![]() |
| Bupati Kerinci Dorong Nilam Jadi Komoditas Unggulan, Pemkab Siapkan Usulan Indikasi Geografis.(Ist) |
KERINCI – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong pengembangan tanaman nilam sebagai salah satu komoditas perkebunan yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan budidaya, peningkatan kualitas hasil olahan hingga perluasan akses pasar.
Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci Osra Yandi, S.Pi., M.M., meninjau langsung kegiatan budidaya dan pengolahan nilam di sejumlah wilayah, yakni Desa Tambak Tinggi, Desa Sekungkung, dan Desa Belui Tinggi.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Kerinci turut bersama buyer dari PT Natraco untuk melihat secara langsung kondisi komoditas nilam yang dikembangkan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertemukan potensi produksi daerah dengan kebutuhan pasar.
Peninjauan dilakukan mulai dari proses budidaya tanaman, pengolahan hasil, kualitas produksi hingga peluang pemasaran. Pemerintah daerah juga melihat secara langsung berbagai upaya petani dalam meningkatkan nilai tambah komoditas nilam.
Baca Juga: Gudang Percetakan MKM di Tanjung Pauh Hilir Ludes Terbakar, Kerugian Rp500 Juta Lebih
Kehadiran buyer dari PT Natraco diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara petani dengan pasar. Dengan adanya keterhubungan tersebut, hasil produksi nilam Kerinci diharapkan tidak hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga memperoleh akses pemasaran yang lebih luas.
Menurut pemerintah daerah, nilam Kerinci memiliki karakteristik dan potensi yang dapat dikembangkan sebagai komoditas bernilai ekonomi. Karena itu, penguatan sektor hulu hingga hilir menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan komoditas tersebut.
Dorong Nilam Kerinci Mendapat Indikasi Geografis
Selain penguatan budidaya dan pemasaran, Pemerintah Kabupaten Kerinci juga menyiapkan langkah untuk memperkuat identitas nilam sebagai produk khas daerah.
Pemkab Kerinci berencana mengusulkan Nilam Kerinci sebagai produk Indikasi Geografis (IG). Langkah tersebut diarahkan untuk memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap produk yang memiliki keterkaitan dengan karakteristik, kualitas maupun reputasinya berdasarkan wilayah asal.
Jika proses tersebut dapat diwujudkan, Indikasi Geografis diharapkan dapat memperkuat identitas Nilam Kerinci sekaligus menjaga kualitas dan reputasinya. Status tersebut juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah serta mendukung perluasan pemasaran produk.
Pengembangan Nilam Kerinci tidak hanya membutuhkan peningkatan produksi, tetapi juga konsistensi dalam menjaga kualitas bahan baku dan hasil pengolahan. Karena itu, keterlibatan petani, pemerintah, pelaku usaha serta pihak pembeli menjadi bagian penting dalam membangun rantai usaha nilam yang berkelanjutan.
Baca Juga: Wako Alfin Serahkan Bantuan Alsintan dan Bibit Kopi
Pemerintah Kabupaten Kerinci mendorong agar pengembangan komoditas tersebut dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari perbaikan teknik budidaya, pengolahan yang memenuhi standar, hingga penguatan kemitraan dan pemasaran.
Dengan potensi yang dimiliki, Nilam Kerinci diharapkan mampu menjadi salah satu sumber nilai tambah bagi sektor perkebunan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
Dari lahan petani di Kerinci, komoditas nilam diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas, dengan tetap mempertahankan kualitas serta karakteristik yang menjadi identitas daerah. (Adz)
