Rosa dan Ujang Masih Sembunyikan Emas dan Uang Kompol Mindo

BATAM - Misteri di balik kasus pembunuhan Ny Putri Mega Umboh (25), istri Kepala Subdit II Kriminalitas Khusus, Direktorat Reskrim Polda Kepri, Kompol Mindo Tampubolon, mulai tersibak.

Kuat dugaan, Ujang dan Rosa tega membunuh majikannya dengan sadis karena ulahnya mencuri uang dan barang berharga milik keluarga Kompol Mindo Tampubolon diketahui.

Hingga Senin (27/6/2011) kemarin uang bernilai puluhan juta dan emas tersebut belum diketahui rimbanya. Polisi juga masih melakukan penyidikan terhadap Ros, si pembantu rumah tangga dan Ujang, pacarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ny Putri Mega yang dinyatakan hilang bersama anak dan pembantunya sejak Jumat (24/6) lalu, ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusukan dan luka gorokan di leher, di sebuah jurang kawasan Punggur, Batam, Minggu (26/6/2011).

Penemuan jasad korban itu merupakan pengembangan dari penangkapan Ros dan Ujang di Hotel Bali, Batam pada Sabtu malam. Berdasarkan bukti- bukti yang dimiliki polisi, kedua orang asal Jawa Barat itu langsung ditahan guna penyidikan lebih lanjut.

Informasi yang diperoleh di lapangan, Ros secara aktif ikut terlibat dalam pembunuhan bersama kekasihnya. Bahkan pada saat Ujang beraksi menikam Ny. Putri di kamar mandi, Ros bertugas mengemas-ngemas barang berharga dan uang milik korban di ruangan lain.

Sumber lain dilapangan menuturkan, sebelum terjadi pembunuhan, Ny Putri dan Ros sempat terlibat percekcokan mulut. Hanya saja mengenai peletup masalah percekcokan tersebut belum diketahui secara lengkap, apakah karena dituduh mencuri ataukah karena perbuatan keduanya mengambil harta berharga dipergoki oleh korban.

Sumber di kepolisian menyatakan sampai kemarin Ros dan Ujang masih berbelit-belit dalam memberikan keterangan sehingga masih perlu pendalaman. "Kita kembali membawa pelaku Rosa ke rumah korban dan ke Hotel Bali untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sampai saat ini keterangan tersangka masih banyak bohongnya. Bahkan sejumlah uang dan perhiasan korban yang diduga diambilnya belum ditemukan. Belum mau dia menunjukkan di mana disembunyikan harta benda itu," ujar salah seorang petugas. (her/tri)

Putri Sempat Diperkosa sebelum Dihabisi

BATAM - Tiga sekuriti Perumahan Anggrek Mas 3, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), yakni Supriyanto, Nurdin, dan Andreas kini mendekam dalam tahanan setelah dinyatakan terlibat dalam kasus pembunuhan Putri Mega Umboh.

Seorang perwira Polda Kepri, yang turut menyelidiki kasus tersebut, mengungkapkan, Supriyanto dan Nurdin terlibat langsung dalam kasus pembunuhan Putri.

Sedangkan Andreas, saat peristiwa terjadi, bertugas di Pos II, Perumahan Anggrek Mas 3, untuk mengawasi suasana sekitar saat dua rekannya bersama Ujang, termasuk Rosma beraksi di rumah korban.

Dalam pra rekonstruksi yang digelar di rumah korban, Rabu (28/6/2011) sekitar pukul 15.00 WIB, tiga tersangka yakni Ujang, Supriyanto, dan Nurdin memperagakan bagaimana mereka beraksi menghabisi nyawa Putri, termasuk saat mereka memperkosa korban sebelum dibunuh.

Dalam adegan terakhir, terlihat bagaimana Ujang dan dua sekuriti tersebut mengangkat koper berisi mayat korban ke dalam mobil.

Setelah ketiganya masuk ke mobil, Rosma kemudian keluar membawa kain pel dan membersihkan tetesan darah di teras depan rumah.

Kain pel tersebut ikut dibawa masuk ke dalam mobil. Setelah semua masuk ke mobil korban, Rosma bergegas mengambil putri korban, Keysa (2,3) ke dalam rumah dan membawanya masuk ke dalam mobil.

"Sadis sekali aksi para pelaku ini. Sebelum dibunuh diperkosa dulu. Setelah diperkosa korban lalu ditikam tujuh kali, terakhir baru digorok lehernya," bisik perwira ini kepada Tribunnewsbatam (Tribunnews.com Network) disela-sela reka ulang.

"Selama beraksi, Rosma bertugas membersihkan lantai satu hingga lantai dua. Sedangkan Ujang dan dua sekuriti bertugas menghabisi nyawa korban," lanjut perwira tersebut.

Tak lama setelah Rosma dan Ujang dibekuk di Hotel Bali hingga penemuan mayat Putri di hutan Punggur, Minggu (26/6/2011) lalu, siangnya, Supriyanto langsung ditangkap. Sedangkan Andreas dan Nurdin masih sempat sehari menjalankan tugasnya.

Saat polisi berhasil menangkap Nurdin, pria ini sempat berbelit-belit memberikan informasi.

Namun setelah dibujuk petugas, ia akhirnya mau bicara. "Awalnya, katanya dia tidak tahu kejadian itu. Setelah kita bujuk, barulah mau ngaku. Tapi dia memberikan persyaratan bahwa dia mau cerita asal tidak ditangkap. Nah, di situ dia langsung kita amankan," cerita perwira ini.

Atas keterlibatan tiga sekuriti ini, polisi langsung memasang police line di Pos II tempat Nurdin berjaga-jaga saat peristiwa terjadi.

Hingga saat ini, jajaran Polda Kepri dan Polresta Barelang belum memberikan pernyataan resmi kepada wartawan terkait peristiwa pembunuhan yang menewaskan Putri Mega Umboh.

Penyidik sendiri masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. Selain memeriksa sedikitnya 20 saksi, penyidik juga telah mengamankan sejumlah alat bukti. Namun, uang puluhan juta dan sejumlah perhiasan korban yang diduga dirampok pelaku hingga kini belum ditemukan. (her/tri)

Motif Pembunuhan Istri Polisi Batam Diduga karena Sakit Hati

BATAM - Juhrin Pasaribu, penasihat hukum dua tersangka pembunuhan Putri Mega Umboh (25), Ros dan Ujang, mengungkapkan bahwa motif pembunuhan yang dilakukan tersangka berlatar belakang sakit hati.

Dua tersangka, Ros dan Gugun Gunawan alias Ujang merupakan warga Garut, Jawa Barat, yang sama-sama merantau ke Batam.

Keduanya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.

Awalnya, menurut Juhrin, Ros yang baru dua bulan menjadi pembantu rumah tangga di rumah almarhumah Putri mengaku kerap dimarahi.

Diduga puncak kemarahan Putri terjadi ketika ia mengetahui sejumlah uang dan perhiasan miliknya hilang. (ant)

Mobil Lexus Bupati Tebo Dijual Sesuai Prosedur

Indones : Bukan Dilelang, Tapi Dijual

MUARA TEBO – Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan, Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Tebo, Ir. H. Indones, mengatakan bahwa mobil dinas bupati Tebo Toyota Lexus sudah resmi dijual ke Madjid Mu’az mantan Bupati Tebo.

“Mobil dinas bupati yang Lexus bukan dilelang, tapi dijual kepada Pak Madjid Mu’az, dan penjualan yang kita lakukan sudah sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku,” kata Indones, kemarin.

Indones juga mengatakan bahwa untuk pelepasan aset daerah ada beberapa macam bentuknya ada yang berbentuk pelelangan dan ada juga penjualan aset daerah, seperti halnya mobil dinas bupati Tebo jenis Lexus tersebut masuk kepada kategori penjualan.

“Karena penjualan jadi tidak perlu diumumkan, dan proses penjualannya sudah sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang pengelolaan barang milik negara/daerah,”sebutnya lagi.

Untuk diketahui bahwa beberapa waktu yang lalu, ketika dilaksanakan pemeriksaan asset rumah dinas Bupati Tebo, Kabag Umum Setda Tebo Drs. Eryanto pernah menyatakan bahwa mengenai mobil dinas bermerk Lexus sudah dilelang dan pemenang lelangnya adalah Pak Madjid. Dan uangnya sudah disetorkan ke kas daerah.

Kemudian Kritikan dari ketua DPRD Tebo Agus Rubiyanto, SE seperti yang pernah dilansir dibeberapa harian local beberapa waktu lalu tentang tidak ada transparansinya proses lelang penjualan Mobnas Bupati tersebut, Indones juga membantahnya.“Sekali lagi saya katakana bahwa proses penjualan monas tersebut sudah dilakukan sesuai prosedur yang ada,” ujarnya. (joe)

Ups! Dara The Virgin Terkena Lemparan Sendal

BELITUNG - Salah satu personel The Virgin, Dara mendapatkan perlakuan tak menyenangkan saat konsernya di Belitung. Kepala gadis yang mengenakan rok seksi ini terkena lemparan sandal jepit dari arah penonton.

Hal itu dialami Dara saat konser di Lapangan Jhonsco, Jalan Sudirman, Buluhtumbang, Tanjungpandan, Sabtu (25/6/2011) malam. Sandal jepit sisi sebelah kanan warna hitam tersebut melayang ke atas panggung dan mengenai Dara.

Lemparan tersebut mengenai rambut Dara yang dicat warna merah setelah The Virgin menyanyikan delapan lagu dari sepuluh lagu yang dibawakannya. Dara sempat berjalan ke arah samping bagian belakang panggung. Sekembalinya itu Dara mengatakan terima kasih karena dapat oleh-oleh dari penonton.

"Makasih ya yang udah lempar kepala Dara," kata Dara.

Aksi lempar tersebut baru pertama dialami The Virgin selama konser di seluruh pelosok negeri.

"Baru ini gadis cantik gini dilempar. Sudah 33 provinsi dikunjungi, tapi baru kali ini Dara dilempar. Tapi ambil positifnya, Dara akan mengingatnya seumur hidup," kata Mitha.

Mesranya Mayangsari-Bambang saat Resmikan Restoran


Mayangsari terlihat sangat mesra dengan Bambang saat acara peresmian Restoran Miliknya

SURABAYA - Berawal dari doyan makan dan menyiapkan masakan buat suami, kini Mayangsari serius menggeluti bisnis kuliner. Setelah membuka restoran di Jakarta pada pertengahan Oktober 2010, disusul di Bali pada 1 Maret 2011, istri Bambang Trihatmodjo ini membuka restoran yang sama bernama MayanG Suki & Pancake di Grandcity Surabaya, Rabu (29/6/2011).

Tak hanya umbar kata, wanita kelahiran Purwokerto, Jateng, ini langsung memperagakan kemampuannya memasak di hadapan wartawan yang menghadiri prosesi peresmian rumah makannya siang itu.

Yang diolah, tentu menu andalan di rumah makannya itu, Suki dan Pancake. “Yang membuat beda, di restoran saya kuahnya pake ginseng. Jadi hangat, baik untuk kesehatan,” ujarnya sambil berpromosi.

Dengan trampil, ibu seorang seorang putri bernama Khirani Siti Hartina Trihatmodjo ini memasukkan bahan demi bahan ke air mendidih yang sebelumnya digunakan merebus ginseng. “Sayur giliran paling akhir, biar kandungan vitaminnya tidak hilang kena air panas. Selain itu, sayur yang kelamaan direbus jadi layu dan nggak enak dimakan,” paparnya sambil sesekali dibantu Yuni Shara memasukkan bahan ke kuah panas tersebut.

Acara peresmian restoran yang ketiga ini memang bertabur artis. Selain Yuni Shara, hadir pula pasangan Jeremy Thomas dan Ina Indayanti, Cut Keke, dan model senior Surabaya, Lisa Gunawan.

Demo masak itu juga untuk menegaskan, bahwa menu yang disajikan buat pengunjung adalah hasil racikannya. Jenis masakan yang dikuasai betul itulah yang lalu coba ditawarkan di restoran MayanG Suki & Pancake. “Saya memang tak bisa berharap sekali buka langsung booming. Di sini perlu usaha keras dan kegigihan. Yang penting, saya nggak ingin begitu dibuka rame, tapi lalu sepi. Tantangannya adalah mempertahankan bisnis ini agar terjaga kunjungan tamunya,” beber Mayang.

Artis yang melejit lewat lagu Harus Malam Ini dan Tiada Lagi itu mengaku dirinya tak mungkin bisa kembali ke dunia tarik suara seperti yang dilakukan di era 1990an. Banyaknya penyanyi baru bermunculan di belantika musik Indonesia, membuat wanita yang tanggal 23 Agustus mendatang menginjak usia 40 tahun ini harus tahu diri.

“Kerinduan (kembali menyanyi) selalu ada. Dan kesempatan juga ada. Tapi hidup adalah pilihan, apalagi sekarang sudah ada anak. Maka dunia (kuliner) inilah pilihan saya sekarang,” tegas Mayang di tengah kesibukannya melayani tamu-tamunya.

Mayang sudah meneguhkan tekadnya meninggalkan dunia menyanyi tanpa harus mengalami post power syndrome. “Dalam dunia nyanyi juga ada post power syndrome, dan saya senang bisa melewati masa (pensiun) itu tanpa harus kena post power syndrome,” ungkapnya.

Apakah Bambang mendukung aktivitas barunya ini, termasuk memilihkan tempat dimana dia harus melakukan usahanya? “Mas Bambang memberi support atas setiap yang saya lakukan. Namun, Mas Bambang tak pernah terlibat sampai jauh,” cetus Mayang yang siang itu memakai busana motif kulit buaya.

Di awal langkahnya menggeluti dunia kuliner, Mayang sempat membeli franchise. “Kakak saya yang menyarankan, kenapa nggak pakai nama sendiri saja? Dari situ lah saya terpacu. Nama Mayangsari kan pemberian orangtua kenapa tidak dipakai sebagai kebanggaan?” katanya.

Berbekal pengalaman tiga tahun berbisnis restoran franchise, Mayang akhirnya memutuskan membuka usaha sendiri memakai namanya sebagai label. “Nanti, biar nggak ada pertanyaan Mayang yang mana ini? Di sisi nama saya akan saya pasang foto, biar orang langsung ngeh, oh ini restoran Mayang yang ini,” begitu pungkasnya sambil tersenyum.

SBY-Boediono Mundur, Kompensasi Kematian Ruyati

JAKARTA - Kasus tewasnya Ruyati di Arab Saudi dinilai murni akibat kesalahan pemerintah dan cermin dari “kesempurnaan” pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dalam mengabaikan perintah Konstitusi.

Kata Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi, dalam Pembukaan UUD 1945 yang tidak boleh diubah-ubah itu, dijelaskan tujuan didirikannya Pemerintahan Negara Indonesia, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan melaksanakan ketertiban dunia.

“Kenyataannya, Ruyati dan para TKI lain yang terpidana di LN tidak mendapat perlindungan negara. Ruyati dan para TKI lainnya di LN harus berjuang sendiri untuk mencapai kesejahteraannya,” ungkap Adhie.

Ruyati, kata dia, berpendidikan sangat rendah sehingga hanya bisa bekerja sebagai PRT. Sementara pemerintah tidak berbuat apa-apa melihat Pemerintah Arab Saudi melakukan pelanggaran HAM terhadap warga negara asing di negaranya.

“Sudah cukup banyak rezim ini melakukan pelanggaran konstitusi secara parsial. Tapi kita cenderung memaafkan,” paparnya.

“Oleh sebab itu, agar tidak menjadi preseden buruk bagi pemerintahan di masa mendatang, kami menyerukan dengan keras agar Presiden Susilo Bambang Yudjoyono dan Wapres Boediono legowo untuk mundur, karena terbukti tidak mampu menjalankan amanat konstitusi (rakyat),” imbuhnya.

Atas seruan itu, Adhie juga mengajak DPR, DPD, MK, MA, BPK, KPK, KY, PBNU, dan Muhammadiyah, untuk segera berkumpul dan menyatakan hal yang sama. (her/ant)

Rebonding Spa, Solusi Mengatasi Rambut Yang Rusak

Pimpinan beserta karyawati Salon My-My Mayang Jambi

SEBAGAI mahkota wanita, rambut merupakan bagian penting dari penampilan. Rambut yang indah dan terawat tentu akan menambah daya tarik seseorang. Itulah sebabnya rambut perlu mendapat perhatian khusus.

Salah perawatan pada rambut, akan mengakibatkan rambut menjadi kusam dan rusak. Nah..bagaimana bila rambut telah terlanjur rusak? Bagi anda yang mempunyai keluhan ini, kini telah hadir Salon My-My yang berada di kawasan Jl H Juanda, Mayang, Jambi. Yantie Faradina, pemilik salon, mengungkapkan, Salon My-My saat ini ingin memberikan solusi kepada kaum wanita yang mempunyai keluhan terhadap rambutnya.

Agar rambut terlihat lebih indah, sehat walupun telah sering terkena proses kimia, sebagai salon kecantikan, kini Salon My-My menawarkan perawanan rambut dengan Rebonding-Spa.“Kami ingin memberikan pelayanan yang maksimal kepada wanita yang mempunyai keluhan terhadap rambutnya, dengan menggabungkan layanan rebonding plus spa pada rambut,’’ ungkap Yantie.

Menurut Yantie, bagi rambut yang terlalu sering kena proses kimia, untuk perawatannya harus intensif dan lebih focus agar rambutnya tidak terlanjur parah. Rebonding Spa d salon My-My ini lebih di fokuskan untuk pelurusan rambut yang rusak. Dalam perawatannya menggunakan obat khusus yang hasilnya lebih lembut di rambut.

“Di perawatan melali rebonding spa ini kami berikan harga yang cukup terjangkau, konsumen hany mengeluarkan dana mulai dari Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu tergantung dari seberapa parah kerusakan yang di alami,’’ tambahnya. Selain paket rebonding dan spa, salon ini juga menawarkan paket lainnya yaitu paket luluran, include facial dengan hair spa seharga Rp 150 ribu.

Menurut Yantie harga ini sudah teramat murah bila di banding harga normal sebesar Rp 200 ribuan. Rebonding ditawarkan mulai dari harga Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribuan, Smothing berkisaran Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu.“Harga yang terjangkau ini kami berikan juga dalam rangka untuk memanjakan konsumen,’’ ujarnya.Selain itu, salon My-My juga menawarkan berbagi layanan mulai dari gunting rambut pria dan wanita, cuci rambut, cuci blow, cuci catok, sosis, creambath biasa dan spa, cat rambut, rebonding, smoothing, keriting rambut, keriting, bulu mata, make up, dan sanggul. “Juga melayani terapi lilin untuk membersihkan telinga, facial naturally, lulur bleaching body atau memutihkan badan, waxing atau menghilangkan bulu kaki dan hair extention,’’ tambahnya.

Harga untuk tata rambut seperti make-up dan sanggul tarifnya hanya Rp. 40 ribu sampai Rp.75 ribu saja. Khusus pelanggan yang ingin memanfaatkan layanan mandi susu dan sauna, konsumen dimanjakan dengan sauna yang bahannya dari rempah-rempah tradisional.

“Harga di salon ini sudah sangat murah bila dibandingkan dengan tempat lain, meskipun murah kami selalu tetap memberikan hasil yang memuaskan, ’’ terangnya Sembari menambahkan, Salon My-My saat ini juga sedang mempromosikan pelayanan untuk Paket luluran lengkap mandi susu plus facial dan plus hair spa cukup seharga Rp 150 ribu. (joe)

Kanit Reskrim Terlibat Duel dengan Pengedar Ganja

JAMBI – Upaya polisi menangkap pengedar narkoba mendapat perlawanan, bahkan polisi harus terlibat duel dengan pengedar saat melakukan penangkapan di Sungai Kambang, Telanaipura Kota Jambi, tepatnya di seberang depan Kompi Batalyon Kambang Jambi, Selasa (27/06) sekitar pukul 16.00 WIB.

Untuk mempertahanankan pelaku agar tidak lepas, polisi harus berduel selama kurang lebih 20 menit. Hal ini, sempat membuat pengendara berhenti melihatnya. Namun warga bingung. Apa lagi, saat duel itu terjadi, pria berbadan kurus itu sempat meneriaki polisi yang berdual dengannya, maling. Pelaku baru berhasil diamankan setelah dua orang anggota polisi lainnya datang ke TKP.

Belakangan pria yang berduel dengan polisi itu, diketahui adalah pengedar ganja, sedangkan lawan duelnya, ternyata adalah Kanit Reskrim Polsekta Kotabaru, Iptu Ivan Wahyudi. “Tersangka bernama Anju (32), warga Sungai Kambang, Kota Jambi. Saat ditangkap ditemukan barang bukti 1 kilo gram daun ganja,” kata Kanit. (her/yok)

Temuan BPK di Sarolangun Rp 10 Miliar

Paling Besar di Dinas PU dan Perumahan Rakyat

SAROLANGUN - Hingga akhir tahun 2010 lalu, jumlah tunggakan dari temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI di lingkungan Pemkab Sarolangun terhitung cukup besar mencapai Rp 10 miliar. Dari angka tersebut sekitar Rp 2 miliar merupakan temuan BPK yang belum berhasil ditindak lanjuti di Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Perumahan Rakyat (Pera) Kabupaten Sarolangun.

Menurut keterangan Sekretaris Daerah Kabupaten Sarolangun, M. Basyari, pihaknya akan bekerja keras mendesak para SKPD untuk segera menyelesaikan semua temuan BPK agar tidak menjadi beban di kemudian hari. ‘’Makanya dalam rapat saya tegaskan, agar SKPD pro aktif dan membuat kerangka kerja untuk menyelesaikan temuan tersebut,” ujarnya usai memimpin rapat tindak lanjut temuan BPK, di kantor Bupati Sarolangun, sore kemarin (27/06).

M. Basyari mengakui jika secara keseluruhan temuan BPK yang belum selesai ditindak lanjuti terhitung cukup besar. ‘’Saya tidak hapal angka pastinya, tapi berkisar antara Rp 8-10 miliar,” bebernya. Lebih jauh dia menjelaskan dari angka tersebut, tersebar hampir di seluruh SKPD yang ada di lingkungan Pemkab Sarolangun.

“Tapi yang terbesar berada pada Dinas Pekerjaan Umum,” tuturnya lagi. Namun, M Basyari juga menjelaskan agar semua pihak jangan salah sangka terlebih dahulu. Sebab angka temuan BPK yang besarnya mencapai Rp 10 miliar bukan hanya temuan tahun 2010 saja akan tetapi merupakan angka komulatif sejak tahun 2003 lalu.

‘’Kami akan upayakan untuk temuan tahun 2010 ini akan diselesaikan sebelum Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) resmi diterbitkan BPK bulan Agustus nanti. Sedangkan untuk temuan BPK di tahun sebelumnya akan ditelusuri dan dicari jalan penyelesaian. ‘’Kami menargetkan semua temuan tersebut sudah rampung diselesaikan pada tahun ini,” tukasnya.

Untuk diketahui, terkait masalah ini, yang sangat disayangkan dari pantauan Harian ini, pihak Dinas PU dan Pera Sarolangun, tidak satupun hadir saat rapat koordinasi SKPD dengan Sekda Sarolangun di Aula Utama Kantor Bupati Sarolangun yang membahas temuan BPK ini sore kemarin. ‘’Ini bukan permasalahan, sebelumnya pihak PU juga sudah hadir,” kata Sekda, menjawab permasalahan ini. Sementara itu, Kepala Dinas PU dan Pera Sarolangun, Eddy Suranto, saat coba dikonfirmasi di kantornya sedang tidak berada di tempat. Sedangkan Fauzi, Kabid Bina Marga yang masuk kantor tidak bersedia menemui. Parahnya lagi keduanya saat coba dikonfirmasi, handphone yang bersangkutan sedang tidak aktif. Sedangkan pesan singkat yang dilayangkan juga tidak digubris. (her/ol/tri)

PDAM Tirta Sakti Terima Bantuan Rp 16 M

Hibah dari Pusat, Jambi, Kerinci dan Sungaipenuh

KERINCI – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Sakti Kabupaten Kerinci, tahun 2011 ini mendapat bantuan hibah dari pemerintah pusat, provinsi dan Kabupaten Kerinci serta Pemerintah Kota Sungaipenuh, sebanyak Rp 16.545.824.400.

Hal tersebut diungkapkan Suprawadi, Direktur Teknis PDAM Tirta Sakti, Kabupaten Kerinci, kepada wartawan, kemarin. Menurut dia, bantuan yang diterima pihaknya, merupakan bantuan hibah dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten dan Kota Sungaipenuh untuk peningkatan dalam pelayanan terhadap pelanggan.

“Kami berharap dengan adanya bantuan ini, lebih bisa untuk meningkatkan pelayanan bagi pelanggan. Sehingga ke depan, kami berharap tidak ada lagi keluhan pelanggan,” ujarnya. Selain peningkatan pelayanan, pihaknya juga mengakui selama ini kurang pelayanan terhadap pelanggan, sehingga banyak keluhan-keluhan dari pelanggan.

“Keluhan pelanggan selama ini, bukan karena kesalahan teknis, namun lebih karena pasokan debit air sebagai sumber pasokan kita yang telah mengalami penurunan,” ungkap Suprawadi. ‘’Dulu kita bisa memasok air hingga sampai 100 persen, namun sekarang kita hanya bisa memasok hanya tinggal 40 persen. Sehingga, terkadang pelanggan tidak bisa terlayani secara prima,” timpalnya.

Untuk ke depan, dengan adanya bantuan tersebut dan pembangunan instalasi, serta perbaikan jaringan instalasi. Mudah-mudahan pelananan bisa prima dan pelanggan tidak adalagi keluhan. ‘’Dengan anggaran lebih dari Rp 16 miliar (M), tersebut kami akan mempergunakan untuk 7 item pekerjaan yang akan meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan,” sebutnya.

Selain itu, dia juga berharap kepada masyarakat dalam Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci, untuk selalu menjaga keamanan dalam pelaksanaan pembangunan 7 item pekerjaan. ‘’Kalau pelaksanaannya sukses, tahun depan kita akan diberikan bantuan yang lebih dari tahun ini,” ungkapnya.Terkait seringnya air hidup mati, Suprawadi tidak memungkirinya, terutama dalam wilayah Kota Sungaipenuh.

“Karena pasokan debit air yang menurun, sehingga kami membagi-bagi pengaliran air kepada pelanggan,” ungkapnya. Menurut dia, untuk wilayah Kecamatan Kumun Debai, Tanjung Pauh (Kabupaten Kerinci) dan Kecamatan Tanah Kampung, pihak PDAM mensuplai air kepada pelanggan pada malam hari, antara pukul 20.00 WIB- 05.00 WIB pagi.

Sementara, untuk wilayah Kecamatan Sungaipenuh dan sekitarnya, pihak PDAM mensuplai air kepada pelanggan, pada siang hari. ‘’Kemudian untuk Kecamatan Hamaparan Rawang dilayani selama 24 jam, karena wilayah ini mendapat suplai dari Kecamatan Siulak dan Semurup”. tandas Suprawadi. (sk)

PKS Siapkan PAW Ardinal

JAMBI - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedang mempersiapkan calon pengganti Ardinal Salim di DPRD Kota Sungaipenuh. DPD PKS Kota Sungai Penuh saat ini telah menyiapkan sejumlah nama pengganti anggota dewan dari PKS yang baru saja dilantik menjadi wakil walikota. Menurut Ketua DPD Sungai Penuh, Emrizal, pengganti adalah caleg peraih terbanyak di bawah Ardinal. Terdapat sejumlah nama yang diperkirakan akan dipilih menjadi pengganti.

“Berdasar salinan dari KPU, peraih suara terbanyak kedua dan seterusnya adalah Edi Sunarya, Safril Akbar, dan Penda Pedariza,” ujarnya. Menurutnya, DPD akan melakukan rapat internal untuk memutuskan siapa yang menjadi pengganti Ardinal. Ia juga berjanji dalam minggu ini nama tersebut sudah diputuskan dan diusulkan ke DPW.

“Jika sudah disetujui DPW, baru kemudian nama tersebut akan kita serahkan ke KPU untuk diproses PAWnya,” tambahnya.

Dari sekian nama calon pengganti Ardinal, Emrizal menyatakan akan memberi kesempatan kepada caleg kader maupun non kader. Dirinya juga memastikan dalam proses PAW ini tidak akan terjadi tarik ulur.

“Semua caleg, baik kader maupun bukan kader sudah kita beri pemahaman. Dasar penetapan siapa yang bakal menjadi pengganti Pak Ardinal adalah masalah kemashlatan umat,” urainya. (her)

Di Atas 8 Ton Truk Dilarang Masuk Kota Jambi

JAMBI - Seorang pengusaha semen, Koben, mempertanyakan kebijakan yang dilakukan petugas Dinas Perhubungan di lapangan. Pasalnya, truk semen miliknya tak diperbolehkan masuk ke Kota Jambi, sementara truk muatan lainnya tak dilarang.

Koben mengaku siap memenuhi aturan bahwa angkutan bertonase di atas 8 ton tak boleh masuk kota. Namun dia mengingatkan agar petugas di lapangan tidak diskriminatif.

"Gudang semen saya dengan Simpang Rimbo itu hanya berjarak 200 meter. Truk saya tidak boleh masuk. Tapi mengapa ada truk besar yang muatannya besar juga, boleh masuk. Mengapa bisa begini? Kalau semua harus taat aturan, ya semuanya taat," kata Koben saat menelepon redaksi Tribun, kemarin.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi Alamina Pinem menegaskan, truk besar memang dilarang melewati jalan-jalan di dalam Kota Jambi. Mengenai diskriminasi dan pelarangan tersebut Pinem mengaku belum mengetahuinya. "Belum ada laporan dan konfirmasi dari tenaga di lapangan," ujar Pinem, Rabu (29/6) lalu.

Walau belum mendapat laporan, Pinem menduga tonase truk semen tersebut melebihi ambang batas yang diperbolehkan untuk melalui jalan-jalan di dalam kota. "Kalau tonasenya tinggi, petugas DLLAJ boleh melarangnya masuk ke dalam kota," tambah Pinem.

Pinem menegaskan, tonase truk yang diizinkan memasuki area dalam kota tidak boleh lebih tinggi dari delapan ton. "Ada rambunya warna merah bertuliskan 8T, kalau ada itu artinya truk bertonae delapan ton tidak boleh lewat," ujar Pinem.

Menurutnya, kalau truk bertonse di atas delapan ton diizinkan masuk dalam kota, jalan-jalan yang ada di dalam kota tidak akan bertahan lama karena harus menahan beban yang terlampau berat. Solusinya, semua truk yang bertonase besar wajib menurunkan muatannya di area luar Kota Jambi. "Muatannya harus dilansir, dipindah ke mobil yang lebih kecil," tambah Pinem.

E-KTP Berlaku di Jambi Akhir 2011

JAMBI - Pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Jambi sudah menyiapkan peralatan untuk melaksanakan sistem kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP). E-KTP dinilai memiliki banyak kelebihan dibandingkan KTP biasa. Di antaranya akan mempermudah pendataan penduduk, baik saat pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah sekaligus bisa membantu proses sensus penduduk.

Kepala Disdukcapil Kota Jambi Obliyani mengatakan, proses penerapan sistem E-KTP di Kota Jambi saat ini dalam tahap persiapan. Sistem tersebut rencananya akan mulai diberlakukan akhir 2011 atau paling lambat awal 2012.

"Anggarannya tengah dibahas di DPRD melalui pengajuan APBD Perubahan," ujarnya.

Ia menyatakan akan ada beberapa keuntungan dengan penerapan E-KTP tersebut, yaitu prosesnya yang mudah dan cepat dibanding pembuatan KTP biasa. Dengan penggunaan E-KTP akan mencegah daftar pemilih ganda maupun tidak terdaftar yang sering terjadi di setiap Pemilu dan Pilkada.

Dari beberapa Pemilu yang telah dilakukan, baik di tingkat daerah maupun secara nasional faktanya memang banyak pemilih ganda. Munculnya pemilih ganda di setiap Pemilu itulah yang menjadi problem besar akibatnya banyak dampak yang dirugikan.

"Masalah ini juga menjadi dasar kajian di tingkat nasional, untuk itulah diluncurkan program E-KTP," jelasnya.

Dengan diberlakukannya sistem E-KTP, mulai saat itu daftar para penduduk maupun pemilih terus diperbaharui setiap hari, sebab setiap ada pembuatan KTP langsung terakses secara on line ke instansi terkait yakni Dukcapil mulai dari kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat pusat.

Selain pemilih ganda, dengan penerapan E-KTP diperkirakan juga akan memperkecil jumlah pemilih yang tidak terdaftar pada Pemilu. "Banyak manfaat akan E-KTP, bagi kebutuhan sensus penduduk bisa diakses langsung secara on line dan penggunaan KTP ganda yang sering terjadi selama ini juga bisa dihindari," tambah Obliyani. (her)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs