Annisa Suci Ramadhani Tokoh Muda Minang Ukir Sejarah Jadi Bupati Perempuan Pertama di Dharmasraya dan Sumatera Barat

Annisa Suci Ramadhani Tokoh Muda Minang Ukir Sejarah Jadi Bupati Perempuan Pertama di Dharmasraya dan Sumatera Barat.(Ist)

Perjalanan hidup tokoh muda keturunan Minang bernama Annisa Suci Ramadhani ini membuktikan bahwa kombinasi pendidikan tinggi dan keberanian melayani masyarakat mampu mendobrak sejarah kepemimpinan daerah.

Lahir di Padang pada 19 April 1990 dari pasangan Marlon Martua Situmeang dan Rafnelly Rafki, Annisa Suci Ramadhani dibesarkan dalam lingkungan keluarga akademisi serta birokrat yang sangat peduli pada pendidikan.

Titik rendah dan awal karier Annisa Suci Ramadhani dimulai dari pengabdian yang tulus saat beliau meniti langkah sebagai pengacara di Lembaga Bantuan Hukum Riau pada tahun 2013 usai meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia.

Pengalaman berharga mendampingi masyarakat di lembaga bantuan hukum tersebut memicu semangat Annisa Suci Ramadhani untuk terus mengasah kemampuan hukumnya di firma hukum internasional serta menuntaskan pendidikan magister di Columbia Law School Amerika Serikat.

Titik balik besar dalam perjalanan kariernya terjadi ketika Annisa Suci Ramadhani mulai dipercaya masuk ke dalam ruang lingkup kebijakan publik sebagai staf khusus Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia pada tahun 2018.

Pengalaman mendalam di tingkat nasional membawa Annisa Suci Ramadhani membulatkan tekad untuk kembali dan mengabdikan seluruh ilmu serta energinya bagi kemajuan daerah di Sumatera Barat.

Kepercayaan masyarakat terbukti nyata saat Annisa Suci Ramadhani berhasil memenangkan Pemilihan Umum Bupati Dharmasraya 2024 hingga resmi dilantik di Istana Merdeka pada 20 Februari 2025.

Di balik deretan prestasi akademis yang gemilang serta jabatan publik yang diembannya, sisi humanis Annisa Suci Ramadhani terpancar dari kehangatan hubungan kekeluargaan yang berakar kuat pada nilai-nilai tradisi Minangkabau.

Sejarah baru pun terukir indah dalam perjalanan kepemimpinan daerah saat Annisa Suci Ramadhani mencatatkan namanya sebagai bupati perempuan pertama di Kabupaten Dharmasraya sekaligus di seluruh Sumatera Barat.

Sumber: Wikipedia - "Annisa Suci Ramadhani"

APBD Terbatas Bukan Alasan! Taktik Cerdas Bupati Annisa Himpun CSR Rp31,55 Miliar Demi Jalan Mulus

APBD Terbatas Bukan Alasan! Taktik Cerdas Bupati Darmas Raya Annisa Suci Ramadahni Himpun CSR Rp31,55 Miliar Demi Jalan Mulus.(Ist)

APBD Terbatas Bukan Alasan! Taktik Cerdas Bupati Annisa Himpun CSR Rp31,55 Miliar Demi Jalan Mulus

Pernah dengar keluhan klasik pemerintah daerah? "Wah, jalan rusak belum bisa diperbaiki tahun ini karena anggaran APBD kita terbatas."

Kalimat itu tampaknya tidak berlaku di Kabupaten Dharmasraya. Di bawah kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani, keterbatasan anggaran justru melahirkan sebuah terobosan cerdas yang patut dicontoh daerah lain.

Bukan dengan berpasrah diri atau sekadar menunggu kucuran dana pusat, Bupati Annisa memilih menjemput bola. Beliau berhasil merangkul belasan perusahaan swasta—terutama raksasa industri sawit yang beroperasi di Dharmasraya—untuk membentuk sebuah konsorsium besar. Hasilnya sangat konkret, komitmen dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp31,55 miliar sukses dihimpun sepanjang tahun 2026 untuk menggenjot pembangunan daerah.

Menariknya, dana puluhan miliar ini tidak digunakan untuk program seremonial jangka pendek. Bupati Annisa secara taktis mengarahkan total dana Rp31,55 miilar tersebut untuk membiayai 9 ruas jalan strategis antarnagari, mulai dari Sopan Jaya, Taratak Tinggi, hingga Banai.

Strategi ini menggunakan sistem co-sharing. Dana CSR dari perusahaan langsung dikonversi menjadi aspal dan pengerjaan fisik di bawah pengawasan Dinas PUPR, berkolaborasi mendampingi anggaran APBD dan Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit.

Langkah ini adalah simbiosis mutualisme yang nyata. Perusahaan sawit ikut bertanggung jawab merawat jalan yang setiap hari dilewati oleh kendaraan operasional mereka, sementara masyarakat langsung menikmati jalur logistik yang mulus dan nyaman. Efeknya, ekonomi bergerak lebih cepat dan potensi gesekan sosial di lingkar industri bisa diredam dengan keharmonisan.

Ketika banyak daerah masih bingung melacak ke mana larinya dana CSR perusahaan di wilayah mereka, Dharmasraya menunjukkan kelasnya lewat transparansi dan eksekusi yang nyata. Ini bukan sekadar tentang membangun jalan, tetapi tentang kualitas kepemimpinan yang mampu mengubah tantangan fiskal menjadi ruang kolaborasi.

Kira-kira, daerah mana lagi nih di Sumbar yang perlu meniru taktik cerdas dari Kak Annisa? Coba absen dan tulis aspirasi Dunsanak di kolom komentar ya!

Penulis: Rizal Gusmendra [RG] 

#annisasuciramadhani #BupatiDarmasRayaSumbar 

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs