PDIP Garap Dapil Dua, Demi Memenangkan Yopi-Sapto

MUARO TEBO – Bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kemenangan pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) nomor urut 3 Yopi Muthalib – Sri Sapto Edi (Yopi – Sapto) pada pemungutan suara ulang 5 Juni mendatang adalah harga mati. Ini diungkapkan oleh Ketua DPC PDIP Tebo, Wartono Triankusumo.

Dia mengatakan, sekarang ini PDIP dengan kekuatan penuh bersama partai koalisi pendukung pasangan Yopi – Sapto seperti Demokrat, PKPB, Hanura, Gerindra dan ditambah PKB yang terakhir telah menyatakan dukungan kepada Yopi – Sapto.

Koalisi ini sedang menggarap Daerah Pemilihan (Dapil) dua yang terdiri dari Kecamatan Rimbo Bujang, Rimbo Ulu dan Rimbo Ilir yang merupakan basis masa pasangan Cabup dan Cawabup nomor urut 1 Sukandar – Hamdi (Suka – Hamdi) yang diusung oleh Golkar, PKS, dan PBR.

“Kalau dalam Pemilukada 10 Maret lalu, kita akui untuk Dapil dua kita sedikit lemah. Berdasarkan evaluasi itu, kalau kemarin kita hanya kerahkan 70 persen kekuatan PDIP untuk garap dapil dua hanya mampu meraih 36 persen, sekarang ini PDIP dengan partai koalisi optimis bisa raih 50 persen suara dapil dua untuk Yopi – Sapto,” tukas Wartono kepada Posmetro Jambi, kemarin.

Salah satu alasannya, sebut ketua tim koalisi Yopi – Sapto ini, pasangan Yopi – Sapto mampu meraih target 50 persen suara di Dapil dua adalah pasangan Yopi – Sapto memenangkan Pemilukada Tebo yang lalu, meskipun akhirnya dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

“Sebelumnya di Dapil dua ini, orang sudah yakin seratus persen Suka – Hamdi yang bakal menang. Namun pada kenyataannya tidak demikian, Kemenangan itu menjadi keuntungan bagi kita, urusan dibatalkan oleh MK itu urusan lain, yang jelas kemenangan itu sudah merusak dan menggangu psikologis massa Suka – Hamdi. Yang jelas sudah terbukti waktu itu, masyarakat menghendaki pasangan Yopi – Sapto menang,” katanya lagi.

Dengan bertambahnya dukungan dari Cabup nomor urut dua Ridham Priskap beserta PKB, memberikan kekuatan tersendiri bagi pasangan Yopi-Sapto, mengingat PKB yang sebagaian besar masanya adalah masa pesantren, diharapkan mampu meraup suara di pesantren yang ada di Rimbo Bujang untuk pasangan Yopi – Sapto.

“Kita optimis dari PKB mampu membulatkan suara massa di pesantren yang ada di Rimbo Bujang untuk mendukung dan memenangkan pasangan Yopi – Sapto. Begitu juga dengan bergabungnya Ridham dengan kita, untuk daerah aliran sungai Batanghari kita optimis akan mendongkrak perolehan suara kita. Khususnya di kecamatan Tengah Ilir dan Tebo Ilir, kita optimis bisa meraih 70 persen suara untuk aliran sungai Batanghari,” sebut wartono lagi.

Apakah dengan dikerahkannya kekuatan penuh untuk garap dapil dua yang disebut sebagai basis Suka – Hamdi justru akan melemahkan kekuatan Yopi – Sapto untuk daerah pinggiran aliran sungai Batanghari, Wartono hanya tertawa saja.

“Kita bukan menyerang basis massa Suka – Hamdi di Dapil dua, tapi kita hanya berupaya bagaimana Yopi – Sapto bisa menang untuk Pemilukada Bupati Tebo dan bisa meraih suara minimal 50 persen dari jumlah suara yang ada di Dapil dua itu.

Untuk aliran Batanghari juga menjadi prioritas utama kita dan kita optimis perolehan suara di sana juga akan mengalami peningkatan mencapai 70 persen. Sebab kita tidak ada pilihan lain kecuali Yopi – Sapto harus menang dalam pemungutan suara ulang nanti,” tegasnya.

Sementara itu perlu diketahui total suara keseluruhan yang berhasil diperoleh ketiga pasangan tersebut pada Pemilukada 10 Maret lalu, pasangan kandidat nomor urut 1 Suka-Hamdi memperoleh 74.436 suara, pasangan nomor urut dua Ridham-Eko mendulang 12.982 suara, dan terakhir pasangan kandidat nomor urut 3 Yopi-Sapto berhasil merebut 77.157 suara, dengan jumlah suara sah 164.575 suara dengan kemenangan Yopi – Sapto 2 ribu 770 suara atas pasangan Suka – Hamdi. (joe)

Related Postss

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs