Mantan Asisten II Tanjabbar Calon Kuat Sekda Tebo

Gubernur : Budidaya Ditarik ke Provinsi

JAMBI – Gubernur Jambi Hasan Basri (HBA) menyebut salah satu nama calon Sekda Tebo adalah Noor Setyo Budi, mantan Asisten II Setda Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar). “Salah satunya adalah Budi,” ujarnya kemarin. Menurut HBA, seluruh calon Sekda yang diusulkan berasal dari Kabupaten Tebo. Sementara, untuk nama lainnya HBA masih keberatan untuk menyebutkannya.

Sumber koran ini menyebut, nama Noor Setyo Budi selain pernah menjabat Asisten II, juga pernah menjabat sekretaris KPU Tanjabbar. Ia tidak menjabat lagi posisi asisten II beberapa bulan lalu, dan saat ini diparkir di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tebo. Dalam kesempatan yang sama, HBA menyatakan akan menarik Sekda Kota Jambi Budi Daya ke Pemprov Jambi. “Kita akan lakukan tes, tentunya nanti akan kita tarik ke provinsi,” sebut HBA. Hanya dirinya tidak menjelaskan secara detail alasan penarikan tersebut. Namun Budidaya yang juga pernah tercatat sebagai Mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi ini dipastikan akan diganti Bambang Priyanto karena nama penggantinya sudah diajukan. “Kita akan proses, nanti kita akan lakukan fit and propert test atau uji kelayakan dan kepatutan,” jelasnya.

Untuk calon Sekda Kota Jambi sudah dipastikan ada tiga nama. Mereka yakni, Asisten III Setda Kota Jambi, Zulkifli Yus, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Jambi, Sahril Samingin serta Daru Pratomo yang kini menjabat sebagai pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jambi. Sumber yang berbeda menyebut nama Zulkifli Yus punya kans paling kuat. Menurut sumber di Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi, Zulkifli Yus lah yang kabarnya benar-benar dijagokan oleh walikota untuk menggantikan Budidaya. Alasannya, mengingat rekam jejak Zulkifli Yus yang pernah menjabat sebagai pelaksana tugas Sekda Kota Jambi dan juga Kepala Inspektorat Kota Jambi. “Sepertinya begitu,” ujarnya sembari meminta namanya dirahasiakan.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi, Amir Sakib menyebut pengajuan itu sudah diajukan beberapa hari kemarin. Saat ini, jelas Amir Syakib ketiga nama yang diajukan tersebut masih diproses. Nantinya akan dilakukan fit and propert test terlebih dahulu. Siapa nama yang diajukan? Ditanya demikian, Amir langsung bungkam. Katanya, untuk saat ini belum bisa disebarkan informasinya, pasalnya ada salah satu nama Sekda yang diajukan tidak memenuhi syarat. “Kata mereka akan diperbaiki dulu, mungkin diganti dengan nama yang lain,” ujar dia. Kapan tesnya? Menurut Amir sejauh ini belum dijadwalkan, namun berkemungkinan test enam calon Sekda dua daerah tersebut akan dilakukan bersamaan. “Kemungkinan serentak dilakukan usai HUT Provinsi Jambi,” sebut Amir Syakib. (ald)

H. Ahmad Yani Siap Pimpin PP Tebo

MUARA TEBO - Masa kepemimpinan H.Harmain, SE sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Pancasila (PP) Tebo sudah berakhir. dan saat ini, baru satu nama yang muncul untuk maju menjadi ketua DPC PP Tebo, yaitu H. Ahmad Yani atau yang akrab disapa Haji Bujang Awi (HBA).

Bujang Awi adalah sosok pria yang saat ini bekerja di Lapas Muara Tebo, Dirinya menyatakan siap maju memperebutkan posisi ketua DPC PP Tebo. "Saya siap maju mencalonkan diri menjadi ketua DPP PP Tebo," kata Bujang Awi, Senin lalu.

Dikatakannya Musda PP Tebo masih menunggu petunjuk dari DPW PP Jambi. "Mengenai jadwalnya kita masih menunggu petunjuk dari Jambi," pungkasnya. (ald)

Kerinci Vs Kota Jambi Ricuh, Wasit Tidak Tegas


Kericuhan yang terjadi saat pertandingan perdana Gubernur Cup antara Kota Jambi vs Kerinci

JAMBI - Laga perdana turnamen sepakbola Gubernur Cup menjadi milik tim Kota Jambi yang bertanding melawan Kerinci. Pertandingan dalam rangka HUT Provinsi Jambi ke-55 yang digelar Jumat sore (06/01) itu berkesudahan dengan skor 0-2 (0-1) untuk Imam Faisal dkk. Dua gol kemenangan Kota Jambi ini, disumbangkan striker bernomor punggung 7, Solihin. Dengan hasil ini, Kota Jambi memimpin klasemen sementara Grup B dengan nilai 3.

Pertandingan di Stadion Trilomba Juang, ini cukup menarik minat penonton. Hanya saja karena kepemimpinan wasit yang tidak tegas, sempat terjadi protes keras dari kedua tim.

Protes keras terjadi pada menit ke-57. Berawal ketika wasit Ribut Widodo meniup peluit sembari menunjuk titik putih, menyusul pelanggaran pemain Kerinci atas lawannya. Keputusan itu diprotes pemain Kerinci, yang akhirnya berbuah keputusan lain oleh wasit.

Ribut Widodo, sang pengadil membatalkan penalti dan menyatakan pemain Kota Jambi pada offside terlebih dahulu. Tidak puas dengan kepemimpinan itu, para pemain dan ofisial Kota Jambi pun melayangkan protes keras.

Beberapa saat kemudian wasit dan petugas pertandingan memanggil tim Kerinci. Pembicaraan pun tidak menemui solusi, malahan tim Kerinci memprotes wasit, sehingga akhirnya aparat keamanan mengamankan wasit untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah ada pembicaraan antara wasit dan inspektur pertandingan, kedua tim kembali dipanggil. Akhirnya semua sepakat melanjutkan pertandingan dan keputusan tendangan penalti untuk Kota Jambi.

Manajer tim Kota Jambi Eduar sangat menyayangkan kepemimpinan wasit.

Namun terlepas dari itu, dia sangat bangga dengan pemainnya. “Kami sangat bangga dengan permainan di lapangan. Mereka mengikuti semua instruksi pelatih, sehingga bisa memenangkan laga,” ujarnya.

Dikatakannya, atas kejadian yang terjadi akibat kepemimpinan wasit itu hendaknya menjadi perhatian penyelenggara pertandingan. Pada laga-laga berikutnya dia berharap wasit harus menjalankan tugas dengan baik sesuai aturan, jangan sampai jadi pemicu kerusuhan.

Hal senada juga diungkapkan pelatih Kerinci, Sadli Umar. Menurutnya kepemimpinan wasit sangat merugikan timnya. “Saya sangat kecewa dengan kepempinan wasit,” ujarnya. (ald)

Jalan Padang Lamo Alternatif Tebo-Rimbo

MUARA TEBO – Jalan Padang Lamo, dari Tebo Tengah hingga ke Teluk Kuali, Tebo Ulu kini menjadi jalan alternatif dari dan Tebo-Rimbo. Masyarakat yang memilih melewati jalan tersebut, menilai karena lintas utama dari Simpang Pal 12 Muara Tebo hingga Simpang 21, Desa Perintis Rimbo Bujang kini rusak parah.

Setidaknya hal ini diungkapkan oleh Arpan, warga Kecamatan Sumay, yang sering ke Rimbo Bujang. Dia mengaku jika ingin ke Rimbo Bujang atau pulang dari Rimbo Bujang ke Sumay, lebih memilih lewat Jalan Padang Lamo.

Diakui jika lewat Jalan Padang Lamo jaraknya lebih jauh. Tapi karena kondisi jalannya yang masih cukup bagus, menurutnya lebih enak lewat Jalan Padang Lamo. Juga dijelaskan, dulu ketika dia hendak ke Rimbo, biasanya lewat Dusun Jambu, lalu jalan tembus ke Blok E, baru jalan lintas Tebo Rimbo.

“ Kalau lewat Blok E, jalannya sekarang rusak parah. Jadi lebih enak lewat Jalan Padang Lamo, lurus saja sampai Teluk Kuali, baru ke Rimbo,” katanya, Rabu (4/01).

Hal yang sama diakui Rohman, warga Pasar Muara Tebo. Dia yang sering melakukan perjalanan dari Muara Tebo ke Rimbo Ilir, lebih memilih lewat Jalan Padang Lamo, kemudian masuk ke Blok E dari Dusun Jambu. Dipilihnya jalan tembus dari Dusun Jambu ke Blok E, karena kondisi jalan yang baru diaspal dan belum mengalami kerusakan. Dari Blok E ke pusat Kecamatan Rimbo Ilir, kondisi jalannya juga bagus.

“Kalau lewat Simpang Pal 12, sampai Blok F memang sudah diaspal, tapi dari Blok F ke Blok E kondisinya rusak parah. Jadi lebih enak lewat Sumay,” kata Rohman.

Pantauan harian ini, sewaktu melintasi jalan utama Tebo-Rimbo dari Blok F hingga Jalan 21 Desa Perintis kondisinya rusak parah. Untuk melintasi jalan tersebut membutuhkan waktu cukup banyak, perjalanan juga tidak lancar karena harus sering menghindari lubang. Selain itu juga membuat badan capek.

Sementara pengaspalan ulang jalan tersebut, yang dilakukan sejak tahun 2010 lalu, hingga kini baru terlaksana dari Simpang Pal 12 hingga Pasar Blok F. Dari Blok F hingga Blok E saat ini baru terlihat dilakukan perkerasan ulang. Dan dari Blok E hingga Simpang 21, Desa Perintis, belum disentuh sama sekali, sementara kerusakan semakin parah. (joe)

Lagi, 7 Pejabat Tebo di Nonjobkan

MUARATEBO - Bupati Tebo Sukandar kembali menonjobkan 7 pejabat di jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo. Ketujuh pejabat Tebo yang dinonjobkan, antara lain Drs. Jumrah, Kepala Badan (Kaban) Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD) Tebo. Lalu M. Lutfi, Kepala Dinas Pasar dan Kebersihan menjadi staf di Dinas Tata Kota dan Pertamanan.

Di samping itu juga Jalaluddin, Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) Tebo menjadi Staf BKD Tebo dan Taufik Thaib, H.Indones serta Asraruddin yang sebelumnya staf ahli bupati kini menjadi staf di BKD Tebo. Tak hanya itu, Edityawarman yang sebelumnya Kepala Inspektorat Tebo, juga menjadi staf BKD Tebo.

Lalu siapa penggantinya? Bupati Tebo mengaku sudah menunjuk Sekretaris di Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak) dan Dinas Pertanian (Disperta) Tebo, Dinas Kebersihan, Badan PMPD untuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis).

"Untuk dinas tersebut saya sudah menunjuk sekretaris sebagai Plt Kadis. Tujuannya agar roda pemerintahan tidak terganggu," kata Sukandar.

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs