Lionel Messi Beri Pesan Menyentuh ke Suporter Jelang Final Copa America vs Kolombia

Selebrasi pemain Timnas Argentina Lionel Messi usai mencetak gol ke gawang Timnas Kanada pada pertandingan semifinal Copa America 2024 di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Rabu (10/7/2024). Foto: AFP

Merdekapost.com - Lionel Messi berikan pesan menyentuh kepada para pendukung Timnas Argentina jelang laga kontra Kolombia di final Copa America 2024. Ia mengatakan keberhasilan La Albiceleste ke final tak lepas dari dukungan suporter.

Partai final Copa America 2024 antara Argentina melawan Kolombia akan tersaji di Stadion Sun Life, Miami, Amerika Serikat, Senin (15/7) pukul 07:00 WIB.

Messi mengucapkan rasa terima kasih mendalam kepada para suporter yang telah memberikan dukungan penuh kepada perjuangan Timnas Argentina menembus partai final kejuaraan sepak bola bergengsi antar Benua Amerika tersebut.

"Laga terakhir Copa America. Sekali lagi kami bisa mencapai akhir, perjuangan yang sangat luar biasa ini tidak mungkin terjadi tanpa kerja keras semua orang. Para suporter yang banyak menonton yang selalu berada di belakang kamera," ujar Messi dikutip dari sportskeeda.

Selebrasi pemain Timnas Argentina usai mencetak gol ke gawang Timnas Kanada pada pertandingan semifinal Copa America 2024 di Stadion MetLife, New Jersey, Amerika Serikat, Rabu (10/7/2024). Foto: AFP
"Terima kasih kepada usaha dan kerja keras semua orang Argentina yang datang untuk mendukung kami jauh-jauh ke Amerika Serikat dan juga kepada mereka yang tak bisa hadir di sini," tambahnya.

Adapun kini suporter Argentina mengharapkan Lionel Messi dan kolega untuk mampu mendulang hasil terbaik laga final kontra Kolombia nanti. Mereka berharap Argentina mampu mengawinkan gelar Piala Dunia 2022 dengan Copa America 2024.(adz/Sumber: Bola)

Media Italia Berani Bilang Timnas Indonesia asuhan STY Hanyalah Pelengkap, Mancini Malah Puji Penampilan Timnas

MERDEKAPOST.COM - Begini pandangan media Italia soal Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong yang akan bersaing di babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. 

Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong berhasil menjadi satu-satunya negara dari Asia Tenggara yang lolos babak kedua kualifikasi Piala Dunia 2026. 

Untuk bisa bertanding di Piala Dunia 2026, masih terdapat jalan panjang yang harus dilalui oleh Timnas Indonesia. Namun bukan berarti tidak mungkin Timnas Indonesia untuk bisa melaju hingga Piala Dunia 2026. 

Untuk bisa melangkah lebih dekat ke Piala Dunia 2026, Timnas Indonesia harus bersaing ketat di Grup C menghadapi Arab Saudi, Jepang, Bahrain, Australia, hingga China. 

Salah satu media Italia mengomentari soal keikutsertaan Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026. Di dalam artikelnya, media Italia, Gazzetta, sebenarnya membahas tentang Roberto Mancini yang kini menjadi pelatih Timnas Arab Saudi. 

Menurut media Italia, Roberto Mancini dinilai akan menghadapi tim-tim kuat di kualifikasi Piala Dunia 2026. 

"Situasinya tidak akan lebih buruk lagi bagi Roberto Mancini," tulis media Italia, seperti dilansir tvOnenews.com. 

"Arab Saudi-nya tergabung dalam grup tersulit, setidaknya di atas kertas, Kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 2026, yang akan diadakan antara Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada," lanjutnya. Arab Saudi memang akan menghadapi tim yang cukup kuat yaitu Jepang dan Australia. 

"Saudi dihantam oleh Jepang (tingkat pertama) dan Australia, yang paling berbahaya di tingkat kedua," tulis media Italia. 

Namun untuk Timnas Indonesia, media Italia menganggap skuad Shin Tae-yong tersebut hanya sebagai pelengkap bersama dengan China dan Bahrain. 

"China, Bahrain, dan Timnas Indonesia melengkapi Grup C," tulis media Italia, Gazzetta. 

Melihat kualitas Timnas Indonesia saat ini tentu sudah tidak tepat jika Skuad Garuda dianggap hanya sebagai pelengkap.

Apalagi Roberto Mancini sendiri beberapa waktu lalu sempat memberikan pujian tentang penampilan para pemain Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong. 

Oleh sebab itu, sebenarnya Timnas Indonesia sudah menjadi lawan yang harus diwaspadai oleh lawan, tak terkecuali Arab Saudi asuhan Roberto Mancini. (adz)

Mourinho Menangis di Mobil Usai Dipecat Roma, De Rossi Dikontrak 6 Bulan

Jose Mourinho menangis ketika berada di mobil saat meninggalkan markas AS Roma. (REUTERS)

Jakarta - Video Jose Mourinho menangis di mobil saat meninggalkan maskas AS Roma usai resmi dipecat dari klub tersebut viral di media sosial, Selasa (16/1).

Mourinho tampak sangat emosional dan terlihat air di matanya ketika meninggalkan markas Roma setelah resmi dipecat AS Roma pada Selasa (16/1) sebagai buntut hasil buruk yang terus didapat I Giallorossi musim ini. Hal itu terlihat dari video yang viral pada Selasa (16/1).

"AS Roma dapat mengonfirmasi bahwa Jose Mourinho dan staf kepelatihannya akan segera meninggalkan klub," tulis AS Roma melalui situs resmi klub.

Mourinho resmi menjadi pelatih AS Roma pada Mei 2021. The Special One merupakan pelatih ke-61 dalam sejarah klub berjuluk Serigala Roma itu.

Pemilik AS Roma, Dan dan Ryan Friedkin, mengucapkan terima kasih atas kontribusi Mourinho selama menjadi pelatih di Stadion Olimpico.

"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Jose Mourinho atas semangat dan usahanya sejak kedatangannya di klub. Kami akan selalu memiliki kenangan indah tentang masa jabatannya di Roma, tapi kami yakin perubahan harus dilakukan demi kepentingan terbaik klub," ujar Dan dan Ryan Friedkin dalam pernyataan bersama.

Tak lama kemudian, AS Roma resmi mengumumkan penunjukkan Daniele De Rossi sebagai pelatih menggantikan Jose Mourinho.

De Rossi disodori kontrak jangka pendek sekitar enam bulan hingga 30 Juni mendatang.

"AS Roma dengan bangga mengonfirmasi bahwa Daniele De Rossi telah ditunjuk sebagai pelatih kepala hingga 30 Juni 2024," bunyi pernyataan klub.

"Selamat datang kembali ke rumah, Daniele!."

De Rossi bukan sosok yang asing buat Roma. Pelatih berusia 40 tahun itu adalah legenda milik I Lupi.

De Rossi jadi sosok penting di lini tengah Roma lebih dari satu dekade. Ia bermain di tim utama sejak 2001-2019 dan pensiun saat berseragam klub Argentina, Boca Juniors.

Pemain kelahiran Roma itu pernah menjadi asisten Roberto Mancini saat mengantarkan timnas Italia juara Euro 2020. Setelah itu, De Rossi melatih SPAL tetapi dipecat gara-gara hasil yang mengecewakan.

Kehadiran De Rossi tentu diharapkan bisa mengubah peruntungan Roma di Liga Italia. Klub ibu kota itu tertahan di peringkat kesembilan klasemen dengan 29 poin atau terpaut 22 poin dari Inter Milan yang menempati puncak klasemen.(*)

*Aldie Prasetya | Sumber: CNN Indonesia 

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs