu kali, hampir mendekati lima kali sampai korban betul-betul meninggal dunia dan dibawa ke kamar mandi,” tambah Zahwani menjelaskan detail evakuasi akhir korban oleh para pelaku. 

Hingga kini, keempat tersangka masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka yang dilakukan di bawah pengaruh narkoba tersebut.

Motif Pelaku 

Dumaris dibunuh oleh seorang pria yang datang ke rumahnya di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Rabu (29/4/2026).  

Pria itu datang bersama dengan Anisa Florensia (AF), menantu Dumaris yang diduga menjadi otak di balik pembunuhan. 

Dalam konferensi pers yang sama, Dirreskrimum Polda Riau Kombes Pol. Hasyim berkata motif pembunuhan itu adalah pelaku sakit hati dan ingin menguasai harta korban. 

“Perlu saya sampaikan juga niat itu berubah dari ingin merampok akhirnya menjadi melakukan pembunuhan. Juga sudah direncanakan, sudah empat kali melakukan suatu perencanaan untuk mensurvei lokasi tempat kejadian perkara tersebut,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad dalam konferensi yang sama. 

Zahwani berkata AF menikah dengan anak korban pada tahun 2022.  

Namun, setahun kemudian AF keluar dari rumah korban karena sakit hati terhadap perkataan pelaku. 

“Karena ada suatu tekanan secara verbal. Jadi, tekanan secara verbal itu yang membuat dia sakit hati,” ujar Zahwani. 

“Kemudian, dari segi ekonomi tidak tercukupi juga dari keluarga itu dan masih ketergantungan pada keluarga besar korban."

Kronologi Pembunuhan  

Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, tampak pelaku berjumlah empat orang yang terdiri atas dua laki-laki dan dan dua perempuan. salah satunya adalah menantu korban. 

Ada pelaku wanita yang sempat berbincang dengan korban dan mencium tangannya.  

Lalu, tiba-tiba datanglah seorang pelaku yang membawa sepotong kayu dan langsung menghajar ke arah wajah korban. 

Pelaku terlihat memukul korban beberapa kali hingga korban tak berdaya.  

Meski korban sudah dalam kondisi mengenaskan, pelaku masih memukul korban beberapa kali ke arah wajah dan leher. 

Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir Iptu Dodi Vivino menuturkan sebelum melakukan tindakan keji tersebut, para pelaku sempat terlihat mondar-mandir di depan rumah korban. 

"Mereka sempat berhenti di depan rumah korban, beberapa kali lah, memantau situasi sekitar," ucapnya pada Kamis (30/4/2026). 

Dia juga membenarkan bahwa para pelaku turut mengambil barang berharga milik korban.

"Ada beberapa barang yang hilang, di antaranya perhiasan, uang tunai dan handphone," kata Dodi. 

Di sisi lain, peristiwa nahas ini pertama kali diketahui suami korban, Salmon Meha (66). 

Sebelum Dumaris tewas, Salmon sempat mengajak istrinya untuk membayar pajak kendaraan. Namun, korban memilih untuk tetap tinggal di rumah. 

Lalu, sekitar pukul 11.00 WIB, Salmon kembali ke rumah dan mendapati pintu dalam keadaan terbuka.  

Karena merasa curiga, ia langsung masuk dan menuju kamar. Di sana, kondisi sudah berantakan.  Ia kemudian mencari istrinya hingga ke kamar mandi, namun tidak ditemukan. 

Pencarian berlanjut ke bagian dapur. Di sanalah Salmon menemukan istrinya sudah dalam kondisi tidak bernyawa.  

Korban ditemukan dalam posisi tertelungkup dengan luka pada bagian wajah yang mengeluarkan darah. Di sekitar kamar mandi juga terlihat banyak bercak darah. Setelah itu, Salmon langsung melaporkannya kepada pihak kepolisian.(Adz)

Sudah Dua Kali Kejadian, Aksi Curanmor Saat Shalat Subuh di Masjid Bukit Pulai Kerinci

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi di Kabupaten Kerinci saat warga tengah menunaikan ibadah shalat subuh.

Kali ini, peristiwa pencurian tersebut terjadi di area parkir Masjid Desa Bukit Pulai, Kecamatan Danau Kerinci Barat, Kabupaten Kerinci, Minggu (3/5/2026).

Korban diketahui bernama Marajab, warga Desa Sumur Jauh. Ia baru menyadari sepeda motornya hilang usai melaksanakan shalat subuh berjamaah. Motor yang sebelumnya diparkir di halaman masjid sudah tidak lagi berada di tempat.

“Kejadian pagi tadi, selesai shalat motor sudah tidak ada,” ungkapnya.

Peristiwa ini menambah kekhawatiran masyarakat setempat. Pasalnya, aksi serupa disebut sudah terjadi untuk kedua kalinya di lokasi yang sama, sehingga memunculkan keresahan di tengah warga.

Bacaan Lainnya:

Kendalikan Sabu Asal Lapas Jambi, Supir Ekspedisi Diringkus Satreskrim Polres Kerinci

Bantah Selingkuh, Kuasa Hukum DK : Ada Saksi Kunci di Lokasi

Atas kejadian tersebut, korban telah melaporkan kasus ini ke pihak Kepolisian Resort Kerinci guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Laporan sudah kami buat, mudah-mudahan pelaku bisa segera ditangkap,” tambahnya.

Pihak kepolisian dari Polsek setempat juga telah turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan.

Warga berharap adanya peningkatan pengawasan serta langkah tegas dari aparat berwenang guna mencegah kejadian serupa terulang kembali, terutama pada waktu-waktu rawan seperti saat ibadah berlangsung.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih waspada, di antaranya dengan menggunakan kunci ganda dan memastikan keamanan kendaraan, meskipun hanya ditinggalkan dalam waktu singkat.(*)

Bantah Selingkuh, Kuasa Hukum DK : Ada Saksi Kunci di Lokasi

 

Merdekapost.com – Pihak kuasa hukum Dr. DK memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan dugaan penggerebekan perselingkuhan yang melibatkan kliennya.

Dalam pernyataan resminya, tim hukum menegaskan bahwa narasi yang beredar di media mengenai kliennya yang disebut hanya berdua dengan seorang wanita di dalam kos-kosan adalah tidak benar.

Kuasa hukum menyatakan memiliki bukti dokumentasi kuat yang menunjukkan bahwa saat peristiwa tersebut terjadi, dr. L tidak hanya berdua dengan wanita berinisial Y, melainkan terdapat orang ketiga di dalam kediaman tersebut.

"Kami memiliki dokumentasi yang membuktikan bahwa sebelum kejadian penggerebekan, klien kami tidak dalam keadaan berdua, melainkan bertiga. Ada seorang laki-laki lain yang saat itu berada di kamar mandi," ujar pihak kuasa hukum Elas Anra Dermawan dan Muhamadiyah kepada awak media, Sabtu (2/5/2026) malam di Polsek Telanaipura.

Ia menambahkan bahwa bukti video tersebut menunjukkan kesesuaian atribut yang dikenakan Dr. DK, mulai dari pakaian, topi, hingga sepatu, yang membuktikan keberadaan saksi lain di lokasi pada waktu yang sama.

"Ini adalah alibi kuat kami untuk membantah tuduhan bahwa klien kami melakukan tindakan asusila sebagaimana yang disangkarkan," tegasnya.

Meski proses hukum tetap berjalan, pihak Dr. DK mengaku sedang mengupayakan langkah damai (mediasi) dengan pihak pelapor. Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan faktor psikologis anak dan menjaga keutuhan rumah tangga yang sudah dibina cukup lama.

Tonton videonya di bawah ini : 

KLIK DISINI

"Kami memahami situasi pelapor saat ini masih emosional, namun kami meyakini ada ruang untuk berkomunikasi. Upaya damai akan terus kami lakukan demi masa depan anak-anak dan nama baik keluarga," lanjutnya.

Sebagai tokoh yang cukup dikenal masyarakat, pihak Dr. DK juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi akibat pemberitaan ini. Kuasa hukum meminta masyarakat untuk tidak langsung menghakimi sebelum adanya keputusan hukum yang tetap.

"Kami memohon maaf kepada publik atas ketidaknyamanan dari pemberitaan yang beredar. Fokus kami saat ini adalah menjawab laporan terkait penggerebekan tersebut. Terkait isu masa lalu, kami tidak ingin berspekulasi dan hanya akan mengikuti proses hukum yang berlaku," tutupnya.

Hingga saat ini, pihak Dr. DK menyatakan siap menghadapi proses hukum lanjutan apabila titik temu melalui jalur kekeluargaan tidak tercapai. (red)

Gubernur Al Haris Sebut Program MBG Bukan Sekadar Gizi, Tapi Penggerak Ekonomi Daerah

Jambi - Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berkembang menjadi kekuatan baru yang tidak hanya menyasar persoalan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi daerah secara nyata.

Pernyataan itu disampaikan Al Haris saat menghadiri rapat konsolidasi pelaksanaan MBG yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) di BW Luxury Hotel Jambi, Sabtu (2/5/2026). Forum ini mempertemukan berbagai pihak, mulai dari kepala SPPG, mitra, yayasan, pengawas gizi, hingga pelaku lapangan dan juru masak.

Di hadapan peserta, Al Haris memaparkan capaian konkret program MBG di Jambi. Hingga saat ini, terdapat 205 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan rincian 173 unit telah beroperasi dan 32 unit siap operasional. Selain itu, sebanyak 302 SPPG masih dalam tahap persiapan dan survei lapangan.

Baca Juga: Kendalikan Sabu Asal Lapas Jambi, Supir Ekspedisi Diringkus Satreskrim Polres Kerinci

“Program ini menyasar anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui yang mengalami kekurangan gizi. Namun dampaknya tidak berhenti di situ, tetapi merambah ke sektor ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Al Haris menilai, kehadiran program MBG telah menciptakan perubahan pola ekonomi, khususnya di sektor pertanian, peternakan, dan usaha kecil. Produk-produk lokal kini memiliki pasar yang jelas dan berkelanjutan.

“Dulu banyak hasil produksi kita dijual keluar daerah. Sekarang, dengan adanya MBG, cukup di Jambi saja sudah terserap. Ini memberi kepastian pasar bagi petani dan pelaku usaha,” katanya.

Baca Juga: Menanam Pohon di Buku, Menebang Hutan di Realita

Ia menegaskan bahwa program ini menciptakan efek domino ekonomi, di mana rantai pasok mulai dari produksi hingga distribusi ikut bergerak.

Namun di sisi lain, Al Haris juga mengingatkan adanya tantangan serius, khususnya pada sektor pangan. Ia menyebut, saat ini Jambi baru mampu memenuhi sekitar 71 persen kebutuhan beras secara mandiri, sementara sisanya masih harus dipasok dari luar daerah.

“Kita harus meningkatkan produksi, terutama beras. Ini penting agar kebutuhan program bisa dipenuhi dari dalam daerah sendiri,” tegasnya.

Di tengah tantangan tersebut, Al Haris melihat program MBG telah membuka peluang besar dalam penyerapan tenaga kerja. Ribuan masyarakat kini terlibat dalam berbagai sektor, mulai dari dapur produksi, distribusi bahan pangan, hingga jasa pendukung lainnya.

“Kita ingin program ini membawa kebahagiaan bagi semua. Bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga pengelola, petugas lapangan, hingga pelaku usaha,” ujarnya.

Data yang dipaparkan dalam rapat menunjukkan, sebanyak 446 ribu penerima manfaat telah terdata di Jambi, dengan 545 supplier yang terlibat dalam rantai pasok program.

Setiap harinya, sekitar Rp7,2 miliar anggaran berputar di daerah. Dana tersebut mengalir ke berbagai sektor, mulai dari pekerja dapur, pemasok bahan pangan, hingga pelaku usaha kecil. Secara keseluruhan, program ini telah menyerap sekitar 9.635 tenaga kerja.

Bagi Al Haris, angka-angka tersebut bukan sekadar statistik. Ia melihatnya sebagai indikator bahwa MBG mulai membentuk ekosistem ekonomi baru di Jambi.

Bacaan Lainnya:

Oknum Dosen yang Digerebek Dikaitkan Sebagai Staf Ahli Gubernur, Kadiskominfo: Itu Hoaks!

Ini Daftar Nama Ketua DPW dan DPD PAN Provinsi Jambi yang Dilantik Ketum Zulkifli Hasan

“Ini bukan hanya soal makan bergizi, tetapi bagaimana kita membangun ekonomi dari bawah, dari dapur ke desa, dari petani ke pasar,” katanya.

Al Haris juga menegaskan pentingnya menjaga agar manfaat ekonomi dari program ini tetap berada di dalam daerah. Ia mendorong seluruh pihak untuk memperkuat rantai pasok lokal agar tidak bergantung pada daerah lain.

Dengan konsolidasi yang terus dilakukan dan dukungan lintas sektor, Al Haris optimistis program MBG akan menjadi salah satu pilar penting pembangunan Jambi ke depan.

Di tengah upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, program ini kini tidak hanya memberi makan—tetapi juga menghidupkan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan perlahan mengubah wajah kesejahteraan masyarakat di daerah. (*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs