Libur Lebaran, Desa Wisata Pentagen Dipadati Pengunjung

Desa Wisata Pentagen Dipadati Pengunjung

Merdekapost.com - Ribuan wisatawan memanfaatkan akhir pekan di momen libur lebaran dengan berkunjung dan menikmati berbagai destinasi wisata. di antarnya Desa Wisata Pentagen yang ramai dipadati pengunjung pada libur lebaran 2024 

Ribuan wisatawan lokal dari kerinci hingga luar dari provinsi jambi memadati objek wisata Taman Pertiwi Pentagen yang berada di Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Jambi. Para wisatawan asyik memberi ikan makan yang bisa di sentuh langsung oleh wisatawan sambil menikmati live musik sambil karaokean.

Salah satu wisatawan mengatakan, momen libur lebaran ini dimanfaatkan dengan berlibur ke Desa Wisata Pentagen  bersama keluarga. Meskipun dirinya harus terjebak macet hingga berjam-jam. 

"Setiap tahun ke sini dan tempat ini cocok banget buat ajak keluarga, teman, untuk rekreasi, ramai juga," ujar wisatawan bernama Rizal.

Lokasi Parkir di Wisata Taman Pertiwi Pentagen

Sementara wisata Taman Pertiwi tercatat setiap harinya ratusan pengunjung memadati wisata yang di kelola oleh bumdes pentagen yang pernah di kunjungi menteri kemenparekraf Sandiaga Uno. 

Di objek wisata ini, para pengunjung bisa berswafoto dan bisa menikmati dengan suasana alam yang masih alami, Mereka juga bisa menikmati sejumlah wahana yang disediakan. (rdp)

Gubernur Alharis Resmikan Desa Wisata Dewi Rebung di Desa Rengas Bandung

PJ Bupati Muaro Jambi Dampingi Gubernur Resmikan Desa Wisata Dewi Rebung (doc/ist/hms)

SENGETI, MERDEKAPOST - PJ Bupati Muaro Jambi Bachyuni Deliansyah mendampingi Gubernur Jambi H Al Haris meresmikan Desa Wisata yang berada di Desa Rengas Bandung, Kabupaten Muaro Jambi.

Desa wisata dengan nama “Dewi Rebung” Wisata Sunge Alam Ranggo itu merupakan objek wisata air yang mana disana terdapat tempat mencari ikan atau bekarang.

Dalam sambutan dan arahannya Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi dan menyambut baik terkait dengan pengembangan potensi wisata yang ada di Desa Rengas Bandung.

Katanya, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia berupaya membangkitkan ekonomi nasional melalui pengembangan Desa Wisata.

“Peran serta masyarakat sangat diperlukan agar program pengembangan Desa Wisata dapat berjalan sesuai harapan kita bersama, memberi dampak konkret bagi kesejahteraan masyarakat, berkeadilan, dan tepat sasaran,” ujar Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris mengatakan, Dewi Rebung ini menjadi wujud partisipasi aktif dan gerakan kolektif masyarakat Desa Rengas Bandung untuk mengembangkan potensi desanya demi memperkuat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Gubernur juga tradisi bekarang merupakan tradisi menangkap ikan yang dilakukan masyarakat dahulu disebuah rawa atau sungai yang dilakukan secara bersama-sama dengan menggunakan tangan kosong ataupun alat tradisional seperti tangkul dan lain sebagainya.

“Tangkul ini merupakan cara menangkap ikan ala orang Jambi bengen dulu pak, pada tahun 1990-an saya merantau ke Jambi dan tangkul ini banyak di Danau Sipin dulu, akan tetapi sekarang tradisi ini semakin hilang. Kemudian saya sangat setuju ini bisa dilestarikan kembali, ketika kepingin nangkul maka datanglah ke Desa Rengas Bandung ini,” ucap Gubernur Al Haris.

Lebih lanjut Gubernur Al Haris menuturkan, tradisi bekarang merupakan salah satu potensi lokal masyarakat Desa Rengas Bandung, yang jika dikelola dan dioptimalkan sebaik mungkin diharapkan dapat menjadi salah satu atraksi wisata yang memikat dan menarik kunjungan wisatawan.

“Saya berharap kegiatan hari ini akan membangkitkan semangat dan partisipasi masyarakat untuk menggali potensi lokal yang dimiliki, mengemasnya dengan kreativitas dan inovasi, sehingga dapat menjadi keunggulan untuk memperkuat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Gubernur Al Haris.

“Mudah-mudahan dengan dibukanya objek wisata Dewi Rebung ini akan mendapat manfaat untuk masyarakat Desa Rengas Bandung, kemudian tentunya juga melatih masyarakat untuk berwirausaha,” tutup Gubernur Al Haris.

Sementara itu, Pj Bupati Muaro Jambi Bachyuni Deliansyah menyebut jika pemerintah Kabupaten Muaro Jambi akan terus mendorong terbentuknya desa wisata di Kabupaten Muaro Jambi. Dia berharap kedepan wisata di Kabupaten Muaro Jambi terus berkembang dan muncul objek wisata lainnya.

"Kita menyambut baik hadirnya desa wisata yang ada disini," kata Bachyuni.

Sementara itu, Kepala Desa Rengas Bandung, Warsono SH dihadapan Gubernur Jambi dalam laporannya menyampaikan bahwa Desa Rengas Bandung akan mengikuti lomba Desa Wisata yang akan diadakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI yang terakhir pendaftarannya pada tanggal 29 September 2023 mendatang.

"Tentu mau tidak mau kita harus mengikuti lomba Desa Wisata ini. Oleh karena itu kami meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi," ujar Warsono.(adv)

BERITA MENARIK LAINNYA:

Pemkot Sungai Penuh Gelar Malam Resepsi Kenegaraan HUT RI ke-78

Warnai HUT RI ke-78, Ratusan Kader GP Ansor Kerinci Gelar Pawai

SEMARAK! Pawai Budaya HUT RI 78 di Kota Sungai Penuh

Warga Geger Penemuan Mayat Tergantung di Rumah Kosong

Nekat Bawa Sabu 1 Kg Naik Bus, Kakek 66 Tahun Diringkus BNNP Jambi

Penulis: Khaidir | Editor: Fadlan Al Kahfi

Jenazah Bocah yang Jatuh dari Air Terjun Dimakamkan di Desa Mukai Pintu

Evakuasi jenazah Rayhan bocah 13 tahun yang terjatuh di air terjun sungai minyak. (adz)

Kerinci – Rayhan Bocah (13) tahun meninggal dunia, setelah jatuh dari Air Terjun Sungai Minyak, Desa Lubuk Tabun, Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, Jum’at 25/12/20 lalu.

Informasi yang dihimpun, Rayhan jatuh dari ketinggian 20 meter di lokasi kejadian, karena ia  terpeleset saat berada dipuncak Air Terjun yang mengakibatkan korban kehilangan keseimbangan.

Berita Terkait: Terjatuh dari Air Terjun Sungai Minyak Kerinci, Korban Sudah 2 Hari Belum Ditemukan

“Korban terjatuh pada saat bermain di Air Terjun Sungai Minyak, Desa Lubuk Tabun, Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci sekitar jam 12:30 wib". 

"Ia terjatuh diketinggian kurang lebih 20 meter” ungkap salah seorang warga setempat.

Jasad korban Rayhan dievakuasi oleh Tim SAR dari BPBD Kabupaten Kerinci bersama warga masyarakat setempat. Prosesi pemakaman almarhum Raihan (13) dilaksanakan pagi sabtu di TPU Desa Mukai Pintu. (*)

Terjatuh dari Air Terjun Sungai Minyak Kerinci, Korban Sudah 2 Hari Belum Ditemukan



MERDEKAPOST.COM, KERINCI – Seorang remaja terpeleset dan terjatuh di Air Terjun Sungai Minyak, Desa Lubuk Tabun, Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Jumat (25/12/2020) kemarin, sekitar pukul 12.30 WIB.

Remaja yang terjatuh di air terjun tersebut bernama Reihan (13), saat sedang bermain di sekitaran puncak air terjun, lalu terpeleset pada ketinggian kurang lebih 20 meter.

Baca Juga: COVID-19, Pemda Kerinci Tutup Objek Wisata, Wisata Milik BUMDes Terancam Rugi

Pada Jumat, 25 Desember 2020, sekitar pukul 13.40 WIB, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jambi menerima informasi terjatuhnya seorang remaja di puncak air terjun tersebut.

Kantor Basarnas Jambi menerima informasi, bahwa telah terjatuh seorang warga di Air Terjun Sungai Minyak, Desa Lubuk Tabun, Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Baca Juga: Akhir Tahun, ADD di Kerinci Belum Cair, Kepala Desa, Perades dan BPD Terancam Tidak Gajian

Informasi tersebut dari kepala desa setempat yang diterima Basarnas Jambi, pada Tanggal 25 Desember 2020, pukul 13.40 WIB. Korban atas nama Reihan (13), yang saat itu sedang bermain di sekitaran puncak air terjun Sungai Minyak.

“Korban terpeleset dan terjatuh di air terjun dengan ketinggian kurang lebih 20 meter,” kata Kepala Bagian Operasi Tim Search And Rescue (SAR), melalui Humas Basarnas Jambi, Luthfi Mulyawan, Sabtu (26/12/2020).

Kemudian, Tim Pos SAR Kerinci bergerak menuju lokasi dengan menggunakan rescue truck dan membawa 1 set perahu karet, 2 set alat selam, peralatan komunikasi dan peralatan medis.

Hingga berita ini ditayangkan, tim belum menemukan korban dan masih melakukan pencarian. (Ald)

Hebat, Selama Pandemi Guru SMK Wisata ini Berhasil Ciptakan 20 Lagu Jawa

Selama pandemi covid 19 tak mengurangi kreatifitas Poedianto, Guru SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya ini setidaknya sudah berhasil menulis 120 lagu-lagu Jawa. (adz/ist) 
MERDEKAPOST.COM - Selama pandemi covid 19 tak mengurangi kreatifitas Poedianto, Guru SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya, yaitu dengan menulis lirik dan lagu Jawa. Semangat menguri-uri seni budaya tradisi, setidaknya sudah menghasilkan sebanyak 120 lagu-lagu Jawa. 

Diantaranya judul lagu yang dinamai Paringan Rejeki, Sumilir Angin Wengi, Mung Kaya Ngene, Udan Isuk, Ojo Sumelang, Pramuka, Guru, Wancine Surup, Kelingan Rina Wengi, Darmaning Urip, Tembang Rembulan, Sinden, Ngombe Es Dhegan dan banyak lagi. 

Lagu-lagu tersebut dilantunkan sendiri dengan gitar usangnya.

Baca Juga: Bupati Kerinci Adirozal Dinyatakan Sembuh dari Covid 19

"Lagu-lagu ini hanya sebagai karya dasar. Tetapi apabila ada penyanyi yang berkenan, boleh menyanyikan lagu-lagu ini. Silahkan saja. Semuanya sudah ada di youtube," terangnya.

Berbagai tema diangkat dalam bentuk syair lagu. Misalnya tema pendidikan,  persahabatan, asmara dan tema lainnya. 

"Saya tidak ingin jadi penyanyi. Saya hanya pencipta lagu Jawa". ujarnya tatkala ditanya oleh teman guru sejawatnya ketika usai memberi pelajaran murid-muridnya dengan daring di ruang guru baru-baru ini.

Pecinta seni tradisi wayang kulit, ludruk, janger, ketoprak, keroncong, langgam, campur sari ini, juga sudah menulis berbagai cerita rakyat, legenda, ephos,  cerpen. 

Misalnya cerita dengan judul Sang Guru, Perawan Sendang Madu, Cinta Suci di Kaki Gunung Wilis, serta berbagai cerpen sosial. Kesemuanya ditulis saat waktu luang di tengah-tengah kesibukan tugas-tugas guru dari sekolah tempatnya mengabdi.

Berita Lainnya: COVID-19, Pemda Kerinci Tutup Objek Wisata, Wisata Milik BUMDes Terancam Rugi

"Saya memang suka menulis, menulis apa saja yang berkaitan dengan seni dan budaya. Saya juga pernah menulis di majalah pendidikan milik Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, yaitu Majalah Info, Majalah Bende, Majalah Media dan media pendidikan lainnya," paparnya.

Lebih lanjut, guru yang suka humoris ini mengatakan bahwa seni budaya tradisi diajarkan di setiap jenjang pendidikan. Dari tingkat pendidikan dasar sampai tingkat pendidikan atas. Baik seni tari, menyanyi, kerawitan, pedalangan dan seni lainnya. 

"Sebab garda terdepan melestarikan seni budaya tradisi ialah sekolah-sekolah," pungkasnya.(*)

*Poedianto guru SMK Pariwisata Satya Widya Surabaya

COVID-19, Pemda Kerinci Tutup Objek Wisata, Wisata Milik BUMDes Terancam Rugi

 

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pentagen Danau Kerinci. (rdp)

MERDEKAPOST.COM - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kerinci mengeluarkan surat edaran nomor 232/STP.covid-19/krc tentang Penundaan kegiatan untuk mencegah covid-19 Kabupaten Kerinci.

Keputusan tersebut diambil dalam briefing Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kerinci. Penutupan objek wisata akan dilakukan mulai tanggal 24 Desember 2020 hingga 5 Januari 2021 mendatang.

Ami Taher wakil bupati kerinci selaku wakil ketua Satuan Tugas Penenganan Covid-19 Kabupaten Kerinci menyampaikan, salah satu upaya agar kasus positif Covid-19 di Kabupaten Kerinci tidak semakin bertambah, maka perlu langkah untuk mengurangi potensi kerumunan. Apalagi libur Natal dan Tahun Baru diprediksi akan memunculkan kerumunan di sejumlah objek wisata, sehingga perlu dilakukan pencegahan.

Selain itu, Wakil Ketua Satuan tugas covid-19  juga melarang masyarakat menggelar pesta penyambutan tahun baru, pernikahan, sunatan, ulang tahun, pesta Natal, reuni alumni, camping, serta menunda turanemen olah raga dan kegiatan lainnya yang bersifat mengumpulkan orang banyak.

"Turnamen olahraga juga ditunda pelaksanaanya, karena ini bisa juga mengumpulkan orang banyak," kata Ami.

Salah satu pengurus Bumdes Yudes menyampaikan, bumdes yang dikelolanya belum merauf keuntungan yang di targetkan, bahkan setiap di hari besar tidak pernah di buka karena adanya surat edaran larangan dari gugus tugas covid 19 kabupaten kerinci sama halnya leberan sebelumnya.


Karena ada nya surat edaran tersebut beberapa Badan usaha milik desa (BUMdes) di kabupaten kerinci merasa rugi di akhir tahun ini, badan usaha milik desa hanya bisa merauf keuntungan di hari – hari libur saja.

Yudes juga menyesali salah satu wisata milik desa telah menerima registrasi wisatawan untuk liburan di daerahnya sebleum surat edaran dari Satuan Tugas Penenganan covid-19 Kabupaten Kerinci di keluarkan.

“Dampak pandemi paling dirasakan pada BUMDesa yang mengelola unit usaha di sektor wisata. Bahkan kami telah menerima daftar tamu – tamu yang sudah boking lebih awal  sebelum surat ederan tersbut di keluarkan,” ungkapnya, jumat (25/12/2020).

Secara umun, pandemi berdampak langsung pada keberlangsungan kemajuan BUMDes yang mengelola berbagai jenis usaha di sektor wisata, kuliner, jasa persewaan hingga jasa percetakan.

Rasimin, sebagai koordinator bidang pada unit usaha pariwisata Bumdes Desa Wisata Pentagen, dia menyesali adanya surat edaran penutupan objek wisata oleh pemda kerinci terkait Covid-19 ini, surat edaran tersebut salah satunya di tujukan kepada kegiatan wisata milik desa.

"Bukankah kita bisa tetap membuka objek wisata dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan karena musim libur ini adalah kesempatan bagi BUMDes yang bergerak di bidang wisata untuk mendapatkan penghasilan lebih banyak dari hari-hari biasanya,"Ujarnya.


Selain kerugian yang ditimbulkan bagi pengelola objek wisata, para pedagang yang mencari rezki di objek wisata pun juga terkena imbasnya, puluhan pedagang juga terancam rugi, karena mereka sudah membeli stok barang untuk jualan di libur akhir tahun dan tahun baru. dengan surat edaran ini, kemana mereka akan menjual stok barang yang sudah mereka beli.

“Surat edaran yang dikeluarkan oleh satuan tugas penanganan covid-19 kabupaten kerinci hanya melarangkan kerumunan masryarakat dan Usaha milik desa, tidak dicantumkan larangan pasar mingguan dan harian milik pemrintah untuk di tutup, bahkan di pasar lebih banyak kermunan masryarakat” Sambungnya.(rdp)


Empat Orang Pendaki asal Bandung-Jakarta saat Erupsi Gunung Kerinci Turun dengan Selamat

MERDEKAPOST.COM - Gunung Kerinci mengeluarkan asap hitam tebal, empat Orang Pendaki Asal Bandung dan jakarta menyaksikan langsung kejadian tersebut dipuncak Selter 3, sabtu (17/10/2020)

Empat Orang Pendaki Asal Bandung saat berada diketinggian 339 MDPL, membenarkan adanya aktivitas Gunung Kerinci.

"Ya, pada pagi sabtu ini tepatnya pukul 05:53 Wib, Gunung Kerinci terlihat mengeluarkan asap hitam berwarna kecoklatan, yang cukup tebal namun tidak tercium adanya bau belerang yang menyertai asap," jelasnya.


Guide juga menambahkan, bahwa pada waktu subuh pukul 05:53 Wib saat berda dipuncak Gunung Kerinci suara guntur dan Getaran kita rasakan langsung diposisi Selter 3, arah Erupsi mengarah Ke timur Laut," Terangnya.

"alhamdullilah, kami langsung Turun Pelan-Pelan dengan Selamat, jangan Panik agar tetap waspada dan mengikuti arahan dari BVMBG atau pemerintah setempat". 

Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, data yang terlihat masih data tanggal 16 Oktober 2020 yang dikeluarkan pada pukul 24.00 wib, dilaporkan bahwa Cuaca cerah, angin sedang ke arah timur laut. Suhu udara sekitar 21-25°C. Kelembaban 59-71%.

Kemudian dari pengamatan Visual menurut laporan Pusat Vulkanologi dan mitigasi Bencana bahwa  Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 50-200 meter dari puncak. Kemudian pengamatan Kegempaan 107 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 0.5-6 mm, dan lama gempa 10-25 detik. 4 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 13-32 mm, S-P 16-43 detik dan lama gempa 36-170 detik. 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5-1 mm, dominan 1 mm.

Saat ini tingkat Aktivitas Gunung Api Kerinci Level II (Waspada),masyarakat disekitar gunung api kerinci dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki kawah yang ada di puncak gunung api kerinci di dalam radius 3 km dari kawah aktif (masyarakat dilarang beraktivitas di dalam radius bahaya/KRB III). Sebaiknya jalur penerbangan di sekitar gunung api kerinci dihindari karena sewaktu-waktu masih memiliki potensi letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu jalur penerbangan. (ald)

Kabar Gembira, Telah dibuka Objek Wisata Pulau Cinto di Pulau Sangkar Batang Merangin

Pengelola objek wisata Pulau Cinto di dusun moan Pulau Sangkar Kecamatan Batang Merangin Kerinci. (ald)
KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Bagi masyarakat Kerinci yang menyukai objek wisata yang menampilkan eksotisnya pemandangan alam yang natural. disertai dengan gemericik air mengalir disepanjang sungai. sekarang telah dibuka Objel wisata baru yang bernama Pulau Cinto.

Objek wisata baru Pulau Cinto berada di dusun Muan Desa Baru pulau Sangkar kecamatan Batang Merangin mulai tahun ini di buka untuk umum.

Ketua pengelola Irawadi Uska, kepada Merdekapost menyebutkan, "Objek wisata baru ini diberi nama Pulau Cinto, dan mulai tahun ini dibuka untuk umum"

Dilanjutkannya, Mengenai harga tiket atau karcis masuk masih sangat terjangkau, ditetapkan Rp. 5000, dan parkir roda 2 Rp 2000 dan parkir roda 4 Rp 5000. Ini masih harga promosi", ujar Irawadi.

Baca Juga : Idul Adha, Ahmadi : Mari Jadikan Sebagai Momen Perajut Tali Silaturahim

Dijelaskannya lagi, di objek wisata Pulau Cinto juga disediakan tempat mandi  bagi anak-anak dan dewasa dengan kondisi air yang masih sangat jernih".

Kemudian, lanjutnya, Transportasi menuju tempat wisata pulau cinto disediakan perahu karet oleh penyelenggara, tentunya dengan standar pengamanan yang cukup bagus". Pungkas Irawadi. (ald)

Jembatan Objek Wisata Air Panas Sungai Medang Ambruk, Ini Kata Kadis Pariwisata Kerinci

Jalan menuju objek wisata permandian air panas Sungai Medang Air Hangat Timur ambruk dihantam banjir. (ist) 
KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Ambruknya jembatan menuju OBJEK WISATA dan permandian warga Air Panas Sungai Medang Kecamatan Air Hangat Timur Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci sudah turun ke lokasi dan mengambil dokumennya untuk dibahas ditingkat dinas.

Ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (8/6/2020) lalu, Plt Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci Drs. Juanda Sasmita mangatakan, pihaknya sudah turun langsung ke lokasi untuk meninjau jembatan yang ambruk tersebut.

“Ya, Jumat (5/6/2020) lalu, tim dari dinas sudah turun ke lokasi untuk mengambil dokumentasi,” ucap Juanda Sasmita.

Baca Juga : Masalah Banjir Kerinci-Sungai Penuh, Ketua PMII Komsat IAIN Minta Pemerintah Segera Normalisasi Sungai

Ia menambahkan, terkait hal ini pihaknya akan melaporkan langsung temuan tim di lapangan ke Bupati Kerinci. “Harapan kita semoga tahun ini jembatan tersebut bisa dibangun,” jelas dia.

Diduga karena tingginya curah hujan di Kerinci beberapa pekan terakhir mengakibatkan terjadi banjir, mengakibatkan jembatan menuju pemandian air panas yang berlokasi di Desa Sungai Medang ambruk.

Jembatan yang sudah berusia puluhan tahun itu tidak mampu menahan derasnya hantaman air yang mengalir di sungai tersebut.(ald/beritaanda.net)

Libur Lebaran, Wisata Taman Pertiwi Pentagen Tutup Sementara, Bumdes Rela Rugi Ratusan Juta


MERDEKAPOST.COM - KERINCI. Karena masih meminimalisir penyebaran Covid-19, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Wisata Pentagen Kecamatan Danau Kerinci  akan melakukan penutupan sementara objek wisata saat libur lebaran.


Penutupan objek wisata dan imbauan untuk tidak ke tempat keramaian demi mencegah penyebaran (COVID-19).

Direktur Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Wisata Pentagen, Abdul Basit  mengatakan hampir sudah tidak lagi memiliki pendapatan. Seperti diketahui, sejak adanya wabah Covid 19 ini, sejumlah wahana taman tidak berjalan.

"Di bawah objek wisata terdapat berbagai wahana wisata yang berjenis di dalamnya. Ada Flying Fox, ada Bebek dayung, bermain dengan ikan jinak, Sepeda Gantung, warung warung didalamnya. Akibat dari Corona ini dengan segala penutupan kegiatan itu pasti pendapatan kami menurun, mungkin hampir mendekati zero (nol)," kata Basit.

Basit menjelaskan, pendapatan dari objek wisata salah satunya besar berasal dari penjualan karcis. Dengan adanya pandemi ini, petugas taman pertiwi kebingungan bagaimana caranya bertahan mengingat belum diketahui kapan wabah ini akan berakhir.

"Pendapatan dari objek wisata adalah sebagian besar dari jual karcis dan usaha-usaha lainnya. Untuk kegiatan-kegiatan seperti itu maka manajemen objek wisata tentunya merasakan (kebingungan) bagaimana jalan keluarnya," ucapnya.

Bumdes Pentagen pada lebaran tahun ini mengalami kerugian ratusan juta rupiah dari perhitungan pada lebaran lalu karena untuk mencegah penyebaran Covid 19.

"Wisata kami pada tahun ini akan melakukan penutupan sementara dan tidak tahu kapan akan dibuka kembali, bumdes kami mengalami kerugian ratusan juta kalau di banding kan dengan lebaran tahun lalu." Ujar Habil.


Pendamping Lokal Desa (PLD) Firdaus juga menyetujui wisata taman pertiwi pentagen ditutup demi keselamatan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid 19.

"Saya sangat setuju taman pertiwi ditutup sementara, karena mengingat himbauan pemerintah tidak ada yang kerumunan. Tidak apa - apa bumdes rugi ratusan juta demi keselamatan kita semua. Mari kita patuhi himbauan pemerintah." Kata Firdaus.
(Rdp)

Berita Terpopuler

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs