Data Bansos di Kerinci Bikin Kades Bingung, Beda dengan Usulan dari Desa

Ilustrasi bantuan sosial untuk warga terpapar covid-19. (antara)
Kerinci, Merdekapost.com – Data penerima bantuan sosial (Bansos) warga terdampak Covid-19 yang bersumber dari Provinsi, memunculkan banyak pertanyaan. Menyusul data penerima tak sesuai usulan dan verifikasi.

Utamanya warga yang belum berkesempatan menerima bantuan, Sesuai data yang diterima oleh Kades dan pihak kecamatan bahwa masih banyak data yang amburadul dikarenakan kurangnya koordinasi antar Daerah.

Seperti yang terjadi pada bantuan Covid-19 dari Provinsi Jambi ini, dimana beberapa Kades yang ada di Kabupaten Kerinci, mengeluhkan data yang dikirim Provinsi ke Kabupaten dan diteruskan ke Desa, karena data nama penerima bantuan yang turun tersebut tanpa koordinasi dengan Kepala Desa.

Baca Juga: Instruksi Mendes, BLT Harus Disalurkan Sebelum 24 Mei !

Padahal yang mengetahui nama penerima yang layak adalah Kades, kondisi ini membuat para kades di kabupaten Kerinci dibuat pusing. Pasalnya diantara penerima, ada yang sudah menerima bantuan lain, seperti PKH.

“Dalam pendataan penerima bantuan dari Provinsi tersebut pihak desa tidak dilibatkan. Kami Kepala desa tidak tahu siapa penerima bantuan dari Provinsi. Kami baru tahu setelah nama sudah turun melalui kecamatan,”ungkap Edi Januar, Kades Baru Semerah.

Menurut Edi, penerima bantuan dinilai tidak tepat sasaran. Ini menimbulkan gejolak di setiap desa. Bahkan, banyak penerima bantuan provinsi juga penerima PKH. Sementara arahan sebelumnya, penerima bantuan adalah warga yang bukan penerima PKH, BPNT, dan BLT desa.

“Jangan sampai Kepala Desa yang disalahkan nantinya. Kan kita tidak tahu datanya dari mana,”katanya.

Selain itu, menurut Edi, awalnya hasil rapat di Pemerintah daerah, penerima bantuan provinsi sebanyak 35 KK per desa, dan dari kabupaten 62 KK per desa. Syaratnya bukan penerima BLT desa, PKH, dan BPNT.

“Tapi sudah berubah lagi. Ternyata nama penerima sudah ada dan jumlahnya tidak sama di setiap desa. Bantuan provinsi tersebut jumlahnya 350 ribu dalam bentuk sembako dan 250 ribu dalam bentuk uang,”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kerinci, Samardin dikonfirmasi mengatakan, data penerima bantuan provinsi diambil dari data Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Bukan data dari pendataan yang dilakukan oleh pihak desa. “Jadi penerima bukan nama-nama yang dari kades,”jelasnya. (rdp/sumber: bacajambi.id )

Related Posts

0 Comments:

Post a Comment


Recent Posts

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Privacy Policy | Disclaimer | Peta Situs