BPC HIPMI Kabupaten Kerinci Tebar Kebaikan Melalui Santunan Anak Yatim dan Buka Bersama di Panti Asuhan Muhammadiyah Semurup

 

Merdekapost.com – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial di bulan yang penuh berkah, Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Kerinci menggelar kegiatan sosial berupa santunan anak yatim dan yatim piatu di Panti Asuhan Muhammadiyah Semurup.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Kerinci, Anugra Andiska, didampingi oleh Sekretaris Umum Rian Aframa, Bendahara Umum dr. Rizqi Wulandari, serta sejumlah pengurus dan anggota HIPMI lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum BPC HIPMI Kerinci, Anugra Andiska, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian para pengusaha muda terhadap masyarakat, khususnya anak-anak di panti asuhan.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan meringankan beban adik-adik kita di Panti Asuhan Muhammadiyah Semurup. Sebagai pengusaha muda, kita tidak hanya dituntut untuk sukses dalam berbisnis, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial dan kebermanfaatan bagi sesama," ujar Anugra di sela-sela acara.

Senada dengan hal tersebut, Bendahara Umum, dr. Rizqi Wulandari, menambahkan bahwa momen ini juga menjadi ajang bagi pengurus untuk mempererat solidaritas internal sambil menebar energi positif. "Alhamdulillah, hari ini kita bisa berkumpul, bercengkrama, dan berbuka puasa bersama. Semoga santunan yang diberikan dapat bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua," ungkapnya.

Kegiatan yang diawali dengan penyerahan santunan secara simbolis ini berlangsung dengan suasana penuh kehangatan. Acara kemudian ditutup dengan sesi doa bersama dan berbuka puasa dengan hidangan yang telah disiapkan.

Kehadiran pengurus BPC HIPMI Kerinci disambut hangat oleh pihak pengelola Panti Asuhan Muhammadiyah Semurup. Pihak panti menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas perhatian dan kunjungan yang dilakukan oleh para pengusaha muda ini, yang diharapkan dapat menjadi motivasi serta semangat bagi anak-anak di panti tersebut dalam menatap masa depan. (*)

Semakin Marak dan Berani, Aktivitas PETI di Kawasan Hutan TNKS Wilayah Penetai Tamiai Kerinci

Aktivitas PETI di Kawasan Hutan TNKS Wilayah Penetai Tamiai Kerinci-Jambi.(adz/Foto:Geransi)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) wilayah Penetai Tamiai, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, hingga saat ini masih berlangsung secara masif dan terbuka. 

Berdasarkan hasil pemantauan serta pengumpulan data lapangan yang dilakukan oleh tim GERANSI, praktik pertambangan ilegal tersebut menunjukkan indikasi kuat adanya pembiaran yang berlangsung dalam waktu cukup lama.

Kawasan TNKS yang secara hukum merupakan wilayah konservasi dengan fungsi perlindungan ekosistem hutan tropis dan keanekaragaman hayati justru mengalami tekanan serius akibat aktivitas PETI. 

Tim lapangan menemukan sejumlah titik operasi tambang menggunakan alat berat, mesin dompeng, serta aktivitas pengolahan material emas di sepanjang aliran sungai dan area hutan lindung di sekitar Penetai Tamiai dan wilayah sekitarnya.

Baca Juga:

Imbas Selat Hormuz Ditutup, Cadangan BBM di Indonesia Tersisa 20 Hari

Kasus Raibnya Saldo Nasabah, Dirut Bank Jambi Jalani Pemeriksaan Polda Jambi

Hasil dokumentasi menunjukkan perubahan bentang alam yang signifikan, berupa pembukaan lahan hutan, kerusakan vegetasi, sedimentasi berat, serta terbentuknya lubang-lubang bekas tambang yang berpotensi menimbulkan bencana ekologis. Aktivitas tersebut tidak hanya merusak kawasan hutan konservasi, tetapi juga berdampak langsung terhadap kualitas lingkungan hidup masyarakat khususnya di hilir.

Salah satu dampak paling nyata adalah pencemaran badan sungai yang menjadi sumber air bagi masyarakat. Berdasarkan observasi tim GERANSI, air sungai mengalami perubahan warna menjadi keruh kecokelatan, meningkatnya endapan lumpur, serta indikasi kuat penggunaan bahan kimia berbahaya dalam proses pemisahan emas. Kondisi ini berpotensi menyebabkan pencemaran logam berat yang membahayakan kesehatan masyarakat, biota sungai, serta sektor pertanian dan perikanan lokal.

Masyarakat sekitar mengeluhkan menurunnya kualitas air yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan irigasi. Selain itu, beberapa warga menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak jangka panjang terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Temuan tim GERANSI juga memperlihatkan bahwa aktivitas PETI berlangsung relatif terbuka tanpa adanya penindakan yang konsisten. Situasi ini menimbulkan persepsi publik bahwa terjadi pembiaran terhadap praktik pertambangan ilegal di kawasan konservasi negara. Minimnya pengawasan serta lemahnya penegakan hukum diduga menjadi faktor utama terus beroperasinya aktivitas tersebut.

Apabila kondisi ini terus berlangsung, kerusakan ekosistem TNKS berpotensi menjadi permanen dan memicu dampak lanjutan seperti banjir, longsor, hilangnya habitat satwa liar, serta krisis kualitas air di wilayah hilir sungai.

Berdasarkan hasil pemantauan tersebut, GERANSI mendesak pemerintah pusat dan daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait untuk:

  • Melakukan penertiban dan penghentian total aktivitas PETI di kawasan TNKS.
  • Menindak tegas pihak-pihak yang terlibat sesuai peraturan perundang-undangan.\
  • Melakukan pemulihan lingkungan (rehabilitasi) pada area terdampak.
  • Melaksanakan pengawasan terpadu secara berkelanjutan.
  • Menjamin perlindungan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat.

GERANSI menegaskan bahwa keberlanjutan lingkungan TNKS merupakan tanggung jawab bersama, mengingat kawasan ini adalah salah satu benteng terakhir ekosistem hutan Sumatera yang memiliki nilai ekologis nasional dan global.(*)


Safari Ramadhan di Kemantan Hilir, Wabup Murison Tegaskan Komitmen Pembangunan dan Pelayanan Hingga Desa

Safari Ramadhan di Kemantan Hilir, Wabup Murison Tegaskan Komitmen Pembangunan dan Pelayanan Hingga Desa

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Wakil Bupati Kerinci, H. Murison, S.Pd, S.Sos., M.Si., melaksanakan Safari Ramadhan di Masjid At-Taqwa, Desa Kemantan Hilir, Kecamatan Air Hangat Timur (1/3/2026).

Dalam kegiatan penuh kebersamaan ini, diserahkan santunan fakir miskin dari Badan Amil Zakat Nasional kepada 20 warga kurang mampu, serta bantuan CSR dari Bank Jambi sebesar Rp10.000.000 untuk mendukung pembangunan dan kemakmuran Masjid At-Taqwa, Desa Kemantan Hilir.

BACAAN LAINNYA:

Safari Ramadhan di Masjid Akbar Semerap, Wabup Murison Serahkan Bantuan CSR Bank Jambi Rp10 Juta

Safari Ramadhan di Pamenang, Gubernur Al Haris Ajak Perkuat Akhlak dan Peran Keluarga

Safari Ramadhan bukan sekadar seremonial, tetapi ruang silaturahmi, mendengar aspirasi, dan memperkuat komitmen pelayanan serta pembangunan hingga ke desa.

Mari bersama kita jaga dan dukung pembangunan daerah demi Kerinci yang lebih maju dan sejahtera.(*)

Begini Porsi MBG untuk 3 Hari Di Dapur SPPG Lempur, Bikin Orang Tua Siswa Mengeluh

Begini Porsi MBG untuk 3 Hari Di Dapur SPPG Lempur yang bikin Orang Tua Siswa Mengeluh.(adz)

Kerinci – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dapur SPPG MBG Lempur kembali menuai sorotan. Kali ini, keluhan datang dari orang tua siswa penerima manfaat yang menilai porsi makanan untuk tiga hari dinilai tidak sesuai dan jauh dari harapan.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak sekolah itu disebut-sebut hanya membagikan bahan makanan dengan jumlah terbatas untuk konsumsi selama tiga hari.

Adapun rincian yang diterima siswa antara lain:

  • Telur 3 butir
  • Pisang 3 biji
  • Keju 2 pcs
  • Susu 2 kotak
  • Kue kik pisang 1 bungkus
  • Anggur 3 biji dan 
  • Kurma 3 biji.

Sejumlah orang tua menyayangkan komposisi tersebut karena dinilai tidak mencukupi kebutuhan gizi anak untuk tiga hari. Bahkan, ada yang mempertanyakan apakah porsi tersebut sudah sesuai dengan standar kecukupan gizi yang ditetapkan dalam program.

Bacaan Lainnya:

Sidang Kasus PJU, Tuntutan Jaksa Gugurkan Isu Keterlibatan DPRD dan Sekwan Kerinci

BERGEJOLAK? Ahli Gizi Dapur SPPG Lempur Mundur Ditengah Isu Anggaran MBG

“Kalau untuk satu hari mungkin cukup sebagai tambahan, tapi ini untuk tiga hari. Tentu kami berharap lebih layak,” ujar salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Selain soal jumlah, orang tua juga berharap adanya transparansi terkait standar menu, anggaran per porsi, serta pengawasan distribusi agar tujuan utama program benar-benar tercapai.

Sementara itu, pihak pengelola Dapur SPPG MBG Lempur saat dikonfirmasi wartawan melalui via WhatsApp, Rabu (25/2/2026) belum ada balasan terkait permasalahan dapur SPPG MBG yang dikelolanya.(red/Sumber: Eksplorer.Co.id)

Rusli Korban Kebakaran Sungai Batu Gantih Menangis Haru, Pemkab Kerinci dan Anggota DPRD Provinsi Jambi Hadir Beri Bantuan

Rusli Korban Kebakaran Sungai Batu Gantih Menangis Haru, Pemda Kerinci dan Anggota DPRD Provinsi Jambi Turun Langsung Beri Bantuan.(adz/ist)

Kerinci | Merdekapost.com – Musibah kebakaran yang terjadi pada 16 Februari 2026 lalu menyisakan duka mendalam bagi Rusli (61), warga Desa Sungai Batu Gantih, Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci. Namun di balik cobaan tersebut, Rusli tak kuasa menahan tetesan air mata haru saat menerima kunjungan dan bantuan dari berbagai pihak.

Sejak Selasa pagi (17/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB hingga sore hari, jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci hadir langsung ke lokasi kebakaran untuk menyerahkan bantuan. Bantuan tersebut berupa material bahan bangunan seperti seng untuk penutup atap, semen, serta bantuan sembako guna memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan.

Bantuan diserahkan langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Efrawadi yang mewakili Bupati Kerinci, Monadi, bersama BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Kerinci.

“Saya sebagai korban kebakaran mengucapkan terima kasih banyak atas kehadiran pemerintah daerah dalam rangka memberi bantuan. Bantuan ini sangat besar manfaatnya bagi kami,” ujar Rusli dengan mata berkaca-kaca.

Di hari yang sama pada Selasa sore, Rusli kembali menangis haru saat dikunjungi Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Komisi III Fraksi Golkar, Amrizal. Dalam kunjungannya, Amrizal turut menyerahkan bantuan sembilan bahan pokok untuk membantu kebutuhan sehari-hari korban.

Tak hanya itu, tokoh masyarakat Desa Sungai Batu Gantih sekaligus praktisi hukum, Hasan Basri, juga menyempatkan diri menjenguk Rusli. Ia mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci dalam merespons musibah tersebut.

“Kunjungan beliau sebagai Anggota DPRD Jambi di tengah situasi bencana yang dialami masyarakat Desa Sungai Batu Gantih menunjukkan sosok politisi yang cukup merakyat saat dibutuhkan. Kehadiran ini memiliki nilai kemanusiaan antar sesama hamba Allah SWT. Semoga semua ini menjadi keberkahan untuk kita semua,” ungkapnya.

Musibah kebakaran ini menjadi pengingat akan pentingnya solidaritas dan kepedulian sosial. Kehadiran pemerintah dan wakil rakyat di tengah masyarakat yang tertimpa bencana menjadi wujud nyata sinergi dan empati dalam membangun kebersamaan.(Adz)

Membanggakan! Taekwondo Teratai Kota Sakti Sabet 12 Emas di The Arena Maestro Taekwondo Championship 2026

Taekwondo Teratai Kota Sakti Kabupaten Kerinci Sabet 12 Emas di The Arena Maestro Taekwondo Championship 2026.(adz)

Kerinci – Kontingen Taekwondo Teratai Kota Sakti asal Kabupaten Kerinci kembali menorehkan prestasi membanggakan. Mereka berhasil meraih 12 medali emas, 3 perak, dan 1 perunggu pada ajang nasional The Arena Maestro Taekwondo Championship 2026 yang berlangsung pada 13–15 Februari 2026 di Auditorium/GOR Universitas Negeri Padang, Kota Padang.

Informasi yang dilansir dari jambiaktual.co.id, Kejuaraan bertema “Baralek Gadang Para Juara di Bumi Minangkabau” tersebut diikuti ribuan atlet dari berbagai provinsi di Indonesia. 

Persaingan berlangsung ketat sejak babak penyisihan hingga final, namun para atlet muda Kerinci mampu tampil dominan dan konsisten meraih kemenangan.

Perolehan 12 medali emas menjadi bukti kuatnya kemampuan teknik, fisik, serta mental bertanding para atlet. Mereka menunjukkan karakter petarung dengan mental baja yang siap menghadapi lawan dari daerah mana pun.

Baca Juga: Semarak HUT Persit, Kodim 0417/Kerinci Gelar Lomba Permainan Tradisional di Makodim

Head Coach Taekwondo Teratai Kota Sakti, Roby, mengungkapkan rasa bangganya atas perjuangan anak didiknya.

“Saya sangat bangga dengan perjuangan para atlet. Mereka bertanding tanpa rasa takut, disiplin, dan menunjukkan mental juara. Ini bukti bahwa atlet Kerinci mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Roby juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, khususnya para orang tua atlet.

Baca Juga: Taekwondo Sungai Penuh Raih 9 Emas di Panggung Nasional The Arena of Maestro Taekwondo

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah mensuport, terutama orang tua atlet yang selalu setia mendampingi dari latihan hingga pertandingan. Doa dan pengorbanan mereka menjadi kekuatan besar bagi anak-anak untuk meraih prestasi ini,” tambahnya.

Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Kerinci sekaligus motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi di bidang olahraga, khususnya Taekwondo. Prestasi Yes!.(*)

(Adz / Sumber: jambiaktual.co.id )

Milad ke-79 HMI, Satukan Semangat Ikhtiar Cetak Kepemimpinan Masa Depan

HMI Cabang Kerinci-Sungai PenuhMomentum Milad ke-79 di maknai melalui pelaksanaan School of Leadership bagi pelajar tingkat SLTA sederajat se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Minggu (15/2/2026).(adz)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM -  Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kerinci Sungai Penuh meneguhkan peran strategisnya dalam mencetak generasi pemimpin. Momentum Milad ke-79 di maknai melalui pelaksanaan School of Leadership bagi pelajar tingkat SLTA sederajat se-Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Minggu (15/2/2026), di Aula Kantor Wali Kota Sungai Penuh.

Kegiatan ini di buka Secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Sungai Penuh, Alpian, S.E., M.M. Ia mewakili Wali Kota Sungai Penuh dalam membuka acara secara resmi. Kehadiran pemerintah daerah menandai kuatnya dukungan terhadap pembinaan kepemimpinan pelajar.

Dalam sambutannya, Alpian mengapresiasi konsistensi HMI dalam melahirkan kader intelektual. Selain itu, ia menilai HMI terus memberi kontribusi nyata bagi bangsa dan daerah.

Baca Juga: Bupati Monadi Turun Langsung Bersihkan Sampah di Danau Kerinci, Langkah Nyata Wujudkan Lingkungan Bersih  

Selamat Milad ke-79 HMI Cabang Kerinci–Sungai Penuh. Perjalanan panjang ini menunjukkan dedikasi dan komitmen yang tidak pernah padam. Semoga HMI terus menjadi rumah bagi pemimpin berintegritas,” ujarnya.

Sementara itu, Alpian mendorong para peserta agar memanfaatkan School of Leadership sebagai ruang pembentukan diri. Ia mengajak pelajar mengasah karakter, memperluas wawasan, serta menumbuhkan keberanian.

"Kalian adalah calon pemimpin masa depan. Karena itu, bangun jejaring sejak dini. Tumbuhkan kepercayaan diri. Siapkan diri untuk memikul tanggung jawab". tambahnya.

Baca Juga: Dari Danau Kerinci, Gerakan Indonesia Asri Dimulai! DLH Serukan Aksi Nyata  

Kemudian, rangkaian Milad ke-79 di tandai dengan pemotongan tumpeng. Prosesi ini di lakukan bersama perwakilan pemerintah daerah, Rektor IAIN Kerinci, unsur Polres Kerinci, serta senior KAHMI.

Melalui kegiatan ini, HMI Cabang Kerinci Sungai Penuh menegaskan komitmennya. HMI menyemai benih kepemimpinan hari ini. Dengan demikian, masa depan daerah dan bangsa di harapkan tumbuh lebih kuat, cerdas, dan berkarakter.(Adz)

Bupati Monadi Turun Langsung Bersihkan Sampah di Danau Kerinci, Langkah Nyata Wujudkan Lingkungan Bersih

Bupati Monadi Turun Langsung Bersihkan Sampah di Danau Kerinci, Beri Contoh Nyata bahwa Kebersihan adalah Tanggungjawab Bersama.Danau Kerinci, Minggu,15/02. (adz/mpc)

Kerinci, Merdekapost.com – Pemerintah Kabupaten Kerinci menggelar Gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dipusatkan di Dermaga Danau Kerinci hingga sepanjang pinggiran Danau Kerinci, Minggu (15/2/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata Pemkab Kerinci dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman, sekaligus meningkatkan daya tarik ruang publik serta sektor pariwisata daerah.

Dalam gerakan tersebut, masyarakat diajak untuk membersihkan lingkungan dari sampah, menertibkan baliho, iklan dan poster yang tidak pada tempatnya, serta merapikan kabel-kabel yang semrawut. Pemerintah daerah juga mendorong kerja bakti rutin setiap minggu agar budaya hidup bersih terus terjaga secara berkelanjutan.

Baca Juga: Dari Danau Kerinci, Gerakan Indonesia Asri Dimulai! DLH Serukan Aksi Nyata

Di tengah langit mendung dan rintik hujan yang sempat turun di kawasan danau, semangat kebersamaan tetap menyala. 

Bahkan, Bupati Kerinci Monadi turun langsung ke pinggir danau untuk membersihkan tumpukan sampah yang mencemari perairan.

Dengan mengenakan baju putih dan sepatu bot, Monadi tampak memungut sampah bersama jajaran dan masyarakat. 

Aksi tersebut menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memberi contoh nyata kepada masyarakat bahwa kebersihan adalah tanggung jawab bersama.

Gerakan Indonesia Asri diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar membentuk kesadaran kolektif demi Kerinci yang lebih bersih, sehat, dan indah.(adz)

Satresnarkoba Polres Kerinci Berhasil Amankan Dua Pengedar dan 28 Gram Sabu

 

Perang dengan Narkoba Terus digencarkan, Satresnarkoba Polres Kerinci Amankan Dua Pengedar dan 28 Gram Sabu.(mpc)

​KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Kepolisian Resor (Polres) Kerinci melalui jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) kembali menunjukkan komitmen nyata dalam memerangi peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya. 

Dalam operasi yang digelar pada Senin malam (09/02/2026), tim Opsnal berhasil mengamankan dua orang tersangka beserta barang bukti narkotika jenis sabu dengan total berat bruto lebih dari 28 gram.

​Kapolres Kerinci melalui Kasat Resnarkoba mengonfirmasi bahwa penangkapan ini merupakan hasil tindak lanjut dari laporan masyarakat mengenai maraknya transaksi narkotika di wilayah Kecamatan Tanah Kampung dan Kecamatan Sitinjau Laut.

​Kronologis Penangkapan

Operasi dimulai sekira pukul 20.00 WIB di Desa Koto Padang Kota Sungai Penuh. Petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial EM (41). Saat dilakukan penggeledahan yang didampingi oleh perangkat desa setempat, ditemukan satu paket kecil sabu yang sempat dibuang oleh pelaku.

FOTO: ILUSTRASI

​Petugas kemudian melakukan pengembangan ke kediaman tersangka EM di Desa Angkasa Pura. Di lokasi kedua ini, tim menemukan barang bukti yang signifikan berupa paket-paket sabu siap edar, timbangan digital, serta puluhan potongan sedotan plastik yang digunakan untuk mengemas narkotika. Dari tangan EM, total barang bukti yang disita mencapai 28,6 gram.

​Pengembangan Kasus

Berdasarkan keterangan tersangka EM, selanjutnya petugas bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap pelaku lain. Sekira pukul 21.00 WIB, tim berhasil meringkus tersangka kedua berinisial MZ alias WY (46) di kediamannya, Desa Hiang Lestari. Dalam penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti tambahan berupa satu paket sabu seberat 0,45 gram beserta alat hisap (bong) dan kaca pirek.

Modus Operandi dan Pasal yang Disangkakan

Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa tersangka EM menjalankan aksinya dengan modus operandi transaksi daring (online) dan sistem "tempel", di mana pelaku tidak bertemu langsung dengan pembeli. EM mengaku mendapatkan upah mingguan dari seorang bandar yang saat ini identitasnya telah dikantongi petugas (DPO).

​Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan:

  • ​Tersangka EM: Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.
  • ​Tersangka MZ: Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

​Saat ini kedua tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Kerinci guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. 

Polres Kerinci mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus bersinergi dengan pihak kepolisian dalam memberikan informasi terkait peredaran narkoba demi mewujudkan wilayah Kerinci dan Sungai Penuh yang bersih dari narkotika.(adz)

Dandim 0417/Kerinci Tekankan kepada Anggota agar Bijak Bermedsos dan Jauhi Kegiatan Ilegal

Merdekapost.com – Komandan Kodim (Dandim) 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P. memberikan penekanan kepada seluruh prajurit dan PNS Kodim 0417/Kerinci terkait bijak dalam penggunaan media sosial (medsos) serta larangan keras terlibat dalam kegiatan ilegal.

Penekanan tersebut disampaikan Letkol Inf Eko Siswanto saat Jam Komandan usai pelaksanaan upacara bendera mingguan yang berlangsung di Lapangan Makodim 0417/Kerinci, Senin (09/02/2026).

Dalam arahannya, Dandim menegaskan bahwa di era digital saat ini, media sosial memiliki dampak besar terhadap citra pribadi maupun institusi. Oleh karena itu, setiap prajurit TNI dituntut untuk cerdas, bijak, dan bertanggung jawab dalam bermedsos.

Baca Juga: Tim SAR Gabungan Tutup Operasi Lapangan, H+7 Asmadi Korban Terseret Arus Sungai Belum Ditemukan, Keluarga dan Masyarakat Masih Terus Berupaya  

“Setiap unggahan di media sosial harus dipikirkan dengan matang. Jangan sampai melanggar etika, norma, maupun mencederai nama baik diri sendiri, keluarga, satuan, dan institusi TNI,” tegas Letkol Inf Eko Siswanto.

Selain itu, Dandim juga mengingatkan seluruh anggota agar menjauhi segala bentuk kegiatan ilegal, seperti narkoba, perjudian, maupun aktivitas lain yang bertentangan dengan hukum. Ia menekankan bahwa prajurit TNI harus menjadi contoh dan teladan bagi masyarakat.

Jam Komandan ini dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan dan pengendalian satuan, sekaligus untuk menyampaikan kebijakan pimpinan guna meningkatkan disiplin dan profesionalisme prajurit Kodim 0417/Kerinci.

Melalui penekanan tersebut, Dandim berharap seluruh personel Kodim 0417/Kerinci dapat menjaga sikap, perilaku, serta kehormatan satuan, baik dalam pelaksanaan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat. (adz)

Kerinci Bukan Baterai! Mahasiswa FORMA KIP-K IAIN Kerinci Kecam Kerusakan Lingkungan

Kerinci Bukan Baterai! Mahasiswa FORMA KIP-K IAIN Kerinci Kecam Kerusakan Lingkungan.(ist)

KERINCI – FORMA KIP-K IAIN Kerinci menyuarakan keprihatinan mendalam atas dugaan eksploitasi alam yang kian mengkhawatirkan di wilayah yang dijuluki “Sekepal Tanah Surga” tersebut.

FORMA KIP-K IAIN Kerinci menyoroti dampak lingkungan yang mulai terasa, mulai dari ancaman terhadap ekosistem Danau Kerinci hingga risiko bencana alam yang menghantui masyarakat sekitar. Mereka menilai, pembangunan dan kebijakan yang ada saat ini seolah mengabaikan suara rakyat dan kelestarian alam demi kepentingan industri semata.

Jantung Ekosistem yang Terancam

Kondisi saat ini menunjukkan adanya indikasi penurunan kualitas lingkungan yang signifikan. Danau Kerinci, yang merupakan jantung ekosistem dan sumber kehidupan masyarakat, kini berada dalam bayang-bayang kerusakan akibat proyek-proyek besar yang dinilai tidak berpihak pada keberlanjutan alam.

“Kerinci bukan baterai! Kita tidak boleh membiarkan alam kita dikeruk habis hanya untuk kepentingan energi yang tidak dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat lokal, sementara dampak kerusakannya kita yang menanggung,” Ungkapnya

Selain itu danau Kerinci adalah danau terbesar di Provinsi Jambi dengan luas sekitar 4.200 hektare. Terletak di kaki Gunung Raya, danau ini menjadi muara bagi sungai-sungai kecil di sekitarnya dan merupakan bagian dari ekosistem Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) yang diakui dunia sebagai warisan UNESCO.

Danau Kerinci adalah “Ibu” yang kini sedang diperas air susunya sampai kering, ditinggalkan dalam keadaan sekarat demi ambisi listrik dan keuntungan industri.

Lantas Apa Kata Mereka??

Alharis (Gubernur Jambi): “Saya ke Kerinci kemarin, melihat langsung. Pemicu pertama memang curah hujan minim sepanjang januari. Kedua akibat air di pintu itu naik, kencang” Katanya di Jambi, Kamis.

Aslori (Humas PLTA KMH): “Kami tidak sedang membela diri. Data menunjukkan curah hujan memang turun drastis dan itu berdampak langsung pada debit air Danau Kerinci” Ujarnya pada Gelar Coffee Morning.

Mereka menilai penyusutan volume air Danau Kerinci dipengaruhi curah hujan minim sepanjang januari 2026 dan secara umum mereka menilai bahwa kondisi tersebut tidak mempengaruhi kegiatan masyarakat di sekitar tampungan air alami tersebut.

FAKTANYA?!

Berdasarkan data prediksi deterministik dan monitoring dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), wilayah kabupaten kerinci memasuki puncak musim penghujan pada periode Desember 2025 hingga Januari 2026.

Secara umum, curah hujan di wilayah ini masuk dalam kategori Menengah hingga Tinggi, dengan akumulasi bulanan yang cukup signifikan karena pengaruh kondisi geografis pegunungan. Lantas, apakah benar ini faktor alam, atau sekedar manipulasi untuk mengambil posisi aman?

Mahasiswa Jangan Diam!

Ketua FORMA KIP-K IAIN Kerinci, Dzikril Ikhsan, memberikan pernyataan tegas terkait situasi ini. Ia mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk kembali ke marwahnya sebagai agen pengontrol sosial dan tidak bersikap apatis terhadap isu lingkungan.

“Kita tidak boleh membiarkan penguasa menjadi ‘tuli’ terhadap jeritan alam dan keluhan masyarakat. Saatnya kita bergerak dan bersuara. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton saat tanah kelahiran kita perlahan hancur,” tegas Dzikril Ikhsan.

Dzikril menambahkan bahwa bukan sekadar kritik tanpa dasar, melainkan panggilan nurani untuk menjaga warisan leluhur. Ia mendesak pihak-pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek yang berdampak pada ekosistem di Kerinci. Tutupnya (*)

Tanam Padi di Hiang, Bupati Monadi Tegaskan Komitmen Swasembada Benih

Bupati Monadi Tanam Padi di Hiang, Tegaskan Komitmen Swasembada Benih.(mpc)

Kerinci, Merdekapost.com – Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si bersama masyarakat Desa Hiang, Kecamatan Sitinjau Laut, melaksanakan kegiatan tanam padi, Jum’at (6/2/2026) pagi.

Kegiatan tanam padi ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam mewujudkan Swasembada Benih Tahun 2026, sekaligus memperkuat peran Kabupaten Kerinci sebagai salah satu lumbung padi di Provinsi Jambi.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Monadi turut didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Kerinci Radium Khalis, Kabid Dafril, serta para penyuluh pertanian yang bersama-sama turun ke sawah melakukan penanaman padi bersama petani.

Bupati Kerinci Monadi menegaskan bahwa penanaman padi yang dilakukan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan provinsi.

Baca Juga: Jaga Lingkungan ASRI, Seluruh Polsek di jajaran Polres Kerinci Gelar Gotong royong serentak

“Ini bukan kegiatan seremonial, tetapi komitmen nyata pemerintah daerah. Kerinci memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung padi di Provinsi Jambi, dan itu harus didukung dari hulu hingga hilir,” tegas Monadi.

“Pemerintah daerah Kabupaten Kerinci akan terus mendorong peningkatan produksi pertanian melalui program swasembada benih, pendampingan petani, serta penguatan peran penyuluh pertanian di lapangan,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas TPH Kabupaten Kerinci Radium Khalis menyampaikan bahwa program swasembada benih menjadi langkah strategis untuk menjaga ketersediaan benih unggul, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat posisi Kerinci sebagai daerah penyangga pangan di Provinsi Jambi.

Bupati Monadi Lantik Enam Pejabat Eselon II Pemkab Kerinci, Ini Nama-namanya

Bupati Monadi Lantik Enam Pejabat Eselon II Pemkab Kerinci.(ist)

Kerinci, Merdekapost.com - Pemkab Pemerintah Kabupaten Kerinci resmi melantik enam pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama hasil seleksi terbuka. Pelantikan dipimpin langsung Bupati Kerinci Monadi dan berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Kerinci, Kamis (5/2/2026).

Pelantikan tersebut menandai berakhirnya seluruh rangkaian seleksi terbuka JPT Pratama yang digelar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Para pejabat yang dilantik merupakan peserta dengan perolehan nilai terbaik pada masing-masing jabatan.

Baca Juga: Gubernur Al Haris: Pemerintah Siapkan Generasi Muda Berdaya Saing Internasional

Enam pejabat yang dilantik yakni:'

  1. Isra Kamar, S.Pd sebagai Kepala Dinas Pendidikan; 
  2. Miftahul Jannah, ST., M.Si sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; 
  3. Asril, S.Pd., M.Pd sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga; 
  4. Neneng Susanti, S.Hut., M.Si sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup; 
  5. Nozal Edmiral, S.E., M.Si sebagai Kepala Bappeda Litbang; dan 
  6. Jamal Penta Putra, S.Pd., M.Si sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam menerapkan sistem merit. Penempatan pejabat, kata dia, didasarkan pada kompetensi, integritas, serta hasil seleksi yang objektif dan transparan.

Monadi berharap para pejabat yang dilantik dapat segera bekerja, meningkatkan kinerja birokrasi, serta memperkuat kualitas pelayanan publik secara profesional dan berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Kerinci.(Adz)

Sudah 3 Hari, Asmadi Warga Kerinci yang Terpeleset Ke Sungai dan Hanyut Terseret Arus Saat Memancing Hingga Kini Belum ditemukan

Memasuki Hari Ke-3 Proses Pencarian, Asmadi Korban yang Terpeleset Ke Sungai Saat Memancing dan hilang terbawa arus hingga kini Belum ditemukan; Basarnas Terkendala Cuaca dan wilayah blank spot.(ist)

Solok Selatan, Merdekapost.com – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih terus dilakukan terhadap seorang warga Kabupaten Kerinci yang dilaporkan terjatuh dan hanyut di aliran Sungai Pulau Lebar, Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

Korban diketahui bernama Asmadi (45), warga Desa Lubuk Pauh, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci. Hingga berita ini diturunkan, korban masih berstatus dalam pencarian (DP).

Kepala Unit Basarnas Solok Selatan, Vivien Handprima, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata, Alias (40), warga Kecamatan Gunung Tujuh, saat kejadian korban sedang memancing ikan bersama empat rekannya di sekitar aliran Sungai Pulau Lebar.

“Korban diduga tergelincir saat hendak berpindah posisi memancing di tepian sungai yang licin, lalu terjatuh dan terseret arus sungai yang saat itu cukup deras,” ujarnya.

Menindaklanjuti laporan kejadian tersebut, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI/Polri, Pemerintah Daerah Kabupaten Solok Selatan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci, perangkat Desa Gunung Tujuh, serta masyarakat setempat langsung dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian.

Namun hingga kini, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Proses evakuasi dan pencarian menghadapi sejumlah kendala, di antaranya kondisi sungai yang curam dan sempit, medan yang cukup sulit dijangkau, serta lokasi kejadian yang berada di wilayah blank spot, sehingga menyulitkan komunikasi dan koordinasi di lapangan.

Selain itu, cuaca hujan disertai kecepatan angin sekitar 5 knot turut memengaruhi optimalisasi operasi SAR di lokasi.

“Meski terkendala cuaca dan medan, tim SAR gabungan tetap melanjutkan pencarian dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel,” tambah Vivien.

Pihak Basarnas memastikan operasi pencarian akan terus dilakukan dengan menyesuaikan perkembangan cuaca dan kondisi di lapangan, sembari berharap korban dapat segera ditemukan.(adz)

GNPK-RI Dampingi IRBANSUS Audit Dugaan Carut Marut Dana Desa Betung Kuning Kerinci

Ketua GNPK-RI Kerinci beserta jajaran saat mendampingi IRBANSUS dalam kegiatan Audit Dugaan Carut Marut Dana Desa Betung Kuning Sitinjau Laut Kerinci.(mpc)

Kerinci, Merdekapost.com – Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Kabupaten Kerinci hadir mendampingi Inspektur Pembantu Khusus (IRBANSUS) dalam proses audit penggunaan Dana Desa di Desa Betung Kuning, Kecamatan Setinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Rabu (4/2/2026).

Dana Desa yang dikucurkan pemerintah pusat sejak tahun 2015 lalu merupakan Program yang bersumber dari APBN yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membangun Indonesia dari desa, sejalan dengan visi pembangunan nasional.

Ketua GNPK-RI Kabupaten Kerinci, Yusup Basri, memimpin langsung pendampingan terhadap IRBANSUS dalam pelaksanaan audit lapangan terkait penggunaan Dana Desa di Desa Betung Kuning. Ia menegaskan pentingnya keterbukaan hasil pemeriksaan kepada publik.

Baca Juga:

Polres Kerinci Bongkar Peredaran Miras Terselubung Berkedok Toko Peternakan Siulak Gedang

Sidang Kasus PJU Kerinci Terungkap Dugaan Skema Pokir dan Fee Proyek

Secanting 'Senin Cegah Stunting' di Kerinci

Kerinci – Pemerintah Kabupaten Kerinci di bawah kepemimpinan Bupati Monadi dan Wakil Bupati H. Murison resmi meluncurkan Program SECANTING (Senin Cegah Stunting) sebagai bagian dari Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Program ini menjadi langkah nyata dan berkelanjutan daerah dalam menekan angka stunting di Kabupaten Kerinci.

Melalui SECANTING, setiap hari Senin seluruh aparatur dan elemen masyarakat diajak berpartisipasi dengan membawa bantuan sederhana namun bermakna, berupa satu butir telur, secanting beras, serta uang tunai Rp2.000.

Baca Juga: Ini 5 Pejabat Eselon II Pemkot Sungai Penuh yang Kena Nonjob karena Merger OPD

Telur dipilih sebagai sumber protein hewani, beras sebagai kebutuhan pokok pangan, sementara uang tunai digunakan untuk mendukung kebutuhan tambahan keluarga penerima manfaat.

Bantuan tersebut kemudian disalurkan kepada keluarga berisiko stunting, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Bupati Kerinci Monadi, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada bantuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian dan kebiasaan gotong royong dalam mencegah stunting sejak dini. “Dengan langkah kecil namun konsisten, kita ingin mewujudkan generasi Kerinci yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.

Bacaan Lainnya: Wako Alfin dan Wawako Azhar Ikuti Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026

Senada dengan itu, Wakil Bupati H. Murison mengajak seluruh pihak untuk bersinergi menyukseskan program SECANTING. Menurutnya, pencegahan stunting membutuhkan peran bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat luas.

“Dengan semangat kebersamaan, Kita optimistis Program SECANTING mampu menjadi motor penggerak dalam membangun masa depan daerah yang lebih kuat dan bebas stunting,”tutup Wabup Murison.(Red)

Catut Foto Kadis PUPR Kerinci, Nomor WhatsApp Diduga Modus Penipuan

Kerinci, Merdekapost.com – Sebuah nomor WhatsApp tidak dikenal beredar dengan menggunakan foto profil Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kerinci, Maya Novefry.

Oknum tidak bertanggung jawab diduga sengaja menjalankan aksi tersebut untuk menghubungi sejumlah pihak.

Kepala Dinas PUPR Kerinci, Maya Novefry, membenarkan adanya penyalahgunaan foto profil miliknya. Ia menerima laporan langsung dari seorang teman yang mendapat pesan dari nomor WhatsApp tidak dikenal tersebut.

“Saya mendapat informasi dari seorang teman. Nomor WhatsApp itu menghubungi salah satu teman saya dengan menggunakan foto profil saya,” ungkap Maya Novefry saat dikonfirmasi, Jum’at (30/1/2026).

Maya Novefry juga menyampaikan bahwa dirinya hanya menggunakan satu nomor WhatsApp pribadi. Selama ini, rekan kerja, kolega, dan masyarakat mengenal nomor tersebut sebagai satu-satunya kontak resmi miliknya.

“Selain nomor pribadi yang biasa saya gunakan, saya tidak memiliki nomor kontak lain,”beber Maya.

Maya Novefry memastikan bahwa setiap pesan atau panggilan dari nomor tak dikenal yang menggunakan foto profil dirinya sama sekali tidak berasal darinya.

Baca Juga:Kemenag Pastikan Hak Guru dan Dosen Lulusan PPG 2025 Terpenuhi

“Jika ada nomor tak dikenal yang menghubungi dengan menggunakan foto profil saya, itu bukan saya,” ujarnya.

“Para kerabat, Rekan kerja, kolega hingga masyarakat agar tetap waspada dan tidak mudah mempercayai pesan yang mengatasnamakan dirinya. Selalu melakukan konfirmasi langsung atau mengabaikan pesan yang mencurigakan. langkah tersebut dapat mencegah potensi penipuan dan praktik penyalahgunaan identitas,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi, praktik penyalahgunaan identitas melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp terus meningkat. Oleh karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan selalu memverifikasi setiap permintaan, terutama yang berkaitan dengan kepentingan pribadi maupun keuangan.(adz)

Sinergi Membangun Ekonomi dan Infrastruktur, Kecamatan Tanah Cogok Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2027

Sinergi Membangun Ekonomi dan Infrastruktur, Kecamatan Tanah Cogok Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2027.(mpc)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Pemerintah Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, sukses menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) untuk tahun anggaran 2027. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, perangkat desa, serta perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Kerinci.

​Acara yang mengusung tema "Bersinergi Membangun Ekonomi yang Inklusif, SDM Unggul, dan Infrastruktur Andal demi Mewujudkan Kerinci yang Berdaya Saing, Maju, dan Sejahtera" ini menjadi wadah krusial dalam menjaring aspirasi masyarakat dari tingkat akar rumput.

​Dalam diskusi panel yang berlangsung di gedung pertemuan setempat, sejumlah isu strategis menjadi sorotan utama, mulai dari peningkatan kualitas infrastruktur jalan desa, fasilitas publik, hingga penguatan sektor ekonomi lokal melalui pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM).

​Camat Tanah Cogok menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan kabupaten agar setiap usulan yang diajukan benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga di wilayah Kecamatan Tanah Cogok.

Bacaan Lainnya:

Ibu MS Minta Perlindungan DPRD Jambi, Anaknya Diduga Diperkosa 4 Orang, 2 Diantaranya Oknum Polisi

Gebrakan Literasi Digital: Depati Akademi & FORMA KIP-K IAIN Kerinci Bersinergi Cetak Generasi Unggul

​​Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para peserta. Ruangan dipenuhi oleh tokoh masyarakat, perwakilan perempuan, serta pemuda yang aktif menyampaikan usulan pembangunan untuk daerah masing-masing. Kehadiran unsur TNI, Polri, dan jajaran OPD terkait semakin memperkuat komitmen bersama dalam mengawal perencanaan pembangunan ini.

​"Musrenbang ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan jembatan bagi warga Tanah Cogok untuk memastikan aspirasi pembangunan mereka didengar dan diperjuangkan di tingkat kabupaten," ujar salah satu peserta rapat.

​Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini, Pemerintah Kecamatan Tanah Cogok berharap usulan-usulan prioritas dapat terakomodasi dalam dokumen perencanaan daerah, sehingga visi mewujudkan Kerinci yang berdaya saing dan sejahtera dapat tercapai secara merata hingga ke pelosok kecamatan.(Ali)

Gaungkan Penguatan Ekoteologi, Kemenag Kerinci H Pahrizal Aksi Nyata Tanam Pohon di Kayu Aro

Gaungkan Penguatan Ekoteologi, Kemenag Kerinci H Pahrizal Aksi Nyata Tanam Pohon di Kayu Aro.(ist)

Kerinci, Merdekapost.com – Dalam upaya melestarikan lingkungan sekaligus mengamalkan nilai-nilai keagamaan yang berwawasan alam, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kerinci, H. Pahrizal, S.Ag., MM didampingi Kasi Bimas Islam, H. Firdaus, S.Ag., MH Ketua DWP Kemenag Kabupaten Kerinci, Ny. Jasnila Pahrizal, Kepala KUA Kec. Kayu Aro, Swirmanto, SH.I., MH dan ASN Kemenag Kabupaten Kerinci serta Staf KUA Kecamatan Kayu Aro melaksanakan aksi penanaman pohon.

Kegiatan yang mengusung semangat penguatan Ekoteologi ini dipusatkan di lingkungan Kantor Urusan Agama Kecamatan Kayu Aro, Jumat, 23/01

Baca Juga:

Mutasi Kejaksaan Agung: Kasi Pidsus Sungai Penuh Yogi Purnomo Bergeser ke Kejari Majalengka

Suasana sejuk Kayu Aro menjadi latar yang tepat untuk aksi nyata kepedulian terhadap bumi ini.

Kakan Kemenag Kerinci menyampaikan , bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial penghijauan biasa. Lebih dari itu, ini adalah implementasi dari konsep Ekoteologi pemahaman bahwa menjaga kelestarian alam adalah bagian tak terpisahkan dari iman dan ibadah.

“Kita ingin membangun kesadaran bahwa menjaga bumi adalah tugas manusia sebagai khalifah. Menanam pohon adalah sedekah oksigen yang berkelanjutan. Ini adalah wujud nyata ekoteologi, di mana nilai spiritualitas kita implementasikan dalam bentuk kasih sayang terhadap alam,” ungkapnya.

Baca Juga:

Tragedi Longsor di Cisarua, 23 Marinir Tertimbun Longsor, Satu diantaranya Putra Hiang Kerinci Pratu Mar. M. Genta Al Akbar

Pahrizal juga menjelaskan bahwa penguatan ekoteologi sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama Republik Indonesia yang mendorong internalisasi nilai-nilai keagamaan dalam isu-isu strategis, termasuk pelestarian lingkungan hidup. Menurutnya, rumah ibadah, kantor pelayanan keagamaan, hingga lingkungan KUA harus menjadi contoh nyata dalam menjaga keseimbangan alam.

Ia menegaskan bahwa aksi penanaman pohon ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan simbolik semata, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang ditanamkan dalam budaya kerja ASN Kemenag serta masyarakat sekitar.

“Kita ingin KUA dan satuan kerja Kemenag menjadi pusat edukasi keagamaan yang ramah lingkungan. Dari hal sederhana seperti menanam dan merawat pohon, kita sedang menanam nilai tanggung jawab moral dan spiritual kepada generasi mendatang,” pungkasnya.(*)

Kenduri Sko Depati Intan Siulak Mukai, Bupati Monadi: Pondasi Moral Memberi Arah dan Makna Kemajuan Daerah

Kenduri Sko Luhah Depati Intan Siulak Mukai, Sabtu 24/01.(adz)

Kerinci, Merdekapost.com – Tradisi adat Kenduri Sko/Manggien Ninik Mamak Luhah Depati Intan Siulak Mukai berlangsung khidmat dan meriah di Lapangan Bola Kaki Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan adat sakral ini turut dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Sungai Penuh Alfin, Bupati Sarolangun Hurmin, Wakil Bupati Batanghari Bakhtiar, jajaran Pemerintah Provinsi Jambi, unsur Forkopimda Kabupaten Kerinci, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Kehadiran Gubernur Jambi beserta para kepala daerah disambut langsung oleh Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si bersama Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si, didampingi para Depati, Ninik Mamak, dan Anak Batin Luhah Depati Intan Siulak Mukai dengan prosesi adat penuh kehormatan.

Baca Juga: Kolaborasi Dunia Jurnalisme Dan Akademis, IWO Buat MoU Dengan Universitas Bung Karno

Rangkaian acara diawali dengan berkumpulnya para Depati dan Ninik Mamak di Rumah Gedang Depati Intan, sebelum bergerak menuju lokasi utama kegiatan. Setibanya di Lapangan Bola Kaki Tebing Tinggi, Gubernur Jambi dan Bupati Kerinci disambut dengan Tari Persembahan, Tari Sekapur Sirih, serta atraksi Pencak Silat sebagai simbol penghormatan adat kepada tamu kehormatan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia dan Ketua Adat Depati Intan, sebelum memasuki agenda utama berupa pidato Bupati Kerinci dan Gubernur Jambi.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menegaskan bahwa Kenduri Sko bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan warisan budaya leluhur yang sarat nilai kearifan lokal dan menjadi jati diri masyarakat Kerinci.

“Kenduri Sko merupakan simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat. Melalui adat, kita diajarkan gotong royong, sopan santun, serta penghormatan terhadap sesama. Nilai-nilai adat inilah yang tidak lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan,” ujar Monadi.

Baca Juga: Dorong UMKM Naik Kelas, DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi Ajukan FKPUM Digelar di Jambi

Ia menegaskan bahwa adat dan agama harus berjalan seiring sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang beradab dan bermarwah.

“Adat bersendi syara’, syara’ bersendi Kitabullah. Adat bukan penghambat pembangunan, melainkan pondasi moral yang memberi arah dan makna bagi kemajuan daerah,” tegasnya.

Bupati Sarolangun H Hurmin dan Wako Sungai Penuh Alfin turut hadir pada acara kenduri sko.(adz)

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Monadi memastikan Pemerintah Kabupaten Kerinci akan terus mendukung pelestarian adat dan budaya lokal sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan daerah.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menekankan bahwa keberadaan adat istiadat memiliki peran strategis dalam mendukung sistem hukum di Indonesia, khususnya melalui pendekatan keadilan restoratif (restorative justice).

Bacaan Lainnya: Merangin Masuk Daftar Prioritas Kemensos, Bupati M. Syukur Perjuangkan Program "Sekolah Rakyat"

“Adat memiliki peran penting dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat melalui musyawarah di tingkat bawah, sebelum sampai ke aparat penegak hukum. Inilah bentuk restorative justice yang hidup dan tumbuh di masyarakat kita,” kata Al Haris.

Menurutnya, penyelesaian masalah melalui hukum adat tidak hanya menjaga rasa keadilan, tetapi juga memperkuat persatuan dan keharmonisan sosial.

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos, M.Si.(adz)

“Ketika adat ditegakkan secara adil dan bijaksana, stabilitas sosial akan terjaga. Ini menjadi kekuatan besar dalam mendukung penegakan hukum nasional dan pembangunan daerah,” pungkasnya.

Rangkaian kegiatan Kenduri Sko/Manggien kemudian dilanjutkan dengan Parno Adat dan Kenduri Bersama, disertai hiburan dan acara tambahan hingga sore hari.

Tradisi adat Kenduri Sko Luhah Depati Intan Siulak Mukai ini menjadi momentum penting dalam menjaga kelestarian budaya, mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat adat, serta meneguhkan Kerinci sebagai daerah yang beradat, bermartabat, dan berkarakter.(adz)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs