Tips Amankan Akun WhatsApp Agar Tidak Dibajak

Ilustrasi Whatsapp. (Foto: Reuters)

MERDEKAPOST.COM - WhatsApp kembali memberikan edukasi kepada para penggunanya agar tetap aman saat menggunakan platform mereka. Edukasi yang diberikan WhatsApp ini kebetulan dalam rangka memperingati Safer Internet Day pada 10 Februari lalu.

Melalui akun Twitter resminya, WhatsApp kembali mengingatkan komitmennya untuk menjaga privasi pengguna. Ini adalah kesekian kalinya WhatsApp membahas soal privasi, pasca-kontroversi kebijakan baru yang kemudian ditunda implementasinya.

WhatsApp juga secara resmi mengingatkan fitur-fitur keamanan unggulan mereka agar pesan pengguna tetap aman dan merasa privat saat berkomunikasi dengan pengguna lain. Berikut ini empat tips dari WhatsApp

Cara amankan akun WhatsApp dengan fitur two-step verification

Fitur keamanan two-step verification ini diklaim dapat mengamankan akun WhatsApp dari pembajakan. Terlebih saat ini masih marak pembajakan akun WhatsApp melalui OTP (one time password). Fitur ini akan memberikan keamanan berlapis.

Lalu, bagaimana cara mengaktifkan fitur ini? Berikut langkahnya.

  • Ketuk ikon tiga titik di pojok kanan atas aplikasi WhatsApp di smartphone.
  • Pilih menu Settings.
  • Masuk ke pengaturan Account.
  • Pilih Two-step Verification.
  • WhatsApp akan memintamu untuk mengaktifkan Two-step Verification menggunakan PIN. Tekan Enable di bagian bawah untuk mengaktifkannya.
  • Buat PIN dengan memasukkan 6 digit angka sesuai dengan yang kamu inginkan. Hindari menggunakan kombinasi angka nomor ponsel, tanggal lahir atau alamat rumah.
  • WhatsApp akan memintamu untuk memasukkan alamat email yang akan terintegrasi dengan akun WhatsApp, kalau suatu hari kamu ingin mengganti PIN.
  • Selesai. Fitur Two-step Verification berhasil terpasang.

Tips Amankan Akun WhatsApp untuk Privasi dan Anti-Dibajak

Ilustrasi cegah orang invite grup WhatsApp. Foto: Faisal Rahman/kumparan

Cara cegah orang invite kita ke grup WhatsApp

Sering kali kita dimasukkan ke grup WhatsApp yang entah berantah, sehingga mengganggu privasi. WhatsApp sebenarnya punya opsi untuk mengatur siapa-siapa saja orang yang bisa memasukkan nomor kamu ke dalam sebuah grup.

Cara pengaturannya pun cukup mudah, untuk Android: klik More options > Settings > Account > Privacy > Groups. Sementara untuk iPhone: Settings > Account > Privacy > Groups.

Di menu "Groups," kamu bisa pilih satu dari tiga opsi yang ada. Ketiga opsi itu adalah Everyone: Jika kamu memilih opsi 'Everyone', maka siapa saja bisa mengundangmu masuk ke dalam grup obrolan.

My contacts: Jika kamu memilih opsi 'My contacts', maka hanya akun yang berada di daftar kontakmu saja yang bisa mengundangmu masuk ke dalam grup mereka. Dan, My contacts except: Jika kamu memilih opsi 'My contacts except...', maka kamu bisa memblokir akun-akun yang tidak diinginkan untuk mengundangmu ke grup.

Cara blokir nomor WhatsApp yang kirim pesan spam

WhatsApp juga memiliki fitur yang bisa membantu pengguna, jika tiba-tiba menerima pesan dari orang yang tidak ada di daftar kontak. Jika berisi spam atau terlihat mencurigakan, pengguna bisa melakukan blokir dan melaporkannya dengan mudah.

Saat di situasi tersebut, pengguna bisa menekan opsi "Block" untuk memblokir nomor kontak tersebut. Lalu, pilih "Report" untuk melaporkan nomor tersebut sebagai spam.

Cara blok nomor WhatsApp yang kirim pesan spam. Foto: WhatsApp

Cara hilangkan status last seen WhatsApp

Pengguna WhatsApp juga bisa menyesuaikan tampilan dilihat oleh pengguna lain. Caranya dengan mengatur profile photo, last seen, dan about, lalu menentukan siapa saja yang bisa melihatnya. Bisa siapapun, hanya daftar kontak, atau tidak ada sama sekali. Berikut cara mematikan profile photo, last seen, dan about di aplikasi WhatsApp.

  • Buka aplikasi WhatsApp.
  • Klik ikon titik tiga di pojok kanan layar.
  • Buka "Settings". lalu buka "Account," lanjut "Privacy".
  • Pilih menu "Last Seen". lalu tekan "Nobody".
  • Pilih menu "About". lalu tekan "Nobody".
  • Pilih menu "Profile". lalu tekan "Nobody".

Aldie Prasetya| Merdekapost.com | Editor: Ari Anggara

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Sejarah Kerinci | Peta Situs