Audiensi dengan Aktivis Tanco, PJ Bupati Tegaskan Jalan Koto Petai Mulus tahun 2024

Pj Bupati Kerinci Asraf saat bersama para aktivis Tanco terkait pembangunan jalan Koto Petai yang rusak Parah. (Asraf saat meninjau kondisi jalan bersama dinas PUPR-Foto Bawah). (mpc/ist)  

KERINCI - Pasca tidak dianggarkannya jalan yang rusak di desa Koto Petai, kecamatan Tanah Cogok, kabupaten Kerinci di APBD Murni tahun 2024, Persatuan Aktivis Tanah Cogok, melakukan audiensi dengan PJ Bupati Kerinci dan Dinas PUPR Kerinci pada Senin (22/07/2024) bertempat di kantor Bupati Bukit Tengah.

Pada audiensi tersebut, PJ Bupati Kerinci, Asraf, menyampaikan bahwa ucapan terima kasih kepada Persatuan Aktivis Tanah Cogok, yang ikut peduli terhadap jalan Koto Petai yang rusak tersebut.

"Setelah viral aksi penanaman pisang di jalan Koto Petai, saya langsung memerintahkan Dinas PUPR untuk menurunkan alat berat dan penimbunan jalan yang rusak,"jelasnya.

Baca Juga: Mantap! PJ Bupati Asraf Sebut Jalan Koto Petai Tahun ini Akan Diaspal

Dia menjelaskan bahwa dirinya telah menyampaikan kepada Dinas PUPR kabupaten Kerinci, agar jalan Koto Petai dari Batas Ujung Pasir-Koto Petai hingga jalan Batas Koto Salak-Koto Petai untuk dilakukan peningkatan dengan pengaspalan pada APBD perubahan 2024.

"Sudah disampaikan kepada Dinas PUPR, ada 2 yang diaspal untuk dimasukkan di APBD-P ini Jalan Koto Petai dan Jalan Tanjung Tanah. Yang jelas tahun ini diaspal, karena ini hutang saya dengan masyarakat,"jelasnya.

Baca Juga:

Pasca Viral Aksi Warga Tanam Pohon Pisang, PUPR Kerinci Langsung Turunkan Alat Berat Timbun Jalan Rusak

Warga Protes, Jalan Rusak Parah Tapi Tak Dihiraukan Pemerintah, Gelar Aksi Tanam Pohon Pisang

Dirinya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas lambannya penimbunan jalan desa Koto Petai, kecamatan Tanah Cogok. "Saya kira pengerjaan jalan Sebukar- Bunga Tanjung itu untuk jalan Koto Petai, tapi ternyata itu hanya lingkar bukan masuk jalan Koto Petai yang rusak saat ini, insya Allah tahun 2024 ini akan diaspal,"tandasnya.

Untuk diketahui sebelumnya jalan Koto Petai yang seperti kubangan kerbau ditanami pohon pisang oleh warga setempat, sebagai bentuk protes kepada pemerintah. Pasca aksi penanaman pisang tersebut Pemerintah kabupaten Kerinci Melalui Dinas PUPR Kerinci langsung dilakukan penimbunan dengan anggaran Tanggap darurat.(mka)

Warga dan Mahasiswa Apresiasi Kapolres Kerinci Respon Cepat Periksa Pemalak Truk Penimbun Jalan di Tanco

MERDEKAPOST.COM, KERINCI – Jajaran Polres Kerinci bergerak cepat merespon aksi pemalakan truk yang terjadi malam tadi saat penimbunan jalan di Desa Koto Petai, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci.

Saat ini terduga pelaku telah diperiksa oleh kepolisian.

Kapolres Kerinci AKBP Muhamad Mujib turut membenarkan hal tersebut. “Mereka (oknum ordum_red) lagi diperiksa di ruang Reskrim,”ujarnya kepada media, Jumat (19/07/24) malam.

Hanya saja, Kapolres belum merinci berapa orang yang diperiksa serta apakah ada yang ditetapkan sebagai tersangka terkait insiden tersebut.

Sementara, Anggota Kementrian Hukum dan Advokasi Himpunan Sakti Alam Kerinci (HIMSAK) Zikri Ramadhan menyampaikan apresiasi atas respon cepat kepolisian dalam menangani kasus pemalakan.

Dia menegaskan bahwa pelaku pemalakan harus diberikan efek jera agar praktik semacam ini tidak terulang kembali.

Baca Juga : 

Warga Protes, Jalan Rusak Parah Tapi Tak Dihiraukan Pemerintah, Gelar Aksi Tanam Pohon Pisang

Pasca Viral Aksi Warga Tanam Pohon Pisang, PUPR Kerinci Langsung Turunkan Alat Berat Timbun Jalan Rusak

Zikri menyatakan bahwa pemalakan tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga menghambat proses pembangunan yang sedang berlangsung di Kerinci.

“Pelaku pemalakan harus diberi efek jera. Jangan sampai pembangunan di Kerinci tersendat gara-gara praktik seperti ini,” katanya.

Dirinya juga mendesak Pemkab Kerinci untuk bertindak tegas dalam menyelesaikan masalah ini. “Karena hal ini menyangkut pembangunan di Kerinci,” bebernya. Zikri menambahkan, bahwa HIMSAK tidak membenarkan aksi pemalakan dalam bentuk apapun dan siap ikut serta mendukung pemberantasan praktik ini di Kerinci.

Selain itu dia menegaskan pentingnya kerjasama antara masyarakat, pemerintah, dan kepolisian untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi pembangunan.

“Kami, mahasiswa, siap untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung upaya pemberantasan praktik pemalakan di Kerinci. Pemalakan tidak hanya merugikan individu, tetapi juga menghambat kemajuan daerah kita,” tegas mereka.

Baca Juga : 

PUPR Kerinci Timbun Jalan Rusak Tapi Malah Kena Palak, Kapolres; Aksi Premanisme Harus Kita Basmi

Cegah Maraknya Judi Online, Dandim 0417/Kerinci Cek HP Prajurit dan PNS

Sementara itu, salah seorang warga Tanco Bernama M Yasir juga menyatakan hal senada, menurutnya aksi pemalakan oleh oknum ordum tidak bisa ditolerir, sekaligus juga telah memalukan masyarakat sekitar, "masa orang mau bantu kita, perbaiki jalan rusak, yang kita pakai untuk kepentingan Bersama, malah kena palak. tangkap aja lah pak" ujarnya geram.

Respon cepat dari Polres Kerinci, di bawah pimpinan AKBP M. Mujib, SH, SIK, dalam menangani kasus pemalakan ini telah memberikan harapan bagi masyarakat bahwa tindakan premanisme tidak akan dibiarkan begitu saja.

Berita Pilihan Redaksi:

Mantap! PJ Bupati Asraf Sebut Jalan Koto Petai Tahun ini Akan Diaspal

Ini Kata Sahabat SAS, Mahasiswi UIN yang Terjun dari Gedung Bank 9 Jambi: "Tak percaya Dia Bunuh Diri, Dia Ustadzah dan Penghafal Quran"

Kapolres Kerinci telah memerintahkan anggotanya untuk mengumpulkan bukti-bukti dan melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan premanisme dan pemalakan ini.

Dengan kerjasama yang baik antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan Kerinci dapat terus berkembang dan maju tanpa terhambat oleh tindakan-tindakan yang merugikan banyak pihak.(adz)

Mantap! PJ Bupati Asraf Sebut Jalan Koto Petai Tahun ini Akan Diaspal

FOTO: Pj Bupati Kerinci Asraf saat memantau kondisi jalan di Koto Petai, Dirinya menyebutkan bahwa tahun ini jalan tersebut akan diaspal. Karena Tanco masuk kawasan pusat pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi tahun 2024 (Insert: Penimbunan jalan yang berlobang oleh Dinas PUPR Kerinci, Kamis, 18/07/2024 ).(doc.mpc/ist)

Merdekapost.com – Usai melaksanakan salat Jumat di Desa Koto Salak, PJ Bupati Kerinci Asraf bersama dinas PUPR Kerinci yang diwakili Sekretaris PUPR Asril langsung meninjau jalan Kabupaten Kerinci tepatnya di Koto Petai kecamatan Tanah Cogok (Tanco) yang saa ini kondisinya rusak parah, Jumat (19/7/2024).

Sebelum mengecek jalan tersebut, PJ Bupati Kerinci Asraf sudah memerintahkan dinas PUPR untuk melakukan penimbunan terlebih dahulu, agar jalan bisa dilalui warga setempat. Hingga pada Kamis malam (18/7/2024) dilakukan penimbunan oleh Dinas PUPR Kerinci.

Selain itu PJ Bupati mengatakan untuk jalan Tanco tahun ini, tepatnya di jalan Koto Petai itu akan diaspal. 

Karena kawasan Tanco masuk daerah pusat MTQ tingkat provinsi Jambi pada tahun ini. Selain itu kawasan tersebut merupakan daerah wisata di Kabupaten Kerinci.

“Insyaallah tahun ini diaspal jalan itu. Apalagi akan ada MTQ Tingkat Provinsi, akan kami upayakan bersama dinas PU sebelum MTQ digelar jalan sudah diaspal,” ujar PJ Bupati Asraf

Terpisah salah seorang tokoh masyarakat Koto Petai, Mahdi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kerinci, terutama PJ Bupati Asraf yang cepat tanggap dengan keluhan masyarakat. 

Warga mendukung program pemerintah kabupaten Kerinci, khusunya untuk perbaikan jalan yang rusak antara perbatasan Ujung Pasir-Koto Petai hingga batas Desa Koto Salak.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pak PJ Bupati yang sudah tanggap merespon soal jalan kami ini. Kami siap mendukung program pak PJ Bupati kedepannya,” ujar tokoh masyarakat setempat.(adz)

PUPR Kerinci Timbun Jalan Rusak Tapi Malah Kena Palak, Kapolres; Aksi Premanisme Harus Kita Basmi

Alat berat dan truk pengangkut material Dinas PUPR Kerinci yang bekerja menimbun Jalan Rusak di Koto Petai - Tanco, Tapi sayangnya Malah di Palak oleh oknum, Insert: Kwitansi setoran ke bendahara Ordum setempat. (mpc/ist)
Merdekapost.com, Kerinci – Setelah Viral aksi warga yang menanam pohon pisang di tengah jalan rusak di desa Koto Petai, kecamatan Tanah Cogok, pada Kamis pagi (18/07/2024) kemarin, langsung mendapat respon dari Pemerintah kabupaten Kerinci.

Pemerintah kabupaten Kerinci melalui Dinas PUPR kabupaten Kerinci, langsung turunkan alat berat dan mendatangkan material untuk menimbun jalan yang disebut-sebut sudah rusak bertahun-tahun itu.

Namun, sayangnya Mobil dump truk yang membawa meterial untuk menimbun jalan itu, diduga dipalak oknum Ordum yang meminta sejumlah uang kepada pihak instansi terkait 500 ribu per mobil, alasannya, lokasi pekerjaan penimbunan adalah kawasan ordum setempat.

Dilokasi ada 8 truk bermuatan material untuk penimbunan berhenti membongkar material termasuk melarang alat berat beker.

“Malam tadi ada kendala, truk material dilarang membongkar dan alat PUPR Kerinci juga dilarang bekerja. Sebelum membayar 500 ribu per mobil, akhirnya negosiasi dan kita bantu 250 ribu per mobil dengan jumlah 2 juta,”ungkap sumber.

Menurut sumber, pihak Dinas PUPR tak ingin persoalan tersebut panjang dan pihak sopir-sopir tidak terancam, pihaj Dinas melakukan negosiasi dan membayar 2 juta kepada oknum bendahara ordum melalui transfer. setelah itu truk dipersilakan membongkar material tersebut.

“Pemda sudah mau menimbun jalan, malah diminta uang ke sopir truk. Inikan sudah tidak bagus,” kata salah seorang Dinas PUPR Kerinci.

Berita terkait lainnya:

Warga Protes, Jalan Rusak Parah Tapi Tak Dihiraukan Pemerintah, Gelar Aksi Tanam Pohon Pisang

Aksi premanisme dengan melakukan pemalakan terhadap sopir mobil dump truk tersebut sangat disesalkan oleh masyarakat, padahal niat dari Pemerintah ingin memperbaiki jalan tapi di lakukan pemalakan.

"awalnya Kita sudah sangat bersyukur, pihak pemda gerak cepat turun langsung memperbaiki jalan-jalan yang berlobang, namun aksi pemalakan oleh oknum seperti itu sangat merusak nama baik desa kita" ujar Yasir salah seorang warga setempat.   

“Sangat kami sesalkan ada oknum yang meminta uang ke sopir dump truk. Ini sudah aksi pemerasan, kami minta kepada pihak kepolisian untuk menindak lanjuti aksi pemalakan itu,”ucapnya

Sementara itu Kapolres Kerinci, AKBP M. Mujib, saat dikonfirmasi wartawan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap dugaan pemalakan dan pemerasan tersebut.

“Aksi-aksi premanisme seperti ini yang harus kita basmi di Kerinci, apalagi pemerintah sudah mau membangun dan memperbaiki jalan rusak, malah ada yang menghalangi,” kata Kapolres Kerinci AKBP M Mujib SH SIK ketika dihubungi awak media via whatsapp tadi malam.

Kapolres juga memerintahkan kepada anggotanya melakukan penyelidikan terkait dugaan premanisme disertai pemalakan tersebut. 

“Nanti kita kumpulkan bukti-bukti untuk dilakukan penyelidikan,”tegasnya. (mka)

Pasca Viral Aksi Warga Tanam Pohon Pisang, PUPR Kerinci Langsung Turunkan Alat Berat Timbun Jalan Rusak

Dinas PUPR Kabupaten Kerinci Langsung Turunkan Alat Berat Timbun Jalan Rusak di wilayah Koto salak Tanco. (ist)

KERINCI, MERDEKAPOST.COM – Pasca Viralnya aksi warga yang menanam pohon pisang di tengah jalan rusak di desa Koto Petai, kecamatan Tanah Cogok, pada Kamis pagi (18/07/2024), langsung mendapat respon dari Pemerintah kabupaten Kerinci.

Dinas PUPR kabupaten Kerinci, pada Kamis malam langsung menurunkan alat berat untuk melakukan penimbunan jalan yang rusak dengan menggunakan anggaran tanggap darurat.

Pantauan dilapangan terlihat, pukul 18.30 Wib terlibat alat berat dari Dinas PUPR Kerinci, dilokasi dan mobil dump truk pun juga terlihat membawa koral untuk menimbun jalan yang rusak di desa Koto Petai.

BacaJuga: Warga Protes, Jalan Rusak Parah Tapi Tak Dihiraukan Pemerintah, Gelar Aksi Tanam Pohon Pisang

“Jalan yang rusak itu Alhamdulillah sudah mulai diperbaiki dengan menimbun menggunakan koral dari magrib tadi,”ujar warga setempat.

Sementara itu Kadis PUPR kabupaten Kerinci, Maya saat dikonfirmasi juga membenarkan bahwa jalan rusak sudah ditangani pihak Bina Marga PUPR Kerinci

”Sudah ditangani oleh OP jalan BM,”singkatnya.

Untuk diketahui Jalan Kabupaten yang berada di Koto Petai kevcamatan Tanco ini  sudah hampir 5 tahun rusak dan berlobang tidak pernah diperhatikan oleh pemerintah kabupaten Kerinci. 

Namun, pada tahun 2024 ini jalan Koto Petai ini kembali tidak dianggarkan, karena anggaran pembangunan jalan hanya untuk jalan lingkar dari Desa Sebukar-Bunga Tanjung.(*)

(Editor: M.Khaidir /Sumber : signalberita.com)

Warga Protes, Jalan Rusak Parah Tapi Tak Dihiraukan Pemerintah, Gelar Aksi Tanam Pohon Pisang

MERDEKAPOST.COM, KERINCI – Warga Desa Koto Petai Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, mengambil inisiatif unik dalam menanggapi kondisi jalan rusak parah yang mengkhawatirkan sudah hampir berlangsung 5 tahun. Mereka memilih untuk menanam pohon pisang di tengah jalan tepatnya ditengah-tenah lobang jalan yang menganga.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jalan Desa Koto Petai yang telah lama dikenal sebagai jalan menuju objek wisata di daerah ini telah mengalami kerusakan yang sangat parah. 

Lubang-lubang besar menganga dan permukaan jalan yang sudah tidak rata menjadi keluhan bagi pengguna jalan dan masyarakat sekitar. 

Berita Terkait Lainnya:

Jalan Rusak Parah di Koto Petai, Warga Minta Pj Bupati Segera Turun kelokasi

Warga setempat, merasa prihatin dengan kondisi ini, kemudian mengambil langkah untuk menghijaukan jalan dengan menanam pohon pisang.

Menurut Khaidir, salah seorang warga Kecamatan Tanah Cogok yang menaku setiap hari melintasi jalan tersebut, bahwa warga memilih menanam pohon pisang disini adalah bentuk dari protes warga terhadap pemerintah yang terkesan membiarkan saja jalan Utama Tanah Cogok tersebut rusak parah layaknya kubangan kerbau

"Ini bentuk protes warga, sekaligus sindiran kepada pemerintah yang dianggap slow respon terhadap keluhan warga", 

Selain itu, Juga untuk memperelok dan mempercantik pemandangan jalan yang rusak, dan memberikan manfaat jikalau pohon pisang itu betul-betul bisa tumbuh dan berbuah". Ujarnya seraya berseloroh

Aksi tanam pohon pisang ini mendapatkan dukungan positif dari sebagian besar masyarakat setempat. Mereka berharap dengan aksi dan inisiatif seperti ini dapat mengetuk hati pihak berwenang dalam hal ini Pemkab Kerinci untuk segera melakukan perbaikan jalan ini. 

Meskipun demikian, ada juga yang mengingatkan bahwa perlu koordinasi yang baik antara warga dan pemerintah setempat dalam menanggapi masalah infrastruktur yang mendasar seperti jalan rusak. “Langkah ini bagus sebagai bentuk kepedulian masyarakat, tetapi tetap harus ada penanganan yang komprehensif dari pihak yang berwenang,” ungkap Fahmil salah seorang warga Tanco.

Kondisi jalan di Desa Koto Salak Tanco yang sudah sangat memprihatinkan. tampak salah seorang warga menunjuk kelobang jalan yang mirip kubangan kerbau. (doc/mpc)

Sebagai warga, dirinya juga mengkritik anggota DPRD Kerinci dari Dapil IV yang dinilai tak perduli dengan keluhan warga. Pasalnya, kondisi jalan Koto Petai yang rusak parah ini sudah terjadi selama kepemimpinan Dewan. “Padahal setiap tahun selalu diusulkan, mereka saja hanya mementingkan kepentingan sendiri malah buat jalan menuju tanah mereka,” bebernya.

Selain itu Pjs Kades Koto Petai Irwan dan Camat Tanco juga disorot warga. Karena dinilai tak perduli dengan kerusakan jalan yang sudah bertahun-tahun. 

"Kami minta Pjs Kades Irwan dan Camat Tanco Fauzi diganti saja. karena tak pernah perduli dengan kondisi jalan ini. Keduanya tak pernah mengusulkan ke Pemkab Kerinci agar jalan diperbaiki. Pjs Kades juga jarang ke desa, duduk saja di kantor camat sebagai Sekcam," kata Madi warga Koto Petai lainnya.

Sementara itu dinas PUPR Kerinci sebelumnya sempat mengatakan akan memperbaiki jalan itu. Namun saat ini pihak PUPR mengatakan tidak ada anggaran. 

Yalpani selaku PPK di Dinas PUPR Kerinci, dikonfirmasi media menyampaikan bahwa untuk tahun 2024 ini, tidak ada anggaran yang tercantum di Dinas PUPR Kerinci untuk perbaikan jalan Desa Koto Petai. 

“Kalau jalan Koto Petai tidak ada masuk dalam DPA kami tahun ini,” pungkasnya singkat.(mka)

Pembangunan Turap di Tembesi Batanghari Terkesan Asal Jadi, Kades Meradang!

Merdekapost.com - Soal kegiatan pembangunan turap yang terkesan asal jadi di Dusun Hilir Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muaro Tembesi, Kabupaten Batanghari, Kades setempat meradang. Siap laporkan ke pihak berwajib.

Dihubungi media, Kamis (29/12/2022), Kepala Desa Rambutan Masam, Kecamatan Muaro Tembesi, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, A Roni Ali SPd, menegaskan akan segera laporkan pihak terkait pengerjaan turap itu ke pihak berwajib.

"Kami kecewa. Akan kami lapor ke pihak berwajib dalam waktu dekat," ungkap Kades A Roni kepada media.

Menurutnya, pengerjaan turap tersebut tidak sepenuh hati. Alias tak maksimal dan asal jadi. Selain itu, hingga kini belum juga rampung padahal akhir tahun anggaran sudah hampir berakhir.

Bahkan, pekerja turap tersebut pun, sudah pulang alias meninggalkan lokasi pekerjaan.

"Sudah pulang pekerjanya hari ini," tambah Kades A Roni.

Terpisah, Kabid SDA Dinas PUPR Provinsi Jambi, Yazzer Arafat, menanggapi soal turap yang diduga asal jadi tersebut. 

Menurut Yazzer Arafat, pihak rekanan wajib memperbaiki kembali sesegera mungkin. Ini sesuai amanat UU nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. 

Ditambahkan Yazzer, apalagi masa pemeliharaan masih ada selama 6 bulan. "jangankan dalam masa pemeliharaan, dalam UU ini disebutkan jika ditetapkan umur konstruksi sebuah bangunan misalnya 10 tahun, maka apabila terjadi kegagalan konstruksi/bangunan maka bangunan tersebut wajib dibangun kembali/diperbaiki," jelasnya via pesan whatsapp, Kamis (29/12/2022).

Ia berharap masyarakat tetap tenang menanggapi persoalan pembangunan turap itu.

"Kami berharap masyarakat sekitarnya dapat tenang dan biarkan kami bekerja dan berpikir untuk mencari solusi dan menangani pekerjaan ini," jabarnya.

Untuk diketahui, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi, Akmaluddin, mengaku kecewa dan minta inspektorat periksa pekerjaan pembangunan perkuatan tebing Dusun Hilir Rambutan Masam Kecamatan Muaro Tembesi Kabupaten Batanghari itu.

Bang Akmal -sapaan akrab Akmaluddin- menjelaskan, pekerjaan penting itu seharusnya sesuai standar mutu karena menjadi bagian penting dari antisipasi longsor tepian sungai. Sedangkan progres pekerjaan saat ini, cor beton yang dibuat kontraktor terkesan tak bermutu karena sudah retak-retak sebelum selesai pengerjaan.

Informasi didapatnya dari lapangan, pekerjaan turap itu sampai hari ini belum juga kelar padahal sebentar lagi tutup anggaran.

"Tahun anggaran sudah mau tutup, akhir Desember, tapi pekerjaan belum kelar. Kita minta inspektorat provinsi Jambi segera turun memeriksa pekerjaan itu," ungkap Akmaluddin, anggota DPRD Provinsi Jambi fraksi PDI Perjuangan yang juga wakil rakyat dareah pemilihan Batanghari-Muaro Jambi ini.

Ia mengaku kecewa karena pekerjaan itu berlokasi di kampung halamannya. Sedangkan hasil tak maksimal bahkan jauh dari harapan.

"Kita minta Kabid SDA Dinas PUPR Provinsi Jambi segera bertindak. Kami tak mau masyarakat kecewa dengan pekerjaan itu," tutupnya. (*)

Tabrak SE Menteri PUPR, Tender Jalan Simpang - Sungai Dedap - Danau Tinggi Harus Diulang

 

Surat Edaran Menteri PUPR nomor 22

Merdekapost.com – Pasca Pengumuman Hasil Tender paket pekerjaan Jalan Simpang - Sungai Dedap - Danau Tinggi Tahun Anggaran 2021 yang menetapkan.CV.GUSTI SAPTA sebagai Pemenang Tender diduga kuat cacat hukum. 

Bahkan salah seorang rekanan Pemilik Perusahaan yang ikut tender melakukan sanggahan terhadap hasil tender tersebut. . 

Sebab proses tender yang dilakukan dinilai cacat hukum, karena melanggar ketentuan dan aturan yang berlaku, dalam Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. 

Yakni Surat Edaran Nomor 22/SE/M/2020 tentang Persyaratan Pemilihan dan Evaluasi Dokumen Penawaran Pengadaan Jasa Konstruksi Sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14 Tahun 2020 Tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi Melalui Penyedia.

Pada huruf; H. Persyaratan Personel Manajerial Pada Tender Pekerjaan Konstruksi, Poin 1. Persyaratan pemilihan personel manajerial harus memperhatikan: Huruf; c. Untuk manajer keuangan, tidak mensyaratkan sertifikat kompetensi kerja; 

Salah seorang rekanan mengungkapkan bahwa sesuai hasil evaluasi Pokja ULP ia selaku Peserta Tender dinyatakan GUGUR dengan kesalahan, Daftar Personil Manajerial tidak memenuhi persyaratan sesuai dalam Dokumen Pemilihan BAB III Instruksi Kepada Peserta, Huruf C Penyiapan Dokumen Penawaran dan Kualifikasi, Poin 28.12 Evaluasi Teknis, Poin b.2, ayat c: Personil manajerial yang ditawarkan. 

Sementara Dokumen yang ia sampaikan dalam hal penawaran ini sudah sesuai dengan dokumen Pemilihan NO : 67/KONSTRUKSI/UKPBJ-2021 Tanggal: 12 Juli 2021 dan Kerangka Acuan kerja Yang disampikan dalam Aplikasi LPSE dan menjadi satu kesatuan dalam proses lelang. 

“Pihak panitia malah menggunakan aturan lama yang tidak sesuai dengan SE Menteri PUPR tersebut, kesalahan mulai dari Kerangka Acuan Kerja (KAK), Dokumen, tentu penawaran juga sesuai dengan KAK dan Dokumen, padahal itu tidak mengacu pada SE nomor Menteri PUPR Nomor 22 tersebut, karena itu sebaiknya diualng saja tendernya” ungkapnya. (Red)

Perbaikan Jalan Pungut-Renah Pemetik Menuai Apresiasi dari Warga, "Terimakasih Pak Dewan, Bupati dan Dinas PUPR Kerinci"

Perbaikan jalan Punguit Mudik-Renah Pemetik menuai apresiasi dari warga. Insert: terlihat kondisi jalan sebelumnya. Anggota DPRD Dapil III Mensediar dan Yenwen melakukan pengawasan pengerjaan jalan ini. (hza)

MERDEKAPOST.COM | KERINCI – Jalan Pungut Mudik - Sungai Kuning (Renah Pemetik) yang merup[akan urat nadi perekonomian masyarakat yang merupakan jalan penghubung untuk membawa hasil perkebunan warga Kecamatan Air Hangat Timur dan Siulak Mukai Kerinci sudah mulai di perbaiki. Kini, jalan tersebut sudah bisa dimanfaatkan para petani peladang.

Perbaikan jalan ekonomi tersebut, menuai apresiasi oleh Mensediar anggota DPRD Kabupaten Kerinci Dapil III (FPKB) dan ribuan masyarakat pengguna jalan lainnya, yang mana saat ini masyarakat sudah bisa mengeluarkan hasil perkebunannya dengan lebih leluasa, karena sebelumnya untuk melalui jalan ini harus berjam-jam melalui jalan dengan kondisi rusak parah. Namun, mulai Jumat (30/7/2021) lalu sejumlah jalan yang berlobang sudah diperbaiki oleh Dinas PUPR Kerinci.

Baca Juga Berita Terkait Lainnya: 

Warga Minta Dewan Dapil III dan Dapil I Desak PUPR Kerinci Prioritaskan Jalan Pungut-Renah Pemetik 

“Allhamdulillah warga kita di Pungut Mudik-Sungai Kuning, Pasir Jaya dan Lubuk Tabun sudah bisa memanfaatkan jalan yang sudah diperbaiki. Terimakasih bapak Bupati Kerinci Adirozal, Dinas PUPR dan anggota DPRD yang mensuport,” ungkap Mensediar politisi PKB ini kepada merdekapost.com. 

Beberapa orang warga / petani ketika melewati jalan tersebut tampak gembira. Dimana, jalan yang sebelumnya berlobang layaknya seperti kubangan kerbau, kini sudah diperbaiki.

"Kami sangat senang dengan dilakukannya perbaikan jalan ini, kami bisa lebih leluasa dan tidak perlu berjam-jam untuk menempuh jalan menuju lokasi perkebunan di Renah Pemetik, begitu juga sebaliknya untuk membawa hasil perkebunan tidak terkendala lagi". Ujarnya. 

Baca Juga: Akhirnya... Perbaikan Jalan Pungut Mudik-Renah Pemetik Direalisasikan

“Terimakasih Pak Bupati, DPRD dan Dinas PUPR Kerinci. Sekarang Kami petani membawa hasil kebun bisa lancar dan sekarang biayanya murah, karena jalanya sudah diperbaiki,” ungkap Aripin.

Sementara itu, salah seorang supir pick up yang membawa hasil perkebunan, Rosen, juga terlihat sangat senang dengan diperbaikinya jalan ini.

Diungkapkannya, Sebelumnya mobil jenis pick up tidak bisa melalui jalan ini, karena lobang-lobang yang menganga terlalu dalam, terutama saat terjadi hujan, kalau nekat juga, maka beberapa diantara kami harus bermalam di jalan". Kisahnya.

Baca Juga: Suka Duka Reses Dewan F-PKB di Renah Pemetik, Mensediar; Hujan, Jalan Rusak Maka Saya Harus Bermalam dilokasi

"Alhamdulillah, sekarang lobang-lobang tersebut sudah ditimbun dan diperbaiki, kami sangat senang, karena sekarang kami sudah bisa melalui jalan ini, terima kasih Pak Dewan dan Pak Bupati Kerinci atas perhatiannya kepada kami". Pungkasnya.(hza)

Baca Juga Berita Jalan Renah Pemetik Sebelumnya:

Mensediar : Dinas PUPR harus Komit Prioritaskan Jalan Pungut-Renah Pemetik

Yes!! Dewan dan Bupati Kerinci Sepakat, Jalan Pungut-Renah Pemetik Jadi Skala Prioritas 2021

Bupati Adirozal Janji Prioritaskan Jalan Pungut-Renah Pemetik 2021, Mensediar: Ini Dicatat dan Akan Dikawal Bersama Masyarakat



Kadis PUPR Provinsi Jambi Sidak Pasca Lebaran Idul Fitri

Merekapost.com - Dalam rangka meningkatkan kedisiplinan ASN dan PTT di lingkup Dinas PUPR Provinsi Jambi, Pj Gubenur, Dr. Hari Nur Cahya Murni serta Kadis PUPR, M Fauzi melakukan sidak pasca libur lebaran Idul Fitri, Senin (17/5/2021) pagi. 

Dalam melakukan sidak itu, Kadis PUPR dan Pj Gunernur mengunjungi beberapa ruangan kerja dan memeriksa daftar hadir.

Kepala Dinas PUPR, M Fauzi menerangkan, sidak ini dilakukan agar seluruh karyawan dan karyawati di DPUPR selalu disipilin.

“Serta menjaga kebersihan dan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari,” ungkapnya. (*)

Dinas PUPR Provinsi Jambi Rapat Bersama DPR RI

 

Merdekapost.com - Dinas PUPR Provinsi Jambi menggelar  Rapat Konsultasi dalam masa reses sidang IV anggota DPR RI @dpr_ri komisi V dapil Jambi yang dalam hal ini dihadiri langsung oleh Bapak H.A Bakri HM, SE. 

Kadis PUPR Provinsi Jambi, Fauzi Mt meminta kepada seluruh peserta rapat yang hadir agar memanfaatkan kesempatan baik ini dan aktif menanyakan program-program usulan yang beberapa waktu telah dilakukan Sinkronisasi dan Penajaman. Tujuannya agar jika ada kekurangan persyaratan dapat segera dicarikan solusinya, dan yang lebih penting, Senin (12/5/2021).

Datang bersama rombongan dari @kemenpupr antara lain :

1. Ir. Achmad Cahyadi, M.Eng, Sc (Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wil. I Ditjen @info_binamarga ),

2. Ir. K.M Arsyad, M.Sc (Direktur Rumah Swadaya Ditjen @perumahan_pupr ),

3. Ir. Edward Abdurrahman, M. Sc (Direktur Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Infrastruktur Permukiman @ditjenciptakarya ),

4. Ir. Edy Juharsyah, M. Tech (Direktur Sistem dan Strategi Pengelolaan SDA @ditjensda).

Serta seluruh perwakilan Dinas PUPR Kab/Kota Se-Provinsi Jambi dan Kepala Balai yang ada di Provinsi Jambi turut hadir dalam acara yang dikemas semacam Talk Show santai namun berbobot ini.

Acara dibuka langsung oleh Bapak Kadis PUPR Prov. Jambi dan memberikan sambutan yang mana isinya antara lain meminta kepada seluruh peserta rapat yang hadir agar memanfaatkan kesempatan baik ini dan aktif menanyakan program-program usulan yang beberapa waktu telah dilakukan Sinkronisasi dan Penajaman. 

"Tujuannya agar jika ada kekurangan persyaratan dapat segera dicarikan solusinya, dan yang lebih penting adalah tindak lanjut setelah acara ini. Supaya apa yang menjadi kebutuhan di Provinsi Jambi dapat terealisasi sehingga dana dari pusat dapat kita serap," pungkasnya. (*)

Dinas PUPR Melakukan Vaksinasi Tahap Kedua

 

Merdekapost.com – Kadis dan jajaran PUPR Provinsi Jambi melakukan vaksinasi tahap kedua, setelah sebelumnya melakukan vaksinasi tahap pertama, Sabtu (8/5/2021).

Vaksinasi tahap kedua itu dilakukan di tengah puasa, bahkan Kadis PUPR, M Fauzi dan jajarannya tetap melakukan puasa.

Kadis PUPR Provinsi Jambi, M Fauzi, menyatakan, vaksinasi ini merupakan ikhtiar pihaknya, guna mengakhiri pandemic Covid-19.

“Meskipun sedang berpuasa Ramadhan, namun hal ini tidaklah membatalkan puasa dan halal seperti fatwa yg telah dikeluarkan oleh muipusat,” ungkapnya.

Ditambahnya, pihaknya juga mendukung program vaksinasi Nasional yang telah dicanangkan pemerintah pusat.

“Marilah bersama-sama kita dukung program vaksinasi Nasional yg telah dicanangkan pemerintah pusat ini, agar kita semua dapat segera kembali dalam kehidupan normal lagi,” pungkasnya. (*)

Kadis PUPR Gelar Tausiyah dan Buka Puasa Bersama Dengan Menerapkan Prokes

 


Merdekapost.com – Di pertengahan Ramadhan, Kadis PUPR beserta jajarannya melakukan buka puasa bersama dan tausiyah, di Aula Sapta Taruna.

Dalam kesempatan itu, Kadis PUPR Provinsi Jambi, M Fauzi dikejutkan dengan pihak keluarga serta tamu undangan lantaran bertepatan dengan hari lahirnya.

Kadis PUPR Provinsi Jambi, M Fauzi, mengatakan, bahwa pihaknya sangat bersyukur masih diberi kesehatan serta masih dapat menjalankan ibadah puasa.

  "Alhamdulillah kita semua masih diberi kesehatan untuk menjalnkan ibadah puasa di tahun ini, walau masih dalam keadaan pandemi. Kami juga menyampaikan ribuan terimakasih atas doa untuk Saya dan Ibu" ujar pria berkumis yang dalam beberapa waktu kedepan Insha Allah akan menimang cucu, dikutip dari akun Instagram resmi @dinaspuprovinsijambi, Sabtu (1/5/2021).

Dalam acara tersebut, turut hadir pejabat Eselon III dan IV serta perwakilan Karyawan/ti di lingkup DPUPR juga para kerabat dekat. (*)

Kadis PUPR Jambi Bersama Jajaran Divaksinasi

  

Merdekapost.com - Kepala Dinas PUPR Jambi M Fauzi bersama jajarannya melakukan penyuntikan Vaksin Covid-19 tahap pertama di Kantor Dinas PUPR Jambi di kawasan Kotabaru, Kota Jambi, Kamis, (8/4/2021).

“Alhamdulillah hari ini sebanyak 236 personil termasuk saya telah dilakukan penyuntikan Vaksin Covid-19 tahap pertama,” ujarnya singkat.

Menurutnya, upaya ini guna mensukseskan program vaksin di Republik Indonesia, agar kita semua dapat segera terbebas dari pandemi ini.

“Jangan takut untuk divaksin, karena ini aman dan halal,” imbuh Fauzi.

Dalam kesempatan tersebut, satu persatu pegawai di Dinas PUPR tersebut diperiksa hingga akhirnya semua bisa divaksin. (*)

Dinas PUPR Gelar Peringatan Hari Air Sedunia

 

Merdekapost.com - Bertempat di Daerah Irigasi Suban, Kab. Tanjabar berlangsung acara penanaman pohon. Acara yang langsung dihadiri oleh Ibu Pj. Gubernur Dr. Hari Nur Cahya Murni, beserta unsur Forkopimda diantaranya Bapak Danrem 042/GAPU, Bapak Kapolda Jambi, Bapak Asisten II Prov. Jambi, Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Komisi III, Bapak Bupati Tanjung Jabung Barat serta tamu undangan lainnya, Senin (5/4/2021).

Bertolak menggunakan helikopter dari Kota Jambi, Ibu Pj. Gubernur Jambi didampingi Bapak Danrem mendarat ditempat acara sekira pukul 09.30 WIB dan langsung disambut oleh Bapak Kadis PUPR Provinsi Jambi beserta jajarannya. Setelah acara penyambutan dengan tarian Sekapur Sirih, Ibu Pj. Gubernur beserta rombongan langsung melakukan penanaman bibit pohon. Bapak Kadis PUPR Ir. M. Fauzi, MT menjelaskan, jenis pohon yang ditanam adalah pohon yang produktif, dan dapat memperkuat infrastruktur serta bernilai ekonomi.

"Terutama dari buah dan daunnya. Jenis pohon yang ditanam antara lain mangga, jambu, durian, pete, jengkol dan banyak lagi sehingga diharapkan mampu membantu perekonomian masyarakat setempat ujarnya," jelasnya.

Sebagai informasi, Daerah Irigasi Suban merupakan salah satu irigasi permukaan yang terbaik pengelolaan dan jaringannya yang dimiliki Provinsi Jambi, dengan luas daerah yang diairi sekitar 1085 Ha dan telah dijadikan percontohan untuk irigasi di tempt lain. Bahkan untuk petugas penjaga bendung nya pun pernah menyabet juara 1 pada event lomba nasional.

Dalam rangkaian acara Peringatan Hari Air Dunia kali ini pun telah diadakan beberapa lomba, diantaranya Lomba Lagu Daerah dan Lomba Pantun Tiktok. Dimana pengumuman juaranya pun dilakukan ditempat ini. Mengusung tema "Menghargai Air" peringatan Hari Air Dunia ke XXIX kali ini pun mengajak seluruh masyarakat untuk lebih bijak dan efisien dalam menggunakan air, seperti dalam sambutan yang dilakukan oleh ibu Pj. Gubernur. 

"Kita mulai menghargai air dari hal-hal kecil disekitar kita, sebagai contoh saat kita akan menggosok gigi saat mandi. Kebiasaan kita kran air telah menyala terlebih dahulu, sehingga banyak air yg terbuang," ungkapnya. (*)

Pembangunan Jalan Tol Jambi, Kini Pengukuran dan Pembebasan Lahan

Ilustrasi Pembangunan jalan tol Sumatra. (doc/ist) 

MERDEKAPOST.COM, JAMBI - Progres pembangun jalan Tol Trans Sumatera ruas yang melintasi wilayah Provinsi Jambi kini memasuki tahap pengukuran dan pembebasan lahan baik untuk ruas Jambi-Rengat maupun Jambi-Betung.

Dua ruas tol trans Sumatera tersebut telah mendapat penetapan lokasi (Penlok) dari Gubernur Jambi. 

Untuk ruas Jambi-Rengat, jalan tol ini melewati 3 Kabupaten di Provinsi Jambi yakni kabupaten Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat dan Batang hari. 

Untuk titik wilayah yang akan di bangun jalan tol tersebut yakni Kecamatan jambi Luar Kota, Kecamatan Sekernan di Muarojambi, selanjutnya nyambung ke Kecamatan Muara Papalik, Tungkal Ulu, Tebing Tinggi dan Batang Asam di Tanjung Jabung Barat dan langsung ke Rengat Pekan Baru. Ruas Tol ini juga sedikit melintasi Kabupaten Batanghari di desa Selat Kacamatan Pemayung.

Sementara untuk Ruas Jambi - Betung hanya melewati 1 Kabupaten di Provinsi Jambi yakni Kabupaten Muarojambi, yang terdiri dari dua Kecamatan dan lima desa. Yakni desa Sungai Landai, desa Muaro Sebapo di Kecamatan Mestong. Kemudian desa Sungai Bertam, desa Pematang Gajah, dan Kelurahan Pijoan Kecamatan Jambi Luar Kota. 

Pembangunan jalan tol Rengat-Jambi. (doc/ist)

Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Provinsi Jambi Rahmad Hidayat mengatakan, kebanyakan lahan yang dilalaui jalan tol ini merupakan lahan perkebunan, sebagian kehutanan dan juga pemukiman masyarakat.

"Tapi luasan berapa pemukiman dan lokasinya berapa banyak, tidak begitu mengatui, yang lebih faham ini BPN," kata Rahmad. 

Begitupun terkait jumlah kk yang terdampak pembangunan Rahmad belum bisa menyampaikan datanya. "Intinya jumlah lahan yang akan dibebaskan di ruas Jambi-Betung sebanyak 307 hektare," jelasnya.

Ditambahkan Rahmad, sejauh ini belum ada laporan terkait penolakan dari warga yang menolak lahanya dibebaskan untuk jalur tol.

Sementara itu Sekertaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman mengatakan pembangunan jalan tol Trans Sumatera yang akan melintasi wilayah Provinsi Jambi diharap bisa segera selesai. 

Sebab jika tol ini beroperasi nantinya akan cukup berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi.

Tol Sumatera. (ist)

"Dampaknya sangat luar biasa sekali kalau itu terwujud. Saya bisa memastikan  jika sudah ada jalan tos, akan mengalami pertumbuhan ekonomi," kata Sudirman.

Dijelasakan  Sudirman, dengan adanya jalan tol jalur pemasaran barang dan jasa semakin mudah dan lancar. Tidak lagi terhadap dengan jalan rusak. "Paling tidak ini pengurangan kemikinan," tambahnya.

Untuk progres pembangunan di tahun 2021 ini, dikatakan Sudirman memasuki tahap pengukuran dan pembebasan lahan.

"Sekarang ini BPN lagi bekerja untuk pembayaran ganti untung tanah. Dia bekerja sama dengan tim apresial berapa menilai harga tanah itu, tapi yang jalas lebih tinggi daripada harga yang wajar," sebut Sekda.

Selain itu, Sudirman menyebut, Kementrian PUPR menjanjikan 2021 sudah mulai melakukan pekerjaan fisik jika pembebasan lahan selesai. 

Di lain pihak, Satker Pengadaan Tanah Wilayah II Kementrian PUPR saat penyerahan SK Penlok jalan tol ruas Betung-Tempino-Jambi pada Rabu 17 Februari 2021 lalu mengungkapkan dengan sudah ditetapkan Penlok ruas tol ini, diharapkan sudah bisa dilakukan pembebasan tanah maupun progres fisik pengerjaan tol. 

Menurut Tendi setelah terbitnya Penlok, maka Kementerian PUPR akan memohon kepada Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN)  untuk bisa dimulai pengadaan tanah. 

"Kami akan segera mungkin karena target dari pemerintah pusat tahun 2024 Transumatera harus bisa tembus dari Lampung sampai Aceh," jelasnya.

Untuk di Jambi akan ditargetkan tahun 2022 selesai. Prinsip pengerjaan fisik tol akan mengacu pada tanah yang sudah dilakukan ganti untung pembebasan tanah masyarakat. 

"Konstruksi harus bisa mengikuti pekerjaannya, tapi untuk jambi ditargetkan selesai pada 2022 dan paling telat 2023 harus sudah operasional," katanya.

Untuk syarat pekerjaan fisik, Tendi menjelaskan harus selesai pembebasan tanah terlebih dahulu. Karena jika masyarakat tidak mendukung agak sulit atau agak molor waktu pekerjaan fisik.

Untuk sekarang progres pembebasan belum sama sekali, karena Penlok sebelumnya ruas Jambi-Rengat baru masuk pelaksananaan yang dilakukan pengukuran bidang per bidang tanah, dan pendataan tegakan. "Jadi apa ada yang diatas dan dibawah tanah, sedang dilakukan pendataan nanti akan jadi daftar nominatif," ujarnya.

Mengenai nilai investasi pengadaan tanah, Tendi menjelaskan dari perencanaan 2 ruas tol di Jambi sebanyak Rp1,2 Triliun untuk pembebasan tanah.

Terkait perkiraan pembayaran tanah  per meter untuk ganti rugi, tambah Tendi, akan diketahui setelah daftar pemebebasan tanah terbit oleh kantor jasa penilaian publik (KJPP/aprasial).

"Kalau untuk pekerjaan jalan tol Transumatera dibandingkan Provinsi lain Jambi memang belum ada progres tolnya, kita harap kedepan sesuai target," akunya.(adz)

Dinas PUPR Jambi Fokus Pelaksanaan Infrastruktur, Guna Dorong Perekonomian Wilayah

Dinas PUPR Jambi Fokus Pelaksanaan Infrastruktur, Guna Dorong Perekonomian Wilayah

Merdekapost.com - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi terus memfokuskan pelaksanaan pembangunan infrastruktur untuk mendorong peningkatan perekonomian wilayah. 

Salah satunya melalui Rapat Kordinasi Penajaman Infrastruktur ke PU an untuk wilayah Kerinci-Sungai Penuh. Rakor ini di hadiri langsung oleh Kadis PUPR Provinsi Jambi. M. Fauzi MT.Selasa (23/3/2021).

“tujuan kita laksanakan kegiatan rapat koordinasi penajaman infrastruktur ke-PU-an adalah Salah satunya dengan melakukan penajaman terhadap usulan-usulan pembangunan infrastruktur yang masuk ke Dinas PUPR papar Humas PUPR Provinsi Jambi, Ivan  Deni.

Kali ini rapat untuk penajaman program dilakukan di Kabupaten Kerinci dan Kabupaten Sungai Penuh.

“Khusus untuk mempertajam usulan yang masuk sebelum dilaksanakan pada tahun 2022 mendatang di seluruh Kabupaten dan Kota se Provinsi Jambi,” terangnya. (gie)

Kadis PUPR Jambi Buka Kegiatan FJKD Tingkat Kabupaten/Kota Se-Provinsi Jambi

Kadis PUPR Jambi Buka Kegiatan FJKD Tingkat Kabupaten/Kota Se-Provinsi Jambi

Merdekapost.com - Kepala Dinas atau Kadis PUPR Provinsi Jambi, H. Muhammad Fauzi secara resmi membuka kegiatan Forum Jasa Konstruksi Daerah (FJKD) tingkat Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi.

Acara yang akan berlangsung selama 2 hari ini  di laksanakan di Hotel Odua Weston Jambi, Rabu kemarin (17/3/2021).

Kegiatan yang turut di hadiri puluhan peserta ini mengusung tema “Membentuk sistem yang dapat bersinergi dalam penyelenggaraan sertifikasi tenaga kerja kontruksi (TKK) tingkat terampil hingga ketingkat ahli kontruksi”.

Pada kesempatan tersebut, Kadis PUPR Provinsi Jambi, Fauzi secara resmi membuka kegiatan Forum Jasa Konstruksi Daerah (FJKD) tersebut.

“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Forum Jasa Kontruksi Daerah Provinsi Jambi tahun 2021 secara resmi saya nyatakan di buka,” kata M Fauzi.

Selanjutnya, Ia juga berharap dengan adanya kegiatan ini, kedepannya dapat membuat program PUPR makin baik.

Selain itu, di sampaikan juga kegiatan ini dapat bermanfaat bagi jasa konstruksi PUPR dalam pembangunan program pemerinta. Baik di kabupaten kota, maupun Provinsi Jambi.Dengan demikian, program kerja pemerintah Provinsi Jambi akan lebih baik dan dapat terlaksana tepat waktu. (gie)

Kadis PUPR Dampingi Pj Gubernur Jambi Saat Kunker Mensos Risma

 Kadis PUPR Dampingi Pj Gubernur Jambi Saat Kunker Mensos Risma

Merdekapost.com- Kadis PUPR Provinsi Jambi, M. Fauzi MT turut mendamping Pj. Gubernur Jambi dalam Kunjungan kerja Menteri Sosial Republik Indonesia Tri Rismaharini,   ke Desa Jelutih, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, (10/3/2021).

Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan dalam rangka untuk pemenuhan daftar penduduk (pemenuhan hak-hak sipil), bagi Suku Anak Dalam (SAD).

Dilokasi kunjungan kerja Menteri Sosial RI, Bupati Batanghari M. Fadhil Arief menyambut langsung kedatangan Mensos tersebut untuk cek lokasi tempat perekaman e-KTP bagi Suku Anak Dalam diKantor Desa Jelutih. 

Setelah itu acara dilanjutkan berbincang-bincang bersama Pj. Gubernur Jambi, Bupati Batanghari Fadhil Arief dan perwakilan SAD serta rombongan lainnya.

Diagendakan setelah meninjau lokasi perekeman e-KTP, Mensos Tri Rismaharini juga lakukan penyerahan paket bantuan secara simbolis kepada SAD, dan kemudian setelah itu Mensos bersama rombongan Petinggi Provinsi Jambi serta para Pejabat penting lingkungan Pemerintah Kabupaten Batanghari meninggalkan lokasi tersebut menuju lokasi pedalaman yaitu Sungai Terap Desa Jelutih yang merupakan tempat tinggal SAD. (gie)

Aneh, Dinas PUPR Kerinci Tak Akui Proyek Drainase Ini, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Proyek pembangunan drainase di Kerinci yang diduga bermasalah, hingga saat ini belum diketahui milik siapa dan siapa yang bertanggung jawab, karena masing-masing pihak mengelak. (adz/jpnn)

MERDEKAPOST.COM | KERINCI - Proyek drainase di perbatasan Sungai Deras dengan Desa Sungai Tutung Kecamatan Air Hangat Timur, Kabupaten Kerinci, sampai saat ini tidak diakui keberadaannya oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Kerinci. 

Informasi yang diterima koran ini, bahwa proyek tersebut menghabiskan dana sekitar Rp 200 juta, merupakan milik Dinas PUPR. Tapi pihak Dinas PUPR enggan mengakuinya, karena diduga bermasalah dari awal pembangunan. Menurut sumber yang diperoleh koran ini, paket proyek saluran pembuangan tersebut diduga tanpa fondasi dan melekat pada proyek sebelumnya. 

Selain itu, proyek yang meninggalkan material di sepanjang lokasi proyek tersebut, jelas mengganggu pengguna jalan. Namun sampai saat ini, pihak PUPR tidak mengakui keberadaan drainase di pinggir jalan strategis provinsi tersebut. 

Sebelumnya, PPTK Jalan Dinas PUPR Kerinci, Yalpani mengaku, tidak mengetahui itu proyek siapa, yang jelas itu bukan milik PUPR Kerinci.

"Bukan kita yang punya proyek drainase tersebut, kalau pembangunan bahu jalan, ya itu dana PUPR Kerinci," terangnya.

Dikatakan Yalpani, itu juga bukan dana provinsi, bisa jadi Dana Desa.

"Bukan paket pekerjaan kita itu, coba tanya Kades, mungkin dana desa," terangnya.

Safwan, Kepala Dusun Beringin Jaya, Desa Baru Sungai Deras dikonfirmasi memastikan bahwa proyek drainase yang berlokasi di pinggir jalan, di perbatasan Sungai Deras bukan milik desa Baru Sungai Deras, tapi itu proyek PUPR Kerinci.

"Proyek itu milik PUPR, bukan milik desa. Kami sudah tanya yang mengerjakannya, bahwa itu proyek PUPR Kerinci," katanya.

Dikatakannya, proyek tersebut diduga bermasalah seperti pekerjaan tidak pakai fondasi, kemudian terjadi tumpang tindih pada proyek sebelumnya. Tidak hanya itu, kontraktor tidak membersihkan sisa material di badan jalan.

"Proyek itu tidak pakai pondasi dan tumpang tindih dengan proyek lama," katanya.

Padli, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR saat hendak ditanya awak media soal keberadaan proyek drainase tersebut, belum ada jawaban. Hingga Kamis (4/2) sore, yang bersangkutan belum memberikan jawaban. Begitu juga dengan Kabid SDA, Hadri juga tidak menjawab pesan singkat yang dikirimkan. (tim | jpnn)

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs