Kader Gerindra Bantah Mabuk dan Menari-Nari di atas Meja

Noura Dian Hartarony

JAKARTA - Noura Dian Hartarony, anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Gerindra, dikabarkan mabuk dan menari-nari di atas meja di sebuah cafe di Jakarta. Dia membantah keras semua pemberitaan tersebut. Dia merasa ada pihak yang berusaha membunuh karakternya karena sedang menangani sebuah kasus korupsi.
"Tapi, itu baru dugaan," ujar Noura saat akan menghadiri Sidang Paripurna DPR RI, Senin (9/5). Ini merupakan hari pertama anggota dewan memulai Masa Sidang IV DPR RI Periode 2010-2011 setelah reses sebulan kemarin.
Pada Kamis (6/5) lalu, Noura diberitakan mabuk di Cafe Bibliotik, Sudirman, Jakarta. Dalam kondisi mabuk itu, Noura dikatakan sempat naik ke atas meja dan menari-nari sambil membagikan kartu nama anggota DPR miliknya.
"Itu semua fitnah," tegas Noura yang mengenakan busana muslim lengkap dengan kerudung putihnya saat tiba di Gedung DPR. Namun, dia membenarkan bahwa dirinya waktu itu sedang berada di sebuah restoran. Namun, dia mengaku bukan berada di Bibliotik seperti yang disebutkan.
"Saya ada di restoran Black Cat untuk urusan bisnis," ujarnya. Bersama tiga temannya, Noura memenuhi undangan rekan bisnianya. Karena itu, Noura siap menghadirkan teman-teman yang saat itu bersamanya untuk memberikan klarifikasi ke Fraksi Partai Gerindra.
Noura pun memperlihatkan hasil pemeriksaan medis tertanggal 1 April yang akan diberikannya sebagi bukti ke fraksi. Menurutnya, catatan media tersebut menyatakan bahwa kondisi tubuhnya saat ini tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi minuman beralkohol maupun bahan kimis lainnya.(ald/Rep.co.id)

LAKALANTAS DI JALAN MERANGIN-KERINCI


Sebenarnya hal seperti ini tidak perlu terjadi jika saja jalan menuju Kabupaten Kerinci tepatnya di KM 15 setelah Muara Imat kondisinya tidak berbatu dan penuh tikungan tajam serta curam (F.doc/Ist)

Walikota Medan Aniaya Bawahan, Kemendagri Prihatin

Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan mengirim tim gabungan dari Inspektorat Jenderal (Itjen), \Direktorat Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda), dan Biro Kepegawaian, untuk menyelidiki kasus penganiayaan yang disebut-sebut melibatkan Walikota Medan Rahudman Harahap.

"Tim ini untuk meneliti benar tidaknya kasus ini," kata Reydonnyzar Moenek, kemarin (1/5/2011).

Doni, panggilan Reydonnyzar, mengaku prihatin jika benar pelakunya adalah petinggi di Pemko Medan. "Sebagai seorang pejabat, mestinya bisa menahan diri, tidak emosional," ujarnya

Sebagaimana diberitakan, Masfar, pegawai negeri sipil (PNS) di Penanaman Modal Daerah (PMD) Pemprov Sumut yang diperbantukan di PKK provinsi sebagai pengurus, dianiaya beberapa kali.

Penganiayaan terakhir yang diterimanya terjadi pada Selasa (26/4/2011). Masfar diserempet dua orang tak dikenal naik motor dengan memakai helm di Jalan H Adam Malik, dekat Hotel ASEAN, Medan.

Tiba-tiba wajah Masfar disemprot cairan soda api yang membuatnya merasa perih. Bukan hanya itu. Akibat semprotan tersebut, kulit wajah Masfar melepuh.

Penganiayaan yang dialami Masfar disebut-sebut berkaitan dengan kabar perselingkuhannya dengan istri Walikota Medan Rahudman Harahap (RH), Yusriani Siregar (YSR).

Polresta Medan sudah menerima pengaduan dari keluarga korban dengan pelapor atas nama Sri Listrikaningsih, 41, istri Masfar. Laporan penganiayaan dan penyiraman soda api itu tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL/1033/IV/2011/SU/Resta Medan (ald/I.com)

Masfar & Istri Walikota Medan Sering Jalan Bareng

Medan - Tahjuddin M. Nur Sikumbang mengakui keponakannya, Masfar Sikumbang sering pergi ke luar kota bersama YSR, istri Walikota Medan, Rahudman Harahap.

Namun, tidak berdua saja. Ibu-ibu yang tergabung dalam PPK Pemprov Sumut juga ikut. "Sering mereka pergi ke luar kota. Namun, tidak hanya mereka berdua. Ada juga ibu-ibu pejabat lain yang tergabung dalam tim penggerak PKK Pemprovsu," ujar Tahjuddin kepada WASPADA.

Akibat sering mengantar itulah, berkembang isu Mafsar terlibat 'affair' dengan istri Walikota Medan. Isu tersebut cepat beredar luas, bukan hanya di lingkungan Pemkot Medan.

Setelah meluasnya isu itu, Istri Walikota Medan Rahudman Harahap dikabarkan meninggalkan Medan sejak Jumat (29/4/2011). YSR diduga berada di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Informasi yang disebarkan di Pemko Medan YSR umrah. Tapi sebenarnya di KL (Kuala Lumpur). Saya dan istri ikut mendampinginya. Di KL ibu menenangkan diri," kata seorang pejabat di Pemkot Medan yang mengaku mendampingi YSR.

Sebagaimana diberitakan, Masfar diduga dianiaya oleh beberapa orang yang dikenalnya. Kini, pria berumur 45 tahun itu terbaring di Rumah Sakit Columbia Asia, Jalan Listrik, Medan.

Penganiayaan yang dialami Masfar disebut-sebut berkaitan dengan kabar perselingkuhannya dengan istri Walikota Medan Rahudman Harahap (RH), Yusriani Siregar (YSR).

Polresta Medan sudah menerima pengaduan dari keluarga korban dengan pelapor atas nama Sri Listrikaningsih (41), istri Masfar. Laporan penganiayaan dan penyiraman soda api itu tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL/1033/IV/2011/SU/Resta Medan tertanggal 25 April 2011. (ald)

Kasus Perbuatan Tak Menyenangkan, Masfar Disebut Memang Gigolo


Photo : Masfar yang diduga teman selingkuh istri Wako Medan terbaring di Rumah sakit, diduga dia adalah korban penganiayaan Walikota




MEDAN - Diam-diam ternyata Polresta Medan telah memeriksa dua anak walikota Medan, Linda Mora dan Dedi, Sabtu malam kemarin. Kedua penyerang alias tukang labrak keluarga korban penyiraman soda api, Masfar, itu diarahkan pada perbuatan tak menyenangkan.

Polisi di Sumut, sebut beberapa pegawai Pemko Medan yang selama ini mengaku tertekan atas berbagai kebijakan Rahudman Harahap selaku walikota, terkesan berupaya agar kasus ini tak sampai ke kejaksaan apalagi pengadilan sebagaimana kasus penganiayaan karyawati Hotel Tiara, Henny, yang dilakukan anak dan istri Rahudman.

“Kemarin malam Dedi dan Linda Mora sudah diperiksa. Ini kasus terus dimainkan polisi agar kabur dan tak sampai ke pengadilan. Lihat saja bagaimana respon Kapolresta saat ditanya wartawan kali pertama kasus ini terbongkar. Sama dengan kasus penganiayaan wanita diduga selingkuhan Rahudman, yakni Henny si karyawati Hotel Tiara. Kasus-nya berhenti begitu saja di Polda Sumut. Pokoknya polisi di daerah ini akan makin kaya bila ada kasus seperti ini,” terang para pegawai Pemko Medan, Senin (9/5).

Selain kasus diusahakan kabur dengan bukti pengaduan keluarga korban yang diarahkan pada Orang Tak Dikenal (OTK) yang menyiram Masfar pakai soda api, pihak kepolisian juga terus melakukan aksi tutup mulut bila kasus ini dikonfirmasi sejauhmana perkembangan penyelidikannya. Padahal, dari sketsa OTK penyiram Masfar pakai soda api, identitas pelaku sudah mulai diketahui.

Dugaan sementara sebagaimana yang berkembang di lapangan, pelaku yakni rekanan renovasi Pasar Sukaramai dan temannya sesama oknum pengurus salah satu OKP di Sumut.

Terkait hal di atas, Kapoloresta Kombes Tagam Sinaga yang diukonfirmasi wartawan, kemarin, tetap pada prinsipnya bahka polisi hanya menyelidiki kasus yang dilaporkan. Soal Masfar yang dipukuli Rahudman dan ajudannya di rumah dinas walikota Medan, kata Kapolresta tergantung kapan pengaduan itu akan diperbuat korban. Bila pengaduan masuk, polisi akan melakukan penyelidikan kasus penganiayaan tersebut.

Terpisah, beredar rumor dan komentar pembaca yang masuk ke redaksi medankoma.com. Disebutkan kalau Masfar memang seoreang gigolo. Pegawai Pemprovsu itu memanfaatkan situasi rumah tangga seorang pejabat, demi uang dan jabatan. Dugaan Masfar selingkuh dengan istri Rahudman, Y Br Siregar, sudah jadi rahasia umum di kalangan ibu-ibu PKK di Pemprovsu. Soalnya, sebut sumber, Masfar dan Y Br Siregar sudah lama berhubungan sejak Rahudman Masih menjabat Aisten IV Pemprovsu.

Menariknya, dalam surat pembaca yang diterima medankoma.com. wartawan disarankan agar menceking perselingkuhan Y Br Siregar dan Masfar ke Pemprovsu. Di lembaga pemerintah Provinsi yang kini dipimpin Pejabat Gubsu, Gatot Pujonugroho itu juga ada wanita selingkuhan Masfar bertitel Dra.

“Masfar itu gigolo. Ceking saja ke Pemprovsu. Di sana ada wanita namanya….sebagai selingkuhan Masfar,” terang sumber dan sesuai surat pembaca atau komentar diterima medankoma.com seminggu terakhir ini. (ald)

Kelakuan PNS Medan, Bini Walikotanya pun di Selingkuhi


Benarkah Istri Walikota Medan Selingkuh?

Jakarta - Kabar perselingkuhan istri Walikota Medan Rahudman Harahap (RH), Yusriani Siregar (YSR), menjadi bahan gunjingan di lingkungan Pemkot Medan dan Pemprov Sumatera Utara (Sumut).

"Kami mendapat kabar, awal 2010 Pak Wali pernah mengamuk karena mengetahui perselingkuhan itu. Saat itu Bu Wali sampai ditampar," ujar salah seorang kepala dinas di lingkungan Pemkot Medan yang tidak disebutkan sebagaimana diberitakan Sumut Pos, Senin (2/5/2011).

Pria yang diduga teman selingkuh YSR bernama Masfar, pegawai negeri sipil (PNS) di Penanaman Modal Daerah (PMD) Pemprov Sumut yang diperbantukan di PKK provinsi sebagai pengurus.

Paman Masfar, Tahjuddin M. Nur Sikumbang, mengakui Masfar sering pergi ke luar kota bersama YSR. Namun, tidak berdua saja. Ibu-ibu yang tergabung dalam PKK Pemprov Sumut juga ikut.

"Sering mereka pergi ke luar kota. Namun, tidak hanya mereka berdua. Ada juga ibu-ibu pejabat lain yang tergabung dalam tim penggerak PKK Pemprovsu," ujar Tahjuddin.(ald)

Dituduh Selingkuhi Istri Wali Kota, PNS Dianiaya hingga Babak Belur

Korban Mengaku, Pemukulan Itu Terjadi di Rumah Dinas


Warga Kota Medan, Sumatera Utara, dalam beberapa hari ini dihebohkan oleh berita penganiayaan yang dialami Masfar (45), PNS (pegawai negeri sipil) di sana. Yang membuat heboh, Masfar mengaku dianiaya Wali Kota Medan Rahudman Harahap. Berita semakin heboh setelah beredar kabar bahwa penganiayaan itu terjadi karena Masfar diduga berselingkuh dengan istri Rahudman.

Berita menghebohkan itu semakin menjadi perbincangan di lingkungan Pemkot Medan dan Pemprov Sumatera Utara (Sumut). Maklum, berita itu menyangkut nama sang Wali Kota Rahudman Harahap (RH), dan istrinya, Ny Yusriani Siregar (YSR). Masfar sendiri sehari-hari adalah PNS di Penanaman Modal Daerah (PMD) Pemprov Sumut yang diperbantukan di PKK provinsi sebagai pengurus.

Kemarin (1/5), Masfar masih dirawat intensif di RS Columbia Asia, Jalan Listrik, Medan. Kamis pekan lalu (28/4), dia diperiksa petugas dari Polresta Medan.

Dari informasi yang dihimpun, kasus penganiayaan yang dialami Masfar itu terjadi dua kali. Yakni, pada Senin pekan lalu (25/4) dan Selasa (26/4) lalu.

Penganiayaan pertama terjadi ketika Masfar mengantar pulang YSR ke rumah dinas wali kota. Menurut pengakuan Masfar, bukan hanya YSR yang dia antarkan hari itu. “Saya tiba di rumah dinas sore karena macet,” katanya dalam sebuah wawancara yang direkam melalui video yang diperoleh Sumut Pos. Dalam rekaman video berdurasi 9 menit 37 detik itu Masfar masih terbaring di tempat tidur. Dia bercerita dengan kalimat yang terbata-bata.

Setelah tiba di rumah dinas wali kota, Masfar berniat balik. Tapi, ketika Masfar akan keluar dari rumah dinas itu, RH menyuruh satpam menutup pintu gerbang. “Satpam kemudian memanggil saya. Katanya saya dipanggil Rahudman,” ceritanya. “Karena merasa tidak bersalah, saya datangi saja. Ketika saya datang, dia berdiri dari tempat duduknya di luar rumah. Dia lalu mendatangi saya. Nah, begitu dia di depan saya, langsung dipukulnya muka saya dua kali,” lanjut Masfar dalam rekaman itu.

Ketika itu Masfar sempat berusaha melarikan diri. Namun, petugas jaga rumah dinas wali kota menghadangnya dan kembali RH menganiaya korban hingga babak belur. Dalam kondisi tak berdaya itu, masih menurut Masfar, keluarlah YSR. Perempuan 52 tahun itu lantas menarik RH, suaminya, agar masuk ke rumah. “Saya disuruh pulang oleh ajudan,” imbuhnya.

Nasib apes Masfar berlanjut esok harinya (26/4). Saat itu dia akan berangkat kerja. Ketika melintas di Jalan H Adam Malik, dekat Hotel ASEAN, Medan, Masfar diserempet dua orang tak dikenal. “Mereka naik motor dengan memakai helm,” ceritanya. Tiba-tiba wajah Masfar disemprot cairan yang membuatnya merasa perih. Bukan hanya itu. Akibat semprotan tersebut, kulit wajah Masfar melepuh. “Seperti air keras,” katanya.

Dua pria tak dikenal itu menyemprot wajah Masfar hingga dua kali. “Karena tidak tahan dengan rasa sakit, saya terjatuh tak sadarkan diri,” beber Masfar. Masfar juga tidak tahu siapa yang membawanya ke rumah sakit.

Apakah dua peristiwa itu saling terkait? Artinya, dua penganiayaan itu sama-sama diotaki RH? Hingga kemarin (1/5), Polresta Medan masih menyelidiki kasus tersebut.

Yang jelas, Polresta Medan sudah menerima pengaduan dari keluarga korban dengan pelapor atas nama Sri Listrikaningsih (41), istri Masfar. Laporan penganiayaan dan penyiraman soda api itu tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL/1033/IV/2011/SU/Resta Medan tertanggal 25 April 2011.

Untuk melengkapi berkas perkara, laporan pengaduan korban dilengkapi surat permohonan visum et repertum kepada pihak Rumah Sakit (RS) Columbia Asia, Jalan Listrik, Medan, dengan nomor R/169/IV/2011/Resta Medan. Kapolresta Medan Kombespol Tagam Sinaga mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim untuk mengusut kasus tersebut.

Disinggung tentang dugaan keterlibatan oknum pejabat tinggi di Medan dalam kasus itu, Tagam belum dapat memberikan keterangan. “Kalau di laporan polisinya, terlapor masih berstatus lidik. Jadi, kami belum tahu siapa pelakunya,” katanya, Jumat (29/4) lalu.

Menurut Tagam, dalam mencari kebenaran hukum pihak kepolisian memerlukan alat bukti dan fakta-fakta. “Kita tidak membutuhkan pengakuan atau pernyataan. Dalam penyelidikan untuk membuktikan kebenaran itu kita hanya butuh bukti dan fakta-fakta, nggak perlu ada pengakuan,” lanjutnya. Dia mengakui, polisi tidak berwenang memeriksa Rahudman Harahap sebagai wali kota kecuali atas persetujuan presiden.

Sebelumnya, ketika dikonfirmasi Sumut Pos, Rahudman membantah berita yang melibatkan namanya itu. “Apa kau percaya kalau abang kau ini seperti itu? Itu kerjaan orang-orang sirik yang nggak senang dengan abangmu ini,” kata Rahudman sambil menuju mobil dinasnya Rabu pekan lalu (27/4).

Sumut Pos sebenarnya sudah berusaha mengonfirmasi peristiwa yang dialami Masfar kepada YSR. Namun, istri wali kota itu sejak Jumat lalu dikabarkan meninggalkan Medan. Sumut Pos sempat dihubungi seorang pejabat di Pemkot Medan yang mengaku mendampingi YSR. “Informasi yang disebar di Medan, Ibu (YSR) umrah. Tapi, sebenarnya di KL (Kuala Lumpur). Saya dan istri ikut mendampinginya. Di KL ibu menenangkan diri,” katanya.

Lantas, bagaimana sebenarnya kabar perselingkuhan antara YSR dan Masfar? Seorang kepala dinas di lingkungan Pemkot Medan menceritakan, hubungan khusus antara YSR dan Masfar sudah menjadi gunjingan di kalangan pejabat Pemprov Sumut dan Pemkot Medan. “Kami mendapat kabar, awal 2010 Pak Wali pernah mengamuk karena mengetahui perselingkuhan itu. Saat itu Bu Wali sampai ditampar,” ceritanya.

Di bagian lain, kabar tersebut sudah sampai ke Kantor Kementerian Dalam Negeri. Kapuspen/Jubir Kemendagri Reydonnyzar Moenek menjelaskan, dalam kasus seperti itu Kemendagri akan mengirim tim gabungan dari inspektorat jenderal (itjen), direktorat jenderal otonomi daerah (dirjen otda), dan biro kepegawaian. “Tim ini untuk meneliti benar tidaknya kasus ini,” terang Reydonnyzar kemarin (1/5). Tim tersebut diturunkan karena ada dugaan bahwa pelakunya adalah pejabat dan korbannya PNS.

Doni, panggilan Reydonnyzar, mengaku prihatin jika benar pelakunya adalah petinggi di Pemkot Medan. “Seorang pejabat mestinya bisa menahan diri, tidak emosional. Itu ranah hukum, mengapa harus emosi?” cetus Doni.

Karena perkara ini terkait dengan dugaan penganiayaan sehingga masuk ranah pidana, kata Doni, pihak kepolisian harus mengusutnya secara cepat. “Dari delik aduan, karena ada dugaan penganiayaan, ya jadi ranah pidana. Biar jelas siapa pelaku dan siapa korbannya, harus cepat diproses dan biar pengadilan yang membuktikan agar tidak jadi pergunjingan terus-menerus,” harap Doni. (ald/sumut pos)

Tokoh Kerinci Harapkan Murasman – Rahman Islah

SUNGAI PENUH - Banyak tokoh masyarakat Kerinci menghendaki agar pasangan Murasman dan Rahman (MR) harmonis kembali. Sejak ketidakharmonisan Bupati Kerinci Murasman dengan Wakil Bupati M Rahman, sektor pelayanan mengalami perubahan bagi masyarakat.

Dampak yang paling terasa adalah terjadinya pro kontra di lingkungan Pemkab Kerinci, baik level pejabat maupun pegawai. Mereka sudah tidak fokus lagi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

Perserteruan antara Murasman dengan Rahman sudah menjadi rahasia umum di tengah masyarakat Kerinci. Berbagai isu dan tafsir berbeda terhadap ketidak-harmonisan MR bahkan sudah muncul.

Anggota DPRD Kerinci, H. Syaid Abdullah menyayangkan sekali perseteruan yang berlangsung sudah cukup lama itu. Celakanya, ketidakharmonisan MR justeru dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk mencari keuntungan pribadi.

Syaid menghimbau Murasman dan Rahman agar segera melakukan islah dan bersatu kembali. “Selagi kedua pimpinan Kerinci itu tidak segera kembali islah dan bersatu, pelaksanan visi dan misi yang pernah mereka janjikan tidak bakal terlaksana,” katanya.

Syaid mencontohkan, memasuki dua tahun masa jabatan Murasman - Rahman, para SKPD tidak dapat mencapai target programnya, karena belum sesuai dengan visi-misi kepala daerah terpilih. Sialnya, ada beberapa SKPD membuat program kerja yang Asal Bapak Senang (ABS) dan dikerjakan setengah hati.

Bukti itu bisa dilihat dalam hering antara SKPD dengan anggota dewan. Laporan mereka tidak sesuai dengan rencana semula, seperti pada tahun 2010 banyak sisa anggaran dan pada APBD-P ramai-ramai mengusulkan sisa anggaran dialokasikan untuk pembelian mobil dinas dan perjalanan dinas ke luar daerah.

Nada yang sama pernah dikemukakan H Nasrul Qadir, tokoh masyarakat Kerinci yang berdomisili di Kota Jambi. Ia mengaku sudah mendengar perseteruan antara Murasman dan Rahman. Nasrul bahkan pernah mencoba menjembatani agar keduannya berislah.

Tahun lalu Murasman dan Rahman pernah berjanji siap duduk bersama, namun sampai sekarang tidak terwujud. Pertemuan itu diprakasai oleh Himpunan Keluarga Kerinci (HKK) Bandung, Jakarta, Jambi dan Padang. HKK meminta keduanya duduk bersama, dengan 3 opsi tempat pertemuan, yakni di Bandung, Jakarta dan Padang atau Jambi. (ald)

Pleno Hasil Pemilukada Bungo Diundur

MUARA BUNGO – Rencana penetapan pemenang hasil pemilukada Bupati Bungo pada 5 Mei 2011 lalu, tampaknya akan diundur. Sesuai rencana, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bungo akan menggelar rapat pleno tersebut pada Minggu 8 Mei 2011, namun rapat pleno tersebut belum dilaksanakan.

Devisi Pencoblosan dan Pemungutan Suara KPU Bungo, Anwar Hamzah, mengatakan, pleno KPU dengan agenda pembahasan menghitung hasil Pemilukada Bungo 5 Mei, belum bisa dilaksanakan.

“Sebenarnya rapat pleno tersebut tidak harus dilaksanakan hari ini. Rapat pleno pemilukada tersebut bisa dilaksanakan pada tanggal Sembilan, sepuluh dan sebelas ini. Artinya, tidak mutlak hari ini kami harus pleno pemilukada, sedangkan berkas-berkas yang di PPK baru kami terima,” kata Anwar, Minggu (8/5).

Menurutnya, hingga kini semua berkas yang dibutuhkan dalam pleno KPU sudah lengkap semua. Hanya saja, sebelum pleno dilaksanakan pihaknya juga harus menggelar rapat tersendiri menyangkut penetapan waktu pleno pemilukada.

“Seluruh PPK sudah melaksanakan pleno penghitungan suara masing-masing kandidat cabup-cawabup Bungo kemarin. Seluruh hasilnyapun juga sudah ada di kantor KPUD Bungo,” tambahnya.

Ditambahkannya, saat ini seluruh hasil pleno PPK se kabupaten Bungo telah diserahkan ke KPU Bungo. Selain itu, kotak suara masing-masing TPS pun juga sudah diamankan di KPUD Bungo.

Saat ini tinggal melaksanakan rapat pleno pemilukada. Rencananya, pleno tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 10 atau 11 Mei ini. Yang pastinya semua berkas yang akan menjadi acuan pleno pemilukada sudah ada di KPU Bungo.

Anwar juga menyebutkan, selama PPK merekapitulasi hasil pemilukada dan mengisi lampiran C1 ataupun KWK, ternyata PPK juga pernah mendapat rintangan untuk melaksanakan pleno tersebut. Beberapa saksi tidak menandatangani lampiran penghitungan PPK.

“Kami mendapat laporan disaat PPK melakukan pleno rekapitulasi suara pemilukada, terdapat beberapa sanksi yang tidak mau menandatangani berita acara yang disiapkan. Mereka mengaku bahwa mereka mendapat tekanan untuk tidak menandatangani lampiran penghitungan PPK tersebut,” ujar Anwar.

Anwar menegaskan bahwa lampiran yang diserahkan PPK ke KPUD Bungo yang apabila tidak terdapat tandatangan, maka hal tersebut tidak dapat membatalkan pleno KPUD Bungo. Karena, mereka sudah dianggap ingin merusak demokrasi pemilukada Bungo yang selama ini sama-sama diharapkan berjalan dengan sukses. (Joe)

Lawan Barca, Ferguson Minta Saran Mourinho

Sir Alex Ferguson


MANCHESTER – Jika bisa memilih, tim manapun pasti enggan bila harus melawan Barcelona. Itulah yang harus dijalani Manchester United di laga final Liga Champions musim ini. Pelatih Sir Alex Ferguson harus memutar otak mencari cara terbaik melawan kekuatan besar Barca.
Demi mencari secuil informasi, Fergie menyempatkan diri berbicara dengan pelatih Real Madrid, Jose Mourinho. Madrid sendiri memang kalah dari Barca pada dua laga semifinal Liga Champions, El Real menyerah dengan total agregat 3-1.
Tapi, setidaknya menurut Fergie, sosok Mourinho adalah pelatih yang hapal dengan gaya bermain Barca. Hampir setiap musim The Special One selalu merasakan pertemuan dengan raksasa Katalan tersebut.
“Saya selalu bilang bahwa klub lain tampil lebih baik dari kami di Liga Champions. Tugas kami adalah harus menunjukkan performa yang lebih bagus lagi di kancah Eropa,” jelas Ferguson seperti disitat timesofindia, Kamis (5/5/2011).
“Anda harus memuji cara bermain Barcelona, mereka menunjukkan penampilam yang hebat dan punya pilar-pilar yang fantastis. Tapi, kami juga punya ambisi yang harus diraih, dan kami akan temukan solusinya,” lanjut pelatih asal Skotlandia ini.
Fergie mengaku sedikit meminta saran dari Jose Mourinho. “Saya sudah berbincang banyak hal dengannya pekan lalu. El Real merupakan tim yang berbeda dengan kami. Saya kira, kami akan bergantung pada pengetahuan kami tentang Barca. Namun pengalaman yang Mourinho akan sangat menolong kami,” tutup Fergie.(Ald)

Milan Campione 'scudetto'

Para pemain AC Milan saat merayakan scudetto


ROMA - Milan Campione! Kata inilah yang didengungkan Milanisti di seluruh dunia menyambut hasil imbang 0-0 yang dipetik AC Milan melawan AS Roma, pada giornata ke-36 Serie A, Minggu (8/5/2011). Ya, hasil ini sudah cukup bagi I Rossoneri untuk merengkuh gelar scudetto musim ini.

Tambahan satu angka memastikan Milan meraih titel ke-18 Serie A. Dengan 78 poin, koleksi angka Milan tak mungkin bisa dilewati pesaing terdekatnya Inter Milan. Secara matematis, Inter memang bisa menyamai koleksi poin Milan, bila Milan kalah di dua laga sisa dan Inter merengkuh tiga laga sisa dengan kemenangan. Namun, Milan tetap berhak atas gelar scudetto karena unggul head to head atas rival sekotanya tersebut.

Bermain di markas lawan di Stadio Olimpico, Milan memang sempat tertekan di babak pertama. Tuntutan meraih kemenangan yang diemban Roma demi memburu tiket Liga Chamopons musim depan, membuat Francesco Totti dkk tampil menekan. Roma membuka peluang di menit ke-14 melalui Mirko Vucinic yang memanfaatkan umpan cantik Marco Cassetti. Beruntung bagi Milan, kiper Christian Abbiati cekatan dalam menutup ruang tembak Vucinic.

Vucinic kembali menebar ancaman di menit ke-23. Casetti kembali menjadi aktor yang mengirimkan umpan silang matang. Namun, kali ini giliran bek veteran Alessandro Nesta yang bertindak cepat dengan memotong bola sebelum bola sampai di kaki Vucinic. Alhasil, hingga jeda, skor 0-0 tetap bertahan.

Memasuki babak kedua, Milan yang tidak ingin pestanya tertunda coba mengambil kendali permainan. Pertandingan belum berjalan semenit, Robinho membuat Milan unggul andai tendangannya dari sudut kotak penalti tidak membentur tiang gawang.

Di menit ke-61, giliran Kevin Prince Boateng mendapatkan peluang emas usai memanfaatkan umpan lambung Massimo Ambrosini. Sayang sontekan gelandang asal Ghana yang telah berhasil melewati hadangan Alexandre Doni hanya melintas di sisi gawang.

Memasuki menit ke-70, kedudukan masih imbang tanpa gol. Pelatih Massimiliano Allegri yang ingin melihatnya timnya memastikan scudetto dengan meraih kemenangan, memasukkan Alexandre Pato menggantikan Robinho. Sayang, masuknya Pato yang baru pulih dari cedera tidak memberikan dampak signifikan dalam serangan Milan. Sementara Roma juga terlihat frustrasi dalam membongkar rapatnya pertahanan Milan yang termasuk salah satu tim dengan pertahanan terbaik di Serie A musim ini.

Alhasil, skor kacamata pun bertahan hingga pertandingan berakhir. Seluruh pemain ofisial Milan pun menyambutnya dengan berlari ke tengah lapangan untuk merayakan gelar scudetto ke-18 mereka. Forza Milan! (ald)

UEFA Hukum Mou 5 Laga


Foto: Jose Mourinho


MADRID - Jose Mourinho dipastikan tidak bisa mendampingi Real Madrid sekira lima laga oleh UEFA. Hal ini diberikan menyusul aksi protesnya ketika Los Blancos menghadapi Barcelona.

"Komisi disiplin UEFA sudah mengumumkan keputusan mereka kepada Real Madrid, untuk menghukum Jose Mourinho sebanyak lima laga," demikian pernyataan manajemen Real Madrid dilansir Goal, Jumat (7/5/2011).

Seperti diketahui, ketika Madrid menelan kekalahan 0-2 dari Barcelona pada semifinal pertama Liga Champions, 27 April lalu, Mourinho mengatakan Blaugrana mendapatkan keuntungan dari UEFA. Pihak pengacara Barca pun melaporkan omongan The Special One kepada UEFA.

Namun kubu Madrid tidak terima. "Real Madrid menganggap hukuman yang diberikan oleh UEFA cacat hukum. Pasalnya, pelatih kami tidak dapat kesempatan menggunakan haknya untuk membela diri," lanjut pernyataan kubu Los Blancos tersebut.

Praktis, manajemen Madrid tidak puas dengan hukuman yang diberikan UEFA. Manajemen Los Blancos berniat untuk melakukan banding terhadap keputusan ini. "Real Madrid FC akan melakukan banding keputusan ini."

UEFA juga menghukum kiper Jose Pinto yang mendapatkan kartu merah pada leg pertama semifinal. Kiper kedua Blaugrana itu mendapatkan hukuman larangan bertanding sebanyak tiga laga. Hal ini membuat Pinto absen saat membela Barca di final Liga Champions.

Selain mengukum Mourinho, UEFA juga memberikan denda kepada Madrid sekira 20 ribu Euro, akibat perlakuan para suporter Los Blancos.(ald)

Hasil Lengkap Serie A Giornata ke-36

DOMINASI AC Milan urung terpatahkan, setidaknya hingga Giornata ke-36 Serie A terlewatkan. Rossoneri sudah memastikan gelar Scudetto di tangan, kendati hanya bermain imbang tanpa gol melawan AS Roma, Minggu (8/5/2011) dini hari.

Milan merebut mahkota juara Inter Milan, yang bertahan di posisi runner-up dengan tertinggal enam poin, meskipun kemenangan 3-1 diraih atas Fiorentina di Giuseppe Meazza, malam tadi. Masih berpeluang menyamakan perolehan poin Milan melalui kemenangan pada dua laga tersisa, namun I Nerazzurri tetap kalah dalam agregat gol dan head-to-head.

Sementara itu, Napoli urung beranjak dari peringkat tiga, meskipun harus menelan kekalahan 2-1 dari Lecce. Sebaliknya, kemenangan di Stadio Comunale Via del Mare menyelamatkan Lecce sejenak dari zona degradasi. Kini, Lecce menempati peringkat 17 dengan raihan 38 poin, atau unggul dua poin dari Sampdoria yang berada satu peringkat di bawahnya.

Il Samp terpaksa menduduki peringkat 18, usai menderita kekalahan 2-1 dalam derby melawan Genoa. Brescia, yang berada di peringkat 19, tak bisa berbuat banyak lantaran dikalahkan 2-1 oleh Catania. Begitu juga dengan Bari, yang takluk 2-1 dati Palermo, kian terperosok sebagai juru kunci klasemen.

Persaingan ketat masih berlangsung di zona kualifikasi Liga Champions, yang sementara diamankan Udinese, usai menundukkan Lazio 2-1. Udinese mengoleksi 62 poin, atau unggul dua poin dari dua klub Ibukota Italia, Roma (5) dan Lazio (6), yang sama-sama mengantongi 60 poin.

Berikut hasil lengkap Serie A Giornata ke-36:
Palermo 2 - 1 Bari
Roma 0 - 0 Milan
Brescia 1 - 2 Catania
Cagliari 0 - 2 Cesena
Udinese 2 - 1 Lazio
Bologna 0 - 0 Parma
Internazionale 3 - 1 Fiorentina
Lecce 2 - 1 Napoli
Genoa 2 - 1 Sampdoria (ald)

Jelang Milan Vs Palermo "Tak Peduli Cara Milan"


Delio Rossi


PALERMO - Copa Italia akan kembali digelar dan mempertemukan AC Milan dengan Palermo di babak semi final. Menghadapi sang raksasa Italia, Palermo sudah bersiap mengerahkan segala cara untuk memberikan perlawanan.

Palermo kini tengah berada di posisi ke delapan dan mengincar gelar copa agar lolos ke Europa League. Rossoneri pun tak ingin kalah dan berniat meraih gelar double untuk menuntaskan puasa gelar mereka.

“Saya ingin kami menampilkan performa yang hebat, tak peduli dengan cara mereka (Milan) bermain nanti,” ujar pelatih Delio Rossi seperti disitat dari Soccerway, Rabu (20/4/2011).

Tampil habis-habisan memang menjadi keharusan bagi para barisan Muda tim dari selatan Italia ini. Sang Delio Rossi pun tidak peduli dengan superioritas skuad Milan, yang terpenting adalah para pemainnya bisa tampil bagus.

“Tentu akan lebih baik jika beberapa dari mereka (pemain Milan) tidak bermain, tapi dalam saya harap kami bisa menampilkan performa yang bagus,” tandasnya.

Kehati-hatian memang patut dijaga menghadapi tim sekelas AC Milan nanti. Sang pelatih pun akan menyesuaikan bentuk permainan timnya dengan formasi yang diusung sang lawan nanti.(ald)

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs