![]() |
| Warga Desak PLN: Listrik di Kerinci dan Sungai Penuh Jangan Digilir.(Ilustrasi) |
KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PT Kerinci Merangin Hidro terbesar nomor 2 di Sumatera tampaknya tidak menjamin kebutuhan listrik di Kerinci-Sungai Penuh hidup normal, paska Sumatera Blackout listrik di jaringan transmisi Muara Bungo-Sungai Rumbai.
Mulai tadi siang hingga malam ini, Sabtu 23 Mei 2026 listrik di Kota Sungaipenuh-Kerinci hidup secara begiliran per-wilayah karena listrik dari pembangkit yang di beli PLN dari PLTA PT KMH sebagian di suplay menerangi daerah luar yang bermasalah.
Padahal suplay listrik di Kerinci-Sungaipenuh hanya membutuhkan 21 MVA, sedangkan pembangkit dari PLTA 350 MW, Ini jauh melebihi kebutuhan Kerinc-Sungaipenuh Maupun se-Provinsi Jambi.
Baca Juga:
"Kita minta PLN, listrik di Kerinci-Sungaipenuh tidak di gilirkan, seharusnya Kerinci-Sungaipenuh harus diutamakan terlebih dahulu, kita Punya pembangkit listrik terbesar, sisa listrik nya baru di suplay atau dijual ke daerah lain, "tegas Riko Pirmando.
Permintaan ini berdasarkan poling dibuat di storie akun media instagram indojatipos_official terdapat 2196 view dengan rincian 25 persen warga setuju listrik di gilir dan 75 persen pengunjung tidak setuju listrik digilir.
”Selama 2 Jam poling dibuat, 2 ribu lebih pengunjung. Dan memilih tidak setuju digilir 75 persen dan 25 persen memilih setuju,” ungkapnya.
Sementara Manager PLN ULP Sungaipenuh Eko Pitono membenarkan, bahwa listrik di kerinci berdampak pemadaman bergilir, dikarenakan membantu suplay ke daerah yang terdampak listrikya mati sejak kemarin malam.
“Iya, kita berharap listrik di kerinci-sungaipenuh hidup semua,” ujar Eko, sambari ia akan melakukan koordinasi dengan UP2D (Unit Pelaksana Pengatur Distribusi).(Red)
