Angkat Cita Rasa Kopi Lokal, Anugra Andiska Pamerkan Noka Experience di Festival Kerinci

Angkat Cita Rasa Kopi Lokal, Anugra Andiska Pamerkan Noka Experience di Festival Kerinci.(Ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM — Semangat mengembangkan usaha kopi lokal ditunjukkan Anugra Andiska, Ketua Umum HIPMI Kerinci, melalui pembukaan stand usaha kopi Noka Experience dalam ajang Festival Kerinci.

Kehadiran Noka Experience menjadi salah satu upaya memperkenalkan produk kopi sekaligus mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda, khususnya di Kabupaten Kerinci.

Dengan konsep yang mengangkat nuansa tradisional atau gaya orang dahulu, stand Noka Experience menghadirkan suasana yang unik. Atap rumbia dan sentuhan sederhana khas tempo dulu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung festival.

Baca Juga: Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin

Di tengah perkembangan tren kopi modern, konsep tersebut menghadirkan perpaduan antara budaya lokal, suasana klasik, dan kreativitas anak muda dalam mengembangkan bisnis kopi.

Anugra Andiska, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI Kerinci, menunjukkan bahwa generasi muda daerah memiliki peluang besar untuk mengembangkan usaha, memperkenalkan produk unggulan, serta mengambil bagian dalam menggerakkan ekonomi masyarakat.

Melalui Noka Experience, ia turut memperlihatkan bahwa usaha kopi bukan sekadar bisnis minuman, melainkan juga dapat menjadi sarana membangun identitas daerah dan memperkenalkan potensi Kerinci kepada masyarakat luas.

Baca Juga: Hari Ini, Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Dermaga Danau Kerinci Jadi Pusat Perayaan Tradisi

Festival Kerinci pun menjadi momentum bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jaringan, memperkenalkan produk, serta menjalin hubungan dengan sesama pengusaha dan pengunjung.

Kehadiran stand Noka Experience diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda Kerinci agar berani berwirausaha, berinovasi, dan memanfaatkan potensi daerah sebagai peluang usaha yang menjanjikan.

Dengan mengusung nuansa tempo dulu, Noka Experience membawa pesan bahwa kearifan lokal tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman dan dapat menjadi nilai tambah bagi bisnis anak muda Kerinci.(Red)

Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin

Nuansa 'Tempo Doeloe' pada Festival Kerinci, Peserta Kenakan Busana Dahin : Festival Kerinci 2026 bertema “Sekepal Tanah dari Surga dan Negeri Seribu Budaya” dibuka di Dermaga Danau Kerinci, Kamis (22/10/2026), dengan suasana tempo dulu dan pertunjukan budaya. (Istimewa)

MERDEKAPOST.COM, KERINCI - Festival Kerinci 2026 tampil dengan wajah berbeda dan penuh pesona. Mengusung tema “Sekepal Tanah dari Surga dan Negeri Seribu Budaya”, festival yang digelar di Dermaga Danau Kerinci ini dibuka oleh Wakil Gubernur Jambi yang mewakili Gubernur Jambi, Kamis (22/10/2026).

Terpantau, sejak pagi, Dermaga Danau Kerinci telah dipadati warga yang mengenakan busana khas masa lampau.

Para lelaki tampak gagah dengan baju teluk belango, celana komprang, serta destar di kepala. Sementara itu, kaum perempuan tampil anggun dengan kebaya lama, kain songket, dan perhiasan tradisional yang berkilau diterpa cahaya matahari pagi.

Baca Juga: Hari Ini, Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Dermaga Danau Kerinci Jadi Pusat Perayaan Tradisi

Arak-arakan budaya yang membuka rangkaian acara semakin menambah kemegahan suasana. Para penari, pemusik, dan pembawa panji-panji adat melintas di hadapan para hadirin, menampilkan ragam kesenian klasik Kerinci sebagaimana yang dahulu dipertunjukkan dalam helat rakyat.

Irama gendang dan gong bergaung lembut, seakan membangkitkan kenangan akan kejayaan masa silam yang penuh dengan keagungan budaya.

Ketua panitia Festival Kerinci menuturkan, festival budaya ini mengingatkan masyarakat Kerinci pada masa lalu melalui konsep balik kudahin atau kembali ke masa tempo dulu. Konsep tersebut sengaja diangkat untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan leluhur.

“Kita ingin mengingatkan generasi muda bahwa adat bukan sekadar cerita. Ia adalah identitas yang harus dirawat dan dirayakan,” ujarnya.

Ia mengatakan, tema festival tahun ini adalah “Sekepal Tanah dari Surga dan Negeri Seribu Budaya”.

Penampilan Sike Rebana Kerinci menyemarakkan acara pembukaan Festifal budaya Kerinci.(Ist)

Tak hanya peserta, para pedagang kecil di sekitar arena juga turut menyesuaikan diri dengan mengenakan busana jadul. Mereka menjajakan makanan tradisional, seperti lemang, tapai, lopis, serta kopi Kerinci yang harum.

Stand-stand yang dibangun di area festival juga mengusung nuansa bangunan tempo dulu.

Banyak pengunjung menyebut festival tahun ini sebagai salah satu yang paling berkesan karena menghadirkan pengalaman budaya yang kuat dan menyentuh.

Hingga menjelang senja, keramaian tidak kunjung surut. Cahaya lampu yang temaram berpadu dengan pakaian klasik para pengunjung, menjadikan Festival Kerinci tahun ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan perjalanan kembali ke masa lampau yang menawan.(*)

Hari Ini, Festival Budaya Kerinci 2026 Dibuka, Dermaga Danau Kerinci Jadi Pusat Perayaan Tradisi

KERINCI – Kabupaten Kerinci bersiap menyambut kemeriahan Festival Budaya Kerinci 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai Kamis, 22 Oktober hingga Minggu, 25 Oktober 2026, di kawasan Dermaga Danau Kerinci.

Mengusung tema “Sekepal Tanah Surga, Negeri Seribu Budaya”, festival ini menjadi ajang untuk memperkenalkan kekayaan tradisi, seni, kuliner, serta kearifan lokal yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Kerinci.

Masyarakat diajak hadir bersama keluarga dan sahabat untuk menyaksikan beragam pertunjukan sekaligus mengenal lebih dekat warisan budaya leluhur yang masih terjaga di tengah kehidupan masyarakat.

Festival Budaya Kerinci 2026 juga menjadi kesempatan untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah serta memperkenalkan potensi pariwisata Kerinci kepada masyarakat luas.

Hadirkan Beragam Atraksi Seni dan Budaya

Selama empat hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhkan berbagai kegiatan yang menampilkan keunikan budaya Kerinci. Sejumlah agenda yang dijadwalkan dalam festival ini meliputi Pameran Budaya Kerinci, Balei Dahin Kerinci, Kerinci Dimunarai, Atraksi Seni dan Budaya Kerinci, serta Pameran Benda Budaya Kerinci.

Selain itu, terdapat kegiatan yang mengangkat kekayaan kuliner dan kreativitas masyarakat, seperti Lomba Membuat Kopi Telur, Mewarnai Budaya, Kuliner Dahin Kerinci, Kerinci Blagu, dan Kerinci Bakaritah.

Festival ini juga menghadirkan kegiatan tradisional yang menjadi daya tarik tersendiri, yakni Pacu Biduk dan Rentak Busamo.

Dua pertunjukan khusus yang turut diperkenalkan dalam agenda acara adalah Rentak Busamo Kudo Kelabu dan Rentak Busamo Kudo Ping. Kehadiran atraksi tersebut diharapkan menambah semarak festival sekaligus memperlihatkan keberagaman ekspresi seni dan tradisi masyarakat Kerinci.

Momentum Melestarikan Warisan Leluhur

Festival Budaya Kerinci 2026 tidak sekadar menjadi hiburan bagi masyarakat dan wisatawan. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menjaga keberlangsungan tradisi, memperkuat identitas daerah, serta memberikan kesempatan bagi pelaku seni dan budaya untuk menampilkan karya dan keahlian mereka.

Kekayaan budaya yang diwariskan secara turun-temurun merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat Kerinci. Melalui festival ini, nilai-nilai tradisi diharapkan semakin dikenal dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.

Dengan latar keindahan kawasan Danau Kerinci, festival tersebut juga berpotensi menjadi daya tarik wisata yang mendorong kunjungan wisatawan serta menggerakkan aktivitas pelaku usaha lokal, khususnya di sektor kuliner dan ekonomi kreatif.

Masyarakat pun diajak meramaikan kegiatan ini dan menjadikan festival sebagai momentum untuk menunjukkan kebanggaan terhadap budaya daerah.

“Budaya kito, jati diri kito. Kerinci Negeri Seribu Budaya!”

Festival Budaya Kerinci 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22 sampai 25 Oktober 2026 di Dermaga Danau Kerinci. 

Masyarakat yang ingin menyaksikan rangkaian kegiatannya diimbau mencatat jadwalnya dan mengikuti informasi resmi penyelenggara mengenai agenda setiap hari. (adz)

Bupati Monadi Buka Seleksi Beasiswa Kerinci Cerdas 2026 Cabang Hafidz Al-Qur’an

Bupati Kerinci Monadi membuka Seleksi Beasiswa Kerinci Cerdas Cabang Hafidz Al-Qur’an Tahun 2026 di Kabupaten Kerinci pada Senin (19/10/2026) malam.(Ist) 

KERINCI – Kabar gembira bagi siswa-siswi sekolah di Kabupaten Kerinci. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci membuka Seleksi Beasiswa Kerinci Cerdas Cabang Hafidz Al-Qur’an Tahun 2026.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Kerinci Monadi pada Senin (19/10/2026) malam itu merupakan salah satu bentuk komitmen Pemkab Kerinci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Bupati Monadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara, tenaga pendidik, orang tua, serta semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut.

Ia juga mengungkapkan rasa bangga kepada para peserta yang telah menunjukkan semangat dalam belajar, menghafal, dan mencintai Al-Qur’an.

Baca Juga: Pansel Umumkan Hasil Akhir Seleksi JPT untuk 5 OPD Pemkot Sungai Penuh, Ini Daftarnya!

“Anak-anak sekalian adalah anak-anak pilihan yang telah menunjukkan semangat untuk belajar, menghafal, dan mencintai Al-Qur’an. Kehadiran kalian di sini merupakan sesuatu yang membanggakan, bukan hanya bagi orang tua dan sekolah, tetapi juga bagi Kabupaten Kerinci yang kita cintai,” ujar Monadi.

Ia menegaskan, program Beasiswa Kerinci Cerdas merupakan bentuk perhatian dan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Melalui seleksi cabang hafidz Al-Qur’an, pemerintah daerah ingin memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun karakter yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.

Baca Juga: Hj. Helneti Mesra Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kota Sungai Penuh, PAW Alm. H Dahkir Yahya

Monadi menekankan bahwa generasi muda Kerinci diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat, akhlak mulia, perilaku santun, dan kepedulian terhadap sesama. Menurutnya, kecerdasan harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter agar ilmu yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi kehidupan.

“Kecerdasan tanpa akhlak dapat kehilangan arah. Sebaliknya, ilmu yang disertai iman dan akhlak akan menjadi bekal yang sangat berharga dalam menjalani kehidupan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, seleksi Beasiswa Kerinci Cerdas bukan semata-mata tentang memperoleh beasiswa atau menjadi juara, melainkan bagian dari upaya membangun generasi yang mencintai Al-Qur’an dan menjadikan nilai-nilainya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, pendidikan Al-Qur’an perlu terus diperkuat melalui lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Ia juga berpesan agar setiap anak diberikan kesempatan untuk tumbuh dan berkembang sesuai kemampuannya tanpa dibanding-bandingkan dengan anak lainnya.

Kepada seluruh peserta seleksi, Monadi berpesan agar mereka mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan hati gembira, pikiran tenang, dan semangat tinggi.

Ia meminta peserta tidak merasa takut ataupun rendah diri karena setiap anak memiliki kelebihan dan potensi masing-masing yang harus terus dikembangkan.

“Bagi anak-anak yang memperoleh beasiswa nantinya, jadikanlah kesempatan itu sebagai motivasi untuk belajar lebih giat, meningkatkan hafalan, dan terus memperbaiki akhlak. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Kalian tidak gagal hanya karena belum terpilih hari ini,” pesan Monadi.

Melalui kegiatan Beasiswa Kerinci Cerdas Cabang Hafidz Al-Qur’an Tahun 2026, Pemkab Kerinci berharap terbangun sinergi yang kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat dalam menyiapkan generasi masa depan.(*)

Bupati Monadi, Dandim dan Kapolres Kerinci Hadiri Peletakan Batu Pertama Jembatan Garuda Pasir Jaya

Kerinci – Pembangunan infrastruktur pedesaan di Kabupaten Kerinci terus mendapat perhatian. Bupati Kerinci Monadi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan Jembatan Garuda TNI Angkatan Darat Tahun 2026 di Desa Pasir Jaya, Kecamatan Siulak Mukai, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Kodim 0417/Kerinci tersebut menjadi bagian dari program pembangunan Jembatan Garuda di sembilan lokasi berbeda di Kabupaten Kerinci.

Hadir dalam kegiatan itu Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf. Eko Siswanto, S.Hub.Int., Kapolres Kerinci AKBP Hernawan RY, S.H., S.I.K., M.I.K., serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kerinci, dr. Surmila Apri Yulisa.

Pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program TNI Angkatan Darat yang bertujuan memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan aksesibilitas masyarakat pedesaan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi warga.

Baca Juga:

Gubernur Al Haris Kerahkan 146 Personel Satgas Karhutla Jambi, Fokus Percepat Padamkan Api di Taman Nasional

Ini Sosok Dua Pemodal di Balik Empat Pekerja PETI yang Ditangkap di Bungo

Kuasa Hukum Irawadi Uska Desak Tersangka Baru Kasus Dana Damkar

Bupati Kerinci Monadi menyampaikan bahwa pembangunan jembatan tersebut menjadi langkah penting dalam memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus menunjang berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.

“Kami mengapresiasi sinergi TNI, pemerintah daerah, dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung pembangunan infrastruktur demi kepentingan masyarakat,” ujar Monadi.

Ia berharap pembangunan Jembatan Garuda dapat berjalan lancar dan nantinya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Pasir Jaya dan wilayah sekitarnya.

Menurutnya, keberadaan jembatan yang memadai akan mempermudah akses transportasi warga, memperlancar aktivitas sehari-hari, serta membuka peluang peningkatan perekonomian masyarakat pedesaan.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kerinci, dr. Surmila Apri Yulisa, turut menyambut baik pembangunan Jembatan Garuda yang dilaksanakan melalui program TNI Angkatan Darat tersebut.

Ia menilai pembangunan infrastruktur jembatan sangat penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses transportasi dan menghubungkan wilayah yang memiliki keterbatasan akses penyeberangan.

“Pembangunan jembatan ini tentu sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap kehadiran Jembatan Garuda dapat mempermudah mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, serta memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya,” ungkapnya.

” Pembangunan tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan kualitas dan keselamatan, sehingga jembatan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang dan diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat konektivitas antarwilayah,”tutupnya.(Adz)

65 Lansia di Kabupaten Kerinci Ikuti Prosesi Wisuda, Bupati Monadi Berikan Apresiasi

65 Lansia di Kabupaten Kerinci Ikuti Prosesi Wisuda, Bupati Monadi Berikan Apresiasi

 Merdekapost.com | Kerinci - Sebanyak 65 orang lanjut usia (lansia) mengikuti prosesi wisuda sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan komitmen mereka dalam menimba ilmu serta meningkatkan kualitas hidup di usia senja.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., bersama Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi, Zamhari, S.H., M.H., Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci, Zainal Efendi, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Hermendizal, serta pimpinan DPRD, Surmila Apri Yulisa.

Prosesi wisuda ini menjadi momen istimewa bagi para lansia yang tetap menunjukkan semangat untuk belajar, mengembangkan diri, serta menjalani kehidupan yang lebih aktif dan produktif meskipun telah memasuki usia lanjut.

Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penghargaan terhadap para lansia yang terus berupaya meningkatkan pengetahuan dan menjaga kualitas hidup. Semangat mereka diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa proses belajar tidak mengenal batas usia.

Kehadiran Bupati Kerinci bersama jajaran pemerintah daerah, perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Jambi, serta unsur pimpinan DPRD menunjukkan perhatian terhadap upaya peningkatan kesejahteraan dan pemberdayaan kelompok lanjut usia di Kabupaten Kerinci.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para lansia semakin termotivasi untuk menjalani masa tua dengan penuh semangat, tetap aktif dalam kehidupan sosial, serta menjaga kesehatan dan kebahagiaan bersama keluarga maupun masyarakat.

Wisuda 65 lansia tersebut menjadi pengingat bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus belajar, berkarya, dan meningkatkan kualitas hidup.(ali)

Bupati dan Wabup Kerinci Turun Kesawah, Dorong Pertanian Modern

Kerinci, Merdekapost.com - Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos, M.Si, didampingi Wakil Bupati Kerinci, H. Murison, S.Pd, S.Sos, M.Si, turun langsung ke sawah untuk melaksanakan penanaman padi melalui program Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) bersama ratusan masyarakat yang tergabung dalam Gapoktan Jaya Mandiri Dua, Desa Tebat Ijuk, Kecamatan Depati Tujuh, Senin (5/10/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam mendorong modernisasi sektor pertanian, meningkatkan produktivitas hasil panen, serta memperkuat ketahanan pangan daerah melalui penerapan sistem pertanian yang lebih maju, efektif, dan berkelanjutan.

Baca Juga: Bupati Kerinci Tegaskan Percepatan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK, Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Dengan semangat kebersamaan antara pemerintah dan petani, diharapkan penerapan PM-AAS mampu membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Kerinci sebagai salah satu daerah potensial penghasil komoditas pertanian.

Turut hadir Camat Depati Tujuh Indra Hermawan, S.STP., Ketua Tim Kerja Penyuluh Pertanian Kabupaten Kerinci, Koordinator BPP Kecamatan Depati Tujuh, unsur pimpinan kecamatan, pemerintah desa, serta tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga: Sinergitas Tanpa Batas, Kapolres Kerinci Beri Kejutan HUT ke-81 TNI di Makodim 0417/Kerinci

Bersama Petani, Membangun Pertanian Modern, Mewujudkan Kerinci yang Berdaya Saing, Maju dan Sejahtera.(Ali/Merdekapost.com)

Bupati Kerinci Tegaskan Percepatan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK, Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

Bupati Kerinci Tegaskan Percepatan Tindak Lanjut Rekomendasi BPK, Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik.(Ist)

Kerinci - Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos, M.Si, menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan BPK RI dan hasil pengawasan APIP sebagai langkah nyata memperkuat tata kelola pemerintahan yang tertib, transparan, profesional, dan akuntabel.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi sampai dengan Semester I Tahun 2026 serta Tindak Lanjut Hasil Pengawasan APIP, yang berlangsung di Ruang Pola Lantai II Kantor Bupati Kerinci, Senin (5/10/2026).

Bupati Monadi menekankan bahwa tindak lanjut hasil pemeriksaan merupakan tanggung jawab bersama seluruh kepala perangkat daerah. Setiap rekomendasi harus dituntaskan secara nyata, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem kerja dan mencegah terulangnya temuan yang sama.

“Temuan harus diselesaikan, rekomendasi harus ditindaklanjuti, kelemahan harus diperbaiki, dan kesalahan yang sama jangan sampai terulang kembali,” tegas Bupati Monadi.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci berkomitmen membangun birokrasi yang berintegritas, memperkuat pengawasan internal, serta memastikan pengelolaan keuangan dan aset daerah berjalan sesuai ketentuan, dengan hasil pembangunan dan pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Kerja benar sejak awal, tertib dalam proses, tuntas dalam pertanggungjawaban, dan nyata manfaatnya bagi masyarakat.(Adz)

Wujud Nyata Kepedulian Sosial, Bupati dan Wabup Kerinci Serahkan Bantuan Sosial dari Baznas dan Perumda Tirta Sakti

Bupati Monadi dan Wabup Kerinci Murison Serahkan Bantuan Sosial dari Baznas dan Perumda Tirta Sakti, Bantuan yang diserahkan adalah bentuk kepedulian sosisal dan Program Kerinci Peduli Baznas.(Ist)

Merdekapost.com - Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si, memimpin upacara bendera sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 Perumda Tirta Sakti Kabupaten Kerinci, di Halaman Kantor Bupati Kerinci, Bukit Tengah, Siulak, Senin (5/10/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., Sekda Kerinci Zainal Efendi, SP., M.Si., Direktur Perumda Tirta Sakti Ir. Maya Novefry Handayani, ST., para kepala OPD, jajaran ASN, serta karyawan Perumda Tirta Sakti Kabupaten Kerinci.

Dalam momentum istimewa ini, Bupati Monadi menegaskan pentingnya transformasi pelayanan air minum yang semakin profesional, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Peningkatan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas air menjadi komitmen bersama demi menghadirkan pelayanan yang semakin baik dan berkelanjutan.

Wujud Nyata Kepedulian untuk Masyarakat

  • Rp245 Juta untuk Rehab Rumah warga Miskin (Baznas)

Peringatan HUT ke-36 ini juga diwarnai aksi kepedulian sosial melalui Penyerahan bantuan Program Kerinci Peduli dari Baznas Kabupaten Kerinci untuk rehabilitasi 7 unit rumah tidak layak huni bagi mustahik miskin, dengan total bantuan Rp245 juta. 

  • Rp 15 Juta untuk 3 Panti Asuhan (Perumda Tirta Sakti) 

Penyerahan santunan dari Perumda Tirta Sakti kepada tiga panti asuhan, masing-masing sebesar Rp5 juta, yaitu Panti Asuhan Khairunnas Semerap, Panti Asuhan Muhammadiyah Semurup, dan Panti Asuhan Muhammadiyah Sebukar. Total santunan mencapai Rp15 juta.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur atas perjalanan 36 tahun pengabdian Perumda Tirta Sakti bagi masyarakat Kabupaten Kerinci.

Semoga di usia ke-36, Perumda Tirta Sakti semakin maju, semakin profesional, dan terus memberikan pelayanan air minum yang berkualitas sekaligus memperkuat kepedulian sosial bagi masyarakat.

Dirgahayu ke-36 Perumda Tirta Sakti Kabupaten Kerinci. 

Tirta Sakti Semakin Profesional, Semakin Inovatif, dan Semakin Dekat Melayani Masyarakat.(Adz)

Semangat Kebersamaan Warnai HUT ke-36 Perumda Tirta Sakti Kerinci

Semangat Kebersamaan Warnai HUT ke-36 Perumda Tirta Sakti Kerinci

Kerinci - Penuh semangat dan kebersamaan. Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si, bersama masyarakat turut memeriahkan HUT ke-36 Perumda Tirta Sakti Kabupaten Kerinci, Minggu (4/10/2026), di Tugu PKK, Jalur Dua Bukit Tengah.

Melalui kegiatan jalan santai, senam bersama, dan pembagian doorprize menarik, peringatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi, membangun pola hidup sehat, serta memperkuat semangat kebersamaan antara pemerintah daerah, Perumda Tirta Sakti, dan masyarakat.

Lebih dari sekadar perayaan hari jadi, momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Kerinci.

Selamat HUT ke-36 Perumda Tirta Sakti Kabupaten Kerinci

Terus berinovasi, tingkatkan pelayanan, dan hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Terus Mengalir untuk Kehidupan. Bersama Mengalirkan Kebaikan.

(Adz/Merdekapost)

Nilam Dibawah Kayu Manis, Peluang Baru untuk Kesejahteraan Petani Kerinci

Nilam Dibawah Kayu Manis, Peluang Baru untuk Kesejahteraan Petani Kerinci.(Ist)

KERINCI - Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., bersama buyer PT Natraco meninjau lokasi uji coba budidaya nilam di wilayah Renah Pemetik, Minggu (4/10/2026).

Melalui konsep penanaman nilam di bawah tegakan kulit manis, petani diharapkan dapat memanfaatkan lahan secara lebih produktif dan memperoleh tambahan penghasilan sembari menunggu masa panen kulit manis.

Potensi besar, peluang semakin terbuka. Sejak 2024, sebanyak 157 petani di Kabupaten Kerinci telah membudidayakan nilam dengan kualitas yang mampu bersaing dengan daerah lain.

Kehadiran buyer PT Natraco juga membuka peluang pemasaran hasil panen secara langsung, sehingga komoditas nilam diharapkan semakin berkembang dan memberikan nilai tambah bagi petani.

Dari lahan produktif, tumbuh harapan baru. Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong diversifikasi komoditas perkebunan sebagai langkah nyata memperkuat ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Bersama membangun pertanian Kerinci yang maju, produktif, dan sejahtera. (Adz)

Bupati Monadi Dorong Nilam Jadi Komoditas Unggulan, Pemkab Siapkan Usulan Indikasi Geografis

Bupati Kerinci Dorong Nilam Jadi Komoditas Unggulan, Pemkab Siapkan Usulan Indikasi Geografis.(Ist)

KERINCI – Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong pengembangan tanaman nilam sebagai salah satu komoditas perkebunan yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan budidaya, peningkatan kualitas hasil olahan hingga perluasan akses pasar.

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci Osra Yandi, S.Pi., M.M., meninjau langsung kegiatan budidaya dan pengolahan nilam di sejumlah wilayah, yakni Desa Tambak Tinggi, Desa Sekungkung, dan Desa Belui Tinggi.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Kerinci turut bersama buyer dari PT Natraco untuk melihat secara langsung kondisi komoditas nilam yang dikembangkan masyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempertemukan potensi produksi daerah dengan kebutuhan pasar.

Peninjauan dilakukan mulai dari proses budidaya tanaman, pengolahan hasil, kualitas produksi hingga peluang pemasaran. Pemerintah daerah juga melihat secara langsung berbagai upaya petani dalam meningkatkan nilai tambah komoditas nilam.

Baca Juga: Gudang Percetakan MKM di Tanjung Pauh Hilir Ludes Terbakar, Kerugian Rp500 Juta Lebih

Kehadiran buyer dari PT Natraco diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara petani dengan pasar. Dengan adanya keterhubungan tersebut, hasil produksi nilam Kerinci diharapkan tidak hanya memiliki kualitas yang baik, tetapi juga memperoleh akses pemasaran yang lebih luas.

Menurut pemerintah daerah, nilam Kerinci memiliki karakteristik dan potensi yang dapat dikembangkan sebagai komoditas bernilai ekonomi. Karena itu, penguatan sektor hulu hingga hilir menjadi bagian penting dalam mendorong pengembangan komoditas tersebut.

Dorong Nilam Kerinci Mendapat Indikasi Geografis

Selain penguatan budidaya dan pemasaran, Pemerintah Kabupaten Kerinci juga menyiapkan langkah untuk memperkuat identitas nilam sebagai produk khas daerah.

Pemkab Kerinci berencana mengusulkan Nilam Kerinci sebagai produk Indikasi Geografis (IG). Langkah tersebut diarahkan untuk memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap produk yang memiliki keterkaitan dengan karakteristik, kualitas maupun reputasinya berdasarkan wilayah asal.

Jika proses tersebut dapat diwujudkan, Indikasi Geografis diharapkan dapat memperkuat identitas Nilam Kerinci sekaligus menjaga kualitas dan reputasinya. Status tersebut juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah serta mendukung perluasan pemasaran produk.

Pengembangan Nilam Kerinci tidak hanya membutuhkan peningkatan produksi, tetapi juga konsistensi dalam menjaga kualitas bahan baku dan hasil pengolahan. Karena itu, keterlibatan petani, pemerintah, pelaku usaha serta pihak pembeli menjadi bagian penting dalam membangun rantai usaha nilam yang berkelanjutan.

Baca Juga: Wako Alfin Serahkan Bantuan Alsintan dan Bibit Kopi  

Pemerintah Kabupaten Kerinci mendorong agar pengembangan komoditas tersebut dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari perbaikan teknik budidaya, pengolahan yang memenuhi standar, hingga penguatan kemitraan dan pemasaran.

Dengan potensi yang dimiliki, Nilam Kerinci diharapkan mampu menjadi salah satu sumber nilai tambah bagi sektor perkebunan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.

Dari lahan petani di Kerinci, komoditas nilam diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas, dengan tetap mempertahankan kualitas serta karakteristik yang menjadi identitas daerah. (Adz)

Inilah 7 Nama yang Lolos Seleksi Administrasi Calon Direksi PDAM Tirta Sakti Kerinci

Inilah 7 Nama yang Lolos Seleksi Administrasi Calon Direksi PDAM Tirta Sakti Kerinci.(adz/mpc)

KERINCI - Panitia Seleksi Pengisian Jabatan Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum atau biasa disebut PDAM Tirta Sakti Kabupaten Kerinci mengumumkan hasil seleksi administrasi bakal calon anggota direksi.

Dalam pengumuman bernomor 08/PANSEL-DIRPERUMDAM-TS/IX/2026, tercatat ada 7 nama yang dinyatakan lulus seleksi administrasi. Pengumuman tersebut diterbitkan berdasarkan Berita Acara Rapat Panitia Seleksi Nomor 07/BA/PANSEL-DIRPERUMDAM-TS/IX/2026 tertanggal 24 September 2026. 

Ketujuh nama yang dinyatakan lulus tersebut yakni:

1. Andi Yalmi

2. Kasmanto

3. Mario Dirgantara

4. Mensediar

5. Sasrir

6. Zairusman

7. Zurial

Panitia menegaskan, urutan nama dalam pengumuman tersebut disusun berdasarkan abjad dan tidak menunjukkan peringkat hasil seleksi administrasi.

Selanjutnya, ketujuh bakal calon tersebut akan mengikuti tahapan Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).

UKK dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni Rabu, 30 September 2026 hingga Kamis, 1 Oktober 2026, mulai pukul 07.30 WIB sampai selesai.

Pelaksanaan UKK bertempat di Lantai 2 Kantor Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi, Jalan Raya Jambi–Ma. Bulian KM 15 Mendalo Indah.

Pada hari pertama, 30 September 2026, peserta akan menjalani psikotes, ujian tertulis keahlian, serta penulisan makalah dan rencana bisnis.

Sementara pada hari kedua, 1 Oktober 2026, tahapan dilanjutkan dengan presentasi makalah dan rencana bisnis serta wawancara.

Untuk penulisan makalah, panitia menetapkan peserta menulis tangan sebanyak 3-4 halaman kertas A4. Materi makalah meliputi masalah, strategi, program prioritas, target, serta rencana implementasi.

Peserta juga dilarang membawa HP/laptop maupun alat elektronik lainnya, buku, referensi atau sejenisnya ke dalam ruang UKK.

Panitia meminta peserta sudah berada di lokasi UKK paling lambat pukul 07.30 WIB, dengan mengenakan pakaian rapi dan sopan. Peserta juga diwajibkan membawa dan menunjukkan KTP elektronik asli saat mengisi daftar hadir.

Adapun biaya transportasi dan akomodasi selama mengikuti UKK menjadi tanggung jawab masing-masing peserta.

Panitia juga menyebut apabila terjadi perubahan jadwal pelaksanaan UKK, informasi akan disampaikan kepada peserta.

Pengumuman tersebut ditandatangani Ketua Panitia Seleksi, Prof. Dr. H. Jafar Ahmad, S.Ag., M.Si, di Siulak pada 25 September 2026. (red)

Di Tengah Duka Keluarga Korban Kebakaran di Bentok, Bupati Monadi Hadir dan Serahkan Bantuan

Merdekapost.com, Kerinci – Di tengah duka akibat musibah kebakaran, Pemerintah Kabupaten Kerinci menunjukkan kepedulian dengan hadir langsung memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kerinci Dedi Andrizal, S.E., M.Si., menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran satu unit rumah di Desa Bentok, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci.

Kebakaran tersebut terjadi pada Sabtu pagi, 19 September 2026. Peristiwa itu mengakibatkan satu unit rumah warga hangus terbakar dan menyebabkan keluarga korban kehilangan tempat tinggal serta sejumlah harta benda.

Baca Juga: Wabup Murison Launching Sekolah Siaga Kependudukan MAN 2 Kerinci

Di tengah kondisi tersebut, Bupati Kerinci Monadi hadir secara langsung pada Rabu (23/9/2026) untuk menyerahkan bantuan sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang tertimpa musibah.

Bupati Kerinci Monadi mengatakan, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah kepada warga.

“Pemerintah harus hadir ketika masyarakat mengalami musibah. Bantuan yang kami berikan mungkin belum bisa mengganti seluruh kerugian yang dialami, tetapi kami berharap dapat sedikit meringankan beban keluarga,” ujar Monadi.

Menurutnya, musibah kebakaran tentu menjadi ujian berat bagi keluarga yang terdampak. Karena itu, ia berharap keluarga korban tetap tabah dan tidak kehilangan semangat untuk kembali bangkit.

Baca Juga: RSUD Mayjen H.A. Thalib Kota Sungai Penuh Gelar Witness dan Handover Alat Kesehatan CT Scan

“Kita turut prihatin atas musibah ini. Semoga keluarga diberikan ketabahan, kekuatan, dan kemudahan dalam menghadapi cobaan ini. Jangan melihat besar kecilnya bantuan, tetapi lihat perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” katanya.

Monadi juga menegaskan bahwa Pemkab Kerinci akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika warga menghadapi kondisi sulit dan membutuhkan dukungan.

“Insyaallah, pemerintah daerah akan terus berusaha memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan keluarga korban dapat segera bangkit kembali,” tutupnya.

Pemkab Kerinci berharap bantuan yang diserahkan dapat sedikit meringankan beban keluarga korban serta menjadi penyemangat untuk kembali menata kehidupan setelah musibah kebakaran.(Adz)

Disparbud Kerinci Jadi Motor Kopi Lokal Menuju Panggung Kopi Dunia

 

Disparbud Kerinci Jadi Motor Kopi Lokal Menuju Panggung Kopi Dunia.(MPC)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Festival Kopi Kerinci 2026 resmi berakhir pada Minggu (20/9/2026) Kemarin. Setelah berlangsung selama dua hari di Lapangan M10 Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, kegiatan yang mengangkat potensi kopi lokal tersebut ditutup oleh Bupati Kerinci.

Mengusung tema “Kopi Kerinci Tanah Surga Menuju Panggung Kopi Dunia”, festival ini tidak hanya menghadirkan berbagai kegiatan bagi pencinta kopi, tetapi juga mempertemukan petani, pelaku usaha, barista, komunitas kopi, UMKM dan sejumlah pemangku kepentingan.

Hari terakhir festival diisi dengan sejumlah agenda yang membawa peserta lebih dekat pada proses produksi dan penilaian kualitas kopi.

Baca Juga: Bupati Monadi Apresiasi Antusiasme Masyarakat pada Festival Kopi Kerinci 2026, Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Dunia

Salah satunya adalah field trip kebun kopi, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat langsung perkebunan serta mengenal proses awal produksi kopi dari petani.

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan perjalanan kopi Kerinci, mulai dari kebun hingga siap diolah dan disajikan kepada konsumen.

Selain itu, kompetisi cup tester turut memeriahkan rangkaian penutupan. Kompetisi ini menguji kemampuan peserta dalam mengenali karakter dan cita rasa kopi, sekaligus memperkenalkan aspek penilaian kualitas dalam industri kopi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian apresiasi kepada pelaku industri kopi serta penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai kompetisi yang digelar selama festival.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap keterlibatan para pelaku kopi dalam menyukseskan Festival Kopi Kerinci 2026.

Baca Juga: Kerinci Bukan Ruang Ekspansi PETI: Jangan Biarkan Tambang Ilegal Mengakar di Tanah Sakti

Dengan berakhirnya kegiatan, festival ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperluas jejaring, memperkenalkan potensi kopi Kerinci dan mendorong pengembangan komoditas kopi agar memiliki nilai tambah.

Kopi Kerinci sendiri menjadi salah satu potensi perkebunan yang terus diperkenalkan melalui berbagai kegiatan promosi, edukasi dan pengembangan ekonomi kreatif.

Baca juga: Ini 20 Nama yang Lolos Administrasi Lelang Jabatan di Sungai Penuh 2026, Berebut 5 Jabatan Kepala OPD

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci berupaya mempertemukan potensi lokal dengan pelaku usaha, komunitas dan jaringan industri kopi yang lebih luas.

Dari kawasan Kayu Aro, kopi Kerinci diharapkan semakin dikenal masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Penutupan Festival Kopi Kerinci 2026 menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan selama dua hari sekaligus momentum untuk melanjutkan upaya pengembangan kopi lokal menuju pasar yang lebih luas.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Kerinci, Jambi, menggelar Festival Kopi Kerinci 2026 pada 19-20 September 2026 di Lapangan M10 Kayu Aro.

Festival yang mengusung tema “Kopi Kerinci Tanah Surga Menuju Panggung Kopi Dunia” itu menjadi salah satu upaya memperkenalkan kopi Kerinci sekaligus memperluas jejaring antara petani, pelaku usaha, komunitas, pemerintah dan industri kopi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci Jamal Penta Putra mengatakan, sejumlah pemangku kepentingan dijadwalkan menghadiri pembukaan festival.

Mereka antara lain Gubernur Jambi, jajaran Pemerintah Kabupaten Kerinci, perwakilan Bank Indonesia, Bank Jambi, BNI, BRI, serta Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (ASKI).

Menurut Jamal, keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat membuka peluang kerja sama sekaligus memperkuat posisi kopi Kerinci di pasar yang lebih luas.

Festival juga melibatkan Perkumpulan Penggiat Kopi Jambi, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, komunitas kopi, barista, petani serta pelaku usaha kopi.(Ali)

Bupati Monadi Apresiasi Antusiasme Masyarakat pada Festival Kopi Kerinci 2026, Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Dunia

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., resmi menutup rangkaian Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026, Minggu (20/9/2026). 

Kegiatan yang berlangsung di kawasan M10, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, itu menjadi penutup seluruh rangkaian festival yang mengangkat potensi kopi daerah.

Festival tersebut mempertemukan petani kopi, penggiat, pelaku usaha, pecinta kopi, pelaku UMKM hingga berbagai pihak yang selama ini ikut mendorong perkembangan komoditas kopi di Kabupaten Kerinci.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam acara penutupan. Di antaranya Deputi BI Provinsi Jambi Yudo Wijoseno, Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., anggota DPRD Kerinci, Sekda, Asisten dan Staf Ahli, Ketua GOW, Ketua Persit, Ketua Dharma Wanita, kepala OPD, para camat serta para penggiat kopi.

Nuansa budaya turut mewarnai penutupan festival melalui penampilan Tarian Cerita Kopi yang dibawakan tim kesenian binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci.

Pertunjukan tersebut menggambarkan keterkaitan antara kopi, budaya dan kehidupan masyarakat Kerinci. Kehadiran seni tradisional sekaligus memperkuat identitas daerah dalam festival yang menjadikan kopi sebagai tema utama.

Monadi: Antusiasme Masyarakat Jadi Kekuatan

Bupati Monadi mengaku terharu melihat tingginya antusiasme masyarakat selama Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 berlangsung.

Menurutnya, respons masyarakat menunjukkan bahwa kopi Kerinci memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, bukan hanya sebagai hasil perkebunan, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan ekonomi dan identitas daerah.

“Saya merasa terharu melihat semangat peserta dan masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini. Ini menunjukkan bahwa kopi Kerinci memiliki potensi yang luar biasa dan mendapat dukungan dari masyarakat kita,” ujar Monadi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan festival, mulai dari sponsor, panitia, petani, penggiat kopi, pelaku UMKM hingga para peserta.

Monadi berharap festival tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan kualitas penyelenggaraan yang semakin baik.

“Terima kasih kepada seluruh sponsor dan semua pihak yang telah terlibat. InsyaAllah tahun depan kegiatan ini tetap berkelanjutan dan kita terus dorong agar semakin baik,” katanya.

Kompetisi Kopi Tampilkan Potensi Pelaku Kopi

Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga menghadirkan sejumlah kompetisi yang berkaitan langsung dengan kualitas dan kreativitas dalam dunia perkopian.

Pada kategori Greenbean Arabica, juara pertama diraih Deka Mulia dari Desa Pauh Tinggi. Posisi kedua ditempati Rio Apriadi dari Desa Kersik Tuo dan juara ketiga Busri dari Desa Pauh Tinggi.

Untuk kategori Greenbean Robusta, Deka Mulia dari Desa Pauh Tinggi kembali meraih juara pertama. Juara kedua diraih Idris Hermawan dari Desa Jernih Jaya, sedangkan juara ketiga diraih Santi Ali dari Sungai Penuh.

Monadi saat mempromosikan produk Kopi Lokal Kerinci.(mpc)

Sementara kategori Greenbean Liberika, posisi pertama diraih Adelia dari Jambi. Juara kedua diraih Yani Nurmayani dari Sungai Terap, Tanjung Jabung Barat, dan juara ketiga Martono dari Sarolangun.

Pada lomba Manual Brewing, Frenki keluar sebagai juara pertama, disusul M. Irvan dan Galan Dwi Andika.

Untuk kategori Cup Taster, juara pertama diraih Rahma, juara kedua Frasetiawan dan juara ketiga Zanka Sari.

Sedangkan lomba Hilirisasi Kopi menempatkan G Royal Coffee sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Kopi Datok/Cascara Kerinci dan juara ketiga Rahma Putri.

Bukan Sekadar Festival Tahunan

Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem perkopian di Kerinci secara berkelanjutan.

Pengembangan tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari peningkatan kualitas hasil petani, pengolahan, kreativitas produk, hilirisasi hingga perluasan pemasaran.

Dengan potensi perkebunan dan kekayaan alam yang dimiliki, kopi Kerinci dinilai memiliki ruang yang besar untuk terus dikembangkan sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha sekaligus mendukung perekonomian daerah.

Dari Tanah Surga Kerinci, kopi bukan hanya tentang cita rasa. Di balik setiap bijinya terdapat potensi ekonomi, kreativitas masyarakat dan kekayaan budaya yang terus diperkenalkan ke khalayak luas. (Adz)

Kerinci Bukan Ruang Ekspansi PETI: Jangan Biarkan Tambang Ilegal Mengakar di Tanah Sakti

Kerinci Bukan Ruang Ekspansi PETI: Jangan Biarkan Tambang Ilegal Mengakar di Tanah Sakti Alam Kerinci

Oleh: Iqbal Adi Guna

Bumi Sakti Alam Kerinci sedang menghadapi ancaman ekologis yang tidak boleh lagi dipandang sebagai persoalan biasa. Di balik keindahan bentang alam Kerinci yang selama ini dikenal dengan kekayaan hutan, sungai, dan keanekaragaman hayatinya, kini muncul tekanan baru berupa masuknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Persoalan PETI di Kerinci harus dilihat sebagai ancaman yang sedang memasuki tahap awal. Kerinci bukan wilayah yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan sejarah panjang aktivitas pertambangan emas ilegal berskala besar. Karena itu, masuknya aktivitas PETI ke wilayah Kerinci tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa yang dapat dibiarkan berkembang.

Sebuah persoalan lingkungan tidak selalu dimulai dengan kerusakan besar yang langsung terlihat. Banyak kerusakan ekologis bermula dari aktivitas yang pada awalnya dianggap kecil, kemudian berkembang karena tidak ada upaya pencegahan yang serius. Ketika sebuah aktivitas telah mengubah bentang alam, membuka kawasan hutan, dan mengganggu sistem sungai, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pada hari ini, tetapi juga akan menjadi beban bagi generasi berikutnya.

Aktivitas PETI di wilayah Sungai Penetai, Desa Muara Emat, Kecamatan Batang Merangin, menjadi salah satu gambaran bagaimana tekanan tersebut mulai muncul di wilayah Kerinci. Persoalan ini bukan sesuatu yang baru. Pada November 2022, operasi terpadu Polres Kerinci di aliran Sungai Penetai mengamankan empat orang yang diduga melakukan aktivitas PETI. Sebelumnya, masyarakat juga telah melaporkan adanya alat berat yang masuk menuju kawasan tersebut.

Fakta bahwa aktivitas serupa kembali ditemukan menunjukkan bahwa PETI bukan lagi sekadar kejadian sesaat. Ada ancaman yang harus diperhatikan agar aktivitas tersebut tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar bagi Kerinci.

Kekhawatiran ini semakin besar karena wilayah tersebut berada dalam bentang ekologis Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), kawasan konservasi yang memiliki arti penting tidak hanya bagi Kerinci, tetapi juga bagi dunia.

TNKS merupakan bagian dari Tropical Rainforest Heritage of Sumatra yang ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia sejak 2004. Bersama Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, kawasan ini menjadi salah satu benteng terakhir hutan hujan Sumatra yang memiliki fungsi penting bagi keberlangsungan berbagai spesies dan keseimbangan ekosistem.

Namun, bagi masyarakat Kerinci, TNKS bukan hanya tentang status kawasan konservasi atau pengakuan internasional. TNKS memiliki hubungan langsung dengan kehidupan masyarakat melalui fungsi ekologisnya dalam menjaga sumber air, keseimbangan lingkungan, dan keberlanjutan ruang hidup.

Karena itu, ketika aktivitas PETI masuk ke wilayah yang memiliki fungsi ekologis penting, persoalannya tidak lagi hanya tentang aktivitas pertambangan tanpa izin. Persoalannya adalah bagaimana Kerinci menghadapi tekanan terhadap wilayahnya sendiri.

Data kerusakan menunjukkan bahwa ancaman tersebut bukan sekadar kekhawatiran. Analisis Forest Watch Indonesia (FWI) berdasarkan titik lokasi pertambangan emas di wilayah Batang Merangin menemukan sekitar 105 hektare kawasan hutan taman nasional telah mengalami kerusakan. Mayoritas bukaan tersebut berada di Daerah Aliran Sungai Penetai.

Selain itu, data KKI Warsi berdasarkan citra satelit Sentinel-2 menunjukkan adanya peningkatan bukaan hutan akibat aktivitas pertambangan emas ilegal di kawasan yang tersebar di Kerinci, Merangin, dan Bungo. Luasan tersebut tercatat meningkat dari sekitar 572 hektare pada 2022 menjadi sekitar 699 hektare pada 2023.

Angka tersebut bukan hanya sekadar statistik. Setiap hektare hutan yang terbuka menggambarkan adanya perubahan terhadap kondisi ekologis yang membutuhkan waktu panjang untuk dipulihkan.

Aktivitas PETI juga memberikan dampak terhadap kondisi sungai. Di Sungai Penetai, laporan lapangan menggambarkan adanya pembukaan vegetasi di sekitar sungai, perubahan alur sungai, runtuhnya tebing akibat pengerukan, serta meningkatnya kekeruhan air akibat material lumpur dari aktivitas pertambangan.

Padahal, sungai bukan hanya jalur air yang mengalir dari hulu ke hilir. Sungai merupakan bagian dari sistem kehidupan masyarakat dan menjadi habitat bagi berbagai jenis organisme, termasuk ikan semah yang memiliki nilai ekologis dan budaya bagi masyarakat Kerinci.

Kerusakan lingkungan tidak pernah berhenti pada satu titik. Perubahan yang terjadi di kawasan hulu akan memberikan pengaruh terhadap wilayah di bawahnya. Ketika hutan kehilangan fungsinya dan sungai mengalami tekanan, masyarakat yang bergantung pada lingkungan tersebut menjadi pihak yang akan menerima dampaknya.

Penulis melihat bahwa masuknya aktivitas PETI ke Kerinci harus menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. Kerinci tidak boleh menjadi wilayah yang baru bertindak setelah kerusakan terjadi secara luas.

Dalam perspektif pengelolaan lingkungan, pencegahan merupakan langkah yang jauh lebih penting dibandingkan pemulihan. Sebab, tidak semua kerusakan ekologis dapat dikembalikan seperti kondisi semula.

Sebagai Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Sakti Alam Kerinci (HIMSAK), penulis berpandangan bahwa persoalan PETI di Kerinci harus ditempatkan sebagai persoalan perlindungan wilayah. Kerinci tidak boleh menjadi ruang baru bagi berkembangnya aktivitas yang berpotensi meninggalkan kerusakan ekologis.

Sikap kritis terhadap PETI bukanlah sikap yang ditujukan kepada masyarakat tertentu. Yang menjadi perhatian adalah aktivitas pertambangan ilegal yang masuk ke wilayah Kerinci dan berpotensi memberikan dampak terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat Kerinci.

Sebab, ketika kerusakan terjadi, dampaknya akan tetap berada di Kerinci. Hutan yang terbuka berada di Kerinci, sungai yang terdampak berada di Kerinci, dan masyarakat Kerinci yang akan menghadapi konsekuensinya.

Hari ini kita berbicara untuk mempertahankan Kerinci dari PETI. Bukan karena kita sedang berbicara tentang penolakan terhadap pemanfaatan sumber daya alam, tetapi karena ada batas yang harus dijaga ketika sebuah aktivitas mulai mengancam keberlanjutan wilayah.

Kerinci tidak boleh menunggu sampai kerusakan menjadi luas untuk kemudian bergerak. Banyak persoalan lingkungan menjadi besar karena pada tahap awal dianggap kecil dan dibiarkan berkembang.

Penulis meyakini bahwa menjaga Kerinci bukan hanya tentang mempertahankan hutan dan sungai, tetapi tentang menjaga identitas, ruang hidup, dan masa depan masyarakat Kerinci. Jika hari ini kita membiarkan aktivitas PETI berkembang tanpa sikap yang jelas, maka persoalan tersebut bukan lagi menjadi beban hari ini saja, tetapi akan menjadi warisan masalah bagi generasi Kerinci berikutnya.

Kerinci adalah wilayah yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan sejarah yang harus dijaga. Karena itu, ketika ancaman mulai masuk, maka sikap yang dibutuhkan bukan menunggu, tetapi bertindak sebelum kerusakan menjadi lebih luas.*

*Penulis adalah Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Sakti Alam Kerinci (HIMSAK)

Wako Alfin dan Isteri Nikmati Secangkir Kopi di Festival Kopi Kerinci

Wako Alfin bareng Istefi Menikmati Kopi Kerinci di Tengah Meriahnya Festival Kopi.(Ist) 

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM –  Festival Kopi Kerinci 2026 menjadi ajang promosi kopi lokal. Kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH menghadiri festival tersebut. Ia hadir bersama Ketua TP-PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin.

Festival berlangsung di Lapangan N10 Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Sabtu (19/9/2026).

Kopi Lokal Jadi Perhatian

Sejumlah pejabat dan pelaku usaha turut menghadiri festival. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jambi dan Sumatera Barat.Buka Peta Digital

Perwakilan Kementerian Perkebunan Republik Indonesia juga hadir. Selain itu, perwakilan Gubernur Jambi ikut mengikuti rangkaian kegiatan.

Para bupati dan wali kota turut meramaikan festival. Komunitas pecinta kopi serta masyarakat juga memadati lokasi kegiatan.

Kehadiran Pemkot Sungai Penuh menunjukkan dukungan terhadap sektor pertanian. Kopi menjadi salah satu komoditas unggulan Kerinci dan Sungai Penuh.

Alfin datang bersama Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa. Sekda Kota Sungai Penuh Alpian, SE., MM juga mendampingi Wali Kota.

Alfin Soroti Peluang Petani

Alfin mengapresiasi pelaksanaan Festival Kopi Kerinci 2026. Ia menilai festival tersebut memberi ruang bagi kopi lokal untuk berkembang.

Menurut Alfin, kegiatan itu bukan sekadar ajang promosi. Festival juga membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan pendapatan.

“Festival ini tidak hanya menjadi sarana promosi produk unggulan daerah. Kegiatan ini juga mampu meningkatkan nilai tambah komoditas kopi,” ujar Alfin.

Ia menyebut festival dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Terutama bagi masyarakat dan para petani kopi di daerah.

Dorong Festival Jadi Agenda Tahunan

Alfin berharap Festival Kopi Kerinci terus berlangsung setiap tahun. Ia ingin kegiatan tersebut semakin kuat dan menarik lebih banyak pelaku usaha.Akses Data Demografi

Menurutnya, festival juga dapat memperkuat identitas Kerinci dan Sungai Penuh. Kedua daerah memiliki potensi besar sebagai penghasil kopi berkualitas.

Pengembangan kopi juga dapat berjalan bersama sektor pariwisata. Ekonomi kreatif pun bisa ikut tumbuh melalui kegiatan tersebut.

“Harapannya, kegiatan ini terus berkembang dan memberikan dampak bagi masyarakat,” kata Alfin.

Ia menilai pengembangan kopi dapat memberi manfaat bagi banyak sektor. Mulai dari perkebunan hingga pariwisata dan ekonomi kreatif.

Festival Kopi Kerinci 2026 pun tidak hanya menghadirkan kemeriahan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan kopi lokal kepada pasar yang lebih luas.

Selain itu, festival mempertemukan petani, pelaku usaha, komunitas, dan  pemerintah. Pertemuan tersebut dapat membuka peluang kerja sama baru bagi pengembangan kopi Kerinci.

(Adz/source: indosberita.com)

Dukung Perluasan Lahan Perkebunan Kopi di Kayu Aro, Monadi Bidik Kopi Kerinci Berkualitas

Merdekapost.com - Pemerintah Kabupaten Kerinci terus memperkuat pengembangan komoditas kopi sebagai salah satu sektor strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Langkah tersebut ditandai dengan Tanam Perdana Kopi Arabika Tahun 2026 bersama masyarakat di Desa Jernih Jaya, Kecamatan Gunung Tujuh, Jumat (18/9/2026).

Program yang dilaksanakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci itu merupakan bagian dari perluasan tanaman kopi Arabika dengan dukungan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan.

Pada tahap pertama, penanaman dilakukan di lahan seluas 320 hektare, dari total bantuan perluasan tanaman kopi Arabika seluas 650 hektare pada 2026. Sebanyak 42 kelompok penerima manfaat turut mengikuti kegiatan tersebut secara virtual.

Kegiatan diawali arahan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, S.Si., M.Sc., yang menekankan pentingnya pengembangan dan hilirisasi kopi yang dimulai dari sektor hulu.

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan tersebut. Menurutnya, program perluasan kopi bukan sekadar menambah luas perkebunan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat.

Baca Juga: Dinkes Kerinci Jemput Bola ke Kemenkes RI, Perjuangkan Peningkatan Fasilitas dan Layanan RSUD

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kerinci, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan,” ujar Monadi.

Monadi menilai Kerinci memiliki modal alam yang kuat untuk menghasilkan kopi berkualitas. Selain Arabika, Pemkab Kerinci juga mengembangkan Robusta dan Liberika.

Namun, Bupati menegaskan pengembangan kopi tidak boleh berhenti pada aktivitas menanam.

Pemkab Kerinci mendorong penguatan ekosistem kopi secara menyeluruh, mulai dari bibit berkualitas, budidaya, pemeliharaan, peningkatan kapasitas petani, pengendalian hama dan penyakit, produktivitas, pascapanen, peningkatan mutu, pemasaran hingga pengembangan produk olahan.

Dengan pola tersebut, komoditas kopi diharapkan tidak hanya menghasilkan biji kopi, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Monadi juga menyampaikan aspirasi mengenai dukungan Dana Bagi Hasil (DBH) kopi untuk Kabupaten Kerinci sebagai salah satu upaya memperkuat pengembangan komoditas unggulan daerah.

Sementara itu, Dirjen Perkebunan Heru Tri Widarto menekankan bahwa kualitas produk dan kemampuan membaca pasar menjadi bagian penting dalam pengembangan kopi. Peluang pasar domestik maupun ekspor perlu dimanfaatkan dengan tetap memenuhi standar yang ditetapkan.

Baca Juga: Edi Purwanto Turun ke Lokasi Kebakaran, Upayakan Rumah Khusus Untuk Warga Bungo

Monadi juga berpesan kepada kelompok penerima manfaat agar bantuan pemerintah dijaga dan dimanfaatkan sesuai ketentuan serta petunjuk teknis.

“Petani adalah salah satu kekuatan utama pembangunan Kabupaten Kerinci. Apabila petani sejahtera, ekonomi masyarakat bergerak. Apabila sektor pertanian dan perkebunan berkembang, maka perekonomian daerah juga akan semakin kuat,” tegasnya.

Melalui perluasan 650 hektare tanaman kopi Arabika, Pemkab Kerinci berharap produksi kopi berkualitas terus meningkat dan berdampak terhadap pendapatan petani serta perekonomian daerah.

Lebih jauh, pemerintah daerah ingin menjadikan kopi bukan hanya sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga sebagai identitas, kebanggaan dan salah satu penggerak ekonomi Kabupaten Kerinci.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Irwandri, S.E., M.M., unsur Forkopimda, perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, serta kelompok penerima manfaat bantuan perluasan kopi Arabika.

Dengan tanam perdana ini, Kerinci mulai memperkuat langkah membangun industri kopi terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan petani sebagai aktor utama penggerak ekonomi daerah.(Adz)

Cegah Karhutla, Bupati Monadi Instruksikan Desa Perketat Pengawasan Lahan

KERINCI – Pemerintah Kabupaten Kerinci Langsung mengambil langkah cepat untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bupati Kerinci, Monadi, meminta seluruh jajaran dari tingkat kecamatan hingga desa untuk meningkatkan pengawasan terhadap warga yang membuka lahan.

Instruksi tegas ini tertuang dalam Surat Bupati Kerinci Nomor B-300.2.3-43/BIDANG PK BPBD/IX/2026 bertanggal 5 September 2026. Melalui edaran penting ini, Pemkab Kerinci menekankan tema utama: “Penguatan Penegakan Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.”

Pemkab menyebarkan surat tersebut ke seluruh pelosok Kerinci. Pemerintah ingin memastikan warga memahami bahaya serta larangan membakar lahan, terutama saat daerah menghadapi potensi darurat bencana.

Baca Juga: Sudah 8 Bulan Upah Rp10 Juta Belum Dibayar, Pekerja Proyek RSUD M.H.A. Thalib Minta Kepastian

Bupati Monadi memerintahkan para camat agar mengarahkan seluruh kepala desa dan lurah di wilayah masing-masing. Pemerintah desa wajib menggelar sosialisasi langsung kepada masyarakat mengenai larangan pembukaan lahan menggunakan api.

Selain edukasi, Pemkab Kerinci mendorong aparat desa untuk ronda dan memantau wilayah rawan secara berkala. Pemerintah ingin mendeteksi setiap titik api sedini mungkin sebelum kobaran membesar.

Pendekatan ini membuktikan bahwa pemerintah daerah mengutamakan langkah pencegahan berbasis komunitas (community-based disaster prevention). Jaringan pemerintahan desa yang dekat dengan warga menjadi kunci utama agar imbauan ini sampai dengan cepat dan tepat.

Baca Juga: IKA PMII dan GP Ansor Serahkan Donasi Korban Kebakaran Kemantan, Prof Jafar: Semoga Bisa Membantu Kebutuhan Darurat Keluarga Korban

Langkah konkret Pemkab Kerinci ini merupakan bentuk tindak lanjut atas Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2026. Secara khusus, Pemkab merujuk pada Diktum Kedua Puluh Inpres tersebut untuk memperkuat aturan di tingkat daerah.

Pemerintah menyadari bahwa metode tebas-bakar membawa risiko kehancuran lingkungan yang sangat tinggi. Asap tebal akibat kebakaran tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengganggu kesehatan warga serta melumpuhkan aktivitas ekonomi lokal.

Oleh karena itu, Bupati Monadi meminta para camat dan kepala desa bergerak aktif di lapangan. Mereka tidak boleh sekadar menunggu laporan atau bertindak setelah api membesar.

Baca Juga: Bahaya di Jalan! Satlantas Polres Kerinci Tertibkan Kendaraan ODOL dan Knalpot Brong

Keberhasilan pencegahan karhutla sangat bergantung pada kepedulian masyarakat. Pemkab Kerinci mengimbau seluruh warga agar meninggalkan kebiasaan lama membuka lahan dengan api.

Jika melihat tanda-tanda kemunculan titik api atau aktivitas pembakaran ilegal, warga bisa segera melapor ke pihak desa, kecamatan, atau petugas BPBD terdekat. Kerja sama antara warga dan pemerintah menjadi benteng terkuat dalam melindungi alam Kerinci dari ancaman kebakaran. (Adz/Source: Cuitan.Id)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs