Pasutri Positif Rapid Test Covid-19 Tebo, Terlacak Pernah ke Rimbo Bujang

Camat  Serai serumpun sedang memberikan pengarahan kepada RT 9 dusun Kasai Mulya desa Bukit Pamuatan tempat domisili pasien PDP Covid-19 setelah eksekusi ke ambulan agar masarakat tenang tetap di rumah. (ist)

JAMBI, MERDEKAPOST.COM - Pasangan suami istri asal Kabupaten Tebo, yang hasil rapid test-nya positif coronavirus disease 2019 (COVID-19), terlacak pernah ke Rimbo Bujang pasca pulang dari Gowa, Sulawesi Selatan. Ini disampaikan Camat Ser Ser, Aripin, Selasa (28/4/2020).

“Ini yang sangat saya sayangkan, imbuan saya selaku camat tidak dipatuhi warga di sekitar tempat tinggal pasangan ini. Mereka tetap melakukan kontak dengan beribadah di masjid dengan si suami, bahkan hasil tracking kita terhadap pasangan ini, selama masa isolasi si suami sempat pulang kampung ke Koto Jayo Kecamatan Tebo Ulu. Katanya sempat pula pergi ke Rimbo Bujang, sekarang kita masih menelusuri ke mana saja beliau ini berjalan dan kontak dengan siapa saja,” lanjutnya.

Selain itu, saat ini tiga Rukun Tetangga (RT) di Desa Bukit Pemuatan Kecamatan Serai Serumpun (Ser Ser), Tebo, lingkungan tempat tinggal pasangan suami istri (Pasutri) yang hasil rapid testnya positif Covid-19, terancam diisolasi.

“Terpaksa dilakukan karena si suami yang merupakan pensiunan guru (64) ini termasuk aktif di masjid. Sedangkan istrinya (54) berstatus Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengajar di salah satu SD di Kecamatan Serai Serumpun, sepulang dari Gowa tetap aktif ke sekolah dan kontak dengan para majelis guru di SD tersebut,” terang Aripin kepada wartawan dihubungi melalui telepon selulernya.

Baca Juga : Hasil Rafid Test Pasutri di Serai Serumpun Tebo Positif Terpapar Covid-19, Suami Punya Riwayat ke Gowa

Kata dia, selain berencana akan mengisolasi tiga RT tersebut, pihaknya juga meminta rekan sejawat si istri di SD tempatnya mengajar juga melakukan isolasi mandiri.

“Rencana isolasi ini sudah saya sampaikan kepada ketua gugus penanganan Covid-19 Tebo dan pak Wakil Bupati (Wabup) Tebo, tindakan ini terpaksa kita ambil berdasarkan hasil penelusuran atau tracking terhadap rute perjalanan dan dengan siapa saja pasangan ini melakukan kontak,” terang camat, lagi.

Namun selaku camat, Aripin mengaku kecewa dengan sikap pasangan ini dan masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya yang dari semula kurang kooperatif dan tidak mematuhi imbauannya selaku camat.

“Dari awal kita sudah mencoba mengantisipasinya, belum sampai di rumah saja, sewaktu mereka masih dalam perjalanan dari Gowa, bidan desa sudah menunggu dan meminta pasangan ini untuk melakukan isolasi mandiri dan melakukan rapid test terhadap mereka. Kepada masyarakat yang tinggal di sekitarnya sudah saya imbau untuk tidak melakukan kontak dengan pasangan ini,” beber Aripin, lagi.

Namun, imbauan kepada pasangan ini untuk melakukan isolasi mandiri dan masyarakat yang tinggal di sekitar tidak melakukan kontak dengan pasangan, tidak diindahkan sama sekali.

Aripin juga mengatakan bahwa isolasi terhadap 3 RT di lingkungan tempat pasutri ini tinggal sudah dilakukan mulai sore tadi.

“Saya minta semua jalan tikus di 3 RT tersebut ditutup semua, hanya ada satu jalan keluar masuk menuju daerah tersebut, semua masjid dan musholla disana untuk sementara distop kegiatan tarawihnya, tindakan tegas ini terpaksa kita lakukan untuk mencegah semakin luasnya penyebaran virus Corona atau Covid-19 ini di kecamatan Serai Serumpun,” tandasnya.

(064)

Related Posts

0 Comments:

Post a Comment


Recent Posts

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Privacy Policy | Disclaimer | Peta Situs