PKS & SZ-Mashuri Gelar Bukber
3 Desa di Rimbo Ulu akan Lakukan Pilkades
Sejumlah Desa Layak Dimekarkan
RIMBO BUJANG, MP – Beberapa desa di Kecamatan Rimbo Bujang dan Rimbo Ulu, dinilai telah mendukung untuk dilakukan pemekaran. Pernyataan tersebut disampaikan Suyadi, Sekcam Rimbo Ulu.
“Kalau melihat dari keadaan desa-desa yang ada di Kecamatan Rimbo Ulu dan kelurahan Wirotho Agung Kecamatan Rimbo Bujang, sudah layak untuk dimekarkan,” terang Suyadi, kepada harian ini, kemarin.
Menurutnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa, disebutkan bahwa syarat minimal pemekaran desa yaitu 1.000 jiwa atau 200 Kepala Keluarga (KK).
Seperti di Kelurahan Wirotho Agung, jumlah penduduknya sudah mencapai di atas 10.000 jiwa. Jika dikaitkan dengan jumlah penduduk Kelurahan Wirotho Agung yang mencapai 10.000 jiwa lebih, maka rasionalisasinya kelurahan ini bisa dipecah minimal menjadi dua desa.
Kemudian, di Desa Wanareja, Kecamatan Rimbo Ulu, sebenarnya pihak Desa Wanareja sudah mengusulkan untuk dilakukan pemekaran yang rencananya diusulkan akan menjadi dua desa. Namun, usulan pemekaran desa dimana jumlah penduduk Desa Wanareja sudah masuk dalam kriteria untuk pemekaran desa, belum ada respon dari pemerintah kabupaten.
Kemudian, Desa Suka Damai sudah lama diusulkan untuk menjadi kelurahan, karena Desa Suka Damai adalah Ibu Kota Kecamatan Rimbo Ulu. Usulan yang telah lama diajukan itu juga belum ada tindakan dari pemerintah kabupaten.
“Usulan sudah diajukan, mungkin usulan itu sedang dalam proses,”kata Suyadi lagi.
Namun disayangkan Suyadi, justru ada desa lain yang dimekaran, padahal tergolong kurang masuk kriteria. Padahal, usulan pemekaran desa di kecamatan lainnya yang sudah definitif itu, pengajuan usulannya ke kabupaten serempak dengan desa-desa yang ada di Rimbo Ulu.
“Sedangkan desa yang ada di Rimbo Bujang dan Rimbo Ulu sampai sekarang belum ada disetujui untuk dilakukan pemekaran. Padahal kalau masalah kriteria, desa-desa tersebut sudah masuk dalam syarat,”Kata Suyadi. (ald)
BPK Diminta Audit Defisit APBD Tebo
MUARA TEBO, MP – Deifisit ABPD Kabupaten Tebo tahun 2011 sebesar Rp 42,2 Milyar terus bergejolak, membuat sejumlah pihak mempertanyakan penyebab defisit anggaran yang terjadi di Pemkab Tebo tersebut. Untuk itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tebo meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan Audit terkait defisit anggaran tersebut.
Hal ini dikatakan oleh anggota DPRD Kabupaten Tebo, fraksi Kebangkitan Nurani Sejahtera, Dani Fardiansyah saat penyampaian LKPJ Bupati tentang tanggapan akhir fraksi. Ia mengatakan, defisit anggaran yang terjadi terhadap APBD Tebo Tahun 2011 tersebut harus segara terjawab, maka dari itu pihaknnya meminta kepada BPK ataupun tim independent untuk melakukan audit.
“Permaslahan ini harus segera diselasikan, dan harus ada pihak independent atau BPK yang harus segera melakukan audit untuk menemukan kebenarannya, ”ujarnya.
Dikatakannya, defisit angagaran tersebut harus segera ditindak lanjuti untuk menjawab pertanyaan dari berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat Tebo.
Sebelumnnya, dewan juga mendesak agar tim Penyusunan Anggaran Pemerintah Daerah (PAPD) untuk menindak lanjuti hal tersebut. Tidak hanya itu Wakil Ketua DPRD Tebo, Wartono Triankusumo, yang juga merupakan ketua DPC PDIP Tebo membenarkan statemen ketua DPRD Tebo Agus Rubiyanto yang pernah diberitakan beberapa waktu lalu mengenai tidak adanya laporan resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo mengenai defisit tersebut.
“Daerah manapun kalau anggarannya dihitung sekarang ini, sudah dipastikan hasilnya tetap akan defisit, proyek belum jalan kok anggaran bisa dikatakan defisit, ”ujar Wartono.
Hal senada juga dinyatakan oleh Wakil Ketua DPRD Tebo Syamsurizal, untuk menyatakan anggaran suatu daerah defisit harus ada pembahasan antara Banggar DPRD Tebo dan tim PAPD Tebo.
“Tidak bisa mengatakan asal defisit saja, tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat ini kita akan memanggil tim PAPD Tebo untuk menanyai kenapa bisa defisit, ”ujar nya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Tebo, H. Indones mengatakan bahwa defisit yang dialami Kabupaten Tebo ditahun 2011 ini sebesar Rp 42,2 Milyar.
“Memang benar apa yang dikatakan oleh Ketua DPRD Tebo, Agus Rubiyanto, yang mengatakan bahwa defisit yang resmi diperdakan Rp 10 Milyar, tapi total seluruh defisi yang kita alami untuk tahun ini adalah Rp 42,2 Milyar, ”ujar Indones kepada harian ini beberapa waktu lalu.
Ia merincikan defisit Rp 42,2 milyar tersebut antara lain defisit yang diperdakan Rp 10 milyar, Rp 29 Milyar defisit untuk membayarkan pekerjaan pembangunan yang sudah dikerjakan ditahun 2010 kemarin dan dibayarkan ditahun 2011 ini.
“Karena ditahun 2010 kemarin kita mengalami defisit, akhirnya ada penundaan pembayaran pekerjaan proyek pembangunan yang dikerjakan ditahun 2010 akhirnya dibayarkan ditahun 2011 ini, dan itu mendapatkan persetujuan resmi dari DPRD Tebo yang ditandatangani langsung oleh Ketua DPRD Tebo Agus Rubiyanto, ”ujarnya lagi.
Sementara untuk defisit Rp 3,2 Milyar berasal dari deviden Bank Jambi ditahun 2010 yang kemudian disetorkan kembali ke Bank Jambi sebagai tambahan modal untuk Pemkab Tebo ditahun 2011 ini.
“Kita dari tim PAPD Kabupaten Tebo siap jika dipanggil oleh DPRD Tebo terkait defisit yang dialami sekarang ini, ”katanya lagi. (her)
Pohon Tua Tumbang di Pasar Beduk Muara Tebo
Dua Unit Mobil Rusak, Satu Korban Luka-luka
MUARA TEBO – Jum,at (5/8) sekitar pukul 16.30 WIB sore Warga Pasar Muara Tebo yang sedang asyik berbelanja dipasar Beduk dihebohkan oleh tumbangnya pohon tembesu tua yang berada di pinggir lapangan Garuda Muara Tebo atau tepat dilokasi Pasar Beduk Pemkab Tebo.
Pohon tembesu yang diperkirakan telah berumur ratusan tahun atau menurut informasi dari warga sekitar telah ada sejak zaman belanda dulu, tiba-tiba roboh tanpa ada hujan atau angin, bahkan pohon yang memang sebagian dahan dan rantingnya sudah terlihat mati dan lapuk tumbang pada saat-saat warga sedang ramai berbelanja dilokasi pasar beduk yang berjarak sekitar 5 meter dari batang pohon tersebut.
Namun, masih untung pohon dengan diameter batang sekitar 1,5 meter dan panjang keseluruhan diperkirakan sekitar 25 meter itu tumbang mengarah ke jalan dan tidak kearah lokasi pasar beduk yang sedang ramai baik pedagang maupun pembelinya pada Jum’at sore itu.
Seperti diungkapkan oleh Nurul yang kebetulan berada dilokasi kejadian, dikatakannya, “Masih untung pohon besar ini tumbangnya kearah jalan, coba kalau sempat tumbang kearah tenda-tenda pasar beduk, mungkin tidak terbayangkan berapa korban jiwa yang berjatuhan, kebetulan pada saat itu warga sedang ramai berbelanja untuk kebutuhan buka puasa.
Dijelaskannya lagi, Ada dua mobil yang tertimpa kayu yaitu satu unit mobil isuzu panther rusak berat karena tertimbun dahan-dahan pohon dan satu lagi mobil minibus merk Suzuki Carry rusak ringan. Bahkan, didalam mobil Carry minibus ada ibu-ibu yang sedang duduk dibagian belakang, namun, untungnya dahan-dahan dari kayu yang tumbang hanya mengenai bagian depan mobil sehingga ibu-ibu tersebut tidak apa-apa, dan terlihat hanya mengalami trauma yang mungkin dikarenakan terkejut.
Informasi lain yang berhasil dihimpun dari lokasi kejadian, bahwa ada korban luka-luka satu orang yaitu tukang ojek berinisial AR (50), dia mengalami luka dibagian wajah diduga akibat terkena hantaman dahan atau ranting pohon, dan korban selanjutnya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat dengan menggunakan mobil dinas dokter gigi yang kebetulan rumahnya berdekatan dengan lokasi kejadian.
Sampai menjelang waktu magrib atau berbuka puasa warga terlihat masih sibuk membersihkan cabang-cabang dan dahan pohon yang secara keseluruhan menutupi jalan umum dilokasi kejadian, dan arus lalu lintas terpaksa dialihkan kearah belakang kantor Bank Jambi menuju pasar tanggo rajo Muara Tebo atau melalui jalan komplek benteng lama disamping kiri lapangan garuda.
Bupati Tebo H. Haviz Husaini setelah mendengar kejadian tersebut, malamnya Sekitar pukul 09.30 atau setelah shalat tarawih langsung turun kelokasi didampingi oleh Kapolres Tebo AKBP Drs. M. Arifin, SIK. Bupati meminta kepada pemuda setempat didampingi dinas Tata Kota dan Dinas Pasar dan Pertamanan untuk segera membersihkan lokasi, sebab, dengan tumbangnya pohon tersebut maka secara otomatis membuat jalur lalu lintas sementara terpaksa ditutup.
Setelah beberapa saat berada dilokasi kejadian, Bupati dan kapolres Tebo langsung menuju Rumah Sakit umum STS muara Tebo untuk melihat secara langsung korban yang dirawat di Rumah Sakit tersebut dan Bupati berpesan kepada dokter yang merawat korban agar betul-betul memperhatikan dan mengontrol kondisi korban terutama dibagian sekitar mata korban yang terlihat sembab dan tadinya sempat mengeluarkan darah.
Sementara itu, Tokoh masyarakat setempat, H. Nurizah atau biasa dipanggil Pak Cik Wi kepada Koran ini menyebutkan bahwa kedepan hendaknya pemerintah melalui dinas terkait agar lebih memperhatikan dan mengecek keberadaan pohon-pohon tua yang berada disekitar lapangan garuda dan begitu juga yang ada di sekitar jalan menuju rumah dinas Kapolres Tebo dan kantor Camat lama. Hal ini menurutnya agar kejadian serupa tidak terulang lagi. (her)
Pemerintah Akan Angkat Pegawai Honorer Menjadi PNS
Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan mengatakan, pemerintah akan segera mengangkat pegawai honorer menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Mangindaan mengatakan hal itu setelah mengikuti rapat kabinet terbatas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa lalu.
Rapat yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu antara lain membahas tentang pegawai honorer.
Menurut Mangindaan, pemerintah akan mengangkat tenaga honorer yang tercatat sejak 2005.
"Jadi yang sebelum 2005, kita angkat yang memenuhi syarat. Sesudah itu tidak ada honorer lagi," katanya.
Berdasarkan catatan pemerintah, PNS yang bekerja untuk hal-hal administratif sudah cukup banyak.
"Yang teknis-teknis yang kita perlukan, teknis penyuluh lapangan, pertanian, medis, penyuluh kesehatan, pertanian, guru, dan sebagainya," kata Mangindaan menambahkan.
Saat ini, pemerintah sedang melakukan verifikasi data. Verifikasi itu sudah memasuki tahap akhir dan akan selesai dalam waktu dekat.
Mangindaan menjelaskan, pemerintah perlu memperhitungkan kebutuhan PNS, ketersediaan anggaran, dan penyelarasan segala aturan peerundangan yang terkait. Pemerintah juga menyiapkan Rancangan Peraturan Pemerintah (PP) tentang pegawai honorer.
"Presiden katakan perhitungkan dulu detail baru putuskan. Jadi prinsipnya para honorer itu akan diangkat yang memenuhi syarat semua karena masih diverifikasi sesuai PP yang lalu. Kemudian yang kedua, anggaran kita perhitungkan. Ketiga, peraturan-peraturan terkait dengan itu harus sejalan, sehingga mudah-mudahan dalam waktu dekat kita akan segera selesaikan," katanya.
Menurut Mangindaan, kebijakan pengangkatan pegawai honorer itu tidak bertentangan dengan kebijakan moratorium (penundaan) penerimaan PNS.
Dia menjelaskan, moratorium PNS berarti penerimaan PNS tidak boleh melebihi jumlah PNS yang pensiun.
Sementara pengangkatan pegawai honorer adalah kesepakatan bersama antara pemerintah dan DPR. Pegawai honorer adalah mereka yang telah menyelesaikan pendidikan tertentu dan sudah bekerja, namun belum diangkat menjadi PNS.
Mangindaan menjelaskan, jumlah PNS di Indonesia mencapai sekitar 4,7 juta. Idealnya, kata Mangindaan, jumlah PNS adalah 1,8 persen dari jumlah penduduk suatu negara.(her/ant)
Wow, Getah Gaharu Bisa Sampai 25 Juta Per Kilonya

MUARA TEBO – Dinas Kehutanan Kabupaten Tebo bekerjasama dengan PT. DAM (Dypa Aquilaria Mandiri) yang bergerak dibidang Industri dan Perkebunan Gaharu (aquilaria malaccensis) menggelar sosialisasi dengan kelompok tani penanam Gaharu di Kabupaten Tebo.
Sosialisasi yang dilaksanakan di ruang aula kantor Dishut Tebo dihadiri sekitar 50 orang anggota kelompok tani yang berasal dari beberapa desa di dalam wilayah Kabupaten Tebo.

Batang Gaharu yang baru disuntik sebagai upaya untuk meningkatkan kwantitas dan kwalitas getah gaharu
“Kita berusaha untuk mengubah pola piker (mindset) para petani dari petani tradisional menjadi petani modern, kita berharap para petani bisa lebih mengembangkan hasil produksinya dan mampu meningkatkan pendapatannya dengan menanam gaharu, selain itu kita harapkan para petani tidak hanya bergantung dari hasil karet atau sawit saja, sebab budidaya gaharu jika di kelola dan dirawat dengan baik maka hasilnya jauh lebih menjanjikan. Didalam satu batang gaharu itu banyak sekali manfaat yang bisa diambil seperti getahnya, gubal, abu dan kemedangan (kayu) nya, sehingga pantaslah harganya mahal” Ungkap Dedi.

Pohon gaharu yang masih berumur 5 hingga 6 tahun
Dijelaskannya lagi, “Tanaman gaharu ini nilai jualnya sangat tinggi dan mudah dalam perawatannya, satu kilogram gaharu produksi jambi harganya berkisar 10-15 juta per kg, kalau yang kualitas super harganya bisa mencapai 20-30 jutaan/kg. hal ini karena manfaatnya yang cukup banyak dan mampu menghasilkan produk-produk yang berkulaitas tinggi serta mewah. berupa parfum, aromateraphy, sabun, body lotion, the, minyak gaharu, kerajinan gaharu dan obat-obatan, selain itu, secara tradisional gaharu dijadikan dupa, pengharum tubuh dan ruangan dan bahan kosmetik”. Jelas Dedi.
Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Tebo Ir. Yolli Bungin melalui Ir. Hana Suhana selaku Kabid Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial ketika dikonfirmasi disela-sela kegiatan itu menyebutkan bahwa khusus untuk kabupaten Tebo pihaknya telah mensosialisasikan tanaman gaharu kepada para petani sejak tahun 2005 yang lalu, bahkan sudah ditanam oleh petani dibeberapa tempat, dan untuk percontohan kita tanam di taman kota km. 12”. Ungkapnya.
Dilanjutkan Hana, “Pihaknya bersama PT. Dypa melakukan sosialisasi kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terutama mengenai teknis pemeliharaan pohon gaharu sehingga dapat menghasilkan gaharu yang berkualitas, pada prinsipnya pemeliharaan pohon gaharu sama saja dengan tanaman lainnya, namun, untuk agar menghasilkan gaharu yang berkualitas maka harus dilakukan penyuntikan obat ke dalam batang pohon gaharu, dan itulah yang menjadi topic pembicaraan dalam sosialisasi ini”. Pungkas Hana Suhana.
Setelah dilakukan sosialisasi di aula kantor dinas kehutanan Tebo, selanjutnya diadakan bimbingan teknis cara penyuntikan obat kedalam batang pohon gaharu yang berada di dalam kawasan taman kota yang berada disamping komplek perkantoran pemkab Tebo km 12, para petani melihat dan mempraktekkan sendiri cara melakukan penyuntikan tersebut berdasarkan petunjuk dan arahan dari petugas dari PT. Dypa. (ald)
Raul Lemos Terancam Hukuman 3 Bulan Penjara
Gara-gara Aniaya Wartawan Global TV
Entah apa yang dirasakan Raul Lemos, suami Krisdayanti lantaran diduga telah melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan Global TV, Zaky dan Adit. Dua wartawan infotainment yang nggak terima diperlakukan kasar langsung melaporkan Raul ke polisi.
Senin (25/07) bertempat di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta Barat, Raul dan KD yang baru tiba dari Dili dimintai waktu sebentar untuk wawancara seputar kehamilannya.
KD sempat menolak, maka wawancara urung dilakukan. Tapi Adit, sang kameramen tetap menyorotkan kamera ke wajah pasangan yang tengah menanti kelahiran kedua buah hatinya itu.
Alhasil Raul mengamuk dan berusaha melukai kedua wartawan tersebut. Adit yang berhasil lolos, sementara Zaky dicekik hingga Raul melepaskan tangan setelah Zaky meminta maaf berkali-kali.
Dan Selasa (26/07) siang, dua awak media itu telah menjalani BAP di Polres Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Jakarta Barat untuk melaporkan Raul ke polisi.
Setelah selesai diperiksa, Kiki pun membeberkan bahwa kepolisian sudah menjerat Raul dengan pasal 352 KUHP tentang tindak penganiayaan ringan dengan ancaman hukuman minimal 3 bulan penjara.
"Pasalnya 352 KUHP, itu yang polisi bilang," ungkap Zaky alias Kiki saat dikonfirmasi wartawan usai menjalani pemeriksaan.
Sementara Raul dan KD sendiri belum angkat bicara. Saat dikonfirmasi melalui asisten KD, pasangan yang menikah pada 20 Maret lalu itu dibilang sedang ada di Dili. Entah benar ada di Dili setelah sehari di Jakarta, atau karena merera memang ingin menghindar dari media.
Yang pasti, cara kekerasan memang termasuk dalam tindak kriminal. Dan apa yang disebut dalam tindak kriminal, pasti hukum ikut terlibat dalam menyelesaikan masalah tersebut. Meski demikian masih ada peluang bagi keduanya untuk menempuh upaya damai. (ant/her)
Dewan Desak PT.MANN Perbaiki Jalan Menuju Puntikalo
MUARA TEBO - Kerusakan jalan depan kantor Demokrat menuju Desa Puntikalo yang beru dibangun belum berumur satu tahun mendapat sorotan dari dewan perwakilan rakyat (DPR) kabupaten Tebo. Pasalnya jalan yang baru dibangun oleh PT.MANN yang dibangun akhir taun 2010 lalu tersebut saat ini kondisinya sudah mengalami rusak parah.
Kerusakan tersebut tidak dikatahui penyebabnya, padahal jalan tersebut tidak dilewati oleh kendaraan besar yang bermuatan melebihi kapasitas jalan. Wakil DPRD Kabupaten Tebo Wartono Triyan Kusumo saat dikonfirmasi koran ini mengatakan, kerusakan jalan mulai dari simpang depan Kantor Demokrat menuju desa Puntikalo tersebut harus segera ditindak lanjuti.
Pasalnya, jika memang pembangunan jalan tersebut masih dalam tahap pemeliharaan, tentunya perbaikan menjadi tangung jawab kontraktor.
“Kita akan perintahkan Dinas PU untuk memantau kondisi jalan tersebut, jika memang nantinya pembanguan jalan tersebut masih dalam tahap pemiliharaan sesuai dengan kontrak yang disepakati maka dinas PU segera memerintahkan pihak Perusaan memperbaiki jalan tersebut,” ujarnya kemarin.
Dikatakannya, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan dinas PU terkait anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan jalan tersebut.
Menurutnya, pembangunan jalan biasanya bisa bertahan 3-5 tahun, jika jalan ini belum genap satu tahun tapi sudah mengalami kerusakan tentunya harus dicari tahu penyebabnya.
“Saya rasa untuk jalan ke sana tidak ada truk besar yang melintas, jadi ada apa dengan pengerjaanya, dan apa penyebab kerusakan ini,” katanya.
Ia meminta agar Dinas PU segera menindak lanjuti hal ini dan melakukan pengecekan terkait kerusakan jalan tersebut.
“Kita juga akan memeriksa berapa lama tahap pemeliharaan jalan yag dibangun oleh pihak rekanan tersebut dalam kontrak, biasanya masa pemeliharaan tersebut selama enam bulan, dan kita akan cek itu semua,”pungkasnya. (ald)
Di Bungo, Ribuan Petasan Disita
MUARA BUNGO - Dalam rangka menciptakan kenyamanan, sore kemarin jajaran kepolisian Bungo bersama Sat Pol PP mengadakan razia petasan atau mercon. Razia dilakukan di kawsan pasar bawah. Ribuan petasan diamankan.
Ketika dilakukan razia, pedagang terlihat cemas. Hanya saja mereka tidak bersedia mengatakan apakah barang yang mereka jual petasan atau tidak. Polisi kemudian mencoba barang tersebut satu-persatu. Dari sinilah akhirnya terungkap ribuan petasan yang dijual berjejer tersebut.
Anehnya, penjual mengaku sama sekali tidak mengetahui dari mana mereka mendapat petasan tersebut. Semuanya berkilah, kalau yang membeli bukan mereka, namun keluarga yang lain. “Yang beli anak saya pak, jadi tidak tau saya ia dapat dari mana,”kata Minah, salah satu penjual.
Ribuan petasan itu kemudian langsung diamankan. Polisi juga mencatat setiap petasan yang disita, untuk kemudian akan diberikan ganti rugi. pemilik dan jumlah petasan yang disita juga didata dengan lenkap.
Kasat Binmas Polres Bungo AKP Hairul Amri yang juga turun ke lokasi mengatakan, razia ini akan terus dilakukan. Pihaknya bukan bermaksud melarang pedagang berjualan, hanya saja setiap sesuatu yang akan mengganggu ketenangan, maka akan tetap dilakukan penertiban.
“Kita tidak pernah melarang mereka jualan, hanya saja apa yang mereka jual bagusnya jangan sampai menimbulkan keresahan warga,”katanya.
Pemerkosa Anak Kandung di Muara Tabir Belum Ditangkap
TOPPAN Nilai Kapolsek Tidak Profesional
MUARA TEBO - Nasib Kembang (15), bukan nama sebenarnya, tak seindah anak perempuan kebanyakan. Perempuan warga dusun Sungai Tiung, Desa Embacang Gedang kecamatan Muara Tabir, kabupaten Tebo ini tinggal menunggu hari kelahiran janin yang dikandungnya.
Naifnya, janin dalam kandungan Kembang merupakan hasil hubungan haram yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri, Nasrun (37) yang kini masih buron kepolisian sector Muara Tabir.
“Benar ada laporan kasus perkosaan pada bulai Mei, tapi itu sudah lama. Kita sudah menjalin kerjasama dengan masyarakat disana. Kalau tersangka Nasrun pulang agar menginformasikannya kepada kita. Kita akan tangkap, ”kata Ipda Zebua, kepala Kepolisian
Sektor Persiapan, Muara Tabir yang dihubungi, Koran ini, Senin (25/7) kemarin.
Menurut Zebua, masyarakat disana akan mengusir tersangka, hanya saja sampai sekarang pihaknya belum mendapatkan informasi dari masyarakat disana. Terhadap pelapor sudah
kita berikan Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) kepada pelapor.
Sementara itu, ketua LSM Toppan RI Tebo, Mukhlisin Harahap menuding pihak kepolisian Sektor Muara Tabir bekerja tidak professional dalam menangani kasus perkosaan yang terjadi di dusun Sungai Tiung itu.
Ini terbukti sudah empat bulan sejak sejak laporan korban di polsek , belum menerima STPLnya. Bahkan Harahap menuding ada indikasi tersangka sengaja diminta lari oleh oknum karena kepentingan pribadi.
“Sudah kewajiban polisi, setiap laporan yang diterima harus memberikan STPL. Kasus ini sudah empat bulan berjalan tapi STPLnya tidak ada. Ada indikasi tersangka sengaja diminta lari oleh oknum, ”kata Harahap.
Untuk diketahui bahwa peristiwa pemerkosaan ayah kandung terhadap anaknya ini terjadi sekitar bulan oktober tahun 2010 lalu. Ketika itu, Kembang yang tengah mengasuh adiknya dirumah sekitar jam 10 WIB pagi melihat ayahnya pulang dari menyadap karet. Namun Sang Ayah pagi itu, pulang sendiri tidak bersama ibunya.
“Ayah minta dikerokin, katanya masuk angin. Dalam kesempatan itu, Nasrun langsung mendekap Kembang dari depan yang langsung melucuti pakaiannya. Setelah puas, ayah mengancam akan dibunuh jika mengadukan peristiwa itu kepada ibunya, ”tutur Kembang.
Lama kelamaan, sudah lebih dari sepuluh kali perbuatan Nasrun tersebut dilakukan terhadap anak kandungnya, hingga akhirnya, Kembang hamil. Kehamilan itu akhirnya terbongkar.
Oknum Kepsek SDN 117/III Kandang Gelapkan Gaji Guru
Kepsek Akui Gunakan Untuk Modal Usaha
MUARA TEBO – Ulah oknum kepala SDN 117/III Desa Kandang, Kecamatan Tebo Tengah berinisial HRS ini sangatlah tidak pantas sebagai seorang kepala sekolah. Karena ulahnya, guru yang mengajar di sekolah tersebut selalu menerima gaji yang jauh terlambat dari jadwal seharusnya.
Keadaan inipun terus dikeluhkan oleh para guru yang mengajar di sokolah tersebut karena merasa gaji mereka telah digelapkan.
Salah seorang guru di SDB 117/III tersebut kepada harian ini mengakui adanya kejadian tersebut, bahkan untuk bulan ini, seharusnya mereka sudah menerima gaji, karena jadwalnya selalu pada tanggal 1, namun entah apa penyebabnya gaji mereka belum juga cair hingga sekarang.
“Sudah hampir setiap bulan gaji kami selalu terlambat dibayar, kami juga tidak tahu penyebabnya. Sedangkan sekolah lain pembanyaran gajinya selalu tepat pada tanggal yang seharusnya, ”ujar salah salah seorang guru yang tidak mau disebutkan namanya.
Ia mengatakan, kondisi ini sangat menyulitkan mereka karena uang gaji tersebut sangat diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, oknum kepsek HRS ketika dikonfirmasi harian ini kemarin mengakui bahwa gaji guru tersebut sudah ia pakai untuk keperluan usahanya dan hal tersebut hanya terjadi pada gaji yang sebulan terakhir. Namun ketika ditanya terkait keterlambatan pembayaran gaji yang bulan-bulan sebelumnnya ia membantah telah menunda pembayaran gaji guru tersebut.
“Saya akui memang gaji mereka saya pakai untuk usaha saya, dan ada sekitar tujuh orang yang belum saya bayar itu pun juga cuma bulan ini saja, ”akunya.
Ia menjelaskan, sebagian guru yang belum dibayarkan gajinya juga dikeranakan telah melakukan pinjaman uang kepadanya bahkan ada yang kurang jika harus membayar dengan gajinya tersebut dan itu langsung dipotong di bendahara, selain itu ia juga mengajukan pinjaman ke Kopersi untuk tambahan modal usahanya dengan memakai nama dua orang guru yang mengajar disekolah mereka.
“Yang dua orang gajinya langsung dipotong oleh Koperasi dari bendahara untuk cicilan pinjaman, ”katanya.
HRS mengatakan, ia akan segera membayarkan tunggakan gaji guru yang telah ia pakai, namun saat ditanya kapan akan melakukan pembayaran tersebut ia belum bisa memastikan.
Ia juga berdalih bahwa terkait keterlambatan pembayaran gaji ini sudah ia konsultasikan ke Dinas terkait. Namun ketika ditanya kepada Kadis Dikbudpora Asraruddin, ia mengatakan bahwa yang bersangkutan tidak pernah menghadap dan bahkan dipanggil tidak juga datang.


















