Banyak Kader Partai Lama Gabung ke Nasdem
Honda Siap Lahirkan Skutik Bongsor Terbaru
FIFA Beri Kelonggaran buat Indonesia
Ketua Umum PPP Diminta Merangkul Semua Golongan
(Info Sehat) Kenali Gejala Dini Keguguran...
Posisi bersenggama yang paling nyaman buat wanita
1. Woman on Top
Pada dasarnya, posisi yang nyaman untuk wanita adalah yang memungkinkan kita untuk memegang kendali. Woman on top, misalnya, memberikan kita perasaan enerjik dan playful. Saat kita memegang kontrol, kita bisa memutuskan apakah akan mendapatkan orgasme melalui stimulasi klitoris atau G-Spot. Kedua tipe orgasme ini memang dapat diperoleh melalui posisi ini.
Untuk mendapatkan orgasme klitoral, Anda dapat mencondongkan tubuh Anda ke depan sambil melengkungkan punggung, dan menjaga selangkangan tetap di dasar penis. Agar benar-benar menyentuh titik sensitif dan meningkatkan sensitivitasnya, gerakkan tubuh Anda ke samping, bukan ke atas dan ke bawah. Sedangkan untuk memaksimalkan stimulasi G-Spot, rebahkan sedikit tubuh Anda ke belakang sambil bertumpu pada kedua tangan.
2. duduk
Berdasarkan mood, kadang-kadang kita juga ingin melakukan quick sex ketimbang marathon sex yang membutuhkan waktu lama. Keuntungan melakukan intercourse dalam posisi seperti ini adalah, Anda dapat memperoleh kenikmatan dengan cepat melalui stimulasi G-Spot.
Selain itu, posisi yang sebenarnya konvensional ini bisa memberikan Anda kejutan-kejutan spontan. Misalnya, Anda tidak harus bercinta di atas tempat tidur melulu, tetapi juga di atas sofa di ruang tamu. Kelemahannya, kepala penis yang menggosok bagian dalam vagina dengan angle tertentu akan menyebabkan pasangan sulit mengontrol orgasme, sehingga seringkali akan mengalami ejakulasi dini.
3. Missionary
Posisi ini adalah yang paling konvensional, dan nyaman bagi pria maupun wanita. Selain itu juga memberikan perasaan yang begitu dekat dengan pasangan, karena dalam posisi berhadapan kita jadi lebih mudah menyentuh, menatap, mencium, apa pun yang Anda inginkan.
Hanya karena posisi missionary ini tergolong biasa, tidak berarti kita tidak dapat membuatnya istimewa. Gerakan dan goyangan tubuh Anda maupun si dia adalah kuncinya. Lakukan gerakan memutar dengan pinggul Anda, karena setiap angle dapat memberikan kenikmatan yang berbeda.
4. CAT position
Posisi CAT (Coital Alignment Technique) memungkinkan si dia untuk menstimulasi klitoris Anda selama intercourse, membuat kemungkinan untuk mencapai orgasme meningkat hingga 50 persen. Kesempatan untuk mendapatkan orgasme bersama-sama juga lebih besar.
Untuk mendapatkan posisi ini pria perlu merebahkan dirinya di atas tubuh Anda, namun maju sekitar 5-10 cm dari posisi missionary. Rapatkan lurus kedua kaki Anda, sedangkan kedua kaki pasangan ditempatkan di kiri-kanan kaki Anda. dengan demikian, penis akan langsung menyentuh klitoris.
Yang harus Anda lakukan adalah menaik-turunkan panggul. Proses stimulasi ini memang harus dibangun perlahan-lahan, namun hasilnya adalah orgasme klitoral yang sangat intens untuk Anda.
5. doggy style
Boleh dibilang, inilah posisi favorit para pria. Menyentuh G-Spot dari berbagai angle memungkinkan stimulasi penuh pada penis, begitu pula jika dilakukan dari belakang seperti doggy style. Posisi seperti ini juga memberi kesan liar, sehingga akan menggairahkan pria dan wanita. Agar Anda mudah menikmati posisi ini, pastikan Anda sudah melakukan foreplay yang cukup. Untuk menambah sensasi, bimbing tangan si dia untuk menstimulasi klitoris.
6. Posisi menyamping (side-by-side)
Posisi seperti ini akan menguntungkan bagi pria yang cenderung mengalami ejakulasi dini. dengan menyamping, ruang gerak akan terbatas, sehingga sesi bercinta pun akan lebih lama dan menyenangkan.
Peran Anda di sini adalah menggerakkan panggul Anda terus-menerus, agar sensasi semakin meningkat. Pasangan pun akan terus ereksi. Seperti pada missionary, posisi menyamping berhadapan ini juga membuat Anda bisa saling membelai, menatap, dan memuji pasangan.
Rokok mengancam kejantanan dan kesehatan reproduksi pria
Info Sehat : Rawan Keguguran, Ibu Hamil Dilarang Begadang
(Info Hot) Langkah-langkah Mencapai Kenikmatan Bercinta...
(Hot Info) Ponsel Akibatkan Kualitas Sperma Buruk..
(Info Sehat) Kenali Gejala Dini Keguguran...
(Tips Top) Cara Jitu Luluhkan Wanita Seksi...
Carateker MM, Harus Eselon II A Provinsi
MUARA TEBO, MP -- BERAKHIRNYA masa jabatan Bupati Tebo H. A. Madjid Muaz, MM pada 12 Juni mendatang, harus digantikan oleh Carateker sebagai pengganti sebelum ditetapkannya bupati terpilih pada pemungutan suara ulang 5 Juni mendatang.
Sebagai bupati yang akan segera menghabiskan masa jabatannya hingga 12 Juni mendatang, ia sudah melakukan konsultasi ke Mendagri.
Hal ini dikatakan oleh Bupati Tebo, H.A, Madjid Muaz MM, kapada sejumlah wartawan Senin (23/05) kemarin. Ia mengatakan bahwa dirinya telah melakukan konsultasi terkait akan berakhirnya masa jabatannya tersebut. Madjid juga mengatakan dirinya telah melaporkan hal tersebut kepada Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus (HBA).
“Saya sudah melakukan konsultasi dengan departemen dalam Negeri dan saya juga sudah melaporkan ke Gubernur Jambi, ”katanya.
Dikataknnya, dari konsultasi tersebut bahwa sebagai pengganti dirinya menjelang dilantiknnya Bupati terpilih dijabat carateker PNS Penuh. Dan PNS tersebut harus pejabat Eselon II A yang bertugas di provinsi.
“Kalau saya kan sudah pensiun setelah tanggal 12 nanti dan utuk meneruskan jabatan itu tidak bisa lagi, yang harus mengisi kekosongan tersebut adalah carateker PNS penuh, bisa saja Wakil Gubernur dan Asisten, ”sebutnya.
Ia menyebutkan, pengganti nantinya akan ditentukan oleh Gubernur Jambi yang kemudian direkomendasikan ke Mendagri, dan semua itu tergantung pada Gubernur yang menentukan.
“Yang jelas yang menjabat carateker tidak boleh kepala Biro atau kepala Dinas, ”pungkasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jambi, Hasan Basri Agus menyatakan bahwa carateker bupati Tebo tersebut akan ditunjuk langsung olehnya. “Carateker Bupati Tebo tersebut nantinya yang jelas dari pejabat netral, “ungkap Gubernur pada waktu itu. )ald
Yopi-Suka Saling Serang
Pengamat : Etika Politik Terabaikan
TEBO, MP - Dua kandidat cabup dan cawabup Tebo, Yopi-Spto dan Sukandar-Hamdi, mulai saling serang, 12 hari jelang Pemilukada Tebo 5 Juni mendatang. Bahkan para tim sukses kedua kandidat saling membuat laporan ke Panwaslu Kabupaten Tebo untuk menunjukkan pelanggaran-pelanggaran lawan politiknya.
Para kandidat ini melakukan serangan dengan berbagai cara untuk menjatuhkan lawan politiknya. Mulai dari perkataan langsung, melalui spanduk hingga perang selebaran. Bahkan tak sedikit hingga adu jotos yang berujung pada pidana Pemilu yang ditangani oleh kepolisian.
M Chudori, Direktur Media Centre Suka-Hamdi, mengatakan bahwa tim mereka di lapangan sering diintimidasi oleh lawan politiknya. Bahkan bukan hanya diintimidasi, ada tim suksesnya yang dipukul oleh salah satu tim sukses kandidat. Menurut Chudori, lawan politik mereka itu sering sekali melakukan black campaign.
‘‘Di lapangan tim Suka-Hamdi banyak yang diintimidasi. Banyak tudingan-tudingan yang diarahkan ke kita. Padahal sudah jelas terbukti sekarang siapa yang curang. Kalau tidak ada kecurangan tidak mungkin Pilkada Tebo ini diulang, hal ini karena terbukti ada kecurangan,’‘ ujar M Chudori.
Dikatakan Chudori, black campaign yang dilakukan oleh lawan politiknya itu berupa penyebaran selebaran kepada masyarakat. Menurutnya banyak selebaran yang ditemukan di lapangan yang isinya menyudutkan kandidat nomor satu itu.
‘‘Banyak selebaran beredar seolah-olah Suka-Hamdi yang banyak bersalah. Padahal sudah jelas terbukti siapa yang curang pada Pilbup kemarin,’‘ jelasnya.
‘‘Masyarakat sudah cerdas sekarang. Sudah tahu siapa yang curang dan siapa yang melakukan black campaign. Kalau kami tidak pernah melakukan black campaign atau apa pun kecurangan lainnya. Tidak benar kami ada melakukan money politic, kami hanya membiayai operasional tim sukses. Kami selalu berpolitik santun,’‘ tambahnya.
Terpisah, Sugianto, Ketua Tim Pemenangan Yopi-Sapto, mengatakan bahwa pihaknya akan tetap memenangkan pemungutan suara ulang ini. Ditemui di Posko Yopi-Sapto, di Jalan Simpang Jambi, Muaratebo, dia mengatakan, saat ini lawan politik mereka sering melakukan black campaign untuk menjatuhkan Yopi-Sapto. Padahal kata Sugianto, dari awal mereka selalu berpolitik santun. Tidak ada melakukan kecurangan seperti yang dituduhkan kepada mereka.
‘‘Banyak selebaran kita temukan bahwa Yopi-Sapto telah melakukan kecurangan, padahal itu sama sekali tidak benar. Kita tidak ada melakukan kecurangan, malah sebaliknya kita selalu berpolitik santun. Yang melakukan kecurangan itu lawan politik kita,’‘ tutur Sugianto.
Untuk itu Sugianto berharap agar yang melakukan black campaign itu segera ditindak. Sebab menurutnya itu merupakan perbuatan yang tidak bertanggungjawab yang bisa merugikan kandidatnya. ‘‘Tapi masyarakat sudah cerdas juga. Apapun yang terjadi, Yopi-Sapto tetap akan menang,’‘ katanya tersenyum.
Hal senada juga diungkapkan oleh Syamsu Rizal, Tim Pemenangan Yopi-Sapto. Menurutnya tim mereka sama sekali tidak pernah melakukan black campign. Begitu juga dengan menyebarkan selebaran, menurut Iday-sapaan Syamsu Rizal, red-, mereka tidak pernah menyebarkan selebaran. ‘‘Kita selalu berpolitik santun,’‘ jelasnya.
Iday menilai black campign yang dilakukan oleh lawan politiknya itu merupakan bentuk ketidaksanggupan untuk bertarung kembali. Untuk itu ia meminta agar petugas mengusut tuntas pelaku black campign itu. ‘‘Kita minta segera ditindak,’‘ pungkasnya.
Sementara itu, Pengamat Hukum Jambi, Thabrani M Saleh saat dimintai tanggapannya mengenai gesekan-gesekan yang terjadi menjelang pelaksanaan pemungutan suara ulang, mengatakan, konflik ini bakal berkepanjangan.
“Saya menilai, konflik Pemilukada ulang di Tebo ini bakal berkepanjangan. Selama ada kandidat dan tim ini tidak menyadari sebab akibatnya,” ujarnya kepada harian ini kemarin (24/05).
Thabrani menambahkan, konflik antar pendukung atau para kandidat dalam Pemilukada ulang ini dampaknya tidak bagus terhadap masyarakat.
“Ini terjadi karena mereka sama-sama takut kalah, kondisi seperti ini sudah tidak kondusif dan tidak sehat lagi. Makanya mereka saling menjatuhkan,” tambahnya.
“Mereka membuat isu-isu yang buruk, saling menjatuhkan dan mencari-cari kelemahan lawannya. Jadia siapa pun yang menang nanti konflik pasti berkepanjangan, para pendukungatau kandidat yang kalah pasti tidak puas,” jelasnya.
Jadi menurutnya, dalam perebutan orang nomor satu di Tebo ini, para kandidat dan tim sudah mengabaikan etika dalam berpolitik.
“Kalau ada etika politik pasti tidak akan seperti ini. Kalau seperti ini sudah mengabaikan etika dalam berpolitik, mereka sudah jor-joran seperti ini dan menghalalkan segala cara untuk menang, siap habis-habisan dan mengeluarkan kekuatan yang ada,” sebutnya.
Untuk itu, kandidat yang bertarung harus bersama-sama kembali kepada kondisi awal demi masyarakat Tebo.
“Anggaplah siapa yang terpilih itu merupakan amanah kepadanya, ini demi masyarakat Tebo juga, “ ungkapnya.
Namun jika tetap dengan kondisi seperti ini, angka golput pada pemungutan suara ulang ini jumlahnya akan tinggi. “Kalau tetap seperti ini, besar kemungkinan angka golput akan meningkat, karena sebagian masyarakat sudah tidak simpati lagi dengan cara-cara yang dilakukan para kandidat,” tuturnya.
Pengamat lainnya, Sayuti Una mengatakan, jika sesuatu dimulai dengan konflik maka selanjutnya akan tetap terjadi konflik.
“Jadi jika sesuatu diawali dengan konflik, maka konflik ini akan berkepanjangan. Karena yang menang merasa kemenangannya tertunda gara-gara adanya yang menggugat. Begitu juga untuk yang menggugat, ia juga ingin menang. Jika sesuatu diulang seperti ini seringkali diwarnai itu,” katanya.
Selain itu, gesekan-gesekan ini terjadi karena adanya indikasi melemahnya nilai-nilai kesatuan akhir-akhir ini, berkembangnya iklim saling kurang menghargai, terutama dalam artikulasi politik.
Untuk meredam konflik ini, menurut Sayuti pihak Panwas yang mempunyai wewenang harus lebih pro aktif. “Namun sayangnya undang-undang memberikan kewenangan yang kecil kepada Panwas, karena sifatnya mereka hanya sementara,” sebutnya.
“Selain itu pemerintah daerah maupun tingat provinsi yang sedang berkuasa harus memberikan pencerahan yang fair kepada masyarakat dan pendukung serta para kandidat. Namun sekarang itu susah mau memberikan pencerahan secara fair, disebabkan pemerintah sudah terlibat politik,” sambung Sayuti.
Adanya gesekan-gesekan antar pendukung, tim sukses bahkan kandidat ini akan berdampak bagi angka golput. “Ini akan berdampak bagi para pemilih yang akan menggunakan hak pilihnya. Bagi yang memilih, mereka harus jeli dalam menentukan pilihan,” tandasnya. )ald