Polisi Minta Identitas Pemberi Uang dalam PSU Pilgub Jambi Diungkap

 

Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo

Merdekapost.com - Kepolisian Daerah (Polda) Jambi merespon cepat adanya dugaan tim CE- Ratu Munawaroh ditangkap saat membagi-bagikan uang jelang PSU Pilgub Jambi.

Kapolda Jambi Irjen Pol Albertus Rachmad Wibowo mengatakan anggotanya telah menghubungi Nazli untuk dimintai keterangan terkait identitas perempuan yang ditangkap tersebut. 

"Anggota sudah menghubungi Nazli. Dia tidak menyebutkan identitas orang yang dimaksud. Silahkan konfirmasi ke yang bersangkutan (Nazli)," kata Kapolda kepada wartawan melalui pesan di WhatsApp, Minggu malam 24 Mei 2021.

Kapolres Muarojambi AKBP Ardiyanto juga meminta agar persoalan itu diungkap dan segera dilaporkan ke Gakkumdu. 

Menurut Kapolres, laporan ke pihak terkait juga penting untuk menepis dugaan bahwa berita tersebut tidak benar. Sehingga masyarakat percaya atas kebenaran fakta yang diungkap.

"Harus segera diungkap dan dilaporkan. Jangan sampai ada dugaan berita tersebut tidak benar atau hoax. Kita tidak tahu apakah berita itu fakta atau tidak. Makanya harus segera dilaporkan ke Gakkumdu. Ungkap kapan dan dimana kejadian serta barang bukti," ujar Kapolres lagi dilansir Pemayung.co.

Sementara itu pasangan Calon Gubernur Jambi Cek Endra dan Ratu Munawaroh tak menanggapi konfirmasi wartawan terkait pemberitaan adanya tim mereka yang ditangkap karena menyebarkan uang menjelang pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang 27 Mei mendatang.

Juru bicara tim pasangan ini, Sony Zainul, dilansir sejumlah media membantah adanya tim mereka memberikan uang untuk kepentingan pemungutan suara ulang.

Sebelumnya Tim pasangan Cagub-Cawagub Haris-Sani, M Nazli, mengatakan informasi soal politik uang itu didapat dari warga setempat. Sumber mengaku bahwa keluarga dekatnya sudah mendapat “siraman” dari tim CE-Ratu. 

Begitu dikejar dan akan dilakukan penangkapan, sumber itu memohon-mohon agar jangan dilakukan penangkapan. 

Menurutnya, semua percakapan dengan sumber sudah discreenshot, juga nama pemberi dan  penerima, ada pada sumber. Namun diakui Nazli, pihaknya tidak berwenang menangkap.

Karena itu, ia berharap kejadian ini tidak terjadi di daerah mana pun demi menciptakan PSU yang jujur dan adil tanpa kecurangan.

“Banyak laporan yang masuk ke kita soal politik uang ini. Ada juga dari guru, pokoknya banyak. Kita cukup tahu dan memantau saja, karena kita disuruh santun oleh kandidat kita,” tutupnya.

Related Posts

0 Comments:

Posting Komentar

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Sejarah Kerinci | Peta Situs