Sukses, Penerbangan Pertama Sky Aviation Jambi-Kerinci



Sempat Berbelok Melewati Bukit Barisan

JAMBI, MP
-- Maskapai penerbangan Sky Aviation sukses melakukan penerbangan perdananya Jambi–Kerinci. Jarak Jambi-Kerinci yang hampir 500 kilometer terasa lebih mudah dijangkau menggunakan pesawat.


Pagi kemarin (6/5) sekitar pukul 08.00, bandara Sultan Thaha Syarifuddin Jambi tampak ramai. Sejumlah warga turun dari sebuah maskapai bermerek Sriwijaya Air, yang baru saja landing dari Jakarta.

Di sudut ruang VIP bandara, tampak pejabat utama Polda Jambi seperti Wakapolda Jambi, Kabid Humas Polda Jambi dan Kapolresta Jambi duduk sambil menikmati kopi hangat. Kehadiran mereka di sana untuk menyambut tamu dari Mabes Polri.

Sesaat kemudian, ruang ber AC yang didesain untuk para tamu “besar” itu mulai lengang. Para pejabat utama Polda Jambi telah beranjak dari tempat itu. Hanya, dua orang pria dan wanita yang tampak hilir mudik membersihkan ruang VIP.

Beranjak pukul 09.00, sejumlah pejabat negara ramai berdatangan. Tak terkecuali rekan-rekan juru warta lainnya.

Sesuai agenda protokoler, Gubernur Jambi Hasan Basri Agus (HBA) dijadwalkan akan datang ke bandara. HBA menghadiri acara yang digelar Sky Aviation untuk menyambut perdana Rute Jambi-Kerinci.

Sekitar pukul 09.30, pesawat berawak para direksi Sky dan sejumlah juru warta dari Palembang sampai di Bandara Sultan Thaha Jambi. Riuh tepuk tangan membahana menyambut suksesnya landing perdana Sky di bandara Sultan Thaha.

Gubernur Jambi berkesempatan menyambut kehadiran chairman Sky Aviation dan rombongan. Raut wajah HBA tampak sumringah penuh harap atas kehadiran Sky Aviation di Jambi. Yah, HBA memang menaruh harapan besar atas kehadiran maskapai Sky yang membuka Rute Jambi–Kerinci. “Jangan distop. Seperti maskapai sebelumnya,” seloroh HBA dalam sambutannya.

Gubernur yang telah sembilan bulan menjabat ini mengatakan, Kota Kerinci adalah kota yang kaya dan penghubung dengan provinsi lainnya seperti Bengkulu dan Sumatera Barat. Posisi Kerinci yang strategis membuka mata daerah lain bahwa Jambi memang daerah emas.

“Harapan saya nanti, dapat melantik Walikota Kerinci dengan menumpang Sky. Kehadiran Sky memang membantu pemerintah dan rakyat,” ujar HBA penuh harap, hingga dia salah menyebut walikota kerinci, seharusnya Walikota Sungai Penuh.

Apa yang diutarakan Gubernur jambi tidak salah. Kehadiran Sky dengan rute langsung Jambi-Kerinci itu memang memperpendek waktu tempuh yang tadinya menghabiskan 12 jam lewat jalur darat. Hal ini tentu sangat membantu warga yang hilir mudik Kerinci-Jambi.

Penerbangan itu juga dapat menghindari warga yang mabuk darat karena jalan yang berkelok. Usai Gubernur Jambi meresmikan penerbangan, acara ditutup dengan doa selamat.

Seusai acara, rombongan sky, wartawan dan perwakilan pejabat pemerintah kota dan provinsi Jambi mengikuti penerbangan perdana Jambi–Kerinci. Saat penerbangan perdana ini, hanya tamu undangan yang menjadi penumpang terbang Jambi-Kerinci. Sejumlah juru warta yang ingin ikut hanya bisa gigit jari lantaran tidak terdaftar.

Maskapai Sky yang akan terbang ke kerinci itu memiliki panjang 25 meter dan berat sekitar 20 ton. Kapasitas pesawat jenis Fokker 50 itu bermuatan 58 orang. Setelah mendapatkan boarding pass, para penunmpang bergegas naik Fokker 50 itu. Sepertinya tak satupun yang mau ketinggalan.

Sebelum take off, seperti penerbangan lainnya, seorang pramugari berparas cantik, Putri, memperagakan teknik penyelamatan menggunakan pelampung. Sekitar pukul 11.00, Fokker dengan kapten Heru dan Styaki lepas landas dari bandara Jambi menuju Bandara Depati Parbo Kerinci. Penerbangan memakan waktu hampir 45 menit.

Selama penerbangan Jambi-Kerinci, para awak Fokker tampak tenang. Tenang bukan karena mengantuk, melainkan diliputi rasa cemas. Penerbangan pertama fokker dengan rute baru ini menjadi peristiwa bersejarah.

Bahkan, penerbangan ini juga yang paling berbahaya. Kondisi rute secara umum belum diketahui. Penerbangan pertama ini melewati daerah perbukitan.

Beruntung cuaca hari itu sangat bersahabat. Tapi, 15 menit menjelang landing, fokker sempat berbelok ke kiri dan kanan mengindari perbukitan. Loh? “Dalam penerbangan ini, ketinggian pesawat hanya 1.300 kaki dari permukaan laut,” kata kapten Heru.

Selain was-was, terbang bersama Fokker dengan rute Jambi-Kerinci memang mengasyikkan. Hamparan hijau hutan belantara tampak indah dilihat dari ketinggian sekitar 20 kilometer. Setelah melewati perbukitan, kekaguman penumpang Fokker semakin menjadi saat melihat hamparan Danau Kerinci yang elok.

Sekitar pukul 11.45, pesawat berawak sekitar 50 orang itu landing di bandara Depati Parbo. Bupati Kerinci Murasman dan sejumlah pejabat utama Pemda Kerinci menyambut kehadiran rombongan. Mereka bersorak dan bertepuk tangan riang menyambut awak Fokker 58 yang berhasil mendarat di Bandara Depati Parbo Kerinci. (joe/ind/ol)

Related Postss

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs