Disparbud Kerinci Jadi Motor Kopi Lokal Menuju Panggung Kopi Dunia

 

Disparbud Kerinci Jadi Motor Kopi Lokal Menuju Panggung Kopi Dunia.(MPC)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM - Festival Kopi Kerinci 2026 resmi berakhir pada Minggu (20/9/2026) Kemarin. Setelah berlangsung selama dua hari di Lapangan M10 Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, kegiatan yang mengangkat potensi kopi lokal tersebut ditutup oleh Bupati Kerinci.

Mengusung tema “Kopi Kerinci Tanah Surga Menuju Panggung Kopi Dunia”, festival ini tidak hanya menghadirkan berbagai kegiatan bagi pencinta kopi, tetapi juga mempertemukan petani, pelaku usaha, barista, komunitas kopi, UMKM dan sejumlah pemangku kepentingan.

Hari terakhir festival diisi dengan sejumlah agenda yang membawa peserta lebih dekat pada proses produksi dan penilaian kualitas kopi.

Baca Juga: Bupati Monadi Apresiasi Antusiasme Masyarakat pada Festival Kopi Kerinci 2026, Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Dunia

Salah satunya adalah field trip kebun kopi, yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat langsung perkebunan serta mengenal proses awal produksi kopi dari petani.

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan perjalanan kopi Kerinci, mulai dari kebun hingga siap diolah dan disajikan kepada konsumen.

Selain itu, kompetisi cup tester turut memeriahkan rangkaian penutupan. Kompetisi ini menguji kemampuan peserta dalam mengenali karakter dan cita rasa kopi, sekaligus memperkenalkan aspek penilaian kualitas dalam industri kopi.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian apresiasi kepada pelaku industri kopi serta penyerahan hadiah kepada para pemenang berbagai kompetisi yang digelar selama festival.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap keterlibatan para pelaku kopi dalam menyukseskan Festival Kopi Kerinci 2026.

Baca Juga: Kerinci Bukan Ruang Ekspansi PETI: Jangan Biarkan Tambang Ilegal Mengakar di Tanah Sakti

Dengan berakhirnya kegiatan, festival ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperluas jejaring, memperkenalkan potensi kopi Kerinci dan mendorong pengembangan komoditas kopi agar memiliki nilai tambah.

Kopi Kerinci sendiri menjadi salah satu potensi perkebunan yang terus diperkenalkan melalui berbagai kegiatan promosi, edukasi dan pengembangan ekonomi kreatif.

Baca juga: Ini 20 Nama yang Lolos Administrasi Lelang Jabatan di Sungai Penuh 2026, Berebut 5 Jabatan Kepala OPD

Melalui festival ini, Pemerintah Kabupaten Kerinci berupaya mempertemukan potensi lokal dengan pelaku usaha, komunitas dan jaringan industri kopi yang lebih luas.

Dari kawasan Kayu Aro, kopi Kerinci diharapkan semakin dikenal masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Penutupan Festival Kopi Kerinci 2026 menjadi penanda berakhirnya rangkaian kegiatan selama dua hari sekaligus momentum untuk melanjutkan upaya pengembangan kopi lokal menuju pasar yang lebih luas.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Kerinci, Jambi, menggelar Festival Kopi Kerinci 2026 pada 19-20 September 2026 di Lapangan M10 Kayu Aro.

Festival yang mengusung tema “Kopi Kerinci Tanah Surga Menuju Panggung Kopi Dunia” itu menjadi salah satu upaya memperkenalkan kopi Kerinci sekaligus memperluas jejaring antara petani, pelaku usaha, komunitas, pemerintah dan industri kopi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci Jamal Penta Putra mengatakan, sejumlah pemangku kepentingan dijadwalkan menghadiri pembukaan festival.

Mereka antara lain Gubernur Jambi, jajaran Pemerintah Kabupaten Kerinci, perwakilan Bank Indonesia, Bank Jambi, BNI, BRI, serta Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (ASKI).

Menurut Jamal, keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat membuka peluang kerja sama sekaligus memperkuat posisi kopi Kerinci di pasar yang lebih luas.

Festival juga melibatkan Perkumpulan Penggiat Kopi Jambi, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, komunitas kopi, barista, petani serta pelaku usaha kopi.(Ali)

Bupati Monadi Apresiasi Antusiasme Masyarakat pada Festival Kopi Kerinci 2026, Dorong Kopi Lokal Tembus Pasar Dunia

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., resmi menutup rangkaian Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026, Minggu (20/9/2026). 

Kegiatan yang berlangsung di kawasan M10, Lindung Jaya, Kecamatan Kayu Aro, itu menjadi penutup seluruh rangkaian festival yang mengangkat potensi kopi daerah.

Festival tersebut mempertemukan petani kopi, penggiat, pelaku usaha, pecinta kopi, pelaku UMKM hingga berbagai pihak yang selama ini ikut mendorong perkembangan komoditas kopi di Kabupaten Kerinci.

Sejumlah pejabat dan tokoh turut hadir dalam acara penutupan. Di antaranya Deputi BI Provinsi Jambi Yudo Wijoseno, Wakil Bupati Kerinci H. Murison, S.Pd., S.Sos., M.Si., Dandim 0417/Kerinci Letkol Inf Eko Siswanto, S.Hub.Int., M.I.P., anggota DPRD Kerinci, Sekda, Asisten dan Staf Ahli, Ketua GOW, Ketua Persit, Ketua Dharma Wanita, kepala OPD, para camat serta para penggiat kopi.

Nuansa budaya turut mewarnai penutupan festival melalui penampilan Tarian Cerita Kopi yang dibawakan tim kesenian binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci.

Pertunjukan tersebut menggambarkan keterkaitan antara kopi, budaya dan kehidupan masyarakat Kerinci. Kehadiran seni tradisional sekaligus memperkuat identitas daerah dalam festival yang menjadikan kopi sebagai tema utama.

Monadi: Antusiasme Masyarakat Jadi Kekuatan

Bupati Monadi mengaku terharu melihat tingginya antusiasme masyarakat selama Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 berlangsung.

Menurutnya, respons masyarakat menunjukkan bahwa kopi Kerinci memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan, bukan hanya sebagai hasil perkebunan, tetapi juga sebagai bagian dari kekuatan ekonomi dan identitas daerah.

“Saya merasa terharu melihat semangat peserta dan masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini. Ini menunjukkan bahwa kopi Kerinci memiliki potensi yang luar biasa dan mendapat dukungan dari masyarakat kita,” ujar Monadi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan festival, mulai dari sponsor, panitia, petani, penggiat kopi, pelaku UMKM hingga para peserta.

Monadi berharap festival tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan kualitas penyelenggaraan yang semakin baik.

“Terima kasih kepada seluruh sponsor dan semua pihak yang telah terlibat. InsyaAllah tahun depan kegiatan ini tetap berkelanjutan dan kita terus dorong agar semakin baik,” katanya.

Kompetisi Kopi Tampilkan Potensi Pelaku Kopi

Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga menghadirkan sejumlah kompetisi yang berkaitan langsung dengan kualitas dan kreativitas dalam dunia perkopian.

Pada kategori Greenbean Arabica, juara pertama diraih Deka Mulia dari Desa Pauh Tinggi. Posisi kedua ditempati Rio Apriadi dari Desa Kersik Tuo dan juara ketiga Busri dari Desa Pauh Tinggi.

Untuk kategori Greenbean Robusta, Deka Mulia dari Desa Pauh Tinggi kembali meraih juara pertama. Juara kedua diraih Idris Hermawan dari Desa Jernih Jaya, sedangkan juara ketiga diraih Santi Ali dari Sungai Penuh.

Monadi saat mempromosikan produk Kopi Lokal Kerinci.(mpc)

Sementara kategori Greenbean Liberika, posisi pertama diraih Adelia dari Jambi. Juara kedua diraih Yani Nurmayani dari Sungai Terap, Tanjung Jabung Barat, dan juara ketiga Martono dari Sarolangun.

Pada lomba Manual Brewing, Frenki keluar sebagai juara pertama, disusul M. Irvan dan Galan Dwi Andika.

Untuk kategori Cup Taster, juara pertama diraih Rahma, juara kedua Frasetiawan dan juara ketiga Zanka Sari.

Sedangkan lomba Hilirisasi Kopi menempatkan G Royal Coffee sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Kopi Datok/Cascara Kerinci dan juara ketiga Rahma Putri.

Bukan Sekadar Festival Tahunan

Festival Kopi Kerinci Tanah Surga 2026 diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem perkopian di Kerinci secara berkelanjutan.

Pengembangan tersebut mencakup berbagai tahapan, mulai dari peningkatan kualitas hasil petani, pengolahan, kreativitas produk, hilirisasi hingga perluasan pemasaran.

Dengan potensi perkebunan dan kekayaan alam yang dimiliki, kopi Kerinci dinilai memiliki ruang yang besar untuk terus dikembangkan sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha sekaligus mendukung perekonomian daerah.

Dari Tanah Surga Kerinci, kopi bukan hanya tentang cita rasa. Di balik setiap bijinya terdapat potensi ekonomi, kreativitas masyarakat dan kekayaan budaya yang terus diperkenalkan ke khalayak luas. (Adz)

Kerinci Bukan Ruang Ekspansi PETI: Jangan Biarkan Tambang Ilegal Mengakar di Tanah Sakti

Kerinci Bukan Ruang Ekspansi PETI: Jangan Biarkan Tambang Ilegal Mengakar di Tanah Sakti Alam Kerinci

Oleh: Iqbal Adi Guna

Bumi Sakti Alam Kerinci sedang menghadapi ancaman ekologis yang tidak boleh lagi dipandang sebagai persoalan biasa. Di balik keindahan bentang alam Kerinci yang selama ini dikenal dengan kekayaan hutan, sungai, dan keanekaragaman hayatinya, kini muncul tekanan baru berupa masuknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).

Persoalan PETI di Kerinci harus dilihat sebagai ancaman yang sedang memasuki tahap awal. Kerinci bukan wilayah yang selama ini dikenal sebagai daerah dengan sejarah panjang aktivitas pertambangan emas ilegal berskala besar. Karena itu, masuknya aktivitas PETI ke wilayah Kerinci tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa yang dapat dibiarkan berkembang.

Sebuah persoalan lingkungan tidak selalu dimulai dengan kerusakan besar yang langsung terlihat. Banyak kerusakan ekologis bermula dari aktivitas yang pada awalnya dianggap kecil, kemudian berkembang karena tidak ada upaya pencegahan yang serius. Ketika sebuah aktivitas telah mengubah bentang alam, membuka kawasan hutan, dan mengganggu sistem sungai, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pada hari ini, tetapi juga akan menjadi beban bagi generasi berikutnya.

Aktivitas PETI di wilayah Sungai Penetai, Desa Muara Emat, Kecamatan Batang Merangin, menjadi salah satu gambaran bagaimana tekanan tersebut mulai muncul di wilayah Kerinci. Persoalan ini bukan sesuatu yang baru. Pada November 2022, operasi terpadu Polres Kerinci di aliran Sungai Penetai mengamankan empat orang yang diduga melakukan aktivitas PETI. Sebelumnya, masyarakat juga telah melaporkan adanya alat berat yang masuk menuju kawasan tersebut.

Fakta bahwa aktivitas serupa kembali ditemukan menunjukkan bahwa PETI bukan lagi sekadar kejadian sesaat. Ada ancaman yang harus diperhatikan agar aktivitas tersebut tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar bagi Kerinci.

Kekhawatiran ini semakin besar karena wilayah tersebut berada dalam bentang ekologis Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), kawasan konservasi yang memiliki arti penting tidak hanya bagi Kerinci, tetapi juga bagi dunia.

TNKS merupakan bagian dari Tropical Rainforest Heritage of Sumatra yang ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia sejak 2004. Bersama Taman Nasional Gunung Leuser dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, kawasan ini menjadi salah satu benteng terakhir hutan hujan Sumatra yang memiliki fungsi penting bagi keberlangsungan berbagai spesies dan keseimbangan ekosistem.

Namun, bagi masyarakat Kerinci, TNKS bukan hanya tentang status kawasan konservasi atau pengakuan internasional. TNKS memiliki hubungan langsung dengan kehidupan masyarakat melalui fungsi ekologisnya dalam menjaga sumber air, keseimbangan lingkungan, dan keberlanjutan ruang hidup.

Karena itu, ketika aktivitas PETI masuk ke wilayah yang memiliki fungsi ekologis penting, persoalannya tidak lagi hanya tentang aktivitas pertambangan tanpa izin. Persoalannya adalah bagaimana Kerinci menghadapi tekanan terhadap wilayahnya sendiri.

Data kerusakan menunjukkan bahwa ancaman tersebut bukan sekadar kekhawatiran. Analisis Forest Watch Indonesia (FWI) berdasarkan titik lokasi pertambangan emas di wilayah Batang Merangin menemukan sekitar 105 hektare kawasan hutan taman nasional telah mengalami kerusakan. Mayoritas bukaan tersebut berada di Daerah Aliran Sungai Penetai.

Selain itu, data KKI Warsi berdasarkan citra satelit Sentinel-2 menunjukkan adanya peningkatan bukaan hutan akibat aktivitas pertambangan emas ilegal di kawasan yang tersebar di Kerinci, Merangin, dan Bungo. Luasan tersebut tercatat meningkat dari sekitar 572 hektare pada 2022 menjadi sekitar 699 hektare pada 2023.

Angka tersebut bukan hanya sekadar statistik. Setiap hektare hutan yang terbuka menggambarkan adanya perubahan terhadap kondisi ekologis yang membutuhkan waktu panjang untuk dipulihkan.

Aktivitas PETI juga memberikan dampak terhadap kondisi sungai. Di Sungai Penetai, laporan lapangan menggambarkan adanya pembukaan vegetasi di sekitar sungai, perubahan alur sungai, runtuhnya tebing akibat pengerukan, serta meningkatnya kekeruhan air akibat material lumpur dari aktivitas pertambangan.

Padahal, sungai bukan hanya jalur air yang mengalir dari hulu ke hilir. Sungai merupakan bagian dari sistem kehidupan masyarakat dan menjadi habitat bagi berbagai jenis organisme, termasuk ikan semah yang memiliki nilai ekologis dan budaya bagi masyarakat Kerinci.

Kerusakan lingkungan tidak pernah berhenti pada satu titik. Perubahan yang terjadi di kawasan hulu akan memberikan pengaruh terhadap wilayah di bawahnya. Ketika hutan kehilangan fungsinya dan sungai mengalami tekanan, masyarakat yang bergantung pada lingkungan tersebut menjadi pihak yang akan menerima dampaknya.

Penulis melihat bahwa masuknya aktivitas PETI ke Kerinci harus menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. Kerinci tidak boleh menjadi wilayah yang baru bertindak setelah kerusakan terjadi secara luas.

Dalam perspektif pengelolaan lingkungan, pencegahan merupakan langkah yang jauh lebih penting dibandingkan pemulihan. Sebab, tidak semua kerusakan ekologis dapat dikembalikan seperti kondisi semula.

Sebagai Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Sakti Alam Kerinci (HIMSAK), penulis berpandangan bahwa persoalan PETI di Kerinci harus ditempatkan sebagai persoalan perlindungan wilayah. Kerinci tidak boleh menjadi ruang baru bagi berkembangnya aktivitas yang berpotensi meninggalkan kerusakan ekologis.

Sikap kritis terhadap PETI bukanlah sikap yang ditujukan kepada masyarakat tertentu. Yang menjadi perhatian adalah aktivitas pertambangan ilegal yang masuk ke wilayah Kerinci dan berpotensi memberikan dampak terhadap lingkungan serta kehidupan masyarakat Kerinci.

Sebab, ketika kerusakan terjadi, dampaknya akan tetap berada di Kerinci. Hutan yang terbuka berada di Kerinci, sungai yang terdampak berada di Kerinci, dan masyarakat Kerinci yang akan menghadapi konsekuensinya.

Hari ini kita berbicara untuk mempertahankan Kerinci dari PETI. Bukan karena kita sedang berbicara tentang penolakan terhadap pemanfaatan sumber daya alam, tetapi karena ada batas yang harus dijaga ketika sebuah aktivitas mulai mengancam keberlanjutan wilayah.

Kerinci tidak boleh menunggu sampai kerusakan menjadi luas untuk kemudian bergerak. Banyak persoalan lingkungan menjadi besar karena pada tahap awal dianggap kecil dan dibiarkan berkembang.

Penulis meyakini bahwa menjaga Kerinci bukan hanya tentang mempertahankan hutan dan sungai, tetapi tentang menjaga identitas, ruang hidup, dan masa depan masyarakat Kerinci. Jika hari ini kita membiarkan aktivitas PETI berkembang tanpa sikap yang jelas, maka persoalan tersebut bukan lagi menjadi beban hari ini saja, tetapi akan menjadi warisan masalah bagi generasi Kerinci berikutnya.

Kerinci adalah wilayah yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan sejarah yang harus dijaga. Karena itu, ketika ancaman mulai masuk, maka sikap yang dibutuhkan bukan menunggu, tetapi bertindak sebelum kerusakan menjadi lebih luas.*

*Penulis adalah Sekretaris Jenderal Himpunan Mahasiswa Sakti Alam Kerinci (HIMSAK)

Wako Alfin dan Isteri Nikmati Secangkir Kopi di Festival Kopi Kerinci

Wako Alfin bareng Istefi Menikmati Kopi Kerinci di Tengah Meriahnya Festival Kopi.(Ist) 

SUNGAI PENUH, MERDEKAPOST.COM –  Festival Kopi Kerinci 2026 menjadi ajang promosi kopi lokal. Kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH menghadiri festival tersebut. Ia hadir bersama Ketua TP-PKK Kota Sungai Penuh Sri Kartini Alfin.

Festival berlangsung di Lapangan N10 Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Sabtu (19/9/2026).

Kopi Lokal Jadi Perhatian

Sejumlah pejabat dan pelaku usaha turut menghadiri festival. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jambi dan Sumatera Barat.Buka Peta Digital

Perwakilan Kementerian Perkebunan Republik Indonesia juga hadir. Selain itu, perwakilan Gubernur Jambi ikut mengikuti rangkaian kegiatan.

Para bupati dan wali kota turut meramaikan festival. Komunitas pecinta kopi serta masyarakat juga memadati lokasi kegiatan.

Kehadiran Pemkot Sungai Penuh menunjukkan dukungan terhadap sektor pertanian. Kopi menjadi salah satu komoditas unggulan Kerinci dan Sungai Penuh.

Alfin datang bersama Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa. Sekda Kota Sungai Penuh Alpian, SE., MM juga mendampingi Wali Kota.

Alfin Soroti Peluang Petani

Alfin mengapresiasi pelaksanaan Festival Kopi Kerinci 2026. Ia menilai festival tersebut memberi ruang bagi kopi lokal untuk berkembang.

Menurut Alfin, kegiatan itu bukan sekadar ajang promosi. Festival juga membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan pendapatan.

“Festival ini tidak hanya menjadi sarana promosi produk unggulan daerah. Kegiatan ini juga mampu meningkatkan nilai tambah komoditas kopi,” ujar Alfin.

Ia menyebut festival dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Terutama bagi masyarakat dan para petani kopi di daerah.

Dorong Festival Jadi Agenda Tahunan

Alfin berharap Festival Kopi Kerinci terus berlangsung setiap tahun. Ia ingin kegiatan tersebut semakin kuat dan menarik lebih banyak pelaku usaha.Akses Data Demografi

Menurutnya, festival juga dapat memperkuat identitas Kerinci dan Sungai Penuh. Kedua daerah memiliki potensi besar sebagai penghasil kopi berkualitas.

Pengembangan kopi juga dapat berjalan bersama sektor pariwisata. Ekonomi kreatif pun bisa ikut tumbuh melalui kegiatan tersebut.

“Harapannya, kegiatan ini terus berkembang dan memberikan dampak bagi masyarakat,” kata Alfin.

Ia menilai pengembangan kopi dapat memberi manfaat bagi banyak sektor. Mulai dari perkebunan hingga pariwisata dan ekonomi kreatif.

Festival Kopi Kerinci 2026 pun tidak hanya menghadirkan kemeriahan. Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan kopi lokal kepada pasar yang lebih luas.

Selain itu, festival mempertemukan petani, pelaku usaha, komunitas, dan  pemerintah. Pertemuan tersebut dapat membuka peluang kerja sama baru bagi pengembangan kopi Kerinci.

(Adz/source: indosberita.com)

Dukung Perluasan Lahan Perkebunan Kopi di Kayu Aro, Monadi Bidik Kopi Kerinci Berkualitas

Merdekapost.com - Pemerintah Kabupaten Kerinci terus memperkuat pengembangan komoditas kopi sebagai salah satu sektor strategis untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Langkah tersebut ditandai dengan Tanam Perdana Kopi Arabika Tahun 2026 bersama masyarakat di Desa Jernih Jaya, Kecamatan Gunung Tujuh, Jumat (18/9/2026).

Program yang dilaksanakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Kerinci itu merupakan bagian dari perluasan tanaman kopi Arabika dengan dukungan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan.

Pada tahap pertama, penanaman dilakukan di lahan seluas 320 hektare, dari total bantuan perluasan tanaman kopi Arabika seluas 650 hektare pada 2026. Sebanyak 42 kelompok penerima manfaat turut mengikuti kegiatan tersebut secara virtual.

Kegiatan diawali arahan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Heru Tri Widarto, S.Si., M.Sc., yang menekankan pentingnya pengembangan dan hilirisasi kopi yang dimulai dari sektor hulu.

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan tersebut. Menurutnya, program perluasan kopi bukan sekadar menambah luas perkebunan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi peningkatan produktivitas dan pendapatan masyarakat.

Baca Juga: Dinkes Kerinci Jemput Bola ke Kemenkes RI, Perjuangkan Peningkatan Fasilitas dan Layanan RSUD

“Atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kerinci, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan,” ujar Monadi.

Monadi menilai Kerinci memiliki modal alam yang kuat untuk menghasilkan kopi berkualitas. Selain Arabika, Pemkab Kerinci juga mengembangkan Robusta dan Liberika.

Namun, Bupati menegaskan pengembangan kopi tidak boleh berhenti pada aktivitas menanam.

Pemkab Kerinci mendorong penguatan ekosistem kopi secara menyeluruh, mulai dari bibit berkualitas, budidaya, pemeliharaan, peningkatan kapasitas petani, pengendalian hama dan penyakit, produktivitas, pascapanen, peningkatan mutu, pemasaran hingga pengembangan produk olahan.

Dengan pola tersebut, komoditas kopi diharapkan tidak hanya menghasilkan biji kopi, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Monadi juga menyampaikan aspirasi mengenai dukungan Dana Bagi Hasil (DBH) kopi untuk Kabupaten Kerinci sebagai salah satu upaya memperkuat pengembangan komoditas unggulan daerah.

Sementara itu, Dirjen Perkebunan Heru Tri Widarto menekankan bahwa kualitas produk dan kemampuan membaca pasar menjadi bagian penting dalam pengembangan kopi. Peluang pasar domestik maupun ekspor perlu dimanfaatkan dengan tetap memenuhi standar yang ditetapkan.

Baca Juga: Edi Purwanto Turun ke Lokasi Kebakaran, Upayakan Rumah Khusus Untuk Warga Bungo

Monadi juga berpesan kepada kelompok penerima manfaat agar bantuan pemerintah dijaga dan dimanfaatkan sesuai ketentuan serta petunjuk teknis.

“Petani adalah salah satu kekuatan utama pembangunan Kabupaten Kerinci. Apabila petani sejahtera, ekonomi masyarakat bergerak. Apabila sektor pertanian dan perkebunan berkembang, maka perekonomian daerah juga akan semakin kuat,” tegasnya.

Melalui perluasan 650 hektare tanaman kopi Arabika, Pemkab Kerinci berharap produksi kopi berkualitas terus meningkat dan berdampak terhadap pendapatan petani serta perekonomian daerah.

Lebih jauh, pemerintah daerah ingin menjadikan kopi bukan hanya sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga sebagai identitas, kebanggaan dan salah satu penggerak ekonomi Kabupaten Kerinci.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Irwandri, S.E., M.M., unsur Forkopimda, perwakilan Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, serta kelompok penerima manfaat bantuan perluasan kopi Arabika.

Dengan tanam perdana ini, Kerinci mulai memperkuat langkah membangun industri kopi terintegrasi dari hulu hingga hilir, dengan petani sebagai aktor utama penggerak ekonomi daerah.(Adz)

Cegah Karhutla, Bupati Monadi Instruksikan Desa Perketat Pengawasan Lahan

KERINCI – Pemerintah Kabupaten Kerinci Langsung mengambil langkah cepat untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bupati Kerinci, Monadi, meminta seluruh jajaran dari tingkat kecamatan hingga desa untuk meningkatkan pengawasan terhadap warga yang membuka lahan.

Instruksi tegas ini tertuang dalam Surat Bupati Kerinci Nomor B-300.2.3-43/BIDANG PK BPBD/IX/2026 bertanggal 5 September 2026. Melalui edaran penting ini, Pemkab Kerinci menekankan tema utama: “Penguatan Penegakan Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan.”

Pemkab menyebarkan surat tersebut ke seluruh pelosok Kerinci. Pemerintah ingin memastikan warga memahami bahaya serta larangan membakar lahan, terutama saat daerah menghadapi potensi darurat bencana.

Baca Juga: Sudah 8 Bulan Upah Rp10 Juta Belum Dibayar, Pekerja Proyek RSUD M.H.A. Thalib Minta Kepastian

Bupati Monadi memerintahkan para camat agar mengarahkan seluruh kepala desa dan lurah di wilayah masing-masing. Pemerintah desa wajib menggelar sosialisasi langsung kepada masyarakat mengenai larangan pembukaan lahan menggunakan api.

Selain edukasi, Pemkab Kerinci mendorong aparat desa untuk ronda dan memantau wilayah rawan secara berkala. Pemerintah ingin mendeteksi setiap titik api sedini mungkin sebelum kobaran membesar.

Pendekatan ini membuktikan bahwa pemerintah daerah mengutamakan langkah pencegahan berbasis komunitas (community-based disaster prevention). Jaringan pemerintahan desa yang dekat dengan warga menjadi kunci utama agar imbauan ini sampai dengan cepat dan tepat.

Baca Juga: IKA PMII dan GP Ansor Serahkan Donasi Korban Kebakaran Kemantan, Prof Jafar: Semoga Bisa Membantu Kebutuhan Darurat Keluarga Korban

Langkah konkret Pemkab Kerinci ini merupakan bentuk tindak lanjut atas Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2026. Secara khusus, Pemkab merujuk pada Diktum Kedua Puluh Inpres tersebut untuk memperkuat aturan di tingkat daerah.

Pemerintah menyadari bahwa metode tebas-bakar membawa risiko kehancuran lingkungan yang sangat tinggi. Asap tebal akibat kebakaran tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengganggu kesehatan warga serta melumpuhkan aktivitas ekonomi lokal.

Oleh karena itu, Bupati Monadi meminta para camat dan kepala desa bergerak aktif di lapangan. Mereka tidak boleh sekadar menunggu laporan atau bertindak setelah api membesar.

Baca Juga: Bahaya di Jalan! Satlantas Polres Kerinci Tertibkan Kendaraan ODOL dan Knalpot Brong

Keberhasilan pencegahan karhutla sangat bergantung pada kepedulian masyarakat. Pemkab Kerinci mengimbau seluruh warga agar meninggalkan kebiasaan lama membuka lahan dengan api.

Jika melihat tanda-tanda kemunculan titik api atau aktivitas pembakaran ilegal, warga bisa segera melapor ke pihak desa, kecamatan, atau petugas BPBD terdekat. Kerja sama antara warga dan pemerintah menjadi benteng terkuat dalam melindungi alam Kerinci dari ancaman kebakaran. (Adz/Source: Cuitan.Id)

Bertahun Berjuang Melawan Kelumpuhan Otak, Gibran Bocah Kerinci Butuh Uluran Tangan dan Kepedulian Pemerintah

Bertahun-tahun Berjuang Melawan Kelumpuhan Otak, Gibran Bocah 9 tahun asal Tanah Cogok Kerinci Butuh Uluran Tangan dan Kepedulian Pemerintah.(Adz)

KERINCI | MERDEKAPOST.COM - Perjuangan Muhammad Gibran, bocah 9 tahun asal Desa Baru Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jambi, untuk mendapatkan pengobatan terus berlanjut. Di tengah kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian dan keterbatasan ekonomi keluarga, kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi Gibran turut dipertanyakan.

Gibran disebut telah mengalami kondisi sakit sejak usia sekitar lima bulan. Saat ini, ia masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Ahmad Mukhtar Bukittinggi, Sumatera Barat, dengan didampingi kedua orang tuanya.

Perjuangan tersebut tidak mudah. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat orang tua Gibran harus berusaha keras memenuhi kebutuhan pengobatan. Bahkan, sejumlah harta benda disebut telah dijual untuk membiayai pengobatan sang anak.

Kondisi ini mendapat perhatian Sopan Sopian, salah seorang aktivis di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh. Ia mempertanyakan kehadiran pemerintah daerah dalam melihat kondisi warganya yang sedang menghadapi situasi sulit.

“Di mana letak kepedulian pemerintah daerah dalam menanggapi keadaan salah satu warga yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah, dalam keadaan ekonomi yang sangat terjepit?” ujar Sopan Sopian.

Ia juga mengingatkan bahwa nilai keadilan sosial sebagaimana tercantum dalam Pancasila semestinya dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Di mana keadilan dan nilai Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia?” katanya.

Sopan berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam dan dapat mengambil langkah sesuai kewenangannya, terutama dalam memastikan keluarga Gibran memperoleh informasi, akses pelayanan kesehatan, serta bantuan yang memang menjadi hak atau dapat diberikan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Ia juga berharap perhatian terhadap Gibran tidak berhenti pada pemberitaan, tetapi dapat menjadi momentum bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama membantu keluarga tersebut.

Sementara itu, keluarga Gibran masih terus berjuang dan berharap anak mereka mendapatkan pengobatan terbaik sesuai kondisi yang dialaminya.

Di tengah perjuangan panjang tersebut, perhatian dan kehadiran pemerintah sangat diharapkan oleh keluarga Gibran.(Adz)

Bupati Monadi Didampingi Camat AHT Hadir Jenguk Korban Kebakaran di Kemantan dan Salurkan Bantuan

Bupati Monadi Didampingi Camat AHT, Dinas Sosial  Hadir Jenguk Korban Kebakaran di Kemantan dan Salurkan Bantuan.(Ist) 

Kerinci, Merdekapost.com — Pemerintah Kabupaten Kerinci hadir dan tunjukkan empati serta rasa kepedulian mendalam terhadap warga yang sedang dilanda musibah

Bupati Monadi didampingi Camat Air Hangat Timur Widya Mayasari, S.STP menjenguk warga yang ditimpa musibah kebakaran di Desa Kemantan Tinggi sekaligus menyerahkan bantuan (03/09/2026)..

Bantuan yang diberikan Bupati Kerinci tersebut berupa semen, atap, serta sejumlah perlengkapan kebutuhan warga, di antaranya kasur, tikar, dan terpal.

Dalam kesempatan itu, Bupati Kerinci juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena Pemerintah Daerah baru dapat hadir setelah beberapa saat pasca kejadian. 

Dirinya menyebut keterlambatan tersebut bukanlah disengaja akan tetapi disebabkan karena adanya satu dan lain hal.

Menurutnya, kehadiran Pemda di tengah masyarakat merupakan salah satu bentuk tanggung jawab pemerintah untuk membantu warga yang sedang mengalami musibah.

Baca Juga: Kebakaran Hebat di Kemantan Kerinci, Rumah dan Harta Benda Habis Terbakar, GP Ansor dan IKA PMII Kerinci Sungai Penuh Gelar Open Donasi

Bupati juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kerinci agar lebih waspada dan tidak lalai terhadap potensi kebakaran. Masyarakat diminta memperhatikan kondisi rumah serta berbagai sumber yang dapat memicu terjadinya kebakaran.

“Jangan sampai kita lalai. Mari sama-sama meningkatkan kewaspadaan agar kejadian kebakaran tidak kembali terjadi,” pesannya.

Bupati Kerinci berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga dan membantu memenuhi kebutuhan mereka pascamusibah. 

Bupati Monadi dan Toby Arif Munandar selaku anak dari korban (Pemilik Rumah).(ist)

Sementara itu Toby Arif Munandar selaku anak dari Pemilik Rumah atas nama keluarga mengucpkan Terima kasih kepada Bupati Kerinci Bapak Monadi, Ibu Camat Air Hangat Timur, Dinas Sosial, serta Kades Kemantan Tinggi yang telah hadir dan memberikan support kepada keluarganya dalam menghadapi musibah kebakaran yang telah meluluhlantakkan Rumah dan harta benda keluarganya, 

"Terima kasih juga untuk keluarga, sahabat, dan seluruh masyarakat yang telah hadir, membantu, serta mendoakan keluarga kami.

Di tengah kehilangan yang begitu besar, kepedulian tersebut menjadi kekuatan bagi kami untuk bangkit". Ujar Toby

"Kami kehilangan banyak hal, tetapi kami masih memiliki keluarga, doa, dan orang-orang baik yang berdiri bersama kami". Pungkas Toby dengan nada terbata-bata. (Adz)

Daftar Kerusakan Akibat Puting Beliung di Kerinci, Warga Diminta Tetap Waspada!

 

Daftar Kerusakan Akibat Puting Beliung di Kerinci, Sejumlah kerusakan terjadi akibat angin puting beliung menerjang Desa Tangkil, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB(adz/AI)

KERINCI - Sejumlah kerusakan terjadi akibat angin puting beliung menerjang Desa Tangkil, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci, Jambi, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Bencana tersebut menyebabkan sedikitnya empat rumah warga mengalami kerusakan.

Selain merusak rumah, angin kencang juga merobohkan tiga tiang PLN di wilayah Desa Tangkil.

Robohnya tiang listrik berpotensi mengganggu jaringan listrik di sekitar lokasi kejadian.

Warga diimbau tidak mendekati tiang maupun kabel listrik yang roboh untuk menghindari risiko kecelakaan.

Hingga Senin sore, petugas masih melakukan pendataan terhadap dampak angin puting beliung di Desa Tangkil.

Petugas juga melakukan pengecekan terhadap rumah-rumah warga yang terdampak untuk memastikan tingkat kerusakan.

Data sementara mencatat empat rumah mengalami kerusakan dan tiga tiang PLN roboh.

Jumlah tersebut masih dapat berubah setelah proses pendataan dan verifikasi di lapangan selesai dilakukan.

Peristiwa puting beliung ini menjadi pengingat bagi masyarakat Kerinci untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca.

Angin kencang dapat muncul secara tiba-tiba, terutama saat hujan deras melanda wilayah tersebut.

Warga disarankan segera mencari tempat aman ketika hujan deras disertai angin kencang mulai terjadi.

Masyarakat juga diminta menjauhi pohon besar, tiang listrik, serta bangunan yang terlihat tidak kokoh selama cuaca ekstrem.

Khusus di sekitar lokasi tiang listrik roboh, warga diminta tidak menyentuh kabel atau mendekati jaringan listrik sebelum dinyatakan aman oleh petugas.(*) 

Jangan Lewatkan! Pemutihan Pajak Kendaraan, Nunggak Bertahun-tahun Cukup Bayar 1 Tahun

Jangan Lewatkan! Pemutihan Pajak Kendaraan, Nunggak Bertahun-tahun Cukup Bayar 1 Tahun

Kerinci – Dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Pemerintah Provinsi Jambi menghadirkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor dengan berbagai keringanan bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si, Senin (31/8/2026). Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Kerinci untuk memanfaatkan program tersebut sebaik-baiknya, khususnya bagi pemilik kendaraan yang masih memiliki tunggakan pajak.

“Program pemutihan ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyelesaikan kewajiban pajak kendaraan dengan berbagai bentuk relaksasi dan pembebasan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati Kerinci Monadi menyampaikan bahwa salah satu keringanan yang menjadi perhatian dalam program tersebut adalah ketentuan “berapa tahun pun tunggakannya, cukup bayar 1 tahun”.

Dengan adanya kebijakan tersebut, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan untuk menyelesaikan kewajiban pajak sekaligus kembali tertib dalam administrasi kendaraan bermotor.

Orang nomor satu di Kabupaten Kerinci itu menjelaskan, Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor berlaku mulai 18 Agustus hingga 30 September 2026.

“Jangan menunda kesempatan ini dan segera manfaatkan program sebelum masa berlakunya berakhir. Mari jadikan semangat kemerdekaan sebagai momentum untuk semakin tertib, taat, dan bertanggung jawab dalam memenuhi kewajiban sebagai warga negara,” ungkapnya.

Menurut Monadi, dengan membayar pajak kendaraan, masyarakat tidak hanya menyelesaikan kewajiban administrasi, tetapi juga turut memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

“Bayar pajaknya, tertib administrasinya, dan dukung pembangunan Jambi serta Kabupaten Kerinci.”pungkasnya.(adz)

Isi Kemerdekaan dengan Aksi Nyata, Bupati Monadi Pimpin Warga Bersihkan Sungai Siulak Mukai

KERINCI - Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan dengan aksi nyata. 

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si, turun langsung bersama masyarakat melaksanakan aksi bersih sungai di wilayah Kecamatan Siulak Mukai, Senin (24/8/2026).

Dengan semangat gotong royong, Bupati Monadi bersama Kadis Lingkungan Hidup Neneng Susanti, S.Hut., M.Si., Camat Siulak Mukai, unsur Forkopimcam, pemerintah desa, dan masyarakat bahu-membahu membersihkan sungai.

Karena kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang mengisi kemerdekaan dengan kepedulian dan aksi nyata untuk daerah dan lingkungan.

Mari jaga sungai, jaga lingkungan, dan terus hidupkan semangat gotong royong demi Kerinci yang bersih, sehat, dan nyaman.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.(Adz)

Momen HUT RI ke-81, Aksi Pembersihan Sampah Jalur Pendakian Gunung Tujuh, 580 Kilogram Sampah Terkumpulkan

KERINCI — Pada Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kerinci di isi dengan kegiatan peduli lingkungan. Sebanyak 150 peserta terlibat dalam aksi bersih-bersih di kawasan pendakian Danau Gunung Tujuh.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Aksi Bersih di 81 Kawasan Konservasi yang di gelar Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB TNKS), Minggu (16/8/2026).

Peserta berasal dari berbagai unsur, mulai dari relawan, mahasiswa hingga anggota Pramuka. Mereka menyusuri jalur pendakian untuk mengumpulkan sampah yang ditemukan di kawasan konservasi tersebut.

Aksi bersih lingkungan itu mencakup area sepanjang sekitar 41,3 kilometer. Dari kegiatan tersebut, peserta berhasil mengumpulkan dan mengangkut sekitar 580 kilogram sampah.

Dari total sampah yang terkumpul, sekitar 30 kilogram di antaranya masih memiliki nilai daur ulang. Sampah tersebut kemudian diserahkan kepada pemulung lokal agar dapat dimanfaatkan kembali.

Penelaah Teknis Kebijakan BB TNKS, Meri Deswita, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menjaga kebersihan kawasan wisata alam sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menciptakan kawasan wisata alam yang bersih sekaligus mengajak masyarakat mencintai lingkungan,” ujar Meri, Senin (17/8/2026).

Sampah Di bawa Turun dari Jalur Pendakian

Meri menjelaskan, sampah yang di kumpulkan peserta di bawa turun dari kawasan pendakian. Selanjutnya, sampah ditimbang dan di pilah sebelum di bawa ke tempat pembuangan akhir.

Dalam kegiatan tersebut, tim juga menemukan sedikitnya delapan kantong plastik berukuran besar yang berisi sampah dari sepanjang jalur pendakian Danau Gunung Tujuh.

Menurut Meri, kegiatan bersih-bersih tidak hanya bertujuan mengurangi sampah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan wisatawan agar lebih bertanggung jawab ketika berada di kawasan konservasi.

Ia mengimbau pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan serta membawa kembali sampah yang di hasilkan selama melakukan aktivitas di kawasan wisata.

“Ini juga menjadi edukasi bagi masyarakat agar mencintai alam dan tidak membuang sampah sembarangan. Dengan begitu, kawasan tetap bersih dan indah,” katanya.

Momentum Kemerdekaan untuk Menjaga Lingkungan

Aksi bersih di kawasan Danau Gunung Tujuh menjadi salah satu cara memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui kegiatan nyata dan semangat gotong royong.(*)

HUT RI ke-81, Kerinci Teguhkan Semangat Persatuan dan Pengabdian

Kerinci - Khidmat dan penuh nasionalisme, Bupati Kerinci Monadi memimpin langsung Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Kantor Bupati Kerinci, Bukit Tengah, Siulak, Minggu (17/8/2026).

Dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, peringatan kemerdekaan menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat tekad bersama dalam membangun Kerinci yang lebih maju, sejahtera, dan berkeadilan.

Suksesnya Paskibraka menjalankan tugas mengibarkan Sang Merah Putih menjadi salah satu momen penuh kebanggaan dalam upacara tahun ini.

Bupati Monadi mengajak seluruh masyarakat Kerinci untuk terus menjaga persatuan, mempererat persaudaraan, serta mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata dan kontribusi terbaik bagi daerah.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia

Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

Kerinci Bersatu, Kerinci Maju

(Adz)

Monadi Tutup Turnamen Bulu Tangkis Bupati Cup III 2026, Ini Juaranya!

KERINCI – Rangkaian Pertandingan Bulu Tangkis Piala Bergilir Bupati Cup III Tahun 2026 resmi berakhir. Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut ditutup secara resmi oleh Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos, M.Si, di Hall Desa Mukai Mudik, Kecamatan Siulak Mukai, Sabtu (15/8/2026).

Penutupan Bupati Cup III Tahun 2026 berlangsung meriah dan penuh keakraban. Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kerinci Zainal Efendi, SP, M.Si, unsur Forkopimda, para kepala OPD, camat, pimpinan BUMD, jajaran Pemerintah Kabupaten Kerinci, serta para peserta dan masyarakat yang menyaksikan jalannya pertandingan.

Pada partai puncak, pertandingan mempertemukan PB Setda Kerinci melawan PB Puskesmas Dapil 2. Laga berlangsung sengit dan menarik dengan kedua tim menampilkan permainan terbaik serta menjunjung tinggi semangat sportivitas.

Setelah melalui pertandingan yang penuh semangat, PB Puskesmas Dapil 2 berhasil keluar sebagai Juara I Bupati Cup III Tahun 2026, sementara PB Setda Kerinci harus puas sebagai runner-up atau Juara II.

Bupati Kerinci Monadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, panitia pelaksana, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Bupati Cup III Tahun 2026 sejak pembukaan hingga pertandingan final.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan turnamen bukan hanya dilihat dari siapa yang menjadi juara, tetapi juga dari terbangunnya semangat kebersamaan, kekompakan dan silaturahmi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kerinci.

“Selamat kepada PB Puskesmas Dapil 2 yang berhasil menjadi juara. Kepada PB Setda Kerinci, juga kami sampaikan apresiasi atas perjuangan dan semangat yang telah ditunjukkan. Yang terpenting dari kegiatan ini adalah kebersamaan, sportivitas dan silaturahmi yang semakin kuat,” ujar Monadi.

Ia berharap kegiatan olahraga seperti Bupati Cup dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. Selain menjadi sarana menjaga kebugaran, kegiatan tersebut dinilai mampu membangun kekompakan dan semangat kerja di antara jajaran Pemerintah Kabupaten Kerinci.

“Semoga kegiatan seperti ini dapat terus kita laksanakan. Dengan tubuh yang sehat, kebersamaan yang kuat dan semangat yang tinggi, kita tentu akan semakin siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Kerinci,” tambahnya.

Dengan berakhirnya pertandingan final sekaligus penutupan oleh Bupati Kerinci, rangkaian Bupati Cup III Tahun 2026 resmi ditutup. Turnamen yang menjadi bagian dari semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut meninggalkan semangat kebersamaan, sportivitas dan kekompakan bagi seluruh keluarga besar Pemerintah Kabupaten Kerinci.

PB Puskesmas Dapil 2 sebagai juara dan PB Setda Kerinci sebagai runner-up menjadi penutup manis perhelatan Bupati Cup III Tahun 2026 yang berlangsung penuh semangat dan kekeluargaan.(Adz/explorenews)

Dua Negeri Beradik Kakak Kompak Torehkan Prestasi! Kerinci dan Sungai Penuh Sabet Apresiasi Kemendagri

Merdekapost.com – Dua daerah bertetangga di Provinsi Jambi, Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat regional Sumatera.

Menariknya, keberhasilan tersebut hadir hampir bersamaan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Republik Indonesia.

Kabupaten Kerinci berhasil meraih Terbaik II dalam ajang apresiasi pemerintah daerah berprestasi regional Sumatera dengan mendapatkan 250 Bedah Rumah.

Sementara itu, Kota Sungai Penuh yang merupakan pemekaran Kabupaten Kerinci juga mendapatkan apresiasi pada kategori Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan, dengan dukungan apresiasi sebesar Rp1,5 miliar dari Kemendagri.

Penghargaan tersebut diterima dalam kegiatan yang digelar di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: Pemkot Sungai Penuh Ucapkan Selamat kepada Kabupaten Kerinci atas Apresiasi Program 3 Juta Rumah

Capaian dua daerah yang secara geografis bertetangga ini menjadi kabar positif bagi masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan program dan kebijakan yang berdampak bagi masyarakat.

Bagi Kabupaten Kerinci, mendapatkan 250 unit bedah rumah predikat Terbaik II menjadi bentuk pengakuan atas kinerja pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.

Sementara bagi Kota Sungai Penuh, apresiasi pada sektor pendidikan memperlihatkan adanya perhatian terhadap peningkatan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan.

Dua Daerah Beradik Kakak, Raih Dua Prestasi

Kerinci dan Sungai Penuh selama ini memiliki hubungan yang sangat erat. Selain berbatasan secara wilayah, masyarakat kedua daerah juga memiliki hubungan sosial, budaya, ekonomi dan pemerintahan yang kuat. Kota Sungai penuh adalah Pemekaran dari Kabupaten Kerinci

Kedekatan tersebut semakin terlihat dari hubungan baik antara kedua kepala daerah. Bupati Kerinci Monadi dan Wali Kota Sungai Penuh Alfin dikenal memiliki hubungan yang akrab, sehingga komunikasi dan silaturahmi antara kedua daerah berjalan dengan baik.

Keharmonisan para pemimpin daerah tetangga ini menjadi energi positif dalam membangun kawasan Kerinci dan Sungai Penuh secara bersama-sama.

Prestasi yang diraih kali ini pun menjadi momentum untuk memperkuat sinergi. Sebab, kemajuan satu daerah pada akhirnya juga memberikan dampak positif bagi daerah tetangga, terutama dalam bidang pelayanan publik, pendidikan, ekonomi, pariwisata dan pembangunan sumber daya manusia.

Baca Juga: 

Presiden Prabowo Sapa 10 Ribu Massa Aksi Damai di GBK, Don Muzakir: Program Rakyat Harus Dijaga dan Dikawal

Jambi Raih Penghargaan Daerah Berprestasi, Dapat Rp 5 Miliar untuk Bedah 250 Rumah

Satu Lagi Prestasi Nasional, Wali Kota Sungai Penuh Terima Penghargaan dan Insentif Rp1,5 Miliar dari Kemendagri

Hadiri Upacara Hari Pramuka dan Jamnas 2026 di Cibubur, Wabup Kerinci Titip Pesan untuk Pramuka Kerinci, Jaga Nama Baik Daerah

Dengan raihan tersebut, masyarakat tentu berharap penghargaan dari pemerintah pusat tidak hanya menjadi sebuah simbol prestasi, tetapi juga mendorong lahirnya program yang semakin nyata dan dirasakan langsung manfaatnya.

Kerinci dan Sungai Penuh boleh berbeda administrasi pemerintahan, namun semangat membangun daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetap dapat berjalan beriringan.

Dua daerah tetangga, dua prestasi, dan satu semangat, membawa nama Kerinci dan Sungai Penuh semakin diperhitungkan di tingkat regional Sumatera.(Editor: Aldie HR /Sumber: explorenews.id)

Dorong Brand Pariwisata yang Berdaya Saing, Disparbud Kerinci Bekali 30 Tour Guide

Bupati Monadi membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Tour Guide yang dilaksanakan oleh Disparbud Kerinci bertempat di Villa Weloza, Kamis (6/8/2026).

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata. Salah satunya melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Tour Guide, yang berlangsung di Villa Weloza, Kamis (6/8/2026).

Bupati Kerinci, Monadi membuka langsung kegiatan tersebut. Sebanyak 30 peserta mengikuti Bimtek Tour Guide yang berasal dari berbagai unsur pariwisata, mulai dari pemandu wisata, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku usaha pariwisata. Hingga masyarakat yang bergerak di sektor pariwisata.

Kegiatan ini menjadi langkah Pemerintah Kabupaten Kerinci, untuk meningkatkan kemampuan para pemandu wisata. Terlebih, kunjungan wisatawan ke Kerinci terus membutuhkan dukungan sumber daya manusia, yang mampu memberikan pelayanan profesional.

Tingkatkan Kompetensi dan Pelayanan Pemandu Wisata

Ketua Panitia Bimtek Tour Guide, Doni Andriatama, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya. Pemerintah Kabupaten Kerinci melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata.

Menurutnya, pemandu wisata memiliki peran penting dalam membangun pengalaman wisatawan selama berada di Kerinci.

Karena itu, pemandu wisata tidak cukup hanya memahami lokasi destinasi. Mereka juga perlu memiliki wawasan luas, kemampuan komunikasi yang baik, pemahaman terhadap budaya lokal. Serta sikap profesional ketika melayani wisatawan.

“Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kerinci. Kita membutuhkan pemandu wisata yang memiliki kompetensi, wawasan, kemampuan komunikasi. Serta sikap profesional sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan,” ujar Doni.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci Jamal Penta menjelaskan, Bimtek tersebut memiliki sejumlah tujuan penting.

Pertama, kegiatan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pemandu wisata sesuai dengan standar pelayanan kepariwisataan.

Kedua, kegiatan ini memperkuat kemampuan komunikasi, pelayanan prima. Serta kemampuan peserta dalam menyampaikan interpretasi, mengenai destinasi wisata.

Ketiga, kegiatan ini mendorong lahirnya pemandu wisata yang profesional, beretika, dan memiliki daya saing.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci juga ingin memperkuat pengembangan destinasi wisata Kerinci. Sebagai bagian dari kawasan strategis pariwisata nasional.

Adapun materi Bimtek mencakup kebijakan pembangunan kepariwisataan, teknik kepemanduan wisata, pelayanan prima. Dan komunikasi efektif, pengelolaan perjalanan wisata, hingga keselamatan wisatawan.

Baca Juga: Bupati Monadi Turun Langsung Pastikan Pelayanan Kesehatan Menjangkau Wilayah Sulit dan Terpencil

Jamal berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan disiplin dan penuh semangat. Dengan demikian, peserta dapat menerapkan ilmu yang mereka peroleh ketika mendampingi wisatawan di berbagai destinasi Kabupaten Kerinci.

“Harapan kami, ilmu yang di peroleh selama Bimtek dapat peserta terapkan. Dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan, dan ikut memajukan sektor pariwisata Kabupaten Kerinci,” kata Jamal.

Bupati Monadi Dorong Kerinci Bangun Brand Pariwisata

Bupati Kerinci Monadi menegaskan bahwa Kerinci harus mampu membangun sekaligus memasarkan brand pariwisata yang memiliki nilai jual dan daya saing.

Menurut Monadi, pemandu wisata memegang peran penting dalam membangun citra tersebut. Sebab, wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga membutuhkan cerita, informasi, pengalaman, dan pelayanan yang berkesan.

Karena itu, Monadi mendorong para tour guide untuk memberikan pelayanan prima serta menyampaikan cerita dan narasi wisata yang menarik.

“Kerinci harus mampu membuat dan menjual brand pariwisata yang memiliki nilai jual dan daya saing yang baik. Hal ini harus mendapat dukungan dari pelaku tour guide melalui pelayanan prima, cerita, dan narasi yang baik,” ungkap Monadi.

Selain itu, Monadi menilai pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi yang kuat. Pemerintah, pelaku usaha pariwisata, masyarakat, serta pihak Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) perlu bergerak bersama.

Menurutnya, masyarakat juga memiliki peran besar dalam membangun cerita tentang pariwisata Kerinci. Cerita lokal, budaya, tradisi, sejarah, serta kekayaan alam dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat daya tarik destinasi.

“Semua pihak harus berkolaborasi. Pemerintah, pelaku usaha pariwisata, TNKS, dan yang tidak kalah penting masyarakat. Harus ikut membuat cerita pariwisata Kerinci yang baik,” ujarnya.

Dorong Event Wisata Berkualitas hingga Perbaikan Akses

Selanjutnya, Monadi mendorong Pemerintah Kabupaten Kerinci dan para pelaku pariwisata untuk menghadirkan event wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Bahkan, menurutnya, Kerinci perlu menggelar event pariwisata secara rutin. Jika memungkinkan. Setiap bulan harus ada agenda wisata, yang mampu menarik wisatawan dari luar daerah.

“Kerinci juga harus mampu melaksanakan event-event pariwisata berkualitas. Kapan perlu, setiap bulan ada event pariwisata,” tegasnya.

Namun, pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada promosi dan event. Pemerintah juga perlu terus membenahi berbagai aspek pendukung. Mulai dari pelayanan, akomodasi, keamanan, kenyamanan wisatawan, hingga sarana dan prasarana publik.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci terus mendorong peningkatan akses menuju Kerinci. Salah satu fokusnya yakni, membuka dan memperkuat akses transportasi udara. Sehingga wisatawan dapat mencapai Kerinci dengan lebih mudah.

Di sisi lain, Monadi juga meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menyusun target pendapatan dari sektor pariwisata. Langkah tersebut penting agar pertumbuhan kunjungan wisatawan juga memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dengan peningkatan kompetensi tour guide, penguatan promosi, penyelenggaraan event berkualitas, kolaborasi lintas sektor. Serta perbaikan infrastruktur dan akses transportasi, Pemerintah Kabupaten Kerinci berharap sektor pariwisata mampu tumbuh lebih kuat.

Pada akhirnya, Kerinci tidak hanya memiliki destinasi wisata yang indah. Tetapi juga mampu menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, aman, nyaman, dan berkesan bagi setiap pengunjung.(Adz)

Bupati Monadi Turun Langsung Pastikan Pelayanan Kesehatan Menjangkau Wilayah Sulit dan Terpencil

KERINCI – Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci terus memperkuat monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan, khususnya di wilayah sulit dan terpencil.

Komitmen tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Kerinci Monadi yang turun ke lapangan bersama jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelayanan kesehatan, Jumat (7/8/2026) lalu.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci H. Hermendizal diwakili Sekretaris Dinas Kesehatan, Iswizal Ismail, SKM., M.Si., yang turut mendampingi Bupati Kerinci.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan pelayanan kesehatan tetap hadir dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat, termasuk warga yang berada di wilayah sulit dijangkau dan terpencil.

Melalui monitoring secara langsung, pemerintah daerah dapat melihat kondisi pelayanan di lapangan, sekaligus mengidentifikasi berbagai kendala maupun kebutuhan yang dihadapi tenaga kesehatan dan masyarakat.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci, Iswizal Ismail, SKM., M.Si., mengatakan monitoring dan evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pelayanan kesehatan di wilayah sulit dan terpencil tetap berjalan secara optimal.

Menurutnya, kondisi geografis tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sebaliknya, wilayah yang sulit dijangkau membutuhkan perhatian dan pemantauan lebih intensif agar berbagai kebutuhan kesehatan dapat diketahui dan segera ditindaklanjuti.

“Kami bersama Bapak Bupati turun langsung untuk melihat kondisi pelayanan kesehatan di lapangan. Dari kegiatan ini, kita dapat mengetahui apa saja yang menjadi kendala maupun kebutuhan, sehingga ke depan pelayanan kesehatan di daerah sulit dan terpencil dapat terus kita tingkatkan,” ujar Iswizal.

Ia menambahkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci akan terus melakukan evaluasi secara berkala serta memperkuat koordinasi dengan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan di lapangan.

Hal ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan baik serta masyarakat di seluruh pelosok Kabupaten Kerinci memperoleh akses pelayanan kesehatan yang layak.

Sementara itu, kehadiran langsung Bupati Kerinci dalam monitoring tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap pemerataan pelayanan kesehatan.

Dengan monitoring dan evaluasi secara langsung, diharapkan setiap persoalan yang ditemukan di lapangan dapat ditindaklanjuti dengan tepat, sehingga kualitas pelayanan kesehatan di wilayah sulit dan terpencil terus mengalami peningkatan.(Adz)

Baru Kembali Usai Mengikuti Lemhanas, Bupati Monadi Kembali Turun Cek Perbaikan Infrastruktur Jalan Renah Pemetik

Baru saja Kembali ke Kerinci usai mengikuti Kursus Kepemimpinan Lemhanas, Bupati Monadi bersama Dinas PUPR kembali Turun Cek Perbaikan Infrastruktur Jalan Renah Pemetik-Sungai Kuning. (Adz/mpc)

Kerinci, Merdekapost.com - Komitmen untuk menghadirkan infrastruktur yang lebih baik bagi warga masyarakat Kerinci terus diwujudkan Pemerintah Kabupaten Kerinci.

Bupati Kerinci Monadi yang baru saja kembali ke Kerinci setelah mengikuti Kursus Kepemimpinan di Lemhanas RI tak sabar ingin segera turun langsung melihat progres perbaikan jalan Renah Pemetik Sungai Kuning 

Bupati Kerinci Monadi bersama Dinas PUPR Selasa (28/07) kembali meninjau progres pengerjaan ruas jalan Renah Pemetik guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana, tepat mutu, dan tepat waktu.

"Jalan ini sangat penting, Jalan ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Kerinci, ribuan petani menyandarkan harapan melalui jalan ini". Ungkap Monadi

"Perbaikan jalan ini diharapkan dapat memperlancar akses transportasi masyarakat, meningkatkan konektivitas antarwilayah, serta memberikan dampak positif bagi aktivitas ekonomi dan kesejahteraan warga". Ujar Bupati

Pemerintah Kabupaten Kerinci akan terus mengawal setiap tahapan pembangunan agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.(Adz)

Bupati Monadi Tuntaskan KPPD Lemhannas RI 2026, Perkuat Kualitas Kepemimpinan Strategis untuk Kemajuan Daerah

Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., resmi menyelesaikan program Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (15–28 Juli 2026) ini diikuti oleh 25 kepala daerah terpilih dari seluruh Indonesia.(Ist) 

JAKARTA – Bupati Kerinci, Monadi, S.Sos., M.Si., resmi menyelesaikan program Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) di Jakarta. Penutupan program ini menandai komitmen kuat jajaran kepala daerah dalam memperkuat kualitas kepemimpinan strategis demi percepatan pembangunan dan efisiensi birokrasi di wilayahnya.

​Program bergengsi yang berlangsung pada 15–28 Juli 2026 ini diikuti oleh 25 kepala daerah terpilih dari seluruh Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi strategis antara Lemhannas RI, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) untuk membekali para pimpinan daerah dengan wawasan komprehensif.

​Selama masa pendidikan intensif, Bupati Kerinci dibekali dengan berbagai materi krusial yang dirancang untuk menjawab tantangan disrupsi teknologi serta dinamika tata kelola pemerintahan. Materi utama tersebut mencakup penguatan wawasan kebangsaan, kepemimpinan strategis, tata kelola pemerintahan modern, hingga analisis praktik terbaik (best practices) kebijakan publik.

Penutupan program Kursus Pemantapan Pimpinan Daerah (KPPD) Angkatan III Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (15–28 Juli 2026) ini diikuti oleh 25 kepala daerah terpilih dari seluruh Indonesia.(Ist) 

​Bupati Kerinci, Monadi, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam KPPD Lemhannas RI memberikan fondasi pemikiran yang erat kaitannya dengan tantangan riil pembangunan di daerah. Pembekalan mengenai geopolitik, ketahanan nasional, serta modernisasi birokrasi menjadi modal mendasar untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang inovatif, adaptif, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Kerinci.

​"Pembekalan yang kami terima di Lemhannas RI menjadi pijakan mendasar untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pemahaman mengenai kepemimpinan strategis ini akan langsung diimplementasikan dalam berbagai program prioritas daerah," ujar Monadi dalam keterangan resminya. 

​Implementasi ilmu dan pemantapan kepemimpinan ini diharapkan menjadi stimulus baru untuk mewujudkan visi pembangunan Kerinci Berdaya Saing, Maju, dan Sejahtera. Penyalarasan antara kebijakan daerah yang adaptif dengan strategi pembangunan nasional tersebut juga dinilai menjadi kunci utama dalam mendukung tercapainya cita-cita Indonesia Emas 2045.(adv)

Wabup Murison Cek Langsung Progres Perbaikan Jalan Selampaung–Masgo

KERINCI — Pemerintah Kabupaten Kerinci terus tancap gas membangun infrastruktur hingga ke pelosok desa. Langkah nyata ini terlihat saat Wakil Bupati Kerinci, H. Murison, turun langsung mengecek pengerjaan jalan Selampaung–Masgo pada Sabtu (25/7/2026). Kunjungan ini menyusul peninjauan sebelumnya oleh Bupati Kerinci, Monadi.

Murison hadir bersama Kepala Dinas PUPR Kerinci Ir. Maya Novefri Handayani, Anggota DPRD Fraksi NasDem Masykur, Camat Gunung Raya Azwir, serta Kepala Desa Masgo. Rombongan menyusuri area proyek sambil berbincang langsung dengan para pekerja di lapangan.

Langkah ini mempertegas komitmen duet Monadi–Murison dalam mengawal proyek vital warga Kecamatan Gunung Raya tersebut. Murison meminta tim teknis menjaga mutu pengerjaan agar jalan tidak cepat rusak dan memberi manfaat nyata dalam jangka panjang.

Wabup Murison bersama Kadis PUPR turun langsung cek perbaikan jalan Selampaung-Masgo.(Ist)

Bagi warga setempat, jalan ini menjadi urat nadi perekonomian. Akses yang mulus akan memperlancar distribusi hasil tani, mempermudah mobilitas harian, serta menghidupkan ekonomi antardesa.

“Kami ingin warga desa merasakan langsung dampak pembangunan ini. Transportasi harus makin mudah dan lancar. Makanya, kualitas pekerjaan jadi harga mati supaya manfaatnya bertahan lama,” tegas Murison di lokasi proyek.

Murison menambahkan, Pemkab Kerinci bakal terus membenahi infrastruktur jalan secara bertahap sesuai anggaran daerah, dengan mengutamakan prinsip pemerataan.

Di sisi lain, Kepala Dinas PUPR Kerinci, Maya Novefri Handayani, menyebutkan bahwa pemeliharaan jalan ini bertujuan meningkatkan kenyamanan serta keselamatan para pengguna jalan. Timnya terus mengawasi jalannya proyek agar rampung tepat waktu dan sesuai standar mutu.

Kehadiran anggota DPRD dalam peninjauan ini juga membuktikan keseriusan sinergi antara eksekutif dan legislatif. Aksi cepat Bupati dan Wakil Bupati yang bergantian turun ke lapangan memberi sinyal kuat: Pemkab Kerinci tidak sekadar merancang program di atas kertas, tetapi memastikan manfaatnya benar-benar sampai ke tangan warga. (Red)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs