![]() |
| Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Sudirman mengakui aset nasabah di Bank Jambi berkurang. Sebagian besar PNS memilih memindahkan dana mereka ke Bank lain.(mpc) |
"Rekening PNS masih berada di Bank Jambi. Sebagian besar nominal dana yang masuk ditarik dan dipindahkan ke bank lain."
Sudirman (Komisaris Utama Bank Jambi)
MERDEKAPOST.COM |JAMBI - Gangguan operasional pada layanan mobile banking Bank Jambi berdampak terhadap penurunan nilai aset nasabah.
Komisaris Utama Bank Jambi, Sudirman mengakui hal itu.
Kata dia, kondisi tersebut terjadi di tengah upaya manajemen dan para pemangku kepentingan untuk mempercepat pemulihan layanan digital Bank Jambi agar kembali beroperasi secara optimal.
Sebagai informasi, pada Februari lalu, sistem Bank Jambi diduga diretas.
Tercatat, 6.609 rekening nasabah terdampak, termasuk rekening milik aparatur sipil negara (ASN).
Setelah peristiwa itu, hingga September, sistem Bank Jambi belum pulih sepenuhnya.
Sejauh ini, nasabah sudah bisa bertransaksi langsung ke kantor cabang terdekat.
Selain itu, sejumlah ATM juga sudah bisa kembali dioperasikan.
Namun, gangguan layanan masih terjadi untuk perbankan seluler (mobile banking).
Aset Berkurang
Sudirman tidak menampik gangguan pada layanan tersebut turut memberikan dampak terhadap operasional perbankan.
Menurutnya, penurunan aset yang terjadi umumnya berkaitan dengan berkurangnya nilai dana nasabah.
Salah satu faktornya disebut berasal dari pola penarikan dana oleh Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Rekening PNS masih berada di Bank Jambi. Sebagian besar nominal dana yang masuk ditarik dan dipindahkan ke bank lain," katanya.
Meski demikian, Sudirman menegaskan penurunan aset tersebut tidak berlangsung secara drastis.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, percepatan pengoperasian kembali layanan mobile banking terus didorong oleh berbagai pihak.
Upaya itu melibatkan jajaran komisaris, Komite Komisaris (Kekom), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga para pemegang saham Bank Jambi.
Pemulihan Total Belum Dapat Dipastikan
Sudirman mengatakan, pihaknya belum dapat memastikan secara pasti kapan layanan mobile banking tersebut kembali beroperasi sepenuhnya.
Namun, ia memastikan pengoperasian kembali layanan tersebut ditargetkan dapat dilakukan pada tahun ini.
"Kami upayakan tahun ini bisa dioperasikan," katanya.
(Aldie Prasetya | sOURCE: Tribunjambi.com)
