Kerinci, Merdekapost.com – Pengendara mobil di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh mengaku trauma mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di sejumlah SPBU.
Keluhan tersebut mencuat setelah beberapa pengendara mengaku mengalami kendaraan kehilangan tenaga hingga harus masuk bengkel setelah melakukan pengisian BBM.
Dilansir dari Explore News, Informasi yang dihimpun menyebutkan, keluhan serupa dialami sejumlah pengendara yang mengisi Pertalite di beberapa SPBU, di antaranya SPBU Kumun, SPBU Pelayang Raya dan SPBU Sungai Liuk.
Sejumlah warga bahkan mengaku mengalami masalah ketika kendaraan digunakan untuk perjalanan ke luar daerah.
Baca Juga: Selamatkan Aset Negara, Kejari dan BKAD Sungai Penuh Tarik 11 Kendaraan Dinas dari Mantan Pejabat
Salah seorang pengendara mengaku kendaraannya tiba-tiba kehilangan tenaga saat perjalanan dari Kerinci menuju Jambi. Kondisi tersebut terjadi ketika dirinya telah sampai di wilayah Sarolangun.
“Dari Kerinci hendak ke Jambi, sampai Sarolangun mobil habis tenaga. Kami terpaksa mencari bengkel terdekat untuk membersihkan tangki dan bagian mesin,” ungkapnya, Minggu (4/10/2026).
Salah seorang pegawai RSUD Kabupaten Kerinci kembali harus menelan pil pahit akibat mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU Sungai Liuk.
Bacaan Lainnya: Wujud Nyata Kepedulian Sosial, Bupati dan Wabup Kerinci Serahkan Bantuan Sosial dari Baznas dan Perumda Tirta Sakti
“Kami dari kerinci ke Jambi, sampai Pauh mobil mulai terasa kehilangan tenaga,”ujarnya.
Pagi ini Senin (5/10/2026), Lanjut dia, mobil harus masuk bengkel.
“Kami saat ini ragu untuk mengisi BBM jenis Pertalite di SPBU-SPBU yang ada di Kerinci Sungai Penuh, dan berharap ada kepastian dari pihak Pertamina kapan BBM jenis Pertalite aman kembali,”pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU dan Pertamina terkait banyaknya korban dari BBM jenis Pertalite.(adz)
