![]() |
| Uji Coba Pengaliran Air PLTA Disebut-sebut Jadi Penyebab utama Air Danau Kerinci Menyusut Drastis beberapa minggu terakhir.(mpc) |
Kerinci Merdekapost.com - Fenomena penurunan muka air Danau Kerinci dalam beberapa minggu terakhir membuat warga di Kabupaten Kerinci, Jambi, terkejut.
Air yang biasanya memenuhi badan danau kini surut cukup jauh hingga menampakkan area dasar yang jarang terlihat sebelumnya.
Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI Jambi, Joni Rahalsyah Putra, menyebut perubahan ini tidak bisa dilepaskan dari aktivitas uji coba Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang dikelola PT Kerinci Merangin Hidro (KMH).
Ia menjelaskan bahwa sejak awal Januari, terjadi pengaliran air dari danau menuju turbin pembangkit.
“Mulai tanggal 1 sampai 16 Januari 2026 itu dilakukan pengaliran air ke turbin. Dari tiga pintu air, satu pintu dibuka sekitar 20 sentimeter untuk proses uji coba,” ujar Joni, Selasa (27/1/2026).
Menurutnya, tahap ini masih merupakan rangkaian percobaan sebelum PLTA beroperasi penuh. Pihak perusahaan, kata Joni, juga berjanji meninjau semua dampak yang muncul selama proses uji coba berlangsung.
Bacaan Lainnya: Pastikan Penyebab Meninggalnya Rafi Pemuda Koto Tebat Kerinci, Keluarga Setuju Jenazah Diotopsi
“Pengaliran ini masih tahap percobaan. Pihak PT KMH menyampaikan bahwa setiap dampak yang muncul akan menjadi dasar perbaikan sebelum operasional permanen diterapkan,” jelasnya.
BWSS mencatat bahwa dalam 16 hari masa pengaliran, volume air Danau Kerinci menunjukkan penurunan signifikan. Warga pun merasakan langsung efeknya.
Sebagian masyarakat mulai kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga, sementara petani khawatir terhadap pasokan irigasi untuk sawah mereka.
PT KMH, menurut Joni, telah menyatakan kesiapan untuk mendata wilayah yang terdampak sekaligus menyiapkan bantuan darurat jika kondisi semakin kritis.
“Informasinya, mereka akan menyediakan tandon air sebagai langkah sementara apabila dibutuhkan,” ujarnya.
![]() |
| Penampakan air danau Kerinci yang susut drastis.(adz) |
Terkait legalitas uji coba tersebut, Joni menegaskan bahwa izin pengaliran dikeluarkan langsung pemerintah pusat melalui sistem perizinan nasional. BWS Sumatera VI baru dilibatkan setelah pelaksanaan uji coba berjalan.
“Kewenangannya ada di pusat. Kami diundang untuk pembahasan setelah proses uji coba berlangsung, mengikuti agenda dari pemerintah pusat,” katanya.
Selain faktor PLTA, kondisi cuaca kering juga memperburuk penurunan volume air danau. Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah Kerinci hampir tidak diguyur hujan dan suhu udara relatif panas.
“Cuaca yang panas dan minim hujan sangat mungkin ikut mendorong turunnya muka air danau dalam waktu singkat,” ungkap Joni.
Baca Juga: Gaungkan Penguatan Ekoteologi, Kemenag Kerinci H Pahrizal Aksi Nyata Tanam Pohon di Kayu Aro
Fenomena penyusutan air ini kembali memunculkan perdebatan publik mengenai pentingnya keseimbangan antara pengembangan energi terbarukan dan keberlanjutan lingkungan.
Meskipun PLTA termasuk energi ramah lingkungan, pengelolaan debit air harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan dampak sosial bagi masyarakat sekitar.
Sebagai salah satu ikon daerah, Danau Kerinci berperan penting bagi pertanian, perikanan, pariwisata, dan kebutuhan air warga.
Penurunan drastis permukaannya dikhawatirkan akan menimbulkan dampak jangka panjang jika tidak ditangani dengan kebijakan yang sensitif terhadap kondisi lokal.(adz)

.jpeg)