Warga Geger Penemuan Mayat Tergantung di Rumah Kosong

Proses Evakuasi jasad pria yang gantung diri di rumah kosong di Aur Kenali Telanaipura Kota Jambi

Lihat ada Jasad Tergantung di Rumah Kosong, Dikira Penampakan Hantu Ternyata Orang

JAMBI | MERDEKAPOST - Warga Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, Jambi digegerkan penumuan mayat tergantung di rumah kosong.

Jasad pria yang gantung diri tersebut diketahui Z (41) merupakan warga setempat, ditemukan, Senin (21/8/2023) sekira pukul 16.00 WIB.

Robin salah satu saksi mata mengaku, awalnya dirinya diberitahu seorang pemburu Biawak, bahwa ada pria gantung diri dilokasi kebun singkong tempat ia biasa bertani.

"Ada orang lagi cari biawak ngasih tau saya, ada gantung diri saya kira cuma penampakan atau hantu, ternyata benar ada yang gantung diri," kata Robin pedagang singkong di sekitar lokasi.

Setelah melihat ke lokasi, lalu dia melaporkan kejadian itu kepada ketua RT setempat dan warga untuk mengecek lebih dekat.

Baca juga: Nekat Bawa Sabu 1 Kg Naik Bus, Kakek 66 Tahun Diringkus BNNP Jambi

"Langsung saya lapor RT, sudah itu baru tau ternyata yang gantung diri ini orang sinilah. Bahkan tadi Mamak sebelum tau kejadian sempat duduk di warung saya," ujarnya.

Setelah diketahui RT dan warga lain melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan TNI setempat agar di evakuasi.

Dia menjelaskan, rumah yang dijadikan tempat gantung diri tersebut sudah lama tidak dihuni oleh sang pemilik dan tidak memiliki jendala dan pintu.

"Sudah lamo idak ado orang yang nunggu, sayo be kebun disini. Rumah orang Cino ini tapi sudah lama emang kosong," jelasnya.

Korban Langsung Dievakuasi

Seorang pria berusia 41 bernama Zulfahmi warga RT 21 kelurahan Aur kenali, kecamatan Telanaipura ditemukan tewas gantung diri di rumah kosong, Senin (21/8/2023) sekira 16:00 WIB.

dilokasi, terlihat warga memadati rumah kosong yang dijadikan korban tempat gantung diri.

Korban gantung diri di pintu bagian kamar rumah kosong tersebut.

Baca Juga: Warga Tamiai Kerinci Meninggal Saat Lomba Balap Karung HUT RI ke-78

Sejumlah anggota kepolisian dan TNI melakukan evakuasi mayat korban dari tali dengan menutupi wajah dan bagian badan dengan menunggu kain panjang.

Setelah berhasil diturunkan dari tali, mayat langsung dibawa dengan menggunakan mobil polisi dan dikabarkan dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan.

Menurut warga, korban merupakan warga setempat, bahkan rumah korban dan lokasi kejadian tidak begitu jauh.

"Warga sini dia, rumah ini rumah kosong udah lama tidak di huni," ujar warga

Lokasi Kejadian Dipadati Warga

Lokasi rumah kosong tersebut berada di tengah kebun singkong. Saat kejadian warga memadati sekitar lokasi kejadian.

Bahkan warga yang melintasi jalan Wali Songo, kelurahan Aur Kenali, kecamatan Telanaipura membuat jalan macet total hingga mengganggu akses kendaraan dan sebagian pengendara menekan klakson hingga menyebabkan kebisingan.

"Maju-maju nak lewat," ujar salah satu pengendara sepeda motor. (*)

Baca Juga Berita Menarik Lainnya di Merdekapost 

Viral! Video Aksi Seorang Pria Nekat Hancurkan Rumah, Sang Wanita-nya Menjerit-jerit

(Penulis: M. Khaidir |  Sumber: Tribunjambi.com  |  Editor: M. Fadlan)

Viral! Diduga Aliran Sesat di Sumsel, Raja Adil Ngaku Pemimpin Akhir Zaman

Viral diduga aliran sesat bikin heboh warga Ogan Ilir, Sumsel. (Foto: Istimewa)

Ogan Ilir, Merdekapost.com - Warga Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) dihebohkan dengan kehadiran Ajaran Makom Raja Adil yang diduga aliran sesat. Warga menyebut, ajaran itu sudah melenceng dari ajaran Islam yang sebenarnya.

Ajaran Makom yang diketuai oleh Raja Adil alias Rosidi itu disebut berdiri dengan nama Tasawuf Makom Hakiki Mutlak, di sebuah desa di kawasan Ogan Ilir yakni Desa Kuang Dalam Timur, Rambang Kuang.

Ajaran sesat yang mengarah ke ajaran Islam yang menyimpang itu diperkuat atas beredarnya spanduk yang sengaja dibuat Raja Adil dan disebarkannya ke masyarakat umum dan di media sosial. Dalam spanduk atau poster itu, terlihat foto Raja Adil alias Rosidi. Ada kalimat seruan yang janggal dan mengklaim dirinya sebagai pemimpin akhir zaman.

"Inilah RAJA ADIL yang memimpin Khilafah Islam seluruh manusia di muka bumi ini seluruh agama akan disatukan menjadi agama Islam dan memegang akhir zaman namanya Rosidi," tulis isi spanduk itu seperti dikutip detikSumut, Sabtu (25/3/2023).

Bahkan, dalam spanduk itu juga pada fotonya Raja Adil yang nampak menggunakan seragam serba putih itu tertulis bahwa ia diduga sudah siap untuk dituntut pemerintah jika ajaran yang ia sebarkan itu salah.

"Siap dituntut pemerintahkah ulama pun boleh," isi tulisan tertera di bagian bawah foto Raja Adil tersebut.

Pada bagian paling bawahnya nampak juga terlihat ada tulisan alamat yang menyebutkan jika ajaran itu beralamat di Desa Kuang Dalam Timur, Rambang Kuang, Ogan Ilir, Sumsel.

Viral diduga aliran sesat bikin heboh warga Ogan Ilir, Sumsel. (Foto: Istimewa)

Kepala Desa Kuang Dalam Timur, Efriyadi tak menampik isu tak sedap itu muncul dari desanya. Ia mengatakan pihaknya telah memanggil dan memediasi Raja Adil di kantor Kecamatan terkait tindakan tersebut.

Terhadap Raja Adil, katanya, saat ini masih beraktivitas seperti biasa layaknya warganya yang lain.

"Memang seperti itu, kemarin juga sudah di musyawarah di Kecamatan oleh MUI, tapi katanya masih nunggu fatwa. Saat ini dia (Raja Adil) masih beraktivitas seperti biasa, dan kami tidak bisa bicara banyak untuk langkah selanjutnya," kata Efriyadi dikonfirmasi wartawan. 

(Sumber: detikSumut)

Video Belatung di Miss V Perempuan Viral di Medsos Jadi Buruan Warganet

 

Merdekapost.com - Media Sosial Tiktok dihebohkan dengan beredarnya Video Belatung di Miss V.

Video belatung mendadak viral dan jadi buruan netizen. Bukan tanpa alasan, video viral tersebut memperlihatkan puluhan belatung berada dalam area Miss V seorang wanita.

Warganet dihebohkan dengan video di Tiktok dan twitter yang menunjukan belatung di vagina seorang wanita. Video tersebut lantas tersebar luas ke berbagai media sosial sejak Sabtu (15/1/2022).

Berdasarkan pantauan, video tersebut menunjukan aktivitas hubungan suami istri antara laki-laki dan perempuan.

Namun yang membuat video itu viral adalah adanya belatung di sekitar mulut vagina si perempuan.

Lalu benarkah Mrs V seorang wanita bisa sampai ada belatungnya? Berikut penjelasan dari seorang pakar.

Menurut dokter spesialis kandungan dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS, video viral di jagat maya ini kemungkinan besar hanyalah rekayasa orang tak bertanggung jawab.

Ia menegaskan, jika belatung bukan merupakan binatang yang bisa hidup di dalam organ kelamin wanita.

“Tidak mungkin belatung ada di Mrs V, kecuali orangnya sudah mati. Itu menurut saya akal-akalan saja untuk shock factor,” ujar dr Boyke.

Reaksi Netizen Terhadap Video Belatung Viral

Netizen menanggapi viralnya video tidak senonoh yang memperlihatkan adanya binatang menjijikan di organ kewanitaan.

Video berdurasi 2 menit 22 detik itu dianggap netizen bikin mau muntah.

Mereka yang sudah menonton mengaku menyesal lantaran terus terbayang adegan menjijikan tersebut.

“Buat kalian semua yang belum nonton video belatung viral, mending jangan deh, bikin mual,” tulis seorang netizen di sebuah video akun tiktok.

Sumber: Harapanrakyat.com

Eks Kades ini Dipenjara 8 Tahun, Gara-gara Pakai Dana Corona Untuk Judi dan Sewa PSK

Sidang korupsi eks Kades Sukowarno, Kabupaten Mura, Sumsel

Merdekapost.com - Mantan Kepala Desa Sukowarno, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan divonis 8 Tahun penjara seteleh terbukti menggunakan dana bantuan corona untuk berjudi dan sewa PSK.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kelas 1 A Khusus Palembang yang diketuai Sahlan Efendi, menjatuhkan vonis 8 tahun penjara dan uang pengganti sebesar Rp 184 juta. Selain itu, bila uang tersebut tidak dibayar maka diganti pidana 2 tahun 6 bulan kurungan.

Menurutnya, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi  Pasal 2 Ayat (1) UU nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan  korupsi jo Pasal 18 UU nomor 20 tahun 2001.

Hukuman yang dijatuhkan ini lebih tinggi dari tuntutan JPU, karena beberapa hal yang memberatkan terdakwa. Di antaranya terdakwa sebagai aparatur desa tidak mendukung program pemerintah dalam menangani pandemi corona.

Baca Selengkapnya>>

Siapa Calon Istri Ustaz Abdul Somad yang akan Dinikahinya? Usianya Masih 19 Tahun

Sosok calon istri Ustaz Abdul Somad, Fatimah Az Zahra, berdesarkan keterangan biodatanya Fatimah Az Zahra masih berusia 19 tahun (insert) 

MERDEKAPOST.COM | JAMBI - Setelah beberapa waktu Ustaz Abdul Somad (UAS) sudah resmi bercerai dengan mantan istrinya.

Kini kabar bahagia datang pendakwah ternama, Ustaz Abdul Somad (UAS).

Dai kondang itu kabarnya bakal segera menikah dengan sang pujaan hati.

Kabar pernikahan Ustaz Abdul Somad itu pertama kali diketahui dari beredarnya foto formulir persetujuan calon pengantin.

Berdasarkan foto formulir tersebut, terkuak sosok calon istri Ustaz Abdul Somad.

Dikutip TribunnewsBogor.com dari insert live, tampak foto formulir persetujuan calon pengantin dilampirkan.

Tampak pada foto, biodata lengkap calon mempelai pria dan mempelai wanita.

Dalam tulisan di formulir tersebut, tersemat nama Ustaz Abdul Somad Batubara bin Bakhtiar sebagai calon suami.

Sementara itu, biodata calon istri pun lengkap diisi oleh sang calon mempelai.

Nama calon istri Ustaz Abdul Somad adalah Fatimah Az Zahra Salim Barabud binti Salim Sholeh Barabud.

Fatimah merupakan warga Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Hal tersebut diketahui dari isian biodata yang dituliskannya di formulir.

Pada formulir tersebut juga diketahui bahwa Fatimah Az Zahra lahir di Jombang, 1 Oktober 2001.

Sosok calon istri Ustaz Abdul Somad, Fatimah Az Zahra Sosok calon istri Ustaz Abdul Somad, (insert)

Alhasil, usia Fatimah Az Zahra sekarang masih 19 tahun.

Pada formulir tersebut, wajah Fatimah Az Zahra pun turut disematkan dalam sebuah pas foto.

Tak cuma isian formulir calon pengantin yang beredar, tanggal akad nikah Ustaz Abdul Somad dan Fatimah Az Zahra juga terkuak.

Dihimpun TribunnewsBogor.com dari berbagai sumber, Ustaz Abdul Somad dan Fatimah Az Zahra kabarnya akan menikah pada 17 Mei 2021.

Adapun formulir pendaftaran pernikahan dibuat Ustaz Abdul Somad dan Fatimah Az Zahra pada 1 Maret 2021.

Hingga artikel ini ditayangkan, belum ada konfirmasi dari pihak Ustaz Abdul Somad terkait kabar bahagia ini.

Curhatan Mantan Istri

Mantan istri Ustaz Abdul Somad mengunggah sebuah tulisan pasca resmi bercerai dari sang suami.

Melalui akun media sosialnya, Mellya Juniarti pun menumpahkan segala isi hatinya usai berpisah dari Ustaz Abdul Somad.

Tulisan Mellya Juniarti itu seolah jadi ungkapan perasaannya pasca resmi menjadi seorang single parent.

Diwartakan sebelumnya, Pengadilan Agama Bangkinang Kelas 1B menyidangkan permohonan cerai talak yang diajukan Ustaz Abdul Somad atau UAS kepada kepada istrinya Mellya Juniarti.

Perkara cerai talak yang dimohonkan Ustaz Abdul Somad itu disidangkan pada Selasa (3/12/2019) di Pengadilan Agama Bangkinang.

Sidang itu berlangsung tanpa kehadiran Ustaz Abdul Somad atau UAS maupun mantan istrinya Mellya Juniarti.

Pada persidangan itu, Pengadilan Agama Bangkinang mengabulkan permohonan cerai talak yang dilakukan oleh Ustaz Abdul Somad.

Pengabulan permohonan ini disampaikan Pengadilan Agama Bangkinang di Ruang Sidang Umar Bin Khatab.

Dikabulkannya permohonan cerai Talak ini Ustaz Abdul Somad menyandang prediket menduda.

Terkait dengan perkara perceraian Ustaz Abdul Somad di Pengadilan Agama Bangkinang, Humas Pengadilan Agama Bangkinang, Muliyas S.Ag membenarkan pengadilan menerima dan menangani perkara perceraian Ustaz Abdul Somad.

Viral UAS Akan Nikahi Gadis Jombang Berusia 19 Tahun Digelar Usai Lebaran

Ia menuturkan permohonan Cerai Talak Ustaz Abdul Somad terdaftar di Pengadilan Agama Bangkinang sejak 12 Juli 2019.

Curhatan mantan istri Ustaz Abdul Somad usai resmi bercerai (Kolase Instagram)

Perkara perceraian ustadz kondang ini teregistrasi dengan nomor perkara 604/Pdt.G/2019/PA.Bkn.

Dijelaskan perkara perceraian tersebut sudah dilakukan 11 kali proses sidang yang di dalamnya termasuk juga proses mediasi.

Pernikahan yang berjalan sejak 20 Oktober 2012 itu tampak meninggalkan kesan mendalam untuk Mellya Juniarti.

Karenanya pasca berpisah dari Ustaz Abdul Somad, Mellya Juniarti pun tak kuasa menahan perasaannya.

Melalui akun Instagram-nya pada 2019, mantan istri Ustaz Abdul Somad, Mellya Juniarti pun mengunggah potret dirinya dengan putra laki-lakinya.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari laman @mizyanhadziq, Mellya Juniarti mengungkap isi hatinya melalui sebuah tulisan.

Dalam tulisan tersebut, mantan istri Ustaz Abdul Somad itu menyinggung soal fakta dan hakikat diri.

Berikut adalah tulisan yang merupakan curahan hati mantan istri Ustaz Abdul Somad, Mellya Juniarti :

Bismillah

MasyaAllah TabarakaAllah

Allahumma sholli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad

Genderang itu telah tuan tabuh, pelan ataupun kuat tetap akan berbunyi. 

Terlihat ataupun tersembunyi tetap bergema, terlebih lagi sang penabuh besar gaungnya.

Apalah dayaku ketika tangan kecil itu menutup mulutku, dg manusia berilmu tuan giring opini, hingga jutaan mata memandangku dg arang hitam yg tuan beri.

Tak apa tuan, kata tak kan merubah fakta dan hakikat diri, hati nurani akan mampu menelusuri arti.

Aku tak riasau dg arang yg tuan tabui, cukup bagi diri jika sang buah hati melihatku seperti bidadari, yg selalu memeluknya dg kasih sejati dan memandang tuan seperti raja yg harus dipatuhi dan dihormati, bagiku disitulah kemenangan sejati. (*)

(adz/artikel ini telah tayang di Tribun.com/insert)

Viral UAS Akan Nikahi Gadis Jombang Berusia 19 Tahun Digelar Usai Lebaran

  • instagram @ustadzabdulsomad_official

MERDEKAPOST.COM | JAMBI - Kini sedang viral Ustaz Abdul Somad biasa dipanggil UAS akan menikahi gadis Jombang Jawa Timur.

Foto formulir pendaftaran pernikahan UAS kini ramai beredar di media sosial.

Disebutkan perempuan yang akan dinikahi UAS bernama Fatima yang berusia 19 tahun.

Dalam formulir pendaftaran pernikahan itu terungkap Ustaz Abdul Somad menikah 17 Mei 2021.

Dikutip dari tayangan channel YouTube insertlive, terlihat foto formulir persetujuan calon pengantin dilampirkan yang dilampirkan.

Pada foto itu tercantum juga biodata lengkap calon mempelai pria dan mempelai wanita.

Fatimah dalam foto formulir itu disebutkan adalah warga Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Formulir pendaftaran pernikahan dibuat UAS dan Fatimah 1 Maret 2021.

Hingga kini belum ada konfirmasi dari pihak Ustaz Abdul Somad terkait kabar bahagia yang beredar ini.

UAS merupakan Dai kondang yang telah dua tahun ini menyandang status duda.

Ia pernah menikah dengan Mellya Juniarti.

Hasan Basri, pengacara UAS saat itu mengatakan rumah tangga UAS dan Mellya Juniarti retak sejak 2015.

UAS memiliki nama lengkap Ustaz Prof H Abdul Somad Batubara Lc D.E.S.A. PhD.

Dia lahir di Silo Lama, Kabupaten Asahan, Sumatra Utara, pada 18 Mei 1977.

Saat ini UAS merupakan ulama yang telah berusia umur 43 tahun.

Ia sering mengulas berbagai macam persoalan agama, khususnya kajian ilmu hadis dan ilmu fikih.

Selain itu, UAS juga banyak mengulas nasionalisme dan berbagai masalah terkini yang sedang menjadi pembahasan di masyarakat.

Ustaz Abdul Somad pernah bertugas sebagai dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim.

Setelah 10 tahun mengabdi di kampus itu, akhirnya UAS mengundurkan diri pada tahun 2019.

(adz/tribun.com)

20 Warga Positif Covid-19, Untuk Sementara Aktivitas di Masjid Syafa'at Selincah Dilarang

Aktivitas ibadah di Masjid Syafaat, RT 4 Kelurahan Payoselincah, Kecamatan Palmerah, Kota Jambi sementara waktu dilarang, lantaran kawasan ini zona merah Covid-19.(ist)

MERDEKAPOST.COM | JAMBI - Aktivitas ibadah di Masjid Syafaat, RT 4 Kelurahan Payoselincah, Kecamatan Palmerah, Kota Jambi sementara waktu dilarang, lantaran kawasan ini zona merah Covid-19.

Camat Palmerah, Amran mengatakan sesuai dengan kriteria pengendalian zonasi, bahwa wilayah zona merah harus menutup rumah ibadah, tempat bermain anak dan tempat umum lainnya kecuali sektor esensial.

"Masjid baru dapat digunakan setelah adanya perubahan zona Covid-19. Sementara ini, tidak diizinkan salat atau ibadah di Masjid Syafaat RT 4," jelasnya.

Kemudian, lanjut dia, pihaknya juga membatasi keluar masuk wilayah RT maksimal hingga pukul 20.00. Pihaknya telah menunjuk warga selaku ketua pengawas ini.

Sementara itu, sebelumnya, 20 warga yang rumahnya berdekatan dan merupakan keluarga ini, tengah menjalani isolasi mandiri dan dicek langsung oleh petugas.

Pihaknya juga mendesinfeksi rumah warga dan masjid secara berkala. Selain itu, juga memasang spanduk pemberitahuan bahwa telah memasuki kawasan zona merah Covid-19.(*)

Berita Sebelumnya:

Gara-Gara Acara Punggahan, Satu Keluarga di Selincah Terpapar Covid-19

Belum lama ini, belasan warga di salah satu kawasan Kecamatan Paal Merah dikabarkan terkonfirmasi Covid-19 dari hasil swab. Saat ini, pihak Kecamatan dan Kelurahan tengah melakukan monitoring terhadap belasan warga tersebut.

Mereka dikabarkan terpapar Covid-19, setelah melakukan acara punggahan atau makan bersama saat berbuka puasa beberapa waktu lalu. Mau tak mau, salah satu kawasan di Kelurahan Selincah masuk kategori zona merah.

Camat Paal Merah, Amran menyebutkan, awalnya ada 19 orang yang dilakukan uji swab. Hasilnya, 15 orang dinyatakan positif. Mereka rerata satu keluarga dan bertetangga.

“Benar, sudah kita minta lakukan isolasi mandiri. Dan kita minta kepada RT memastikan mereka tidak keluar dari masa isolasi mandiri,” terangnya, Jumat (23/4) pagi.

Hanya saja memang, Amran belum bisa menyebutkan secara detail mengenai terpaparnya belasan warga di lingkungannya tersebut. “Masih kita lakukan tracing lagi. Beberapa waktu kedepan akan dilakukan kembali swab kedua terhadap mereka,” terangnya.

Mengenai logistik terhadap mereka, Amran mengaku telah menginstruksikan ke lurah maupun ke tingkat RT, agar secara swadaya membantu mereka. “Untuk kebutuhan pangan, nanti akan diantarkan petugas khusus ke depan rumah mereka. Sebab kita memastikan mereka tidak keluar rumah, selain itu kita minta untuk aktifkan pos kamling 1x24 jam untuk membantu memantaunya,” jelasnya.

Mengenai masuk kategori zona merah, dirinya pun bersama pihak kelurahan berencana akan memasang spanduk khusus bertuliskan “kawasan ini zona merah” seperti yang ada dalam instruksi Mendagri RI No 09 Tahun 2021 tentang penetapan status PPKM bagi Provinsi Jambi dan mengoptimalkan posko penangan Covid-19 di tingkat desa/kelurahan.

“Rencana kita akan pasang spanduk tersebut, seperti yang sudah dirapatkan bersama Pemkot Jambi beberapa waktu lalu. Ini juga untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat bahwa Covid-19 itu memang ada,” tukasnya.

Sementara itu, Sekda Kota Jambi, Budidaya turut membenarkan informasi tersebut. Dia pun sangat menyayangkan, adanya kabar aktivitas yang dilakukan masyarakat tersebut sebelum terkonfirmasi positif Covid-19.

“Tentu ini sangat kita sayangkan. Ini bukan berarti kita melarang mereka berkumpul bersama keluarga. Tapi tahan dulu. Kalau memang pun melakukan aktivitas tersebut, tolong prokesnya dijaga ketat,” jelasnya.

Seperti disebutkan Budidaya, saat akan makan, diharapkan masyarakat jangan memakai sendok yang sama. Kemudian, ketika mengambil lauk diusahakan jangan berbicara.

“Itu mungkin beberapa caranya yang bisa digunakan, tapi sekali lagi kita tegaskan. Masyarakat harus ikut aktif untuk mencegah ini, karena Covid-19 ini memang ada,” singkatnya. (*)

Bertambah 5 Orang, Kasus Positif Covid-19 di RT 4 Kelurahan Selincah

Setelah 15 warga dalam satu keluarga atau beberapa rumah di RT 4 Kelurahan Payoselincah, Kecamatan Palmerah, Kota Jambi dinyatakan positif usai menggelar acara pungguhan, kini lima orang warga kembali dinyatakan positif Covid-19, Sabtu (24/4).

Camat Paal Merah, Amran mengatakan ini diketahui setelah hasil swabnya keluar. "Sekarang jadi 20 orang yang positif Covid-19 dan mereka satu keluarga. Rumahnya berdekatan, satu hamparan begitu," katanya saat dikonfirmasi.


Amran mengatakan, pihaknya telah menunjuk satu keluarga pasien sebagai ketua yang mengawasi keluarga yang sedang isolasi mandiri ini.

Dikatakan dia, pihaknya telah memasang dua spanduk pemberitahuan kawasan zona merah, yakni di RT 4 dan di masjid.

Setelah adanya pemberitahuan tersebut, menurutnya warga di lingkungan sekitar sudah tak terlalu banyak berada di luar rumah. Namun, untuk aktivitas tetap normal. Hanya saja, kesadaran warga untuk tidak berkerumun.

"Setelah ada pasien Covid-19 dan zona merah ini, kawasan di sana jadi sepi. Tidak ada pemuda kumpul di luar lagi. Karena mungkin memang tak ada kepentingan ya," jelasnya.

Amran menyebut, 20 pasien ini akan mengikuti swab ke dua, namun masih menunggu informasi dari pihak Puskesmas Selincah.(*/jpnn)

Niat Jebak Tikus, Wanita Ini Malah Dapat Ular

Niat Jebak Tikus, Wanita Ini Malah Dapat Ular

Merdekapost.com - Tikus merupakan hewan pengerat yang mengganggu dalam kehidupan manusia. Selain membuat kotor, hewan mamalia satu ini juga hama yang merusak. Sehingga, tikus-tikus nakal itu harus dibasmi.

Hal itu lah yang dilakukan oleh seorang wanita yang kesal dengan keberadaan tikus di rumahnya. 

Wanita dengan nama akun TikTok @tatacharis memasang jebakan dengan menggunakan lem perekat super kuat. 

Baca Selengkapnya>>

Cegah Pungli Selama Ramadan, Dishub Diminta Transparan Tentukan Titik Parkir


SUNGAIPENUH - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sungai Penuh, diminta untuk transparan dan terbuka kepada masyarakat terkait jumlah titik parkir roda dua maupun empat di bulan suci Ramadhan tahun 2021.

Hal tersebut dikatakan oleh Pebri, Jum’at (9/4/2021). Dikatakannya, "transparan itu memang diwajibkan untuk mencegah parkir liar".

“Ya, Dishub selaku instansi yang menentukan berapa jumlah titik parkir serta yang merekomendasikan untuk juru parkir pada bulan suci ramadhan tahun 2021” kata Pebri.

Dia juga menambahkan, dengan adanya pengumuman dari Dishub, tentu masyarakat tahu kawasan mana saja yang masuk titik parkir. 

"Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya pungli berkedok parkir", tambah Pebri.

Dani Warman Kabid Lalin Dishub Sungai Penuh, saat dikonfirmasi wartawan diruang kerjanya beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa untuk jumlah titik parkir pada bulan ramadhan tahun ini masih sama dengan Ramadan sebelumnya yaitu sebanyak 23 titik yang tersebar di beberapa lokasi dalam Kota Sungai penuh", Sebut Dani.

“Jumlah titiknya sama seperti ramadhan sebelumnya sebanyak 23 titik” Ujarnya. (Adz)

Diselingkuhi Suaminya, Polwan Cantik ini Ceritakan Kronologi Penggerebekan ke Rumah Janda

  • Ilustrasi pelakor 

MERDEKAPOST.COM - Mama muda ini bikin heboh jagat maya media sosial TikTok. Pasalnya wanita cantik jelita bernama Eby Feronica ini mengaku sebagai korban pelakor. 

Eby Feronica tampaknya seorang Polwan dan ia juga diduga sebagai istri seorang oknum Polisi.

Netizen pun menilai jika Eby lebih cocok dengan anggota Polisi yang diselingkuhi oleh istrinya di Jateng beberapa waktu lalu.

Sebagian netizen malah tak percaya jika ia menjadi korban pelakor. 

Sebab, selain berparas cantik, Eby Feronica juga dinilai sebagai wanita idaman bagi kalangan pria.

Namun, Eby Feronica membuat netizen terperangah dengan video siaran langsung penggerebekan suami di rumah pelakor yang dibuatnya. 

Video tersebut pun dibanjiri komentar dari para netizen.

Baca juga: Siswi SMA Ini Ngaku Dicabuli Oknum Dosen dengan Modus Tawarkan Terapi Kanker Payudara

Dilansir Tribunpekanabru.com dari akun TikTok @.eby.feronica pada Kamis (8/4/2021) membagikan tiga video penggerebekan ke rumah pelakor. 

Dalam video pertama, mama muda cantik ini mengendarai sepeda motor sendirian jam 2 malam ke rumah pelakor yang berada di salah satu komplek perumahan.

Dalam video kedua, ia menampilkan foto-foto pelakor yang ia sebut sebagai janda. 

Pelakornya mengenakan daster dan sedang hamil 9 bulan.

Mama muda ini juga menampilkan foto ia sedang dicekik oleh suaminya. 

"Malam itu banyak banget warga yang datang saat penggerebekan, pelakornya sedang hamil gedek, hamil sembilan bulan. Nah ini aku (foto) pas dianiaya (suami)," katanya.

Dalam video ketiga, Eby menjelaskan kronologi penggerebekan terhadap suami dan pelakor.

Ia pun mengaku tidak menganiaya pelakor tersebut. Ia hanya memastikan kondisi pelakornya yang dikabarkan sedang hamil besar. 

Baca Juga: Kalah, Calon Kades Minta Uang Siraman Dikembalikan

Namun, mama muda ini malah diusir pelakor dan dianiaya suaminya.

"Aku hanya memeluk pelakor dan bertanya kenapa kamu menyakiti sesama perempuan. Tapi pelakoritu mengusir saya," ujar Eby.

Ia pun menyarankan bagi wanita lain yang menjadi korban pelakor agar tidak menyia-nyiakan hidupnya untuk pria yang seperti suaminya. 

"Aku cuman mau ngingetin sesama perempuan, kalau diselingkuhin gak usah maafin. Karena aku udah maafin sepuluh kali lebih, tetap aja kayak gitu. Udah, kalian jangan sia-siakan hidup kalian yang sebentar ini buat laki-laki seperti itu," katanya.(*)

(MERDEKAPOST.COM / SUMBER: Tirbun Pekanbaru)

Siswi SMA Ini Ngaku Dicabuli Oknum Dosen dengan Modus Tawarkan Terapi Kanker Payudara

  • Ilustrasi Depresi dan Frustasi 

MERDEKAPOST.COM - Oknum dosen di Jember diduga mencabuli gadis 16 tahun (siswi SMA), tak lain keponakan dari istrinya.

Dugaan pencabulan yang dilakukan oknum dosen tersebut dilaporkan ke Polres Jember, hasilnya ada kesesuaian antara keterangan korban dengan pelaku.

Polisi juga memeriksa lima orang saksi dalam proses penyelidikan di kasus pencabulan terhadap anak oleh terduga oknum dosen.

Kamis (8/4/2021), polisi memeriksa saksi terlapor yakni oknum dosen tersebut.

"Sudah ada lima orang saksi yang kami periksa dalam kasus dugaan pencabulan oleh oknum dosen, baik saksi pelapor maupun saksi terlapor.

Hari ini saksi terlapor yang kami periksa," kata Kepala Unit Pemeriksaan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jember, Iptu Dyah Vitasari, Kamis (8/4/2021).

Oknum dosen tersebut diperiksa mulai pukul 10.00 Wib hingga pukul 14.00 Wib, atau sekitar 4 jam.

Vita tidak menjelaskan secara rinci terkait pemeriksaan terhadap terlapor.

Vita hanya menyebut terdapat kesesuaian keterangan antara keterangan pelapor dan terlapor.

"Ada kesesuaian," ujarnya.

Sedangkan rekaman suara dari korban pencabulan, sebut saja Nada (16), menjadi petunjuk. "Iya, itu bisa menjadi petunjuk, sudah kami kantongi," imbuh Vita.

Sempat Kabur ke Sumsel, 5 Pelaku Pembacokan Siswa di Jambi Ditangkap

Polisi juga sudah melakukan visum obgyn dan visum psikiatri terhadap Nada. Vita menambahkan, pihaknya dalam waktu dekat bakal menggelar perkara itu, untuk penentuan tersangka.

"Dalam pekan ini, kami lakukan gelar perkara untuk penentuan tersangka," lanjutnya.

Pencabulan itu dilakukan di rumah oknum dosen itu, pada 26 Maret lalu.

Korban tinggal di rumah oknum dosen itu, karena sang dosen adalah pamannya.

Istri si paman merupakan tante kandung dari remaja tersebut.

Remaja itu diketahui berasal dari luar Jember.

Ayahnya menitipkan ponakannya kepada sang tante karena dia bersekolah SMA di Jember.

Namun remaja itu malah mendapatkan dugaan tindakan pencabulan dari sang paman.

Remaja itu mengaku dicabuli dua kali, pada Februari dan Maret 2021.

Pencabulan itu diketahui modusnya dengan rayuan untuk terapi kanker payudara.

Oknum dosen itu menyebut jika sang keponakan terkena kanker payudara.

Karenanya, dia kemudian menunjukkan sebuah jurnal yang disebutnya jurnal terapi kanker payudara.

Korban lalu menolak ide terapi kanker payudara itu karena dia merasa baik-baik saja.

Apalagi memang tidak pernah ada diagnosa dirinya sakit kanker payudara.

Namun sang paman terus memaksa, sampai akhirnya tega mencabuli korban dengan dalih terapi kanker payudara tersebut.

Baca Artikel Lainnya di sini: Gara-gara Bidan, Aksi Cabul Pria yang Ngaku Dukun ini Terbongkar


(Sumber : SURYA.CO.ID)

Asyik Karaoke Tiba-Tiba Tersambar Petir

Tersambar Petir

Merdekapost.com - Seorang pria yang sedang asyik karaoke di rumahnya seketika jadi sorotan publik. Sebab, belum lama mulai menyanyikan lagu dengan mikrofon, petir langsung menyambar sampai terjadi ledakan.

Sebelumnya diketahui, beberapa orang yang memiliki hobi bernyanyi terkadang memilih berkaraoke di rumah. Mereka bahkan membeli pengeras suara dan mikrofon demi bisa mewujudkannya.

Namun, kadang keinginan tersebut tak berjalan sesuai rencana. Seperti yang dialami pria satu ini dalam video yang dibagikan Dege lewat akun @degietn di Twitter pada Minggu (28/3/2021).

Dalam video berdurasi kurang dari semenit tersebut, tampak seorang pria dan dua temannya sedang ingin berkaraoke di rumah. Pria tersebut sudah siap dengan mikrofon yang dipegangnya, lalu menyanyikan sebuah lagu.

Baca juga Tersambar Petir di : Kerinciexpose.com

Viral, Video Asyik Berbuat Asusila di Pondok Tengah Sawah, Tetap Cuek Meski Diteriaki Warga

MERDEKAPOST.COM - Tengah viral di media sosial video berisi tayangan seorang wanita berbuat tak senonoh di sebuah gubuk yang berada di tengah sawah.

Dari video yang beredar, terungkap informasi keberadaan pelaku dalam video tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, video tersebut terjadi Pekalongan.

Dalam video viral tersebut, sang wanita tetap cuek melanjutkan aksinya meski sudah berulang diteriaksi warga.

Dalam video yang berdurasi satu menit itu, terlihat dari kejauhan dua orang yang belum diketahui identitasnya.

Lokasi video diduga tempat perempuan melakukan tindakan asusila Pekalongan. Keduanya, diduga menaiki sebuah sepeda motor.

Terlihat di video tersebut seorang pria tampak berada di samping motor.

Sedangkan seorang wanita tengah jongkok membelakangi kamera yang merekam.

Dalam video tersebut juga terdengar, suara seorang wanita, 'Kae awan-awan mesum'.

Terdengar juga beberapa warga berteriak-teriak agar kedua pelaku tidak melanjutkan perbuatanya.

Namun, teriakan tersebut tidak dihiraukan keduanya.


Foto Screenshoot Video tersebut di posting di akun Instagram @infopekalonganraya.id.

Video tersebut di posting di akun Instagram @infopekalonganraya.id.

Video yang diposting satu hari yang lalu telah dilihat 100 ribu lebih warga nitizen dan mendapatkan 236 komentar.

Pantauan Tribunjateng.com, Kamis (4/2/2021) siang.

Lokasi video tersebut berada di Jalan S Parman, Desa Kauman, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Di lokasi tersebut memang ada sebuah bangunan tempat berteduh yang terletak di area persawahan.

Namun untuk menuju ke bangunan tersebut, harus masuk ke jalan kecil dan jalan tersebut hanya bisa dilalui sepeda motor.

Kepala Desa Kauman Asy'ari membenarkan bahwa video yang viral di sosial media memang di daerahnya.

"Betul mas video yang viral di sosmed itu berada di wilayahnya.

Tapi, kita tidak tahu persis apa yang dilakukan oleh kedua orang tersebut saat itu," kata Kauman Asy'ari kepada Tribunjateng.com.

Atas kejadian tersebut, pihaknya sudah mengimbau dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan, agar kejadian yang serupa tidak terulang lagi.

"Yang jelas itu bukan warga kami, kami sudah sosialisasi dan memberikan imbauan bersama pak babinkamtibmas dan babinsa agar warga bisa mencegah kegiatan asusila di lokasi tersebut," imbuhnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP Akrom, saat dihubungi mengatakan, pihaknya menyayangkan adanya video yang viral tersebut.

"Kami menyayangkan atas kejadian tersebut."

Selain itu juga, warga yang membuat video hanya melihat dari jarak jauh, terus menduga-duga, dan tidak kroscek.

Apakah benar atau tidak kegiatan asusila itu," kata AKP Akrom.

Pihaknya menegaskan yang jelas belum ada kepastian mengenai perbuatan kedua orang itu.

Kasubag Humas mengimbau kepada masyarakat apabila menemukan hal yang serupa, setidaknya bisa langsung melaporkan ke RT.

"Kami berharap warga jangan menjustifikasi atas dugaan video asusila tersebut, karena masih dipertanyakan juga kebenarannya.

Jika tidak, kasihan kedua orang itu," tambahnya.(*)



Berita Terpopuler


Copyright © MERDEKAPOST.COM. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs