8 Program Prioritas Masuk APBN 2027, Edi Purwanto Minta Dana Daerah Jangan Sampai Terabaikan

 

Merdekapost.com - Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jambi, Edi Purwanto, mengapresiasi arah kebijakan pemerintah yang tergambar dalam pidato Presiden terkait Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) 2027.

Menurut Edi, pidato Presiden telah memberikan gambaran mengenai program-program besar yang akan menjadi fokus pemerintah pada 2027. Namun, ia menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperjelas, salah satunya terkait besaran dan arah dana transfer ke daerah.

"Pidato Presiden terkait RUU APBN 2027 ini menggambarkan apa yang kita kerjakan di tahun 2027,” kata Edi.

Ia menyebut, postur anggaran yang disampaikan pemerintah mencapai sekitar Rp4.097 triliun. Sementara itu, pendapatan negara diproyeksikan sekitar Rp3.426 triliun dan pembiayaan berada di kisaran Rp689,1 triliun.

Meski demikian, Edi menyayangkan belum tergambarnya secara jelas porsi dana transfer ke daerah dalam arah kebijakan tersebut.

"Yang kita sayangkan, di situ tidak tergambar berapa dana transfer daerah," sebutnya.

Edi menilai, anggaran negara tersebut harus benar-benar diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat melalui delapan program utama Presiden.

Delapan prioritas tersebut meliputi ketahanan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.

Menurutnya, delapan agenda tersebut merupakan program strategis yang harus diterjemahkan ke dalam kebijakan konkret di tingkat kementerian dan lembaga.

"Delapan program pokok inilah yang di-breakdown oleh Pak Presiden," katanya lagi.

Ia juga mengapresiasi sejumlah rencana pemerintah, mulai dari revitalisasi 10.000 puskesmas, perbaikan lebih dari 400 rumah sakit, revitalisasi sekolah, hingga pengembangan industri nasional.

Di sektor industri, Edi menyoroti rencana pengembangan industri otomotif nasional, termasuk produksi mobil dan sepeda motor. Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan upaya memperkuat kedaulatan energi sekaligus kedaulatan industri otomotif Indonesia.

"Kita mengapresiasi itu. Tinggal langkah-langkah teknis di kementerian dan lembaga yang bisa menerjemahkan pemikiran daripada Pak Presiden, yang tertuang dalam rencana strategis mereka," ujarnya.

Edi menegaskan, keberhasilan APBN 2027 pada akhirnya tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang dialokasikan, tetapi dari seberapa jauh program tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Karena itu, ia berharap agenda pembangunan yang masuk dalam APBN 2027 benar-benar berpihak kepada rakyat dan mampu menjawab persoalan mendasar seperti kemiskinan, pendidikan, kesehatan, pangan, energi, serta pembangunan ekonomi di daerah.

"Program kerakyatan ini bisa betul-betul mewujudkan cita-cita besar kita. Ada kedaulatan, ada keadilan dan kemakmuran," tutupnya.(uda)

Sumber: Jambiseru.com

Terungkap di Sidang! Saksi Penggugat Sebut Ada Ganti Rugi Pemprov Jambi atas Tanah di Singkep

 


Merdekapost.com – Sidang sengketa tanah seluas ratusan hektare di Kampung Singkep, Kecamatan Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, menyajikan fakta mengejutkan di persidangan. Para saksi yang dihadirkan oleh pihak penggugat, Iskandar—yang mengklaim dirinya sebagai ahli waris dari mantan Pasirah Marga Sabak, Achmad Abu Bakar—justru memberikan keterangan yang secara tidak langsung memperkuat posisi hukum Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi sebagai pemilik sah atas tanah tersebut.

Di rilis pers seorang engacara Pemprov Jambi Musri Nauli, diterangkan bahwa alih-alih mendukung dalil penggugat, kesaksian yang terungkap di Pengadilan Negeri Tanjung Jabung Timur justru menunjukkan bahwa tidak ada satu pun saksi yang dapat memastikan secara hukum bahwa tanah sengketa adalah milik Iskandar. Sebaliknya, keterangan mereka secara gamblang mengonfirmasi bahwa tanah dimaksud telah diganti rugi oleh Pemerintah Provinsi Jambi tahun 1998.

Pengakuan Kunci Saksi Kaharudin

Momen krusial terjadi ketika Kaharudin, satu-satunya saksi yang dihadirkan penggugat dan masih bertempat tinggal di Kampung Singkep, memberikan pengakuan yang justru meruntuhkan dalil utama Iskandar. Kaharudin dengan jujur menyatakan bahwa dirinya pernah menerima ganti rugi atas tanahnya di Kampung Sikep pada peristiwa tahun 1979.

Yang menarik, Kaharudin mengakui bahwa tanah tersebut sudah dijualnya kepada Achmad Abu Bakar (pendahulu penggugat) sebelum proses ganti rugi tahun 1979 berlangsung. Fakta ini membuktikan bahwa proses jual beli dengan pesirah terjadi sebelum pembebasan lahan oleh pemerintah, dan kendati demikian, Pemprov Jambi tetap membayar ganti rugi secara sah kepada pemilik tanah yang berhak.

Selain itu, Kaharudin juga mengakui bahwa pada tahun 1989, Pemerintah Provinsi Jambi melakukan pengukuran lahan di lokasi sengketa. Pengukuran yang melibatkan masyarakat setempat, termasuk dirinya, inilah yang kemudian menjadi dasar penerbitan sertifikat hak atas tanah di kawasan tersebut.

Keterangan Saksi Iwan dan Ambo Ila

Saksi lain yang dihadirkan penggugat, Iwan dan Ambo Ila, justru memberikan keterangan yang semakin melemahkan klaim penguasaan turun-temurun. Keduanya mengaku baru diajak Iskandar untuk membersihkan lahan sekitar dua tahun lalu, tepatnya pada tahun 2023. Pekerjaan pembersihan manual itu hanya berlangsung selama satu minggu.

Lebih penting lagi, Iwan mengakui adanya batas patok di lokasi yang menandakan area milik Pelindo yang tidak boleh diganggu. Ia juga menerangkan bahwa kondisi lahan hanya berupa tanah kosong dengan beberapa pohon kelapa dan pohon besar, tanpa ada tanaman kelapa sawit sama sekali. Keterangan ini bertentangan dengan klaim penggugat yang menyebut telah menguasai dan mengelola lahan secara turun-temurun.

Pengakuan Saksi Said Ibrahim

Saksi bernama Said Ibrahim turut menguatkan posisi Pemprov dengan mengaku hadir dalam sosialisasi ganti rugi yang dilaksanakan Pemprov Jambi pada tahun 1998 di Kantor Camat Sabak. Bahkan, ia mengakui memiliki tanah seluas 2 hektar yang juga diganti rugi oleh Pemprov pada tahun yang sama, dan saat ini tanah tersebut berada di wilayah kawasan Pelindo.

Menariknya, Said Ibrahim baru mengetahui adanya klaim dari Iskandar setelah diperlihatkan Surat Pancung Alas. Namun, ia mengakui tidak membaca seluruh isi surat tersebut, sehingga pengetahuannya hanya berdasarkan informasi sepihak yang diberikan oleh penggugat.

Fakta Penting di Balik Persidangan

Dari seluruh rangkaian persidangan, terungkap fakta penting lainnya, yaitu hanya Kaharudin yang benar-benar tinggal di Kampung Singkep dan memiliki pengetahuan langsung tentang sejarah tanah di lokasi sengketa. Sementara itu, saksi-saksi lain seperti Said Ibrahim, Ismail, dan Iwan bertempat tinggal di Muara Sabak, bukan di lokasi sengketa. Pengetahuan mereka terbatas dan sebagian besar bersumber dari cerita Iskandar.

Optimisme Kuasa Hukum Pemprov Jambi

Menanggapi jalannya persidangan, Kuasa Hukum Pemprov Jambi, Musri Nauli, menyatakan optimisme penuh atas penguatan posisi kliennya. Menurutnya, fakta di persidangan justru menunjukkan keabsahan proses pembebasan lahan yang telah dilakukan pemerintah.

"Bayangkan, kesempatan kepada penggugat untuk menerangkan tentang tanah, malah memberikan keterangan bahwa pemerintah sudah menyelesaikan ganti rugi sejak 1979 dan 1998. Itu mendukung proses sebelum terbitnya hak pakai oleh Pemprov Jambi," ujarnya dengan tegas.

"Kasus tanah tidak sesederhana yang dibayangkan. Selain bukti surat, bukti saksi harus memperkuat. Dan di sinilah kita lihat, para saksi penggugat justru menguatkan kami," tegas Musri Nauli.

Dari seluruh rangkaian persidangan, fakta-fakta yang terungkap justru berbalik menguntungkan Pemprov Jambi. Beberapa poin kuat yang tergali adalah: seluruh saksi penggugat mengakui adanya proses ganti rugi oleh negara, tidak ada satu pun saksi yang dapat memastikan kepemilikan Iskandar atas tanah tersebut, serta hanya Kaharudin yang tinggal di lokasi dan justru mengakui telah menerima ganti rugi.

Di sisi lain, Pemprov Jambi memiliki bukti legalitas yang kuat, berupa dokumen ganti rugi kepada 255 warga dan sertifikat Hak Pengelolaan Lahan (HPL) yang sah. Kasus ini menjadi pelajaran penting bahwa bukti surat saja tidak cukup untuk memenangkan perkara pertanahan; harus didukung oleh fakta di lapangan serta keterangan saksi yang memiliki pengetahuan langsung dan kredibel tentang objek sengketa. (Red)

Ketua Edi Purwanto: Aturan Sudah Ada, Tapi Pengawasan dan Keberanian Beri Sanksi Masih Lemah

 

Opini Oleh : Edi Purwanto * 

Kita tidak boleh terlalu toleran terhadap persoalan yang menyangkut keselamatan rakyat. Toleransi dalam banyak hal memang diperlukan, tetapi ketika sebuah pelanggaran berpotensi mengakibatkan hilangnya nyawa manusia, tentu batas toleransi itu harus jelas. Jangan sampai karena kita terlalu longgar dalam melakukan pengawasan dan memberikan sanksi, kemudian ada masyarakat yang menjadi korban.

Bagi saya, satu nyawa manusia terlalu banyak untuk hilang akibat sesuatu yang sebenarnya bisa dicegah. Karena itu, setiap kejadian yang menyebabkan korban jiwa harus menjadi bahan evaluasi serius. Kita tidak boleh hanya melihatnya sebagai sebuah kecelakaan, kemudian setelah beberapa waktu berlalu persoalannya selesai begitu saja.

Kita harus melihat lebih jauh. Apakah sebelumnya sudah ada pelanggaran? Apakah pengawasan sudah dilakukan dengan benar? Apakah standar keselamatan benar-benar dipenuhi? Apakah ada laporan atau temuan yang tidak ditindaklanjuti? Dan yang paling penting, apakah ada pihak yang seharusnya bertanggung jawab tetapi tidak menjalankan kewajibannya?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini harus dijawab secara serius.

Aturan Sebenarnya Sudah Ada

Kalau kita bicara mengenai regulasi, sebenarnya secara umum aturan untuk menjamin keselamatan sudah cukup tersedia. Negara sudah memiliki berbagai ketentuan mengenai standar keselamatan, perizinan, pemeriksaan, pengawasan, hingga sanksi terhadap pihak yang melakukan pelanggaran.

Artinya, persoalan kita bukan semata-mata kekurangan aturan.

Yang menjadi masalah adalah bagaimana aturan tersebut dilaksanakan.

Aturan yang bagus tidak akan banyak berarti apabila pengawasan di lapangan tidak konsisten. Regulasi yang lengkap juga tidak akan memberikan perlindungan kepada masyarakat apabila pelanggaran dibiarkan.

Karena itu, saya melihat kita harus memperkuat konsistensi dalam menjalankan aturan.

Jangan sampai ada standar keselamatan yang sudah ditetapkan, tetapi dalam pelaksanaannya justru diberikan kelonggaran. Jangan sampai ada kewajiban pemeriksaan, tetapi dilakukan hanya untuk memenuhi administrasi. Jangan sampai ada temuan pelanggaran, tetapi tidak segera ditindaklanjuti.

* Edi Purwanto, Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PDI Perjuangan Dapil Provinsi Jambi 

BACA LENGKAPNYA DI JAMBISERU.COM

ERT NBT Coal Group Gerak Cepat Tangani Karhutla

 

Merdekapost.com — Memasuki musim kemarau 2026, NBT Coal Group memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

NBT Coal Group merupakan perusahaan tambang batu bara di Provinsi Jambi yang menaungi tiga pemegang IUP yaitu PT Anugerah Jambi Coalindo, PT Sinar Anugerah Sukses dan PT Bakti Sarolangun Sejahtera. 

Direktur perusahaan Kameswara Helly mengatakan, langkah ini dilakukan dengan menyiagakan Emergency Response Team (ERT) yang diperkuat personel firefighter terlatih serta dukungan kendaraan dan peralatan pemadaman.

Kesiapsiagaan tersebut juga dibuktikan melalui respons cepat ERT NBT Coal Group saat menangani karhutla di Kabupaten Sarolangun, Jambi, Senin (17/8/2026).

Kebakaran terjadi di kawasan Pauh, tepatnya di seberang Embung Beluru, Kecamatan Pauh. Laporan mengenai kejadian tersebut diterima sekitar pukul 15.54 WIB.

Mendapat laporan, ERT NBT Coal Group langsung memobilisasi tujuh personel menuju lokasi. Tim membawa satu unit water truck dan tiga kendaraan light vehicle (LV) untuk mendukung proses penanganan.

Setibanya di lokasi, tim terlebih dahulu dengan sigap melakukan asesmen untuk mengetahui titik api serta arah penyebaran kebakaran. Pemadaman kemudian dilakukan menggunakan water truck, dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk mencegah api kembali menyala.

Dalam penanganan tersebut, ERT NBT Coal Group juga berkoordinasi dengan Polsek Pauh, tim penanggulangan karhutla setempat, serta pihak puskesmas.

Setelah api berhasil dipadamkan, personel ERT tidak langsung meninggalkan lokasi. Tim melakukan monitoring dan patroli guna memastikan tidak ditemukan kembali titik panas yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Selain respons terhadap kejadian, kesiapsiagaan menghadapi karhutla, ERT NBT Coal Group juga rutin melaksanakan apel kesiapsiagaan serta pemeriksaan sarana dan prasarana untuk memastikan personel, kendaraan, dan seluruh peralatan pemadaman berada dalam kondisi siap digunakan.

Tim ERT juga terus berkoordinasi dengan Manggala Agni dalam mengantisipasi dan merespons potensi karhutla, baik di sekitar wilayah operasional maupun wilayah Kabupaten Sarolangun secara umum.

Kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian dari komitmen NBT Coal Group dalam mencegah karhutla sekaligus memastikan respons dapat dilakukan secara cepat ketika terjadi kebakaran. 

Dengan dukungan personel terlatih, water truck, kendaraan operasional, serta peralatan pemadaman, ERT NBT Coal Group memastikan seluruh sumber daya tetap dalam kondisi siaga untuk merespons apabila kembali ditemukan potensi kebakaran di wilayah sekitar.

"Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pencegahan dan penanganan karhutla sekaligus menjaga lingkungan serta keselamatan masyarakat selama musim kemarau 2026," lanjut Helly.  (*)

Edi Purwanto Bongkar Pekerjaan Rumah Indonesia di Usia 81 Tahun: 22,93 Juta Warga Miskin hingga 1 Juta Sarjana Menganggur

 

Opini Oleh : Edi Purwanto *

Memasuki usia 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, saya melihat bahwa kita tidak boleh hanya berbicara mengenai capaian yang sudah berhasil diraih. Tentu kita patut bersyukur atas berbagai kemajuan yang telah dicapai bangsa ini, tetapi pada saat yang sama kita harus jujur bahwa masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan bersama.

Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata. Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya berapa banyak program yang sudah dibuat atau berapa besar anggaran yang sudah dibelanjakan, tetapi seberapa jauh masyarakat merasakan manfaatnya.

Masih ada persoalan kemiskinan, pengangguran, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan guru, serta infrastruktur yang harus kita jawab. Semua persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan dengan satu kebijakan atau dalam waktu singkat. Dibutuhkan keseriusan, keberanian mengambil keputusan, pengawasan yang kuat, dan yang paling penting adalah kerja bersama.

Data terbaru Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin Indonesia pada Maret 2026 berada di angka 8,07 persen, atau sekitar 22,93 juta orang. Angka tersebut memang turun dibandingkan periode sebelumnya, tetapi jumlahnya tetap menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan masih menjadi pekerjaan besar bangsa ini. 

Bagi saya, setiap angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik angka 22,93 juta itu ada keluarga, ada anak-anak, ada orang tua, ada pekerja, dan ada masyarakat yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, kita tidak boleh cepat berpuas diri.

* Edi Purwanto, Anggota Komisi V DPR RI Dapil Provinsi Jambi 

BACA SELENGKAPNYA DI JAMBISERU.COM

81 Tahun Indonesia Merdeka, Edi Purwanto Soroti Kemiskinan, Pengangguran Sarjana, Guru Honorer hingga Jalan Rusak

 

Opini Oleh : Edi Purwanto *

Memasuki usia 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, saya melihat bahwa kita tidak boleh hanya berbicara mengenai capaian yang sudah berhasil diraih. Tentu kita patut bersyukur atas berbagai kemajuan yang telah dicapai bangsa ini, tetapi pada saat yang sama kita harus jujur bahwa masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan bersama.

Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata. Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya berapa banyak program yang sudah dibuat atau berapa besar anggaran yang sudah dibelanjakan, tetapi seberapa jauh masyarakat merasakan manfaatnya.

Masih ada persoalan kemiskinan, pengangguran, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan guru, serta infrastruktur yang harus kita jawab. Semua persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan dengan satu kebijakan atau dalam waktu singkat. Dibutuhkan keseriusan, keberanian mengambil keputusan, pengawasan yang kuat, dan yang paling penting adalah kerja bersama.

Data terbaru Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin Indonesia pada Maret 2026 berada di angka 8,07 persen, atau sekitar 22,93 juta orang. Angka tersebut memang turun dibandingkan periode sebelumnya, tetapi jumlahnya tetap menunjukkan bahwa persoalan kemiskinan masih menjadi pekerjaan besar bangsa ini. 

Bagi saya, setiap angka tersebut bukan sekadar statistik. Di balik angka 22,93 juta itu ada keluarga, ada anak-anak, ada orang tua, ada pekerja, dan ada masyarakat yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, kita tidak boleh cepat berpuas diri.

* Edi Purwanto, Anggota Komisi V DPR RI Dapil Provinsi Jambi 

BACA SELENGKAPNYA DI JAMBISERU.COM

Wagub Sani: Program Kilau Emas Bentuk Komitmen Pemerintah Provinsi Jambi Berikan Apresiasi Bagi Wajib Pajak

 

Merdekapost.com - Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I menegaskan bahwa Program Kilau Emas menjadi bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam memberikan keadilan kepada para Wajib Pajak. Pernyataan ini disampaikannya pada acara Sosialisasi Program Pemberian Keringanan Pokok Dan Sanksi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun 2026 Sekaligus Pengundian Kilau Emas Bagi Wajib Pajak Yang Taat Membayar Pajak, bertempat di Ruang Pola Dinas PUTR Provinsi Jambi, Rabu (19/08/2026) pagi. 

Hadir pada acara tersebut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Agus Pirngadi, S.Sos, perwakilan Polda Jambi, Dinas Sosial, Jasa Rahardja dan undangan lainnya.

Dalam sambutan dan arahannya, Wagub Sani menyatakatan bahwa wajib pajak tidak hanya dituntut kewajiban, namun juga diberikan penghargaan kepada masyarakat yang taat pajak atas partisipasi dalam pembangunan daerah dan penguatan fiskal Provinsi Jambi. 

“Terkait dengan kegiatan Pengundian Kilau Emas, atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Provinsi Jambi Wajib Pajak yang taat membayar pajak. Pajak yang Bapak dan Ibu bayarkan merupakan salah satu komponen pendapatan asli daerah yang berperan penting dalam pembangunan daerah, baik untuk pembangunan infrastruktur publik, fasilitas sosial seperti fasilitas kesehatan, pendidikan, dan kebersihan lingkungan, serta dioptimalkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara merata di Provinsi Jambi,” ujar Wagub Sani.

Wagub Sani memberikan apresiasi yang telah mendukung dan berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Program Pemberian Keringanan Pokok dan Sanksi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun 2026 serta Pengundian Emas bagi Wajib Pajak. Agenda ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Jambi untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat Provinsi Jambi untuk membayar pajak sekaligus dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Provinsi Jambi. 

“Besar harapan kita bersama, Program Pemberian Keringanan Pokok dan Sanksi Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2026 ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat Provinsi Jambi, diantaranya memberi penghapusan denda keterlambatan, keringanan tunggakan pajak kendaraan, serta kemudahan bagi masyarakat yang melakukan proses balik nama maupun mutasi kendaraan di Provinsi Jambi. Selain itu tentu saja Pemerintah Provinsi Jambi juga memberikan penghargaan kepada masyarakat yang tertib melakukan pembayaran pajak dengan insentif yang diundi melalui program Pengundian Kilau Emas bagi Wajib Pajak yang Taat Membayar Pajak,” ucapnya.

Wagub Sani menyampaikan bahwa dengan kepatuhan dalam membayar pajak dapat tentunya dapat mendorong kesadaran masyarakat Provinsi Jambi lainnya yang termasuk Wajib Pajak untuk memenuhi kewajiban pajaknya. 

“Dan harapan kita semua, dengan kegiatan ini dapat menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat Provinsi Jambi yang Wajib Pajak untuk mendukung pembangunan daerah melalui kepatuhannya dalam membayar pajak. Saya berharap seluruh pemangku kepentingan dan pihak terkait dapat meningkatkan sinergitasnya dalam mempercepat pelaksanaan program ini di seluruh wilayah Provinsi Jambi, baik sosialisasi maupun implementasi program. Saya berpesan agar implementasi program kegiatan ini berjalan sesuai aturan, tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Wagub Sani juga menambahkan, untuk mendukung program ini, semua stakeholder harus dapat dapat bekerja optimal dengan meningkatkan kualitas pelayanan. “Kualitas pelayanan menjadi bagian penting untuk mendorong kelancaran dan kesuksesan program ini. Siapapun pihak yang terlibat dalam program ini harus dapat memberikan pelayanan yang baik, cepat, mudah, transparan dan responsif, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakannya. Dengan pelayanan berkualitas, saya yakin kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak semakin meningkat demi mendukung keberhasilan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Sekda Sudirman Sambut Purna Paskibraka Nasional: Jadi Kebanggaan, Nindya Eltsani Bawa Nama Jambi ke Tingkat Nasional

 

Merdekapost.com - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, S.H., M.H., menyambut kepulangan Nindya Eltsani Fawwaz Siswi, siswi SMA Negeri 2 Kota Sungai Penuh sekaligus Purna Paskibraka Nasional Tahun 2025, bersama orang tuanya di Bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Rabu (19/08/2026) pagi.

Kepulangan Nindya menjadi momen membanggakan bagi Pemerintah Provinsi Jambi dan masyarakat Jambi. Nindya sebelumnya mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas sebagai pembawa baki dalam rangkaian peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kepercayaan tersebut menjadi sebuah kehormatan sekaligus bukti bahwa putra-putri Jambi mampu menunjukkan kemampuan dan dedikasi di tingkat nasional.

Dalam penyambutan tersebut, Sekda Sudirman turut didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jambi Drs. Ismed Wijaya dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi Drs. Ariansyah, M.E.

Sekda Sudirman menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Nindya atas keberhasilan menjalankan tugas yang dipercayakan kepadanya. Menurutnya, prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Nindya dan keluarga, tetapi juga membawa nama baik sekolah, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, hingga masyarakat Jambi secara keseluruhan.

“Kami berbangga hati dan berterima kasih kepada ananda Nindya yang sudah membawa nama baik keluarga, tentunya, dan juga nama baik Pemerintah Provinsi Jambi dan masyarakat Jambi,” ujar Sekda Sudirman.

Dikatakan Sekda Sudirman, tugas sebagai pembawa baki dalam rangkaian upacara kenegaraan bukanlah tugas yang ringan. Dibutuhkan kedisiplinan, ketelitian, kesiapan mental, kemampuan fisik, serta rasa tanggung jawab yang tinggi. Karena itu, kepercayaan yang diberikan kepada Nindya merupakan sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.

Nindya dipercaya mewakili Purna Paskibraka untuk membawa baki dalam prosesi penerimaan Bendera Merah Putih. Tugas tersebut, menurut Sekda Sudirman, merupakan bentuk penghargaan atas kemampuan dan rekam jejak Nindya selama menjalankan proses pembinaan sebagai anggota Paskibraka.

“Ananda Nindya sudah berhasil selaku Purna, mewakili Purna Paskibraka angkatan yang dipercayakan membawa baki untuk menerima Bendera Merah Putih. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua,” katanya.

Sekda Sudirman juga memberikan apresiasi kepada orang tua Nindya yang selama ini memberikan dukungan dan pendampingan. Menurutnya, keberhasilan seorang anak dalam mencapai prestasi tidak terlepas dari peran keluarga yang senantiasa memberikan motivasi, pendidikan, doa, serta dukungan dalam setiap proses yang dijalani.

“Sekaligus juga kita memberikan apresiasi tentunya bagi orang tua. Terima kasih kepada orang tua yang sudah mendampingi dengan sangat luar biasa, sehingga ananda Nindya dapat melaksanakan tugas dengan baik,” ungkapnya.

Sekda Sudirman berharap prestasi yang diraih Nindya tidak berhenti pada sebuah pencapaian pribadi. Pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan Paskibraka diharapkan dapat menjadi bekal untuk terus mengembangkan diri sekaligus memberikan inspirasi kepada generasi muda lainnya.

Selain itu, Sekda Sudirman juga meminta Nindya dapat menjadi contoh yang baik bagi adik-adiknya di sekolah, terutama dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, nasionalisme dan semangat untuk berprestasi.

“Kami berharap agar ananda Nindya juga bisa memberikan contoh-contoh yang baik kepada adik-adiknya nanti di sekolah, sehingga bisa menularkan generasi-generasi Paskibraka yang terus berkiprah dalam skala nasional,” harapnya.

Dijelaskan Sekda Sudirman, keberadaan Paskibraka bukan semata-mata tentang kemampuan baris-berbaris atau menjalankan tugas dalam upacara. Lebih dari itu, Paskibraka merupakan wadah pembentukan karakter generasi muda agar memiliki kedisiplinan, rasa cinta tanah air, semangat kebangsaan, tanggung jawab, serta kemampuan menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Karena itu, Pemerintah Provinsi Jambi terus mendorong agar para pelajar memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi dan mengukir prestasi di berbagai bidang. Prestasi yang diraih oleh putra-putri Jambi di tingkat nasional diharapkan dapat menjadi motivasi bagi pelajar lainnya untuk berani bermimpi, bekerja keras, dan memberikan kontribusi terbaik bagi daerah,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekda Sudirman juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi akan kembali menyambut kedatangan salah satu putra terbaik Jambi, Fahri, pada Sabtu mendatang.

Fahri juga menjadi bagian dari generasi muda Jambi yang berhasil mendapatkan kepercayaan untuk menjalankan tugas pada tingkat nasional. Ia tercatat pernah mendapat kepercayaan mengemban tugas mengibarkan Bendera Pusaka pada peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.

“Insya Allah kita juga akan menyambut pada hari Sabtu kedatangan ananda Fahri. Alhamdulillah, masuk dalam kategori putra terbaik Jambi yang membawa bendera, mengibarkan Bendera Pusaka di Istana Negara pada saat tanggal 17 Agustus yang lalu,” sebutnya.

Menurut Sekda Sudirman, keberhasilan Nindya maupun Fahri merupakan bagian dari catatan prestasi generasi muda Jambi yang patut dibanggakan. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelajar dari Provinsi Jambi memiliki kemampuan untuk bersaing dan mendapatkan kepercayaan dalam berbagai kegiatan kenegaraan di tingkat nasional.

Sekda Sudirman berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh pelajar di Provinsi Jambi, baik siswa SMA, SMK maupun Madrasah Aliyah. Para pelajar diharapkan tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga mengembangkan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan dan kepedulian terhadap lingkungan serta masyarakat.

“Ini juga bagian dari kebanggaan kita, masyarakat Jambi. Ini kiranya bisa menjadi contoh bagi anak-anak kita, anak-anak SMA, SMK, Madrasah Aliyah, hendaknya bisa mencontoh agar bisa memberikan yang terbaik juga. Baik itu bagi dirinya, sekolah, orang tua, maupun bagi masyarakat Provinsi Jambi,” tegasnya.

Sekda Sudirman kembali menyampaikan ucapan terima kasih kepada Nindya dan keluarga atas dedikasi serta perjuangan yang telah diberikan. Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama menjadi Paskibraka dapat menjadi modal penting bagi Nindya dalam melanjutkan pendidikan dan menggapai cita-cita di masa mendatang.

“Terima kasih sekali lagi kepada ananda Nindya dan juga orang tua yang sudah mendampingi sangat luar biasa, sehingga dapat melaksanakan tugas dengan baik,” pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Jambi berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap pembinaan generasi muda, termasuk melalui berbagai program pengembangan karakter, kepemimpinan dan wawasan kebangsaan. Prestasi para Paskibraka Jambi di tingkat nasional diharapkan menjadi bagian dari upaya mencetak generasi muda yang berintegritas, berprestasi dan memiliki semangat untuk terus mengharumkan nama Provinsi Jambi di tingkat nasional. (*)

Membaca Ulang Paradoks Jambi: Dari Kekayaan Sumber Daya Alam Menuju Nilai Tambah

 

Oleh: Yulfi Alfikri Noer, S.IP., M.AP.

Akademisi UIN STS Jambi

Dalam membaca pembangunan Jambi, kekayaan sumber daya alam sering ditempatkan sebagai ukuran awal untuk menjelaskan tingkat kesejahteraan masyarakat. Jambi memang memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi kesejahteraan masyarakat belum sepenuhnya mencerminkan besarnya kekayaan tersebut. Kekayaan alam memang harus memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat. Namun, persoalan muncul ketika kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, pendidikan, kesehatan dan lingkungan langsung dijadikan bukti kegagalan pemerintah mengelola kekayaan daerah. Hubungan antara kekayaan sumber daya alam dan kesejahteraan masyarakat sesungguhnya tidak sesederhana itu, karena di antara keduanya terdapat mata rantai ekonomi dan kelembagaan yang tidak seluruhnya berada dalam kendali pemerintah daerah.

Sumber daya alam yang berada di suatu wilayah tidak otomatis menjadi kekuasaan ekonomi pemerintah daerah atas seluruh nilai yang dihasilkannya. Minyak dan gas, batu bara, emas, perkebunan dan kehutanan berada dalam sistem yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, regulasi sektoral, perizinan, penerimaan negara, dana bagi hasil, perusahaan, pasar, investasi, infrastruktur dan jaringan perdagangan. Karena itu, menyamakan kekayaan SDA dengan kapasitas fiskal dan kewenangan daerah untuk mengendalikan seluruh nilai ekonominya tidak cukup menjelaskan kompleksitas struktur ekonomi dan kewenangan yang membentuknya. Persoalan tersebut membutuhkan pembacaan yang lebih jernih tentang struktur ekonomi yang sesungguhnya bekerja di baliknya.

Pertanyaan yang lebih substantif bukan berapa besar SDA yang dimiliki Jambi, melainkan berapa besar nilai tambah yang mampu ditangkap perekonomian daerah. Daerah dapat menjadi penghasil komoditas dalam jumlah besar, tetapi memperoleh bagian nilai tambah terbatas apabila pengolahan, perdagangan, pembiayaan, teknologi, logistik dan industri pendukung berlangsung di luar daerah. Di sinilah persoalan struktural Jambi, bukan semata memiliki SDA, tetapi belum sepenuhnya mampu mengubah ekonomi berbasis komoditas menjadi ekonomi berbasis nilai tambah.

Selama komoditas keluar dalam bentuk bahan mentah atau setengah jadi, sebagian nilai ekonomi berpotensi tercipta di luar wilayah produksi. Karena itu, peningkatan kesejahteraan Jambi tidak dapat hanya bertumpu pada eksploitasi SDA. Kekayaan tersebut harus ditransformasikan melalui hilirisasi, industrialisasi, peningkatan produktivitas, penguatan rantai pasok, konektivitas, logistik, investasi, teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Data pembangunan juga harus dibaca secara utuh. Pada 2025, ekonomi Jambi tumbuh 4,93 persen, meningkat dari 4,50 persen pada 2024. PDRB atas dasar harga berlaku mencapai Rp349,66 triliun dengan PDRB per kapita Rp92,79 juta. Pada September 2025, persentase penduduk miskin turun menjadi 6,89 persen. IPM 2025 mencapai 75,13, meningkat dari 74,36 pada 2024. Tingkat Pengangguran Terbuka November 2025 berada pada 4,08 persen, sementara Gini Ratio September 2025 turun menjadi 0,291 dari 0,315 pada September 2024 (BPS Prov. Jambi).

Angka tersebut tidak berarti seluruh persoalan selesai. Kemiskinan masih ada, pendidikan dan kesehatan perlu diperbaiki, produktivitas tenaga kerja harus ditingkatkan dan ketergantungan komoditas masih kuat. Tetapi data yang sama juga tidak memungkinkan pembangunan digambarkan hanya sebagai kegagalan. Ketika kemiskinan turun, IPM meningkat, pengangguran menurun, ketimpangan membaik dan ekonomi tumbuh, terdapat perubahan yang harus diakui. Artinya, pembangunan bergerak, tetapi transformasinya belum selesai.

Persoalan berikutnya adalah atribusi. Kemiskinan tidak lahir hanya dari APBD. Pengangguran tidak hanya ditentukan pemerintah daerah. Harga komoditas dipengaruhi pasar, sedangkan investasi dipengaruhi kondisi makroekonomi, kebijakan nasional, suku bunga, kepastian hukum, infrastruktur dan ekspektasi pasar. Pendidikan, kesehatan, lingkungan dan ketimpangan juga merupakan hasil akumulasi berbagai kebijakan dalam jangka panjang. Karena itu, persoalan yang muncul dalam satu periode pemerintahan tidak otomatis disebabkan oleh pemerintahan tersebut. Hubungan waktu bukan hubungan sebab-akibat.

Pemerintah tetap harus diuji, tetapi pada variabel yang berada dalam kewenangan dan pengaruhnya. Bukan sekadar apakah kemiskinan masih ada, melainkan apakah kebijakan menurunkannya. Bukan sekadar apakah pengangguran ditemukan, melainkan apakah kebijakan ekonomi menciptakan pekerjaan produktif. Bukan sekadar apakah infrastruktur dibangun, melainkan apakah infrastruktur itu menurunkan biaya ekonomi, membuka akses, memperluas pasar, meningkatkan produktivitas dan mendorong investasi.

Hal yang sama berlaku dalam menilai sebuah proyek pembangunan. Sebuah proyek tidak dapat disebut berorientasi politik atau pencitraan hanya karena memiliki bentuk fisik, membutuhkan anggaran besar atau menjadi perhatian publik. Penilaian semacam itu membutuhkan pembuktian mengenai tujuan kebijakan, kebutuhan yang dijawab, penerima manfaat, biaya, manfaat dan dampaknya terhadap perekonomian daerah. Tanpa ukuran tersebut, evaluasi kebijakan mudah bergeser menjadi atribusi terhadap motif. Dalam kebijakan publik, motif tidak dapat menggantikan bukti.

Pembangunan karena itu tidak dapat dinilai hanya dari keberadaan proyek. Sebuah proyek tidak otomatis baik karena selesai dibangun, tetapi juga tidak otomatis buruk karena berbentuk fisik. Ukurannya adalah fungsi dan dampaknya. Jalan, konektivitas, infrastruktur digital, air bersih, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pelabuhan merupakan bagian dari ekosistem kesejahteraan apabila mampu memperkuat akses dan produktivitas. Pembangunan fisik dan manusia harus dihubungkan dalam satu desain yang menghasilkan outcome.

Di sisi lain, kebijakan publik selalu berhadapan dengan keterbatasan sumber daya. Tidak semua kebutuhan dapat dibiayai sekaligus dan tidak semua program memiliki dampak yang sama. Menentukan prioritas bukan sekadar memilih antara kebutuhan masyarakat dan proyek pembangunan, melainkan menentukan intervensi yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi paling besar dengan sumber daya yang tersedia. Setiap pilihan anggaran mengandung konsekuensi karena sumber daya yang digunakan untuk satu program mengurangi ruang bagi pilihan lainnya. Karena itu, trade-off dan opportunity cost menjadi bagian penting dalam membaca prioritas pembangunan.

Struktur ketenagakerjaan Jambi juga menunjukkan perlunya agenda transformasi ekonomi yang lebih serius. Pada Agustus 2025, sekitar 43,36 persen tenaga kerja berada pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan, sementara 57,27 persen pekerja berada di sektor informal. Angka ini bukan alasan meninggalkan sektor primer, tetapi menunjukkan perlunya menaikkan kelas sektor tersebut. Pertanian harus bergerak menuju agribisnis, komoditas masuk industri pengolahan, petani terhubung dengan rantai nilai, tenaga kerja memperoleh keterampilan produktif, UMKM terhubung dengan pasar dan pembiayaan, serta infrastruktur memperkuat pusat produksi.

Transformasi ekonomi Jambi bukan berarti meninggalkan SDA, melainkan mengubah cara memperoleh manfaat, dari menjual komoditas menjadi mengolahnya, dari bahan mentah menjadi produk bernilai tambah, dari pemasok bahan baku menjadi bagian rantai industri, dari tenaga kerja biasa menjadi tenaga kerja produktif dan dari pertumbuhan berbasis sektor primer menuju ekonomi yang beragam.

Di sinilah makna kesejahteraan harus diletakkan. Kesejahteraan tidak hanya berarti menurunnya angka kemiskinan, tetapi juga kemampuan masyarakat memperoleh pekerjaan layak, meningkatkan pendapatan, memperoleh pendidikan berkualitas, mendapatkan layanan kesehatan, menikmati lingkungan yang baik, memiliki akses pasar dan memperoleh peluang meningkatkan kualitas hidup.

Pada akhirnya, pembangunan Jambi tidak dapat dinilai melalui satu indikator, satu proyek atau satu persoalan. Jambi tidak tanpa masalah, tetapi juga tidak tanpa perubahan. Pekerjaan besarnya adalah memastikan pertumbuhan tidak berhenti pada PDRB, kekayaan alam tidak berhenti pada produksi, infrastruktur tidak berhenti pada bangunan, investasi tidak berhenti pada realisasi dan program sosial tidak berhenti pada jumlah penerima manfaat. Semuanya harus bergerak menuju outcome.

Pada akhirnya, pertanyaan terpenting bukan sekadar apakah Jambi kaya sumber daya alam, melainkan sejauh mana kekayaan tersebut mampu dikonversi menjadi nilai tambah yang tinggal di daerah, produktivitas yang meningkat, pekerjaan berkualitas dan kesejahteraan yang semakin merata. Di titik inilah masa depan ekonomi Jambi dipertaruhkan. Kualitas kebijakan publik tidak cukup diukur dari narasi yang dibangun, melainkan dari ketepatan membaca persoalan, konsistensi kebijakan dan perubahan nyata yang dihasilkannya. Jika transformasi belum sepenuhnya tercapai, pekerjaan rumahnya bukan memperbesar paradoks, melainkan memperkecil jarak antara kekayaan yang dimiliki, nilai tambah yang dihasilkan dan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat. (*)

Tawuran Bujang Madesu di Depan WTC Batanghari Berujung Korban Jiwa, Kapolda Jambi Tegaskan Proses Hukum Jalan

JAMBI – Tawuran antarkelompok bujang madesu di kawasan depan Mall WTC Batanghari, Kota Jambi, Sabtu 15 Agustus 2026, meninggalkan duka mendalam.

Aksi kekerasan yang sempat menghebohkan masyarakat itu dilaporkan berujung pada timbulnya korban jiwa.

Pasca kejadian tersebut, jajaran kepolisian langsung melakukan penanganan perkara dan berbagai langkah lanjutan.

Tidak hanya memastikan proses hukum berjalan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat, Polresta Jambi juga menunjukkan kepedulian dengan mendatangi keluarga korban.

Personel Polsek Pasar Polresta Jambi melaksanakan takziah dan silaturahmi ke kediaman orang tua korban di Jalan Bahagia RT 17, Kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjab Barat, Senin 17 Agustus 2026.

Kehadiran polisi di rumah duka menjadi bentuk empati sekaligus upaya membangun komunikasi dengan keluarga yang tengah kehilangan anggota keluarganya akibat peristiwa tawuran tersebut.

Dalam kegiatan itu, personel Polsek Pasar yang hadir, Ipda Irwan Kurniawan dan Bripka K Handoko, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Mereka juga memberikan perhatian kepada keluarga sekaligus memastikan komunikasi antara keluarga korban dan pihak kepolisian tetap berjalan dengan baik selama proses penanganan perkara berlangsung.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar melalui Kabid Humas Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut.

Menurutnya, kepolisian memastikan penanganan hukum dilakukan secara profesional terhadap setiap pihak yang terbukti terlibat.

Kata dia, Polda Jambi dan jajaran menyampaikan turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga korban.

"Kami memastikan proses hukum terhadap setiap pihak yang terbukti terlibat akan dilakukan secara tegas, profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Kombes Pol Erlan Munaji menyampaikan pesan Kapolda Jambi.

Erlan mengatakan, kehadiran personel kepolisian di kediaman keluarga korban bukan hanya untuk menyampaikan belasungkawa.

Kegiatan tersebut juga dilakukan untuk mempererat komunikasi serta memastikan situasi tetap kondusif setelah peristiwa tawuran yang menimbulkan korban jiwa tersebut.

“Kami juga mengajak keluarga dan seluruh masyarakat untuk tetap tenang serta mempercayakan penanganan perkara kepada kepolisian. Kami membutuhkan dukungan masyarakat agar setiap proses dapat berjalan dengan baik dan tidak menimbulkan persoalan baru,” lanjutnya.

Dalam silaturahmi tersebut, keluarga korban menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan jajaran Polresta Jambi.

Pihak keluarga juga menyatakan menyerahkan sepenuhnya proses hukum terkait peristiwa tawuran di depan Mall WTC Batanghari kepada pihak kepolisian.

Peristiwa ini kembali menjadi perhatian serius aparat karena aksi tawuran yang melibatkan kelompok bujang madesu bukan hanya mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga dapat berujung pada konsekuensi fatal.

Polda Jambi bersama jajaran pun menegaskan akan terus melakukan langkah pencegahan dan penegakan hukum terhadap aksi kekerasan yang meresahkan masyarakat.

“Tidak ada ruang bagi aksi kekerasan dan tawuran yang meresahkan masyarakat. Polri akan terus hadir memberikan perlindungan, pelayanan dan penegakan hukum, namun tetap mengedepankan pendekatan yang humanis kepada masyarakat,” pungkas Kombes Pol Erlan Munaji.

Polisi mengajak masyarakat, khususnya kalangan generasi muda, untuk tidak terlibat dalam aksi tawuran dan kekerasan.

Setiap persoalan, menurut kepolisian, harus diselesaikan melalui cara-cara yang tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.*

Momen HUT RI ke-81, Aksi Pembersihan Sampah Jalur Pendakian Gunung Tujuh, 580 Kilogram Sampah Terkumpulkan

KERINCI — Pada Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kerinci di isi dengan kegiatan peduli lingkungan. Sebanyak 150 peserta terlibat dalam aksi bersih-bersih di kawasan pendakian Danau Gunung Tujuh.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Aksi Bersih di 81 Kawasan Konservasi yang di gelar Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB TNKS), Minggu (16/8/2026).

Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari relawan, mahasiswa hingga anggota Pramuka. Mereka menyusuri jalur pendakian untuk mengumpulkan sampah yang ditemukan di kawasan konservasi tersebut.

Aksi bersih lingkungan itu mencakup area sepanjang sekitar 41,3 kilometer. Dari kegiatan tersebut, peserta berhasil mengumpulkan dan mengangkut sekitar 580 kilogram sampah.

Dari total sampah yang terkumpul, sekitar 30 kilogram di antaranya masih memiliki nilai daur ulang. Sampah tersebut kemudian diserahkan kepada pemulung lokal agar dapat dimanfaatkan kembali.

Penelaah Teknis Kebijakan BB TNKS, Meri Deswita, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menjaga kebersihan kawasan wisata alam sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan kawasan wisata alam yang bersih sekaligus mengajak masyarakat mencintai lingkungan,” ujar Meri, Senin (17/8/2026).

Sampah Di bawa Turun dari Jalur Pendakian

Meri menjelaskan, sampah yang di kumpulkan peserta di bawa turun dari kawasan pendakian. Selanjutnya, sampah ditimbang dan di pilah sebelum di bawa ke tempat pembuangan akhir.

Dalam kegiatan tersebut, tim juga menemukan sedikitnya delapan kantong plastik berukuran besar yang berisi sampah dari sepanjang jalur pendakian Danau Gunung Tujuh.

Menurut Meri, kegiatan bersih-bersih tidak hanya bertujuan mengurangi sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan wisatawan agar lebih bertanggung jawab ketika berada di kawasan konservasi.

Ia mengimbau pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan serta membawa kembali sampah yang di hasilkan selama melakukan aktivitas di kawasan wisata.

“Ini juga menjadi edukasi bagi masyarakat agar mencintai alam dan tidak membuang sampah sembarangan. Dengan begitu, kawasan tetap bersih dan indah,” katanya.

Momentum Kemerdekaan untuk Menjaga Lingkungan

Aksi bersih di kawasan Danau Gunung Tujuh menjadi salah satu cara memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui kegiatan nyata dan semangat gotong royong.(*)

Inilah 4 Pejabat Utama di Jajaran Kejaksaan Tinggi Jambi yang Dilantik

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi, Sugeng Hariadi, melantik empat pejabat utama di jajaran Kejaksaan Tinggi Jambi, Selasa (18/8/2026)

JAMBI - Sebanyak empat pejabat utama di jajaran Kejaksaan Tinggi Jambi dilantik pada Selasa (18/8/2026).

Pelantikan dan pengambilan sumpah itu langsung dipimpin Kepala Kejati Jambi, Sugeng Hariadi.

Pelantikan tersebut berlangsung di Aula Kejaksaan Tinggi Jambi.

Kamin resmi menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jambi setelah dilantik oleh Kajati Jambi.

Sebelumnya, Kamin menjabat sebagai Asisten Pemulihan Aset Kejati Jambi. 

Dalam kesempatan yang sama, Sugeng Hariadi juga melantik sejumlah pejabat utama di lingkungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jambi.

Sugeng mengatakan, rotasi dan pelantikan pejabat tersebut merupakan bagian dari penyegaran organisasi.

Langkah ini sekaligus untuk memperkuat jajaran pimpinan dalam meningkatkan pelaksanaan tugas dan fungsi kejaksaan.

"Khususnya dalam memberikan pelayanan hukum dan penegakan hukum yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada keadilan dan kemanfaatan bagi masyarakat," ujarnya.

Selain Kamin, terdapat tiga pejabat lainnya yang turut dilantik.

Daftar 4 Pejabat Utama di Jajaran Kejati yang Dilantik

Berikut daftar pejabat utama di jajaran Kejaksaan Tinggi Jambi yang dilantik hari ini:

- Mia Banulita sebagai Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Jambi.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Koordinator pada Kejaksaan Agung RI.

Mia Banulita menggantikan Bima Suprayoga yang mendapat tugas baru sebagai Direktur V pada Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan Agung RI.

- Kamin sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jambi.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Asisten Pemulihan Aset Kejati Jambi.

- Romi Arizyanto sebagai Asisten Pemulihan Aset Kejati Jambi.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kepala Bagian Keuangan pada Jaksa Agung Muda Pengawasan Kejaksaan Agung RI.

- Alfian Bombing sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tebo.

Sebelumnya, ia menjabat sebagai Kajari Timor Tengah Selatan.

Alfian menggantikan Abdurahman yang mendapat tugas sebagai Kajari Karanganyar.

Kajati Jambi Ingatkan Pentingnya Integritas

Amanat Kajati

Dalam amanatnya, Kajati Jambi Sugeng Hariadi menyampaikan pesan Jaksa Agung RI kepada seluruh insan Adhyaksa.

Ia meminta jajaran kejaksaan mampu menunjukkan jati diri sebagai abdi negara yang tangguh, profesional, dan berintegritas.

Hal tersebut dinilai penting di tengah perkembangan era digital dan globalisasi yang membuat tantangan penegakan hukum semakin kompleks.

“Kita harus berani menjadi pelopor perubahan penegakan hukum dengan nurani, menolak penyimpangan, dan berpegang teguh pada nilai kejujuran serta keadilan.

"Kita harus berani berkata benar di tengah tekanan, harus tetap jujur meski dihadapkan dengan godaan jabatan dan materi, serta harus bijak dalam setiap tindakan,” kata Sugeng Hariadi.

Menurut Sugeng, tugas kejaksaan tidak hanya berkaitan dengan proses penuntutan.

Kejaksaan juga harus mampu hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dan bangsa.

Penegakan hukum, kata dia, harus dilakukan secara humanis dengan tetap menjaga keseimbangan antara kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan.

Karena itu, Sugeng meminta seluruh jajaran Kejati Jambi terus meningkatkan kemampuan, kapasitas, dan integritas dalam menjalankan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Ia juga mendorong percepatan penegakan hukum untuk mendukung berbagai program pemerintah.

“Jadilah pemimpin perubahan. Jangan hanya mengikuti, tetapi berani membawa ide dan gagasan baru yang membangun.

"Pegang teguh integritas, sekali kepercayaan hilang, sulit untuk dikembalikan. Dan bekerjalah dengan hati. Karena keadilan yang sejati lahir dari keikhlasan dalam pengabdian,” tegasnya.

Selain itu, Kajati Jambi memberikan perhatian khusus terhadap penanganan perkara tindak pidana khusus.

Ia meminta perkara tindak pidana khusus ditangani secara profesional, akuntabel, efektif, dan efisien dengan tetap berpedoman pada prinsip hukum serta ketentuan yang berlaku.

“Tingkatkan penanganan perkara tindak pidana khusus secara profesional, akuntabel, efektif, efisien, dan taat asas,” ujar Kajati.

(Adz)

Pawai Pembangunan HUT RI ke-81 Batang Hari Meriah, Pelajar dan Masyarakat Tumpah Ruah

 

Merdekapost.com – Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Batang Hari semakin meriah dengan digelarnya Pawai Pembangunan, Selasa (18/8/2026).

Ribuan peserta dari berbagai kalangan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Pelajar, organisasi, komunitas, hingga masyarakat umum tampil dengan beragam kostum, atribut, serta kreasi yang menggambarkan semangat kemerdekaan dan keberagaman budaya.

Suasana semakin semarak ketika para peserta melintas di hadapan masyarakat. Kibaran bendera Merah Putih, yel-yel, serta berbagai penampilan atraktif membuat sepanjang jalur pawai dipenuhi antusiasme warga yang datang untuk menyaksikan perayaan tersebut.

Bupati Batang Hari, Mhd. Fadhil Arief, turut hadir dan menyaksikan langsung kemeriahan pawai. Ia terlihat berbaur bersama peserta dan memberikan semangat kepada masyarakat serta para pelajar yang mengikuti kegiatan.

Salah satu yang menarik perhatian dalam pawai tersebut adalah keterlibatan kelompok pelajar yang menampilkan serenade dengan penuh kekompakan. Para peserta tampil mengenakan busana bernuansa hijau dan putih, lengkap dengan atribut kelompok, sehingga menambah warna dalam rangkaian Pawai Pembangunan.

Tidak hanya menampilkan kreativitas, pawai juga menjadi momentum untuk memperkenalkan keberagaman budaya dan potensi masyarakat Batang Hari. Peserta dari berbagai kelompok menunjukkan bahwa semangat pembangunan dapat diwujudkan melalui kebersamaan, kreativitas, dan partisipasi masyarakat.

Kemeriahan Pawai Pembangunan menjadi gambaran antusiasme masyarakat Batang Hari dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh kegembiraan, persatuan, dan semangat membangun daerah.

Melalui kegiatan ini, semangat kemerdekaan diharapkan tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga mampu memperkuat rasa kebersamaan serta mendorong seluruh elemen masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Batang Hari. (*)

Edi Purwanto: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata untuk Rakyat

 

Oleh: Edi Purwanto *

Memasuki peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, saya mengajak seluruh masyarakat untuk kembali memaknai arti kemerdekaan secara lebih luas. Para pendahulu kita telah mengorbankan tenaga, pikiran, harta, bahkan nyawa untuk membawa bangsa ini keluar dari penjajahan. Tugas kita hari ini adalah memastikan perjuangan tersebut menghasilkan kehidupan yang semakin baik bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang.

Bagi saya, kemerdekaan harus menghadirkan manfaat yang nyata. Rakyat harus semakin sejahtera, pembangunan harus semakin merata, kesempatan harus semakin terbuka, dan tidak boleh ada masyarakat yang merasa tertinggal dalam menikmati kemajuan bangsa.

Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kerja Nyata

Setiap generasi memiliki tugasnya masing-masing dalam mengisi kemerdekaan. Kalau para pahlawan dahulu berjuang dengan mengangkat senjata dan mempertaruhkan kehidupan mereka, maka perjuangan kita hari ini dilakukan melalui kerja, pengabdian, gotong royong, dan upaya membangun bangsa.

Sebagai bagian dari lembaga legislatif, saya memandang kerja nyata untuk rakyat harus menjadi bagian utama dari semangat kemerdekaan. Kita tidak boleh hanya berbicara mengenai cita-cita besar, tetapi harus menerjemahkannya menjadi kebijakan dan program yang benar-benar memberikan manfaat.

Rakyat membutuhkan lapangan pekerjaan, pendidikan yang berkualitas, pelayanan kesehatan yang baik, infrastruktur yang memadai, serta kesempatan untuk meningkatkan taraf hidup. Semua itu merupakan bagian dari pekerjaan besar yang harus terus kita perjuangkan.

Kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai simbol. Merah putih yang kita kibarkan harus menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerjaan yang harus kita selesaikan bersama.

Indonesia Harus Semakin Kuat

Di usia 81 tahun, saya berharap Indonesia semakin kuat menghadapi berbagai tantangan. Dunia terus berubah dan persaingan antarnegara semakin ketat. Kita harus memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, ekonomi yang kuat, serta masyarakat yang mampu berdiri di atas kemampuan sendiri.

Kekuatan Indonesia bukan hanya ditentukan oleh pemerintah. Kekuatan bangsa ini berada pada seluruh rakyatnya.

Karena itu, persatuan menjadi modal yang sangat penting. Perbedaan pilihan, latar belakang, daerah, maupun pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk memecah persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.

Kita boleh berbeda pendapat, tetapi tujuan kita harus tetap sama, yaitu membangun Indonesia yang lebih baik.

Kesejahteraan Rakyat Harus Menjadi Tujuan

Kemerdekaan akan semakin bermakna ketika rakyat merasakan peningkatan kesejahteraan dalam kehidupan sehari-hari.

Saya berharap pembangunan nasional terus memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk tumbuh. Petani harus semakin produktif, nelayan semakin sejahtera, pekerja mendapatkan perlindungan dan kesempatan yang baik, pelaku UMKM mampu mengembangkan usaha, dan generasi muda mendapatkan peluang untuk membangun masa depan.

Pembangunan juga harus dirasakan secara merata.

Jangan sampai kemajuan hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu, sementara masyarakat di daerah lain masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan akses terhadap berbagai layanan dasar.

Pemerataan pembangunan merupakan bagian penting dari cita-cita kemerdekaan.

Gotong Royong Adalah Kekuatan Bangsa

Salah satu kekuatan Indonesia yang harus terus kita pertahankan adalah semangat gotong royong.

Gotong royong mengajarkan kita bahwa persoalan bangsa tidak mungkin diselesaikan oleh satu pihak saja. Pemerintah, DPR, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi masyarakat, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat harus berjalan bersama.

Saya percaya bahwa ketika seluruh komponen bangsa bersatu, berbagai persoalan yang berat sekalipun akan lebih mudah dihadapi.

Semangat gotong royong juga menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan hanya tugas pemerintah. Masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan, menjaga persatuan, mendukung pembangunan, serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif.

Menjaga Persatuan Indonesia

HUT ke-81 Republik Indonesia juga harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan.

Kita telah belajar dari sejarah bahwa bangsa Indonesia bisa meraih kemerdekaan karena memiliki semangat persatuan. Para pahlawan datang dari berbagai daerah dan latar belakang, tetapi mereka memiliki satu tujuan: Indonesia merdeka.

Semangat tersebut harus terus kita jaga.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, masyarakat harus semakin bijak. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah. Perbedaan pilihan politik juga jangan sampai merusak hubungan persaudaraan.

Setelah kontestasi politik selesai, kita semua kembali menjadi satu keluarga besar Indonesia.

Yang harus kita bangun adalah masa depan bersama.

Generasi Muda Adalah Masa Depan Bangsa

Saya juga memberikan perhatian besar kepada generasi muda. Mereka adalah penerus perjuangan bangsa yang akan menentukan seperti apa Indonesia pada masa mendatang.

Generasi muda harus mendapatkan ruang untuk berkembang, berkreasi, berinovasi, dan menyampaikan gagasan.

Kita tidak boleh hanya meminta anak muda menjadi penerus, tetapi juga harus memberikan mereka kesempatan untuk menjadi bagian dari proses pembangunan sejak sekarang.

Pendidikan, keterampilan, teknologi, kewirausahaan, dan kreativitas harus terus didorong.

Saya percaya Indonesia memiliki potensi besar karena memiliki generasi muda yang jumlahnya sangat besar. Jika potensi tersebut dikelola dengan baik, generasi muda dapat menjadi kekuatan utama Indonesia untuk bersaing di tingkat global.

* Edi Purwanto, Anggota DPR RI Komisi V Fraksi PDI Perjuangan dapil Provinsi Jambi 

SELENGKAPNYA BACA DI JAMBISERU.COM

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs