Keren, Kades Baru Semerah VC-an dengan Menteri Desa Bahas Covid 19

Kepala Desa Baru Semerah, Edi Januar, Rabu (15/4) pagi melakukan video conference (VC) dengan Menteri Desa RI, Abdul Halim Iskandar. (doc/ist)
Kerinci, Merdekapost.com  – Kepala Desa Baru Semerah, Edi Januar, S.PdI, M.Pd, Rabu (15/4) pagi melakukan vidio conference dengan Menteri Desa RI, Abdul Halim Iskandar.

Kegiatan ini dilaksanakan, untuk membahas masalah penanganan Covid 19 yang saat ini sedang melanda Indonesia. “Ya, pagi tadi kita sudah melaksanakan vidio conference dengan Menteri Desa,”kata Edi Januar.

Dihadapan Menteri Desa, Kepala Desa Baru Semerah menyampaikan sejumlah upaya yang sudah dilakukan oleh desanya, dalam penanganan Covid 19.

Diantaranya membagikan masker kepada masyarakat, hand sanitizer, tempat cuci tangan, dan pengukuran suhu tubuh. Semua itu dilakukan secara gratis yang didanai oleh dana desa.
“Kita juga menyediakan ruang isolasi di desa, jika suatu saat ruang isolasi di rumah sakit tidak mampu lagi menampung pasien,”sebutnya.

Kades yang baru beberapa pekan dilantik ini mengaku, sudah membentu relawan gugus tugas di tingkat desa hingga ke tingkat RT.

“Kita melibatkan semua elemen masyarakat, mulai bidan desa, Babinkamtibmas, Babinsa, Karang Taruta, dan elemen masyarakat lainnya,”beber Edi.

Vidio konference ini, melibatkan sejumlah Kepala desa dan Relawan tugas di tingkat desa se Indonesia. Di mana Desa Baru Semerah mewakili desa-desa di Provinsi Jambi.

Difasilitasi Pendamping Desa Kabupaten Kerinci, Mentri Desa juga langsung memberikan arahan dan mendengarkan laporan kesiapan relawan gugus tugas yang ada di desa.

Heri Kiswanto, TA (Tenaga Ahli) Pelayanan Sosial Dasar Kabupaten Kerinci, saat mendampingi kepala desa melaksanakan vidio conference,  menghimbau kepada seluruh desa yang ada di Kabupaten Kerinci untuk melaksanakan Pencegahan Covid 19.

"Terima kasih kepala Pak Mentri Desa telah berkomunikasi melalui video comfrence dengan Kami dan Kepala desa yang ada di Kerinci Provinsi Jambi,"Katanya.

Selain melakukan upaya pencegahan, ke depan dia berharap semua desa bisa menyiapkan ruang isolasi, lengkap dengan fasilitas dan tenaga relawannya. (hza)

Fraksi PKB DPRD Kerinci Minta Anggaran Dewan Dipangkas dan Refocusing APBD untuk Penanganan Corona

Mensediar, Sekraetaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kabupaten Kerinci
KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kabupaten Kerinci meminta anggaran dewan dipangkas untuk penanganan Corona.

Hal ini disampaikan Sekretaris Fraksi PKB, Mensediar, S.Pd, menurut dia, FPKB sudah menyampaikan dalam rapat pimpinan belum lama ini.

"Ini sdh kita sampaikan dalam rapat pimpinan DPRD belum lama ini". Ujarnya.

"Hanya saja, saat itu dewan masih menunggu juknis terkait dengan refocusing anggaran.
Dalam rapat tersebut, kita mengusulkan pemangkasan anggaran di DPRD untuk selanjutnya digunakan untuk penanganan covid-19". Ungkap Mensediar.

Menurut Mensediar, pihaknya juga meminta kepada Pemkab Kerinci untuk secepatnya melakukan refocusing anggaran untuk penanganan wabah covid-19 ini.

Dikatakannya, "Kita juga meminta pemerintah kabupaten Kerinci untuk segera melakukan refocusing anggaran untuk penanganan corona".

"Malu kita dengan daerah lain yang rata-rata sudah melaksanakannya". Pungkas Mensediar. (ald)

Puskesmas Ujung Tombak Atasi Covid-19, Kadiskes Tebo : APD dan Masker Terbatas

Penanganan Pasien PDP Covid-19 Tebo yang meninggal, Selasa (14/04) kemarin. (ald/ist)
BERITA TEBO, MERDEKAPOST.COM - Puskesmas, menjadi garda terdepan dalam mengatasi wabah Corona virus Disease atau Virus Covid-19. Puskesmas, adalah pintu pertama dalam penanganan ketika ada pasien yang menunjukan gejala klinis Covid-19.

Namun sangat disayangkan, kondisi tersebut kurang didukung dengan kelengkapan protokoler penanganan Covid-19 sesuai dengan anjuran Kemenkes RI akibat terbatasnya untuk mendapatkan alat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tebo, dr.Riyana Elizabeth terkait terbatasnya kelengkapan protokoler penanganan Covid-19 di Puskesmas mengatakan bahwa untuk pengadaan Masker, distributornya belum  ready (Siap,red). Namun, untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) distributornya sudah ready.

"Kekosongan Masker menjadi masalah nasional dan internasional. Untuk APD di Puskesmas itu ketersediannya terbatas dan APD di Puskesmas belum ada. Namun, Tebo mendapatkan bantuan APD dari propinsi dan akan dibagikan ke tiga Puskesmas perawatan yang di Tebo," sebut Riyana, Selasa (14/04/2020).(ald)

Walau Rapid Test Negatif, PDP Covid-19 yang Meninggal di RSUD Tebo, Dimakamkan Sesuai SOP

Penanganan Jenazah PDP Sesuai protokol dan SOP di RSUD STS Tebo. (ist)
MERDEKAPOST.COM - Satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD STS Tebo meninggal dunia pada pukul 13.00 wib kemarin dimakamkan sesuai SOP Corona.

Direktur RSUD Sultan Thaha Syaifuddin (STS) Tebo dr.Octaviani mengatakan bahwa pasien yang baru satu malam berstatus PDP Covid-19 dan dirawat dirumah sakit umum STS ini dikarenakan gejala klinisnya mengarah kepada PDP. Namun, ketika pasien di Rapidtest, hasilnya negatif.

"Hasil Rapidtestnya negatif namun diperlakukan sesuai SOP karena itu anjuran dari Kemenkes untuk antisipasi, waspada dan hati - hati karena ini PDP atau sangkaan," kata Direktur RSU dikonfirmasi Teboonline.id media partnert  merdekapost.com, Selasa (14/04/2020) malam.

dr Octaviani menambahkan bahwa almarhum dibawa pulang ke rumah duka pukul 17.00 WIB. Penanganannya hingga sampai ke pemakaman sesuai protokoler dan SOP.

Informasi yang beredar, almarhum Berinisial HS usia 65 Tahun Alamat Muara Sebo Kabupaten Batanghari. GT Covid memberikan saran agar jenazah dimakamkan di Kabupaten Batanghari, yang mana BPBD Kabupaten Batanghari siap untuk menyambut Jenazah, namun berdasarkan kesepakatan dari pihak keluarga, jenazah akan dimakamkan di Desa Pelayang, Kecamatan Tebo Tengah yang merupakan kampung halamannya.(ald)

Hari Ini, Pasien Positif Covid-19 di Jambi Jadi 5 Orang, 1 Wanita Asal Tanjabbar


Covid-19 (Ilustrasi)
JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 di Jambi kembali bertambah satu orang dari 4 menjadi 5 orang. Ini diketahui setelah Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 memperbaharui data, Selasa (14/4).

Baca Juga : Sempat Dirawat 12 Jam, Akhirnya Pasien PDP Covid-19 di Tebo Meninggal Dunia 

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto merincikan data positif COVID-19 di Indonesia, yaitu di Jambi lima kasus, Provinsi Aceh lima kasus, Bali 92 kasus, Banten 280 kasus, Bangka Belitung dan Bengkulu masing-masing empat kasus, Yogyakarta 62 kasus, DKI Jakarta 2.335 kasus.

Jubir Nasional Covid-19 Achmad Yurianto. (ist)
Di Jawa Barat 530 kasus, Jawa Tengah 278 kasus, Jawa Timur 475 kasus, Kalimantan Barat 13 kasus, Kalimantan Timur 35 kasus, Kalimantan Tengah 25 kasus, Kalimantan Selatan 37 kasus dan Kalimantan Utara 16 kasus.

Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi dari Pemda Provinsi Jambi. Sementara, di website corona.jambiprov.go.id pun masih tercatat 4 pasien positif covid-19.

Satu Pasien Positif Covid-19 Rupanya Perempuan Asal Tanjab Barat

Rupanya satu orang pasien positif covid-19 di Provinsi Jambi yang baru, adalah seorang perempuan (47) berasal dari Tanjung Jabung Barat.

"Hari ini Jubir Covid-19 pusat mengumumkan ada penambahan 1 pasien positif di Jambi. Kita sebut Pasien 05 dan itu berasal dari Tanjab Barat," kata Johansyah, Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Selasa, (14/4).

Baca Juga: 399 Pasien Corona di Indonesia Meninggal, Kebanyakan Punya Darah Tinggi dan Diabetes

Hingga kini, jumlah pasien positif di Jambi sebanyak 5 orang. Johansyah mengimbau agar masyarakat selalu menjaga kesehatan dan mengikuti protokol kesehatan.

"Jangan lupa gunakan masker, cuci tangan dan jaga jarak. Jangan keluar rumah jika tidak perlu," imbau Johansyah.)*

Editor: HZA | Merdekapost.com
Sumber: JambiIndependent

Sempat Dirawat 12 Jam, Akhirnya Pasien PDP Covid-19 di Tebo Meninggal Dunia

Penanganan HS (65) PDP Covid-19 di RSU STS Tebo dilakukan sesuai Protokol dan SOP. (ist)
MUARATEBO, MERDEKAPOST.COM - Satu Pasien PDP di RSUD STS Tebo, Selasa (14/4) sekitar pukul 14.00 tadi dikabarkan meninggal dunia. Pasien yang berinisial HS (65) tersebut dinyatakan sebagai PDP berdasarkan gejala klinis hasil pemeriksaan medis.

Direktur RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo, dr Oktavienni membenarkan adanya pasien PDP yang meninggal dunia. Dirinya mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dokter yang menangani pasien, terdapat gejala klinis sehingga ditetapkan sebagai PDP Covid-19.

"Ada satu PDP meninggal dunia, inisial HS warga Kecamatan Tengah Ilir. Hal tersebut berdasarkan gejala klinis hasil pemeriksaan dokter spesialis yang menangani pasien yaitu dr Donal," ujarnya.

Dijelaskannya, bahwa pasien HS masuk rumah sakit pada Senin (13/4) kemarin sekitar pukul 23.30 dan meninggal pada Selasa (14/4) sekitar pukul 14.00 Wib.

"Baru 12 jam dirawat, pasien kemudian meninggal dunia"

"Cuma dari gejala klinisnya mengarahkan ke PDP," terang dr Oktavienni.

Sementara Kadis kesehatan Kabupaten Tebo, Dr Riana kepada awak media turut membenarkan hal itu.

“Pasien yang dirawat di RSUD Tebo dalam kategori PDP meninggal dunia. Tapi hasil rapidtestnya negatif,” jelas Riana.

Lanjutnya, saat ini tim medis masih di rumah duka,untuk proses pemakaman.

“Saat ini kita ikuti anjuran protokol kesehatan,” singkatnya. (ald)

Editor: HZA | Merdekapost.com
Sumber: JambiIndependent.co.id

Percepat Proses Pencairan Dana Desa, Kades Sekeliling Danau Ikuti Rakor bersama PD dan Pemkec

Pemerintah Kecamatan Keliling Danau bersama Pendamping Desa (PD), PLD, TPPI Kerinci menggelar rapat kordinasi dengan para kepala desa sekecamatan Keliling Danau, Selasa, (14/04). (Foto: ald/ist)
KERINCI, Merdekapost.com - Pemerintah Kecamatan Keliling Danau bersama Pendamping Desa (PD), PLD, TPPI Kerinci menggelar rapat kordinasi dengan para kepala desa sekecamatan Keliling Danau dalam rangka percepatan pencairan Dana Desa (DD) serta Upaya pencegahan Covid-19.

Rapat kordinasi yang dilaksanakan di halaman kantor Camat ini digelar sesuai dengan himbauan pemerintah sehubungan dengan Pencegahan Corona.

Pantauan merdekapost, pelaksanaan Rapat kerja tersebut dilaksanakan dihalaman kantor camat dengan mengatur jarak antara peserta rapat.

Salah satu pendamping desa kepada awak media menyebutkan bahwa PLD, PD dan TPPI bersama seluruh kepala desa sekecamatan keliling danau dan pihak Pemerintah kecamatan melaksanakan Rakor ini dalam rangka percepatan pencairan dana desa.

"Rapat dalam rangka percepatan pencairan dana desa". Ujar Amin Alam.

kemudian, dikatakan Amin, "juga untuk lebih memperjelas lagi tentang pengalokasian dana desa untuk pencegahan wabah Corona (Covid-19)". Lanjutnya.

"untuk pencegahan covid 19 sesuai dengan surat edaran Menteri Desa nomor 8 bahwa dana desa diperuntukan untuk pencegahan covid 19 dan program padat karya tunai". Ujar Amin.

Harapan kita, dengan diadakan rapat kordinasi ini agar para Kepala desa dapat segera menyelesaikan dokumen pencairan dan setiap Satgas/relawan desa yang sudah dibentuk bisa bekerja sesuai SOP dan menjaga keadaan desa agar tetap tertib tidak ada kumpul-kumpul sesuai himbauan pemerintah". Pungkasnya. (ald)

Editor: HZA | Merdekapost.com

399 Pasien Corona di Indonesia Meninggal, Kebanyakan Punya Darah Tinggi dan Diabetes

Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Gedung BNPB. (ari/ist)
Merdekapost.com - Angka pasien meninggal di RI akibat virus corona per Senin (13/4) bertambah 26, total menjadi 399 orang. Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, mengatakan, kebanyakan pasien meninggal di atas usia 50 tahun dan memiliki riwayat penyakit penyerta (komorbid).

"Sebagian meninggal terutama kelompok di atas 50 tahun dan punya penyakit komorbid sebelumnya, di antaranya terbanyak darah tinggi selama bertahun-tahun, penyakit diabetes, kencing manis bertahun-tahun, dan beberapa penyakit paru-paru kronis, misal asma, bronkhitis dan TBC," ujar Yuri dalam konferensi pers di Gedung BNPB.

Baca: Ini Alasannya Mengapa Masker Kain Tak Boleh Digunakan Lebih Dari 4 Jam!

Oleh karena itu, Yuri mengingatkan masyarakat, khususnya kelompok muda, untuk mematuhi peraturan pemerintah dengan menjaga jarak dan tetap berada di rumah. Selain untuk menghindari penularan orang tanpa gejala (OTG), kelompok muda juga rentan menulari penyakitnya ke orang lanjut usia.

"Mari optimis kita gali bersama, penyebaran masih terjadi, oleh karena itu Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) adalah kebijakan pemerintah yang harus dipatuhi, bukan hanya untuk diketahui tapi harus dipatuhi," tutur Yuri.

Baca: Corona Bencana Nasional, Kepala BNPB Doni Monardo Pegang Komando Anggaran

"Jangan bepergian, termasuk pulang kampung karena akan menulari orang tua kita, saudara kita. Jika terpaksa keluar rumah, pakai masker, cuci tangan pakai sabun dan air mengalir, jaga jarak," ungkapnya.

Hingga Senin, sudah ada 4.577 orang di Indonesia positif terjangkit corona. Pasien sembuh bertambah menjadi 380 orang. (Ari)

Sumber: Kumparan.com |
Editor: HZA | Merdekapost.com

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Sejarah Kerinci | Peta Situs