Sekjen PBNU Gus Ipul Imbau PKB Tak Banyak Bermanuver Sikapi Hasil Pilpres, Cak Imin; Terus Bekerja, Jaga Suara Rakyat

Saifullah Yusuf atau akrab disapa Gus Ipul. (doc/ist)

Merdekapost.com, Surabaya - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Saifullah Yusuf  meminta Partai Kebangkitan Bangsa tak banyak bermanuver. Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Ipul ini, manuver yang dilakukan PKB akan sia-sia. 

"KPU sudah mengumumkan pemenangnya (pilpres), ya sudah akui aja itu dan berikan ucapan selamat," kata pria yang akrab disapa Gus Ipul ini kepada media di Jakarta seperti dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Ahad, 31 Maret 2024.

Gus Ipul mengingatkan bahwa PKB ada karena jasa ulama NU. Jika pada saat perolehan suara PKB naik, itu bukan hanya kerja pengurusnya, melainkan juga kerja dari para ustad-ustad kampung, kiai-kiai yang juga ikut berjuang agar PKB tetap eksis.

"Jangan sampai diklaim apa yang ada saat ini itu hanya kerja ketua umumnya saja, tapi adalah hasil kerja kolektif pengurus NU daerah," ujar mantan wakil gubernur Jawa Timur dua periode ini.

PKB memang masih mempersoalkan hasil pemilu presiden yang dimenangkan oleh pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang menjadi calon wakil presiden Anies Baswedan mengajukan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitisi. Gugatan tersebut masih berproses.

Sementara itu di DPR, Fraksi PKB juga masih berupaya mengegolkan hak angket untuk menelusuri dugaan kecurangan pelaksanaan Pemilu 2024. Sampai saat ini hanya tinggal PKB, PDIP dan PKS yang masih kencang menyuarakan hak angket.

Imbauan Gus Ipul agar PKB segera mengakui hasil pilpres sebenarnya bukan kali ini saja. Pada Ahad, 18 Februari 2024 Gus Ipul juga meminta agar PKB kembali ke jalan yang dia sebut benar sesuai dengan arahan NU. “Kembalilah ke jalan yang benar yakni jalan yang sesuai dengan Nahdlatul Ulama,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis seperti dikutip Antara.

Keponakan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur itu mengklaim para elit PKB tidak pernah mendengarkan para ulama dan kiai NU untuk menentukan arah politik. “PKB salah mengambil jalan sehingga menimbulkan langkah yang membingungkan ulama, kiai, juga membingungkan warga NU. Bisa dilihat hasil pemilu ini. Jadi, segeralah kembali ke pangkuan NU,” kata dia.

Gus Ipul pun mengingatkan PKB agar menerima apapun hasil pemilu. “PBNU sudah menerima dan marilah kita sama-sama menghormati hasil pemilu. Kalau PKB mengaku partainya NU, ya mari bersama PBNU menyejukkan suasana,” ujarnya.

Pernyataan Gus Ipul itu pun ditanggapi Cak Imin. Menurut Muhaimin, pendukungnya lebih baik terus bekerja untuk menjaga suara rakyat. Ketua Umum PKB itu bahkan menyebut orang yang bernama Saipul sebagai seorang makelar yang mengatasnamakan NU.

“Selamat pagi para pejuang perubahan! Teruslah bekerja menjaga suara rakyat. Jangan hiraukan makelar yang namanya Saipul, mengatasnamakan NU, padahal cuma makelar,” kata Muhaimin melalui cuitannya di akun twitter @cakimiNOW pada Senin, 19 Februari 2024.

Beberapa jam kemudian Gus Ipul pun angkat bicara merespon cuitan Cak Imin. "Saya enggak tahu maksudnya apa makelar itu. Saya bingung juga dimaksud makelar, tapi makelar itu mungkin sama dengan konsultan gitu ya," kata Gus Ipul usai menghadiri serah terima jabatan Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono di Gedung Grahadi Surabaya, Senin 19 Februari 2024.

Gus Ipul juga menyangkal bahwa cuitan Cak Imin tentang makelar ada hubungannya dengan pernyataannya beberapa waktu lalu, yakni meminta PKB kembali ke 'jalan yang benar' sesuai dengan NU. Gus Ipul pun tak merasa jadi makelar.

"Saya enggak ngerti maksudnya apa makelar, tapi lihat pernyataan saya baik-baik ya," ucap Wali Kota Pasuruan itu.

Pengamat politik yang juga Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) Kacung Marijan menilai biasa saja perbedaan pendapat antara Gus Ipul dan Cak Imin. Menurut Kacung beda pendapat di kalangan elite NU akan reda dengan sendirinya seiring meredanya kegiatan politik tersebut.

Ia mencontohkan pada Muktamar NU misalnya, betapapun persaingan mendukung kandidat ketua umum keras, namun semua bisa diselesaikan dengan damai setelah perhelatan itu selesai. "Kan sering kita dengar bahwa di muktamar itu setelah gegeran lalu ger-geran," kata Kacung saat dihubungi.

Begitu juga perselisihan antara Gus Ipul dan Cak Imin, Kacung yakin bisa diselesaikan dengan dewasa. Apalagi antara Gus Ipul dan Cak Imin masih terhitung saudara dan sama-sama darah biru NU. "Lha wong mereka berdua itu masih saudara dekat, pasti nanti bisa selesai," kata Kacung.(*)

[Editor: Aldie Prasetya || Merdekapost.com || sumber: tempo.co.id]

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar





Berita Terpopuler

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs