Pembunuhan Wanita Cantik di Kota Baru Jambi, Korban Dihabisi dengan Sadis, Penuh Luka Sayatan, Ini Keterangan Polisi

FOTO: TKP kosan lokasi pembunuhan di Kota Baru (Kiri): Tangkapan layar dari video jenazah korban saat diperiksa pihak keluarga. (kanan) (Doc/Ist)

JAMBI - Polisi masih menyelidiki pembunuhan terhadap seorang gadis cantik Bernama Novita Putri alias Ina (20) yang ditemukan bersimbah darah di salah satu kosan di kawasan belakang SPBU Pal V Kota Baru, Sabtu malam 8 Juni 2024.

Kapolsek Kota Baru AKP Hanafi membenarkan adanya peristiwa kematian seorang perempuan muda tersebut.

“Kejadian tadi malam (Sabtu malam), yang mana kita telah melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kematian gadis tersebut,” katanya, Minggu malam 9 Juni 2024 kemarin.

FOTO: Gadis cantik Bernama Novita Putri alias Ina (20) yang ditemukan bersimbah darah di salah satu kosan di kawasan belakang SPBU Pal V Kota Baru, Sabtu malam 8 Juni 2024. (ist)
AKP Hanafi mengatakan, dugaan sementara korban tewas dibunuh. Karena ada bekas luka di kepala dan sekujur tubuh korban.

“Kita telah mengambil keterangan dari beberapa saksi yang ada di TKP. Saat ini telah kita lakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku,” lanjutnya.

Menurut AKP Hanafi, dari keterangan sejumlah saksi pihaknya sudah mengantongi nama pelaku dan telah dilakukan pengejaran.

Baca Juga: Wanita Cantik Tewas di Pal V Kota Jambi, Polisi Lakukan Penyelidikan

“Untuk motif dan lain-lain nanti akan kita sampaikan saat press release ya,” pungkasnya.

Sementara itu dari video yang beredar ke wartawan, kondisi korban sangat mengenaskan. Dari video tersebut diperkirakan dia dibunuh secara sadis menggunakan senjata tajam.

Sekujur tubuhnya dari kepala, pelipis dan tangannya terlihat bekas luka bacok dan sayatan senjata tajam. 

Dari suara di video tersebut, terdengar suara perempuan yang memeriksa jenzah korban mengatakan luka di kepala korban seperti bacokak celurit.

Sadisnya lagi, menurut seorang sumber, selain kepala, bagian wajah dan tangan, (maaf) dikemaluan korban juga terdapat lula sayatan senjata tajam. 

"Sadis nian bang... bukan di kepalak, pipi dan tangan bae. Di kemaluannyo jugo ado luko sayatan," katanya.

Seperti diberitakan pembunuhan terhadap gadis bernama Novita Putri alias Ina  diperkirakan terjadi pukul 20.00 WIB. Ina ditemukan di dalam kamar kosannya dalam kondisi bersimbah darah dengan beberapa luka tusuk.

Belum diketahui secara pasti bagaimana kronologis pembunuhan tersebut. Dari rekaman suara yang diperoleh wartawan,  sebelum kejadian korban sempat ngumpul dengan beberapa rekannya di kosannya.

Ketika itu dia mengatakan pacarnya mau datang. Dia lalu menyuruh beberapa temannya itu pergi. Dia tinggal sendirian di kosan satu kamar tersebut.

"Ina bilang pacar kakak mau datang, kamu pegilah. Mendengar itu beberapa kawanyo pegilah, ado yang beli minyak, pokoknya pegilah keluar," cerita seseorang dalam rekaman suara tersebut.

Baca Juga: Wanita yang Ditemukan Bersimbah Darah di Kota Baru Jambi Ternyata Warga Tungkal

Setelah beberapa lama, ketika pulang, mereka menggedor-gedor pintu kamar. Tapi tidak ada sahutan. Ketika dibuka, ternyata pintu tidak terkunci.

"Saat pintu tebukak itulah, Ina tampak sudah dak sadarkan diri, Darah berceceran. Kemudian Ina dibawak ke rumah sakit. Waktu dibawak tu dio masih sadar. Masih bilang sakit,sakit," jelasnya.

Namun setelah sekitar 10 sampai 20 menit diinfus, korban meninggal dunia. Menurut sumber di rekaman suara tersebut, polisi sudah datang ke lokasi kejadian. Namun saat polisi tiba di kosan, ceceran darah sudah dibersihkan.

"Jadi dak bisolah polisi nak lakulan penyidikan, karno ceceran darah sudah dibersihkan," katanya.

Informasi lain yang diperoleh, korban sehari-hari berprofesi sebagai gadis panggilan melalui aplikasi hijau. Malam sebelum kejadian, korban sempat bersama adminnya. 

Sampai saat ini siapa pelaku pembunuhan tersebut masih diselidiki pihak kepolisian. 

"Saat ini, kosan tempat kejadian masih dipasang police line," kata sumber yang mengenal korban.(*)

Wanita yang Ditemukan Bersimbah Darah di Kota Baru Jambi Ternyata Warga Tungkal

FOTO KOLASE: Wanita cantik yang ditemukan tewas di kamar kos di kawasan Pal V, Kota Baru, Kota Jambi pada Sabtu (8/6/2024) malam. diduga wanita bernama Ina itu tewas dibunuh oleh kekasihnya. (ist)

JAMBI - Viral dugaan pembunuhan seorang wanita bernama Ina (20) di kamar kos di kawasan Pal V, Kota Baru, Kota Jambi.

Ina ditemukan tewas bersimbah darah dengan luka tusuk di kamar kosnya pada Sabtu (8/6/2024) malam.

Menurut informasi, kosan itu merupakan kamar kos campur atau dihuni laki-laki dan perempuan.

Korban juga bukan penghuni kos melainkan warga Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Baca Juga: Wanita Cantik Tewas di Pal V Kota Jambi, Polisi Lakukan Penyelidikan

Dinda salah satu penghuni kos mengaku tidak mengetahui pasti ada kejadian itu, peristiwa yang menyebabkan wanita muda itu meninggal banyak tidak diketahui oleh penghuni kos lain bahkan korban bukan penghuni kos tersebut.

"Tidak tau juga kami, tapi dia bukan penghuni kos sini dia hanya. Kata orang dia hanya main kesini, dia warga Kuala Tungkal," kata Dinda, Senin (10/6/2024).

TKP tewasnya wanita cantik di kamar kos di kawasan Pal V, Kota Baru, Kota Jambi pada Sabtu (8/6/2024) malam. Diduga wanita bernama Ina itu tewas dibunuh. (ist)

TKP tewasnya wanita cantik di kamar kos di kawasan Pal V, Kota Baru, Kota Jambi pada Sabtu (8/6/2024) malam. Diduga wanita bernama Ina itu tewas dibunuh

Sementara itu, warga sekitar mengaku malam itu sebelum kejadian ada keributan di dalam kos hingga terdengar warga sekitar.

Saat hening tiba-tiba korban dibawa ke RS Mitra di Kotabaru.

"Saat keributan tersebut tak lama kemudian keadaan sunyi korban kabarnya dibawa ke rumah sakit Mitra dan meninggal dalam perjalanan," ujarnya.

Viral di Media sosial

Dari rekaman suara yang beredar di media sosial, sebelum ditemukan tewas Ina sempat ngumpul dengan beberapa rekannya di kamar kosnya.

Saat itu menurut kabar yang beredar, Ina juga menunggu teman dekatnya datang dan dia menyuruh teman-temannya untuk segera pergi.

"Ina (panggilan korban) ni bilang pacar kakak mau datang, kamu pegilah. Mendengar itu benerapa kawanyo pegilah, ado yang beli minyak, pokoknya pegilah keluar," kata suara dalam rekaman.

Ina sendirian dalam kamar kos.

Setelah beberapa lama, teman-teman Ina pulang dan menggedor pintu kamar yang ternyata tidak terkunci.

"Saat pintu tebukak itulah, Ina tampak sudak dak sadarkan diri. Darah berceceran. Kemudian Ina dibawak ke rumah sakit. Waktu dibawak tu dio masih sadar. Masih bilang sakit, sakit," masih keterangan dari rekaman beredar.

Ina sempat mendapat perawatan, namun kemudian Ina menghembuskan nafasnya dan meninggal dunia.

Bekas ceceran darah di kamar kos Ina sempat dibersihkan oleh pelaku yang membunuh Ina.

Diduga dibunuh

Diduga Ina jadi korban pembunuhan. Karena ada bekas luka di kepala dan tubuh korban.

Dari video yang beredar, terlihat sekujur tubuh Ina dari kepala, pelipis dan tangan terlihat bekas luka bacok dan sayatan senjata tajam.

Kapolresta Jambi Kombes Pol Eko Wahyudi dikonfirmasi melalui Kapolsek Kota Baru AKP Hanafi membenarkan adanya kejadian pembunuhan tersebut. Menurut dia, kasus tersebut ditangani Polsek Kota Baru. ***

Wanita Cantik Tewas di Pal V Kota Jambi, Polisi Lakukan Penyelidikan

Ilustrasi. (ist)

MERDEKAPOST.COM, JAMBI - Seorang wanita berinisial NP alias Ina (20) tewas dibunuh di kosan di kawasan belakang SPBU Pal V, Kota Baru, Kota Jambi, Sabtu malam 8 Juni 2024.

NP Diduga menjadi korban pembunuhan, karena dari video yang dilihat terlihat ada luka pada bagian kepala dan tangan. Korban diketahui bukan penghuni kos melainkan warga Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. 

Kasat Reskrim Polresta Jambi Kompol Indar Wahyu  memaparkan saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.

" Benar, saat ini kami sedang melakukan penyelidikan dan tim sedang dilapangan, nanti kami sampaikan kembali," kata Indar, Senin (10/6/2024). 

Terpisah, dari rekaman audio yang menyebar, seorang laki-laki menjelaskan dugaan NP meninggal karena ada perkelahian dengan pacarnya. 

Dalam rekaman audio itu juga, menerangkan sebelum kejadian korban bersama dua orang temannya. Korban sempat meminta agar kedua temannya untuk pergi dari kos karena pacar korban akan datang ke kosan. 

"Dari keterangan saksi adminnya cowok NP mau ke kosan, kamu pergilah dulu. Kan mereka cuma satu kamar, jadi pergi lah budak ini," kata seorang lelaki dalam audio yang menyebar. 

NP lalu ditinggal di kos sesuai permintaannya, saat teman korban datang kembali ke kos tidak ada respon saat pintu diketuk rupanya saat dibuka tidak terkunci. 

"Ningok NP sudah dak ado sadar. Terus sudah berceceran darah dia bawak ke rumah sakit, waktu di jalan NP masih sadar ngomong sakit-sakit," ujarnya. 

Setelah mendapatkan infus dari rumah sakit, sekitar 10-20 menit NP meninggal dunia. 

"Ternyata sudah meninggal, nah kayak gitu cerita mami cuma," tutup seorang pria dalam audio. 

Selain itu, dalam audio juga menjelaskan tempat kejadian saat di cek polisi juga sudah bersih dari darah-darah korban.

Sebelumnya, Dinda salah satu penghuni kos mengaku tidak mengetahui pasti ada kejadian itu, peristiwa yang menyebabkan wanita muda itu meninggal banyak tidak diketahui oleh penghuni kos lain bahkan korban bukan penghuni kos tersebut. 

"Tidak tau juga kami, tapi dia bukan penghuni kos sini dia hanya, Kata orang dia hanya main kesini, dia warga Kuala Tungkal," kata Dinda Senin, (10/6/2024). 

Sementara itu, warga sekitar mengaku malam itu sebelum kejadian ada keributan di dalam kos hingga terdengar warga sekitar. Saat hening tiba-tiba korban dibawa ke rumah sakit Mitra di Kotabaru. 

"Saat keributan tersebut tak lama kemudian keadaan sunyi korban kabarnya dibawa ke rumah sakit Mitra dan meninggal dalam perjalanan," ujarnya. (*)

Sumber: TRIBUNJAMBI.

Pelaku Penyebar Video Syur Mantan Presma Unja ditangkap

JAMBI - Subdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Jambi menangkap pria berinisial JG yang merupakan tukang service handphone yang diduga mengambil video porno dari handphone mantan presiden BEM UNJA (KN) bersama kekasihnya.

Plt kasubdit V Cyber Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Reza Khomeini mengatakan, setelah melakukan penyelidikan terkait beredarnya video mesum 'Enak Yank'. Polisi akhirnya menetapkan seorang pria berinisial JG sebagai tersangka ilegal akses.

"Modus operandinya, tersangka memindahkan data pribadi dari handphone korban ke handphone miliknya," kata Reza di Mapolda Jambi, Rabu (5/6/2024).

Reza menjelaskan, hal ini berawal pada 20 April 2024 lalu. Korban berinisial KN yang merupakan pemeran pria dalam video mesum 'Enak Yank' tersebut datang ke salah satu counter handphone untuk memperbaiki LCD Handphone Iphone 13 Pro miliknya.

Handphone tersebut kemudian dijemput kembali pada 29 April 2024 dengan garansi service selama 7 tujuh hari.

"Kemudian pada tanggal 3 Mei 2024 korban datang kembali ke counter tersebut untuk mengklaim garansi service dikarenakan handphone tersebut mengalami kerusakan lagi pada LCD nya," lanjutnya.

Berita Terkait:

Heboh! Video Mesum Diduga Mahasiswa UNJA, Ini Tanggapan Pihak Kampus

Lalu, pada 4 Mei 2024, KN dihubungi oleh pemeran wanita berinisial M dalam video mesum tersebut dan mengatakan bahwa video mesum KN dan M telah viral di social media Twitter dan grup WhatsApp.

Mengetahui hal tersebut, KN mendatangi counter handphone tersebut, untuk mengambil handphone miliknya dan menanyakan mengapa video pribadinya tersebar di sosial media.

Namun pihak counter mengatakan bahwa handphone tersebut diperbaiki bukan di counter hp itu melainkan diserahkan ke tempat service yang bekerjasama dengan counter tersebut.

"Kemudian korban mendatangi tempat Service HP menanyakan perihal tersebut ternyata handphone milik korban sudah diambil oleh pihak counter pada tanggal 3 Mei 2024 sekira pukul 20.45 WIB," kata Reza.

Reza menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan terhadap pihak counter dan tempat Service, ternyata salah satu karyawan counter berinisial JG telah membuka handphone korban pada 21 April 2024.

"Tersangka memindahkan data pribadi korban yang tersimpan di galeri file tersembunyi pada handphone korban dengan cara membuka galeri, membuka file tersembunyi yang dilengkapi dengan keamanan (Face ID dan Password)," ungkapnya.

"Tersangka JG mencoba membuka Face ID dan setelah 2 sampai 3 kali mencoba, muncullah membuka dengan password, dan kemudian JG memasukkan password yang mana password diminta oleh pihak counter kepada korban pada saat handphone diservice," tambah Reza.

Baca Juga:

Tak Terima Video Syurnya Viral, KN Mantan Presma Unja Lapor ke Polda Jambi

JG juga mengirimkan video tersebut dengan menggunakan salah satu handphone milik karyawan counter berinisial AU dengan cara AIRDROP.

Dari handphone AU video tersebut dikirimkan JG via pesan WhatsApp ke karyawan lainnya berinisial EJ, dan video tersebut telah ditonton oleh JG lebih dari satu kali.

"Tersangka JG melaksanakan tugasnya selaku TJ Service tidak sesuai aturan (SOP) yang mana jika perbaikan LCD hanya melakukan pengecekan pada fungsional saja namun JG membuka file yang tidak ada kaitannya dengan perbaikan LCD," beber Reza.

Akibatnya, tersangka JG dikenakan Pasal 30 Ayat 1 dan 2 Undang-undang ITE tentang Ilegal Akses.(*)

Editor: Aldie Prasetya | Sumber: Tribun Jambi

Aksi Begal HP di Semurup, Ternyata Pelakunya Masih SMP


KERINCI – Tiga pelaku begal Handphone yang beraksi di jalan air panas semurup kecamatan Air Hangat Barat berhasil diamankan warga setempat. Sabtu (01/06) jam 17.30 WIB.

Ketiga pelaku tersebut masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Korban bernama Siska merupakan atlet silat warga desa Hamparan Pugu kecamatan Air Hangat Barat.

Kronologi, Pada jam 17.30 WIB, korban (siska) yang sedang mengendarai sepeda motor dari arah air panas semurup menuju rumahnya di desa Hamparan Pugu, Kec. Air Hangat Barat. dengan cara tidak sengaja meletakkan Hp di dalam saku motor, kemudian hp korban menjadi incaran ketiga pelaku tersebut, Lalu pelaku membuntuti dari belakang hingga tepatnya di jalan desa Hamparan Pugu pelaku pun beraksi dengan merampas hp korban. dan sontak korban langsung berteriak minta tolong sambil mengejar hingga menabrakkan motornya kepada pelaku, bersama dengan itu masyarakat sekitar langsung merespon dari kejadian tersebut.

Upaya pembegalan itu pun berhasil digagalkan warga karena di waktu kejadian, arah jalan desa Hamparan Pugu sampai dengan Air Panas semurup masih ramai di lalui masyarakat, tepatnya sekitar jam 17.30 WIB.

Saat di konfirmasi tiga orang pelaku tersebut yang masih remaja SMP dan SMA merupakan warga Kecamatan Siulak, Dan saat ini pelaku telah diamankan oleh anggota Polsek Semurup untuk dimintai keterangan lebih lanjut.(*)

Editor : Aldie Prasetya

Sumber: KERINCIUPDATE.COM 

Jadi DPO Polres Kerinci 1 Tahun, Pelaku Kasus ITE Ditangkap di Bogor

Sungai Penuh – Seorang DPO berinisial EW (21) yang sudah lebih setahun kabur dari kasus tindak Pidana ITE akhirnya berhasil ditangkap Unit Tipidter Sat Reskrim Polres Kerinci pada Sabtu (25/05/2024) sekira pukul 23.55 wib di Taman Sutet, Kelurahan Cibodas, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Kapolres Kerinci AKBP Muhammad Mujib, S.H., S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Very Prasetyawan, S.H,.M.H saat dikonfirmasi media ini mengatakan “Pelaku tersebut yakni EW (21) yang kabur setelah dia tahu dirinya dilaporkan “Ujar Kasat.

“Berawal dari februari 2021 korban menjalin hubungan dengan pelaku, setelah satu tahun enam bulan pelaku mulai berani memintakan foto kepada korban, pelaku mulai mengancam korban ingin menyebarkan foto korban”jelasnya

Pelaku sempat meminta dibelikan baju kepada korban dengan ancaman akan menyebarkan fotonya, karena korban tidak ingin menuruti kemauan pelaku, pelaku langsung menyebarkan foto korban di sosial media.

Baca juga: Kapolres: Pembunuh Ibu Kandung di Kayu Aro Kerinci Akan di Periksa Kejiwaannya  

“Sekarang Pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Kerinci untuk ditindaklanjuti” imbuh Very.

Very menghimbau kepada masyarakat agar bijak menggunakan sosial media “Pada intisari Undang-Undang ITE kami sampaikan dalam Stop HPPUS yang artinya stop hoaks, stop pornografi, stop perjudian online, stop ujaran kebencian atau bullying dan stop menyinggung SARA (suku, agama, ras dan antar golongan)". Pungkasnya (*)

Kapolres: Pembunuh Ibu Kandung di Kayu Aro Kerinci Akan di Periksa Kejiwaannya

Kapolres Kerinci AKBP Muhammad Mujib dalam press release Selasa 28 Mei 2024 sore menyebutkan  tersangka akan di cek kejiwaannya di Kota Jambi. Insert: Pelaku yang berhasil ditangkap dan barang bukti. (MPC)

Sungai Penuh, Merdekapost.com - Polres Kerinci mengelar Press Release hasil pengungkapan dan penyidikan perkara tindak pidana Pembunuhan di Desa Pasar Minggu Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci, dilakukan pelaku RH (27) merupakan anak kandung dari korban R (47).

Barang bukti disampaikan Kapolres Kerinci AKBP Muhammad Mujib dalam pers release Selasa 28 mei 2024 sore, tersangka akan di cek kejiwaannya di Kota Jambi.

Dipimpin oleh Kapolres Kerinci, AKBP Mohammad Mujib di halaman Polres Kerinci dengan menghadirkan tersangka dan sejumlah alat bukti.

Kapolres Kerinci AKBP Muhammad Mujib mengatakan pembunuhan ini diketahui berawal dari laporan masyarakat kepada Polsek Kayu Aro bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana pembunuhan di rumah korban/pelaku di RT 05 Dusun 3, Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi pada Senin dini hari (27/5/2024).

AKBP Muhammad Mujib mengatakan, "pembunuhan ini diketahui berawal dari laporan masyarakat kepada Polsek Kayu Aro bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana pembunuhan di rumah korban/pelaku di RT 05 Dusun 3, Pasar Minggu, Kecamatan Kayu Aro Barat". Ujarnya

Kapolres Kerinci menjelaskan, awalnya masyarakat yaitu Y yang merupakan tetangga korban mendengarkan teriakan minta tolong dari korban yang berada dalam rumah pelaku. Kemudian saksi langsung naik ke lantai 2 rumah pelaku dan mendobrak pintu rumah dan masuk kerumah korban kemudian saat itu pelaku yaitu anak korban langsung keluar dari rumah atau TKP".

”Saksi Y menemukan korban sudah tergeletak di dalam rumah dengan kondisi sudah bersimbah darah, kemudian Y meminta tolong ke tetangga lain untuk membawa korban ke klinik, setelah dilakukan pemeriksaan di klinik Meral Emergency Desa Sako Dua Kayu Aro, diketahui korban telah meninggal dunia.” Jelas Kapolres Kerinci, Selasa (28/5/2024).

Kapolres Kerinci menyebutkan korban diduga di pukul oleh pelaku mengunakan batang kayu kulit manis dengan ukuran cukup besar.

“Sampai saat ini motif pembunuhan belum diketahui, karena pelaku belum bisa dimintai keterangan, mengingat kondisinya yang diduga mengalami gangguan jiwa, setiap ditanya pelaku tidak menjawab,” sebut Kapolres.

Bahkan pihak Polres akan membawa tersangka ke Jambi untuk melakukan pemeriksaan langsung jiwa tersangka di rumah sakit jiwa Jambi. (adz)

Kuasa Hukum KN Tegaskan Video Syur 'Enak Yank' untuk Konsumsi Pribadi Dibuat oleh Pasangan Suami Istri

MERDEKAPOST.COM | JAMBI - Pemeran dalam video syur yang viral dengan judul 'Enak Yank', yaitu KN dan MAA, telah menegaskan melalui kuasa hukumnya bahwa mereka adalah pasangan suami istri yang sah.

Video tersebut, yang sekarang sedang ramai diperbincangkan, ternyata merupakan rekaman pribadi yang dibuat oleh pasangan tersebut untuk konsumsi pribadi.

Menurut keterangan dari kuasa hukum mereka Abdurrahman Sayuti, pasangan KN dan MMA ini telah menikah pada Januari 2023 lalu.

Video syur tersebut direkam pada dua kesempatan, yakni pada bulan Agustus 2023 dan Januari 2024.

"Video itu dibuat untuk konsumsi pribadi. Yang tidak wajar adalah penyebarannya," tegas kuasa hukum mereka.

KN dan tim kuasa hukumnya telah menyerahkan sejumlah barang bukti kepada pihak penyidik Polda Jambi untuk mendukung laporan mereka.

Berita Terkait: Heboh! Video Mesum Diduga Mahasiswa UNJA, Ini Tanggapan Pihak Kampus

"Kami akan mengambil tindakan terhadap siapa saja yang mencoba memanfaatkan atau merugikan klien kami. Kondisi ini tidak diinginkan oleh siapa pun," tambah Abdurahman.

Seperti Dilansir Jambi Ekspres, KN memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai motif pembuatan video tersebut. Namun, kuasa hukumnya menegaskan kembali bahwa video itu dibuat untuk konsumsi pribadi mereka berdua.

Dari hasil penelusuran Media, adegan dalam video tersebut dilakukan di sebuah kamar.

Tidak diketahui apakah kamar tersebut merupakan kamar kos, rumah, atau penginapan.

Namun, suasana ruangan dalam video tersebut terlihat seperti kamar seorang perempuan, dengan adanya boneka, tas perempuan, dan selimut pink yang menjadi saksi bisu dalam video tersebut.

Baca Juga: Tak Terima Video Syurnya Viral, KN Mantan Presma Unja Lapor ke Polda Jambi

Belum diketahui secara pasti dari mana video itu berasal, apakah dari handphone perekam atau dari sumber lain.

Namun, saat ini video tersebut telah beredar luas dan telah meresahkan masyarakat.

Menanggapi penyebaran video tersebut, Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulia Prianto, melalui Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jambi Kompol Amin Nasution, menyatakan bahwa Subdit Cyber Polda Jambi akan melakukan patroli syber guna mengantisipasi agar video mesum tersebut tidak tersebar meluas lagi terutama ke kalangan anak-anak di bawah umur. (*)

Lapor Ke Polda sebagai Korban, Kuasa Hukum Sebut Pemeran Video 'Enak Yank' Mereka Sudah Suami Istri

KN (pakai masker) hadir di Polda Jambi didampingi oleh kuasa hukumnya untuk melaporkan dirinya sebagai korban atas viralnya video syur dirinya. (ist)
JAMBI - Pemeran pria dalam video mesum berjudul 'Enak Yank' berinisial KN, mendatangi Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi pada Sabtu (18/5) siang. 

KN hadir di Polda Jambi didampingi oleh kuasa hukumnya untuk melaporkan dirinya sebagai korban atas viralnya video syur tersebut.

Abdurrahman Sayuti, kuasa hukum KN, menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke Polda Jambi bertujuan untuk membuat laporan pengaduan terkait penyebaran video syur yang melibatkan kliennya.

"Kami membuat laporan, sebagai bentuk bahwa kami adalah korban dari viralnya video tersebut," ujar Abdurrahman.

Berita Terkait: Heboh! Video Mesum Diduga Mahasiswa UNJA, Ini Tanggapan Pihak Kampus

Menurut Abdurrahman, handphone milik KN sempat diperbaiki di SID di Kota Jambi pada tanggal 20 April 2024.

Setelah selesai diperbaiki, handphone tersebut diambil kembali oleh kliennya.

Namun, perangkat itu kembali bermasalah dan dikembalikan untuk diperbaiki lagi pada tanggal 2 Mei 2024.

Pihaknya menduga bahwa video tersebut diakses secara ilegal saat handphone tersebut berada di tempat perbaikan.

KN dan pasangan dalam video tersebut telah menjadi suami istri 

Lebih lanjut, Abdurrahman menambahkan bahwa KN dan pasangan dalam video tersebut telah menjadi suami istri sejak Januari 2023.

"Kami juga ingin mengklarifikasi, klien kami ini sudah suami istri. Jadi jangan ada keterangan atau pemberitaan yang simpang siur," jelasnya.

Abdurrahman menekankan bahwa pembuatan video tersebut merupakan hal yang wajar dalam konteks hubungan suami istri, dan yang tidak wajar adalah tindakan penyebaran video tersebut.

Baca Juga: Tak Terima Video Syurnya Viral, KN Mantan Presma Unja Lapor ke Polda Jambi

"Mereka suami istri, videonya itu wajar kalau dilakukan oleh suami istri dan yang tidak wajar itu yang menyebarkan. Kalau video itu dilakukan oleh suami istri, itu wajar," lanjutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa video tersebut dibuat pada bulan Agustus 2023 dan Januari 2024.

Sedangkan KN dan pasangannya telah menikah pada bulan Januari 2023. (*)

Tak Terima Video Syurnya Viral, KN Mantan Presma Unja Lapor ke Polda Jambi

Kuasa hukum Abdurrahman Sayuti (tengah), Mantan Persma Unja KN (samping kiri baju hitam)

JAMBI - Beberapa hari belakang ini, masyarakat di Provinsi Jambi dihebohkan dengan beredarnya video asusila yang diduga diperankan oleh alumni Universitas Jambi (Unja).

Usut punya usut, ternyata pelakon video asusila ini merupakan mantan Presiden Mahasiswa (Persma) Universitas Jambi (Unja) periode tahun 2020-2021 berinisial KN.

Informasi yang berhasil dihimpun, Kini, mantan Persma Unja itu telah membuat laporan pengaduan ke Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jambi yang didampingi oleh kuasa hukumnya, Sabtu (18/5/2024).

Dilansir dari Metrojambi.com, Kuasa hukum KN bernama Abdurrahman Sayuti mengatakan, hari ini (Sabtu, Red) pihaknya fokus membuat laporan pengaduan terhadap berita yang beberapa belakang ini viral terkait kliennya yang videonya menyebar.

Baca Juga: 

Heboh! Video Mesum Diduga Mahasiswa UNJA, Ini Tanggapan Pihak Kampus

"Kita membuat laporan, sebagai bentuk bahwasanya klien kita ini adalah korban dari pada beredarnya video". ujarnya.

Handphone Milik KN Sempat Diservis

Kuasa hukum KN menyebutkan ahwa pihaknya menduga bahwasanya video itu diakses secara ilegal atau akses tanpa izin Ketika handphone kliennya yang dahulu sempat di service di SID di Kota Jambi.

"Saat itu handphone klien kami ini di service. Mereka meminta kata sandi agar mempermudah dalam proses service," sebutnya.

Pihaknya juga menduga pada saat handphone kliennya di service di SID di Kota Jambi itulah, video itu diambil dan pada akhirnya menyebar.

Dia mengatakan, handphone kliennya di service pada tanggal 20 April. Setelah selesai, diambil oleh kliennya. Lalu, handphone kliennya itu bermasalah kembali dan kemudian dikembalikan lagi kesana untuk di service kembali pada tanggal 2 Mei.

"Sekitar tanggal 2 hingga 4 Mei ini lah, kemudian pada tanggal 4 Mei ada video pribadi klien kita yang viral," katanya.

Saat itu ada saksi yang berinisial S ini memberitahukan bahwa ada video yang sudah menyebar. Padahal, saat itu handphone milik kliennya ini masih berada di tempat service.

"Lalu klien kami mendatangi tempat servis, menanyakan handphone miliknya dan meminta klarifikasi. Mereka tidak bisa memberikan klarifikasi yang memuaskan bagi klien kami terhadap video yang menyebar," kata dia.(red)

Editor: Aldie Prasetya /Sumber: Metrojambi.com

Heboh! Video Mesum Diduga Mahasiswa UNJA, Ini Tanggapan Pihak Kampus

Jambi, Merdekapost.com - Jambi sedang heboh dengan beredarnya video mesum yang diberi judul ‘Enak Yank’ oleh netizen.

Video tersebut telah beredar luas di tengah masyarakat bahkan telah menjadi buah bibir di Universitas Jambi (UNJA) dan di berbagai media sosial.

Tidak hanya di Jambi, Video itu pun beredar di Kerinci dan Sungai Penuh.

Salah satu pelaku diduga merupakan mantan Presiden Mahasiswa (Presma) UNJA.

Salah satu mahasiswa yang melihat video itu, seperti dilansir Jambi Ekspres mengatakan ia tak bisa memastikan itu adalah orang yang dimaksud, namun melihat wajahnya, diduga memang mirip dengan mantan Presma UNJA yang masa kerjanya bukan sekarang tapi periode-periode sebelumnya.

Soal status pelakon pria dalam video itu, juga banyak dikonfirmasi netizen di berbagai akun media sosial.

“Itu mantan Presma Unja woiii,” ujar salah satu netizen di akun media buzzer. Hal yang sama juga banyak dikatakan oleh netizen lainnya.

Berdasarkan penelusuran Jambi Ekspres, adegan dalam video itu dilakukan oleh sepasang anak muda di sebuah kamar. Belum diketahui persis apakah video direkam itu di kosan, rumah atau penginapan.

Namun suasana kamar dalam video itu terlihat seperti kamar seorang perempuan, karena di dalamnya ada boneka dan selimut berwarna pink.

Ini Tanggapan Pihak Kampus 

Usai beredarnya video mesum diduga Mantan presiden Mahasiswa (Presma) universitas Jambi (UNJA) dengan salah satu mahasiswi menjadi sorotan itu. pihak kampus langsung gercep dalam merespon hal tersebut.

Rektor UNJA Prof. Helmi, S.H.,M.H melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan mengaku belum mendapatkan laporan resmi bahwa yang bersangkutan memang mahasiswa UNJA atau bukan.

"Dari fakultas oknum mahasiswa yang bersangkutan juga belum ada laporan" kata Fauzi Syam Jum'at (17/5/2024).

Selain itu, ia menyebutkan bahwa perihal video mesum tersebut apakah benar-benar melibatkan oknum mahasiswa UNJA ke grup Civitas Akademik Unja, namun banyak civitas akademik yang tidak mendapat laporan maupun informasi tersebut.

"Apakah benar mahasiswa UNJA aktif kuliah atau mahasiswa yang telah lulus." Jelasnya.

Selanjutnya ia menegaskan bahwa Dirinya akan menelusuri terkait video mesuk yang tengah beredar tersebut.

"Kalau memang terbukti masih aktif kuliah pasti ada tindakan tegas untuk dilakukan pembinaan terhadap yang bersangkutan." Pungkasnya.***

Editor : Aldie Prasetya

Sumber: jambiekspres |LihatJambi

Ada-ada Saja! Ngaku Jenderal-Ubah Pekerjaan di KTP Jadi TNI, Kakek ini Ditangkap

Foto: Jarianto Jamin yang mengaku seorang Mayor Jenderal TNI saat memakai baju tahanan. (detikcom) 

Merdekapost - Seorang kakek asal Pekanbaru, Riau, bernama Jarianto Jamin (59) ditangkap Satreskrim Polrestabes Medan. Jarianto ditangkap usai mengaku sebagai Mayor Jenderal (Mayjen) TNI aktif lalu hendak melakukan penipuan.

"(Pelaku) berinisial JJ mengaku sebagai anggota TNI aktif berpangkat Mayor Jendral dan berupaya menjumpai Bapak Kasdam. Jadi, modus yang digunakan adalah tersangka JJ ini mengganti status pekerjaannya yang awalnya wiraswasta dan diubah menjadi TNI dengan cara men-scan dan mengedit status pekerjaannya," kata Kapolrestabes Medan Kombes Teddy Marbun saat konferensi pers, dilansir detikSumut, Jumat (26/4/2024).

Teddy mengatakan kasus ini terungkap pada Senin (22/4) pukul 23.00 WIB. Saat itu, Satreskrim Polrestabes Medan menerima informasi dari Provost Kodam I/BB soal pelaku yang datang menemui Kepada Staf Kodam (Kasdam).

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku juga menggunakan KTP yang sudah diedit tersebut untuk membuat SIM A di Satlantas Polresta Pekanbaru. Teddy menyebut sejauh ini belum ada korban penipuan pelaku itu.

"Tersangka menggunakan KTP-nya yang sudah diedit dan diubah untuk membuat SIM A di Satlantas Polrestabes Pekanbaru. Belum ada korban dan (pelaku) baru melakukan penipuan," tutur Teddy.

Mantan Dirreskrimsus Polda Sumut itu mengatakan kasus ini akan dilimpahkan ke Polrestabes Pekanbaru. Sebab, TKP pemalsuan itu berada di wilayah Pekanbaru.(adz)


Oknum Polisi Tersangka Kasus Penipuan Masuk Akpol Rp 1,3 M Ditangkap

Foto: Tampang Iptu Supriadi, oknum polisi tersangka kasus penipuan masuk Akpol Rp 1,3 M (Dok. Polda Sumut).

Merdekapost.com, Medan - Polda Sumut menangkap oknum polisi bernama Iptu Supriadi di Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Iptu Supriadi ditangkap karena terlibat dalam kasus penipuan masuk Akademi Kepolisian (Akpol) sebesar Rp 1,3 miliar terhadap warga Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai).

"Sudah (ditangkap)," kata Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Sonny Siregar saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (17/4/2024).

Dirreskrimum Polda Sumut Kombes Sumaryono menjelaskan bahwa Iptu Supriadi diamankan di gerbang Tol Lubuk Pakam, Kecamatan Pagar Merbau pada Jumat (5/4) pukul 17.00 WIB. Supriadi diserahkan oleh keluarganya kepada Tim Opsnal Subdit IV Renakta.

"Iptu Supriadi diserahkan keluarganya di gerbang Tol Pakam kepada Tim Opsnal Subdit IV Renakta," jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, pihak kepolisian telah melakukan penahanan kepada Iptu Supriadi di Dittahti Polda Sumut. Supriadi sudah ditahan sejak Sabtu (6/4).

"Diamankan tanggal 5 (April), mulai ditahan tanggal 6 (April)," ujar Sumaryono.

Sebelumnya diberitakan, Polda Sumut mengejar Iptu Supriadi. Supriadi dijerat pasal yang sama dengan tersangka Nina Wati, yakni Pasal 372 dan pasal 378 KUHPidana. Setelah terjerat kasus itu, Supriadi pergi melarikan diri.

"(Supriadi) kabur dia," sebut Sumaryono, Selasa (26/3).

Sumaryono menjelaskan kejadian itu bermula saat korban dan pelaku Nina Wati berkenalan pada 25 Agustus 2023. Mereka berkenalan melalui Iptu Supriadi yang saat itu bertugas di Polres Sergai.

Saat itu, Nina Wati mengiming-imingi anak korban masuk Brigadir Kepolisian. Namun, untuk bisa masuk, pelaku meminta uang sebanyak Rp 500 juta.

Korban pun percaya dan memenuhi permintaan itu dengan melakukan pembayaran secara bertahap. Hal itu ditandai dengan beberapa kuitansi yang dibuat sewaktu pembayaran.

"Seiring berjalannya waktu, rupanya anak korban tak masuk menjadi Brigadir Kepolisian. Akan tetapi, saudari NW menawarkan lagi bahwa anak korban bisa masuk Akpol dengan sejumlah uang Rp 1,2 miliar," ungkapnya.

Korban kembali tertarik dan menambahkan sejumlah uang sehingga total yang diberikan ke pelaku Rp 1,3 miliar. Ternyata, anak korban tidak lulus taruna akademi kepolisian (Akpol).(*)

Sumber: detik.com


Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor di Tetapkan KPK sebagai tersangka korupsi, Ini Kasusnya

Foto: Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali memberikan keterangan kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (16/2/2024). [ANTARA].

Jakarta, Merdekapost.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pemotongan insentif pegawai pada Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo.

"KPK belum dapat menyampaikan spesifik identitas lengkap pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, peran dan sangkaan pasalnya hingga nanti ketika kecukupan alat bukti selesai dipenuhi semua oleh tim penyidik. Namun kami mengonfirmasi atas pertanyaan media bahwa betul yang bersangkutan menjabat Bupati di Kabupaten Sidoarjo periode 2021-sekarang," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Ali menerangkan penetapan tersangka tersebut dilakukan berdasarkan analisa dari keterangan para pihak yang diperiksa sebagai saksi termasuk keterangan para tersangka dan juga alat bukti lainnya.

Tim penyidik KPK kemudian menemukan peran dan keterlibatan pihak lain yang turut serta dalam terjadinya dugaan korupsi berupa pemotongan dan penerimaan uang di lingkungan BPPD Kabupaten Sidoarjo.

"Dengan temuan tersebut, dari gelar perkara yang dilakukan kemudian disepakati adanya pihak yang dapat turut dipertanggungjawabkan di depan hukum karena diduga menikmati adanya aliran sejumlah uang," ujarnya.

Meski demikian, Ali belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut soal perkara tersebut karena proses penyidikan yang masih berjalan.

Namun dia memastikan perkembangan kasus tersebut akan disampaikan secara berkala kepada masyarakat.

"Perkembangan dari penanganan perkara ini, akan kami sampaikan bertahap pada publik," tuturnya.

KPK pada 29 Januari 2024 menahan dan menetapkan Kasubag Umum dan Kepegawaian Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo Siska Wati (SW) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pemotongan insentif pegawai di lingkungan BPPD Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

KPK selanjutnya pada Jumat, 23 Februari 2024 menahan dan menetapkan status tersangka terhadap Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo Ari Suryono (AS) dalam perkara yang sama.

Konstruksi perkara tersebut diduga berawal saat BPPD Kabupaten Sidoarjo berhasil mencapai target pendapatan pajak pada tahun 2023.

Atas capaian target tersebut, Bupati Sidoarjo kemudian menerbitkan Surat Keputusan untuk pemberian insentif kepada pegawai di lingkungan BPPD Kabupaten Sidoarjo

Atas dasar keputusan tersebut, AS kemudian memerintahkan SW untuk melakukan penghitungan besaran dana insentif yang diterima para pegawai BPPD sekaligus besaran potongan dari dana insentif tersebut yang kemudian diperuntukkan untuk kebutuhan AS dan bupati.

Besaran potongan yaitu 10 persen sampai 30 persen sesuai dengan besaran insentif yang diterima.

AS juga memerintahkan SW supaya teknis penyerahan uang dilakukan secara tunai yang dikoordinir oleh setiap bendahara yang telah ditunjuk di tiga bidang pajak daerah dan bagian sekretariat.

Tersangka AS juga aktif melakukan koordinasi dan komunikasi mengenai distribusi pemberian potongan dana insentif pada bupati melalui perantaraan beberapa orang kepercayaan Bupati.

Khusus pada 2023, SW mampu mengumpulkan potongan dan penerimaan dana insentif dari para ASN sejumlah sekitar Rp2,7 miliar.

Penyidik KPK saat ini juga masih mendalami aliran dana terkait perkara dugaan korupsi tersebut.

Atas perbuatannya AS disangkakan melanggar Atas perbuatannya, tersangka SW dijerat dengan Pasal 12 huruf f Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 20019 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. [ Editor: Aldie Prasetya | Merdekapost.com |  Sumber: Antara ]

Ini 7 Fakta Tewasnya Dokter Dwi di Jambi yang Kecelakaan Dikejar-Dituduh Maling Mobil

HANCUR: Mobil yang dikendarai dokter Dwi yang kecelakaan dikejar-dituduh maling mobil [Foto: Istimewa]

Jambi - Seorang dokter di Jambi, Dwi Fatimahyen (29) tewas dalam kecelakaan tunggal. Peristiwa ini mencuri perhatian karena sang dokter kecelakaan saat dikejar dan dituduh maling mobil.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Lintas Jambi-Riau, Sekernan, Muaro Jambi, Jumat (29/3/2024) sekitar pukul 23.53 WIB. Video korban dikejar polisi sempat beredar di media sosial.

Berikut ini sederet fakta dalam peristiwa tersebut. Mulai pernyataan dari pihak kepolisian hingga tanggapan dari keluarga korban.

Fakta-fakta Tewasnya Dokter Dwi yang Kecelakaan Dikejar-Dituduh Maling Mobil:

1. Awal Mula Dokter Dwi Dituduh Maling Mobil

Kapolres Muaro Jambi AKBP Wahyu Bram mengatakan sekitar pukul 22.00 WIB, dokter Dwi masuk ke Perumahan Pondok Cipta, Mestong, Muaro Jambi. Saat itu korban mengendarai mobil Daihatsu Ayla dengan kecepatan tinggi.

Karena itu, ada salah seorang warga yang memberikan informasi ke grup kompleks perumahan. Singkatnya, warga pun curiga dan mencoba menghadangnya.

"Jadi, (berawal dari) kecurigaan (warga) aja. Ada orang ngebut di kompleksnya, dia coba berhentikan dan kabur. Jadi prasangka ada suatu kejahatan. Situasi di situ gelap," kata Bram, Selasa (2/4/2024).

"Jadi yang bersangkutan bukan berkunjung atau apa. Hanya 4 menit mutar di sana," sambungnya.

Bram mengatakan saat coba dihadang warga, mobil dokter Dwi melesat cepat. Tanpa pikir panjang, 5 warga dengan 3 motor mengejar dokter tersebut hingga keluar jalan raya.

"Di suatu tempat permukiman yang tenang, ada mobil ngebut kalau ngebut pasti kecepatan tinggi, ya. Satu sisi kok ngebut, kemudian (curiga) jangan-jangan ngapain di sini, karena kejadiannya cepat informasi berkembang sehingga (warga) memutuskan mengejar," jelasnya.

Menurut Bram, kecurigaan itu membuat warga menuduh dokter tersebut mencuri mobil. Sehingga, warga berprasangka pengendara mobil itu merupakan pencuri.

2. Dokter Dwi Dikejar Polisi

Bram mengatakan kejadian berawal saat korban keluar dari Perumahan Pondok Cipta. Warga mengejar korban dengan meneriaki maling. Kemudian sampai di jalan raya, ada petugas kepolisian yang sedang melakukan patroli kamtibmas.

Polisi langsung mengambil tindakan. Polisi mengejar korban karena mengendarai mobil dalam kecepatan tinggi, ditambah ada tiga motor yang mengejarnya dengan meneriaki maling.

"Saat itu polisi sedang penyekatan di dekat situ. Yang bersangkutan ini dari arah SPN itu ngebut menuju arah Kota Jambi melewati anggota yang sedang tugas sampai ada tiga motor yang mengejar. Satu sisi karena ngebut, tidak mungkin polisi membiarkan saja," kata Bram, Sabtu (30/3/2024).

Bram mengatakan polisi yang mengejar korban menggunakan mobil Polantas dilengkapi sirine. Saat dilakukan pengejaran, mobil korban juga tak mau berhenti. Malah terus menancap gas.

Kejar-kejaran polisi dan korban memakan waktu 1 jam perjalanan. Mulai dari Simpang SPN masuk ke Kota Jambi dan sampai lagi di Sekernan, Muaro Jambi.

3. Dokter Dwi Kecelakaan hingga Tewas

Di Jalan Lintas Jambi-Riau, korban mengalami kecelakaan setelah menghindari pengendara lainnya. Korban menabrak tiang listrik dan ruko.

"Penyebab kecelakaan itu dia menghindari orang sehingga kecelakaan tunggal. Karena kecepatan tinggi, fatalitasnya tinggi. Kalau dilihat lepas kendali," ujarnya.

Korban yang sudah tak sadarkan diri langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun, nyawanya sudah tidak tertolong lagi.

"Dilihat pas di dalam mobil ada banyak kunci dan pisau, tapi korbannya wanita. Sehingga dibawa ke rumah sakit dan akhirnya meninggal dunia di rumah sakit," kata Bram.

Bram menyebut pihaknya menyesalkan tindakan korban yang tidak mau berhenti saat diperingati polisi. Padahal, pihaknya mengejar korban dengan mobil patroli yang notabene berstiker lengkap kepolisian.

"Tapi yang kami sesalkan kenapa ketika diminta berhenti tidak mau berhenti. Soalnya kalau ngebut pasti dikejar, karena (pelanggaran) batas kecepatan," jelasnya.

"Kalau dia berhenti kami bisa tanyakan kenapa ngebut ini. Minimal ditilang karena batas kecepatan," sambungnya.

4. Kesaksian Warga di Lokasi Kejadian

Zulkifili, warga RT 9 Sekernan mengatakan saat kejadian pada dirinya berada di dalam rumah. Tiba-tiba terdengar suara benturan keras yang membuatnya keluar rumah dan melihat ada kecelakaan.

"Iya, ada kedengaran anak-anak dua kali tembakan. Pas kejadian itu saya keluar rumah (karena) ada benturan keras dan mobil itu tergeletak di situ sudah rame-rame," kata Zulkifli, Selasa (2/4/2024).

Dia mengatakan saat keluar rumah, terlihat sudah ramai anggota polisi di lokasi bersama dengan sejumlah yang diduga ikut saat mengejar dokter tersebut. Zulkifli mengatakan toko yang ditabrak dokter muda itu adalah milik saudaranya. Akibat kecelakaan itu, dua tiang beton penyangga kios itu hancur ditabrak mobil korban.

Sementara, korban dan mobilnya terpental kurang lebih 5 meter usai menbarak tiang beton toko. Setelah itu, korban terpental ke tanah tepat di samping mobilnya.

"Dia (korban) sendiri terpental di samping itu. Sudah tidak bernyawalah, kalau darah dak ado (tidak ada) keluar," jelasnya.

5. Ayah Dokter Dwi Buka Suara

Ayah dokter Dwi, Pasiman menyesalkan peristiwa yang dialami anaknya. Ia menegaskan mobil yang dikendarai dokter Dwi adalah miliknya.

Ia juga dengan tegas membantah tuduhan warga yang menduga anaknya melakukan pencurian mobil. Hal itu dibuktikan dengan kepemilikan BPKB mobil atas nama Ika Puji Astuti yang merupakan kakak korban.

"Mobil itu mobil saya, memang atas nama dokter Ika (kakak korban). Yang korban ini dokter Dwi Fatimah Yen. Tidak benar maling. Dia dokter. Ada BPKB-nya," kata Pasiman.

Saat kejadian, kata Pasiman, dokter Dwi sempat menghubungi keluarga, cerita dirinya sedang dikejar-kejar. Setelah itu, keluarga sudah tidak mendapat kabar dari korban.

"Dia sempat ketakutan telepon, bilang ada yang ngejar," ujarnya.

Atas kejadian itu, pihak keluarga menuntut kepolisian mengusut kasus ini. Karena tuduhan mencuri tidak benar.

"Pihak berwajib kami minta diusut tuntas baik yang membuat masalah yang neriaki maling, dan bagi yang mencelakakan anak saya sampai jatuh," ujarnya.

6. Cerita Sepupu Dokter Dwi

Sepupu korban, Erwin menceritakan sebelum kejadian dokter Dwi pamit dari rumahnya di Kelurahan Pasir Panjang, Kota Jambi. Korban hendak mencari ruko atau kios untuk usaha klinik kecantikan di kawasan tersebut.

Pada malam harinya, ayah korban menerima telepon dari Dwi. Terdengar Dwi ketakutan dikejar-kejar.

"Ketika dekat SPN, Dwi menelpon bapaknya, Pasiman. Beliau ketakutan saat menelepon orang tuanya. Bicaranya, 'Pak saya takut, saya dibuntuti orang'. Bapaknya menyuruh Dwi ini untuk bergegas ngebut agar terhindar dari orang tersebut," kata Erwin, Senin (1/4/2024).

Korban merupakan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Jambi (Unja). Dia anak bungsu dari pasangan Pasiman dan Nani, bertempat tinggal di Pasir Panjang, Kecamatan Danau Teluk, Kota Jambi.

7. Warga yang Menuduh dokter Dwi Maling Bisa Dipidana?

Bram menerangkan lima orang warga yang menuduh itu tidak bisa serta merta dipidana. Hal ini lantaran kejadian itu telah panjang merambat ke pelanggaran lalu lintas.

Saat dikejar warga hingga ke jalan raya, warga memang melapor ke polisi yang tengah patroli bahwa pengendara mobil itu merupakan pencuri mobil. Atas laporan warga itu disertai dengan dengan kecepatan tinggi mobil saat melintas, membuat polisi mengejar mobil dokter itu.

Namun, Bram mengatakan kejadian itu bisa terunsur pidana jika saat dikejar warga dan tak jauh dari kompleks itu korban langsung mengalami kecelakaan di tempat. Maka, yang menuduh mencuri baru dapat disebut penyebab kecelakaan.

"Pertanggungjawaban atau perbuatan pidana itu harus langsung tidak bisa kalau warga dalam hal ini bertanggung jawab, dengan menyebutkan maling langsung tancap gas. Hal ini bisa dilakukan jika itu terjadi kecelakaan di bagian selatan Kota Jambi (TKP awal diteriaki maling)". 

"Ketika tidak lama setelah itu karena ada jarak yang jauh akhirnya warga mundur. Sehingga masuk ke situasi Kota Jambi, masuk situasi Sekernan dan banyak perubahan yang terjadi sehingga terjadi fatalitas tinggi dan kecelakaan," terangnya.

Bram memastikan pihaknya telah memeriksa 5 warga yang mengejar dokter tersebut. Hasilnya, warga hanya salam paham dan tidak ada kepentingan lain seperti modus pencurian dari dokter Dwi.

"Iya (salah paham). Tidak ada kepentingan lain. Kita maklumi itu naluri manusia untuk bertahan dari ancaman," terangnya.

Bram juga menegaskan dan mengakui bahwa korban bukanlah pencuri mobil. Mobil itu memang milik korban. Saat dikejar korban petugas tidak mengetahui bahwa siapa yang ada di dalam mobil itu.

"Untuk menjaga nama almarhum, saya tegaskan lagi bahwa mobil itu memang milik korban," pungkasnya.(*)

[ Editor: Aldie Prasetya || Merdekapost.com ]

Kapolsek Air Hangat Limpahkan Kasus Pengrusakan Motor Warga Belui ke Polres Kerinci

FOTO: Kapolsek Hangat AKP Edin, S.H berinisiatif kasus pengrusakan motor warga Belui ini dibawa ke  Kantor Polsek Air Hangat, karena akan lebih baik  permasalahannya kita selesaikan di Polsek dan setelah itu dilanjutkan ke Polres Kerinci. (Doc./Ist)

Merdekapost, Kerinci  -- Ajril Ikwal (19) tahun salah seorang warga  Desa Belui, Kecamatan Depati Tujuh, Kabupaten Kerinci telah melaporkan insiden pengrusakan motor miliknya yang dilakukan oleh  sekelompok pemuda yang tidak dikenal ke Polsek Air Hangat, pada Kamis, 21 Maret 2024, pukul 20.00 WIB lalu.

Ajril selaku pelapor menceritakan Kejadian bermula ketika ia mendengar keributan yang melibatkan sejumlah pemuda di Desa Belui, tepatnya di kantor Kepala Desa Simpang Belui bersama temannya, namun para pemuda tersebut melarikan diri kearah Semurup, Peristiwa itu terjadi pada Senin, 18 Maret 2024, sekitar pukul 23.00 WIB, di lokasi sebelum kantor Camat Air Hangat.

Baca juga : 2x24 Jam, Satreskrim Berhasil Ringkus Pria Bejat Pelaku Pencabulan 2 Siswi SMP di Sungaipenuh   

Ajril dan rwkan-rekannya terus mencoba mengejar, ketika sampai di Desa Sawahan Jaya, Semurup atau sebelum kantor Camat Air Hangat, Dirinya melihat sekelompok pemuda membawa senjata tajam dan mengejar mereka.

“Spontan kami panik dan berusaha untuk lari menyelamatkan diri, namun sayangnya sepeda motor saya mendadak  mati dan tidak dapat dihidupkan, karena panik maka terpaksa motor saya tinggalkan, namun, setelah  kejadian saya lihat sepeda motor  saya dalam keadaan hancur dirusak oleh mereka”, Ujar Ajril

Baca juga : Kapolres Kerinci Sambut Hangat Kunjungan WIM 

Kapolsek Hangat AKP Edin,. S.H. ketika dikonfirmasi membenarkan, saat  kejadian ramai sekali, masyarakat  keluar memenuhi jalan, makanya untuk menghindari hal-hal yang lebih parah, maka saya ambil Inisiatif dibawa ke  kantor Polsek Air Hangat, karena akan lebih baik  permasalahannya kita selesaikan di Polsek dan setelah itu dilanjutkan ke Polres Kerinci.

Dikatakannya, "Pada saat kejadian masyarakat keluar ramai sekali memenuhi jalan, maka untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan, Maka kita bawa mereka ke kantor Polsek Air Hangat". Ungkapnya. 

”Kita coba bawa mereka polsek dan selanjutnya permasalahannya akan diambil alih Polres Kerinci, motor dititipkan di Polsek Sebagai Barang Bukti,” Pungkas Kapolsek Edin. 

Sementara itu, Pelapor menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak kepolisian yang telah menerima laporannya. 

“Semoga segera ditindaklanjuti, kami sangat menunggu progres dari kepolisian agar persoalan ini bisa terselesaikan,” tukasnya.(*)

Polda Jambi Ekpos Kasus Kematian Santri di Tebo, Dua Tersangka Ditahan, Ini Fakta Baru yang Ditemukan

Polda Jambi saat ekspos Kasus Kematian Santri dari Ponpes Raudhatul Mujawwidin Rimbo Bujang Tebo yang ditemukan tewas bulan November 2023 lalu. [Doc/Ist]

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Polda Jambi Ekspos perkembangan Kasus kematian Santri di Kabupaten Tebo, Sabtu (23/3/2024).

Dalam ekspos ini ditetapkan dua santri senior berinisial A dan R sebagai tersangka dalam kematian Airul Harahap (13).

Santri dari pondok pesantren Raudhatul Mujawwidin Tebo yang ditemukan tewas bulan November 2023 lalu.

Dalam autopsi awal diketahui korban meninggal karena aliran listrik.

Namun dalam rilis perkara ini ditemukan bukti jika korban meninggal karena adanya tindakan kekerasan oleh senior, dan tidak ada tanda-tanda sengatan listrik di tubuh korban.

Baca juga:

Setelah 4 Bulan Akhirnya Terungkap Hasil Forensik Penyebab Meninggalnya Airul Harahap Santri Ponpes di Tebo Jambi  

Kapolres Tebo I Wayan Arta mengukapkan motif pembuahan ini karena pelaku merasa risih selalu ditagih hutang oleh korban sebesar Rp 10 ribu.

"Pelaku menghabisi korban di bagian atas pondok pesantren karena selalu menagih hutang," ujarnya.

Kasus Pembunuhan Santri

Polda Jambi mengungkapkan telah menahan dua orang tersangka dalam kasus tewasnya Airul Harahap, santri di Tebo.

Awalnya disebut Airul meninggal karena kesetrum, setelah didalami lebih lanjut, remaja tersebut diduga korban pembunuhan.

"Sudah ditetapkan 2 orang sebagai tersangka," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta Yudistira, Jumat (22/3/2024).

Siapa tersangka kasus tewasnya santri yang mendapatkan perhatian dari Pengacara Hotman Paris Hutapea ini?

Baca Juga: 

Satreskrim Polres Tebo Lakukan Penyelidikan Terhadap Dokter Visum dalam Kasus Kematian Santri Tebo

Berdasarkan keterangan polisi, tersangka merupakan orang dekat korban. Berikut sosoknya:

1. Santri di Ponpes Raudhatu Mujawwidin

Kedua tersangka dan korban sama-sama belajar di Pondok Pesantren Raudhatu Mujawwidin.

Mereka juga sama-sama tinggal di asrama yang berada di lingkungan ponpes.

2. Senior dari Korban

Tersangka adalah kakak tingkat dari Airul Harahap, atau dengan kata lain lebih senior dari korban.

"Tersangka masih di bawah umur," kata Kombes Andri. Kini keduanya ditahan atas kasus tersebut.

3. Terlibat Perkelahian

Informasi yang dihimpun, korban berkelahi dengan tersangka beberapa hari sebelum hari nahas itu.

Diduga tewasnya Airul masih berkaitan dengan perkelahian yang berbuntut panjang tersebut.

Penahanan dan Pemeriksaan

Direskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Andri Ananta Yudistira menyebut pihaknya melakukan asistensi tahapan penyidikan.

Pada Kamis (21/3/2024) juga melakukan gelar perkara hingga penetapan tersangka.

Penyidik, ucapnya, sedang melakukan pemeriksaan terhadap dua orang tersangka.

Rekonstruksi bersama dengan jaksa penuntut umum digelar pada Jumat kemarin.

Tujuannya untuk melihat peran dari para santri yang ada di tempat kejadian perkara.

"Sesuai arahan bapak Kapolda dan Bareskrim, perkara ini harus diungkap seterang-terangnya," tutup Andri.

Anggap Pengurus Ponpes Lalai

Misteri tewasnya Airul Harahap mulai terungkap. Kematian santri diduga akibat perbuatan dua seniornya.

Pengacara keluarga korban dari Tim Hotman 911, Orde Prianata, saat dikonfirmasi Tribun Jambi membenarkan pihaknya mendapat informasi 2 tersangka ditahan.

Tim pengacara menduga ada kelalaian yang dilakukan oleh pihak pondok pesantren Raudhatu Mujawwidin Tebo.

Baca Juga:

Terkuak, Ternyata Ini Motif Pembunuhan Santri di Tebo Airul Harahap

Sehingga santri yang seharusnya menjadi ataupun yang berlindung kepada pondok pesantren, tetapi terjadi hal yang di luar kemanusiaan.

Ada dugaan kelalaian yang dilakukan oleh pengurus pondok pesantren.

"Saya mewakili tim Hotman 911 menyayangkan itu. Kalau ada kelalaian di pondok pesantren tersebut, agar pihak berwajib mengusut secepatnya," ujarnya.

Pelakunya bukan orang lain, masih berada di lingkungan pondok pesantren.

"Untuk selanjutnya kita tunggu perkembangan kasus ini," tutupnya.(*)

( Penulis: Aldie Prasetya | Editor: Admin | Merdekapost.com )

Terkuak, Ternyata Ini Motif Pembunuhan Santri di Tebo Airul Harahap

Polisi saat olah TKP pasca tewasnya Airul Harahap santri di Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin Unit 6 Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.[Doc | Ist)

Motif Pembunuhan Santri di Tebo

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Airul Harahap (13) salah Seorang santri ponpes RM di Tebo, tewas dibunuh di komplek pondok pesantren.

Tersangka pelaku pembunuhan sebanyak 2 orang, berinisial R dan AB, yang masih kategori di bawah umur.

Keduanya merupakan senior Airul di Pondok Pesantren Raudhatul Mujawwidin, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi.

Seperti yang dilansir tribun, informasinya Polisi telah mengantongi motif pembunuhan terhadap Airul Harahap itu.

Motifnya adalah sakit hati. Kedua tersangka yang merupakan senior Airul itu, merasa Airul membangkang, tak mau mengikuti perintah mereka sebagai senior.

Baca juga:

Setelah 4 Bulan Akhirnya Terungkap Hasil Forensik Penyebab Meninggalnya Airul Harahap Santri Ponpes di Tebo Jambi  

Hingga pada 14 November 2023 sore, pelaku mendatangi Airul yang sedang berada di lantai 3 asrama.

Mereka menghajar korban yang masih berusia 13 tahun itu menggunakan kayu, termasuk kepala.

Tak hanya sekali, tindakan itu mereka lakukan berkali-kali, yang membuat tulang rusuk korban patah.

Perbuatan mereka membuat Airul Harahap ambruk dan meninggal di tempat.

Korban kemudian berusaha menutup jejak pembunuhan itu dengan menyentrumnya, agar terlihat seperti meninggal karena sengatan listrik.

Setelah peristiwa itu, pelaku melapor ke pihak pondok pesantren, menyebut menemukan korban tergeletak.

Korban dibawa ke klinik di Tebo. Pihak klinik keluarkan surat keterangan bahwa Airul Harahap meninggal kesetrum.

Kasus ini semakin viral setelah orangtua korban menemui pengacara kondang Hotman Paris Hutapea di Jakarta, pada Sabtu (16/3/2024). [Doc | Ist)
Kedua tersangka sudah diamankan polisi, dan kini masih terus menjalani pemeriksaan lanjutan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Andri Ananta Yudistira mengatakan, kasus ini mendapat atensi dari Kapolda Jambi dan Bareskrim Polri.

"Kasus ini akan diungkap seterang-terangnya," kata dia.

Sementara pengacara korban dari Tim Hotman 911, Orde Prianata, mengucapkan terimakasih pada penyidik dan jajarannya yang mengungkap tersangka.

Tim pengacara menyebut pada kasus ini, ada juga dugaan kelalaian yang dilakukan pihak pondok pesantren Raudhatu Mujawwidin Tebo.

Sehingga santri yang seharusnya berlindung kepada pondok pesantren, justru menjadi korban.

Ada dugaan kelalaian yang dilakukan oleh pengurus pondok pesantren yang membuat hal tersebut bisa terjadi, dan kasusnya pun lama mengendap.

"Saya mewakili tim Hotman 911 menyayangkannya. Kalau ada kelalaian di pondok pesantren, pihak berwajib mengusut secepatnya," ujarnya.

Kasus ini sejak awal sudah mendapat perhatian publik, dan meminta polisi mengusut tuntas, sebab kematiannya sangat janggal.

Namun terkesan perkembangan kasus jalan di tempat selama beberapa bulan.

Belakangan ini semakin viral setelah orangtua korban menemui pengacara kondang Hotman Paris Hutapea di Jakarta, pada Sabtu (16/3/2024).

Usai viral disorot Hotman Paris melalui intagramnya, Polres Tebo esok harinya menggelar konferensi pers terkait kasus itu.

Sejak itu, Kapolres Tebo AKBP I Wayan Arta Ariawan dan jajarannya terus lakukan pendalaman.

Ayah korban, Salim Harahap, mengaku pertemuannya dengan Hotman merupakan upaya keluarga untuk mencari keadilan.

[ Penulis: Aldie Prasetya | Editor: Admin | Merdekapost.com ]


Berita Terpopuler


Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs