Merdekapost.com – Baru beberapa hari bergulir, turnamen bergengsi Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Kerinci Sepak Bola U-22 2026 langsung diterpa gelombang protes dari tim peserta. Turnamen yang seharusnya menjadi wadah unjuk bakat bagi pesepak bola muda Kerinci ini kini dinilai tengah mengalami kondisi "Darurat Wasit" akibat rentetan keputusan kontroversial di lapangan.
Kekecewaan mendalam salah satunya disuarakan oleh manajemen tim HTKS pasca-pertandingan sengit melawan IPPKM. Meski menerima hasil kekalahan dengan lapang dada, tim HTKS secara terbuka melayangkan protes keras terkait kepemimpinan wasit sore itu, yang diidentifikasi dengan inisial EE (Elwys Effendy).
Kronologi Keputusan Kontroversial di Lapangan
Menurut perwakilan tim HTKS, wasit EE—yang diduga baru mengantongi lisensi dan masih minim jam terbang—melakukan sejumlah keputusan yang dinilai tidak adil dan merugikan jalannya pertandingan:
Kartu Merah yang Terlalu Mudah: Saat terjadi duel bola udara biasa yang berujung jatuhnya pemain secara wajar, wasit EE dinilai terlalu reaktif dengan langsung memberikan kartu kuning kedua yang berujung kartu merah bagi pemain HTKS.
Pembiaran Pelanggaran Keras: Kontras dengan ketegasan di atas, wasit EE justru tidak memberikan sanksi kartu sama sekali ketika pemain dari IPKM melakukan terjangan keras hingga mengakibatkan pemain HTKS mengalami luka fisik.
Dua Hari Berturut-turut Jadi Sorotan
Isu miring seputar korps baju hitam ini ternyata tidak hanya terjadi pada laga HTKS vs IPPKM (Pertandingan Nomor 4). Sebuah infografis yang viral di media sosial juga menyoroti laga berikutnya (Pertandingan Nomor 5) yang dipimpin oleh wasit berinisial LP.
Kedua wasit tersebut diduga melakukan kesalahan fatal dalam dua hari berturut-turut. Baru satu minggu kompetisi berjalan, kekacauan dalam pengambilan keputusan oleh pengadil lapangan dinilai sudah sangat mengkhawatirkan.
Tuntutan Evaluasi Total kepada PSSI Kerinci
Merespons situasi ini, pihak tim dan para pencinta sepak bola Kerinci mendesak panitia pelaksana serta Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kerinci untuk segera mengambil tindakan tegas.
"Tolong dengan sangat kepada Panitia dan PSSI Kerinci untuk mengevaluasi wasit Elwys Effendy."
— Pernyataan resmi Tim HTKS.
Berikut adalah poin-poin tuntutan utama yang dilayangkan kepada pihak penyelenggara:
Evaluasi Menyeluruh: Melakukan audit kinerja terhadap wasit dan asisten wasit yang bertugas.
Peningkatan Pembinaan: Memperketat kualitas, pembinaan, serta pengawasan terhadap wasit-wasit baru berlisensi agar siap mental dan fisik di turnamen resmi.
Menjaga Sportivitas: Mengembalikan marwah turnamen agar berjalan adil demi menjaga kredibilitas sepak bola Kabupaten Kerinci 2026.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PSSI Kerinci maupun panitia Kejurkab U-22 belum memberikan pernyataan resmi terkait evaluasi performa wasit EE dan LP di lapangan. Para penonton dan tim peserta berharap keadilan di lapangan hijau dapat segera ditegakkan demi prestasi sepak bola Kerinci yang bersih. (*)
