Info Pemadaman Listrik Sabtu Besok, Ini Sejumlah Wilayah Sungai Penuh dan Kerinci yang Terdampak

 

Info Pemadaman Listrik Sabtu Besok, Sejumlah Wilayah Sungai Penuh dan Kerinci Terdampak.(Ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – PT PLN (Persero) UP3 Muara Bungo melalui ULP Sungai Penuh mengumumkan akan melakukan pemeliharaan jaringan listrik Besok Sabtu, 6 Juni 2026. Kegiatan tersebut diperkirakan akan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB dan berdampak pada pemadaman sementara di sejumlah wilayah Kota Sungai Penuh serta sebagian Kabupaten Kerinci.

Berdasarkan pemberitahuan resmi PLN, pekerjaan yang dilakukan berupa Commissioning DFR Connect CT Bay PHT Merangin SUTT sebagai bagian dari upaya peningkatan keandalan sistem kelistrikan bagi pelanggan.

Adapun wilayah yang terdampak meliputi Kota Sungai Penuh, Desa Koto Lolo, Koto Keras, Simpang Tigo Rawang, Sungai Ning, Talang Lindung, Desa Gedang, Sungai Liuk, Semurup, Siulak, Lubuk Nagodang, Rawang, Sungai Tutung, Sanggaran Agung, Tamiai, Muara Hemat, Karya Bakti, Kumun, Tanjung Pauh, Pulau Tengah, Ujung, Lempur, Tanjung Syam, Muara Lingkat, Tanah Kampung, Sebukar, Ujung Pasir, Debai dan wilayah sekitarnya.

Manager PLN ULP Sungai Penuh, Eko Pitono, Jum’at (5/6/2026), mengatakan pemeliharaan tersebut dilakukan untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik dan meminimalisir gangguan pada sistem jaringan di masa mendatang.

“Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya PLN dalam menjaga dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan untuk masyarakat. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pemeliharaan berlangsung,” ujar Eko Pitono.

PLN juga mengimbau masyarakat yang menggunakan genset agar memisahkan instalasi genset dari instalasi PLN guna menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan.

Selain itu, PLN menegaskan apabila pekerjaan selesai lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan, maka pasokan listrik akan segera dinormalkan kembali tanpa pemberitahuan lebih lanjut.

Masyarakat diimbau untuk melakukan antisipasi terhadap aktivitas yang membutuhkan pasokan listrik selama periode pemeliharaan tersebut berlangsung. Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat mengakses aplikasi PLN Mobile atau menghubungi layanan pelanggan PLN.(*)

Warga Kerinci dan Sungai Penuh Keluhkan Pemadaman Bergilir Tanpa Jadwal Pasti

KERINCI – Masyarakat di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh mengeluhkan sistem pemadaman listrik bergilir yang dilakukan oleh pihak PLN karena dinilai tidak memberikan kepastian jadwal kepada warga.

Keluhan tersebut muncul lantaran informasi yang disampaikan hanya sebatas wilayah yang akan mengalami pemadaman, tanpa disertai waktu dan durasi yang jelas. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan melakukan persiapan maupun antisipasi terhadap aktivitas sehari-hari.

“Lokasi yang mau dipadamkan ada, tapi kapan dan jam berapa tidak ada. Gimana warga mau siap-siap antisipasi, Pak,” ujar salah seorang warga.

Baca Juga:

PLTA Batang Merangin Berkapasitas Besar, Kenapa Kerinci-Sungai Penuh Masih Padam? Ini Kata PLN

Warga Desak PLN: Listrik di Kerinci dan Sungai Penuh Jangan Digilir

Menurut masyarakat, ketidakjelasan jadwal pemadaman berdampak pada berbagai aktivitas, mulai dari pekerjaan, usaha kecil, hingga kebutuhan rumah tangga. Warga berharap PLN dapat memberikan informasi yang lebih rinci dan terjadwal agar masyarakat bisa menyesuaikan aktivitas selama pemadaman berlangsung.

“Parah dak jeleh tanggal dan waktu,,,,”

Selain itu, masyarakat juga meminta agar informasi pemadaman disampaikan lebih cepat melalui media sosial maupun saluran resmi lainnya sehingga tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

Hingga saat ini, pemadaman bergilir masih terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh menyusul gangguan pada sistem kelistrikan Sumatera yang sebelumnya mengalami blackout di beberapa daerah.(Adz)

PLTA Batang Merangin Berkapasitas Besar, Kenapa Kerinci-Sungai Penuh Masih Padam? Ini Kata PLN

MERDEKAPOST.COM – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh belakangan ini sempat menuai sorotan masyarakat. Pasalnya, daerah tersebut memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Merangin yang dikelola PT Kerinci Merangin Hydro (KMH) dengan kapasitas besar.

Sejumlah warga mempertanyakan alasan masih terjadinya pemadaman, padahal PLTA Batang Merangin diketahui memiliki kapasitas mencapai 350 Megawatt. Sementara kebutuhan listrik untuk wilayah Kerinci dan Kota Sungai Penuh disebut jauh lebih kecil.

“PLN harus didesak agar listrik di Kerinci dan Sungai Penuh tidak dipadamkan. Kapasitas PLTA mencapai 350 Megawatt, sedangkan kebutuhan daerah ini relatif kecil. Tinggal bagaimana komunikasi kepala daerah dengan PLN agar wilayah kita tidak ikut pemadaman bergilir,” ujar salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Baca Juga: Warga Desak PLN: Listrik di Kerinci dan Sungai Penuh Jangan Digilir

Menanggapi hal tersebut, pihak PLN melalui Manager ULP Sungai Penuh, Eko Pitono, menjelaskan bahwa PLTA KMH terhubung langsung dengan jaringan transmisi SUTT 150 KV dan masuk dalam sistem kelistrikan Sumatera secara terintegrasi.

Menurutnya, gangguan yang terjadi pada sistem kelistrikan Sumatera membuat pasokan listrik dari PLTA Batang Merangin harus disalurkan untuk membantu pemulihan listrik di sejumlah daerah lain di Pulau Sumatera yang terdampak padam.

“Pada gangguan listrik tanggal 22 Mei 2026 kemarin, hampir seluruh wilayah Sumatera mengalami pemadaman. Sementara Kerinci dan Kota Sungai Penuh menjadi daerah yang masih tetap menyala pada awal kejadian,” jelas Eko saat dikonfirmasi Media Andalas Group.

Ia menambahkan, karena masih banyak wilayah lain yang belum mendapatkan aliran listrik normal, maka dilakukan pemadaman bergilir di Kerinci dan Sungai Penuh sebagai bagian dari upaya pemerataan pasokan listrik di sistem Sumatera.

PLN juga meminta dukungan masyarakat agar proses normalisasi sistem kelistrikan dapat segera selesai sehingga pemadaman bergilir tidak lagi terjadi.

“Kami mohon dukungan dan doa dari semua pihak agar kondisi kelistrikan segera kembali normal dan tidak ada lagi pemadaman bergilir,” tutupnya.(*Red)

Warga Desak PLN: Listrik di Kerinci dan Sungai Penuh Jangan Digilir

Warga Desak PLN: Listrik di Kerinci dan Sungai Penuh Jangan Digilir.(Ilustrasi)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Keberadaan Pembangkit  Listrik Tenaga Air (PLTA) PT Kerinci Merangin Hidro terbesar nomor 2 di Sumatera  tampaknya tidak menjamin kebutuhan listrik di Kerinci-Sungai Penuh hidup normal, paska Sumatera Blackout listrik di jaringan transmisi Muara Bungo-Sungai Rumbai. 

Mulai tadi siang hingga malam ini, Sabtu 23 Mei 2026  listrik di Kota Sungaipenuh-Kerinci hidup  secara begiliran per-wilayah karena listrik dari pembangkit yang di beli PLN dari PLTA PT KMH sebagian di suplay menerangi daerah luar yang bermasalah. 

Padahal suplay listrik di Kerinci-Sungaipenuh hanya membutuhkan 21 MVA, sedangkan pembangkit dari PLTA 350 MW, Ini jauh melebihi kebutuhan Kerinc-Sungaipenuh Maupun se-Provinsi Jambi. 

Baca Juga:

"Kita minta PLN, listrik di Kerinci-Sungaipenuh tidak di gilirkan, seharusnya Kerinci-Sungaipenuh harus diutamakan terlebih dahulu, kita Punya pembangkit listrik terbesar, sisa listrik nya baru di suplay atau dijual ke daerah lain, "tegas Riko Pirmando.

Permintaan ini berdasarkan poling dibuat di storie akun media instagram indojatipos_official  terdapat 2196 view dengan rincian 25 persen warga setuju listrik di gilir dan 75 persen pengunjung tidak setuju listrik digilir.

”Selama 2 Jam poling dibuat, 2 ribu lebih pengunjung. Dan memilih tidak setuju digilir 75 persen dan 25 persen memilih setuju,”  ungkapnya.

Sementara Manager PLN ULP Sungaipenuh Eko Pitono membenarkan, bahwa listrik di kerinci berdampak pemadaman bergilir, dikarenakan membantu suplay ke daerah yang terdampak listrikya mati sejak kemarin malam. 

“Iya, kita berharap listrik di kerinci-sungaipenuh hidup semua,” ujar Eko, sambari ia akan melakukan koordinasi dengan UP2D (Unit Pelaksana Pengatur Distribusi).(Red)

Jambi Mati Lampu Massal, 6 Kabupaten Terdampak Malam Ini

Enam kabupaten di Provinsi Jambi mati lampu pada Jumat (22/5/2026) malam ini. Informasi yang dihimpun, aliran listrik padam di beberapa kabupaten mulai sekira pukul 19.00 WIB.(Ist) 

JAMBI - Enam kabupaten di Provinsi Jambi mati lampu pada Jumat (22/5/2026) malam.

Informasi yang dihimpun malam ini, aliran listrik padam di beberapa kabupaten mulai sekira pukul 19.00 WIB.

Daftar daerah mati lampu di Jambi malam ini:

1. Kota Jambi: Mayang, Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Telanaipura, Pematang Sulur, Aur Kenali, Penyengat Rendah.

2. Kerinci -Sungai penuh

3. Kabupaten Muaro jambi

4. Kabupaten Muaro Jambi: Mendalo Darat, Sungai Gelam

5. Batang hari dan sekitarnya

6. Sarolangun dan sekitarnya

Berdasarkan laporan warga, aliran listrik mulai padam sekitar pukul 19.00 WIB dan berlangsung hampir merata di sejumlah wilayah.

Di Kota Jambi, pemadaman terjadi di kawasan Mayang, Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Telanaipura, Pematang Sulur, Aur Kenali, hingga Penyengat Rendah.

Selain Kota Jambi, pemadaman juga dilaporkan terjadi di wilayah Kerinci-Sungai Penuh.

Kemudian di Kabupaten Muaro Jambi, khususnya Mendalo Darat dan Sungai Gelam.

Kabupaten Batang Hari dan sekitarnya pun putus aliran listrik.

Begitu juga Sarolangun dan wilayah sekitarnya.

"Sarolangun ini mati lampu, ini masih mati lampu," ujar Nuri, warga Sarolangun.

Akibat pemadaman tersebut, aktivitas warga terganggu. 

Sejumlah rumah tangga, pelaku usaha kecil, hingga perkantoran terpaksa menghentikan kegiatan yang bergantung pada listrik.

Tak hanya aliran listrik, jaringan internet di sejumlah wilayah juga dilaporkan ikut terputus, sehingga menyulitkan komunikasi dan aktivitas daring warga.

“Lampu mati mendadak pas malam. Internet juga langsung hilang, jadi tidak bisa kerja dan anak-anak tidak bisa belajar,” ujar Rendi, warga Telanaipura.

Keluhan serupa disampaikan warga di Mendalo Darat, Muaro Jambi. 

Mereka menyebut pemadaman listrik pada malam hari cukup menyulitkan, terutama bagi warga yang memiliki usaha rumahan.

"Usaha warung langsung tutup. Mesin mati, lampu tidak ada, pembeli juga sepi," kata Siti, warga Mendalo Darat.

"Kerinci sempat mati dan baru hidup sekitar pukul 19.30 WIB," kata Hendri, warga Kerinci.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada penjelasan resmi dari PT PLN (Persero) terkait penyebab mati lampu massal disejumlah kabupaten tersebut. (*)

Listrik Kembali Normal, Pemkab Kerinci Sampaikan Terima Kasih atas Bantuan Suplai dari PLTA Kerinci

KERINCI, MERDEKAPOST.COM  Pemerintah Kabupaten Kerinci mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada PT Kerinci Merangin Hidro (KMH) selaku pengelola PLTA Kerinci, atas bantuan suplai listrik yang diberikan untuk wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Bantuan ini menjadi solusi krusial setelah hampir seluruh wilayah mengalami pemadaman total selama lebih dari tiga hari akibat robohnya salah satu tower transmisi listrik pada Sabtu lalu.

Mulai Selasa (20/5/2025), kondisi kelistrikan di wilayah paling barat Provinsi Jambi ini kembali normal. Suplai listrik sementara yang disalurkan dari PLTA Kerinci berhasil memulihkan pasokan hingga seluruh pelanggan PLN di Kerinci dan Sungai Penuh kembali menikmati aliran listrik tanpa gangguan.

General Manager PLN Rayon Kerinci Sungai Penuh, Eko, membenarkan bahwa suplai listrik saat ini telah kembali normal. “Alhamdulillah iya. Insya Allah suplai listrik dari PLTA akan terus berlangsung sampai pembangunan tower SUTT selesai,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.

Baca Juga :  

Pasca Banjir Bandang di 5 Desa Tanjung Pauh Mudik, PUPR dan BPBD Kerinci Bergerak Cari Solusi

Warga Kerinci pun menyambut baik kembalinya aliran listrik yang stabil. “Alhamdulillah listrik sudah kembali normal. Yang penting bagi kita listrik menyala, aktivitas dan usaha bisa berjalan seperti biasa,” ujar salah satu warga Kerinci.

Sebelumnya, selama masa blackout, PLN hanya mampu mendistribusikan listrik ke beberapa wilayah dengan sistem bergilir yang belum optimal karena keterbatasan daya. Namun dengan kerja sama antara PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Unit Transmisi, serta pihak PT. KMH PLTA Kerinci, solusi darurat berhasil ditemukan.

Merespon hal tersebut, Bupati Kerinci Monadi, menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada pihak PLN dan PLTA atas upaya dan langkah cepat penanganan krisis kelistrikan yang dilakukan.

Baca Juga :  

Kabar Baik Pelayanan Kesehatan! Berobat ke RSUD Bukit Kerman Kini Bisa Pakai BPJS

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kerinci, kami menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tulus kepada pihak PLN dan PLTA Kerinci yang telah bahu-membahu memberikan penanganan cepat sehingga suplai listrik ke wilayah kami kembali normal. Sinergi ini menjadi bukti nyata semangat gotong royong dalam menghadapi situasi darurat berjalan dengan baik,” ungkap Bupati Monadi.

PLN sendiri saat ini tengah membangun Emergency Restoration System (ERS), sebuah menara darurat untuk menggantikan fungsi tower transmisi yang roboh, guna mempercepat penormalan total jaringan.

Dengan suplai listrik dari PLTA Kerinci, listrik di wilayah Kerinci dan Sungai Penuh kini kembali menyala sejak pukul 02.30 WIB dini hari tadi dan diharapkan akan tetap stabil hingga perbaikan tower selesai sepenuhnya.(ADZ)

PLN Lakukan Pemeliharaan Jaringan di Wilayah Penyulang Semurup Sabtu 09/05, Ini Lokasi Terdampak Pemadaman!

MERDEKAPOST.COM – Dalam rangka meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dan menjaga kualitas pasokan energi ke pelanggan, PT PLN (Persero) melalui unit pemeliharaannya menjadwalkan penghentian aliran listrik sementara pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pemeliharaan rutin pada aset ketenagalistrikan untuk mencegah terjadinya gangguan yang tidak diinginkan di masa mendatang.

Detail Jadwal Pemadaman

Bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak, berikut adalah detail jadwal pengerjaan:

Hari/Tanggal: Sabtu, 9 Mei 2026

Waktu: 09.00 – 12.00 WIB

Penyulang: Penyulang Semurup / LBS Oyon

Agenda: Pemeliharaan Jaringan Listrik

Wilayah yang Terdampak

Pemadaman sementara ini akan meliputi beberapa desa dan area sekitarnya, antara lain:

Desa Belui

Desa Depati VII

Desa Kubang

Desa Koto Majidin

Desa Kemantan

Desa Sungai Medang

Desa Pendung dan sekitarnya.

Baca Juga :  

Sempat Lumpuh Karena Longsor, Kiini Jalur Muara Hemat Sudah Bisa Dilalui

Pihak PLN menyampaikan bahwa durasi pemadaman bersifat sementara. Jika pekerjaan selesai lebih awal dari jadwal yang ditentukan, aliran listrik akan segera dinormalkan kembali tanpa pemberitahuan lebih lanjut, setelah kondisi dipastikan aman.

Himbauan Keamanan dan Pelayanan

Selama proses pengerjaan, petugas di lapangan diwajibkan bekerja sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap seperti helm, kacamata, sarung tangan, wearpack, sepatu safety, dan full body harness demi keselamatan bersama.

PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat terhentinya pasokan listrik ini. Masyarakat dihimbau untuk mempersiapkan diri, seperti mengisi daya perangkat elektronik atau mencadangkan air sebelum jadwal pemadaman dimulai.

Baca Juga :  Atasi Kekurangan Air Bersih, Perumda Tirta Kahyangan Bangun IPAM 50 L/detik di Rawang

Untuk informasi lebih lanjut atau pengaduan terkait gangguan kelistrikan, pelanggan dapat menghubungi:

Contact Center PLN: 

123 (Kode Area + 123)

Aplikasi: PLN Mobile (Tersedia di PlayStore & AppStore)

Website: www.pln.co.id

(Adz/Merdekapost.com)


Info Pemadaman Listrik Hari Sabtu, Ini Wilayah yang Terdampak

Pemadaman Listrik di Kerinci dan Sungai Penuh pada Hari Sabtu, Ini beberapa Wilayah yang Terdampak.(mpc/ilustrasi)

Kerinci, Merdekapost.com – PT PLN (Persero) ULP Sungai Penuh mengumumkan akan melakukan pemadaman listrik sementara pada Sabtu, 20 September 2025. 

Pemadaman ini dilakukan sehubungan dengan kegiatan pemeliharaan jaringan guna meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di wilayah Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh.

Berdasarkan informasi resmi yang disampaikan PLN, pemadaman akan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Baca Juga: Kecewa, Juara MTQ Kecamatan Air Hangat Tidak Dikirim Camat ke MTQ Kabupaten Kerinci

Adapun lokasi yang terdampak meliputi:

Jalan Depati Parbo Desa Kumun, Desa Tanjung Pauh Hilir, Desa Tanjung Pauh Mudik, Desa Semerap, Desa Pulau Tengah, Desa Jujun, Desa Muak, Desa Lempur Danau, Desa Lolo, Desa Kebun Baru, Desa Lempur, dan sekitarnya.

Manajer ULP PLN Sungai Penuh, Eko Pitono, Kamis (18/9/2025), membenarkan adanya jadwal pemadaman listrik tersebut. “Insyaa Allah sesuai jadwal, pemeliharaan akan dilaksanakan demi menjaga keandalan pasokan listrik bagi pelanggan,” ujarnya.

Baca Juga: Kalahkan PS SSB Bintang Tiga Penawar, PS Molten Kemantan Melaju Ke Semi Final Dandim 0417/Kerinci Cup

PLN juga menyampaikan bahwa jadwal pemadaman dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi di lapangan. 

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,”ungkapnya.(adz)

HOAX! Beredar di Medsos Informasi Pemadaman Listrik di Sungai Penuh dan Kerinci pada Jum'at dan Sabtu

 

KERINCI, MERDEKAPOST - PLN ULP Sungai Penuh membantah informasi pemadaman aliran listrik bergilir untuk Kerinci dan Sungai Penuh yang beredar di Medsos beberapa hari terakhir

Didalam surat edaran tertanggal 10 September tersbut diinformasikan kepada para pelanggan bahwa akan dilakukan pemadaman listrik bergilir di wilayah Kabupaten Kerinci an Kota Sungai Penuh, jadwal pemadamannya: Sungai Penuh pada hari Jum'at 12 September sedangkan untuk wilayah Kabupaten Kerinci pada hari berikutnya Sabtu 13 September 2025

Surat edaran tersebut sepintas terlihat seperti resmi dari Pihak PLN. yang menyebutkan bahwa pemadaman dilakukan sehubungan dengan dilaksanakanannya pekerjaan pemeliharaan jaringan dan peningkatan keandalan istem penyaluran tenaga listrik diwilayah kerja PLN ULP Sungai Penuh

Bantahan dari PLN ULP Sungai Penuh bahwa berita dan informasi pemadaman yang beredar sebelumnya di medsos adalah HOAX. (mpc)

Beredarnya informasi tersebut membuat PLN ULP Sungai Penuh mengeluarkan pemberitahuan bahwa itu adalah HOAX

"Menanggapi berita di Media sosial bahwa adanya rencana pemadaman tanggal 12 dan 13 Septembar 2025 pada wilayah Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci, Kami tegaskan bahwa berita itu adalah HOAX. mohon untuk tidak terpengaruh oleh berita tersebut". Surat pemberitahuan tidak ada pemadaman ini ditanda tangani oleh Manager PLN ULP Sungai Penuh Eko Pitono dicap stempel resmi. 

Dengan demikian, keresahan masyarakat sebelumnya akan pemadaman lampu tersebut tidak terjadi. dan diharapkan masyarakat bijak dan teliti dalam mencerna informasi-informasi hoax yang beredar di Medsos. (adz)

Pemeliharaan Jaringan, PLN Umumkan Pemadaman Listrik Sabtu Besok, Ini Wilayah yang Terdampak!

Pemeliharaan Jaringan, PLN Umumkan Pemadaman Listrik Besok Sabtu untuk Kerinci dan Sungai Penuh.(ist)

Merdekapost.com – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sungai Penuh akan melakukan pemeliharaan jaringan listrik pada Sabtu, 26 Juli 2025. Kegiatan ini akan mengakibatkan pemadaman sementara di sejumlah wilayah selama tiga jam, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Pemadaman ini merupakan bagian dari upaya peningkatan keandalan sistem kelistrikan di wilayah Sungai Penuh. Adapun penyulang yang terdampak adalah Penyulang Ekspress Muradi / Rec Batas Kota.

Manager ULP PLN Sungai Penuh, Eko Pitono, membenarkan adanya pemadaman tersebut. Ia menjelaskan bahwa pekerjaan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan listrik dan mencegah gangguan yang lebih besar di kemudian hari.

“Pemeliharaan ini penting untuk memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujarnya. Jumat (25/7/2025).

Baca Juga:  Daviq Efedra Nahkodai PABERSI, Tonggak Kebangkitan Angkat Berat di Kerinci

Kami juga menghimbau kepada masyarakat melakukan penyesuaian selama waktu pemadaman dan tetap berhati-hati penggunaaan alat elektronik.

“Masyarakat untuk melakukan penyesuaian selama waktu pemadaman dan tetap berhati-hati terhadap penggunaan alat elektronik,”imbau Manager ULP PLN Sungai Penuh.

Berikut wilayah yang terdampak:

  • Desa Tanjung Pauh Hilir
  • Desa Tanjung Pauh Mudik
  • Simpang Tiga Debai
  • Desa Semerah
  • Benik, 
  • Semerap 
  • Lempur Danau 
  • Desa Pulau Tengah 
  • Desa Telago Pulau Tengah, 
  • Simpang Tiga Pasar Desa Jujun 
  • Desa Talang Lindung Koto Agung, 
  • Desa Muara Air Kumun dan sekitarnya.

Sebagai informasi, Jadwal pemadaman ini bersifat tentatif dan dapat berubah sewaktu-waktu menyesuaikan kondisi lapangan. Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Contact Center PLN 123 atau melalui aplikasi PLN Mobile.(*)

PLTA Kerinci Telah Rampung, Bakal Diresmikan Presiden Prabowo Subianto

PLTA Kerinci Telah Rampung, Tinggal menunggu Diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto. (ist/mpc)

KERINCI, MP - Selama Pertisun di Kerinci, Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H. sempat mampir ke salah satu proyek energi terbesar yang pernah dibangun di Tanah Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Kerinci. 

Mega proyek ini dibangun PT Kerinci Merangin Hydro. Secara teknis, proyek milik mantan Wapres Jusuf Kalla itu telah rampung. Tinggal satu hal yang ditunggu: peresmian oleh Presiden Republik Indonesia.

“Secara teknis PLTA sudah siap. Kita berharap di bulan Mei ini, ada kabar baik. Bapak Presiden bisa datang langsung meresmikan,” ujar Al Haris, di sela peninjauannya, Selasa (6/5/2025) sore.

Baca Juga: “Bunga Desa” Bupati Nginap di Desa, Gandeng Gubernur Jambi Nginap di Renah Pemetik

PLTA Kerinci bukan sekadar proyek kelistrikan. Ia adalah lompatan peradaban energi dari hulu ke hilir. Dengan kapasitas besar dan potensi distribusi lintas provinsi, PLTA ini bukan hanya memasok listrik untuk rumah tangga di Jambi, tapi juga untuk provinsi-provinsi lain di Sumatera.

“Kita bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Jusuf Kalla dan tim. PLTA ini membuat Jambi bisa menjadi penyangga energi Sumatera,” tegas Al Haris, menyebut peran tokoh nasional yang terlibat sejak tahap perencanaan.

Dengan rampungnya infrastruktur ini, Jambi tidak lagi hanya dikenal sebagai daerah kaya hasil bumi, tapi juga penyumbang energi bersih berbasis air.

Baca Juga: Bupati Kerinci dan Gubernur Jambi Tebar 5000 Benih Ikan di Renah Pemetik

PLTA Kerinci menjadi ikon transisi energi hijau di Pulau Sumatera. Di tengah krisis iklim global dan sorotan terhadap energi fosil, kehadiran pembangkit listrik dari air menjadi pesan kuat: bahwa Jambi berinvestasi pada masa depan.

“PLTA ini kita harapkan bisa menyuplai energi rumah tangga di Jambi, juga ke Pelabuhan Ujung Jabung, yang nantinya akan membutuhkan energi besar untuk operasional,” ujar Gubernur.

Hingga kini, Pemerintah Provinsi Jambi masih menunggu kepastian jadwal dari Kementerian Sekretariat Negara untuk peresmian PLTA. Namun menurut Gubernur, semua kesiapan teknis sudah rampung. Tidak ada lagi pengerjaan berat di lapangan.

“Kalau bisa 15 Mei ini, lebih bagus. Yang jelas kita siap,” ujar Al Haris dengan nada optimistis.

Pilihan Redaksi:

Bupati dan Wabup Kerinci Hadiri Syukuran dan Panen Perdana Benih Kentang G0 di Kayu Aro

Ini 5 Pahlawan asal Jambi yang Pantang Menyerah, Ada Sultan Thaha Syaifuddin hingga Abundjani

Ketika air Batang Merangin mengalir deras, tak banyak yang tahu bahwa di balik arusnya kini mengalir juga arus listrik harapan. PLTA Kerinci tak hanya menyuplai energi, tapi membangun ketahanan, menyinari rumah-rumah, dan membawa Jambi masuk ke babak baru perannya di Sumatera.

Dan ketika Presiden meresmikan PLTA ini nanti, yang dihidupkan bukan hanya jaringan listrik, tapi juga status Jambi sebagai poros energi bersih regional.(*)

Menurut PLN, 4 Hal Ini yang Sebabkan Tagihan Listrik Melonjak


MERDEKAPOST.COM - Lonjakan tagihan listrik pada Mei dan Juni mendapat protes dari pelanggan PLN. Banyak yang menilai kenaikan tersebut tidak wajar karena ada yang lebih dari 200 persen.

Dalam Live Update Corona di kumparan pada Jumat (19/6), Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril merespons keluhan-keluhan tersebut. Bob menegaskan bahwa lonjakan tagihan di tengah pandemi COVID-19 ini bukan berasal dari kenaikan tarif. Tarif listrik PLN tak mengalami perubahan sejak 2017.

Lalu, apa penyebabnya? Berikut 4 hal yang menurut PLN membuat tagihan listrik membengkak:

1. Work From Home (WFH)

Bob Saril menjelaskan, konsumsi listrik rumah tangga meningkat karena masyarakat didorong untuk lebih banyak beraktivitas di rumah selama pandemi. Mulai dari kerja (Work From Home) hingga belajar.

"Rekening Mei itu kan ada puasa dan Lebaran, lebih banyak lagi pemakaiannya. Mulai aktivitas sahur, malam hari juga banyak kegiatan. Kalo tahun-tahun sebelum COVID-19 itu mushola ramai tapi sekarang sepi karena banyak di rumah," kata dia.

2. Alat Elektronik Usang

Bob menjelaskan, naiknya konsumsi listrik rumah tangga juga bisa dipicu dari penggunaan alat-alat elektronik yang sudah usang. Sebagai contoh, pengunaan AC di rumah yang terus menyala karena WFH, ternyata freonnya sudah habis.

Karena itu, AC tersebut tidak terasa dingin lagi. Pelanggan pun terus menurunkan suhu pada AC yang menyebabkan konsumsi listriknya naik. Menurut dia, sebagai pemilik rumah, pelanggan harus rajin mengecek alat elektroniknya.

"Setelah kita lihat, AC enggak dingin karena habis freon, mau diperbaiki tapi masih lockdown. Sebaiknya jangan dipakai dulu AC-nya. AC berdebu juga banyak mengkonsumsi energi, jadi lebih teliti juga," lanjutnya.

3. Kebocoran dari Instalasi Listrik

Selain harus rajin mengecek alat elektronik yang digunakan, pelanggan juga harus mengecek instalasi listrik di rumah. Kata Bob Saril, bisa saja instalasi listrik di rumah sudah usang, sehingga aliran listriknya tetap jalan meski tak ada alat elektronik yang menyala. Kerusakan instalasi listrik akan menimbulkan kebocoran sehingga pemakaian jadi boros.

"Sama kayak pelanggan di Malang itu alatnya rusak. Itu instalasi kan seperti kabel-kabel rusak. Itu listriknya menyala lari ke tanah, alat mereka rusak. Pas kita cek, ternyata alatnya rusak, jadi listriknya jalan terus," kata dia.

4. Akumulasi dari Pemakaian di Bulan Sebelumnya

Faktor lain yang menyebabkan tagihan melonjak, seperti yang sudah dijelaskan PLN sebelumnya, adalah karena ada tambahan tagihan yang dimasukkan dalam rekening Mei dan Rekening Juni dari pemakaian April dan Mei.

Alasannya, karena pada tagihan rekening April untuk pemakaian Maret, PLN tidak memasukkan tagihan yang sesungguhnya, melainkan menghitung sesuai rata-rata pemakaian tiga bulan sebelumnya yakni mulai Desember hingga Februari.

Alasan digunakannya penggunaan hitung rata-rata tiga bulan sebelumnya karena pencatat meter yang biasa mengecek ke rumah warga setiap bulan dilarang datang akibat kebijakan PSBB. Namun, mulai Mei, petugas pencatat meteran sudah turun ke lapangan lagi.

PLN menegaskan, tak ada manipulasi dari tagihan yang melonjak sebab pelanggan bisa mengecek sendiri di rumah masing-masing.

"Meteran kan ada di pelanggan. Pencatat meter datang sebulan sekali, tapi pelanggan bisa lihat kapan pun. Dikalikan saja. Itulah pemakaian. Jadi kita bisa itung sendiri," ujar Bob.

Sumber : Kumparan



Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs