TOPPAN Menduga Proyek GNRHL Dishut Tebo Fiktif

MUARA TEBO, MP - LSM TOPPAN-RI DPD Tebo angkat bicara terkait proyek Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GNRHL) tahun 2005/2006 pada Dinas Kehutanan Kabupaten Tebo yang diduga fiktif.

Direktur Eksekutif LSM TOPPAN-RI DPD Kabupaten Tebo M uchlisin Harahap Kamis (02/6) menyebutkan bahwa program ini menelan dana ± Rp. 500 juta untuk tiga kelompok tani Penampuian Indah Makmur yang berada didesa Muara Tabir Kecamatan Tebo Ilir Kabupaten Tebo.

Sedangkan dalam kegiatan ini kelompok tani menyiapkan lahan seluas 90 Hektar yang rencananya akan ditanami karet sebanyak 90 ribu batang, durian 17 ribu batang dan duku 10 ribu batang.

Berdasarkan hasil investigasi LSM TOPPAN-RI ketiga kelompok tani yang diwakili oleh Gino,Yusak dan Lukman itu, mereka mengaku hanya menerima dana untuk penanaman saja sebesar 30 juta rupiah perkelompok tani dengan total jumlah untuk tiga kelompok tani ini sebesar Rp. 90 juta.

Untuk pengadaan bibit karet, durian dan duku para petani ketiga kelompok ini sama sekali tidak pernah menerima. M. Harahap menduga Pimpro pada waktu itu yang dijabat oleh Ir. Rahansi yang sekarang menjabat Kadis Pertanian Kabupaten Tebo telah melakukan penyimpangan dana GNRHL TA. 2005/2006 lalu dan konspirasi dengan Paiman yang juga merupakan salah satu staf camat dikecamatan tebo ilir. ungkapnya.

Kadis Pertanian Tebo Ir. Rahansi saat berusaha dikonfirmasi dikantornya sedang tidak berada ditempat begitu juga dihubungi via ponselnya tidak aktif.

Harahap menambahkan, “ada pun rincian anggaran dari 500 juta tersebut diantaranya biaya untuk tebang pancah dan imas sebesar Rp.17.000.000/Ha untuk lahan seluas 150 Ha, yaitu Rp. 255.000.000,- untuk saprodi atau obat-obatan dan lainnya Rp.1.600.000/Ha untuk lahan seluas 150 Ha berjumlah Rp. 240.000.000,- ditambah biaya administrasi sebesar Rp. 5.000.000,- sehingga Total anggaran dana ± Rp.500.000.000.-“ jelas Harahap.

Oleh karena itu, lanjutnya, Dinas kehutanan harus bertanggung jawab terkait program GNRHL Tahun anggaran 2005/2006 yang diduga fiktif dan gagal itu,”tegas Harahap. (her).

Related Postss

Copyright © Merdekapost.com. All rights reserved.
Redaksi | Pedoman Media Cyber | Network | Disclaimer | Karir | Peta Situs