Pembangunan Jalan Tol Jambi, Kini Pengukuran dan Pembebasan Lahan

Ilustrasi Pembangunan jalan tol Sumatra. (doc/ist) 

MERDEKAPOST.COM, JAMBI - Progres pembangun jalan Tol Trans Sumatera ruas yang melintasi wilayah Provinsi Jambi kini memasuki tahap pengukuran dan pembebasan lahan baik untuk ruas Jambi-Rengat maupun Jambi-Betung.

Dua ruas tol trans Sumatera tersebut telah mendapat penetapan lokasi (Penlok) dari Gubernur Jambi. 

Untuk ruas Jambi-Rengat, jalan tol ini melewati 3 Kabupaten di Provinsi Jambi yakni kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat dan Batang hari. 

Untuk titik wilayah yang akan di bangun jalan tol tersebut yakni Kecamatan jambi Luar Kota, Kecamatan Sekernan di Muarojambi, selanjutnya nyambung ke Kecamatan Muara Papalik, Tungkal Ulu, Tebing Tinggi dan Batang Asam di Tanjung Jabung Barat dan langsung ke Rengat Pekan Baru. Ruas Tol ini juga sedikit melintasi Kabupaten Batanghari di desa Selat Kacamatan Pemayung.

Sementara untuk Ruas Jambi - Betung hanya melewati 1 Kabupaten di Provinsi Jambi yakni Kabupaten Muarojambi, yang terdiri dari dua Kecamatan dan lima desa. Yakni desa Sungai Landai, desa Muaro Sebapo di Kecamatan Mestong. Kemudian desa Sungai Bertam, desa Pematang Gajah, dan Kelurahan Pijoan Kecamatan Jambi Luar Kota. 

Pembangunan jalan tol Rengat-Jambi. (doc/ist)

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Jambi Rahmad Hidayat mengatakan, kebanyakan lahan yang dilalaui jalan tol ini merupakan lahan perkebunan, sebagian kehutanan dan juga pemukiman masyarakat.

"Tapi luasan berapa pemukiman dan lokasinya berapa banyak, tidak begitu mengatui, yang lebih faham ini BPN," kata Rahmad. 

Begitupun terkait jumlah kk yang terdampak pembangunan Rahmad belum bisa menyampaikan datanya. "Intinya jumlah lahan yang akan dibebaskan di ruas Jambi-Betung sebanyak 307 hektare," jelasnya.

Ditambahkan Rahmad, sejauh ini belum ada laporan terkait penolakan dari warga yang menolak lahanya dibebaskan untuk jalur tol.

Sementara itu Sekertaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman mengatakan pembangunan jalan tol Trans Sumatera yang akan melintasi wilayah Provinsi Jambi diharap bisa segera selesai. 

Sebab jika tol ini beroperasi nantinya akan cukup berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi.

Tol Sumatera. (ist)

"Dampaknya sangat luar biasa sekali kalau itu terwujud. Saya bisa memastikan  jika sudah ada jalan tos, akan mengalami pertumbuhan ekonomi," kata Sudirman.

Dijelasakan  Sudirman, dengan adanya jalan tol jalur pemasaran barang dan jasa semakin mudah dan lancar. Tidak lagi terhadap dengan jalan rusak. "Paling tidak ini pengurangan kemikinan," tambahnya.

Untuk progres pembangunan di tahun 2021 ini, dikatakan Sudirman memasuki tahap pengukuran dan pembebasan lahan.

"Sekarang ini BPN lagi bekerja untuk pembayaran ganti untung tanah. Dia bekerja sama dengan tim apresial berapa menilai harga tanah itu, tapi yang jalas lebih tinggi daripada harga yang wajar," sebut Sekda.

Selain itu, Sudirman menyebut, Kementrian PUPR menjanjikan 2021 sudah mulai melakukan pekerjaan fisik jika pembebasan lahan selesai. 

Di lain pihak, Satker Pengadaan Tanah Wilayah II Kementrian PUPR saat penyerahan SK Penlok jalan tol ruas Betung-Tempino-Jambi pada Rabu 17 Februari 2021 lalu mengungkapkan dengan sudah ditetapkan Penlok ruas tol ini, diharapkan sudah bisa dilakukan pembebasan tanah maupun progres fisik pengerjaan tol. 

Menurut Tendi setelah terbitnya Penlok, maka Kementerian PUPR akan memohon kepada Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN)  untuk bisa dimulai pengadaan tanah. 

"Kami akan segera mungkin karena target dari pemerintah pusat tahun 2024 Transumatera harus bisa tembus dari Lampung sampai Aceh," jelasnya.

Untuk di Jambi akan ditargetkan tahun 2022 selesai. Prinsip pengerjaan fisik tol akan mengacu pada tanah yang sudah dilakukan ganti untung pembebasan tanah masyarakat. 

"Konstruksi harus bisa mengikuti pekerjaannya, tapi untuk jambi ditargetkan selesai pada 2022 dan paling telat 2023 harus sudah operasional," katanya.

Untuk syarat pekerjaan fisik, Tendi menjelaskan harus selesai pembebasan tanah terlebih dahulu. Karena jika masyarakat tidak mendukung agak sulit atau agak molor waktu pekerjaan fisik.

Untuk sekarang progres pembebasan belum sama sekali, karena Penlok sebelumnya ruas Jambi-Rengat baru masuk pelaksananaan yang dilakukan pengukuran bidang per bidang tanah, dan pendataan tegakan. "Jadi apa ada yang diatas dan dibawah tanah, sedang dilakukan pendataan nanti akan jadi daftar nominatif," ujarnya.

Mengenai nilai investasi pengadaan tanah, Tendi menjelaskan dari perencanaan 2 ruas tol di Jambi sebanyak Rp1,2 Triliun untuk pembebasan tanah.

Terkait perkiraan pembayaran tanah  per meter untuk ganti rugi, tambah Tendi, akan diketahui setelah daftar pemebebasan tanah terbit oleh kantor jasa penilaian publik (KJPP/aprasial).

"Kalau untuk pekerjaan jalan tol Transumatera dibandingkan Provinsi lain Jambi memang belum ada progres tolnya, kita harap kedepan sesuai target," akunya.(adz)

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar


Recent Posts

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Sejarah Kerinci | Peta Situs