KERINCI – Musibah kebakaran melanda Gudang Percetakan Muda Karya Mandiri (MKM) di Desa Tanjung Pauh Hilir, Kecamatan Danau Kerinci Barat Kabupaten Kerinci, Kamis (1/10/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Kebakaran tersebut menyisakan duka bagi Owner MKM, Roma Arusty, setelah bangunan gudang beserta berbagai mesin dan peralatan percetakan di dalamnya ludes dilalap api.
Gudang percetakan MKM tersebut berada dalam satu bangunan dengan bekas tempat penggilingan padi milik mertua Roma Arusty. Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun, aktivitas penggilingan padi di lokasi tersebut telah lama tidak beroperasi.
Baca Juga: Kebakaran Hanguskan Satu Bangunan di Deretan Kantor Kades Pasar Baru Sungai Penuh
Di dalam gudang justru terdapat berbagai mesin, alat dan perlengkapan percetakan milik MKM. Bahkan, sekitar satu bulan sebelum kejadian, disebutkan terdapat penambahan barang dan peralatan percetakan dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah.
Seluruh barang dan bangunan gudang tersebut dilaporkan tidak dapat diselamatkan dalam peristiwa kebakaran.
Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp500 juta lebih. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai nilai kerugian maupun penyebab pasti kebakaran.
Tiga Kali Kebakaran
Informasi lain yang dihimpun menyebutkan bahwa kebakaran kali ini bukan kejadian pertama yang terjadi di lokasi tersebut.
Gudang MKM disebut telah mengalami kebakaran sebanyak tiga kali. Dua kejadian sebelumnya dikabarkan terjadi pada siang hari dan berhasil diatasi setelah diketahui adanya dugaan tindakan sengaja membakar.
Kondisi tersebut kemudian memunculkan kecurigaan di tengah masyarakat mengenai penyebab kebakaran yang terjadi pada Kamis malam.
“Wajar saja ada kecurigaan gudang percetakan MKM sengaja dibakar oleh orang tak dikenal,” ungkap sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Namun, dugaan tersebut masih sebatas informasi dan kecurigaan masyarakat. Kepastian mengenai penyebab kebakaran sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan di lapangan.
Tiga Unit Damkar Dikerahkan
Saat malam kejadian, sedikitnya tiga unit mobil pemadam kebakaran terlihat berada di lokasi.
Meskipun petugas tiba ketika bangunan gudang sudah dalam kondisi terbakar hebat, personel pemadam tetap melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api tidak kembali membesar maupun merembet ke bangunan sekitar.
Sejumlah anggota Polres Kerinci juga terlihat berada di lokasi hingga proses pemasangan police line selesai dilakukan.
Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga lokasi agar tetap steril dan memungkinkan proses pemeriksaan lebih lanjut terkait penyebab kebakaran.
Polisi Diminta Usut Tuntas
Munculnya dugaan bahwa kebakaran bukan semata-mata akibat kecelakaan membuat kepolisian diharapkan melakukan penyelidikan secara menyeluruh.
Apalagi, beredar berbagai informasi dan opini di tengah masyarakat mengenai bangunan yang terbakar. Salah satunya menyebut lokasi tersebut sebagai tempat penggilingan padi atau heler.
Padahal, menurut sumber, bangunan tersebut memang merupakan bekas tempat penggilingan padi milik mertua Roma Arusty, namun aktivitas tersebut telah lama berhenti.
Baca Juga: Kapolri Mutasi Pejabat Polri, Irjen Widodo Ditunjuk Jadi Kapolda Jambi, Ini Rekam Jejaknya
“Heler sudah lama tidak beroperasi. Yang ada di situ adalah gudang percetakan MKM, mesin bingkai dan peralatan percetakan,” ungkap sumber.
Karena itu, masyarakat berharap kepolisian tidak hanya memastikan titik awal api, tetapi juga menelusuri seluruh kemungkinan penyebab kebakaran, termasuk apabila ditemukan indikasi adanya unsur kesengajaan.
Hasil penyelidikan kepolisian nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kebakaran Gudang Percetakan MKM serta menjawab berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.(Adz)
