Ternyata, Pabrik Kopi Tertua di Kerinci Berada di Pentagen, Dibangun Sejak Zaman Belanda

 

Dokumentasi pabrik kopi zaman belanda yang sebagian masih tersisa

Merdekapost.com | Kerinci - Di balik hamparan perbukitan dan perkebunan kopi yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kerinci, tersimpan sebuah bangunan tua yang menyimpan cerita panjang tentang sejarah perkebunan kopi di daerah ini.

Bangunan tersebut berada di Desa Pendung Talang Genting (Pentagen), Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, Jambi. Warga setempat menyebutnya sebagai salah satu pabrik pengolahan kopi tertua di Kabupaten Kerinci, yang diperkirakan telah berdiri sejak masa pemerintahan kolonial Belanda, sekitar tahun 1903.

Jika perkiraan tahun tersebut benar, bangunan ini telah berusia lebih dari satu abad. Ia menjadi saksi bisu bagaimana komoditas kopi pernah menjadi bagian penting dari aktivitas perkebunan dan perekonomian di Kerinci pada masa lampau.

Saksi Bisu Sejarah Kopi Kerinci

Dinding-dinding bangunan tua yang masih tersisa seolah menyimpan cerita tentang masa ketika kopi Kerinci mulai dikembangkan secara lebih serius. Pada masa kolonial, wilayah Kerinci dikenal memiliki kondisi alam yang mendukung berbagai jenis tanaman perkebunan, termasuk kopi.

Pabrik tersebut diyakini pernah menjadi tempat pengolahan hasil perkebunan kopi sebelum kemudian aktivitasnya berhenti dan bangunan tersebut perlahan ditinggalkan.

Kini, suasananya jauh berbeda. Bangunan yang dahulu diperkirakan menjadi bagian dari aktivitas pengolahan kopi tersebut justru terlihat terbengkalai dan belum mendapatkan pengelolaan maupun perawatan yang berarti.

Tidak banyak yang berubah di lokasi tersebut. Jejak bangunan lama masih menjadi pengingat bahwa di tempat itu pernah berlangsung aktivitas yang berkaitan dengan sejarah panjang kopi di Kerinci.

Terlupakan di Tengah Perkembangan Zaman

Ironisnya, peninggalan yang memiliki nilai sejarah tersebut hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal. Seiring berjalannya waktu, bangunan tua itu semakin tergerus usia dan berpotensi kehilangan bagian-bagian penting dari bentuk aslinya.

Padahal, apabila dilakukan pendataan, penelitian sejarah, serta pelestarian yang tepat, bangunan tersebut dapat menjadi warisan sejarah sekaligus destinasi wisata edukasi.

Pengunjung tidak hanya dapat melihat bangunan tua, tetapi juga mempelajari bagaimana perjalanan komoditas kopi berkembang di Kerinci dari masa ke masa.

Potensi Wisata Sejarah dan Kopi

Keberadaan pabrik tua di Pentagen menjadi peluang untuk mengangkat kembali cerita tentang sejarah kopi Kerinci. Apalagi, kopi hingga saat ini masih menjadi salah satu komoditas yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Kerinci.

Bangunan ini dapat dikembangkan sebagai bagian dari wisata sejarah kopi, lengkap dengan informasi mengenai sejarah perkebunan, proses pengolahan kopi pada masa lalu, hingga perkembangan kopi Kerinci di era modern.

Namun, sebelum dikembangkan sebagai objek sejarah maupun wisata, diperlukan penelitian dan verifikasi sejarah untuk memastikan tahun pembangunan, fungsi awal bangunan, serta keterkaitannya dengan industri kopi pada masa kolonial.

Jika perkiraan pembangunan sekitar tahun 1903 dapat dibuktikan melalui arsip atau sumber sejarah yang terpercaya, maka bangunan tersebut bukan sekadar bangunan tua.

Ia adalah saksi bisu perjalanan panjang kopi Kerinci selama lebih dari satu abad.

Kini, pertanyaannya adalah: akankah peninggalan sejarah ini terus dibiarkan dimakan usia, atau akan diselamatkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya? (rdp)

#Pentagen menyimpan cerita.
#Bangunan tua itu adalah salah satu jejaknya.

Related Postss

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs