Diduga Kualitas Material Proyek MCK PUPR Sungai Penuh Dipertanyakan, Sejumlah Pekerjaan Disebut Terbengkalai

Diduga Kualitas Material Proyek MCK PUPR Sungai Penuh Dipertanyakan, Sejumlah Pekerjaan Disebut Terbengkalai

 Merdekapost.com | Sungai Penuh - Kualitas material dan spesifikasi teknis proyek pembangunan mandi, cuci, kakus (MCK) atau WC di Kota Sungai Penuh menjadi sorotan. Kondisi bangunan yang terlihat dalam dokumentasi memunculkan pertanyaan mengenai mutu pekerjaan dan kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

Berdasarkan foto yang diterima redaksi, terlihat konstruksi bangunan MCK menggunakan material batako atau beton ringan. Pasangan dinding tampak belum rapi, sementara sejumlah bagian bangunan masih dalam tahap pengerjaan dengan rangka dan penyangga yang terlihat.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian material yang digunakan dengan standar teknis serta spesifikasi dalam kontrak pekerjaan.

Selain persoalan kualitas material, informasi yang dihimpun menyebutkan masih terdapat sejumlah proyek MCK atau WC yang hingga kini belum dilanjutkan dan diduga terbengkalai. Namun, jumlah proyek, nilai anggaran, progres pekerjaan, serta penyebab terhentinya pekerjaan tersebut masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Dugaan Pemotongan Anggaran Perlu Ditelusuri

Muncul pula dugaan di tengah masyarakat mengenai kemungkinan pemotongan anggaran yang dikhawatirkan berdampak terhadap kualitas pekerjaan. Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan perlu ditelusuri melalui dokumen anggaran, kontrak pekerjaan, laporan progres, serta pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang.

Masyarakat berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Sungai Penuh dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai pelaksanaan proyek MCK tersebut, mulai dari penggunaan material, spesifikasi teknis, hingga kendala yang menyebabkan sejumlah pekerjaan belum rampung.

Redaksi Minta Klarifikasi Kabid PUPR

Hingga berita ini disusun, redaksi masih membutuhkan konfirmasi dari pihak PUPR Kota Sungai Penuh, khususnya kepala bidang (Kabid) yang membidangi kegiatan tersebut.

Redaksi berharap Kabid terkait dapat meluangkan waktu untuk memberikan klarifikasi, baik melalui pertemuan tatap muka maupun melalui WhatsApp, guna menjawab sejumlah pertanyaan mengenai kualitas material, pelaksanaan pekerjaan, penggunaan anggaran, dan penyebab proyek yang disebut belum dilanjutkan.

Klarifikasi ini penting agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan berimbang serta tidak menimbulkan kesimpangsiuran terkait pelaksanaan pembangunan fasilitas sanitasi tersebut.

Apabila nantinya ditemukan ketidaksesuaian antara hasil pekerjaan dan spesifikasi kontrak, masyarakat berharap pihak terkait melakukan evaluasi serta mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku.

Transparansi dan pengawasan terhadap proyek pembangunan sangat penting untuk memastikan anggaran pemerintah digunakan sebagaimana mestinya dan menghasilkan fasilitas MCK yang layak, aman, serta bermanfaat bagi masyarakat. (Ali)

Related Postss

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs