Bupati Monadi Dorong Nilam Jadi Komoditas Unggulan, Pemkab Siapkan Usulan Indikasi Geografis

Bupati Kerinci Dorong Nilam Jadi Komoditas Unggulan, Pemkab Siapkan Usulan Indikasi Geografis.(Ist)

KERINCI – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong pengembangan tanaman nilam sebagai salah satu komoditas perkebunan yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan budidaya, peningkatan kualitas hasil olahan hingga perluasan akses pasar.

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci Osra Yandi, S.Pi., M.M., meninjau langsung kegiatan budidaya dan pengolahan nilam di sejumlah wilayah, yakni Desa Tambak Tinggi, Desa Sekungkung, dan Desa Belui Tinggi.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Kerinci turut bersama buyer dari PT Natraco untuk melihat secara langsung kondisi komoditas nilam yang dikembangkan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertemukan potensi produksi daerah dengan kebutuhan pasar.

Peninjauan dilakukan mulai dari proses budidaya tanaman, pengolahan hasil, kualitas produksi hingga peluang pemasaran. Pemerintah daerah juga melihat secara langsung berbagai upaya petani dalam meningkatkan nilai tambah komoditas nilam.

Baca Juga: Gudang Percetakan MKM di Tanjung Pauh Hilir Ludes Terbakar, Kerugian Rp500 Juta Lebih

Kehadiran buyer dari PT Natraco diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara petani dengan pasar. Dengan adanya keterhubungan tersebut, hasil produksi nilam Kerinci diharapkan tidak hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga memperoleh akses pemasaran yang lebih luas.

Menurut pemerintah daerah, nilam Kerinci memiliki karakteristik dan potensi yang dapat dikembangkan sebagai komoditas bernilai ekonomi. Karena itu, penguatan sektor hulu hingga hilir menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan komoditas tersebut.

Dorong Nilam Kerinci Mendapat Indikasi Geografis

Selain penguatan budidaya dan pemasaran, Pemerintah Kabupaten Kerinci juga menyiapkan langkah untuk memperkuat identitas nilam sebagai produk khas daerah.

Pemkab Kerinci berencana mengusulkan Nilam Kerinci sebagai produk Indikasi Geografis (IG). Langkah tersebut diarahkan untuk memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap produk yang memiliki keterkaitan dengan karakteristik, kualitas maupun reputasinya berdasarkan wilayah asal.

Jika proses tersebut dapat diwujudkan, Indikasi Geografis diharapkan dapat memperkuat identitas Nilam Kerinci sekaligus menjaga kualitas dan reputasinya. Status tersebut juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah serta mendukung perluasan pemasaran produk.

Pengembangan Nilam Kerinci tidak hanya membutuhkan peningkatan produksi, tetapi juga konsistensi dalam menjaga kualitas bahan baku dan hasil pengolahan. Karena itu, keterlibatan petani, pemerintah, pelaku usaha serta pihak pembeli menjadi bagian penting dalam membangun rantai usaha nilam yang berkelanjutan.

Baca Juga: Wako Alfin Serahkan Bantuan Alsintan dan Bibit Kopi  

Pemerintah Kabupaten Kerinci mendorong agar pengembangan komoditas tersebut dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari perbaikan teknik budidaya, pengolahan yang memenuhi standar, hingga penguatan kemitraan dan pemasaran.

Dengan potensi yang dimiliki, Nilam Kerinci diharapkan mampu menjadi salah satu sumber nilai tambah bagi sektor perkebunan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Dari lahan petani di Kerinci, komoditas nilam diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas, dengan tetap mempertahankan kualitas serta karakteristik yang menjadi identitas daerah. (Adz)

Wako Alfin Serahkan Bantuan Alsintan dan Bibit Kopi

KERINCI | MERDEKAPOST.COM – Pemerintah Kota Sungai Penuh menyalurkan bantuan kepada kelompok tani untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Wali Kota Sungai Penuh Alfin bersama Wakil Wali Kota Azhar Hamzah menyerahkan bantuan tersebut seusai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Kamis (1/10/2026).

Walikota Afin dan Wakil Walikota Azhar Hamzah menyerahkan langsung bantuan kepada kelompok penerima. Bantuan tersebut meliputi traktor roda empat, bibit kopi Arabika, satu paket ayam petelur, benih ikan, serta pakan ikan grower.

Baca Juga: Kejuaraan Taekwondo Piala Dandim 0417/Kerinci Resmi Bergulir

Alfin mengapresiasi semangat dan kerja keras kelompok tani dalam mengembangkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Ia berharap bantuan tersebut mendorong masyarakat mengembangkan usaha produktif secara berkelanjutan.

“Pemerintah Kota Sungai Penuh sangat mengapresiasi semangat dan kerja keras para kelompok tani. Bantuan ini hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dijaga dan dikelola secara bersama agar memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Wako Alfin.

Wako Alfin meminta para penerima menjaga dan merawat seluruh sarana bantuan. Ia juga mengingatkan kelompok penerima agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya. Menurut Alfin, pengelolaan bantuan secara baik dapat meningkatkan hasil produksi sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat. Ia mengajak kelompok tani mengembangkan bantuan secara mandiri agar manfaatnya terus berlanjut.

Baca Juga: Kejari Sungai Penuh Musnahkan Barang Bukti Inkracht, Sabu, Ganja hingga Sajam

Wako Alfin juga mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung program tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat sektor pertanian, peternakan, dan perikanan di Kota Sungai Penuh. Pemerintah Kota Sungai Penuh akan terus mendorong program yang meningkatkan produktivitas masyarakat dan memperkuat perekonomian daerah.

Wako Alfin berharap bantuan tersebut memberikan manfaat nyata bagi kelompok penerima sekaligus mendorong mereka mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.(Adz)

Kelompok Brajo Sakti Gelar Aksi Penghijauan Tanam Bibit Buah di Tanah Cogok Kerinci

KERINCI — Sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung ketahanan pangan lokal, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Brajo Sakti menggelar kegiatan penanaman bibit pohon buah-buahan di kawasan Kecamatan Tanah Cogok dan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Ketua LSM Brajo Sakti, Hafis, menyampaikan bahwa aksi penanaman ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian komunitas terhadap kondisi ekologis wilayah sekitar sekaligus memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga.

"Penanaman bibit tanaman buah ini kita harapkan tidak hanya menjadikan lingkungan lebih hijau dan asri, tetapi kelak hasil panennya juga bisa dinikmati oleh masyarakat sekitar," ujar Hafis di sela-sela kegiatan.

Dalam aksi sosial ini, total sebanyak 1.000 batang bibit pohon buah disalurkan dan ditanam secara bertahap di sejumlah titik. Berdasarkan data pengiriman bibit, rincian bantuan tanaman yang disiapkan meliputi:

Bibit Durian: 250 batang

Bibit Alpukat Ijo Panjang: 100 batang

Bibit Alpukat Ijo Bundar: 100 batang

Bibit Rambutan: 100 batang

Bibit Mangga: 100 batang

Bibit Jambu Air: 100 batang

Bibit Sirsak: 250 batang

Kegiatan penanaman berlangsung secara gotong royong melibatkan pengurus LSM Brajo Sakti dan warga setempat. Salah satu lokasi penanaman terpantau di kawasan Bunga Tanjung, di mana para anggota langsung turun ke lapangan membawa cangkul dan menanam bibit seperti jambu air serta sirsak secara presisi.

Melalui gerakan penghijauan ini, LSM Brajo Sakti berharap kesadaran menjaga alam terus tumbuh di kalangan masyarakat Kerinci demi menciptakan lingkungan yang asri, lestari, dan produktif bagi generasi mendatang.(Adz)

Diduga Mengacak-acak Kelompok Tani, Dinas Pertanian Sungai Penuh dan Penyuluh Saling Lempar Tanggung Jawab

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM – Penyaluran bantuan dan program pertanian di Kota Sungai Penuh menuai sorotan tajam dari para petani. Pihak Dinas Pertanian Kota Sungai Penuh bersama oknum Penyuluh Pertanian diduga melakukan manipulasi data penerima manfaat .kelompok tani hingga mengalihkan alokasi program secara sepihak.

Praktik tersebut terungkap setelah sejumlah petani mengeluhkan adanya ketidaksesuaian antara usulan pengajuan dan penetapan penerima program. Kelompok Tani yang sejak awal mengajukan usulan bantuan justru gigit jari karena bantuan tersebut dialihkan dan diterima oleh kelompok tani lain yang diduga tidak mengajukan proposal sejak awal.

 Nama-nama petani aktif yang seharusnya menerima manfaat mendadak dihilangkan dari berkas dan digantikan oleh nama pihak lain.

Kondisi ini memicu keresahan mendalam di kalangan petani lokal yang merasa dirugikan atas hilangnya hak-hak bantuan pertanian mereka, seperti bibit, pupuk, maupun alsintan. Para petani juga menyayangkan sikap saling lempar tanggung jawab antara pihak dinas dan penyuluh lapangan ketika dikonfirmasi mengenai perbedaan data usulan dan data keputusan penerima.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pertanian Kota Sungai Penuh, Suarman, belum memberikan penjelasan resmi mengenai kejanggalan dalam perubahan data penerima manfaat dan pengalihan alokasi program bantuan kelompok tani tersebut.

Masyarakat dan para petani mendesak Inspektorat serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera menelusuri dugaan penyimpangan ini guna menjamin transparansi, keadilan, dan akuntabilitas dalam penyaluran bantuan pertanian di Kota Sungai Penuh.(Red)

Bupati Monadi Panen Padi Perdana dan Gotong Royong Bersama warga Desa Baru Semerah

 

Bupati Kerinci bersama warga melaksanakan panen padi perdana dalam rangka Program Ketahanan Pangan di Desa Baru Semerah. (11/2/26).(adz/mpc)

Kerinci | Merdekapost.com - Bupati Kerinci melaksanakan panen padi perdana dalam rangka Program Ketahanan Pangan di Desa Baru Semerah. Kegiatan ini langsung memberikan dampak positif bagi petani karena pemerintah daerah memperkuat dukungan terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan mereka (11/2/26)

Bupati turun langsung ke sawah bersama para petani dan memanen padi sebagai bentuk komitmen nyata pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus mendorong sektor pertanian agar mampu meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani.

Baca Juga:  

Jalan Provinsi Dikerok Tanpa Kejelasan, Warga Terancam Kecelakaan

“Kami ingin memastikan petani merasakan langsung dukungan pemerintah melalui program ketahanan pangan yang berkelanjutan,” ujar Bupati Monadi.

Selain melaksanakan panen padi perdana, Bupati juga mengikuti kegiatan gotong royong bersama masyarakat Desa Baru Semerah. Ia mengajak warga untuk menjaga kebersamaan dan memperkuat kolaborasi dalam membangun sektor pertanian yang lebih maju dan produktif.

Baca Juga :  

Jalan Depan Gedung Nasional Rusak Parah, Warga: "Jangan Dibiarkan Terlalu Lama"

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah mendorong peningkatan kesejahteraan petani, mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, serta menumbuhkan semangat kerja sama dalam pembangunan pertanian berkelanjutan. Bupati menekankan bahwa pertanian menjadi pilar penting perekonomian Kerinci sehingga pemerintah harus hadir dan terlibat langsung di lapangan.

Ia juga meminta kelompok tani untuk terus meningkatkan kualitas produksi serta memanfaatkan program pemerintah secara optimal agar hasil panen semakin maksimal.

Dengan langkah konkret ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap para petani Desa Baru Semerah dapat meningkatkan produktivitas, menjaga stabilitas pangan, dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. (Adz)

Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi Permodalan KUR dan Penyerapan Bulog bagi Petani Jagung

Polri menyelenggarakan rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Jumat, 6 Februari 2026.(ist)

Merdekapost.com – Jumat, 6 Februari 2026, Polri menyelenggarakan rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional melalui ekosistem pertanian jagung pakan ternak. 

Langkah strategis ini dilakukan untuk mengawal proses produksi jagung dari hulu hingga hilir, sekaligus memastikan kesejahteraan petani binaan Polri di berbagai wilayah Indonesia.

Rakor yang diselenggarakan di Mabes Polri ini juga diikuti oleh seluruh gugus tugas Polda se-Indonesia secara daring, dipimpin Karobinkar SSDM Polri selalu wakil posko gugus tugas ketahanan Pangan, Brigjen Langgeng Purnomo.

“Kami melaksanakan analisa dan evaluasi hasil kinerja tahun sebelumnya, Indonesia berhasil tanpa Impor jagung pabrik pakan ternak pada tahun 2025 sehingga Rakor ini kami laksanakan untuk konsolidasi dan kolaborasi menjalankan strategi ke depan tahun 2026 menjadi lebih baik lagi” Ujar Brigjen Langgeng.

Di sisi hulu, Polri hadir sebagai jembatan bagi Poktan jagung dalam mengatasi kendala permodalan. Melalui skema pembiayaan melibatkan Himbara, Polri memfasilitasi akses Poktan ke perbankan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Salah satu implementasi nyatanya terlihat di wilayah Polda Jawa Barat, tepatnya di Nagreg dan Ciamis, di mana petani mendapatkan kredit modal untuk kembali menanam dan memperluas lahan pertanian jagung.

Danang Andi Wijanarko selaku senior vice president BRI dalam paparannya mewakili dari Himbara menyampaikan bahwa BRI sendiri pada tahun 2026 sudah menyiapkan plafond senilai 180T rupiah untuk pembiayaan KUR Mikro di bidang pertanian termasuk ekosistem pertanian Jagung.

Polri menyelenggarakan rapat koordinasi bersama Kementan, Perum Bulog, BPK, Asosiasi Pabrik Pakan Ternak dan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) Jumat, 6 Februari 2026.(ist) 

Tidak hanya urusan modal, Polri melalui Gugus Tugas Ketahanan Pangan juga memberikan perlindungan kepada petani dengan menjaga stabilitas harga. Polri memastikan hasil panen petani tidak terjebak dijual ke tengkulak dengan harga rendah. Sebagai solusinya, Polri menjalin kerja sama dengan Perum Bulog untuk menyerap hasil panen dengan harga lebih baik.

Pelaksanaan pengadaan jagung tahun 2026 oleh Bulog didasarkan pada Surat dinas Internal nomor SDI-217/DU000/PD.02.01/12012026 tanggal 12 Januari 2026 tentang pengadaan Jagung dengan target 1 juta ton untuk Cadangan pangan pemerintah tahun 2026 dengan harga 6.400 Rupiah per Kilogram.

“Fokus kami adalah menjaga agar harga jagung di tingkat petani minimal sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Di beberapa wilayah, seperti di Jabar dan di Kalsel, kolaborasi ini mendorong pembelian harga yang berpihak ke petani jagung, yakni mencapai Rp6.400 per kg sesuai standar HPP Bulog.” Ujar Brigjen Langgeng Purnomo selaku Wakil Posko Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri.

Program ini bertujuan untuk mengembangkan lahan tidur, membebaskan petani dari jebakan tengkulak dan meningkatkan produksi jagung nasional. Dengan pendampingan manajerial yang tepat, diharapkan petani mampu membayar pinjaman modal tepat waktu dan meningkatkan taraf hidup mereka secara berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi program ketahanan pangan tahun 2026, Polri berharap dapat memperkuat ekosistem pertanian jagung pakan ternak dan mensejahterakan petani jagung Indonesia.(Ali)

Tanam Padi di Hiang, Bupati Monadi Tegaskan Komitmen Swasembada Benih

Bupati Monadi Tanam Padi di Hiang, Tegaskan Komitmen Swasembada Benih.(mpc)

Kerinci, Merdekapost.com – Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si bersama masyarakat Desa Hiang, Kecamatan Sitinjau Laut, melaksanakan kegiatan tanam padi, Jum’at (6/2/2026) pagi.

Kegiatan tanam padi ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam mewujudkan Swasembada Benih Tahun 2026, sekaligus memperkuat peran Kabupaten Kerinci sebagai salah satu lumbung padi di Provinsi Jambi.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Monadi turut didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Kerinci Radium Khalis, Kabid Dafril, serta para penyuluh pertanian yang bersama-sama turun ke sawah melakukan penanaman padi bersama petani.

Bupati Kerinci Monadi menegaskan bahwa penanaman padi yang dilakukan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan daerah dan provinsi.

Baca Juga: Jaga Lingkungan ASRI, Seluruh Polsek di jajaran Polres Kerinci Gelar Gotong royong serentak

“Ini bukan kegiatan seremonial, tetapi komitmen nyata pemerintah daerah. Kerinci memiliki potensi besar untuk menjadi lumbung padi di Provinsi Jambi, dan itu harus didukung dari hulu hingga hilir,” tegas Monadi.

“Pemerintah daerah Kabupaten Kerinci akan terus mendorong peningkatan produksi pertanian melalui program swasembada benih, pendampingan petani, serta penguatan peran penyuluh pertanian di lapangan,”pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas TPH Kabupaten Kerinci Radium Khalis menyampaikan bahwa program swasembada benih menjadi langkah strategis untuk menjaga ketersediaan benih unggul, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat posisi Kerinci sebagai daerah penyangga pangan di Provinsi Jambi.

DPW Tani Merdeka Jambi Audiensi dengan Wamentan RI, Bawa Aspirasi Petani ke Pusat

​DPW Tani Merdeka Jambi Temui Wamentan RI Sudaryono, Candra menyampaikan distribusi Pupuk, Modernisasi Pertanian dan Kesejahteraan Petani jadi Poin Utama aspirasi.(adz/mpc)

​JAKARTA, MERDEKAPOST.COM – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi, Candra Andika, melakukan pertemuan strategis dengan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Republik Indonesia, Sudaryono, di Jakarta pada Rabu (04/02/2026). 

Pertemuan ini bertujuan untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan mendesak dan aspirasi para petani di wilayah Provinsi Jambi.

​Dalam audiensinya, Candra Andika menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan organisasi petani di daerah guna memastikan program penguatan ketahanan pangan nasional berjalan tepat sasaran.

​Poin Utama Pertemuan

​Beberapa isu krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi:

​Distribusi Pupuk: Memastikan ketersediaan pupuk subsidi bagi petani di pelosok Jambi agar tidak terjadi kelangkaan saat musim tanam.

​Modernisasi Pertanian: Usulan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) untuk meningkatkan produktivitas hasil panen.

​Kesejahteraan Petani: Dialog mengenai stabilisasi harga komoditas unggulan Jambi di tingkat petani.

​"Kami hadir untuk menjadi jembatan antara petani di Jambi dengan Kementerian Pertanian. Harapannya, kebijakan yang diambil di pusat bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh para petani kita di lapangan," ujar Candra Andika.

​Respon Wamentan

​Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyambut baik inisiatif dan masukan yang disampaikan oleh DPW Tani Merdeka Jambi. Beliau menegaskan bahwa Kementerian Pertanian terus berkomitmen untuk mendukung penuh para pejuang pangan di daerah melalui program-program strategis yang berkelanjutan.

​Pertemuan yang berlangsung hangat ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen kolaborasi antara Tani Merdeka Jambi dan Kementerian Pertanian RI dalam memajukan sektor agraris di Provinsi Jambi.(ali/adz)

Dorong UMKM Naik Kelas, DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi Ajukan FKPUM Digelar di Jambi

Dorong UMKM Naik Kelas, DPW Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jambi Ajukan FKPUM Digelar di Jambi.(MPC)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - DPW tani merdeka Indonesia Prov Jambi dan Kementerian UMKM terus memperkuat komitmen mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui gelaran Festival Kemudahan dan Perlindungan Usaha Mikro” Dengan tema gebyar Tani untuk UMKM" Yang direncanakan Di Gor Kota Baru Jambi pada 26 april 2026.

Candra Andika S. IP, M.Tr. IP selaku Ketua DPW tani merdeka Indonesia Prov Jambi dalam pernyataannya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi problematika UMKM dari hulu hingga hilir. “Inilah cara agar semua bisa berkoordinasi, berkolaborasi, cari jalan cepat, solusi efektif. Agar UMKM bangkit, naik kelas, dan maju bersama seluruh stakeholders yang ada,” terutama dalam sektor UMKM pertanian. 

Bacaan Lainnya: Irigasi Tersumbat, Petani Air Hangat Timur Terancam Gagal Panen!

Candra menekankan bahwa penguatan kapasitas UMKM harus dilakukan secara sistematis. Pertama, mendorong pelaku usaha untuk skill up atau meningkatkan kemampuan diri. Kedua, memastikan UMKM mampu naik kelas melalui berbagai pelatihan dan fasilitasi. Ia juga menekankan pentingnya infrastruktur, transportasi, dan pariwisata yang terintegrasi untuk memberi dampak langsung bagi UMKM. 

Tidak ada hari tanpa kolaborasi. UMKM telah terbukti menjadi tulang punggung dan solusi ekonomi rakyat. Karena itu, kita harus sungguh-sungguh membantu dan mendorong UMKM mengatasi seluruh masalah yang dihadapi,” tegasnya. 

Pada rencananya itu, Candra Andika juga menyampaikan harapannya terhadap rencana acara ini dimana Candra Andika menegaskan akan melibatkan beberapa kementerian untuk membangun UMKM Jambi agar naik kelas salah satunya selain Kementerian UMKN juga akan melibatkan kementerian Pertanian. Dimana insyaallah Wakil Menteri Pertanian yakni bapak Sudaryono selaku Ketua Pembina Tani Merdeka insyaallah juga akan hadir bersama Ketum Tani Merdeka Indonesia yakni Don Muzakir. 

Baca Juga: Merangin Masuk Daftar Prioritas Kemensos, Bupati M. Syukur Perjuangkan Program "Sekolah Rakyat"

Mari kita teruskan kolaborasi ini. Mari kita wujudkan kemajuan Jambi dengan sungguh-sungguh. Doakan pemimpin daerah kita selalu sukses dalam memajukan masyarakat,” tutup Candra . 

Selanjutnya Candra juga menegaskan bawah rencana progam ini di jalankan tak lepas dari Peran dan Nasehat Wamen UMKM, Helvi Moraza, dimana beliau merupakan sosok yang inspiratif dan kolaboratif dimna beliau memberikan peluang anak-anak Jambi untuk bisa menyelenggarakan program ini.(Ali)

Irigasi Tersumbat, Petani Air Hangat Timur Terancam Gagal Panen!

SAMPAH: Tampak pintu air dari Batang Air Dua Wilayah BWSS yang jadi sumber air lahan sawah Air Hangat timur tertutup sampah

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Mayoritas desa di Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, termasuk Desa Sungai Abu, kini menghadapi ancaman gagal panen. 

Terhentinya pasokan air irigasi langsung mengganggu aktivitas pertanian padi sawah warga.

Pasokan Air Muara Air Dua Tidak Mengalir

Air dari Batang Air (sungai) Muara Air Dua, wilayah Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) jalur desa Koto Tebat, tidak mengalir ke saluran irigasi. 

Sehingga Kondisi ini secara otomatis memicu kekeringan di sebagian besar lahan pertanian Kecamatan Air Hangat Timur.

Baca Juga: Viral, Video Menu MBG di Sitinjau Laut Sudah Tidak Segar dan Berbau, Warga: Vendor Jangan Hanya Mengejar Untung!

Sampah Menutup Pintu Air dan Drainase

Selain itu, tumpukan sampah menutup pintu air dan saluran drainase di kawasan Muara Air Dua. Sampah tersebut menghambat aliran air menuju jaringan irigasi. 

Akibatnya, air tidak masuk ke saluran yang mengairi sawah petani.

Tokoh Masyarakat Tegaskan Ancaman Gagal Panen

Menanggapi kondisi tersebut, tokoh masyarakat Air Hangat Timur, Drs. H. Mat Ramawi, menegaskan terhentinya pasokan air dari Sungai Muara Air Dua. dirinya menyebut bahwa Muara Air Dua sebagai satu-satunya sumber air bagi petani padi sawah di wilayah tersebut.

Baca Juga: Merangin Masuk Daftar Prioritas Kemensos, Bupati M. Syukur Perjuangkan Program "Sekolah Rakyat"

“Pintu air dan drainase penuh sampah, sehingga arus air terhenti. Jika kondisi ini terus berlangsung, sawah mengalami kekurangan air dan petani berisiko gagal panen,” ujar Mat Ramawi.

Lebih lanjut, Mat Ramawi menyoroti program ketahanan pangan nasional yang aktif didorong pemerintah pusat. Namun, menurutnya, pemerintah perlu memperkuat infrastruktur pendukung pertanian, khususnya irigasi padi sawah, agar petani mampu menjaga produktivitas.

Warga Desak Pemkab Kerinci Ambil Langkah Cepat

Oleh karena itu, masyarakat Air Hangat Timur mendesak Pemerintah Kabupaten Kerinci segera mengambil langkah cepat. Warga meminta pemerintah membersihkan saluran irigasi di Muara Air Dua agar air kembali mengalir ke sawah.

“Kami berharap Pemkab Kerinci segera bergerak sehingga pasokan air kembali lancar,” tutupnya.(Adz)

Audiensi dengan DTPH Kerinci, PMII Soroti Jalan Usaha Tani

Audiensi dengan DTPH Kerinci, PMII Kerinci-SUngai Penuh Soroti Keterbatasan akses jalan Usaha Tani.(ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kerinci–Sungai Penuh menyampaikan aspirasi masyarakat terkait pembangunan jalan usaha tani kepada Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Kabupaten Kerinci, Selasa (13/1/2026).

Audiensi tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian PMII terhadap pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani di wilayah Kebun Baru yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses infrastruktur pertanian.

Dalam pertemuan itu, PMII menyoroti belum optimalnya pembangunan jalan usaha tani yang berdampak langsung pada aktivitas dan produktivitas petani. Akses jalan yang sulit dinilai menyebabkan tingginya biaya angkut hasil panen, keterlambatan distribusi, serta berujung pada penurunan pendapatan petani.

BACAAN LAINNYA: Resmi Jabat Kapolres Kerinci, Ini Profil dan Rekam Jejak AKBP AKBP Ramadhanil, S.H., S.I.K., M.H

Ketua PMII Kerinci–Sungai Penuh, Mosri Efendi, menegaskan pemerintah daerah tidak seharusnya membiarkan petani terus berjuang sendiri di tengah janji pembangunan yang berulang setiap tahun.

“Jalan usaha tani bukan sekadar infrastruktur pelengkap, tetapi kebutuhan mendasar bagi petani. Jika terus diabaikan, yang dikorbankan adalah kesejahteraan masyarakat tani di Kebun Baru,” tegas Mosri.

Dalam audiensi tersebut, PMII menyampaikan tiga tuntutan utama kepada DTPH Kabupaten Kerinci, yakni:

1. Segera merealisasikan pembangunan dan perbaikan jalan usaha tani di Kebun Baru.

2. Menjadikan jalan usaha tani sebagai program prioritas dalam perencanaan dan penganggaran daerah.

3. Membuka secara transparan tahapan perencanaan, anggaran, serta jadwal pelaksanaan pembangunan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala DTPH Kabupaten Kerinci Radium Khalis, bersama sejumlah kepala bidang, menyampaikan apresiasi atas kepedulian PMII. Ia menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku, serta melakukan evaluasi terhadap program infrastruktur pertanian yang ada.

Meski demikian, Mosri Efendi menegaskan bahwa komitmen tersebut harus dibuktikan dengan langkah nyata di lapangan.

“Kami akan terus mengawal persoalan jalan usaha tani di Kebun Baru hingga ada kepastian realisasi. PMII hadir bukan hanya sebagai penyampai aspirasi, tetapi sebagai pengontrol kebijakan agar pembangunan benar-benar berpihak kepada petani,” pungkasnya.(red)

Panen Raya di Desa Baru Air Hangat, Kebahagiaan Petani adalah Semangat Kami

Bupati Kerinci Monadi Panen Raya di Desa Baru Air Hangat.(adz) 

Kerinci, Merdekapost.com – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong terwujudnya surplus 100 ribu ton beras guna menjadikan Kerinci sebagai lumbung padi Provinsi Jambi. Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui kegiatan Panen Raya yang dilakukan langsung oleh Bupati Kerinci, Monadi, di Desa Baru Air Hangat, Kecamatan Air Hangat Timur, Senin (15/12/2025).

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Kerinci itu menjadi penyemangat tersendiri bagi para petani. Terlebih, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai upaya mendorong sektor pertanian yang lebih maju, modern, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Polisi dan Tim Puskesmas Gunung Kerinci Tinjau Kondisi Anak Autisme Diduga Dikurung Bertahun-tahun

Bupati Kerinci Monadi kepada media ini menyampaikan bahwa panen raya serentak tersebut merupakan bagian dari strategi besar Pemkab Kerinci dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Panen serentak ini adalah langkah konkret menuju Kerinci sebagai lumbung padi Provinsi Jambi,” ujar Monadi.

Saat ditanya terkait bantuan yang diberikan kepada petani, mantan Camat Depati Tujuh itu menegaskan bahwa pemerintah ingin memastikan kesejahteraan petani seiring dengan meningkatnya produktivitas pertanian.

“Kami ingin petani sejahtera dan produksi terus meningkat. Jika pertanian maju, maka perekonomian masyarakat Kerinci juga akan tumbuh,” tegasnya.

Ditambahkannya, "keberhasilan petani merupakan motivasi utama pemerintah daerah. “Kebahagiaan petani adalah semangat kami,” ujar Monadi.

Dalam kegiatan Panen Raya tersebut turut hadir Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci Radium Halis, Plt Sekretaris Dinas Dafril, unsur Forkopimcam, para kepala desa, serta kelompok petani setempat.(adz)

Cetak Sawah di Bungo Terancam Gagal, DPD Tani Merdeka Minta TPHP Provinsi Jambi Mengklarifikasi Dugaan Pelanggaran Prosedur

Bungo, Merdekapost.com – Dewan Pimpinan Daerah Tani Merdeka Kabupaten Bungo secara resmi menyampaikan surat keberatan, permintaan klarifikasi, dan desakan untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan program cetak sawah di Kabupaten Bungo Tahun Anggaran 2025 yang berada di bawah pengelolaan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP) Provinsi Jambi.

​Desakan ini muncul menyusul adanya temuan DPD Tani Merdeka Bungo di lapangan terkait potensi kegagalan program yang ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan nasional tersebut.

​Realisasi Fisik Jauh dari Target, Program Terancam Gagal

​Ketua DPD Tani Merdeka Kabupaten Bungo, mengungkapkan kekhawatiran mendalam atas realisasi program di lapangan.

​Dalam surat resmi bernomor 02/DPD-TM/BGO/XB/2025 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pertanian TPHP Provinsi Jambi, DPD Tani Merdeka Bungo menyoroti:

​Minimnya Realisasi: Dari target yang telah ditetapkan, realisasi fisik di lapangan saat ini dinilai sangat minim, bahkan di beberapa lokasi hanya mencapai kisaran kurang dari 10%. Disebutkan bahwa di salah satu lokasi, dari target 113,07 hektare, yang dikerjakan baru sekitar 2 hektare.

​Prosedur Lelang Bermasalah: Pelaksanaan program, khususnya proses survei, investigasi, dan desain (SID), seharusnya dilakukan sebelum proses lelang. Namun, DPD Tani Merdeka menduga prosedur lelang telah mendahului verifikasi teknis dan desain, sebuah pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

​Kinerja TPHP Provinsi Jambi Dipertanyakan: Organisasi petani ini menilai TPHP Provinsi Jambi tidak proaktif dalam melakukan pengawasan teknis dan pengendalian mutu pekerjaan, yang berpotensi menyebabkan program cetak sawah di Kabupaten Bungo terancam gagal total.

​Tuntutan Resmi DPD Tani Merdeka Bungo

​DPD Tani Merdeka Bungo mengajukan empat poin tuntutan utama sebagai upaya penyelamatan program dan akuntabilitas anggaran negara:

​Klarifikasi Resmi: DPD Tani Merdeka mendesak TPHP Provinsi Jambi memberikan klarifikasi tertulis secara resmi mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan realisasi program cetak sawah 2025.

​Audit Teknis Menyeluruh: Mendesak TPHP Jambi untuk melakukan audit teknis secara menyeluruh, termasuk kaji ulang desain dan perencanaan teknis, serta audit yang berkaitan dengan dokumen pertanggungjawaban.

​Klarifikasi Prosedural: DPD Tani Merdeka meminta TPHP Provinsi Jambi mengklarifikasi dugaan adanya pelanggaran prosedur lelang yang mendahului verifikasi teknis SID di lapangan.

​Keterlibatan Petani: Mendesak agar organisasi tani dan petani setempat dilibatkan secara aktif dan bertanggung jawab dalam proses evaluasi dan penetapan langkah tindak lanjut perbaikan.

Baca Juga: BPC HIPMI Kerinci 2025-2028 Resmi Dilantik, Ini Jajaran Pengurusnya!

​"Kami tidak bisa menerima proyek yang hanya hidup di atas kertas. Petani Bungo menunggu hasil konkret," tegas perwakilan DPD Tani Merdeka. 

"Kami mendesak agar Kementerian Pertanian RI, Inspektorat Jenderal, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan pihak berwenang lainnya segera turun tangan untuk melakukan evaluasi dan audit menyeluruh."

​DPD Tani Merdeka berharap surat keberatan dan desakan evaluasi ini dapat menjadi momentum perbaikan untuk mencegah kerugian negara dan memastikan tercapainya target swasembada pangan di Jambi, khususnya di Kabupaten Bungo.(adz/ali)

DPD Tani merdeka Indonesia Bungo : Progam cetak sawah di Bungo terancam gagal mintak penegak hukum turun tangan

DPD Tani Merdeka Bungo menyoroti dan menyampaikan kritik keras terkait mandeknya program cetak sawah yang hingga kini tidak menunjukkan progres di Kabupaten Bungo.(ali/mpc) 

BUNGO, MERDEKAPOST.COM - DPD Tani Merdeka Bungo menyoroti dan menyampaikan kritik keras terkait mandeknya program cetak sawah yang hingga kini tidak menunjukkan progres di Kabupaten Bungo. 

Program yang sejak awal dijanjikan sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan justru berubah menjadi proyek yang tidak jelas arah maupun hasilnya.

Cetak sawah di Kabupaten Bungo total seluas 261 hektare dengan perincian di Lubuk Kayu Aro (Ds Lubuk Kayu Aro : 109,78  ha) baru di kerjakan kisaran 18 hektare. Rantau Pandan (113,07 ha) baru di kerjakan  2  hektare, Ds Rambah : (39,11 Ha) yang dikelola Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP) Provinsi Jambi tahun 2025, kini berada di ujung kegagalan.

Baca Juga: KH Said Aqil Siroj: 5 Bahaya Besar Jika NU nekat jadi 'Penambang"

Minimnya progres, tidak adanya transparansi, lemahnya pengawasan, hingga sikap bungkam kontraktor menimbulkan gelombang kecurigaan publik terhadap pelaksanaan program bernilai puluhan miliar rupiah dengan target rampung akhir 2025, realisasi di lapangan justru memprihatinkan.

DPD Tani Merdeka Bungo menilai stagnasi ini bukan sekadar persoalan teknis. Ini adalah bukti adanya kelemahan struktural—mulai dari perencanaan, koordinasi, hingga akuntabilitas anggaran. 

Sementara dana publik terus terserap, petani tidak menerima manfaat apa pun. Program cetak sawah yang seharusnya memperkuat basis produksi pangan justru menambah kebingungan dan ketidakpastian.

“Kami tidak bisa menerima proyek kosong yang hanya hidup di atas kertas.Petani Bungo menunggu hasil, Kami meminta Kementan mengevaluasi secara total program cetak sawah yang ada di bungo, Jangan biarkan anggaran terserap sementara progress sangat minim. Ini bukan sekadar kelalaian, ini kegagalan yang tidak boleh dibiarkan,” tegas Indra, Ketua DPD Tani Merdeka Bungo.

Baca Juga: Penemuan Mayat Pria 63 Tahun Membusuk di Rumah, Polisi Sebut Tidak Ada Tanda Kekerasan

DPD Tani Merdeka Bungo mendesak Kementerian Pertanian untuk melakukan evaluasi menyeluruh, membuka laporan penggunaan anggaran secara transparan, serta menindak semua pihak yang bertanggung jawab atas mandeknya program ini. Kami menolak program yang hanya indah dalam presentasi tetapi hampa di lapangan.

Ketua DPD Tani Merdeka Bungo menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak dapat dibangun dengan retorika. Petani membutuhkan tindakan nyata dan hasl nyata, bukan janji yang terus diulang tanpa realisasi. Kondisi ini makin memperkuat dugaan bahwa Proyek tidak dikelola profesional,Koordinasi antar instansi lemah, Pengawasan konsultan tidak berjalan, Perencanaan lokasi diragukan sejak awal. Proyek yang seharusnya meningkatkan swasembada malah dinilai berubah menjadi beban anggaran yang tidak menghasilkan.

“Kami meminta dengan sangat dengan kementan untuk mengevaluasi program cetak sawah di kab. Bungo” tutupnya.(Ali)

Bupati Monadi Tanam Padi di Kemantan Raya, Serahkan Bantuan Alsintan dan Bibit

Bupati Monadi Tanam Padi di Kemantan Raya, Serahkan Bantuan Alsintan dan Bibit.(mpc)

Kerinci, Merdekapost.com – Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si bersama masyarakat Desa Kemantan Raya Air Hangat Timur melaksanakan kegiatan tanam padi sekaligus menyerahkan bantuan satu unit Alsintan jenis Hidrotiler dan bibit padi kepada kelompok tani setempat, Sabtu (22/11/2025).

Bupati Monadi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci untuk mewujudkan Swasembada Benih 2026. 

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si didampingi Sekda Kerinci Zainal Efendi Desa Kemantan Raya Air Hangat Timur melaksanakan kegiatan tanam padi sekaligus menyerahkan bantuan satu unit Alsintan jenis Hidrotiler Desa Kemantan Raya Air Hangat Timur. Sabtu, 22/11).(mpc) 

Ia meminta para penyuluh pertanian untuk benar-benar mengawal penggunaan bantuan agar berdampak maksimal bagi peningkatan hasil produksi pertanian.

“Pertanian kuat, petani sejahtera,” tegas Bupati Monadi.

Bupati Kerinci Monadi juga menambahkan bahwa keberhasilan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada bantuan alat dan bibit, tetapi juga pada kesungguhan petani dan pendampingan yang intensif dari para penyuluh. 

Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus memperkuat dukungan, mulai dari penyediaan benih unggul, peningkatan alsintan, hingga perbaikan infrastruktur pertanian.

“Kolaborasi antara pemerintah, penyuluh, dan kelompok tani dapat mempercepat peningkatan produksi sehingga target Swasembada Benih 2026 dapat tercapai dan kesejahteraan petani semakin meningkat,”ungkap Monadi.(Adz)

Bupati Monadi Serahkan Bantuan Alsintan dan Tanam Padi Bareng Petani Belui

Kerinci, MP.com – Pemerintah Kabupaten Kerinci kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Bupati Kerinci, Monadi, melakukan penyerahan bantuan berupa mesin Hidrotiller jenis kura-kura dan benih padi kepada para petani di Desa Belui, Kecamatan Depati Tujuh, sekaligus melakukan kegiatan penanaman padi bersama, Rabu (29/10/2025).

Bupati Kerinci, Monadi, menyampaikan bahwa pertanian merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Kerinci, sehingga pemerintah daerah terus mendorong inovasi dan penyediaan sarana-prasarana pertanian yang memadai.

“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani. Pemerintah daerah selalu hadir untuk mendukung kebutuhan petani,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Baca Juga: PDAM Tirta Sakti Kerinci Beri Diskon dan Promo Gratis Pemasangan

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Kerinci, Radium Khalis, Camat Depati Tujuh Indra Hermawan, serta jajaran pemerintahan desa dan para kelompok tani.

Kadis TPH Kerinci, Radium Khalis menambahkan bahwa penyediaan alat mesin pertanian (alsintan) seperti hidrotiller sangat dibutuhkan untuk mempermudah pengolahan lahan, terutama di wilayah pertanian yang masih mengandalkan tenaga manual.

“Dengan alsintan ini, petani bisa lebih efisien dalam bekerja. Waktu pengolahan lahan lebih cepat, sehingga masa tanam dapat berlangsung tepat waktu,” jelasnya.

Baca Juga: Tim Wasev TMMD Kunker ke Kodim 0417 Kerinci, Dansatgas Paparkan Sasaran dan Progres TMMD 126 Secara Rinci

Para petani Desa Belui menyambut baik kehadiran Bupati beserta rombongan serta bantuan yang diberikan. Mereka berharap dukungan pemerintah seperti ini terus berlanjut guna meningkatkan hasil produksi dan pendapatan mereka.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kerinci menegaskan keberpihakan terhadap sektor pertanian sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(adz)

Dipusatkan di Koto Majidin, Kerinci Sekarang Ada Pengembangan Itik Lokal

 

Kerinci, Merdekapost.com – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus memperkuat sektor peternakan rakyat melalui inovasi dan peningkatan kapasitas peternak itik lokal kerinci (Koto Majidin) Senin, (20/10/2025).

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si. secara resmi membuka Pelatihan Sosialisasi Pengembangan Varietas Itik Lokal Kerinci dalam rangka Program Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Peternak Kecamatan dan Desa Tahun Anggaran 2025.

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Koto Majidin, Kecamatan Air Hangat ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kerinci Zainal Effendi, Kepala Dinas Pertanian Radium Halis, serta Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Osra Yandi.

Kedatangan Bupati disambut meriah dengan tarian rebana oleh anak-anak Desa Koto Majidin, sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol semangat masyarakat dalam mendukung pengembangan ekonomi berbasis lokal.

Baca Juga:  

Akses Pertanian Ditingkatkan, Manfaat Nyata Bagi Petani

Dalam kesempatan itu, Bupati Monadi juga menyerahkan alat mesin bajak apung “Kura-Kura” kepada kelompok tani setempat sebagai dukungan nyata pemerintah terhadap modernisasi sarana pertanian.

“Itik Kerinci adalah kekayaan genetik asli daerah yang harus kita kembangkan secara serius. Jika dikelola dengan baik, tetapi juga sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” tegas Bupati Monadi dalam sambutannya.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi, yakni Prof. drh. Fahmida, MP, yang memaparkan strategi pengembangan varietas unggul Itik Kerinci berbasis teknologi pakan dan sistem pemeliharaan modern.

Baca Juga:

Kasdim: Personil Harus dalam Kondisi Prima, Agar Bisa Bekerja Lebih Maksimal

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, Osra Yandi, menyebut bahwa pelatihan ini merupakan langkah awal menuju industrialisasi itik rakyat.

“Selama ini Itik Kerinci dikenal berkualitas, tapi belum dikelola secara terstruktur. Lewat pelatihan ini, kita ingin petani bukan hanya beternak, tapi juga mampu mengelola usaha berbasis hasil turunan seperti telur asin dan daging olahan,” ujarnya.

Baca Juga:  

Sinergi Pemkab Kerinci dengan IAIN Kerinci Menciptakan Pendidikan yang Unggul

Wawako Azhar Jenguk Zaki, Korban Pengeroyokan yang Kepalanya 'Ditusuk' Pakai Kunci

Antusiasme petani setempat pun terlihat jelas. Salah satu peserta pelatihan, Aspriadi, mengaku pelatihan ini sangat dinanti-nantikan.

“Selama ini kami beternak itik hanya ikut-ikutan kebiasaan orang tua. Tidak tahu cara pembibitan yang benar, tidak paham soal pakan yang tepat. Dengan adanya pelatihan ini, kami merasa lebih percaya diri untuk menjadikan itik sebagai usaha utama,” ungkapnya.

Selain itu Sailendra salah seorang petani dan juga peternak itik lokal menambahkan “Apalagi ditambah bantuan mesin bajak, kami merasa pemerintah benar-benar memperhatikan petani kecil seperti kami,” Pungkasnya.(Adz)

Mentan Kirimkan Bantuan 20 Unit Hydroteler untuk Kelompok Tani di Sungai Penuh

Mentan Kirimkan Bantuan 20 Unit Hydroteler untuk Kelompok Tani di Sungai Penuh, Insert: Wali Kota Sungai Penuh Alfin Saat Duduk Bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman. 20 Unit Hydroteler. (Dok)

SUNGAIPENUH, MERDEKAPOST.COM - Pemerintah Kota Sungai Penuh menerima bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) berupa Hidro teller dari Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman.

Hal tersebut dibenarkan Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH, Rabu (15/10/2025).

“Kita telah menyerahkan proposal kepada Kementan saat kunjungan kerja ke Sungai Penuh dan Kerinci beberapa waktu lalu” ujarnya.

Baca Juga:DPC APDESI Kota Sungai Penuh 2025-2030 Resmi Dilantik, Wako Alfin Berharap Apdesi Jadi Pelopor Inovasi Desa

Alfin menyebutkan, bantuan ini merupakan bentuk komitmen Menteri Pertanian berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin menguatkan ketahanan pangan Indonesia yang merata di setiap provinsi.

“Pemberian alat mesin pertanian itu tidak hanya sekadar hadiah namun akan dikontrol atau diawasi secara berkesinambungan oleh Menteri Pertanian. Tujuannya agar bantuan itu digunakan tepat sasaran dan memberikan dampak nyata terhadap petani dan pertumbuhan ekonomi daerah” ujar Wako.

Baca Juga: Satgas TMMD Bangun Sumur Bor Bantu Warga Sungai Jeruang

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Holtikultura Kota Sungai Penuh Armen SP, mengatakan bahwa jumlah Hidro teller yang diterima sebanyak 20 unit. Hidro teller ini diperuntukkan untuk kelompok tani.

“Ya, untuk percepatan tanam dan mengolah hasil pertanian” ungkapnya

Ia menghimbau kepada kelompok yang mendapatkan bantuan Hydroteler dapat dimanfaatkan dengan baik, Tutupnya. (adz)

Dukung Ketahanan Pangan, Pemdes Air Hangat dan Polsek Air Hangat Timur Gelar Tanam Jagung Bersama

Wujud Nayata Dukungan untuk Program Ketahanan Pangan, Pemdes Air Hangat dan Polsek Air Hangat Timur Gelar Tanam Jagung Bersama, Rabu.(adz/mpc)

KERINCI, MERDEKAPOST – Dalam mendukung Program Pemerintah Pusat melalui Ketahanan Pangan Asta Cita, Pemerintah desa Air Hangat Kecamatan Air Hangat Timur (AHT) bersama Polsek Air Hangat Timur, melaksanakan Penanaman Jagung bersama, pada Rabu (08/10/2025).

Kegiatan yang di pusatkan di desa Air Hangat ini, di sambut antusias kelompok tani serta masyarakat setempat dan diikuti langsung oleh Kepala Desa Air Hangat Husrizal, SE.

Melalui Media ini, Kepala Desa Air Hangat, Husrizal, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Polsek Air Hangat Timur dan Camat Air Hangat Timur, yang memilih desa Air Hangat menjadi lokasi penanaman jagung.

Baca Juga: 

Polres Kerinci Gelar Panen Raya Jagung Tahap III di Desa Lolo Kecil

Pemdes Kayu Aro Ambai bersama TNI dan Polri Gelar Tanam Jagung

Kapolres Kerinci dan Jajaran Pantau Langsung Kegiatan Ketahanan Pangan

Walikota Sungai Penuh Pimpin Upacara Pembukaan TMMD ke-126 Kodim 0417/Kerinci, Ini Sasarannya

HUT TNI ke 80, Dandim 0417 Kerinci Pimpin Ziaran ke Makam Pahlawan

“Terima kasih Pak Kapolsek Iptu Kasmar dan Pak Camat yang telah melaksanakan kegiatan program ketahanan pangan Asta Cita Presiden Republik Indonesia lewat penanaman Jagung di desa kami ini,”Ujarnya.

Dilanjutkannya, Pemdes Air Hangat bersama masyarakat mendukung penuh program pemerintah pusat melalui Ketahanan Pangan. 

“Semoga program ketahanan pangan ini bisa meningkatkan produksi Jagung di desa Air Hangat khususnya dan kabupaten Kerinci pada umumnya,”tutupnya.

Tampak Hadir pada kesempatan itu, Camat Air Hangat Timur Edi Ruslan, Kapolsek Air Hangat Timur Iptu Kasmar beserta Personil Polsek AHT, Babin, Pendamping Desa, BPD,  tokoh masyarakat setempat, kelpompok tani serta ibu-ibu PKK .(adz)

Bupati Kerinci Turun Ke Tanco Cek Irigasi yang Tersumbat, Monadi: Dalam Minggu Ini Pihak Balai Akan Lakukan Perbaikan dan Pembersihan

Tanggapi Keluhan Petani 4 Desa Tanco, Bupati Kerinci Monadi turun langsung cek irigasi yang tersumbat. Senin, 29/09/2025.(mpc/adz)

KERINCI, MERDEKAPOST – Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., didampingi jajaran Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, meninjau langsung kondisi saluran irigasi di Kecamatan Tanah Cogok, Danau Kerinci, dan Danau Kerinci Barat, Senin (29/9/2025).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan saluran irigasi berfungsi optimal dalam menunjang produktivitas pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Monadi menyampaikan bahwa pihak Balai Irigasi telah merencanakan perbaikan dan pembersihan saluran dalam waktu dekat. 

BERITA TERKAIT LAINNYA:

Baca Juga: Proyek Jalan Bandara Kerinci Sebabkan Irigasi Tersumbat, Petani Empat Desa Terdampak

Baca Juga: Sawah Warga 4 Desa di Tanco Terbengkalai, Akibat Irigasi Tersumbat Material Proyek Jalan Bandara, Kontraktor dan Pihak Bandara Diam!

Langkah ini diharapkan dapat memperlancar aliran air sehingga sawah masyarakat kembali terairi dengan baik.

“Dalam minggu ini, pihak balai akan melakukan perbaikan serta pembersihan saluran irigasi agar aliran air kembali lancar ke sawah warga,” ujar Monadi.

Selain meninjau irigasi di Tanah Cogok, Bupati juga turun ke Wilayah Pertanian Kecamatan Danau Kerinci Barat, menariknya, saat meninjau wilayah Kecamatan Danau Kerinci Barat, Bupati Monadi juga melakukan survei identifikasi sumber air pertanian. Ia menemukan adanya potensi sumber air yang mengalir dari lereng bukit di Desa Semerap.

Baca Juga: Agar Sawah Bisa Digarap dan Irigasi Lancar, Warga dan Lembaga Adat 4 Desa Desak Kontraktor Jalan Bandara Bangun Box Culvert

“Insyaallah, sumber air ini akan dimanfaatkan dengan membangun saluran irigasi yang bisa mengalirkan air ke sawah masyarakat, khususnya di Kedepatian Semerap dan Desa Tanjung Pauh Hilir,” jelasnya.

Bupati Kerinci Monadi menegaskan, pembangunan serta perbaikan irigasi merupakan bagian dari strategi Pemkab Kerinci dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

Bupati Monadi saat meninjau persawahan warga yang terdampak irigasi tersumbat di wilayah pertanian (sawah) 4 desa Tanco.(adz/mpc)

“Kabupaten Kerinci siap mewujudkan swasembada pangan,” tegas Bupati Monadi menutup keterangannya.

Dalam kegiatan tersebut Bupati juga didampingi beberapa orang Kades, seperti Kades Koto Salak, Koto Iman dan beberapa Kades Tanco lainnya.(adz) 

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs