Kediri - Ketua Umum PBNU terpilih KH Said Agil Siradj, membuktikan tekadnya untuk mengembalikan NU kepada khitahnya jauh dari dunia politik. Setiap kader dimintanya untuk legowo meninggalkan dunia politik, karena NU dianggapnya bukan sebagai tempat yang tepat untuk mengembangkannya.
Ini disampaikannya saat berkunjung ke kediaman pengasuh Ponpes Lirboyo KH Achmad Idris Marzuki, Rabu (7/4/2010) malam. Menurutnya, khitah NU dengan tegas telah menyebutkan larangan bagi setiap kadernya untuk berpolitik.
"Di khitah memang menyebut demikian. Seorang ketua I, baik itu ketua umum atau ketua cabang di daerah memang tidak diijinkan berkiprah di dunia politik, tidak diizinkan untuk dukung mendukung dan lain sebagainya," ungkap Said tegas.
Mengenai adanya sejumlah nama kader NU yang terlanjur memiliki jabatan atau akan mencalonkan diri, dengan tegas juga Said meminta mereka mengundurkan diri dari kepengurusan NU. "NU bukan karir politik. Jadi barang siapa yang ingin berkarir politik ada PKB,PPP, Demokrat, Golkar dan lain sebagainya. Jadi NU bukan karir politik," tegasnya.
Tekad mengembalikan NU ke khitah diakui bukan semata-mata karena desakan kalangan ulama, tapi merupakan keinginan seluruh warga nadhliyin yang memang menginginkannya sejak lama.
Terkait susunan kepengurusan PBNU yang akan diselingi orang-orang diluar faham ahlus sunnah wal jama'ah, Said enggan memberikan banyak komentar. Dia lebih memilih mengatakan jika kepengurusannya akan merangkul seluruh kalangan di NU, termasuk yang menjadi lawannya dalam pencalonan.
"Kalau ada yang meragukan ya silahkan saja, kita lihat saja nanti bagaimana kepengurusan saya. Yang jelas saya siap menggandeng seluruh elemen di NU ini, termasuk yang sampeyan tanyakan mengenak Pak Achmad Bagja," papar Said.
Terpisah, KH Achmad Idris Marzuki meminta seluruh warga nadhliyin, agar menerima keberadaan Said Agil Siradj sebagai Ketua PBNU yang baru. Menurutnya, memang tidak semua elemen di NU bisa menerima Said Agil dan KH Sahal Mahfudz sebagai Ketua dan Rais Aam PBNU terpilih.
"Bagi Pak Said, ini sejatinya bisa dijadikan momentum untuk membuktikan sejumlah tudingan miring itu. Jadi alangkap baiknya kita terima beliau dan kita berikan kesempatan bekerja," ujar Mbah Idris.
Sebelumnya, kalangan ulama memang banyak yang menuding Said Agil bukanlah orang NU sejati, karena terlalu mengakomodir kalangan diluar Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, serta memiliki kedekatan lebih terhadap pemerintahan.(ald/d.com)
Said Agil Siradj: NU Bukan Tempat Karir Politik
Herizaldi2013
Rabu, Mei 25, 2011