Panitia Disiplin Jatuhkan Sanksi kepada Wasit Ribut Widodo

JAMBI, MP online - Panitia Disiplin Gubernur Cup 2012 menjatuhkan sanksi terhadap wasit Ribut Widodo yang memimpin laga antara Kerinci melawan Kota Jambi, Jumat (6/1). Tak tanggung-tanggung, Ribut dikenai larangan memimpin empat hari pada ajang yang memperebutkan piala bergilir Gubernur Jambi tersebut.

"Terhitung sejak Sabtu kemarin sampai hari Selasa, yang bersangkutan tidak bisa menjadi wasit, asisten wasit maupun wasit cadangan pada Gubernur Cup ini," kata Ketua Panitia Disiplin Gubernur Cup 2012, Munawar Kamidin, Minggu (8/1).

Dasar sanksi yang dijatuhkan tersebut menurut Munawar karena Ribut tidak tegas memimpin jalannya pertandingan yang berkesudahan dengan skor 0-2 untuk kemenangan Kota Jambi.

Pada pertandingan tersebut Ribut memberikan penalti kepada Kota Jambi setelah berkonsultasi dengan asisten wasit. Namun keputusan itu dicabutnya kembali setelah gelombang protes pemain dan offisial kesebelasan Kerinci yang menilai pemain Kota Jambi terlebih dulu terjebak offside sebelum pelanggaran.

Keputusan tersebut kembali berubah tatkala pemain dan ofisial Kota Jambi yang merasa dirugikan mengajukan protes. Akibatnya pertandingan terpaksa dihentikan selama sekitar 10 menit karena gelombang protes tersebut.

Ribut pun terpaksa dievakuasi keluar lapangan untuk menghindari kejaran para pemain dan ofisial yang emosi terhadap ketidaktegasannya itu.

"Ini sebagai pembelajaran bagi dia dan wasit-wasit lain agar tegas di dalam memimpin pertandingan. Kita tidak ingin tim merasa dirugikan akibat ketidaktegasan wasit dan kedepan wasit bisa memimpin jalannya pertandingan dengan lebih baik lagi," kata Munawar. (ald)

Kesebelasan Kerinci Tetap Optimistis ke Semifinal

JAMBI, MP online - Langkah Kerinci untuk dapat lolos dari Grup B Gubernur Cup 2012 agaknya mengalami jalan terjal setelah hanya bermain imbang 0-0 melawan tim Sarolangun, Minggu (8/1).

Dari dua kali bertanding, tim Sakti Alam Kerinci baru mengumpulkan satu poin hasil imbang melawan Sarolangun, setelah kalah melawan Kota Jambi pada laga perdana.

Walaupun begitu Pelatih Kerinci, Sadli Umar tetap optimistis bisa lolos ke semifinal karena masih menyisakan tiga kali pertandingan lagi. "Insyaallah kita lolos ke semifinal," kata Sadli usai laga Kerinci lawan Sarolangun di Stadion Tri Lomba Juang (KONI), kemarin.

Menurutnya, pada laga melawan Sarolangun, anak asuhnya menunjukkan kemajuan dibandingkan saat kalah 0-2 atas Kota Jambi.

Menggunakan formasi 3-4-3, Murdani Cs langsung mengurung pertahanan Sarolangun. Mengandalkan Alex Candra, Zendra Okta Pridi dan Rondi Prijoni, Kerinci beberapa kali merepotkan barisan pertahanan Sarolangun.

Alex Candra yang menyisir sisi kiri lapangan berhasil melewati dua pemain Sarolangun dan melepaskan umpan lambung ke tengah kotak penalti, di menit 30. Sayang umpan matang hanya melewati para pemain depan Kerinci dan gagal dikonversi menjadi gol.

Kerinci terlihat mulai mengendurkan serangan, pada babak kedua. Hal tersebut dimanfaatkan Sarolangun untuk keluar menyerang. Beruntung disiplinnya barisan pertahanan Kerinci membuat barisan depan Sarolangun gagal mencuri gol.

Kerinci sebenarnya memperoleh keuntungan setelah Salamudin mendapatkan kartu kuning kedua yang artinya harus keluar lapangan. Dia menjatuhkan Alex Candra di depan kotak penalti Sarolangun dan wasit Heriyanto langsung mencabut kartu kuning untuknya.

Unggul jumlah pemain membuat anak-anak Kerinci tampil menyerang, sayangnya hingga wasit meniup peluit panjang, kedudukan masih tetap 0-0.

Pelatih Sarolangun Hamdan mengatakan puas walaupun hanya bermain imbang tanpa gol, "Hasil ini membuat peluang kita masuk semifinal terbuka lebar. Mudah-mudahan di pertandingan selanjutnya kita bisa meraih hasil positif," katanya.

Ia mengeluhkan jadwal pertandingan yang tidak menguntungkan timnya. Sarolangun bermain dua kali dalam dua hari yang membuat anak asuhnya tak mempunyai waktu istirahat. Sehari sebelumnya Sarolangung mengalahkan Tebo 2-0.

"Para pemain masih kelelahan, hari ini mereka bermain tidak maksimal," katanya.

Di pertandingan lainnya di Grup A, Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) meraih kemenangan 2-0 melawan Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Dua gol Tanjabbar masing-masing dicetak oleh Novriansyah Saputra di menit 39 dan Sutrisno menit 55. (ald)

Pacific Royale Bakal Terbangi Kerinci

KERINCI, MP online – Setelah ditinggal oleh maskapai penerbangan Riau Air Line dan Sky sejak beberapa waktu lalu, akhirnya Bandara Depati Parbo Kerinci, akan kembali didarati oleh pesawat, yang melayani jasa penerbangan di Kerinci.

Kali ini, PT Pacific Royale Airways, sebuah perusahaan penerbangan yang berkantor pusat di Tanah Abang, Jakarta, menawarkan jasa mereka di Kerinci, mulai awal maret 2012.

Wakil Bupati Kerinci H M Rahman, ketika dikonfirmasi mengatakan, Pasific Royale Airways, akan menempatkan satu pesawat foker 50, untuk melayani penerbangan di Kabupaten Kerinci.

Ya, hari ini kita sudah bertemu dengan manajemen mereka, dan jika tidak ada halangan, awal maret 2012 penerbangan sudah bisa dilaksanakan,” ujar M. Rahman, saat dikonfirmasi seusai bertemu dengan pihak Pacific Royale Airways, Rabu (4/1).

Dari hasil pertemuan dengan Pacific Royale Airways kata Rahman, Pemkab Kerinci sudah mewanti-wanti agar tiket yang ditawarkan nanti terjangkau oleh semua kalangan.

Selain itu juga diharapkan menghidupkan perekonomian di Kerinci, baik di sektor pariwisata maupun sektor lainnya,” tegasnya.

Rahman mengatakan penerbangan ini merupakan komersial murni, yang bekerjasama dengan pemerintah. Sejauh ini belum ada subsidi APBN. Kalau memang ada saya kira lebih bagus,” tambahnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kerinci, Guldianto, mengatakan sesuai dengan rencana yang sudah disepakati, penerbangan Pacific Royale Airways, ditetapkan awal maret. Kita sama-sama berharap tidak ada perubahan,” katanya.

PT Pacific Royale Airways, menjanjikan pelayanan full servis kepada penumpang.

"Ya, setiap penumpang akan mendapatkan servis satu kali makan selama penerbangan," kata Domestic Airport Operation Manager PT Pacific Royale Airways, Harry Firmansyah, kemarin.

Pihaknya hanya berharap pemerintah daerah bisa meningkatkan pelayanan di bandara, agar lebih mengutamakan keamanan penerbangan. "Kita minta sepeda dan padi yang dijemur di bandara ditertibkan," katanya.

Selain itu, penertiban penumpang dan pengantar, yang selama ini bisa lalu-lalang memasuki kawasan bandara juga harus ditertibkan.

Sales Manager Pacific Royale Airways, Dede Hartono, mengatakan rencananya penerbangan dilaksanakan empat kali dalam seminggu, dengan rute penerbangan KerinciJambi, Padang, dan Batam. "Kalau memungkinkan kita buka rute Kerinci-Jambi-Jakarta," sebutnya.

Dede mengatakan pihaknya akan berusaha untuk tetap eksis, mengingat maskapai sebelumnya tak mampu bertahan di Kerinci. 'Kalau harga tiket berkisar antara Rp 380 ribu hingga Rp 400 ribu," katanya.

Perwakilan Gapura, Oka, mengatakan terbang bersama Pasific Royale sangat aman. "Kami memiliki semua konsep pelayanan dan keamanan, sehingga keamanan penumpang bisa lebih terjamin," imbuhnya. (sk)

Pembunuh Abdul Gani Hanya Satu Orang

KERINCI, MP online – Jajaran Polres Kerinci, akhirnya menetapkan Supirman (52), warga Lolo, Kecamatan Gunung Raya, Kabupaten Kerinci, sebagai pelaku tunggal, atas pembunuhan terhadap Abdul Gani (45), warga Desa Lubuk Paku, Kecamatan Batang Merangin.

Sebelumnya, penyidik sempat menduga ada pelaku lain, karena awalnya Supirman mengaku ada tiga tersangka yang terlibat dalam pembunuhan tersebut, yang saat ini masih buron.

"Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, ternyata pelaku pembunuhan hanya dilakukan oleh Supirman saja, dan tidak ada pelaku lain," ungkap Kapolres Kerinci, AKBP Ismail, melalui Waka Polres Kerinci, Kompol Ade Dirman, saat dikonfirmasi Wartawan, Minggu (8/1).

Saat ini, petugas masih melakukan pengembangan, untuk mencari sepeda motor milik korban, yang sudah dijual oleh pelaku kepada warga. "Dia (Supirman-red), mengaku menjual sepeda motor korban seharga Rp 3,5 juta. Saat ini petugas sedang menjemput sepeda motor tersebut," ucap Ade.

Apakah Supirman juga terlibat kejahatan lain, sebagaimana isu yang beredar di masyarakat? Waka Polres mengatakan hingga saat ini belum ada bukti yang jelas. Meskipun demikian, petugas tetap akan terus melakukan pengembangan. "Isu di masyarakat memang ada, namun polisi harus mencari bukti-bukti," tegasnya.

Sementara itu, Supirman saat diminta komentarnya, mengaku hanya ia sendiri yang melakukan pembunuhan terhadap Abdul Gani. Hal tersebut karena rebutan uang yang rencananya akan didapatkan dari hasil penjualan samurai.

"Hanya saya sendiri yang membunuh Pak Eka (Abdul Gani-red). Pembunuhan terjadi pada Rabu, sekitar pukul 10.00 WIB malam, setelah sebelumnya terjadi perkelahian," tuturnya.

Supirman mengaku, Abdul Gani menginginkan bagian yang lebih besar, jika samurai berhasil terjual. Hal tersebut ditolaknya, dan meminta pembagian hasil sama banyak, yang berlanjut dengan perkelahian.

"Saya hanya dapat Rp 3 miliar, sementara pak Eka mau Rp 7 miliar, karena beralasan dia yang mencari pembeli. Kata Pak Eka, pedang tersebut akan dibeli orang jakarta Rp 70 miliar, sementara yang punya pedang mau bagian Rp 60 miliar," tegas Pria yang mengaku sudah memiliki 15 orang istri tersebut.

Informasinya, seusai membunuh Abdul Gani, Supirman berhasil diringkus Satreskrim Polres Kerinci, di kawasan Bukit Sampun, Kecamatan Batu Hampar, Batam, Jumat (6/1), saat akan melarikan diri ke negeri jiran, Malaysia. (sk)

Nama Sekda Tebo Sudah Diajukan

Diuji Serempak Calon Sekda Kota Jambi, Usai HUT Jambi

JAMBI, MP online – Tiga nama calon Sekretaris Kabupaten Tebo sudah diajukan ke Pemerintah Provinsi Jambi. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi, Amir Syakib menyebut pengajuan itu sudah diajukan beberapa hari kemarin. “Sudah namanya sudah masuk, beberapa hari kemarin sudah diajukan oleh Pemkab Tebo,” ujar Amir Syakib kemarin.


Saat ini, jelas Amir Syakib ketiga nama yang diajukan tersebut masih diproses. Nantinya akan dilakukan fit and propert test terlebih dahulu. Siapa nama yang diajukan? Ditanya demikian, Amir langsung bungkam. Katanya, untuk saat ini belum bisa disebarkan informasinya, pasalnya ada salah satu nama Sekda yang diajukan tidak memenuhi syarat. “Kata mereka akan diperbaiki dulu, mungkin diganti dengan nama yang lain,” ujar dia.

Sementara itu, untuk calon Sekda Kota Jambi juga dipastikannya sudah masuk ke BKD Provinsi. Tiga nama yang diajukan kini masih diproses di BKD. Ketiga nama tersebut juga akan menjalani fit and propert test atau uji kelayakan dan kepatutan oleh Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Bapperjakat) Provinsi Jambi yang diketuai Sekda Provinsi Jambi, Ir Syahrasaddin.

Kapan tesnya? Menurut Amir sejauh ini belum dijadwalkan, namun berkemungkinan test enam calon Sekda dua daerah tersebut akan dilakukan bersamaan. “Kemungkinan serentak dilakukan usai HUT Provinsi Jambi,” sebut Amir Syakib. Soal nama, lagi-lagi Amir Syakib merahasiakannya.

Namun, berdasarkan informasi yang diperolah koran ini tiga nama pengganti Sekda Kota Jambi, Budidaya itu yakni Asisten III Setda Kota Jambi, Zulkifli Yus, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Jambi, Sahril Samingin serta Daru Pratomo yang kini menjabat sebagai pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jambi.

Dari ketiga nama tersebut, sumber koran ini menyebut nama Zulkifli Yus punya kans paling kuat. Menurut sumber di Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi, Zulkifli Yus lah yang kabarnya benar-benar dijagokan oleh walikota untuk menggantikan Budidaya. Alasannya, mengingat rekam jejak Zulkifli Yus yang pernah menjabat sebagai pelaksana tugas Sekda Kota Jambi dan juga Kepala Inspektorat Kota Jambi. “Sepertinya begitu,” ujarnya sembari meminta namanya dirahasiakan. (ald)

Mantan Asisten II Tanjabbar Calon Kuat Sekda Tebo

Gubernur : Budidaya Ditarik ke Provinsi

JAMBI – Gubernur Jambi Hasan Basri (HBA) menyebut salah satu nama calon Sekda Tebo adalah Noor Setyo Budi, mantan Asisten II Setda Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar). “Salah satunya adalah Budi,” ujarnya kemarin. Menurut HBA, seluruh calon Sekda yang diusulkan berasal dari Kabupaten Tebo. Sementara, untuk nama lainnya HBA masih keberatan untuk menyebutkannya.

Sumber koran ini menyebut, nama Noor Setyo Budi selain pernah menjabat Asisten II, juga pernah menjabat sekretaris KPU Tanjabbar. Ia tidak menjabat lagi posisi asisten II beberapa bulan lalu, dan saat ini diparkir di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tebo. Dalam kesempatan yang sama, HBA menyatakan akan menarik Sekda Kota Jambi Budi Daya ke Pemprov Jambi. “Kita akan lakukan tes, tentunya nanti akan kita tarik ke provinsi,” sebut HBA. Hanya dirinya tidak menjelaskan secara detail alasan penarikan tersebut. Namun Budidaya yang juga pernah tercatat sebagai Mantan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi ini dipastikan akan diganti Bambang Priyanto karena nama penggantinya sudah diajukan. “Kita akan proses, nanti kita akan lakukan fit and propert test atau uji kelayakan dan kepatutan,” jelasnya.

Untuk calon Sekda Kota Jambi sudah dipastikan ada tiga nama. Mereka yakni, Asisten III Setda Kota Jambi, Zulkifli Yus, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Jambi, Sahril Samingin serta Daru Pratomo yang kini menjabat sebagai pelaksana tugas Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jambi. Sumber yang berbeda menyebut nama Zulkifli Yus punya kans paling kuat. Menurut sumber di Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi, Zulkifli Yus lah yang kabarnya benar-benar dijagokan oleh walikota untuk menggantikan Budidaya. Alasannya, mengingat rekam jejak Zulkifli Yus yang pernah menjabat sebagai pelaksana tugas Sekda Kota Jambi dan juga Kepala Inspektorat Kota Jambi. “Sepertinya begitu,” ujarnya sembari meminta namanya dirahasiakan.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jambi, Amir Sakib menyebut pengajuan itu sudah diajukan beberapa hari kemarin. Saat ini, jelas Amir Syakib ketiga nama yang diajukan tersebut masih diproses. Nantinya akan dilakukan fit and propert test terlebih dahulu. Siapa nama yang diajukan? Ditanya demikian, Amir langsung bungkam. Katanya, untuk saat ini belum bisa disebarkan informasinya, pasalnya ada salah satu nama Sekda yang diajukan tidak memenuhi syarat. “Kata mereka akan diperbaiki dulu, mungkin diganti dengan nama yang lain,” ujar dia. Kapan tesnya? Menurut Amir sejauh ini belum dijadwalkan, namun berkemungkinan test enam calon Sekda dua daerah tersebut akan dilakukan bersamaan. “Kemungkinan serentak dilakukan usai HUT Provinsi Jambi,” sebut Amir Syakib. (ald)

H. Ahmad Yani Siap Pimpin PP Tebo

MUARA TEBO - Masa kepemimpinan H.Harmain, SE sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pemuda Pancasila (PP) Tebo sudah berakhir. dan saat ini, baru satu nama yang muncul untuk maju menjadi ketua DPC PP Tebo, yaitu H. Ahmad Yani atau yang akrab disapa Haji Bujang Awi (HBA).

Bujang Awi adalah sosok pria yang saat ini bekerja di Lapas Muara Tebo, Dirinya menyatakan siap maju memperebutkan posisi ketua DPC PP Tebo. "Saya siap maju mencalonkan diri menjadi ketua DPP PP Tebo," kata Bujang Awi, Senin lalu.

Dikatakannya Musda PP Tebo masih menunggu petunjuk dari DPW PP Jambi. "Mengenai jadwalnya kita masih menunggu petunjuk dari Jambi," pungkasnya. (ald)

Kerinci Vs Kota Jambi Ricuh, Wasit Tidak Tegas


Kericuhan yang terjadi saat pertandingan perdana Gubernur Cup antara Kota Jambi vs Kerinci

JAMBI - Laga perdana turnamen sepakbola Gubernur Cup menjadi milik tim Kota Jambi yang bertanding melawan Kerinci. Pertandingan dalam rangka HUT Provinsi Jambi ke-55 yang digelar Jumat sore (06/01) itu berkesudahan dengan skor 0-2 (0-1) untuk Imam Faisal dkk. Dua gol kemenangan Kota Jambi ini, disumbangkan striker bernomor punggung 7, Solihin. Dengan hasil ini, Kota Jambi memimpin klasemen sementara Grup B dengan nilai 3.

Pertandingan di Stadion Trilomba Juang, ini cukup menarik minat penonton. Hanya saja karena kepemimpinan wasit yang tidak tegas, sempat terjadi protes keras dari kedua tim.

Protes keras terjadi pada menit ke-57. Berawal ketika wasit Ribut Widodo meniup peluit sembari menunjuk titik putih, menyusul pelanggaran pemain Kerinci atas lawannya. Keputusan itu diprotes pemain Kerinci, yang akhirnya berbuah keputusan lain oleh wasit.

Ribut Widodo, sang pengadil membatalkan penalti dan menyatakan pemain Kota Jambi pada offside terlebih dahulu. Tidak puas dengan kepemimpinan itu, para pemain dan ofisial Kota Jambi pun melayangkan protes keras.

Beberapa saat kemudian wasit dan petugas pertandingan memanggil tim Kerinci. Pembicaraan pun tidak menemui solusi, malahan tim Kerinci memprotes wasit, sehingga akhirnya aparat keamanan mengamankan wasit untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Setelah ada pembicaraan antara wasit dan inspektur pertandingan, kedua tim kembali dipanggil. Akhirnya semua sepakat melanjutkan pertandingan dan keputusan tendangan penalti untuk Kota Jambi.

Manajer tim Kota Jambi Eduar sangat menyayangkan kepemimpinan wasit.

Namun terlepas dari itu, dia sangat bangga dengan pemainnya. “Kami sangat bangga dengan permainan di lapangan. Mereka mengikuti semua instruksi pelatih, sehingga bisa memenangkan laga,” ujarnya.

Dikatakannya, atas kejadian yang terjadi akibat kepemimpinan wasit itu hendaknya menjadi perhatian penyelenggara pertandingan. Pada laga-laga berikutnya dia berharap wasit harus menjalankan tugas dengan baik sesuai aturan, jangan sampai jadi pemicu kerusuhan.

Hal senada juga diungkapkan pelatih Kerinci, Sadli Umar. Menurutnya kepemimpinan wasit sangat merugikan timnya. “Saya sangat kecewa dengan kepempinan wasit,” ujarnya. (ald)

Jalan Padang Lamo Alternatif Tebo-Rimbo

MUARA TEBO – Jalan Padang Lamo, dari Tebo Tengah hingga ke Teluk Kuali, Tebo Ulu kini menjadi jalan alternatif dari dan Tebo-Rimbo. Masyarakat yang memilih melewati jalan tersebut, menilai karena lintas utama dari Simpang Pal 12 Muara Tebo hingga Simpang 21, Desa Perintis Rimbo Bujang kini rusak parah.

Setidaknya hal ini diungkapkan oleh Arpan, warga Kecamatan Sumay, yang sering ke Rimbo Bujang. Dia mengaku jika ingin ke Rimbo Bujang atau pulang dari Rimbo Bujang ke Sumay, lebih memilih lewat Jalan Padang Lamo.

Diakui jika lewat Jalan Padang Lamo jaraknya lebih jauh. Tapi karena kondisi jalannya yang masih cukup bagus, menurutnya lebih enak lewat Jalan Padang Lamo. Juga dijelaskan, dulu ketika dia hendak ke Rimbo, biasanya lewat Dusun Jambu, lalu jalan tembus ke Blok E, baru jalan lintas Tebo Rimbo.

“ Kalau lewat Blok E, jalannya sekarang rusak parah. Jadi lebih enak lewat Jalan Padang Lamo, lurus saja sampai Teluk Kuali, baru ke Rimbo,” katanya, Rabu (4/01).

Hal yang sama diakui Rohman, warga Pasar Muara Tebo. Dia yang sering melakukan perjalanan dari Muara Tebo ke Rimbo Ilir, lebih memilih lewat Jalan Padang Lamo, kemudian masuk ke Blok E dari Dusun Jambu. Dipilihnya jalan tembus dari Dusun Jambu ke Blok E, karena kondisi jalan yang baru diaspal dan belum mengalami kerusakan. Dari Blok E ke pusat Kecamatan Rimbo Ilir, kondisi jalannya juga bagus.

“Kalau lewat Simpang Pal 12, sampai Blok F memang sudah diaspal, tapi dari Blok F ke Blok E kondisinya rusak parah. Jadi lebih enak lewat Sumay,” kata Rohman.

Pantauan harian ini, sewaktu melintasi jalan utama Tebo-Rimbo dari Blok F hingga Jalan 21 Desa Perintis kondisinya rusak parah. Untuk melintasi jalan tersebut membutuhkan waktu cukup banyak, perjalanan juga tidak lancar karena harus sering menghindari lubang. Selain itu juga membuat badan capek.

Sementara pengaspalan ulang jalan tersebut, yang dilakukan sejak tahun 2010 lalu, hingga kini baru terlaksana dari Simpang Pal 12 hingga Pasar Blok F. Dari Blok F hingga Blok E saat ini baru terlihat dilakukan perkerasan ulang. Dan dari Blok E hingga Simpang 21, Desa Perintis, belum disentuh sama sekali, sementara kerusakan semakin parah. (joe)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs