Ashanty Kian Seksi....





Artis Alba Fuad Terancam 12 Tahun Penjara

MERDEKAPOST.COM, JAKARTA - Artis Aba Fuad terancam hukuman 12 tahun penjara karena mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Aktris era tahun 1980-an ini  tertangkap sedang mengonsumsi sabu-sabu bersama John Kei di Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (17/2/2012) malam.
"Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 112 ayat 1 Subsider pasal 127 Jo pasal 114 UU Narkotika dengan ancaman pidana minimal 4 tahun penjara dan maksimalnya 12 tahun penjara," jelas Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nugroho Aji Senin (20/2/2012).
Nugroho juga menjelaskan Alba Fuad yang tertangkap bersama dengan John Kei,  tersangka kasus pembunuhan Direktur Utama PT Sanex Steel Indonesia di Hotel C'One Pulomas, Jakarta Timur sudah ditahan sejak kemarin.
Nugroho memaparkan saat penangkapan Alba Fuad polisi tidak menemukan barang bukti Sabu dan juga alat Penghisap sabu (bong). Berdasarkan keterangan sementara Alba, dia menggunakan Sabu dari kediamannya di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
"Di hotel tidak sempat gunakan narkoba, tetapi sebelum ke hotel, dia mengaku menggunakan Sabu di rumah karena saat diperiksa ada bong yang sudah dipakai dan barang bukti shabu 0,4 gram," ucap Nugroho. (coe/ant)

Warga Afgan Protes Atas Pembakaran Al Quran


Warga Afghanistan melemparkan batu saat melakukan aksi protes di depan pangkalan militer AS di Bagram, sebelah utara Kabul, Afghanistan (21/2). Lebih dari 2.000 warga beberapa diantaranya menembakkan senjata ke udara saat melakukan protes terhadap pembakaran Al Quran dan buku Islam oleh pasukan asing. (AP/Musadeq Sadeq)

Ini Dia Matteo, Sosok Pria Italia Penakluk Maia Estianty

Nama Matteo Gueninoni sempat santer menjadi bahan pemberitaan yang menyebutkan memiliki hubungan spesial dengan artis Maia Estianty. Pria asal Italia itupun tak menyangkalnya, ia pun mengaku sempat dekat dengan mantan istri Ahmad Dhani yang telah memiliki tiga orang anak itu.




'Siapa yang enggak suka Maia Estianty? Tinggi, putih, baik, cantik, pasti laki-laki dengan sifatnya itu akan jatuh cinta,' tuturnya tanpa malu-malu.

Kasus Lahan PT. SKU di Bungo Kembali Mencuat


Lahan Sawit (ilustrasi)

MP.COM, MUARA BUNGO - Kasus lahan sawit PT. Setya Kisma Utama (SKU) tahun 1999, yang saat itu masih bernama PT. Tebora, Saat ini kembali mencuat. Kini, warga dari Dusun Batang Uleh, Kecamatan Tanah Tumbuh, Kabupaten Bungo kembali meminta hak atas tanah mereka seluas 832 hektar (Ha). Disisi lain, warga dari Dusun Telentam, Candi dan Bedaro ternyata sudah lama menggarap lahan itu, yang mereka klaim juga milik mereka.

Untuk menyelesaikan sengketa ini, Binmas Polres Bungo menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Mapolres Bungo, Senin (20/02). Namun acara ini tidak dihadiri warga dari Dusun Bedaro dan Telentam, mereka hanya diwakili Rio masing-masing.

Panitia juga menghadirkan pihak BPN, Dishutbun, Perwakilan dari PT.SKU dan warga.

“Bagaimana mungkin kita mau menyelesaikan masalah, kalau dari dusun yang saling klaim tidak hadir. Namun kita tetap berusaha agar masalah ini segera selesai,” kata Ismail, bagian Binmas Polres Bungo.

Dalam diskusi ini mencuat, bahwa pada tahun 1994, PT Tebora yang kemudian diakuisisi PT. SKU, mendapat hak kelola hutan seluas 6.000 hektar.

Kemudian pada sekitar tahun 2008, tersisa lahan seluas 832 Ha, yang tidak bisa digarap, karena faktor krisis ekonomi. “Perusahaan tidak bisa menggarap karena krisis ekonomi,” kata perwakilan dari PT SKU.

Lahan yang awalnya diklaim milik warga Dusun Batang Uleh ini, kemudian digarap warga Dusun Telentam, Candi dan Bedaro. Warga Batang Uleh baru pada medio 2011 mengetahui kejadian ini, karena mendapat laporan dari pimpinan PT SKU di Jakarta.

Lahan 832 Ha inilah yang kemudian menjadi masalah. Namun pihak Dishutbun mengatakan, tidak bisa menyalahkan perusahaan kalau masalahnya seperti ini, karena perusahaan tidak mungkin manggarap lahan, kalau tidak ada penyerahan dari warga pemilik lahan.

“Harus dicari siapa yang menyerahkan Surat Tanda Penyerahan Lahan (STPL) saat itu,” jelas perwakilan Dishutbun.

Persoalan ini akan kembali diurai beberapa hari ke depan bersama Pemkab dan DPRD Bungo. Karena kedua kelompok tetap mempertahankan argumennya masing-masing. (AFD/BJS)

Artis AF yang Tertangkap Nyabu Bersama John Kei

Artis Alba Fuad dan Jhon Kei
MP.COM, Jakarta - Artis Alba Fuad harus berurusan dengan aparat kepolisian setelah tertangkap mengkonsumsi narkotika jenis sabu bersama John Kei di Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (17/2) lalu. Kini, dia resmi ditahan di Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya.

"(Alba Fuad) Sudah ditahan ditahan sejak Minggu (19/2)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Senin (20/2/2012).

Rikwanto mengatakan, dari pemeriksaan tes urine, Alba Fuad positif mengkonsumsi narkotika jenis sabu. Alba Fuad dijerat Pasal 112 jo 114 subsider 117 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

"Kalau John Kei hasil (tes urinenya) belum keluar, dia sekalian tes darah juga," tuturnya.

Sementara itu, dari hasil penggeledahan di rumah kontrakan Alba Fuad di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (19/2) kemarin, polisi menemukan sabu seberat 0,5 gram berikut alat hisap sabu (bong).

Alba Fuad turut tertangkap saat polisi menangkap John Kei di Hotel C'One Pulomas, Jakarta Timur, Jumat (17/2) malam lalu. John Kei ditangkap terkait kasus pembunuhan Ayung alias Tan Hari Tantono (50), bos PT Sanex Steel di Swiss-Belhotel, Jakarta Pusat. Namun polisi menyatakan bahwa Alba Fuad tidak terkait dengan kasus John Kei tersebut. (ald/nvc/dtk.com)

Artis Berpolitik, Cari Sensasi atau Prestasi?

Beberapa orang Artis yang terjun kedunia politik (Zumi Zola,
Angelina Sondakh, Rieke Diah Pitaloka, Rano Karno dan
Dede Yusuf (Doc. MP.COM 2012)
Jakarta - Dunia politik ternyata menjadi magnet tersendiri bagi para artis. Semakin banyaknya artis yang serius masuk ke partai politik seolah hendak mematahkan anggapan miring bahwa artis hanyalah 'pemanis' di panggung kekuasaan. 

Sejumlah artis telah menorehkan namanya sebagai pejabat penting di daerah. Seperti Zumi Zola yang menjabat sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur, Jambi dan Dicky Chandra yang sempat menjadi Wakil Bupati Garut, Jawa Barat.

Sebelum itu, aktor Rano Karno dan Dede Yusuf juga mendapat jabatan penting sebagai pejabat daerah. Mereka kini sama-sama menjabat sebagai wakil gubernur.

Tak hanya jadi pejabat daerah, beberapa artis juga berhasil duduk sebagai anggota DPR. Sebut saja Rieke Diah Pitaloka, Tere, Rachel Maryam, Vena Melinda, Angelina Sondakh hingga Eko Patrio. 

Namun, dengan berbekal popularitas di masyarakat, tak selamanya artis bisa sukses menjadi politisi. Ada beberapa nama yang gagal maju sebagai anggota DPR atau pejabat daerah. 

Artis sensasional Julia Perez misalnya, gagal maju sebagai Wakil Bupati Pacitan, Jawa Timur. Ayu Azhari menambah rangkaian nama artis yang gagal jadi pejabat daerah. Ayu sebelumnya mencalonkan sebagai Bupati Sukabumi, Jawa Barat.

Sedangkan dari Senayan, kegagalan artis yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR menimpa Tessa Mariska dan Irwansyah. Namun, rupanya daftar panjang kegagalan itu tak menyurutkan minat artis terjun ke politik. 

Irwansyah misalnya, yang gagal jadi anggota legislatif pada pemilu 2009 lalu, awal tahun ini tiba-tiba mengejutkan dengan rencananya untuk kembali 'maju perang'. Kali ini, pelantun 'Pecinta Wanita' itu masuk dari pintu lain. Ia akan maju di Pilkada Tangerang 2013.

Ada yang sukses, ada yang gagal, dan ada yang mencoba lagi. Bagaimanapun, dinamika itu seperti menjadi prestasi tersendiri bagi para artis. Hal itu seolah menjadi peluntur anggapan negatif bahwa para artis yang terjun ke dunia politik hanyalah dimanfaatkan sebagai pemanis. (coe/ant)

Irwansyah Maju di Pilkada Tangerang 2013, Termotifasi Rano Karno

Irwansyah
Jakarta - Artis ikut Pilkada memang bukan hal baru. Kali ini, bintang film dan penyanyi Irwansyah siap mencoba peruntungannya di Pilkada Tangerang 2013. Ia mengaku optimis karena termotivasi oleh sosok Rano Karno.

Seperti diketahui saat ini Rano Karno menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten periode 2012-2017 bersama Ratu Atut Chosiyah sebagai gubernurnya. Irwan merasa punya kesamaan, sama-sama putra Betawi asli. 

"Termotivasi sama Rano Karno. Kita kan anak Betawi asli, kenapa nggak?" ungkap manajer Irwansyah, Muhaimin kepada Detikhot, Senin (20/2/2012).

Pria berumur 27 tahun itu memang tidak punya pengalaman di dunia politik. Namun, bukan berarti politik asing baginya.

Sebelumnya, pelantun 'Kutunggu Jandamu' itu pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari Partai Indonesia Sejahtera pada 2009. Sayangnya, ia gagal duduk di DPR.

"Kuliah sih bukan (bidang politik), tapi sering ikut-ikut dunia politik," ujar Irwansyah. (coe/dtk.com)

Matteo Pacar Maia Estianty?

Maia Estiyanti
Jakarta - Beberapa waktu lalu beredar kabar Maia Estianty tengah menjalin asmara dengan pria asal Italia bernama Matteo Gueninoni. Kini, pria itu mengakui memang dekat dengan Maia. Tapi, benarkah mereka pacaran?

"Kita sempat dekat, sering pergi, karena saya dan Maia teman lama," ujarnya saat ditemui di Luna Negra, Plaza Bapindo, Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (20/2)

Mengenai adanya hubungan spesial, Matteo membantah. "Orang bikin kesimpulan. Saya dan Maia teman sudah satu tahun. Enggak ada apa-apa, teman lebih penting daripada hubungan spesial, Maia sangat baik," paparnya.

Meski menegaskan tak ada hubungan spesial, Matteo tak ragu menyanjung perempuan asal Surabaya itu. Ia menilai Maia adalah perempuan yang sangat cerdas.

"Dia sangat cerdas, salah satu perempuan di Indonesia. Di dunia enggak banyak, bisa bikin lagu, bisa mix lagu sendiri, luar biasa," pujinya.

Matteo juga tidak menutup kemungkinan jika nantinya hubungan mereka bisa lebih dekat. Ia pun menilai Maia adalah salah satu kriteria wanita idamannya.

"Bagaimana, siapa yang enggak suka Maia Estianty? Tinggi, putih, baik, cantik, pasti laki-laki dengan sifatnya itu akan jatuh cinta," paparnya. (coe/okezone)

Cewek-Cewek Seksi Demo KPK, Minta Angie Jujur

Cewek-cewek seksi dari Mawar Pro Demokrasi saat gelar aksi
di Gedung KPK RI siang tadi (senin,20/02)
'Mbak Angie Jujur Dong"


MP.COM, Jakarta - Tersangka kasus suap Wisma Atlet, Angelina Sondakh, menjadi bidikan belasan perempuan cantik yang mengenakan rok mini saat unjuk rasa di Gedung KPK, Jakarta. Mereka meminta Angie jujur memberikan kesaksian.

Sekitar 15 perempuan cantik dari Mawar Pro Demokrasi ini mengelar aksi di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/2/2012).

Mereka yang mayoritas berambut panjang warna hitam dan ada juga yang dicat pirang ini kompak mengenakan kaos warna oranye dengan rok mini jeans warna biru, lengkap dengan kaca mata hitam.

Perempuan-perempuan ini membagikan bunga mawar aneka warna kepada petugas KPK maupun wartawan. Ada warna merah, pink, dan putih. Senyuman manis mereka mengembang saat membagikan bunga mawar tersebut.

Lazimnya berdemo, mereka juga tidak ketinggalan membentangkan spanduk warna putih berukuran 2x1 meter bertuliskan 'Mbak Anggie Jujur Dong...!'

Tidak ada orasi berapi-api dalam aksi ini. Mereka lalu diterima oleh petugas Humas KPK, Sugeng. Aksi berlangsung singkat, cuma 15 menit. Rombongan perempuan cantik itu kemudian meninggalkan Gedung KPK dengan tertib.(coe/ant)

Israel Bersyukur, Anak-anak Palestina Tewas Kecelakaan


Sungguh Ironis dan Rasis

Merdekapost.com - Kecelakaan bus tragis yang menewaskan sekitar sembilan anak Palestina, justru disambut gembira oleh warga Israel. Hal ini diungkap oleh seorang warga, Laura Stuart, yang mengungkap beberapa percakapan dari bahasa Ibrani yang dikutipnya dari akun milik situs berita, Walla Israeli di akun facebook.


Benny: Tenang, yang mati cuma anak-anak Palestina.
Tali: Sepertinya mereka adalah anak-anak Palestina. Syukurlah.
Tal: Syukurlah, mereka cuma orang Palestina.
Ajala: Bagus, jumlah teroris berkurang!!!
Eliya: Hanya anak-anak Palestina yang tewas-sekitar sepuluh anak.
Itai: Syukurlah, itu anak-anak Palestina. Semoga setiap hari seperti ini.
Aleyah: Tenang, itu adalah bus yang membawa anak-anak Palestina. Mari berdoa mereka semua meninggal, atau setidaknya terluka. Ini adalah berita baik untuk memulai hari.

Stuart kemudian menulis bahwa semua komentar penuh kebencian ini, kini telah dihapus dari facebook. Dan beberapa orang mengaku takut dengan sikap rasis yang ditunjukkan melalui komentar-komentar tersebut.

Yang tidak kalah mengagetkan, lanjut Stuart, adalah pemberitaan BBC terkait kecelakaan ini. Dalam beritanya, BBC menuliskan bahwa meski truk yang menabrak bus itu berplat nomor ‘Israel’, namun tidak mungkin pengemudinya adalah seorang ‘Israel’.

Saat artikel ini ditulis Stuart, telah dikonfirmasi bahwa pengemudi truk itu adalah seorang Arab ‘Israel’. “Saya bertanya-tanya apa perlu menanyakan atau mengomentari kebangsaan atau etnis seorang pengemudi yang terlibat dalam kecelakaan?” tulis Stuart. 

Sebuah kecelakaan bus tragis terjadi hari Kamis (16/ 2) pagi di Ramallah. Tabrakan antara bus dengan truk ini menewaskan sembilan anak Palestina dan seorang guru.

Bus yang tengah mengangkut anak-anak Palestina itu bertabrakan kencang dengan sebuah truk yang mengakibatkan bus terbalik dan terbakar. Selain korban tewas, puluhan penumpang juga dikabarkan menderita luka-luka. (ald/BBC/ant)

Februari 2012, Golkar Paling Diminati Pemilih


MERDEKAPOST.COM - Partai Golkar menjadi salah satu partai yang paling diminati oleh pemilih pada bulan Februari 2012 ini.

Dari hasil survey yang dilakukan oleh Lembaga Survey Indonesia terhadap 2.050 responden pada 1 sampai dengan 12 Februari 2012 ini diketahui bahwa sebanyak 15,5 persen diantaranya menyatakan bahwa mereka akan memilih partai atau anggota DPR yang berasal dari Partai Golkar bila pemilu dilaksanakan sekarang.

Sementara 13,7 persen lainnya mengatakan bahwa mereka akan memilih Partai Demokrat dan 13,6 persen akan memilih PDIP.

"Hasil ini menunjukkan bahwa dukungan pada Golkar ini dan PDIP tidak menunjukkan perubahan berarti, tetap pada angka sekitar margin off error hasil pemilu yang lalu," kata Burhanuddin Muhtadi, Peneliti LSI saat memaparkan hasil survey lembaganya di Jakarta, hari ini.

Untuk Partai Gerindra, PPP, PKB, PAN, PKS sendiri presentase responden yang menyatakan bahwa mereka akan memilih partai- partai tersebut masing- masing adalah; 4,9 persen, 4,9 persen, 4,6 persen, 4,1 persen dan 3,7 persen, dan pemilih yang menyatakan akan memilih Partai Hanura hanya sekitar 1,2 persen.

Begitu juga kata Burhan, partai- partai menengah tidak mengalami perubahan berarti, masing- masing tetap berada di sekitar angka hasil pemilu yang lalu kecuali bagi Hanura dan PKS.
"Hanura dan PKS mengalami penurunan berarti pada hasil survey tersebut," kata Burhan.

Burhan mengatakan bahwa dari hasil survey lembaganya tersebut diketahui bahwa saat ini sebagian besar partai sedang mengalami kemandegan dukungan pemilih, dan sebagian yang lain justru mengalami penurunan

Dari hasil survey Burhan juga mengatakan bahwa ternyata sampai saat ini partai lain tidak bisa mengambil keuntungan dari penurunan popularitas Demokrat.

"Pada survey terakhir ada perubahan perolehan suara secara signifikan pada Demokrat dibanding hasil Pemilu 2009, dari 21 persen ke 14 persen tapi suara Demokrat tersebut ternyata tidak lari ke partai lain," kata Burhan.

"Larinya malah kelihatannya ke pemilih yang belum memutuskan sikap," tambahnya. (coe/ant)

AM Fatwa: SBY Kesulitan Berantas Korupsi


SBY

Merdekapost.com, Jakarta  - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Andi Mapetahang Fatwa berpendapat bahwa Presiden Susilo Bambang Yudoyono kesulitan memberangus korupsi. Itu, kata Fatwa, karena Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat itu sudah terjebak di lingkaran politik dan kekuasaan.


"Dia harus keluar dari lingkaran itu," kata Fatwa di sela-sela menghadiri deklarasi Lembaga Advokasi Matahari di Hotel Rtiz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu, 19 Februari 2012.


Fatwa menyarankan agar Yudoyono tidak hanya berfikir untuk menyelamatkan lingkarannya, namun harus mengutamakan penyelamatan bangsa dan negara. "Agar tidak terjebak, dia harus menunjukkan ketegasan kepemimpinannnya," kata mantan Wakil Ketua MPR RI ini.


Banyak pihak saat ini menuntut keseriusan Yudoyono memberantas korupsi dengan banyaknya politis yang sekarang menjadi tersangka. Bahkan ada dua pengurus DPP Partai Demokrat yang sekarang terjerat di kasus korupsi Wisma Atlet di Jakabaring, Palembang.


Keduanya adalah mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dan Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Angelina Sondakh. Di kasus Wisma Atlet ini, nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga disebut-sebut terlibat.


Fatwa mengatakan, Yudoyono harus memperlihatkan keseriusannya mendorong agar penegak hukum secepatnya menuntaskan kasus itu. (coe/ant)

LSI: Jika Pemilu Digelar Sekarang, Suara Demokrat Anjlok


Para Petinggi Partai Demokrat

MERDEKAPOST.COM, Jakarta - Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terbarunya. LSI menilai pasca pelaksanaan pemilihan umum 2009 belum ada partai yang mengalami kemajuan secara konsisten.


Ini sebagai akibat sentimen negatif mayoritas masyarakat terhadap keadaan politik nasional. "Ada indikasi sebagian besar partai mengalami kemandegan dukungan pemilih, dan sebagian mengalami penurunan," ujar peneliti LSI, Burhanudin Muhtadi memaparkan hasil survei Perubahan Politik 2014 Trend Sentimen Pemilih di kantor LSI, Jakarta, Ahad, 19 Februari 2012.


Survei terakhir LSI, pada 1-12 Februari 2012, ini perubahan suara yang paling signifikan dialami Partai Demokrat. Jika pemilu dilakukan sekarang, suara Demokrat turun menjadi 13,7 persen. Anjlok bila dibandingka perolehan partai pemenang pemilu 2009 sebesar 21 persen.


Sedangkan dukungan untuk Partai Golkar dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak menunjukkan perubahan berarti. Golkar meraup suara 15,5 persen dan PDIP 13,6 persen.


Suara untuk partai-partai menengah juga tidak mengalami perubahan. Masing-masing partai tetap di sekitar angka hasil pemilu 2009 lalu. Gerindar meraup 4,9 persen, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 4,9 persen, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 4,6 persen. Sedangkan Hanura dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengalami penurunan menjadi 1,2 persen dan 3,7 persen.


Dari penelitian yang dilakukan LSI pada 2.050 responden yang tersebar di 33 provinsi ini LSI menemukan, kepercayaan masyarakat pada partai politik semakin menurun. Akibatnya banyak pemilih belum menentukan pilihan.


Kalau pun sudah menentukan, pilihan itu pun belum dipilih secara mantap. "Ini mengindikasikan pemilih menuntut partai melakukan perbaikan kinerja," ujar Burhanudin. Penelitian dilakukan dengan sistem acak bertingkat.


Menurunnya dukungan pemilih terhadap partai, menurut Burhanudin, belum bisa disikapi partai dengan optimal. Buktinya berbagai iklan di media dan atribut yang dipasang dalam dua tahun terakhir terbukti tidak menarik perhatian pemilih. "Banyaknya suara mengambang ini akan menjadi peluang bagi partai besar, partai menengah dan partai kecil untuk bekerja lebih keras menarik simpati publik." (coe/ant)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs