RIMBO BUJANG,MP – Mungkin, inilah salah satu gambaran anak-anak negeri yang putus sekolah akibat kemauan orang tua yang tidak mengerti dengan pentingnya pendidikan bagi anak-anak.
Dan itu pun menimpa kepada Sri Wahyuni (15) warga Jalan Juar (Sapat-Red) desa Tirta Kencana Kecamatan Rimbobujang yang masih duduk dikelas 3 di SMP Negeri 13 Kabupaten Tebo. Dirinya, terpaksa harus mencicipi dunia pendidikan sebatas tingkat SMP saja.
Tentunya, orang tua siswa tersebut memiliki alasan mendasar untuk tidak menyekolahkan lagi anaknya. Ketika dikorek informasi dari Kepala SMP Negeri 13 Kabupaten Tebo, Jaroso S.Pd kepada koran ini menerangkan bahwa keluarnya siswanya itu lima hari ketika akan mengikuti Ujian Nasional (UN) SMP yang saat ini tengah digelar.
“ Sri Wahyuni tidak mengikuti UN sejak hari pertama, “ jelas Jaroso,Rabu (27/4). Padahal menurut Kepala SMP 13 ini, sebelumnya Sri Wahyuni mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan nilai sekolah yang akan digabungkan dengan nilai UN untuk kelulusan juga sudah dikirimkan ke Dinas, katanya lagi.
Ketika ditanya apa penyebab Sri Wahyuni tidak mengikuti UN, Jaroso kembali menerangkan bahwa Sri Wahyuni salah satu siswanya dari dua orang siswa yang tidak ikut UN namun terdaftar dalam daftar 8355,alasannya karena akan menikah.
Alasan akan menikah itu diketahui setelah pihak sekolah melakukan pendekatan kepada orang tuanya. “ Informasinya akan menikah, tapi tidak tahu apakah sekarang sudah menikah atau belum,” tukas Jaroso lagi.
Pihak sekolah sudah membujuk yang bersangkutan (Sri Wahyuni-Red) maupun orang tuanya agar mengikuti UN karena sangat disayangkan sekali dengan waktu yang hanya tinggal selangkah lagi untuk kelulusan setelah tiga tahun di SMP. Namun, usaha dari sekolah tetap tidak mampu untuk mengajak anak tersebut untuk ikut UN, terang Jaroso.
Sementara, menurut salah seorang Ketua RT di Jalan Sapat yang merupakan akses penghubung untuk menuju ke Jalan Juar desa Tirta Kencana tempat tinggal Sri Wahyuni mengatakan, para orang tua disana memang lebih sering menikahkan anaknya pada saat usianya belum masuk waktunya untuk menikah atau kawin muda, ujar Ketua RT yang namanya tak mau disebutkan. (Apek)
Dan itu pun menimpa kepada Sri Wahyuni (15) warga Jalan Juar (Sapat-Red) desa Tirta Kencana Kecamatan Rimbobujang yang masih duduk dikelas 3 di SMP Negeri 13 Kabupaten Tebo. Dirinya, terpaksa harus mencicipi dunia pendidikan sebatas tingkat SMP saja.
Tentunya, orang tua siswa tersebut memiliki alasan mendasar untuk tidak menyekolahkan lagi anaknya. Ketika dikorek informasi dari Kepala SMP Negeri 13 Kabupaten Tebo, Jaroso S.Pd kepada koran ini menerangkan bahwa keluarnya siswanya itu lima hari ketika akan mengikuti Ujian Nasional (UN) SMP yang saat ini tengah digelar.
“ Sri Wahyuni tidak mengikuti UN sejak hari pertama, “ jelas Jaroso,Rabu (27/4). Padahal menurut Kepala SMP 13 ini, sebelumnya Sri Wahyuni mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) dan nilai sekolah yang akan digabungkan dengan nilai UN untuk kelulusan juga sudah dikirimkan ke Dinas, katanya lagi.
Ketika ditanya apa penyebab Sri Wahyuni tidak mengikuti UN, Jaroso kembali menerangkan bahwa Sri Wahyuni salah satu siswanya dari dua orang siswa yang tidak ikut UN namun terdaftar dalam daftar 8355,alasannya karena akan menikah.
Alasan akan menikah itu diketahui setelah pihak sekolah melakukan pendekatan kepada orang tuanya. “ Informasinya akan menikah, tapi tidak tahu apakah sekarang sudah menikah atau belum,” tukas Jaroso lagi.
Pihak sekolah sudah membujuk yang bersangkutan (Sri Wahyuni-Red) maupun orang tuanya agar mengikuti UN karena sangat disayangkan sekali dengan waktu yang hanya tinggal selangkah lagi untuk kelulusan setelah tiga tahun di SMP. Namun, usaha dari sekolah tetap tidak mampu untuk mengajak anak tersebut untuk ikut UN, terang Jaroso.
Sementara, menurut salah seorang Ketua RT di Jalan Sapat yang merupakan akses penghubung untuk menuju ke Jalan Juar desa Tirta Kencana tempat tinggal Sri Wahyuni mengatakan, para orang tua disana memang lebih sering menikahkan anaknya pada saat usianya belum masuk waktunya untuk menikah atau kawin muda, ujar Ketua RT yang namanya tak mau disebutkan. (Apek)