Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Sungaipenuh Gelar LKD Ke-1 Se-Provinsi Jambi


MERDEKAPOST.COM – Sungai Penuh. Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Sungaipenuh melaksanakan Latihan Kader Dasar (LKD) angkatan pertama pada Jumat - Sabtu 30 - 31 Desember 2022 di Aula Ma’had IAIN Kerinci. 

Ketua PC Fatayat NU Sungaipenuh Eka Mutia mengatakan, LKD bertema “Membentuk Kader Fatayat NU yang Militan, Bermartabat dan Bermanfaat bagi Umat” ini adalah program internal untuk menciptakan kader militan. Tak hanya itu, tapi visioner, memahami ajaran, nilai-nilai, cara pikir dan karakter NU, Aswaja dan Fatayat, serta jadilah pengurus yang mau mengurus jangan mintak di urus apalagi menjadi urusan. 

Hadir dalam LKD tersebut Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Provinsi Jambi Sri Rahayu, M.Pd. Ketua Nahdlatul Ulama Kota Sungaipenuh Nasrun Farut, S.PD,Dpt, serta Danramil Kota Sungaipenuh Kapten Firman dari Kodim 0417/Kerinci.

Dalam sambutannya, Sri Rahayu menyampaikan agar Fatayat NU memahami tentang jati diri Fatayat sebagai perempuan dan kader, dimana sebagai perempuan juga mempunyai kewajiban yang sama dengan laki-laki untuk saling mengasihi, melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar (QS Attaubah:71). 

Sedangkan sebagai kader organisasi, kata dia, Fatayat NU Sungaipenuh juga harus selalu memahami aturan dan kode etik organisasi, selalu berkoordinasi antara tingkatan pengurus serta pentingnya kader Fatayat selalu menebar kebaikan dimana pun dan kepada siapa pun.

Sri Rahayu juga mengajak peserta LKD untuk senantiasa menjadikan fikrah nahdliyyah di atas dijadikan pedoman dalam kehidupan berorganisasi, sehingga kader Fatayat dapat memberikan manfaat yang luas dan besar bagi umat dan bangsa. 

LKD ini juga diselingi dengan penyerahan bantuan usaha produktif Baznas propinsi Jambi oleh ketua Baznas Propinsi Jambi Sri Rahayu kepada 11 penerima bantuan.

Sri Rahayu juga mengharapkan kedepan dalam menjalankan roda organisasi seluruh pengurus mengedepankan -sebagaimana ajaran qoidah fiqhiyah- “Tasharrufual Imam ‘alarroiyah manutun bilmaslahah” bahwa kebijakan pemimpin hendaknya bertumpu pada kemasalahatan umatnya atau yang dipimpinnya”.

Dalam kesempatan tersebut Ketua Nahdlatul Ulama Kota Sungaipenuh Nasrun Farut juga menyampaikan sejarah NU, serta pola pikir dan karakter  NU yang terdiri dari pertama, pola pikir (fikrah Tawasutthiyyah) artinya NU selalu bersikap seimbang (tawazun) dan moderat (I’tidal) dalam menyikapi berbagai persoalan. (rdp)

Related Postss

0 Comments:

Posting Komentar

Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs