Wako Alfin Beri Semangat Kafilah Kota Sungai Penuh di Pemondokan MTQH

Wako Alfin Beri Semangat Kafilah Kota Sungai Penuh di Pemondokan MTQH.(Ist)

JAMBI – Wali Kota Sungai Penuh, Alfin, S.H., bersama Ketua TP-PKK Kota Sungai Penuh, Ny. Sri Kartini Alfin, mengunjungi pemondokan kafilah Kota Sungai Penuh yang berlaga pada Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026, Senin (2/11/26).

Kehadiran Wali Kota dan Ketua TP-PKK menjadi bentuk dukungan moril Pemerintah Kota Sungai Penuh bagi para kafilah yang membawa nama daerah dalam ajang keagamaan tingkat provinsi tersebut.

Dalam kunjungan itu, Alfin menyapa peserta satu per satu dan memberikan motivasi agar mereka tetap bersemangat menghadapi perlombaan. Ia juga mengingatkan para kafilah untuk menjaga kesehatan, mempersiapkan diri dengan baik, serta tampil percaya diri.

Baca Juga: 50 Mobil Dinas Bekas Pejabat Bakal Dilelang Pemkot Sungai Penuh

Alfin berharap seluruh peserta mampu menunjukkan kemampuan terbaik dan menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti kompetisi. Menurutnya, MTQH bukan sekadar ajang meraih prestasi, tetapi juga kesempatan memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an dan Hadis.

“Teruslah bersemangat dan berikan kemampuan terbaik. Ikuti perlombaan dengan penuh percaya diri, tetap jaga kesehatan, dan jangan lupa berdoa. Kami berharap kafilah Kota Sungai Penuh dapat meraih hasil terbaik dan membawa nama baik daerah,” pesan Alfin.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sungai Penuh terus memberikan perhatian dan dukungan kepada para peserta serta official yang berjuang dalam MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi.

Kunjungan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Motivasi langsung dari Wali Kota diharapkan menambah semangat para kafilah untuk tampil optimal dan mengukir prestasi bagi Kota Sungai Penuh.(*)

Turun ke Sekolah, Kapolres Kerinci Tanamkan Disiplin dan Bentengi Pelajar dari Kenakalan Remaja

Turun ke Sekolah, Kapolres Kerinci Tanamkan Disiplin dan Bentengi Pelajar dari Kenakalan Remaja.(Ist)

Merdekapost.com – Upacara bendera hari Senin di SMAN 2 Sungai Penuh, Senin (2/11/2026), berlangsung istimewa. Kapolres Kerinci, AKBP Hernawan Rizky Yudhantoro, S.H., S.I.K., M.I.K., hadir langsung sebagai pembina upacara sekaligus memberikan pesan penting kepada ratusan pelajar tentang kedisiplinan, pembentukan karakter, serta bahaya kenakalan remaja.

Kegiatan diawali dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Sumpah Pemuda oleh perwakilan pelajar, serta pengucapan Pancasila yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kerinci.

Dalam amanatnya, AKBP Hernawan mengingatkan para siswa agar mampu menjaga diri dan masa depan dengan mengisi waktu melalui kegiatan positif. Ia menegaskan, keberanian seorang pelajar bukan ditunjukkan melalui kekerasan, melainkan kemampuan mengendalikan diri dan menyelesaikan persoalan tanpa harus melakukan tindakan anarkis.

Baca Juga: Satgas Tani Merdeka Provinsi Jambi Dampingi Staf Kementerian Tinjau Cetak Sawah Di Kerinci, Sejumlah Persoalan Menjadi Sorotan

“Jauhi segala bentuk kenakalan remaja, mulai dari tawuran, penyalahgunaan narkoba, balap liar, minuman keras, hingga perjudian daring yang dapat merusak masa depan kalian,” tegasnya.

Selain itu, Kapolres juga mengingatkan pentingnya bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, media sosial harus dimanfaatkan untuk hal-hal produktif, bukan menjadi sarana menyebarkan kebencian, provokasi maupun tindakan perundungan (bullying).

Ia juga mengajak para pelajar untuk menghormati pengorbanan orang tua dan guru dengan menaati aturan serta menjaga kedisiplinan di lingkungan sekolah.

“Hormati pengorbanan orang tua dan guru dengan menaati aturan serta disiplin di sekolah. Raih cita-cita kalian melalui kerja keras, kedisiplinan, dan doa,” pesannya.

Baca Juga: WNA Asal Australia Ditemukan Meninggal Dunia di Homestay Kayu Aro Barat, Diduga Akibat Serangan Jantung

Lebih lanjut, melalui kegiatan pembinaan karakter tersebut, Polres Kerinci mengajak para pelajar menjadikan kepolisian sebagai mitra dan sahabat. Para siswa diharapkan tidak ragu melaporkan apabila mengetahui atau mengalami tindakan perundungan maupun penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar.

Kegiatan yang turut dihadiri sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Kerinci dan pihak sekolah itu menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, serta masa depan.

Kapolres berharap para pelajar SMAN 2 Sungai Penuh mampu menjaga kehormatan diri, keluarga, dan sekolah dengan mengukir prestasi serta menjauhi segala bentuk kenakalan remaja.(ADz)

50 Mobil Dinas Bekas Pejabat Bakal Dilelang Pemkot Sungai Penuh

Pemkot Sungai Penuh Bakal melelang 50 unit Mobil Dinas mantan pejabat.(Foto: Ilustrasi AI)

SUNGAI PENUH - Pemkot Sungai Penuh bakal melelang 50 unit mobil bekas yang digunakan para mantan pejabat di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). .

Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Sungai Penuh, Sandra Febrian mengatakan, bahwa saat ini proses bekas kendaraan dinas tersebut masih dalam proses perhitungan nilai limit atau nilai dasar kendaraan.

Penilaian atas nilai kendaraan ini dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sungai Penuh.

“Penilai fisik dari KPKNL, biasanya butuh waktu sekitar satu bulan untuk hasilnya keluar. Karena unitnya cukup banyak mungkin prosesnya sedikit memakan waktu,” kata Sandra, Senin (1/11/2026).

Sandra mengatakan, ketika hasil sudah keluar, maka proses administrasinya akan langsung diproses ke KPKNL. Puluhan kendaraan dinas yang akan dilelang pada tahap pertama, berasal dari OPD berbeda.

“Ada dari kendaraan eselon 3 dan eselon 2 dengan usia pemakaian di bawah tujuh tahun,” kata Sandra. .

Sandra mengatakan, kapasitas mesin dari kendaraan ini pun beragam ada Toyota, Panther dan Innova.

“Hasil lelang kendaraan ini untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD)” ungkapnya.

Namun Sandra menegaskan bahwa nilai dari satuan kendaraan ini tetap menunggu perhitungan dari KPKNL, ia juga memastikan bahwa proses ini akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. (editor: Adz/Sbr: Wartabaru.com)

Pergi Mancing, Warga Pelompek Kerinci Dikabarkan Hanyut di Sungai Sangir Solok Selatan

 

SOLOK SELATAN -Janal (48) warga Kabupaten Kerinci di kabarkan hanyut terseret arus kawasan Air Terjun Nomor 2, Sungai Dalam, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Senin (2/11/2026).

Janal diketahui warga Desa Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. 

Sekitar pukul 07:00 wib pagi, Janal berangkat bersama dua rekannya memancing di kawasan sungai tersebut.

Korban Janal dilaporkan hanyut sekitar jam 10.00 WIB Saat hendak menyeberang aliran sungai, tali pegangan yang digunakan korban mendadak putus. Saat itu arus sungai yang deras seketika menyeret tubuh korban hingga menghilang dari pandangan rekan-rekannya

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian dari masyarakat pada pukul 12.50 WIB.

“Benar, kami menerima laporan adanya satu orang pemancing yang hanyut di Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB,” ujar Abdul Malik.

Operasi pencarian hari ini melibatkan berbagai unsur gabungan, di antaranya:

– Basarnas

– TNI / POLRI

– BPBD

– Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)

– Masyarakat setempat

Untuk pencarian di lapangan dilakukan sampai pukul 18.00 WIB nanti, kemudian dilanjutkan dengan langkah pemantauan.

Saat ini Tim SAR bersama masyarakat melakukan penyisiran di Sungai kawasan Kecamatan Sangir. (Adz)

WNA Asal Australia Ditemukan Meninggal Dunia di Homestay Kayu Aro Barat, Diduga Akibat Serangan Jantung

Proses pemakaman jenazah Eric Philip Van Druten (67) yang ditemukan meninggal dunia di Homestay salah satu Homstay di Desa Giri Mulyo, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci, pada Senin (2/11/2026).(Ist) 

​KERINCI — Warga Negara Asing (WNA) asal Australia bernama Eric Philip Van Druten (67) ditemukan meninggal dunia di Homestay Pelangi, Desa Giri Mulyo, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci, pada Senin (2/11/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

​Kapolres Kerinci melalui jajaran kepolisian setempat menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya sendiri bersama seorang saksi setelah curiga korban tidak merespons panggilan telepon untuk mengantarkan sekolah.

​"Korban ditemukan di dalam kamar homestay dengan posisi miring ke kiri. Setelah dilakukan pengecekan oleh saksi dan tim medis, korban dipastikan telah meninggal dunia," ujar pihak kepolisian.

​Kronologis Kejadian

​Peristiwa tersebut bermula pada Senin pagi sekira pukul 08.00 WIB, saat saksi sekaligus anak kandung korban, Pelangi (14), mencoba menghubungi korban via telepon untuk meminta diantar ke sekolah. Karena panggilan tidak dijawab, saksi mendatangi kamar korban di Homestay Pelangi.

​Mendapati pintu kamar terkunci dan tidak ada jawaban saat diketuk, saksi memanggil saksi lainnya, Edi Basuki. Dengan bantuan tersebut, pintu kamar didorong secara paksa. Korban ditemukan sudah terbaring dengan kondisi wajah kebiruan, dan saat nadinya diperiksa, korban sudah tidak bernyawa.

​Pemeriksaan Medis dan Penolakan Otopsi Oleh Keluarga

​Tim medis dari Puskesmas Gunung Labu yang dipimpin oleh dr. Maifren Setia Royes langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.

​Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Ditemukan tanda kebiruan pada bibir, kekakuan mayat, suhu tubuh yang menurun, serta bibir kering. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, dokter mendiagnosa sementara bahwa korban meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung mendadak.

​Pihak keluarga dan anak kandung korban menyatakan ikhlas atas kepergian korban serta tidak bersedia dilakukan otopsi maupun visum, yang diperkuat dengan penandatanganan surat pernyataan resmi.

Pihak Kepolisian melakukan ​Koordinasi bersama Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Kerinci dan pemerintah desa setempat guna menindaklanjuti peristiwa yang melibatkan warga negara asing tersebut.

Berdasarkan informasi terakhir yang diterima redaksi, jenazah korban telah dimakamkan di lingkungan Homestay Pelangi, Desa Giri Mulyo, Kecamatan Kayu Aro Barat, Kabupaten Kerinci.(Adz)

Lebih Dekat dengan Edi Purwanto (1): Dari Batu Putih ke Senayan dan Ketika Aktivis BEM Jadi Doktor

 

Opini Oleh: Martayadi Tajuddin

Dalam teori mobilitas politik, ada dua jalan untuk sampai ke Senayan. Jalan pertama adalah jalan warisan, di mana nama besar keluarga menjadi tiket masuk. Jalan kedua adalah jalan perjuangan, di mana seseorang harus membangun tangga dari bawah dengan keringatnya sendiri. Di tengah demokrasi Indonesia yang kerap dituduh lebih ramah pada jalan pertama, kisah Edi Purwanto menjadi menarik untuk dibedah bukan karena ia berhasil sampai ke Senayan, melainkan karena bagaimana ia sampai ke sana.

Seorang anak yang lahir di Batu Putih, Sarolangun, pada 4 Juli 1980, yang pernah menjadi Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa UIN STS Jambi 2003-2004, yang pernah memimpin demonstrasi di jalan, kini duduk di Komisi V DPR RI dan menyandang gelar doktor.

Kisah ini penting bukan sebagai cerita heroik personal, melainkan sebagai sebuah tesis tentang regenerasi kepemimpinan di Jambi.

Selama bertahun-tahun, politik Jambi terjebak dalam sirkulasi elit yang itu-itu saja. Kita kekurangan cerita tentang anak desa yang bisa naik kelas melalui jalur pengetahuan dan aktivisme. Edi Purwanto mengisi kekosongan narasi itu. Ia bukan produk karbitan. Jejaknya bisa dilacak dengan jelas, dari mimbar BEM yang berteriak tentang kebijakan pemerintah yang tidak adil, hingga menjadi Wakil Ketua DPRD, lalu Ketua DPRD Provinsi Jambi periode 2019-2024, dan akhirnya anggota DPR RI dengan 81.984 suara. Ini adalah sebuah kurva pertumbuhan organik yang dalam ilmu kebijakan publik jarang terjadi.

Apa relevansinya seorang mantan Presiden BEM dengan pembangunan daerah? Relevansinya sangat besar. Seorang aktivis mahasiswa dididik untuk memiliki dua hal yang justru langka pada politisi hari ini, yaitu keberanian untuk berbeda pendapat dan kemampuan untuk membaca keresahan publik sebelum menjadi krisis.

Ketika pada November 2023 masyarakat Bakung Jaya mengeluhkan banjir, pupuk subsidi, bibit pertanian dan bantuan UMKM, atau ketika pada Juni 2025 warga Kenali Asam Bawah mengeluhkan bedah rumah dan persoalan sawit dan karet, gaya yang digunakan Edi adalah gaya dialog aktivis, bukan gaya birokrat yang hanya mencatat. Ia membawa tradisi BEM itu ke dalam ruang reses. Dan tradisi itu yang membedakan antara politisi yang sekadar dekat saat pemilu dengan politisi yang memahami denyut persoalan.

Namun aktivisme tanpa intelektualisme akan berhenti menjadi romantisme. Di sinilah titik balik yang membuat Edi Purwanto berbeda dari banyak politisi aktivis lainnya. Ia tidak berhenti pada orasi. Ia melanjutkan orasi itu menjadi disertasi.

Pada tahun 2024, ia menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Jambi dengan judul Politik Hukum Penyelesaian Konflik Lahan yang Berkeadilan di Indonesia. Judul itu bukan judul yang diambil dari langit. Judul itu lahir dari pengalaman pahitnya membentuk Panitia Khusus Konflik Lahan saat menjadi Ketua DPRD, melihat langsung konflik antara Suku Anak Dalam dengan korporasi, melihat air mata petani yang lahannya tumpang tindih dengan izin perusahaan. Ia mengubah konflik jalanan menjadi riset akademis. Di Jambi, di mana konflik agraria adalah luka lama yang tak pernah sembuh, kita membutuhkan politisi yang tidak hanya bisa berteriak di depan perusahaan, tetapi juga mampu menuliskan kerangka hukum penyelesaiannya secara berkeadilan. Itu yang membedakan aktivis jalanan dengan negarawan.

Banyak politisi yang bangga menyebut dirinya merakyat karena sering turun ke desa. Tetapi kemerakyatan yang sejati harus diuji dari dua hal, yaitu dari mana ia berasal dan ke mana ia membawa pengetahuannya.

Edi berasal dari desa, dari Batu Putih yang jauh dari pusat kekuasaan Kota Jambi. Itu membuatnya memahami psikologi masyarakat pinggiran. Namun ia tidak membawa pulang hanya janji, ia membawa pulang gelar doktor, ia membawa pulang pengalaman memimpin lembaga legislatif provinsi, dan kini ia membawa pulang jaringan Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur. Kombinasi antara akar desa dan nalar akademik inilah yang dalam teori pembangunan disebut sebagai modal sosial yang paling langka.

Apakah semua ini otomatis menjamin ia adalah pemimpin ideal? Tentu tidak. Sejarah politik mengajarkan kita bahwa aktivis yang masuk ke dalam sistem seringkali justru dijinakkan oleh sistem itu sendiri. Pertanyaan kritisnya adalah apakah keberanian yang ia tunjukkan saat menjadi Presiden BEM pada 2003 masih sama dengan keberaniannya saat kini berhadapan dengan kepentingan korporasi besar di Senayan? Apakah kepeduliannya pada konflik lahan Suku Anak Dalam masih akan sama kerasnya saat ia berhadapan dengan regulasi pertambangan dan perkebunan di tingkat nasional? Itulah ujian sesungguhnya. Gelar doktor dan jabatan di Komisi V hanyalah alat. Apakah alat itu akan digunakan untuk menjaga tanah Jambi atau hanya untuk menjaga posisi, waktu yang akan menjawab.

Tetapi setidaknya untuk hari ini, Jambi memiliki sebuah prototipe baru tentang bagaimana seharusnya seorang pemimpin daerah dilahirkan. Bukan dari ruang ber-AC keluarga politik, melainkan dari sekretariat BEM yang panas, dari jalanan demonstrasi yang berdebu, dari ruang sidang disertasi yang sunyi, dan dari Desa Batu Putih yang jauh.

Dari Batu Putih ke Senayan adalah jarak geografis yang jauh, tetapi jarak ideologisnya jauh lebih menarik, yaitu jarak dari seorang pengkritik kekuasaan menjadi seorang yang kini memegang sebagian kecil kekuasaan itu.

Jika ia mampu menjaga ingatan tentang dari mana ia berasal, maka kisah ini bukan hanya akan menjadi kisah tentang Edi Purwanto, melainkan kisah tentang kemungkinan bahwa anak-anak Jambi dari desa manapun masih punya peluang untuk memimpin tanahnya sendiri melalui jalur pengetahuan dan keberanian. (*)

* Martayadi Tajuddin ialah pengamat kebijakan publik dan pembangunan daerah

Satgas Tani Merdeka Provinsi Jambi Dampingi Staf Kementerian Tinjau Cetak Sawah Di Kerinci, Sejumlah Persoalan Menjadi Sorotan

Satgas Tani Merdeka Provinsi Jambi Dampingi Staf Kementerian Tinjau Cetak Sawah Di Kerinci, Sejumlah Persoalan Menjadi Sorotan

 Merdekapost.com | KERINCI, JAMBI – Satuan Tugas (SATGAS) Tani merdeka Provinsi Jambi mendampingi staf Kementerian, Ir. H. Nandang Sudrajat, M.M., dalam kegiatan pengecekan dan monitoring pekerjaan cetak sawah di beberapa titik wilayah Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, ditemukan sejumlah persoalan dan kendala teknis di lapangan yang menjadi perhatian bersama. Salah satu hal yang disoroti SATGAS Tani Provinsi Jambi adalah perlunya perencanaan yang lebih matang sebelum pekerjaan dilaksanakan, sehingga realisasi kegiatan benar-benar sesuai dengan SID (Survei Investigasi dan Desain) serta peta polygon yang telah ditetapkan.

SATGAS Tani merdeka Provinsi Jambi menilai bahwa perencanaan yang kurang optimal berpotensi menimbulkan berbagai persoalan ketika pekerjaan mulai dilaksanakan. Kondisi tersebut dapat berdampak terhadap kesesuaian pelaksanaan pekerjaan dengan dokumen perencanaan maupun kondisi faktual di lapangan.

Oleh karena itu, SATGAS Tani merdeka Provinsi Jambi meminta agar tim pengawas teknis senantiasa standby di lokasi pekerjaan. Kehadiran pengawas secara langsung dinilai penting untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, sekaligus mengantisipasi terjadinya kesalahan teknis yang dapat menghambat pelaksanaan kegiatan.

Selain persoalan teknis dan pengawasan, SATGAS Tani merdeka  Provinsi Jambi juga menyoroti pentingnya koordinasi dan komunikasi yang efektif antara seluruh pihak terkait, mulai dari tingkat atas hingga pelaksana di lapangan.

Menurut SATGAS Tani merdeka propinsi jambi, komunikasi yang tidak berjalan dengan baik berpotensi menimbulkan miskomunikasi, perbedaan pemahaman terhadap petunjuk teknis, hingga pelaksanaan pekerjaan yang tidak sesuai dengan rencana awal.

"Koordinasi harus berjalan dari tingkat atas sampai ke bawah. Jangan sampai terjadi miskomunikasi antara pihak perencana, pengawas, dan pelaksana di lapangan. Semua pihak harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing agar pekerjaan dapat terlaksana dengan baik dan sesuai ketentuan."

SATGAS DPW tani merdeka Provinsi Jambi berharap berbagai catatan yang ditemukan selama kegiatan monitoring tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak-pihak terkait.

Program cetak sawah merupakan salah satu kegiatan strategis yang membutuhkan perencanaan, pengawasan, dan pelaksanaan secara terukur. Karena itu, setiap tahapan pekerjaan harus mengacu pada dokumen SID, polygon, serta kondisi nyata di lapangan.

SATGAS Tani merdeka  Provinsi Jambi menegaskan pentingnya pengawasan berkelanjutan dan koordinasi lintas sektor agar berbagai kendala yang ditemukan tidak kembali terulang pada pelaksanaan pekerjaan berikutnya.

Dengan adanya evaluasi dan pembenahan bersama, diharapkan program cetak sawah di Kabupaten Kerinci dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan sektor pertanian.(ali)

Ferry Apek Dituntut 8 Tahun 6 Bulan Penjara dalam Kasus Sabu 24,39 Gram di Jambi

Ferry alias Apek dituntut 8 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp750 juta dalam kasus pengambilan sabu seberat 24,39 gram di Kota Jambi.(Adz) 

MERDEKAPOST.COM, JAMBI - Terdakwa kasus narkotika, Ferry alias Apek, dituntut hukuman 8 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp750 juta oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tuntutan tersebut dibacakan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jambi.

Ferry selanjutnya akan mendengarkan putusan majelis hakim pada Kamis (5/11/2026) mendatang.

Dalam amar tuntutannya, jaksa menyatakan Ferry terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana narkotika Golongan I bukan tanaman dengan berat melebihi 5 gram.

"Terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan, menjual, menerima, menyerahkan, membeli, menjadi perantara dalam jual beli narkotika Golongan I bukan tanaman dengan berat melebihi 5 gram," ujar jaksa dalam persidangan.

Sebelumnya, dalam persidangan terungkap kronologi penangkapan Ferry yang diduga terlibat dalam pengambilan narkotika jenis sabu seberat 24,39 gram.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan H Rais RT 12, Kelurahan Sungai Putri, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.

BACA JUGA: Terseret Arus Sungai Batang Asai, Setelah 2 Hari Dicari Kakek Bawi Ditemukan Meninggal

Berdasarkan dakwaan jaksa, Ferry awalnya berada di rumah seseorang bernama Dery di kawasan Kampung Pulau Pandan.

Saat itu, Ferry diminta Dery mengambil barang yang diduga narkotika jenis sabu dengan imbalan Rp250 ribu.

Ferry kemudian dihubungi seorang pria yang tidak dikenalnya dan diarahkan untuk mengambil sabu di sebuah lorong di Jalan H Rais.

Pria tersebut juga mengirimkan foto lokasi tempat sabu diletakkan.

Setibanya di lokasi, Ferry mengambil plastik asoy berwarna hitam yang berada di semak-semak pinggir jalan.

BACA JUGA: Inilah Sederet Barang Bukti Sitaan Kejati Jambi dan 6 Tersangka Kasus Korupsi DPRD Merangin

Di dalam plastik tersebut ditemukan tiga paket sedang sabu dengan berat bersih masing-masing 9,81 gram, 9,78 gram, dan 4,80 gram. Total berat bersih barang bukti mencapai 24,39 gram.

Namun, gerak-gerik Ferry dicurigai Ketua RT 12 bersama warga setempat.

Ferry kemudian diamankan warga sebelum akhirnya diserahkan kepada anggota Satresnarkoba Polresta Jambi.

Dalam persidangan sebelumnya, Ferry membenarkan keterangan saksi kepolisian terkait proses penangkapan dirinya. Ia juga mengaku baru satu kali mengambil narkotika tersebut.

Dalam perkara ini, Ferry didakwa melanggar Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

JPU juga menyusun dakwaan subsidair dengan Pasal 609 Ayat (2) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.(Adz) 

Semarak HUT ke-18, Ratusan Pelari Ramaikan Juara Run 2.0 Sungai Penuh

MERDEKAPOST.COM, SUNGAI PENUH - Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH, bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah melepas ratusan peserta Juara Run 2.0 Tahun 2026 yang digelar Pemerintah Kota Sungai Penuh dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Sungai Penuh ke-18.

Kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Kota Sungai Penuh tersebut diikuti lebih dari 500 peserta. Tidak hanya dari Kota Sungai Penuh, ajang olahraga ini juga diikuti para pelari dari berbagai daerah luar kota.

Dalam sambutannya, Wali Kota Alfin menyampaikan bahwa Juara Run tahun ini merupakan pelaksanaan kedua yang digelar oleh Pemerintah Kota Sungai Penuh.

Baca Juga: Sampah Berserakan di Jembatan Pinggir Air, Wako Alfin Prihatin dan Instruksikan Penindakan Tegas

Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan penuh semangat serta menjadikan event ini sebagai ajang olahraga, menjaga kebugaran, sekaligus mempererat silaturahmi antarpeserta.

Juara Run 2.0 tahun ini menghadirkan dua kategori lomba, yakni jarak 5 kilometer dan 10 kilometer. Untuk menambah semarak kegiatan, panitia juga menyediakan hadiah dan doorprize dengan total nilai mencapai Rp38 juta bagi para peserta.

Selain Juara Run, Pemerintah Kota Sungai Penuh juga menggelar kegiatan senam sehat massal yang diikuti masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus memeriahkan rangkaian perayaan HUT Kota Sungai Penuh ke-18.

Melalui berbagai kegiatan olahraga tersebut, Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap semangat hidup sehat semakin tumbuh di tengah masyarakat serta mempererat kebersamaan dalam menyambut hari jadi Kota Sungai Penuh.(Adz)

Terseret Arus Sungai Batang Asai, Setelah 2 Hari Dicari Kakek Bawi Ditemukan Meninggal

Tim SAR bersama warga mengevakuasi jenazah Bawi (66), Minggu (1/11/2026). Lansia itu dilaporkan hanyut di Sungai Batang Asai Sarolangun pada Jum'at (30/10) lalu. (Ist)

MERDEKAPOST.COM | SAROLANGUN – Setelah dua hari pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Bawi (66), lansia yang dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Batang Asai, Kabupaten Sarolangun.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 09.10 WIB.

Bawi merupakan warga RT 07 Desa Pulau Salak Baru, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun.

Kepala Pos SAR Bungo, M Andri, mengatakan korban ditemukan sekitar tiga kilometer dari lokasi awal kejadian ke arah hilir sungai.

"Alhamdulilah, pada hari Minggu pagi ini sekitar pukul 09.10 WIB korban Bawi berhasil ditemukan oleh Tim Gabungan.

"Korban ditemukan dari TKP tenggelam itu berjarak kurang lebih 3 kilometer ke arah hilir sungai," tutur M Andri.

Setelah ditemukan, jasad korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.

Saat itu, korban hendak menyeberangi Sungai Batang Asai menggunakan perahu di Desa Pulau Salak Baru.

Namun, ketika berada di tengah perjalanan, air sungai tiba-tiba meluap deras.

Arus yang kuat kemudian menyeret perahu yang dinaiki korban hingga Bawi tenggelam.

Tim SAR gabungan mulai melakukan pencarian pada Sabtu (31/10/2026) pagi.

Pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran sungai ke arah hilir hingga sejauh enam kilometer.

Petugas juga melakukan manuver di sejumlah titik lubuk sungai yang dicurigai menjadi lokasi korban tersangkut.

Pencarian Hari Kedua

Pada hari kedua, Minggu (1/11/2026), pencarian kembali dilanjutkan dengan menyisir sejumlah titik di sepanjang aliran Sungai Batang Asai hingga akhirnya korban ditemukan.

Operasi pencarian melibatkan SAR Bungo, BPBD Sarolangun, personel Polsek Batang Asai, Bhabinkamtibmas, Babinsa, SAR MTA, serta masyarakat setempat.

Pihak keluarga korban bersama warga Desa Pulau Salak Baru menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim gabungan yang telah membantu proses pencarian hingga Bawi ditemukan.

M Andri juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Sungai Batang Asai agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim hujan mulai berlangsung.

Ia mengingatkan, hujan di wilayah hulu dapat menyebabkan volume air sungai meningkat dan meluap secara tiba-tiba di bagian hilir.(adz)

Inilah Sederet Barang Bukti Sitaan Kejati Jambi dan 6 Tersangka Kasus Korupsi DPRD Merangin

Penyidik Kejaksaan Tinggi Jambi menggeledah sejumlah lokasi selama tiga hari. Kejati menyita dua mobil hybrid, dokumen, hingga barang mewah.(Ist) 

JAMBI - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi menyita dua mobil hybrid beserta sejumlah dokumen dan barang berharga dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran Sekretariat DPRD Kabupaten Merangin Tahun Anggaran 2019 hingga 2024.

Dua kendaraan yang disita tersebut yakni Suzuki XL7 Hybrid dan Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid.

Penyitaan dilakukan Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Jambi sebagai bagian dari pengembangan penyidikan perkara.

Kasi Penerangan Hukum Kejati Jambi Noly Wijaya mengatakan, penggeledahan dan penyitaan berlangsung pada 26 hingga 29 Oktober 2026 di sejumlah lokasi di Kabupaten Merangin dan Kabupaten Muaro Bungo.

Baca Juga: Pelaku Curanmor di Jujun Tak Berkutik, Dibekuk Tim Gabungan Polres Kerinci dan Polsek Danau Kerinci

"Penggeledahan dilakukan untuk mencari dan menemukan alat bukti yang diduga masih disimpan oleh pihak terkait," ujarnya, Jumat (30/10/2026).

Selain dua kendaraan tersebut, penyidik juga mengamankan berbagai dokumen dan barang lain yang diduga berkaitan dengan perkara korupsi tersebut.

Sederet Barang Bukti yang Disita

Penggeledahan di Kabupaten Muaro Bungo dilakukan di sebuah rumah di Lorong Pulai, Desa Sungai Pinang, Jalan Abdul Manap, Kecamatan Bungo Dani.

Dari lokasi tersebut, penyidik menyita:

- 1 unit Suzuki XL7 Hybrid beserta kunci dan STNK serta dua buku catatan.

Sementara di Kabupaten Merangin, penggeledahan menyasar dua lokasi, yakni rumah di Perumahan Kyky Regency dan ruko Rumah Makan Bu Yus yang juga menjadi kantor CV Berkah Bersama Group.

Dari rumah di Perumahan Kyky Regency, penyidik mengamankan 39 jenis barang bukti. Di antaranya:

- dokumen perjanjian jual beli dan pembiayaan

- sertifikat hak milik

- bukti pengeluaran belanja rumah tangga pimpinan DPRD

- bukti belanja makanan dan minuman rapat

- cek kontan Bank BPD Jambi.

- sejumlah buku tabungan, bukti setoran

- STNK kendaraan roda dua

- dokumen pembelian logam mulia seberat 100 gram

- barang mewah berupa tas, dompet, dan sepatu bermerek.

Adapun dari ruko Rumah Makan Bu Yus yang sekaligus menjadi kantor CV Berkah Bersama Group, penyidik menyita 46 jenis barang bukti.

Barang-barang tersebut meliputi: 

- dokumen Surat Permintaan Pembayaran (SPP)

- GU Nihil

- mutasi rekening

- dokumen belanja rumah tangga Ketua DPRD

- bon Sekretariat DPRD Merangin

- slip penarikan tunai, kuitansi, dan tanda terima.

Penyidik juga mengamankan:

- dokumen pemindahbukuan Sekretariat DPRD

- surat pesanan Tahun 2024

- buku Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD)

- akta pendirian CV Berkah Bersama Group

- rekening koran.

Selain di dua lokasi tersebut, penyitaan turut dilakukan di Kantor Kejaksaan Negeri Merangin.

Saat pemeriksaan saksi di kantor tersebut, penyidik mengamankan satu unit Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid lengkap dengan kunci dan STNK.

Kepemilikan Barang Bukti

Kasi Penerangan Hukum Kejati Jambi Noly Wijaya menjelaskan, seluruh barang bukti yang disita tersebut berasal dari tersangka Yusmarni.

Yusmarni diketahui merupakan Bendahara Pengeluaran Sekretariat DPRD Kabupaten Merangin untuk Tahun Anggaran 2019 hingga 2024.

"Seluruh barang dan aset yang telah disita diduga memiliki keterkaitan dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan anggaran Sekretariat DPRD Kabupaten Merangin," jelasnya.

Barang bukti tersebut akan digunakan untuk mendukung pembuktian dalam proses penyidikan sekaligus membantu upaya pemulihan keuangan negara.

Baca Juga: im Macan Kincai Bekuk Residivis Curanmor, Satu Unit Sepeda Motor dan Kunci T Disita

Kejati Jambi memastikan penyidikan perkara ini masih terus dikembangkan guna mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Penyidik juga mendalami mekanisme pengelolaan anggaran serta menelusuri aliran dana dan aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Kejati Jambi menegaskan penanganan perkara dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan perundang-undangan, dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Daftar 6 Tersangka Korupsi

- Herman Efendi, Ketua DPRD Kabupaten Merangin periode 2019 hingga Agustus 2024

- Zaidan Ismail, Wakil Ketua DPRD Periode 2019-2024

- Fauziah, pengguna anggaran Sekretariat DPRD Kabupaten Merangin periode 2019 hingga Juni 2023

- Yusmarni, bendahara pengeluaran periode 2019 hingga April 2024

- Razali Azhari, pengguna anggaran Sekretariat DPRD periode Juli 2023 hingga November 2024

- Ismail, Direktur CV Berkah Bersama.

Kerugian Rp19.5 Miliar

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi menemukan dugaan kerugian keuangan negara sebesar Rp19.549.137.859 atau sekitar Rp19,5 miliar dalam penyidikan kasus dugaan korupsi pengelolaan anggaran Sekretariat DPRD Kabupaten Merangin.

Noly Wijaya menjelaskan, perkara tersebut berkaitan dengan pengelolaan anggaran Sekretariat DPRD Kabupaten Merangin yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2019–2024.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, jaksa menemukan sejumlah dugaan penyimpangan, mulai dari proses pencairan hingga penggunaan anggaran.

Salah satu yang menjadi temuan penyidik adalah pencairan dana kegiatan yang diduga dilakukan tanpa sepengetahuan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

"Pencairan tersebut diduga dilakukan oleh pengguna anggaran dan bendahara pengeluaran tanpa pengajuan dari pengelola kegiatan," jelasnya.

Bacaan Lainnya:

Sampah Berserakan di Jembatan Pinggir Air, Wako Alfin Prihatin dan Instruksikan Penindakan Tegas

Selain itu, penyidik menduga terdapat pembayaran fiktif kepada pihak ketiga.

Jaksa juga menemukan dugaan pemindahan dana dari rekening pengeluaran Sekretariat DPRD Kabupaten Merangin ke rekening pribadi yang tidak sesuai ketentuan.

Dugaan penyimpangan lainnya berkaitan dengan pengeluaran anggaran yang tidak dilengkapi dokumen pertanggungjawaban.

Sejumlah dokumen bahkan diduga sengaja dikosongkan atau tidak mencantumkan jenis dan jumlah pengeluaran.

Dokumen tersebut disinyalir digunakan untuk menutupi besaran anggaran yang telah dicairkan.

Akibatnya, PPTK disebut tidak mengetahui secara pasti jumlah anggaran yang telah digunakan dalam kegiatan tersebut.

Penyidik juga menemukan dugaan pembayaran biaya perjalanan dinas yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Atas dugaan perbuatannya, para tersangka disangkakan melanggar Pasal 603 KUHP sebagaimana disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, terdapat sangkaan subsidiair Pasal 3 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Kejati Jambi menyatakan penyidikan perkara tersebut masih terus berjalan.

Jaksa kini sedang mendalami peran masing-masing tersangka dalam dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran Sekretariat DPRD Kabupaten Merangin selama periode 2019–2024.(Editor: Aldie Prasetya)

Sampah Berserakan di Jembatan Pinggir Air, Wako Alfin Prihatin dan Instruksikan Penindakan Tegas

Sampah Berserakan di Jembatan Pinggir Air, Wako Alfin Prihatin dan Instruksikan Penindakan Tegas.(ISt)

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM  -  Usai melaksanakan Safari Jumat di Masjid Baiturrahman, Desa Pinggir Air, Kecamatan Kumun Debai, Jumat (30/10/2026), Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, Sekretaris Daerah serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan peninjauan mendadak ke Jembatan Desa Pinggir Air.

Peninjauan tersebut dilakukan setelah rombongan melihat tumpukan sampah yang tersangkut di atas rangka besi jembatan dan mencemari aliran Sungai Batang Merao. Kondisi itu dinilai mengganggu kebersihan lingkungan sekaligus berpotensi menghambat aliran sungai.

Di lokasi, Wali Kota Alfin menyampaikan keprihatinan dan menyayangkan masih adanya oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan, baik yang berasal dari dalam maupun luar wilayah Kota Sungai Penuh.

"Perilaku membuang sampah sembarangan seperti ini tidak bisa dibiarkan. Selain merusak keindahan lingkungan, juga dapat menimbulkan dampak buruk terhadap ekosistem sungai dan berpotensi menyebabkan banjir," tegas Alfin.

Sebagai tindak lanjut, Wali Kota langsung menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sungai Penuh, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Pemerintah Desa Pinggir Air untuk mengambil langkah tegas terhadap pelaku yang membuang sampah di jembatan maupun ke aliran Sungai Batang Merao.

Ia juga meminta agar pengawasan di kawasan tersebut diperketat, disertai upaya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut Alfin, menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan.

"Jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali. Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi kenyamanan, kesehatan, dan kelestarian Sungai Batang Merao," pungkasnya. (Adz).

Tani Merdeka Gelar Aksi Sosial Bantuan Pupuk Organik dan MOU Petani Bersama Korwil BGN Kerinci dan Sungai Penuh

Tani Merdeka Gelar Aksi Sosial Bantuan Pupuk Organik dan MOU Petani Bersama Korwil BGN Kerinci dan Sungai Penuh.Ali/mpc)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM — Dalam upaya mendukung kemajuan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani, DPW Tani Merdeka Provinsi Jambi menggelar aksi sosial berupa bantuan pupuk organik sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) bersama petani dengan Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Jambi, Candra Andika. Aksi sosial ini menjadi salah satu bentuk kepedulian terhadap para petani sekaligus langkah nyata dalam mendorong pengembangan pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Melalui bantuan pupuk organik dan kerja sama yang dibangun, diharapkan para petani mendapatkan dukungan dalam meningkatkan kualitas hasil pertanian serta memperkuat kemitraan antara kelompok tani dan pihak terkait.

Dalam kesempatan tersebut, peran Satgas TMI Provinsi Jambi juga menjadi perhatian. Satgas diharapkan bergerak aktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program, mulai dari penyaluran bantuan pupuk organik hingga realisasi MOU yang telah disepakati.

Pengawasan diperlukan agar bantuan benar-benar tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi petani di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Ketua DPW Tani Merdeka Provinsi Jambi, Candra Andika, diharapkan terus mendorong sinergi antara organisasi petani, Korwil BGN, dan seluruh pemangku kepentingan demi terwujudnya pertanian yang lebih maju dan kesejahteraan petani yang semakin baik.

Tani Merdeka Bergerak, Petani Sejahtera, Pertanian Indonesia Maju.

(Adz/Ali/Merdekapost.com)

Pelaku Curanmor di Jujun Tak Berkutik, Dibekuk Tim Gabungan Polres Kerinci dan Polsek Danau Kerinci

Pelaku Curanmor di Jujun Tak Berkutik, Dibekuk Tim Gabungan Polres Kerinci dan Polsek Danau Kerinci.(Ist)
KERINCI, MERDEKAPOST.COM — Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kerinci bersama Personil Polsek Danau Kerinci gerak cepat mengungkap kasus Tindak Pidana Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) yang terjadi di wilayah hukum Polsek Danau Kerinci, Jumat (30/10/2026).

​Pelaku berinisial JK alias Jery (37), seorang sopir warga Desa Pasar Siulak Gedang, Kecamatan Siulak, berhasil diringkus tanpa perlawanan berselang beberapa jam setelah beraksi.

​Kapolres Kerinci melalui Kasat Reskrim AKP R. F. Ritonga, S.H., mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini berawal dari laporan cepat korban bernama Reza Pandri Diana (37), warga Desa Jujun, Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci.

​"Begitu menerima laporan pengaduan dari masyarakat terkait tindak pidana curanmor, Tim Opsnal Polres Kerinci bersama anggota Polsek Danau Kerinci langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan di lapangan," ujar AKP R. F. Ritonga, Sabtu (31/10/2026).

​Kronologis Kejadian

​Peristiwa pencurian tersebut bermula pada hari Jumat, 30 Oktober 2026 sekira pukul 11.00 WIB. Saat itu, anak korban yang bernama Alif Rizkon Khori (16) meminta izin untuk memancing di pinggir danau di Desa Jujun.

​Korban memarkirkan sepeda motor Honda Beat warna Merah-Putih dengan Nomor Polisi BH 2514 DC di pinggir danau, berjarak sekitar 10 meter dari posisi korban memancing.

​Saat asyik memancing, korban melihat dua orang laki-laki tak dikenal berada di dekat kendaraannya. Tidak lama berselang, korban kaget melihat kedua orang tersebut membawa kabur sepeda motor miliknya.

​Korban sempat berteriak “Maling! Maling!”, namun pelaku langsung membawa kabur kendaraan tersebut dengan kecepatan tinggi. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian materil sekitar Rp16.000.000 (enam belas juta rupiah) dan segera melaporkannya ke pihak kepolisian.

​Penangkapan Pelaku dan Barang Bukti

​Berbekal informasi dari olah TKP dan keterangan saksi-saksi, Tim Opsnal gabungan mendapat petunjuk mengenai keberadaan pelaku.

​Pada hari Jumat, 30 Oktober 2026 sekira pukul 13.00 WIB — atau hanya dalam hitungan jam setelah kejadian — polisi berhasil mendeteksi dan menangkap tersangka JK alias Jery di Desa Tanjung Batu, Kecamatan Keliling Danau.

​Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa:
​1 (satu) unit sepeda motor Honda Beat Tahun 2017 warna Merah-Putih (No. Pol: BH 2514 DC, No. Rangka & No. Mesin sesuai laporan).
​1 (satu) lembar STNK kendaraan.
​1 (satu) eksemplar BPKB kendaraan.

​Proses Hukum Lebih Lanjut

​Tersangka beserta seluruh barang bukti langsung digelandang ke Mako Polres Kerinci guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

​Sejumlah langkah kepolisian yang telah diambil meliputi melengkapi administrasi penyidikan (mindik sidik), pemeriksaan saksi-saksi, gelar perkara penetapan tersangka, hingga pengiriman Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

​"Kami mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Kerinci agar selalu waspada saat memarkirkan kendaraan. Gunakan kunci ganda (kunci pengaman tambahan) dan pastikan diparkir di tempat yang aman atau terpantau guna meminimalisir ruang gerak pelaku kejahatan," tutup Kasat Reskrim.(Adz)


Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs