Serius Maju, 5 Tokoh Sungai Penuh Daftar Cawako di PKS

FOTO: Lima tokoh terkemuka Kota Sungai Penuh tercatat telah mendaftarkan diri di Penjaringan Cawako-Cawawako DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Sungai Penuh. (Doc: Merdekapost)

MERDEKAPOST, SUNGAI PENUH - Lima tokoh terkemuka Kota Sungai Penuh telah mendaftarkan diri di Penjaringan Cawako-Cawawako DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Sungai Penuh

Untuk diketahui, sebagai syarat untuk maju sebagai Paslon Wako-Cawako Sungai penuh harus mengantongi dukungan (rekomendasi) dari partai atau gabungan beberapa partai dengan minimal 5 kursi parlemen.

Sementara Partai PKS pada Pileg 2014 lalu berhasil mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu partai yang cukup berpengaruh di Kota Sungai Penuh, 3 kursi berhasil diraihnya dibawah kepemimpinan Fery Satria, S.T

Pasca Ahmadi Zubir, Alvia Santoni mendaftarkan diri di Penjaringan Bakal Calon Walikota/Wakil Walikota DPC PKS, ada 3 nama lagi yang ikut mendaftarkan diri yaitu Fikar Azami, Noviar Zen dan salah seorang Kader PKS Damri Miftah (Anggota DPRD Kota Sungai Penuh)

Baca Juga:

Pastikan Kembali Maju di Sungai Penuh, Ahmadi Zubir Mendaftar di PKS

Dengan demikian, sejauh ini sudah ada 5 (lima) kandidat yang secara resmi mendaftarkan diri dan mengambil formulir di PKS.

Seperti disampaikan Fery Satria, pendaftaran atau pengambilan formulir sudah final, namun untuk pengembalian batas akhirnya nanti tanggal 20 April" Ungkapnya

Kemudian, lanjutnya, survey dan tahapan lainnya akan memakan waktu sekitar dua minggu, "kurang lebih dua minggu". Kata Fery

"Sedangkan untuk rekomendasi diperkirakan akan keluar pada akhir-akhir Mei hingga awal Agustus, sesuai dengan tahapan dan mekanisme DPP". Ungkapnya lagi

Baca Juga:

Alvia Santoni Resmi Daftar di PKS Sebagai Bacalon Walikota Sungai Penuh

Pantauan Merdekapost, Ahmadi Zubir (Walikota Sungai Penuh) terlihat langsung mendaftarkan diri di DPD PKS dan disambut oleh ketua DPD PKS Kota Sungai Penuh Fery Satria, Jum'at, 06/04 lalu, sedangkan Alvia Santoni saat mendaftar diwakili oleh ketua OKK PPP Kota Sungai Penuh Edwar dan adiknya Anser

Fikar Azami juga mengakui bahwa dirinya sudah mendaftarkan diri dan sudah mengambil formulir dan pengembaliannya nanti setelah idul fitri.

Pada Pilwako Sungai penuh 2019 lalu PKS merupakan salah satu partai pengusung Fikar Azami. (adz) 

Hasyim Asy'ari Sebut Saksi 01-03 Tak Berkualitas, PKB: Level KPU di Bawahnya

Foto: Jazilul Fawaid (detikcom)

Jakarta - Waketum PKB Jazilul Fawaid angkat bicara terkait pernyataan Ketua KPU, Hasyim Asy'ari yang menyimpulkan saksi tim Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2024 tak berkualitas. Jazilul mengatakan KPU tak punya tugas menilai kualitas saksi dalam sidang tersebut.

"Saya pikir bukan KPU yang punya tugas untuk menilai mensahkan orang tidak berkualitas," kata Jazilul Fawaid kepada wartawan di DPP PKB, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4/2024).

Jazilul menyebut justru KPU yang tak berkualitas. Menurutnya, gugatan sengketa Pilpres muncul akibat kinerja KPU yang tak menindaklanjuti aduan terkait pendaftaran cawapres terpilih Gibran Rakabuming Raka dan permasalahan perhitungan Sirekap.

"Jangan-jangan KPU-nya yang nggak berkualitas, karena KPU nggak berkualitas lihat semua nggak berkualitas. Justru kenapa timbul gugatan? Karena KPU tidak berkualitas kok sekarang saksi yang di ini. Kalau seluruh proses kemarin dari Sirekap dan lain-lain tidak ada masalah saya yakin tidak akan timbul gugatan, kalau soal Pak Gibran misalkan segera ditindak lanjuti oleh KPU juga tidak ada gugatan," ujarnya.

Baca juga: 

Ketua KPU RI Sebut Saksi dan Ahli Anies-Ganjar Tidak Berkualitas

Lebih lanjut, Jazilul menyebut kualitas KPY justru di bawah kualitas saksi yang dihadirkan dalam sidang sengketa Pilpres 2024. Dia mengatakan level kualitas KPU di bawah para saksi yang dihadirkan dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut.

"Jadi sebenernya kalau dilihat kualitas antara KPU dengan saksi kemarin, KPU di bawahnya itu, jadi nggak bisa itu orang di bawahnya menilai yang level di atasnya," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari mengatakan bahwa hakim Mahkamah Konstitusi (MK) tidak tertarik mendengarkan saksi dan ahli yang diajukan tim Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD dalam sidang sengketa hasil Pilpres 2024. Menurut dia, dapat disimpulkan saksi yang dihadirkan para pemohon tidak berkualitas.

"Sepemahaman kami, hakim-hakim tidak tertarik memeriksa saksi dan ahli lebih lanjut. Jadi bisa dikatakan saksi yang diajukan tidak berkualitas," kata Hasyim di usai persidangan di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) MK, Jakarta, Jumat (5/4).

Menurut UU Pemilu 7/2017, sengketa pemilu adalah gugatan hasil pemilu. Namun, menurut Hasyim, gugatan tim Anies dan Ganjar tidak fokus pada hasil perolehan suara.

"Membaca dan mempelajari pokok perkara pemohon 1 dan 3, di dalamnya kita tidak mendapati sama sekali dalil tentang selisih suara antara masing-masing paslon, juga tidak ada selisih suaranya di kabupaten mana," ujarnya.

Hasyim menjelaskan paslon yang menang dalam pilpres ialah mereka yang mendapat lebih dari 50 persen suara dengan distribusi minimal 20 persen suara di 20 provinsi. Sehingga keterangan saksi dan bukti yang dihadirkan para pemohon, Menurut Hasyim, tidak menguatkan dalil dalam gugatan mereka.

"Majelis hakim pasti akan mempertimbangkan fakta-fakta dalam persidangan," imbuhnya.(*)

[ Sumber: detik.com || Editor: Aldie Prasetya || Merdekapost.com ]

Alvia Santoni Resmi Daftar di PKS Sebagai Bacalon Walikota Sungai Penuh

Wakil Walikota Sungai Penuh Dr Alvia Santoni secara resmi mendaftar untuk memperebutkan rekomendasi PKS sebagai tiket untuk maju Pilkada serentak 27 November nanti. Berkas Pendaftaran Antos diserahkan oleh Edwar (Ketua OKK PPP Kota Sungai Penuh) yang didampingi oleh Anser. [Doc: istimewa]

“Rekomendasi PKS sangat diperlukan, dan semoga Allah SWT menyatukan PKS dan PPP untuk bertarung di Pilkada serentak Kota Sungai Penuh”

Merdekapost.com, Sungai Penuh - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membuka penjaringan bakal calon Walikota Sungai Penuh. 

Wakil Walikota Sungai Penuh Dr Alvia Santoni secara resmi mendaftar untuk memperebutkan rekomendasi PKS sebagai tiket untuk maju Pilkada serentak 27 November nanti.

Berkas Pendaftaran Antos diserahkan oleh Edwar (Ketua OKK PPP Kota Sungai Penuh) yang didampingi oleh Anser (adiknya).

Antos mendaftar di PKS sebagai Calon Walikota Sungai Penuh, ini membuktikan keseriusan Wakil Walikota Sungai Penuh Alvia Santoni untuk bertarung memperebutkan kursi walikota sungai penuh untuk periode 2024-2029. 

“Tadi kami bersama Anser daftar ke PKS untuk ketua DPC PPP Antos maju sebagai calon Walikota Sungai Penuh,”kata Edwar Ketua OKK DPC PPP Kota Sungai Penuh.

Baca Juga:

Pastikan Kembali Maju di Sungai Penuh, Ahmadi Zubir Mendaftar di PKS 

Alvia Santoni yang saat ini merupakan Ketua DPC PPP Kota Sungai Penuh, membenarkan sudah mendaftarkan diri sebagai calon Walikota Sungai Penuh.

Dikatakannya, “Pendaftaran di PKS tadi Diwakili Ketua OKK DPC PPP Edwar dan adik kami Anser, kita mendaftar sebagai calon Walikota Sungai Penuh ke PKS,”kata Antos, Jum’at (5/4/2024).

Antos mengaku sudah resmi mendaftar di Kantor DPC PKS Kota Sungai Penuh, memutuskan maju di Pilwalko karena akan terus ingin mengabdi untuk wilayah yang dicintainya.

“Rencananya maju sebagai calon Walikota Sungai Penuh, rekomendasi PKS sangat diperlukan dan diharapkan PKS merestui perjuangan untuk maju nanti, dan semoga Allah SWT menyatukan PKS dan PPP untuk bertarung di Pilkada serentak nanti,” Pungkas Antos.(*)

[ Editor: Aldie Prasetya | Merdekapost.com ]

Hotman Paris Ngegas ke Ahli Kubu Anies, Hakim Suhartoyo: Anda Tidak Bisa Memaksakan Seperti itu

Foto: Sidang MK Senin, 01/04/2024. [Doc Istimewa]

Jakarta - Anggota Tim Hukum Prabowo-Gibran, Hotman Paris Hutapea, melayangkan protes ketika pertanyaannya tidak dijawab oleh Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, selaku ahli dari tim hukum Anies-Muhaimin. 

Hotman Paris meminta ahli tersebut untuk tidak hanya sekedar omon-omon saja.

Hal itu disampaikan Hotman selaku kuasa hukum pihak terkait dalam sidang sengketa hasil Pilpres di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Senin (1/4/2024). 

Hotman mulanya memberikan pertanyaan kepada ahli terkait hubungannya Presiden Jokowi yang melanggar UU tentang korupsi dan APBN dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemungutan suara ulang.

"Saya agak bingung, ini ahli hukum atau ahli ekonomi? Karena tadi pendapatnya sudah melebihi ahli hukum. Pertanyaan saya, sekiranya benar tuduhan anda, (soal) Jokowi melakukan tindak pidana korupsi, Jokowi melakukan pelanggaran UU APBN, Jokowi melanggar (karena) tidak minta persetujuan DPR. Karena itu pemohon meminta Pemilu dibatalkan dan diulang," ujar Hotman.

Baca juga:

Balas Saksi Ahli Kubu Anies, Yusril Sebut Kalau Jokowi Dukung Prabowo, Apa Masalahnya?

"Pertanyaannya, apakah MK berwenang dalam putusannya menyatakan, oleh karena Jokowi melanggar UU korupsi, melanggar UU APBN, melanggar UU bansos, maka pemilu harus dibatalkan dan diulang? Sementara tidak satupun pihak tersebut sebagai pihak dalam perkara ini, baik Jokowi, DPR, maupun para menteri. Boleh nggak MK menyatakan itu adalah penyebab harus dibatalkan pemilu?" tanya Hotman.

Setelah itu, pihak KPU selaku termohon juga menyampaikan pertanyaannya ke ahli. Anthony pun menjawab satu persatu pertanyaan yang diajukan.

Anthony lalu merasa jawaban yang diberikannya sudah cukup. Kemudian, Hotman melayangkan protes karena merasa jawabannya belum dijawab oleh Anthony.

"Majelis, tadi pertanyaan Hotman Paris belum dijawab, apakah permohonan pemohon dengan tuduhan Jokowi melakukan korupsi bisa dipakai oleh MK sebagai dasar membatalkan pemilu hanya karena keahlihan beliau?" protes Hotman.

Ketua MK Suhartoyo pun meminta Hotman Paris untuk tidak terlalu bersemangat. Dia lalu menanyakan kepada ahli bersedia atau tidak untuk menjawab.

"Iya, tidak usah terlalu semangat, bapak (ahli) mau jawab tidak?" tanya Suhartoyo.

"Saya serahkan, karena keputusannya ada di Mahkamah, jadi saya menyerahkannya kepada Mahkamah. Bukan wewenang saya," jawab Anthony.

Suhartoyo mengatakan ahli pun tidak perlu memaksakan diri untuk menjawab. Hal itu, lantas membuat Hotman kembali melayangkan protes.

"Mohon izin majelis, kan dia yang memulai, dia yang mengatakan Jokowi korupsi, dia yang mengatakan ini, dia harus konsekuen dong sebagai ahli (yang) menerangkan," kata Hotman.

"Iya, tapi pada bagian apakah itu menjadi kewenangan MK kan tidak dijawab, diserahkan kepada Mahkamah," jawab Suhartoyo.

Menurutnya, seharusnya ahli dapat lebih menjelaskan terkait pertanyaan yang dia ajukan. Hotman pun meminta ahli untuk tidak hanya sekedar berbicara saja.

"Iya maksud saya, dia sebagai ahli harusnya konsekuen dengan jawabannya, jangan cuma omon-omon," ujar Hotman.

"Anda tidak bisa memaksakan seperti itu, terima kasih ya," ujar Suhartoyo.(*)

(adz/detik.com/mk/merdekapost.com)

Varial Adhi Putra Ditunjuk Jadi Pj Bupati Tebo, Hari ini Bakal Dilantik Gubernur Jambi

Varial Adhi Putra dan Istri. [mpc | Doc: istimewa] 
MERDEKAPOST.COM, MUARA TEBO - Kemendagri resmi menunjuk Dr H Varial Adhi Putra S.T, M.M sebagai Penjabat (Pj) Bupati Tebo menggantikan Aspan yang memasuki masa pensiun..

Varial merupakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi. Dia resmi ditunjuk sebagai Pj Bupati Tebo setelah melewati proses di kemendagri.

Sebelumnya DPRD Tebo dan Gubernur Jambi menyodorkan tiga nama, selain Varial ada nama Karo Kesra Setda Provinsi Jambi Sulaiman dan Kadinsosdukcapil Provinsi Jambi Arif Budiman.

Penunjukan Varial sebagai Pj Bupati Tebo dibenarkan oleh Karo Pemerintahan Setda Provinsi Jambi, Lutfiah.

"Iya betul (Varial jadi Pj Bupati Tebo)," kata Lutfiah, dikonfirmasi lewat pesan Whatsapp pada, Minggu (31/3/2024).

Wakil Ketua II DPRD Tebo, Syamsu Rizal, juga membenarkan bahwa Varial ditunjuk sebagai Pj Bupati Tebo. Dia pun meyakini dengan berbagai pengalaman, Varial mampu membangun Tebo.

"Ia benar," kata Syamsu Rizal.

Varial bakal dilantik Gubernur Jambi pada Senin (01/04).

Disisi lain, dikutip dari laman elhkpn.kpk.go.id, Varial tercatat memiliki total harta kekayaan per 31 Desember 2022 senilai Rp4.194.886.767.

Kekayaan Varial paling besar disumbang dari tanah dan bangunan terdiri dari 7 bidang di tiga daerah, di antaranya Kota Palembang, Tanjung Jabung Timur dan Kota Jambi. Total nilai tanah dan bangunan yang dimiliki Varial senilai Rp3.677.586.767.

Kemudian harta bergerak lainnya senilai Rp505.000.000, selanjutnya kas dan setara kas senilai Rp 12.300.000. Dalam LHKPN, Varial tercatat tidak memiliki hutang.

Tribun melakukan konfirmasi kepada Varial atas ditunjuknya sebagai Pj Bupati Tebo. Namun Varial tidak memberikan banyak komentar.

"Terimakasih. Besok aja sekalian ya," ucap Varial singkat via Whatsapp.

Editor: Aldie Prasetya || Merdekapost.com 

Tim Hukum TPN Ganjar-Mahfud Ajukan Gugatan Sengketa Hasil Pilpres ke MK

Tim Hukum TPN Ganjar-Mahfud datang dengan membawa dokumen barang bukti dugaan kecurangan Pilpres 2024. [Doc/MahkamahKonstitusi]

Jakarta, Merdekapost.com -  Tim Hukum TPN ganjar-Mahfud mengajukan pendaftaran gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun 2024 (Pilpres 2024) di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Sabtu (23/3/2024). 

Tim Hukum TPN datang dengan membawa dokumen barang bukti dugaan kecurangan Pilpres 2024. Dokumen kecurangan Pemilu 2024 akan memperkuat  bukti gugatan sengketa pemilu ke persidangan Mahkamah Konstitusi.

Baca Juga: Anies-Gus Imin Jadi Paslon Pertama Gugat Pilpres 2024 ke MK

Sementara itu tim hukum AMIN sudah lebih dulu melakukan pendaftaran gugatan PHPU ke MK pada Kamis 23/03 lalu. (*) 

PDIP Siap Bantu PPP di MK, Hasto Sebut Jangan Sampai Partai Kabah Dihilangkan Sejarahnya

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengaku tak rela jika penyalahgunaan kekuasaan hingga menjegal PPP. (Foto TPN)

JAKARTA - PDI Perjuangan (PDIP) memastikan mendukung penuh permohonan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang bakal diajukan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

PDIP bahkan siap membantu sejumlah data. "Kami juga memberikan dukungan terhadap upaya PPP di dalam melakukan gugatan di MK. Tidak hanya bantuan spirit tapi juga data-data yang diperlukan PPP," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta

Adapun hal itu dilakukan lantaran PPP berdasarkan hasil rekapitulasi nasional dinyatakan tidak lolos ambang batas parlementer, padahal partai berlambang kabah itu merupakan partai bersejarah yang selalu lolos parlemen sejak tahun 1971 silam. 

Baca Juga: PPP Gagal ke Senayan, Ini untuk Pertama Kali sejak Didirikan

Dia pun mengaku tak rela jika penyalahgunaan kekuasaan hingga menjegal partai berlambang kabah itu. "Jangan sampai partai Kabah ini dihilangkan sejarahnya hanya karena mendukung Ganjar-Mahfud, ini sudah kebangetan," tutupnya. 

Selain PPP, PDIP juga menjaga solidaritas terhadap partai pengusung Ganjar Mahfud lainnya seperti Partai Perindo dan Hanura. 

Sebab, tambah dia, ada pergerakan masif untuk menghambat suara pendukung Ganjar dan Mahfud. 

"Kami pernah menegaskan bahwa begitu masifnya operasi yang dilakukan untuk menghambat Ganjar-Mahfud dan kemudian suara-suara pendukung Ganjar-Mahfud, partai politik, semua dikecil-kecilkan," tutupnya. 

( Sumber: iNews.id | Editor: Aldie Prasetya | Merdekapost.com )

PPP Gagal ke Senayan, Ini untuk Pertama Kali sejak Didirikan

Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (Dok PPP/Istimewa)

Jakarta, Merdekapost.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk pertama kalinya tidak lolos ke Senayan atau gagal melalui ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

KPU telah merampungkan hasil rekapitulasi pada Rabu (20/3/2024), dari hasil tersebut PPP hanya mendapatkan 5.878.777 suara (3,87%).

Merujuk pasal 414 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, disebutkan syarat parpol untuk lolos parlemen harus memenuhi ambang batas parlemen minimal 4%. dengan demikian PPP kekurangan sekitar 0,13 persen lagi untuk lolos.

Baca Juga: Ini Daftar 8 Partai Politik yang Lolos ke Senayan Hasil Pemilu 2024

Partai politik peserta pemilu harus memenuhi ambang batas perolehan suara paling sedikit 4% dari jumlah suara sah secara nasional untuk diikutkan dalam penentuan perolehan kursi anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Meski begitu, PPP memiliki sejarah yang tak boleh dilupakan. Berikut ini profil PPP.

Profil Partai Persatuan Pembangunan (PPP)

Partai Persatuan Pembangunan (PPP). (Dok PPP/Istimewa)

PPP merupakan partai yang dibentuk di masa Orde Baru sebagai bagian kebijakan fusi partai. Fusi partai adalah ide Presiden Soeharto untuk merampingkan partai-partai yang punya satu ideologis serupa.

Baca Juga: Rekap Final KPU: Prabowo-Gibran Raih Suara Terbanyak, 96,2 Juta 

Merujuk pada website resmi, PPP didirikan pada tanggal 5 Januari 1973 yang merupakan hasil Fusi atau gabungan dari empat partai berbasis Islam yakni Partai Nahdhatul Ulama, Partai Muslimin Indonesia (Parmusi), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam Perti.

Partai ini dipelopori oleh KH Idham Chalid (Ketua Umum PB NU), H.Mohammad Syafaat Mintaredja (Ketua Umum Parmusi), SH, Haji Anwar Tjokroaminoto ( Ketua Umum PSII), Haji Rusli Halil (Ketua Umum Perti), dan Haji Mayskur (Ketua Kelompok Persatuan Pembangunan di DPR). Dengan hasil gabungan dari partai-partai besar berbasis Islam, maka PPP telah memproklamirkan diri sebagai "Rumah Besar Umat Islam".

Sejak berkuasa, Presiden Soeharto memang tak ingin ada banyak partai di Indonesia. Dia belajar dari era demokrasi terpimpin masa Soekarno saat keberadaan banyak partai terbukti tidak efektif. Saat itu, partai-partai yang ada malah saling menjatuhkan satu sama lain, sehingga stabilitas politik terganggu dan kebijakan negara tak terwujud.

Alhasil, Soeharto ogah masalah itu terjadi saat dia berkuasa. Maka, lahirlah ide fusi atau penyederhanaan partai.

Namun, ide tersebut tak langsung terwujud saat Soeharto berkuasa. Pada Pemilu pertama Orde Baru tahun 1971, semua partai apapun ideologinya masih bertanding. KPU pun menetapkan organisasi masyarakat, Golongan Karya (Golkar), memenangi Pemilu.

Baca: Ini 10 Parpol yang Gagal Lolos ke Senayan: PPP, PSI, hingga Hanura 

Dalam perspektif pemerintah, kemenangan Golkar bukan berarti situasi bakal aman. Pasalnya, menurut Andre Feillard dalam NU vis a vis Negara (1999), di Senayan bakal ada banyak partai lain yang bisa mengganggu jalannya pemerintahan.

Atas dasar ini, pemerintah melakukan intervensi kepada partai-partai, termasuk partai Islam yang eksis sejak masa Soekarno dan mewakili kelompok Islam, antara lain:

Intervensi tersebut berupa ikut campur pemerintah mengatur sosok ketua umum partai dalam pemilihan terbuka. Pemerintah menempatkan orang kepercayaan untuk mensukseskan langkah fusi partai.

Singkat cerita, hasil dari intervensi itu sukses menggabungkan partai-partai Islam tersebut menjadi satu wadah bernama Kelompok Persatuan Pembangunan pada Oktober 1972. Penamaan ini juga diatur oleh Soeharto yang tak ingin kelompok partai Islam menggunakan nama "Islamis."

Kelompok Persatuan Pembangunan itulah yang kelak berubah jadi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada 5 Januari 1973. Selama Orde Baru berkuasa, PPP menjadi pilihan politik para tokoh Islam dan pendukungnya.

Selain PPP, kelompok lain yang terdampak fusi adalah golongan partai nasionalis, seperti Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Murba), Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) serta Partai Kristen Indonesia (Parkindo) dan Partai Katolik. Mereka bergabung menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Beranjak dari sini, PDI, PPP dan Golongan Karya saling berebut suara di tiap pemilu Orde Baru. Tentu, kita mengetahui selama berulangkali Pemilu terselenggara, tetap saja pemenangnya Golkar, disusul PPP dan PDI.

Di era reformasi, suara PPP juga harus berjuang dengan sengit karena ketatnya persaingan antar partai. Suara PPP terus turun dari 11,33 juta pada pemilu 1999 atau 10,71% menjadi 6,32 juta pada pemilu 2019 atau 4,52%.

Banyaknya partai baru serta pergeseran ideologi dan tren elektoral membuat suara PPP turun. Puncaknya adalah pada 2024 di mana PPP tidak lolos ke parlemen karena suaranya di bawah threshold yang ditentukan.

Partai yang lahir pada 5 Januari 1973 merupakan salah satu partai politik yang ada di Indonesia. PPP merupakan hasil dari gabungan empat partai berbasis islam.

Partai politik yang tergabung adalah Partai Nahdlatul Ulama, Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), Partai Islam Perti, dan Partai Muslimin Indonesia (Parmusi).

Partai ini meresmikan diri sebagai “Rumah Besar Umat Islam” dengan menjadikan lambangnya yaitu Ka'bah sebagai asas Islam. Pada 1984 terjadi perubahan asas partai sesuai dengan keadaan partai politik yang berlaku saat itu.

Sayangnya, partai Rumah Besar Umat Islam yang sudah ada sejak 1971 tidak mendapatkan kesempatan untuk maju ke Senayan setelah menjalani serangkaian Pemilu 2024.(*)

Editor : Aldie Prasetya | Merdekapost.com 

Ini 10 Parpol yang Gagal Lolos ke Senayan: PPP, PSI, hingga Hanura

Suasana rapat pleno KPU RI rekapitulasi suara nasional. (ist)

JAKARTA - Sejumlah partai politik peserta Pemilu 2024 tak lolos ke parlemen karena suaranya di bawah ambang batas 4%. Berdasarkan hasil rekapitulasi berjenjang tingkat nasional, sejauh ini dari 18 partai politik peserta pemilu, ada 10 parpol yang suaranya tak mencapai ambang batas parlemen.

Salah satu dari partai tersebut adalah PSI yang diketuai oleh anak bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep. Partai ini masih belum bisa menembus DPR karena hanya mendapat suara di bawah 3%.

Selain itu ada Perindo yang mendapat suara 1,28% dan PPP yang nyaris lolos dengan 3,83%. Tujuh parpol lainnya, termasuk Hanura yang dulu sempat duduk di parlemen, mendapat suara di bawah 1%.

Berikut selengkapnya suara sah parpol Pemilu 2024:

Partai Lolos Parlemen

⁠PDIP: 25.387.278 suara (16,72%)

Golkar: 23.208.654 suara (15,28%)

Gerindra: 20.071.708 suara (13.22%)

PKB: 16.115.655 suara (10,61%)

NasDem: 14.660.516 suara (9,65%)

⁠PKS: 12.781.353 suara (8,42%)

Demokrat: 11.283.160 suara (7,43%)

⁠PAN: 10.984.003 suara (7,23%)


Partai Tidak Lolos Parlemen

PPP: 5.878.777 suara (3,87%)

⁠⁠PSI: 4.260.169 suara (2,80%)

Perindo: 1.955.154 suara (1,28%)

Partai Gelora: 1.281.991 suara (0,84%)

Hanura: 1.094.588 suara (0,72%)

Partai Buruh: 972.910 suara (0,64%)

Partai Ummat: 642.545 suara (0,42%)

⁠PBB: 484.486 suara (0,31%)

Partai Garuda: 406.883 suara (0,26%)

⁠PKN: 326.800 suara (0,21%)

Angka ini merupakan hasil total perolehan suara parpol dibagi total suara sah untuk Pileg 2024 yang dihitung saat rapat pleno rekapitulasi tingkat nasional pada Rabu (20/3). (hza)

Ini Daftar 8 Partai Politik yang Lolos ke Senayan Hasil Pemilu 2024

Partai Peserta Pemilu 2024. (ist)

Jakarta - KPU RI merampungkan seluruh tahapan rekapitulasi nasional Pemilu 2024 di 38 provinsi dan 128 Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN), Rabu (20/3). PDIP menjadi juaranya. 

Ini merupakan kali ketiga PDIP menjadi jawara di Pemilu Legislatif. Di bawahnya ada Partai Golkar.

Suasana rapat pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara tingkat Papua Pegunungan di KPU RI, Jakarta, Rabu, (20/3/2024) Foto: Iqbal Firdaus/kumparanzoom-in-white

KPU juga mengumumkan parpol yang lolos ke Senayan. Partai politik yang lolos mengantongi suara lebih dari 4%. Mereka adalah PKB, Gerindra, PDIP, Golkar, NasDem, PKS, PAN, dan Demokrat.

Sedangkan parpol yang gagal ke parlemen yakni, PPP, PSI, Partai Buruh, Gelora, PKN, Hanura, Garuda, PBB, Perindo, dan Partai Ummat.

Berikut selengkapnya perolehan suara sah parpol Pemilu 2024:

⁠PDIP: 25.387.278 suara (16,72%)

Golkar: 23.208.654 suara (15,28%)

Gerindra: 20.071.708 suara (13.22%)

PKB: 16.115.655 suara (10,61%)

NasDem: 14.660.516 suara (9,65%)

⁠PKS: 12.781.353 suara (8,42%)

Demokrat: 11.283.160 suara (7,43%)

⁠PAN: 10.984.003 suara (7,23%)


Partai politik yang tidak lolos:

PPP: 5.878.777 suara (3,87%)

⁠⁠PSI: 4.260.169 suara (2,80%)

Perindo: 1.955.154 suara (1,28%)

Partai Gelora: 1.281.991 suara (0,84%)

Hanura: 1.094.588 suara (0,72%)

Partai Buruh: 972.910 suara (0,64%)

Partai Ummat: 642.545 suara (0,42%)

⁠PBB: 484.486 suara (0,31%)

Partai Garuda: 406.883 suara (0,26%)

⁠PKN: 326.800 suara (0,21%)

(hza)


[3] Pilkada Kerinci 2024, Ini 8 Tokoh Hilir yang Berpotensi Maju

Jelang Pilkada Kerinci 2024, Ini 8 Tokoh Hilir yang Dinilai Berpotensi Maju untuk Kerinci 2024. (Doc Merdekapost)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Hiruk pikuk Pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) di Pemilu 2024 sedikit demi sedikit sudah mulai mereda.

Sebagian masyarakat saat ini mulai mengalihkan perhatian ke Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang bakal digelar pada bulan November 2024 mendatang.

Dari sekian banyak Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang akan melaksanakan Pilkada serentak tahun 2024 diseluruh Wilayah Indonesia, salah satunya adalah Kabupaten Kerinci.

Sebagaimana diedisi sebelumnya, dimedia ini telah dimunculkan beberapa nama atau figur yang dinilai layak maju untuk menjadi Calon Bupati atau mungkin nantinya Calon Wakil Bupati Kerinci, yang berasal dari wilayah Kerinci mudik dan juga tengah [mudik dan tengah dalam politik Kerinci tidak bisa di nafikan, karena ini bukanlah pembagian wilayah atau pengkotak-kotakan, akan tetapi lebih pada untuk menempatkan atau mengkalkulasi pemetaan saja].

Raih Kursi Terakhir di Dapil 1, Jonri Kamsix Pertahankan Kursi yang Ditinggal H Arip Almalik

SUNGAIPENUH, MERDEKAPOST.COM - Pupus sudah impian Partai Persatuan Pembangunan (PPP) untuk merebut empat kursi DPRD Kota Sungaipenuh. Peluang PPP menyalip Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk kursi kedua di Daerah Pemilihan (Dapil) satu ternyata kandas. Dengan modal 1.207 suara partai nahdliyin ini mampu menduduki kursi kesepuluh atas nama Jonri Kamsix.

PPP Sungai Penuh harus merelakan kursi ke-10 di Dapil ini diduduki Jonri Kamsik yang nota bene adalah saat ini menjabat sebagai ketua DPC PKB Kota Sungai Penuh Putra politisi senior H Nasrun Madin. 

Jonri Kamsix ini berhasil memperoleh 1.013 suara dari 1.207 jumlah suara sah PKB. Hanya terpaut 24 suara, dari  sisa suara  PPP untuk kursi kedua.

Baca Juga :

 [1] Pilkada Kerinci 2024, Ini 5 Tokoh dan Elit Politik Tanah Sekudung" yang Berpotensi Maju

Ini Nama 30 Caleg Terpilih DPRD Kabupaten Kerinci 2024-2029 

“Kita sudah berjuang merebut suara, tapi Inilah kenyataannya, beda tipis 24 suara, kursi kita beralih ke partai lain,” kata Heldi Efendi Wakil Ketua DPC PPP Kota Sungaipenuh.

Dengan kondisi ini, Partai Ka’bah harus membayar mahal 1 kursi Dapil Satu yang berhasil diduduki Feri Hardito dengan total perolehan  3.549 suara. 

Berdasarkan Data yang diperoleh, Jonri Kamsix berhasil merebut 135 suara di Kecamatan Sungaipenuh, 666 suara di Kecamatan Pondok tinggi dan 212 suara di Kecamatan Sungai Bungkal. Suara Jonri ditambah dengan suara caleg PKB lainnya sebanyak 99 suara. dengan demikian, Ketua DPC PKB Kota Sungai Penuh ini berhasil mempertahankan 1 kursi yang selama 2 periode sebelumnya diduduki oleh H Arip Al Malik.

Inilah 35 Nama Anggota DPRD Kabupaten Bungo Terpilih, Hasil Pemilu 2024


Berikut 35 Anggota DPRD Kabupaten Bungo terpilih periode 2024-2029 hasil Pemilu Legislatif 2024:

1. Muhammad Adani (Nasdem)

2. H. Pardinan (Demokrat)

3. Bujang Barito (PAN)

4. Zuherman (Nasdem)

5. Agusrianto (Golkar)

6. Rosmala Dewi (PKB)

7. Rindang Sarmelin Siahaan (PDIP)

8. Darwandi (Gerindra)

9. Riky Andinata (Nasdem)

10. Edo Maizaki (Demokrat)

11. Kasbudi (PKB)

12. Jumari Ary Wardoyo (Gerindra)

13. Ahmadi (PDIP)

14. Rahmad Arpison (PPP)

15.Martunis (PAN)

16. Hamdan (Nasdem)

17. H. Kamal HG (Hanura)

18. Slamet Riyadi (Demokrat)

19. Dedi Hardani (Gerindra)

20. Marhoni Suganda (Nasdem)

21. Muhammad Zahsyi (PKS)

22. M. Salman Hasfadiszi (Demokrat)

23. H. Kholil (PKB)

24. Dedet Jumico (Gerindra)

25. Mutia Sari (Nasdem)

26. Siti Alimah (Demokrat)

27.Aljupri (PDIP)

28. Tamrin (PAN)

29. Hermanto (Golkar)

30.Murtado (PAN)

31.Teddy Sutari (PKB)

32. Edi Kusnadi (Nasdem)

33. Riana (Golkar)

34. Abdul Qodir (Demokrat)

35. M. Yazid (Gerindra)

_____________________________________________________________________ Editor: Aldie Prasetya | Merdekapost.com )


Inilah 30 Nama Caleg DPRD Kabupaten Sarolangun Terpilih Periode 2024-2029

Inilah 30 Nama Caleg DPRD Kabupaten Sarolangun Terpilih Periode 2024-2029, sebagai berikut:

1. Tabroni (5.681 suara-Golkar dari Dapil 4).

2. Yusuf Helmi (3.554-dari Dapil 1).

3. Asrin Amer (3.481- partai PKN Dapil 1).

4. Ahmad Jani (3.357-PPP pada Dapil 4).

5. Sadam Hidayat (3.313-DEMOKRAT dapil 1).

6. Patimah (3.221-PPP Dapil 1).

7. M. Julian Donopan (3.141-GOLKAR Dapil 3).

8. Dody Arya Mustain (3.007-PAN dapil 3).

9. Ade Saputra (2.844-PAN dapil 1).

10. Akmal (2.774-Demokrat Dapil 3).

11. Nurdin (2.594-PPP Dapil 3).

12. Dedi Ifriyansyah (2.576-PAN dapil 4).

13. Sepriadi (2.533-PAN dapil 2).

14. Syahrial Gunawan (2.523-PDI-P dapil 3).

15. Rasidi (2.397-PDI-P Dapil 2).

16. M. Syaihu (2.387-PKB Dapil 3).

17. Cik Marleni (2.348-GOLKAR dapil 2).

18. Budi Handoko (2.337-PPP Dapil 2).

19. Muslimin (2.242-PKB Dapil 2).

20. Febi Bastian (2.2140-PKS dapil 3).

21. Abdul Basid (2.176-Gerindra-Dapil 1).

22. Subhan (2.203-Nasdem dapil 4).

23. H.Zulkifli YS (2.118-PKS dapil 1).

24. Fazin Hisabi (2.029-PPP dapil 2).

25. Siti Aisyah Harahap (1.927-PKS dapil 2).

26. Bambang Gunawan (1.906-Gerindra dapil 4).

27. Lina Sari Dewi (1.865-PDI-P Dapil 2).

28. Muhammad Fadlan Arafiqi (1.843-PKB Dapil 1).

29. Azhar Pulungan (1.418-Gerindra dapil 2).

30. Riki Anggriawan (1.253-PKB Dapil 3).

_________________________________________________________________Editor: Aldie Prasetya | Merdekapost.com )


Inilah Daftar 25 Caleg DPRD Kota Sungai Penuh Terpilih periode 2024-2029

Berikut nama-nama 25 orang Caleg DPRD Kota Sungai Penuh Terpilih periode 2024-2029:

1. Jonri Kamsix (PKB) 1.013 suara

2. Indra Apdi Saputra (Gerindra) 841 suara

3. Hardizal (PDIP) 792 suara

4. Haidir (Golkar) 711 suara

5. Tole S Hadiwarso (Nasdem) 639 suara

6. Ferry Ariasandi (PKS) 1.662 suara

7. Emrizal (PKS) 559 suara

8.Adharianto (PAN) 897 suara

9. Aspar Nasir (Demokrat) 823 suara

10. Feri Hardito (PPP) 953 suara

11. Nasrullah (PDIP) 1.168 suara

12. Albizar (Golkar) 1.866 suara

13. Pahruddin (Golkar) 1.585 suara

14. Hutri Randa (Golkar) 1.269 suara

15. Dahkir (Nasdem) 1.267 suara

16. Megap Perdana Alam Saputra (PKS) 1.208 suara

17. Adrizal Adnan (PKS) 1.359 suara

18. Fajran (Demokrat) 994 suara

19. Armadi (PPP) 1.151 suara

20. Maswan (Gerindra) 804 suara

21. Damrat (PDIP) 1.279 suara

22. Arlis Kasim (Golkar) 1.210 suara

23. Barnis (Hanura) 948 suara

24. Zulhadri (PAN) 902 suara

25. Andi Oktavian (PPP) 1.634 suara

________________________________________________________________________Editor: Aldie Prasetya | Merdekapost.com )

Inilah Nama 30 Anggota DPRD Kabupaten Tanjabtim Terpilih Hasil Pemilu 2024

Inilah Daftar nama-nama 30 Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung timur (Tanjabtim) Terpilih Priode 2024-2029, Hasil Pemilu 2024 : 

1. Zilawati : 3.902-PAN 

2. Muhammad Aris, S.Kom, 3.700-PAN 

3. Jamil Akbar, SE : 3.696-PAN 

4. Firmansah Ayusda, S.Pd.I : 3.229-PAN 

5. H. Syamsu Alam : 2.861-PAN 

6. Usman, S.IP : 2.917-Gerindra 

7. Muhammad Guntur, S.P.i : 2.029-PDI-P

8. Hj. Dewi Julianti, SE: 1.798-Golkar 

9. Drs. Syahbudin, M.H : 1.525-NasDem

10. Ruziansyah Putra : 1.618-Demokrat 

11. Farhan Sirajuddin Yusuf : 1.126-PKS 

12. Sulpani : 4.933-PAN 

13. Nugraha Setiawan, S.IP : 3.840-PAN 

14. Sumaryadi : 3.144-PAN 15.  Ilham Febriansyah : 2.697-PAN 

16.  Edi Mubarak, S.Pd : 1.835-PAN 

17. Hasniba, A.Md : 2.436-Golkar 

18. Alam Bakri : 1.928-Golkar 

19. Ambo Acok, S.T : 1.705-Gerindra 

20. Nuardy : 1.602-NasDem 

21. Karyono : 1.267-PKB 

22.  Ariandi : 4.686-PAN 

23. M. Feisal Nur Wahyu : 4.582-PAN 

24. Muhammad Alvi Kautsar : 2.490-PAN 

25. Tri Astuti Handayani : 1.928-PAN 

26. Vonny Wulandari, S.Kep, . M.M : 1.821-PAN 

27. Samsir : 2.430-Gerindra 

28. Siti Aminah, SE : 2.386-NasDem 

29. Muhammad Samin, S.S,. M.IP : 1.309-Golkar 

30.Danny Dwi Anggara : 1.077.-PDI-P.

___________________________________________________________________ Editor: Aldie Prasetya | Merdekapost.com )

Inilah Daftar Nama 35 Caleg Terpilih DPRD Tanjabbar, Hasil Pemilu 2024

Berikut Ini Daftar Nama 35 Caleg Terpilih DPRD Tanjabbar, Hasil Pemilu 2024

1. M. Muh. Sjafril Simamora (PAN)

2. Ahmad Hanif (Partai NasDem)

3. Syufrayogi Syaiful (Partai Golkar)

4. Endri Arvian (PPP)

5. Hasmely Hasan (PDIP)

6. Hj. Erliani (Partai Gerindra)

7. Hery Saputra (PBB)

8. Siti Maidina Herdiyanti (PAN)

9. Muhammad Zaki (PKB)

10. Jamal Darmawan (Partai Demokrat)

11. Mariatul Kiftiah (PKS)

12. Albert Chaniago (PAN)

13. Dedi Hadi (Partai Golkar)

14. H. Tamsir (Partai Gerindra)

15. Hasan Basyri Harahap (Partai NasDem)

16. H. Abdullah (PDIP)

17. Dudi Purwadi (PDIP)

18. Yetno (Partai NasDem)

19. Doni Idris Saragih (PDIP)

20. Wildawati (Partai Demokrat)

21. Nurkholis (Partai Golkar)

22. Agustinus Siahaan (PAN)

23. Satria Tubagus Ryan Hermawan (PDIP)

24. Sutejo (Partai Gerindra)

25. Melda Arisandi (Partai NasDem)

26. Dedy Irawan (PAN)

27. H. Fahrizal (PKS)

28. Jayus (PKB)

29. Ishak (Partai Golkar)

30. Hamdani (PDIP)

31. Iqbal (PDIP)

32. Tumirin (Partai NasDem)

33. Lukas Cholikul (PAN)

34. Ansari (PKB)

35. H. Assek (Partai Gerindra).

_____________________________________________________________________ Editor: Aldie Prasetya | Merdekapost.com )


Ini Daftar nama 35 Caleg DPRD Tebo Terpilih Hasil Pemilu Legislatif 2024

Berikut Ini Daftar nama 35 Caleg DPRD Tebo terpilih periode 2024-2029 hasil Pemilu Legislatif 2024:

1. Eni Mawarti 3.518 suara (Golkar).

2. Darul Kutni 3.433 suara (PKB).

3. H Pahri 2.715 suara (PDIP).

4. Karno 4.338 suara (Gerindra).

5. Yuzep Herman 2.181 suara (PAN).

6. Husni Fahri 3.018 suara (Nasdem).

7. Edi Hartono 2.199 suara (PKS).

8. Radi Hartono 2.706 suara (Golkar).

9. Pahlepi 2.144 suara (Demokrat).

10. Feri Ariyanto 2.736 suara (Golkar).

11. Tibrani 2.328 suara (PKB).

12. Sulman Elfarsy 1.590 suara (PPP).

13. Ihsanuddin 2.657 suara (PDIP).

14. Syamsuri 1.653 suara (PAN).

15. Fahruddin Alroji 1.928 suara (Demokrat).

16. Saipul Anwar 3.467 suara (Nasdem).

17. Liga Marisa 2.683 suara (Golkar).

18. Khalis Mustiko 8.487 suara (Golkar).

19. Dimas Cahya Kusuma 3.676 suara (PDIP).

20. Ahmad Ankam 4.246 suara (Golkar).

21. Imam Syafi'i 3.469 suara (PKB).

22. Khairul 1.378 suara (Gerindra).

23. Sunoto 2.440 suara (PDIP).

24. H Ngatiran 4.141 suara (Golkar).

25. Siswanto 2.041 suara (PKS).

26. Dewi Ulfa Uluwiyah 3.198 suara (Demokrat)

27. Efridarti 1.179 suara (PAN).

28. Sabki 2.907 suara (Golkar).

29. Ahmad Paisol 2.425 suara (Demokrat).

30. Suyadi 3.499 suara (PAN).

31. Aivandri AB 2.988 suara (PDIP).

32. Mursalin 1.954 suara (Nasdem).

33. Sahendra 3.337 suara (PKB).

34. Pajri 3.012 suara (PKS).

35. Ateng Jaelani 1.494 suara (Gerindra).

____________________________________________________________________ Editor: Aldie Prasetya | Merdekapost.com )


Daftar nama 35 Caleg DPRD Kabupaten Merangin terpilih Periode 2024-2029

Inilah Daftar nama 35 Caleg DPRD Kabupaten Merangin terpilih Periode 2024-2029: 

1. Nasihin (PKB)

2. Bribka Ahmad Fahmi (Gerindra)

3. Toni Irwan Jaya atau Sri Amin (PDIP)

4. Mulyadi atau Hasan Jalil (Golkar)

5. Muhammad Yani (Nasdem)

6. Zainal Amri (PKS)

7. M Yuzan (Hanura)

8. Muhammad Rifaldi (PAN)

9. Mira Sartika (PAN)

10. Satria Abadi (Demokrat)

11. Indra Geni (Perindo)

12. Aditya Nugraha Illahi (PPP)

13. Amri Saham (PKB)

14. Haszil Aima Putra (Gerindra)

15. Herman Efendi (Golkar)

16. Samdianto (Golkar)

17. Pahala Junior Pasaribu (Nasdem)

18. Haryanto (PKS)

19. A Thalib (PKN)

20. Rahmat Hidayat (PAN)

21. Asy’ari El Wakas Apuk (Demokrat)

22. Sukadi (Perindo)

23. Teguh Wahyudi (PPP)

24. Abdul Khalim (PKB)

25. Syaiful Hadi (Gerinda)

26. Darmadi (PDIP)

27. Sukar (Golkar)

28. Muhammad Helmi (Nasdem)

29. Taufik (PAN)

30. Patria Nusa Nanta Samosir (Demokrat)

31. Safriyon (Gerindra)

32. M Haris (Nasdem)

33. Al Hanim Assodiki (PAN)

34. Hasren Purja Sakti (Perindo)

35. Parhan (PPP).

____________________________________________________________________ Editor: Aldie Prasetya | Merdekapost.com )


Ini 35 Nama Anggota DPRD Batang Hari Terpilih Periode 2024-2029

 

ini Daftar nama-nama 35 orang Caleg Terpilih DPRD Batanghari Periode 2024-2029:

1. Taftahani Ifadi (PPP)

2. Patoni (PKB)

3. Mawardi Harahap (Gerindra)

4. Aminah (Nasdem)

5. M.Firdaus (PAN)

6. Yunninta Asmara (Golkar)

7. Hapiz (PPP)

8. H.Sudarto (PKS)

9. Edy Yanuar (PDIP)

10. H. Bustomi (PPP)

11. Rahmat Hasrofi (PPP)

12. Azizah (PAN)

13. Sukran (PPP)

14. Halinupiah (PKB)

15. Yogie (PDIP)

16. Deni Setiawan (Nasdem)

17. Suib (Gerindra)

18. Kms M.Pauzan (PPP)

19. Kms Supriyadi (Demokrat)

20. Doni (Nasdem)

21. Amin Hudari (PPP)

22. Adi Susanto (Demokrat)

23. Anita Yasmin (PAN)

24. Ilhamsyah (PKB)

25.Fernando Putra (Golkar)

26. Purwanto (PDIP)

27. Risno (Nasdem)

28. Siti Patimah (PPP)

29. Aripin (PKS)

30. El Firsta Nopsianti (Nasdem)

31. Irwanto Efendi (PAN)

32. Sirojuddin (Golkar)

33. Hipniwati (PKB)

34. Thio Afdrianto (PDIP)

35. Mukhsin (PPP)

_______________________________    ( Penulis : Aldie Prasetya | Merdekapost.com )







Berita Terpopuler

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs