KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Ruas Jalan Renah Pemetik yang mengalami kerusakan cukup parah akhirnya mendapatkan penanganan melalui kolaborasi antara masyarakat setempat dan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kerinci.
Penanganan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga bersama personel Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Kerinci. Kegiatan difokuskan pada pembersihan badan jalan yang tertutup lumpur serta pembuatan saluran drainase guna mengalirkan air yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan.
Sebelum alat berat diturunkan ke lokasi, kondisi ruas jalan tersebut dilaporkan sangat memprihatinkan. Tebalnya lumpur yang menutupi badan jalan membuat kendaraan kesulitan melintas. Bahkan, sejumlah titik yang mengalami kerusakan paling parah tidak dapat dilalui kendaraan berpenggerak empat roda (4×4).
Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi warga, terutama dalam mengangkut hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat di kawasan Renah Pemetik.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kerinci, Ir. Maya Novefri Handayani, ST., melalui Kepala Bidang Bina Marga, Ir. Frans Mellas Pratama, ST., MT., menjelaskan bahwa langkah yang dilakukan saat ini merupakan penanganan darurat untuk membuka kembali akses transportasi masyarakat.
Menurutnya, penanganan difokuskan pada titik-titik kritis dengan cara membuang material lumpur yang menutupi badan jalan, memperbaiki aliran air melalui pembuatan saluran drainase, serta melakukan perbaikan sementara pada bagian jalan yang mengalami kerusakan berat.
“Penanganan saat ini bersifat darurat dan sementara. Kami berupaya semaksimal mungkin agar akses masyarakat dapat kembali digunakan. Mengingat keterbatasan anggaran yang tersedia, prioritas kami adalah memastikan titik-titik yang paling parah dapat dilalui kendaraan sambil menunggu penanganan yang lebih permanen,” ujarnya.
Frans menambahkan, persoalan utama pada ruas jalan tersebut adalah genangan air yang menyebabkan badan jalan menjadi berlumpur dan sulit dilalui, terutama saat curah hujan tinggi. Karena itu, pembuatan saluran drainase menjadi bagian penting dalam pekerjaan yang dilakukan saat ini.
Dalam pelaksanaan di lapangan, dukungan pemerintah desa juga menjadi faktor penting. Kepala Desa Lubuk Tabun dan Kepala Desa Sungai Kuning turut mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Dinas PUPR Kabupaten Kerinci dalam menangani kerusakan jalan tersebut.
Kedua kepala desa tersebut bahkan menghimbau warganya untuk ikut bergotong royong membantu proses perbaikan dan pembersihan jalan. Kehadiran masyarakat secara langsung di lokasi mempercepat proses pekerjaan sekaligus menunjukkan tingginya kepedulian warga terhadap keberlangsungan akses jalan yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat.
"Kami sangat mengapresiasi respons cepat dari Dinas PUPR Kabupaten Kerinci. Jalan ini merupakan akses penting bagi masyarakat, sehingga kami mengajak dan menginstruksikan warga untuk bersama-sama membantu agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan akses segera kembali normal". ungkap dua kepala desa tersebut.
Di lapangan, semangat kebersamaan terlihat begitu kuat. Warga, pemerintah desa, dan petugas PUPR bekerja bahu-membahu membersihkan badan jalan, membuat saluran air, serta membantu berbagai kebutuhan teknis selama proses penanganan berlangsung.
Masyarakat berharap perhatian pemerintah terhadap Jalan Renah Pemetik dapat terus berlanjut melalui program peningkatan jalan yang lebih permanen pada masa mendatang. Dengan kondisi jalan yang baik, aktivitas ekonomi, distribusi hasil pertanian, dan mobilitas masyarakat diyakini akan semakin lancar.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat dalam penanganan Jalan Renah Pemetik menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam mengatasi berbagai persoalan infrastruktur di Kabupaten Kerinci. Melalui sinergi tersebut, akses yang sebelumnya nyaris terputus kini kembali dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.(adz)


