Bupati Fadhil Arief Kukuhkan Pengurus DWP Batang Hari, Dorong Peran Aktif Perempuan dalam Pembangunan Daerah

 

Merdekapost.com – Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief menghadiri sekaligus menyaksikan pengukuhan Ketua dan jajaran Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Batang Hari masa bakti 2024–2029 yang digelar di Serambi Rumah Dinas Bupati Batang Hari, Rabu (22/7/2026).

Pada kesempatan tersebut, Bupati mengucapkan selamat kepada Ny. Meriana Rambe yang resmi menjabat sebagai Ketua DWP Kabupaten Batang Hari bersama seluruh pengurus yang telah dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi semakin berkembang serta berperan aktif dalam mendukung kemajuan daerah.

Menurutnya, Dharma Wanita Persatuan memiliki posisi strategis dalam memperkuat kualitas keluarga sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan melalui berbagai program di bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan sosial budaya. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus menyusun program kerja yang kreatif, terukur, dan memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat.

Selain menjalankan aktivitas organisasi, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga keharmonisan keluarga dengan tetap menjalankan peran sebagai istri dan ibu. Ia menilai keseimbangan antara pengabdian di organisasi dan tanggung jawab dalam keluarga menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang kuat.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh pengurus dan anggota DWP untuk terus mempererat kebersamaan serta bersinergi dalam mendukung terwujudnya Kabupaten Batang Hari yang SuPer Tangguh. Ia berharap seluruh amanah yang diemban dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan mendapat bimbingan serta keberkahan dari Allah SWT.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua DWP Provinsi Jambi Hj. Iin Sudirman, Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Hari Mula P. Rambe, S.Sos., M.H., Penasehat DWP Kabupaten Batang Hari Ny. Zulva Fadhil, S.E., Wakil Penasehat DWP Kabupaten Batang Hari Hj. Nuraini Zubir Bakhtiar, para kepala OPD, camat se-Kabupaten Batang Hari, Ketua DWP Kecamatan, serta tamu undangan lainnya. (*)

Dampingi Ketum Tani Merdeka, Candra Andika Tegaskan Don Muzakkir Sangat Layak Mengemban Amanah Wakil Menteri Pertanian

 ​

Merdekapost.com – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi, Candra Andika, mendampingi kunjungan kerja Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakkir, dalam rangkaian konsolidasi organisasi dan penguatan jaringan petani di daerah.

​Di sela-sela agenda mendampingi Ketua Umum tersebut, Candra Andika secara tegas menyampaikan pandangan dan dukungannya terkait figur kepemimpinan nasional di sektor pertanian. Menurutnya, Don Muzakkir merupakan sosok yang sangat kompeten dan layak untuk mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamenpertan) Republik Indonesia.

​Candra mengungkapkan bahwa rekam jejak Don Muzakkir dalam memperjuangkan hak-hak petani di seluruh penjuru tanah air sudah tidak perlu diragukan lagi.

​"Beliau adalah figur yang tidak hanya memahami teori pertanian di atas kertas, tetapi turun langsung menyelami persoalan riil para petani hingga ke tingkat desa dan dusun. Pengalaman serta kedekatannya dengan akar rumput menjadikan beliau sangat paham apa yang dibutuhkan rakyat kecil untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional," ujar Candra Andika.

​Punya Jaringan Kuat hingga Akar Rumput

​Lebih lanjut, Candra Menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Don Muzakkir, Tani Merdeka Indonesia berhasil membangun struktur jaringan organisasi yang solid dan tersebar luas di berbagai pelosok daerah. Hal ini menjadi modal sosial yang amat penting untuk menjembatani aspirasi petani dengan kebijakan pemerintah pusat.

​Dukungan dari DPW Tani Merdeka Jambi ini sejalan dengan aspirasi yang disuarakan oleh berbagai pengurus daerah Tani Merdeka di wilayah Indonesia lainnya. Mereka menilai, kolaborasi antara pemerintah dan tokoh yang memiliki dedikasi nyata seperti Don Muzakkir akan memberikan dorongan akselerasi yang signifikan bagi program-program pembangunan pertanian nasional.

​Candra Andika berharap, dalam struktur kepemimpinan dan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sosok Don Muzakkir dapat dipertimbangkan untuk mengisi posisi strategis di Kementerian Pertanian.

​"Kami dari DPW Tani Merdeka Jambi siap berada di barisan terdepan mengawal dan mendukung penuh Bapak Don Muzakkir. Kami meyakini, dengan rekam jejak, komitmen, dan kerja nyatanya selama ini, beliau mampu membawa sektor pertanian Indonesia semakin maju, mandiri, dan menyejahterakan para petani," pungkas Candra. (*)

Sejumlah Fakta Kematian EWS Anggota Polisi Tanjabtim yang Kini Diusut Polda Jambi

Kolase foto ilustrasi kematian dan ilustrasi polisi.(Ist) 

JAMBI, MERDEKAPOST.COM – Pengusutan kasus kematian anggota Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Brigadir Polisi Eko Winarto Saputra (EWS), terus bergulir. 

Ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah kos pada Sabtu (18/7/2026) dini hari, kematian personel Polri tersebut memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Fakta-fakta Seputar Kasus:

Untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan objektif, sejumlah fakta penting telah dirangkum dalam penanganan kasus ini:

1. Ditarik dan Ditangani Langsung Polda Jambi

Kasus ini resmi menjadi atensi khusus Kapolda Jambi. 

Penanganan perkara yang semula berada di tingkat Polres Tanjabtim kini diambil alih penuh oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jambi.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Erlan Munaji, menegaskan komitmen jajarannya untuk menindak tegas siapapun yang terlibat.

“Perkara ini menjadi atensi. Saat ini penanganannya ditarik ke Polda Jambi dan ditangani langsung oleh Ditreskrimum Polda Jambi,” ujar Erlan, Selasa (21/7/2026).

“Apabila nanti ada keterkaitan atau keterlibatan anggota Polri kita akan bertindak tegas,” tambahnya.

2. Kronologi Dini Hari dan Pesta Miras Bersama Sesama Anggota

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap saksi-saksi, sebelum ditemukan meninggal dunia, Brigadir Eko diketahui sempat mengonsumsi minuman keras (miras) bersama empat rekannya yang juga sesama anggota Polri di rumah kos korban di Kelurahan Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat.

Dalam kondisi mabuk berat, korban dilaporkan keluar dari kamar dengan langkah sempoyongan hingga terjatuh dan membentur tiang jemuran. 

Saksi menyebut korban sempat mengeluarkan busa dari mulut sebelum dilarikan ke rumah sakit, hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

3. Ditemukan Luka Memar dan Lecet pada Tubuh Korban

Meski ada keterangan awal terkait kronologi jatuh, kepolisian tidak lantas menyimpulkan perkara tersebut. 

Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Ade Chandra, membeberkan bahwa hasil visum sementara menemukan adanya sejumlah luka fisik di tubuh korban.

“Ada luka lecet, memar di pelipis, di kaki, tangan juga ada. Makanya ini baru dugaan apakah ada kekerasan fisik di situ,” terang AKBP Ade Chandra.

4. Uji Adposi RS Bhayangkara dan Pemeriksaan 5 Saksi

Untuk memastikan penyebab pasti kematian—apakah akibat kekerasan, keracunan/efek bahan kimia, atau murni kecelakaan saat jatuh—jenazah Brigadir Eko telah menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Jambi. 

Hingga kini, penyidik telah memeriksa setidaknya lima orang saksi dan masih menunggu hasil uji medis resmi dari tim dokter forensik.

5. Pihak Keluarga Menunggu Hasil Penyelidikan Resmi

Di rumah duka yang berlokasi di Jalan Pertabas, Kenali Asam Atas, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi, suasana duka masih menyelimuti keluarga. 

Pihak keluarga memilih menyerahkan seluruh proses hukum kepada kepolisian dan enggan berspekulasi lebih awal.

“Maaf, kami belum bisa beri informasi, mungkin besok,” ungkap seorang pria yang diduga ayah almarhum.(Red/Source: TribunJambi)

Rekam Jejak Anak Petani 'Sudaryono", Kader Gerindra dan Asisten Prabowo yang Resmi Pimpin BGN

Sudaryono Kepala BGN yang akan dilantik Presiden Prabowo hari ini, Rabu (22/7/2026), Dinamika kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) memasuki babak baru dengan kabar akan dilantiknya Sudaryono menjadi Kepala BGN mengantikan Nanik S Deyang yang sebelumnya mengundurkan diri.

MERDEKAPOST.COM – Dinamika kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) memasuki babak baru dengan kabar akan dilantiknya Sudaryono menjadi Kepala BGN mengantikan Nanik S Deyang yang sebelumnya mengundurkan diri. 

Pihak Istana Kepresidenan mengonfirmasi Presiden RI, Prabowo Subianto telah menunjuk politisi Partai Gerindra sekaligus Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Sudaryono, untuk menduduki posisi Kepala BGN.

Untuk diketahui, Nanik Sudaryanti Deyang yang resmi mengundurkan diri pada Rabu (22/7/2026) pagi karena alasan kesehatan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, menegaskan prosesi pelantikan dilangsungkan di Istana Negara pada Rabu sore pukul 15.00 WIB. 

Istana juga memastikan Sudaryono akan fokus penuh pada amanah barunya.

“Bapak Presiden memutuskan pengganti kepala selaku Kepala BGN adalah beliau Bapak Sudaryono yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Baca Juga: Breaking News! Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

“Rencana dilantik hari ini. Tidak rangkap jabatan,” tegas Prasetyo menambahkan bahwa jabatan Wamentan akan dilepas secara penuh.

Penunjukan kader utama Gerindra ini selaras dengan isyarat yang sempat dibocorkan Nanik S Deyang saat mengumumkan pengunduran dirinya untuk jalani perawatan medis ke luar negeri.

“Insyallah pengganti saya adalah "adik saya" dimana saya bisa menjewer kalau misalnya terjadi hal-hal yg menyimpang,” tulis Nanik dalam unggahan media sosialnya.

Di tengah pro-kontra program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG) serta bayang-bayang dugaan kasus korupsi yang sempat menjerat mantan Kepala BGN terdahulu Dadan Hindayana, rekam jejak Sudaryono di ranah politik, akademis, dan korporasi menjadi sorotan utama publik.

Akar Keluarga Petani hingga Lulusan Terbaik

Lahir di Grobogan, Jawa Tengah pada 23 Januari 1985, Sudaryono tumbuh sebagai anak tunggal dari keluarga petani di Dukuh Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh. 

Sejak kecil, ia terbiasa memanggul jerami dari sawah untuk pakan sapi ternak guna membantu kedua orang tuanya.

Latar belakang sederhana tersebut memicu semangat belajarnya. Sudaryono menempuh pendidikan di SMA Taruna Nusantara (2000–2003) dan meraih predikat lulusan terbaik. 

Capaian itu mengantarkannya meraih beasiswa Teknik Mesin di Akademi Pertahanan Jepang (National Defense Academy of Japan) hingga lulus pada 2009.

Ia kemudian meraih gelar Master of Business Administration (S2) dari Swiss German University (2015–2018) dan menyandang gelar Doktoral (S3) di bidang Keuangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) pada kurun waktu 2020–2023.

Kedekatan Khusus dengan Prabowo dan Kiprah Politik di Partai Gerindra

Adapun rekam jejak karier politik Sudaryono tidak lepas dari lingkaran terdekat Presiden Prabowo Subianto. 

Sepulangnya dari studi di Jepang pada tahun 2010, ia langsung dipercaya menjadi asisten pribadi (aspri) Prabowo selama lima tahun berturut-turut.

Di struktur Partai Gerindra, Sudaryono pernah mengemban amanah sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (2020–2025) dan hingga kini memegang posisi strategis sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah. 

Nama Sudaryono bahkan sempat santer digadang-gadang maju pada Pilkada Jawa Tengah 2024 sebelum akhirnya batal diluncurkan.

Selain aktif di Partai Gerindra, ia memimpin sejumlah organisasi sayap dan kepemudaan, antara lain:

- Ketua Umum DPP Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI)

- Ketua Dewan Pembina Pedagang Pejuang Indonesia Raya (PAPERA)

- Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI)

- Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia (TMI)

Sepak Terjang Korporasi dan Jabatan Publik

Sebelum masuk ke jajaran birokrasi, rekam jejak profesional Sudaryono membentang di dunia usaha. 

Ia memulai karier sebagai Corporate Secretary di Nusantara Energy (2014), lalu dipercaya menjadi CEO Garuda TV (2018), CEO PT Nusantara Telematics System (2019), serta Chairman PT Sahabat Sejati Sejahtera Farma (2020). 

Di bawah kepemimpinannya, Garuda TV memperluas jangkauan nasional serta meluncurkan program edukasi Garuda TV Education untuk membantu ratusan sekolah di Indonesia.

Karier publiknya melesat saat Presiden Joko Widodo melantiknya sebagai Wakil Menteri Pertanian RI pada 18 Juli 2024. 

Selanjutnya, ia juga dipercaya menduduki posisi Komisaris Utama PT Pupuk Indonesia sejak 16 Juni 2025 menggantikan Darmin Nasution, sebelum akhirnya dilantik Presiden Prabowo memimpin Badan Gizi Nasional.(*)

Editor: Aldie Prasetya | Source: Berbagai Sumber

Breaking News! Prabowo Resmi Lantik Sudaryono Jadi Kepala BGN

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menjadi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Dia menggantikan Nanik S Deyang yang mundur dari jabatannya karena harus menjalani perawatan medis di luar negeri. 

Prabowo mengucapkan sumpah jabatan dan pelantikan yang diikuti Sudaryono. Dia meminta Kepala BGN yang baru menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja sebaik-baiknya, dan penuh rasa tanggung jawab. 

Sebelumnya, Sudaryono tiba dengan mengenakan jas lengkap dan dasi biru. Dia didampingi sang istri beserta keluarganya. Saat tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Sudaryono meladeni sesi wawancara bersama awak media. 

Berita Lainnya: BREAKING NEWS! Kepala BGN Nanik S Deyang Tiba-Tiba Mundur, Sudah Pamit ke Presiden sebut Ingin Fokus Berobat

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN atas berbagai dasar dan pertimbangan. "Selama ini beliau sejak awal mengikuti konsep dari dilahirkannya program MBG. 

Beliau juga sejak awal mengikuti dan bersama-sama dengan kami semua berdiskusi, menggagas, dan mengonsep bagaimana teknis pelaksanaan MBG," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7/2026). 

Sudaryono sebagai Wamentan selama ini memiliki kegiatan yang tidak lepas dari program MBG. "Itu tidak pernah lepas dari tugas beliau di Kementerian Pertanian karena bagaimana pun sumber-sumber bahan baku, sumber-sumber bahan pangan menjadi dalam bentuk MBG untuk para penerima manfaat," ujarnya.(red)

Kini IAIN Kerinci Sudah Punya 10 Program Studi Berakreditasi Unggul, Semakin Mantap Menuju UIN

Kerinci – Perkembangan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kerinci terus menunjukkan kemajuan yang signifikan. Di bawah kepemimpinan Rektor Dr. H. Jafar Ahmad, M.Si. bersama jajaran pimpinan yang didominasi figur-figur muda, berbagai capaian strategis berhasil diraih, khususnya dalam peningkatan mutu akademik melalui akreditasi program studi.

Dalam tiga hari terakhir, IAIN Kerinci kembali menorehkan prestasi membanggakan. Dua program studi berhasil meraih predikat Akreditasi Unggul, yakni Program Studi Tadris Biologi pada Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) serta Program Studi Perbankan Syariah pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), setelah menjalani asesmen oleh tim asesor nasional dari BAN-PT dan LAMEMBA.

Dilansir dari explorenews.id, Ketua Senat IAIN Kerinci, Prof. Dr. H. Asa’ari, M.A, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa IAIN Kerinci terus berkembang dan bergerak menuju kampus yang semakin progresif.

“Alhamdulillah, dalam beberapa hari terakhir ada dua bintang baru yang terbit. Selamat kepada Prodi Tadris Biologi dan Perbankan Syariah yang berhasil meraih Akreditasi Unggul. Dengan demikian, jumlah Program Studi berakreditasi Unggul di IAIN Kerinci kini bertambah menjadi 10 prodi,” ujarnya.

Mantan Rektor IAIN Kerinci ini juga menuturkan, pencapaian tersebut bukanlah sesuatu yang diraih secara instan. Saat awal kepemimpinan Rektor Dr. H. Jafar Ahmad pada tahun 2021, memperoleh satu atau dua program studi dengan predikat Unggul saja merupakan tantangan yang sangat berat.

Namun, melalui komitmen kuat, kerja keras, kolaborasi seluruh sivitas akademika, serta penerapan manajemen dan tata kelola perguruan tinggi yang baik, sejak tahun 2022 satu per satu program studi berhasil meningkatkan kualitasnya hingga meraih akreditasi tertinggi.

“Atas nama pribadi maupun kelembagaan Senat IAIN Kerinci, kami mengucapkan terima kasih dan merasa bangga menyaksikan perkembangan kampus yang terus menggeliat. Semoga mimpi besar berikutnya, yakni transformasi IAIN Kerinci menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Kerinci, dapat segera terwujud,” katanya.

Saat ini, 10 Program Studi yang telah mengantongi predikat Akreditasi Unggul di IAIN Kerinci meliputi Pendidikan Agama Islam (S1), Manajemen Pendidikan Islam, Tadris Matematika, Tadris Biologi, Tadris Bahasa Inggris, Hukum Keluarga Islam, Hukum Ekonomi Syariah, Perbankan Syariah, Ekonomi Syariah, serta Pendidikan Agama Islam Program Magister (S2).

Sementara itu, Rektor IAIN Kerinci, Dr. H. Jafar Ahmad, M.Si., Selasa (21/7/2026), mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh sivitas akademika, alumni, pemerintah daerah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, serta masyarakat agar proses peningkatan kualitas kampus dapat terus berjalan.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Kepala BGN Nanik S Deyang Tiba-Tiba Mundur, Sudah Pamit ke Presiden sebut Ingin Fokus Berobat

Menurutnya, capaian 10 Program Studi berakreditasi Unggul menjadi motivasi untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta tata kelola perguruan tinggi. Dirinya optimis cita-cita besar mentransformasikan IAIN Kerinci menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Kerinci dapat segera diwujudkan.

“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar proses transformasi menuju UIN Kerinci berjalan lancar. Insya Allah, dengan kerja sama, komitmen, dan semangat seluruh sivitas akademika, cita-cita besar ini dapat segera terwujud,” ujar Jafar Ahmad.

Dengan bertambahnya jumlah program studi berakreditasi Unggul, IAIN Kerinci semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang terus meningkatkan kualitas dan daya saing, sekaligus mempertegas kesiapannya menuju status UIN Kerinci.(Adz/Sumber: explorenews.id)

BREAKING NEWS! Kepala BGN Nanik S Deyang Tiba-Tiba Mundur, Sudah Pamit ke Presiden sebut Ingin Fokus Berobat

Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Pamit dengan Prabowo sebut Ingin fokus berobat.(Adz/Ist)

MERDEKAPOST.COM - Keputusan ini diambil karena ia harus menjalani pengobatan penyakit jantung dan telah berpamitan secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Hari ini Ibu Nanik Deyang berpamitan kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan jantung sekaligus mengundurkan diri sebagai Kepala Badan Gizi Nasional," tulis Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analis Kebijakan Dirgayuza Setiawan dalam akun Instagram resminya dikutip, Rabu (22/7/2026).

Sementara itu dalam unggahan di akun Facebook-nya, Nanik mengaku berat hati meninggalkan jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) dan meminta maaf kepada Presiden Prabowo.

“Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui, namun saya diminta tetap ikut mengawasi BGN. Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut,” tulis Nanik.

Nanik juga menambahkan tetap mendukung program unggulan Presiden Prabowo tersebut.

“Saya tetap berjuang dan mendukung Pak Presiden yang saat ini sangat keras berupaya memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia. 14 tahun ikut beliau, saya tahu persis program MBG bukan untuk tujuan politis seperti yang dituduhkan orang, tapi sebagai program untuk benar-benar intervensi gizi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi emas dan juga untuk menjaga kesehatan mereka,” tambahnya.

Mundurnya Nanik S Deyang ditengah situasi saat ini membuat publik bertanya-tanya, bagaimana nasib Program MBG kedepannya?.(*)

Sumber: Instagram/Dirgayuza Setiawan/Naniek Sudaryati Deyang

Viral, Beredar Foto Menu MBG di Sitinjau Laut Kerinci, Masyarakat Minta Transparansi Menu

KERINCI – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Setinjau Laut, Kabupaten Kerinci, menjadi perbincangan masyarakat setelah beredar di media sosial (Facebook) unggahan foto menu makanan yang diterima peserta didik yang sangat mengecewakan.

Menu yang tampak terdiri dari nasi, telur dadar, sayuran, dan kacang tanah tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, apakah komposisi yang disajikan telah memenuhi standar gizi yang menjadi tujuan utama Program MBG.

Foto: Unggahan di Facebook

"Taksiran 3.500 rupiah". Tulis akun facebook @elfidermen

Perlu di pertanyakan ahli gizi nya.???, Ini menu mbg di dapur sppg dusun manggis, Kab.bungo hri ini....berbanding terbalik...🙏🙏 Tulis Netizen

"Makin hari makin parah saja, ku fikir ditempatku ternyata ditempat lain juga sama . Biar masyarakat saja yang menilai , kalo dikritik dibilang tidak bersyukur oleh oknum disana , padahal bukan tidak bersyukur hanya kita heran saja sekaligus bertanya dan itu wajar karna dana mbg itu dari kita juga dari kita bayar pajak dan lain lain , jujur janggal sedangkan dari pemerintah untuk mbg itu 15 ribu / mbg . Sedangkan yang diterima seperti itu , bisa hitung hitungan lah,Jangan berlindung atau menghakimi orang tidak bersyukur orang itu butuh penjelasan !Nasi padang disungai penuh 13 ribu saja porsi nya banyak, lengkap sayur, kuah ,cabe dan daging!" Tulis warga net lainnya.

rogram yang dibiayai dari anggaran negara itu sejatinya tidak hanya bertujuan menyediakan makanan bagi peserta didik, tetapi juga menjamin kecukupan gizi untuk mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan kemampuan belajar anak. Karena itu, masyarakat menilai setiap menu yang disajikan harus dapat dipertanggungjawabkan berdasarkan standar gizi yang berlaku.

Sejumlah warga berharap pihak penyelenggara tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan, tetapi juga membuka informasi mengenai komposisi menu, nilai gizi, dan mekanisme pengawasannya. Transparansi dinilai penting agar masyarakat mengetahui bahwa anggaran yang digunakan benar-benar menghasilkan manfaat sesuai tujuan program.

“Program ini membawa harapan besar bagi masa depan anak-anak. Karena itu, kualitas menu harus menjadi perhatian utama, bukan sekadar memenuhi kewajiban penyaluran,” ujar salah seorang warga.

Masyarakat juga mendorong instansi terkait untuk melakukan evaluasi berkala terhadap kualitas makanan yang disajikan di setiap sekolah. Evaluasi tersebut dinilai penting agar Program MBG tidak hanya berhasil dari sisi pelaksanaan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan gizi bagi penerima manfaat.(Red)

Dihentikan! OPD Lingkup Pemkot Sungai Penuh Dilarang Merekrut Honorer Baru

ASN dan Honorer di Sungai Penuh.(ILustrasi)
SUNGAI PENUH - Dengan adanya Surat Edaran Wali Kota Nomor : 800/26/VII/2026/BKPSDM.2, tentang larangan pengangkatan tenaga NON ASN di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Maka dari itu, Pemerintah Kota Sungai Penuh menghentikan penerimaan pegawai honorer baru di lingkungan Pemkot Sungai Penuh.

Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemkot Sungai Penuh dilarang menerbitkan Surat Keputusan (SK), surat perjanjian kerja bagi tenaga non ASN.

Baca Juga:

Divonis Seumur Hidup Kasus Pembunuhan Dosen di Bungo, Waldi Eks Polisi Ajukan Banding

Kebijakan ini telah diatur dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) Nomor 20 Tahun 2023.

Ke depan hanya diakui dalam dua status, yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Maka dengan ini ditegaskan kepada Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Sungai Penuh sebagai berikut:

  1. Kepala Perangkat Daerah/Pejabat lainnya DILARANG untuk menerbitkan surat Keputusan Pengangkatan/surat Perjanjian kerja/sebutan lainnya bagi tenaga non ASN, termasuk honorer, tenaga sukarela dan sebutan lainnya untuk mengisi jabatan ASN dengan alasan apapun sejak tanggal 1 Januari 2026;
  2. Untuk tenaga lainnya seperti pengemudi, tenaga kebersihan dan satuan pengaman (satpam) dapat dilakukan melalui tenaga alih daya (Outsourcing) oleh pihak ketiga, dan status tenaga alih daya (Outsourcing) tersebut diatur sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
  3. Kepala perangkat daerah diharapkan untuk meneruskan dan memastikan surat edaran ini disampaikan keseluruh unit kerja dibawah koordinasinya;
  4. Bagi kepala Perangkat Daerah atau Pejabat lainnya yang tidak mengindahkan surat edaran ini dan tetap melakukan pengangkatan tenaga non ASN akan dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.(Red)


Ada Luka-luka di Mayat Brigadir Eko Winarno Saputra, Polisi yang Tewas secara Misterius di Tanjabtim

Brigadir Eko Winarno Saputra meninggal seusai berkumpul bersama empat anggota Polri di sebuah rumah kos di Kabupaten Tanjab Timur. Ada sejumlah luka di tubuhnya.(Foto: Ilustrasi)

MUARA SABAK, MERDEKAPOST.COM - Seorang anggota Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi, tewas.

Kematian Brigadir Eko Winarno Saputra (EWS), diduga terjadi di sebuah rumah kos di Desa Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Ada sejumlah luka lecet dan memar yang ditemukan pada tubuh anggota Polri itu, yang kini menjadi fokus penyelidikan kepolisian.

Brigadir Eko meninggal dunia pada Sabtu (18/7/2026) dini hari.

Baca Juga: Kasus Kematian Brigadir EWS Personil Polres Tanjabtim, Diambil Alih Polda Jambi, 5 Saksi Diperiksa

Informasi yang beredar, menyebutkan Brigadir EWS diduga jadi korban tindak kekerasan hingga meninggal. 

Namun, hingga kini, polisi menegaskan seluruh dugaan tersebut masih didalami dan belum dapat disimpulkan.

Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Ade Candra, mengatakan pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti meninggalnya Brigadir Eko.

"Baru dugaan, masih dalam proses penyelidikan. Sekarang kami masih memeriksa saksi untuk mengetahui kronologinya," kata Ade Candra, Selasa (21/7/2026).

Kronologi Versi Saksi

Berdasarkan keterangan sementara para saksi, Brigadir Eko Winarna Saputra saat itu diketahui mengonsumsi minuman keras bersama empat rekannya yang juga anggota Polri di sebuah rumah kos.

Dalam kondisi mabuk berat, Eko keluar dari kamar dalam keadaan sempoyongan.

Dia diduga terjatuh lalu terbentur tiang jemuran.

"Korban minum minuman keras bersama empat anggota Polri. Saat mabuk berat, dia keluar, sempoyongan lalu terjatuh mengenai tiang jemuran. Rekannya kemudian menolong dan melihat korban mengeluarkan busa," ujar Ade Candra.

Kemudian, korban dilarikan ke rumah sakit. Setibanya di fasilitas kesehatan, Brigadir Eko dinyatakan meninggal dunia.

Kapolres menegaskan kronologi tersebut masih berdasarkan keterangan para saksi sehingga belum menjadi kesimpulan akhir penyidik.

Luka Lecet dan Memar Masih Didalami

Meski begitu, saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

Hasil visum sementara, Polres Tanjabtim menemukan adanya sejumlah luka pada tubuh Brigadir Eko.

Luka tersebut berupa lecet dan memar yang tersebar di beberapa bagian tubuh.

"Ada luka lecet, memar di pelipis, kemudian di kaki dan tangan juga ada. Makanya ini masih kami dalami apakah ada dugaan kekerasan fisik atau penyebab lainnya," jelas Kapolres.

Hingga kini, polisi belum dapat memastikan apakah luka tersebut berkaitan langsung dengan penyebab kematian korban ataupun akibat korban terjatuh.

Penyidik masih mengumpulkan alat bukti, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memeriksa saksi-saksi yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi.

Keluarga Nilai Ada Kejanggalan, Minta Autopsi

Sementara itu, pihak keluarga menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam kematian Brigadir Eko.

Kecurigaan muncul setelah keluarga melihat adanya luka pada beberapa bagian tubuh almarhum saat jenazah dipulangkan.

Karena itu, keluarga meminta dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab pasti kematian Brigadir Eko Winarno Saputra sekaligus menjawab berbagai dugaan yang berkembang di masyarakat.

Permintaan autopsi tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian secara ilmiah mengenai penyebab kematian korban dan menghindari munculnya spekulasi.

Polisi Janjikan Penyelidikan Transparan

Kapolres Tanjabtim AKBP Ade Candra memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur.

Hingga kini, penyidik masih melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari interogasi terhadap para saksi, olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga pendalaman terhadap hasil visum.

"Saat ini masih dalam proses penyelidikan," tegas Ade Candra.

Polisi masih menunggu hasil penyelidikan lanjutan, termasuk kemungkinan autopsi apabila dilakukan atas permintaan keluarga.(Red) 

Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Batang Merangin Kerinci Divonis 2 Tahun 6 Bulan Penjara

FOTO ILUSTRASI

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Ketiga terdakwa kasus  dugaan korupsi pengelolaan Dana Desa Batang Merangin Kabupaten Kerinci tahun anggaran 2021 memasuki babak akhir.

Ketiga terdakwa yakni Sumino yang merupakan Mantan Kepala Desa Batang Merangin, Zulfikar yang merupakan Pjs Kepala Desa Batang Merangin,  dan Irwandi yang merupakan pendamping Lokal Desa Batang Merangin menjalani sidang dengan agenda putusan atau vonis yang digelar di Pengadilan Negeri Jambi, 21 Juli 2026.

Untuk terdakwa Sumino yang merupakan Mantan Kepala Des Batang Merangin divonis 2 tahun 6 bulan denda Rp 100 juta .

Sumino juga diharuskan membayar uang pengganti Rp 200 juta.

Baca Juga:

Kasus Kematian Brigadir EWS Personil Polres Tanjabtim, Diambil Alih Polda Jambi, 5 Saksi Diperiksa

Personel Polres Tanjab Timur Meninggal Dunia, Kapolres Pastikan Penyelidikan Transparan

"Memutuskan terdakwa bersalah dan dihukum 2 tahun 6 bulan penjara denda Rp 100 juta,"ujar Hakim membacakan vonis.

Vonis Majelis Hakim ini lebih ringan dari tuntutan Hakim yakni penjara 3 tahun penjara.  Sumino juga dituntut membayar denda Rp 50 juta subsidair satu bulan kurungan. Serta membayar uang pengganti sebesar Rp 597.333 ribu rupiah.

Terdakwa Zulfikar yang sebelumnya menjabat sebagai Pjs Kepala Desa Batang Merangin divonis 1 tahun 6 bulan penjara denda Rp 50 juta.

"Terbukti bersalah dan dihukum penjara 1 tahun 6 bulan penjara denda Rp 50 juta,"beber Hakim.

Vonis Hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni menuntut terdakwa pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan penjara dan Rp 50 juta  dengan subsider tiga bulan kurungan serta membayar uang pengganti sebesar Rp 73. 334.000.

Sedangkan terdakwa Irwandi  yang merupakan pendamping Lokal Desa Batang Merangin divonis 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan penjara 

Vonis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Majelis Hakim yang menuntut pidana penjara selama 3 tahun.  Dalam tuntutan tersebut  jaksa juga meminta apabila uang pengganti tidak dibayarkan sesuai ketentuan maka akan diganti dengan pidana penjara tambahan.

Atas putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengaku masih akan pikir pikir apakah melakukan banding atau tidak. "Kami masih pikir-pikir,"ujar JPU.

Sementara jawaban  terdakwa juga sama yakni belum menentukan langkah hukum selanjutnya apakah akan banding atau terima atas putusan tersebut.  "Kami masih pikir pikir,"bebernya.

Untuk diketahui, Kasus ini berawal dari dugaan penyimpangan pengelolaan Dana Desa Batang Merangin tahun anggaran 2021. Adapun kerugian negara dalam kasus ini adalah sebesar Rp 597.333.417.

Perbuatan terdakwa tersebut di atas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 3 Undang-undang  Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 Tentang KUHP. (*)

Utamakan Kesembuhan Pasien, Direktur RSU M.H.A Thalib dr. Rofi Imran Rutin Pantau Penanganan Medis

Direktur RSU MH Thalib, dr. Rofi Imran, turun langsung memastikan pelayanan medis serta memantau perkembangan kesehatan para pasien secara berkala.(Ist)

Merdekapost.com — Komitmen peningkatan kualitas pelayanan kesehatan terus ditunjukkan oleh jajaran pimpinan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjen H.A. Thalib Sungai Penuh. 

Direktur RSU MH Thalib, dr. Rofi Imran, turun langsung memastikan pelayanan medis serta memantau perkembangan kesehatan para pasien secara berkala.

Sikap kepedulian dr. Rofi Imran terhadap proses kesembuhan pasien menjadi perhatian mendasar dalam manajemen pelayanan rumah sakit tersebut. Kehadirannya di ruang-ruang perawatan merupakan bentuk pengawasan langsung untuk memastikan setiap pasien mendapatkan penanganan yang optimal, cepat, dan terukur.

Tidak hanya melakukan tinjauan di lapangan, arahan ketat terkait profesionalisme tenaga medis juga rutin disampaikan dalam setiap apel pagi jajaran RSU MH Thalib.

"Kesembuhan dan keselamatan pasien adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Seluruh jajaran, baik dokter, perawat, maupun tenaga pendukung, harus memberikan pelayanan terbaik. Jangan sampai ada yang lalai atau mengabaikan perawatan pasien sekecil apa pun," tegas dr. Rofi Imran saat memberikan arahan.

Langkah pengawasan melekat dan penegakan kedisiplinan ini diharapkan dapat terus meningkatkan mutu pelayanan RSU MH Thalib, sehingga masyarakat Kota Sungai Penuh dan sekitarnya merasa aman, nyaman, serta melayani dengan rasa empati yang tinggi saat membutuhkan perawatan medis.(red)

Kasus Kematian Brigadir EWS Personil Polres Tanjabtim, Diambil Alih Polda Jambi, 5 Saksi Diperiksa

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji. (Ist) 

Jambi, Merdekapost.com - Kasus kematian Brigadir EWS, personel Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjantim) kini ditangani Ditreskrimum Polda Jambi. Polisi kini tengah mendalami keterangan 5 orang saksi.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji mengatakan bahwa Kapolda Jambi telah memerintahkan agar penyelidikan terkait kematian Brigadir EWS segera dilakukan.

"Untuk hal ini Pak Kapolda menjadi atensi, memerintahkan untuk segera dilakukan proses penyelidikan. Saat ini Polres Tanjabtim dibantu Direktorat Kriminal Umum melakukan penyelidikan terkait perkara tersebut," kata Erlan, Selasa (21/7/2026).

Erlan menyebut bahwa penanganan perkara ditarik ke Polda Jambi dan ditangani langsung oleh Ditreskrimum Polda Jambi. Tim gabungan masih melakukan penyelidikan guna mengungkap fakta serta kronologi kejadian.

"Tentunya ini menjadi atensi. Saat perkara ditarik di Polda Jambi, ditangani langsung Ditreskrimum Polda Jambi," katanya.

Dalam proses penyelidikan, lanjut Erlan, 5 orang saksi telah diperiksa. Saksi tersebut diketahui merupakan rekan korban yang terakhir bertemu sebelum ditemukan meninggal dunia.

Saat ini, polisi belum menyampaikan secara rinci hasil pemeriksaan maupun kronologi lengkap terkait peristiwa tersebut.

Baca Juga:Personel Polres Tanjab Timur Meninggal Dunia, Kapolres Pastikan Penyelidikan Transparan

"Kronologi kejadian nanti akan kami sampaikan setelah proses penyelidikan yang dilakukan tim gabungan," jelasnya.

Sebelumnya, Kapolres Tanjatim AKBP Ade Candra menerangkan berdasarkan kronologi sementara, saat kejadian korban diketahui sedang minum minuman keras bersama 4 orang rekannya sesama anggota Polri. Kejadian di sebuah kos Desa Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjabtim, pada Sabtu (18/7/2026) dini hari.

"Jadi, dia minuman keras sama teman di kosan, ada 4 orang anggota Polri juga. Kemudian, naik tinggi mabuk berat, tiba-tiba dia keluar dia oyong terjatuh kena tiang jemuran katanya. Kawannya kaget menolong, kondisinya dia mengeluarkan busa," ujar Ade menerangkan.

Saat itu, kata Ade, korban dibantu rekannya untuk dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.

Baca Juga: Divonis Seumur Hidup Kasus Pembunuhan Dosen di Bungo, Waldi Eks Polisi Ajukan Banding

Ade menyebut bahwa kronologi itu berdasarkan keterangan saksi yang merupakan rekan korban. Pihaknya masih mendalami apakah ada dugaan lain penyebab kematian korban.

"Itu berdasarkan keterangan saksi ya. Kita sedang dalami apakah ada dugaan lain," jelasnya.

Ade juga mengakui bahwa hasil visum semetara, ditemukan sejumlah luka dan memar di tubuh korban. Namun, pihaknya belum memastikan penyebab luka tersebut.

"Ada luka, luka lecet, memar di pelipis, di kaki, tangan ada juga. Makanya ini baru dugaan kan apakah ada kekerasan di situ," jelasnya.(Red)

Bupati Fadhil Arief Terima Audiensi BKKBN Jambi, Perkuat Sinergi Program KB dan Percepatan Penanganan Stunting

 

Merdekapost.com – Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief menerima kunjungan audiensi Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Jambi, Zamhari, SH., MH., beserta rombongan di Rumah Dinas Bupati Batang Hari, Selasa (21/7/2026).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah program strategis yang menjadi fokus BKKBN Provinsi Jambi, di antaranya peningkatan capaian pelayanan Keluarga Berencana (KB) serta pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) sebagai upaya menekan angka stunting di daerah.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mhd. Fadhil Arief menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan paparan program yang disampaikan BKKBN. Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten Batang Hari siap bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas keluarga serta mempercepat penurunan angka stunting.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut memerlukan kerja sama lintas sektor agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Pemerintah daerah juga berkomitmen memberikan dukungan terhadap berbagai langkah yang diinisiasi BKKBN demi mewujudkan keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.

Audiensi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan menjadi momentum memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Batang Hari dengan BKKBN Provinsi Jambi dalam menyukseskan program pembangunan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Turut mendampingi Bupati dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Hari, Asisten I Setda Kabupaten Batang Hari, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Batang Hari. (*)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs